cover
Contact Name
Khomarudin
Contact Email
oemarbakrie0231@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
oemarbakrie0231@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi
ISSN : 22529942     EISSN : 25485008     DOI : -
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi is a peer-reviewed journal that focuses on critical studies of basic education. It investigates the dynamics of teaching and learning of social education, social and economic problems in the society context of the primary, senior, and high education level. Besides focusing on the development of studies issues of basic education, Edueksos also covers the critical view and comprehensive mind in the economic and social education. The scope is related to social and economics education, such as: Social Science (Economic, Sociologi, History, Citizenship, Study Gender) in Education Perspective Learning Innovation in Social Education Cultural Values in Education Multicultural education Humanities issues in education
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2022)" : 12 Documents clear
Persepsi Mahasiswa Terhadap Multikulturalisme Dan Revolusi Indutri 4.0 Di Iain Syekh Nurjati Cirebon Nasehudin Nasehudin; Etty Ratnawati
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10141

Abstract

AbstrakAbstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kultur mahasiswa terdaftar S1 Fakultas.. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon yang tidak begitu beragam karena dalam satu budaya dan agama yang sama, namun hidup di tengah negara Indonesia yang multikultural. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang pesat sebagai hasil dari revulusi industri 4.0 memaksa mahasiswa untuk selalu siap. Tujuan dari penelitian ini untuk: 1) mengetahui persepsi mahasiswa terhadap Multikulturalisme di  IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 2) mengetahui  persepsi dalam menghadapi Revolusi Indutri 4.0 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei pada mahasiswa terdaftar S1 Fakultas.. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon. Penentuan populasi dan sampel dilakukan dengan terbuka yakni mahasiwa angkatan 2O20/2021 diberikan angket dalam bentuk google form dan yang mengisi angket sebanyak 98, sehingga jumlah respondennya sebanyak 98 orang mahasiswa. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap Multikulturalisme di IAIN Syekh Nurjati Cirebon memiliki pandangan yang beragam namun sebagian besar sudah sangat terbuka akan pentingnya multikulturalisme dengan mencapai 85% setuju. Walaupun mereka dalam satu lingkungan budaya dan agama yang sama namun  pemikirannya sudah sangat luas. Sementara itu, bahwa persepsi dalam menghadapi Revolusi Indutri 4.0 sebesar 78.33%, artinya bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi informasi mahasiswa IAIN Cirebon sudah siap dan menyambut baik, walau sekali lagi mereka hidup dan berada pada satu daerah dengan budaya yang belum begitu beragam serta lingkungan Perguruan Tinggi di bawah Kementrian Agama RI.Kata Kunci : Persepsi, Multikulturalisme dan Revolusi Industri 4.0.Abstract: This research is motivated by the culture of students enrolled in the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) State Islamic Institute (IAIN) Sheikh Nurjati Cirebon who are not very diverse because they are in the same culture and religion, but live in the middle of a multicultural Indonesian country. In addition, the rapid development of information technology as a result of the industrial revolution 4.0 forces students to always be ready. From this background, the objectives of this study are: 1) to determine student perceptions of multiculturalism at IAIN Sheikh Nurjati Cirebon, 2) to determine perceptions in dealing with the Industrial Revolution 4.0 at IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. The method used in this research is a survey method on registered students of the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training (FITK) Syekh Nurjati State Islamic Institute (IAIN) Cirebon. The determination of the population and sample was carried out openly, namely students of the class of 2021 were given a questionnaire in the form of a google form and who filled out the questionnaire were 98, so that the number of respondents was 98 students. The results of the study concluded that students' perceptions of multiculturalism at IAIN Syekh Nurjati Cirebon had diverse views, but most of them were very open about the importance of multiculturalism by reaching 85% agree. Even though they are in the same cultural and religious environment, their thoughts are very broad. Meanwhile, the perception of facing the Industrial Revolution 4.0 was 78.33%, meaning that in dealing with advances in information technology, IAIN Cirebon students were ready and welcoming, even though once again they lived and were in an area with a less diverse culture and higher education environment. under the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia.Keywords : Perception, Multiculturalism, Revolution Industry 4.0 
Optimalisasi Pemanfaatan Lingkungan Sebagai Sumber Belajar Dalam Menumbuhkan Kesadaran Ekologis Isah Siti Khodijah; Suniti Suniti; Septiani Resmalasari
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.8960

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan upaya dalam mengoptimalisasi pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar dalam menumbuhkan kesadaran ekologis. Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi fenomenologis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa upaya pemanfaatan lingkungan alam sebagai sumber belajar dilakukan oleh lingkungan pendidikan, yang meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang mana ketiganya mempengaruhi kesadaran ekologis anak melalui pola pengajaran orang tua, tata tertib sekolah, dan perkembangan kognitif anak sendiri.Kata kunci: lingkungan, sumber belajar, optimalisasiAbstract: The purpose of this study is to explain efforts in optimizing the utilization of the natural environment as a learning resource in fostering ecological awareness. This study, using qualitative approach with phenomenological study research type. The data collection techniques in this study were observations, interviews, and document. Data analysis techniques are carried out through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study show that efforts to use the natural environment as a learning resource are carried out by the educational environment, which includes the family, school, and community environment, all of which affect the child's ecological awareness through parental teaching patterns, school discipline, and the cognitive development of the child himself.Keywords: environment, learning resource, optimalization
Konsep Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi Rijal Assidiq Mulyana; Aulia Solichah Iman Nurchotimah; Zaenal Mutaqin
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9933

