Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Tematik Integratif IPA dan IPS di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam Kurikulum 2013 Muspiroh, Novianti
Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan CENDEKIA VOL 14 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v14i1.617

Abstract

This research is inspired by a question: why does curriculum 2013 using integrated thematic learning. To address this question, a philosophical, psychological, and juridical basis should be discussed. By understanding those things, integrated thematic learning is suited with curriculum 2013. As the description above, this study is to focus on how the integrated thematic learning at MI level is implemented because this learning will become a main model that educators should develop the curriculum 2013. Referring to Integrated thematic learning of curriculum 2013, science and social studies are not removed but they are integrated based on theme. Those studies will be topics of all subjects in MI. This integration is done in two points: (1) attitude, skill, and knowledge integration in learning process and (2) integration of basic concepts that are closely related. The theme makes a meaning among basic concepts so the students do not learn partially. Therefore, science and social studies give a whole meaning to the learners as reflected at the available theme: انطلقت هذه الدراسة من السؤال "لما لابد أن يكون تطبيق المنهج الدراسي 2013 على أساس التعليم الوموضوعي الموحّد" ؟ . لإجابة هذا السؤال لابد من دراسة أسسه الفلسفية والنفسية والحكمية، فبالفهم العميق لهذه الأسس الثلاثة فالتعليم الموضوعى الموحّد هو المناسب للمنهج الدراسي 2013. وعلى هذا الأساس أُجريت هذه الدراسة مركزّة في "كيف يكون التدريس الموضوعي الموحّد في مستوى المدرسة الإبتدائية "، لأن هذا النموذج من التدريس هو نموذج رئيس ويجب على المدرس تطويرها لأجل تطبيق النهج الدراسي 2013.  وفي المنهج الدراسي 2013، كانت مادة علم الطبيعة وعلم الإجتماع لا تحذفان وإنما تُوحّدان على أساس الموضوع. أصبحت هاتان المادتان موضوع دراسة في جميع المواد الدراسية في المدارس الإبتدائية. ويكون هذا التوحيد والتمزيج في جانبين، الأول ،التمزيج الموقفي والمهاري والمعلومات في عملية التعليم، والثاني تمزيج المفاهيم الأساسية المتعلقة بها. كان الموضوع جمع شتّى المفاهيم الأساسية حتى لا يدرس الطلاب المفاهيم الأساسية مفرّقة. بهذا كان تدريس علم الطبيعة وعلم الإجتماع يعطيان الطلاب المعنى الموحّد كما يظهر ذلك في المواد الدراسية المتنوعة
INTEGRASI NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN IPA (Perspektif Pendidikan Islam) Novianti Muspiroh
Jurnal Pendidikan Islam Vol 28, No 3 (2013): MEDIA PENDIDIKAN JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : The Faculty of Tarbiyah and Teacher Training associated with PSPII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v28i3.560

Abstract

This paper aims to examine the possibility of spiritual values that is integrated with subject-matter of general subjects, especially science (IPA). The method of analysis in this paper adopts the basic principles of values education in Islam is monotheism, science and morals, which is based on the integration of knowledge between public science with the science of religion (non-dichotomous). Integration of Islamic values in the science learning manifest in the pattern of the overall science learning (integral-holistic) appreciates the existence of a general science or science as the study of Islamic religious knowledge as well as responding to the needs of society and the family. In regard to the implementation of learning the values of unity, stimulating science search continuously and pay attention to aspects of students' moral and noble character.
MADRASAH NIZHAMIYAH: SEBUAH MOMENTUM DALAM SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM Novianti Muspiroh
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.914 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i1.1997

Abstract

Madrasah Nizhamiyya is the momentum of the history of Islamic education, the pioneer of institutional Islamic education system, and the driving force behind the establishment of similar institutions in the history of Islamic education. In addition, the birth of this educational institution is also seen as an effort to awaken Sunni orthodoxy. On the other hand, this institution is the starting point for the decline of science, because the supremacy of the religious sciences in it raises the dichotomy and antagonization of various branches of science. Whereas in Islam there is no recognition of the essential separation between the religious sciences and the "profane sciences", because it all boils down to the knowledge of the Only One - the substance of all knowledge.Keywords: Madrasah, education, Sunni
KUTTAB SEBAGAI PENDIDIKAN DASAR ISLAM DAN PELETAK DASAR LITERASI Novianti Muspiroh
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.967 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v7i1.4506

Abstract

Abstrak Kajian sejarah mengenai lembaga pendidikan selama ini lebih banyak terfokus kepada madrasah. Padahal kuttab adalah salah satu lembaga pendidikan yang tidak kalah pentingnya. Kuttab merupakan pendidikan dasar untuk anak-anak usia dini dan yang terpinggirkan. Keberadaannya sudah ada sejak sebelum Islam sampai terutama dengan kemunculan madrasah, meskipun selanjutnya tetap bertahan dalam lingkup yang terbatas. Sebagai lembaga pendidikan, kuttab menunjukkan peran yang sangat penting bagi pendidikan anak-anak khususnya dalam literasi dan pendidikan dasar agama. Meskipun sistem pendidikan ini bersifat tradisional, namun kuttab sangat berperan dalam membangun literasi yang baik bagi masyarakat Islam terutama di awal-awal sejarah Islam.  Pendekatan yang digunakan antara lain keteladanan dan pembiasaan. Model pembelajarannya halaqoh. Keywords: Character building, Marginal, Traditional, non-formal
TANAMAN DALAM PENGATURAN RUANG KELAS UNTUK MENCIPTAKAN MEDIA DAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG KONDUSIF Novianti Muspiroh; Asep Kurniawan
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.688 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.545

Abstract

The learning process in schools mostly occurs in the classroom where students learn to interact for many hours. Meanwhile the condition of the class frequently does not support, classes are too crowded, hot, stuffy, and others. So complete sufferings of those who learn in them. In fact comfortable classrooms can ensure the achievement of effective learning. In this case, how can it be achieved? One of the frequently overlooked in classroom management, to create a learning conducive atmosphere, is the placement of plants. In addition to the aesthetic of class decoration, plants are useful to create the ideal temperature, produce oxygen for the needs of the students in class that are generally crowded, and clean up pollutants. Thereby, the class will be lovely and comfortable which ultimately will lead to a positive attitude and mind in learning. Kata Kunci: Tanaman, Kelas, Pembelajaran, Kondusif
PERAN SEKTOR PERTANIAN DALAM MEMENUHI KECUKUPAN PANGAN NASIONAL Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.545 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.509

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia saat ini mengalami kondisi yang memprihatinkan, sebuah ironi bagi Negara kita yang notabene dikenal sebagai Negara agraris. Persoalan yang membelit sector pertanian antara lain adalah SDM, bidang teknologi, manajemen dan pengelolaan pasar sampai ketersediaan lahan pertanian. Semua itu berdampak pada kesejahteraan masyarakat petani maupun kondisi pangan nasional.  
PENERAPAN PROJECT BASE LEARNING (PBP) BAGI MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA MATA KULIAH SAINS TERAPAN Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.363 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.485

Abstract

Pembelajaran Berbasis  (PBL/PBP) memiliki potensi yang amat besar untuk membuat pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna untuk pebelajar usia dewasa(andragogi) termasuk mahasiswa calon guru biologi,guna mempersiapkan untuk memasuki lapangan kerja. Tidak terkecuali bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan yang menuntut mahasiswa untuk aktif secara mandiri maupun kolaboratif dalam mengintegrasikan teoritik dengan masalah-masalah yang terkait dengan konsep sains. Penelitian dilakukan pada mahasiswa calon guru biologi di semester 7 dengan instrumen berupa observasi dan penilaian unjuk kerja. Didapatkan hasil pada penerapan PBL/PBP efektif dengan rerata indikator observasi sebesar 80,5. Pada penilaian produk hasil kerja/proyek mandiri didapatkan rerata 89,7 dan penilaian produk hasil kerja/proyek kelompok didapatkan rerata 91,6. Dengan demikian  PBL/PBP efektif bagi mahasiswa calon guru biologi pada mata kuliah sains terapan. Kata Kunci : PBP, Sains Terapan
PEMBANGUNAN HUTAN KOTA DI KOTA CIREBON Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.197 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.557

Abstract

Cirebon is a growing city that is characterized by fast population growth. It influences on increase of needs, residential land, recreation, transportation, health, education, and other facilities that support the sustainability of social and economic life of Cirebon city dwellers. The development of industrial areas and the use of means of transportation, such as motorcycles and cars can cause pollution or contamination. Meanwhile, Cirebon is a coastal city which has a hot temperature. Therefore, Cirebon requires urban open space as a solution to the problem in order to create beautiful, cool, pollution free of the city lungs and the availability of public space to relieve fatigue from urban tension. Unfortunately, the local government provids only 9% city forest from 30% the ideal of the total area.Not to mention that the existing urban open space, actually, seem to be ignored. This situation is certainly not healthy for the life quality of Cirebon city dwellers.Key words: Hutan, Kota, Pembangunan, Manfaat
PROFIL KOMPETENSI GURU DAN FASILITAS PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIOLOGI PADA MADRASAH ALIYAH BERBASIS PESANTREN DI CIREBON (Studi Kasus di MAN Kalimukti dan MA As-Shighor Ad-Dauly) Novianti Muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.062 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i1.522

Abstract

The teachers who teach science in schools based Islamic boarding are not all science educational background; some are teachers who "forced" to teach science. They were forced to "take advantage" of existing teachers to teach science because it does not have the ability to pay teachers from outside. The impact is learning science can not be implemented optimally, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The impact of teacher uncompetence and inadequate laboratory facilities are unoptimal science teaching learning process, in terms of the depth of the material, the application of learning strategies, learning model selection and implementation of instructional media. The purpose of this study is to know the competences of teachers and facilities of biology learning in Madrasah Aliyah based Islamic boarding school in Cirebon. The research method is descriptive qualitative method. The results showed that all the competences of teachers both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are classified good and very good as well as biology laboratory. The implication of this research is science teaching and learning process both in Madrasah Aliyah As-Shighor and Madrasah Aliyah Kalimukti are could be implemented optimally. Background guru/tutor yang mengajar IPA di sekolah-sekolah yang berafiliasi dengan pondok pesantren tidak semua berlatar belakang pendidikan IPA, sebagiannya adalah para ustad yang “dipaksa” untuk mengajarkan IPA kepada para santri. Mereka terpaksa “memanfaatkan” ustad yang ada untuk mengajarkan IPA karena tidak memiliki kesanggupan untuk membayar guru dari luar. Dampaknya adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Dampak dari kompetensi guru yang tidak sesuai maupun pendukung pembelajaran berupa fasilitas laboratorium yang kurang memadai adalah pada saat pembelajaran IPA tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, ditinjau dari kedalaman materi, penerapan strategi pembelajaran, pemilihan model pembelajaran maupun penerapan media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kompetensi guru dan fasilitas pendukung pembelajaran biologi pada Madrasah Aliyah berbasis Pesantren di Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kompetensi guru di kedua Madrasah Aliyah As-Shighor dan Kalimukti sudah tergolong baik dan sangat baik. Demikian pula dengan fasilitas laboratorium Biologi di kedua sekolah tersebut belum sepenuhnya terpenuhi sarana dan prasarananya bahkan di MA As Shighor sangat minim. Implikasinya bahwa pembelajran IPA di kedua madrasah tersebut bisa terlaksana dengan baik dengan kompetensi guru yang dimilikinya meskipun fasilitas laboratorium belum sepenuhnya menunjang proses pembelajaran. Key Words: Kompetens Guru, Fasilitas Laboratorium Biologi, MA Pesantren
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Suci Rakhmawati; Nurul Azmi; novianti muspiroh
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.247 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.973

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru Biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi apakah pembelajaran Biologi mengacu pada Standar Proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari standar proses dalam pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng serta (3) mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Krangkeng pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Biologi kelas X serta pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X-4 MIPA dan X-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum RPP yang disusun guru telah memenuhi sebagian besar indikator dalam Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang standar proses. RPP yang disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Krangkeng telah memenuhi ketercapaian dengan kriteria baik. (2) secara umum pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Krangkeng sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaannya sesuai dengan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses. (3) siswa memberikan respon kuat terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Kata Kunci: Standar Proses, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi, Kurikulum 2013