Abstract

Entrepreneurship has become an important discourse in the economic development of the nation and state, many academic works that study entrepreneurship and its development in universities. This paper offers the concept of entrepreneurship education in universities which contains material substance and entrepreneurial competence, consists of 5 theme learning; 1. entrepreneurial potential of students. 2. Entrepreneurial character and attitude, 3. Leadership and communication, 4. Business management, 5. Marketing, these 5 subjects are arranged in sub-topics are set out in 14 learning sessions. The models and method teaching and learning that are; 1. Internships, 2. Cooperative learning, 3. Discussion methods, 4. Problem-based learning, 5. Project-based learning, 6. Contextual and teaching learning, 7. Discovery learning, 8. Simulation. This research was conducted with in-depth literature study with entrepreneurship education.
Pengembangan Pendidikan Non-Formal: Pelaksanaan Program Pustaka Kampung Impian di Aceh rahadiyand Aditya; Rahmania Rahman; Istiqomah Istiqomah; Kasumah Kasumah
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10172

Abstract

Abstrak: Permasalahan pengembangan pendidikan non formal juga dapat dihubungkan dengan beberapa isu-isu srategis lain seperti UMKM, dunia digital, budaya, dan lain sebagainya. Meskipun demikain terdapat sebuah penelitian bahwa pendekatan pendidikan non formal cukup sulit dilaksanakan. Artikel ini melihat bagaimana implementasi program Pustaka Kampung Impian, dan pengembangan Pustaka Kampung Impian yang dilukan oleh Rumah Relawan Remaja(3R). metode pentlitian ini menggunakan pendektana penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penarikan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Temuan lapangan menunjukan setidaknya terdapat 8 kegiatan pelaksanaan pendidikan non formal dalam program Pustaka Kampung impian antara lain kelas membaca dasar, kemudia kelas membaca menengah, kelas membaca berita, kelas fotografi, kelas menjahit dan bahasa, kelas prakarya, kelas memasak makanan tradisional, maupun kelas membagun pustaka bersama. Hingga saat ini juga terdapat tujuh lokasi Pustaka Kampung Impian dengan enam relawan Guru Impian yang sedang bertugas. Selanjutnya dalam pengembangannya pendidikan non formal terdapat empat hal penting yaitu 1)Masa Orientasi Menjadikan Kemapuan Relawan Meningkat, 2) Menciptkaan Pembelajaran yang Efektif, 3)Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Pustaka Kampung Impian, 4) Tinggal Bersama Guna Ciptakan Kolaborasi Tiada Henti.Kata Kunci: Pendidikan Non Formal; Pengembangan; Pelaksanaan. Abstract: The problem of developing non-formal education can also be linked to several other strategic issues such as MSMEs, the digital world, culture, and so on. However, there is a study that non-formal education approaches are quite difficult to implement. This article looks at the implementation of the Dream Village Library program, and the development of the Dream Village Library which is required by the Youth Volunteer House (3R). This research method uses a qualitative descriptive research approach with data collection techniques using interviews, observation and documentation. Field findings show that there are at least 8 non-formal education implementation activities in the Dream Village Library program, including basic reading classes, then intermediate reading classes, news reading classes, photography classes, sewing and language classes, craft classes, traditional food cooking classes, and building classes. shared library. Until now, there are also seven locations of the Dream Village Library with six Dream Teacher volunteers on duty. Furthermore, in the development of non-formal education, there are four important things, namely 1) Orientation Period Makes Volunteer Skills Increase, 2) Creating Effective Learning, 3) Community Involvement in the Development of the Dream Village Library, 4) Living Together To Create Endless Collaboration.Keywords: Non-Formal Education; Development; Implementation.
Kajian General Education dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Indra Gunawan; Ayu Vinlandari Wahyudi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9508

Abstract

Abstrak: Kehidupan sosial di era revolusi industri 4.0 terus mengalami perubahan yang semakin cepat, kompetitif, dan semakin kompleks. Kecepatan perubahan tersebut mengakibatkan lahirnya spesialisasi pendidikan yang berlebihan sehingga pendidikan cenderung melunturkan esensinya sebagai wahana dalam pembentukan jati diri manusia. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk pada pembentukan diri manusia dalam arus globalisasi yang semakin cepat, prinsip dan konsep general education di sistem pendidikan menjadi suatu keharusan. Berdasarkan latarbelakang masalah tersebut, tujuan tulisan ini adalah untuk mendefinisikan general education secara generik. Metode penelitian ini menggunakan metode analisis konsep dengan desain analisis generik untuk mengidentifikasi makna esensial dari general education. Hasil dari tulisan ini adalah kejelasan konsep dari general education yang berupaya memadukan antara pendidikan umum dan spesialisasi dengan pendekatan inter dan multi disiplin. Konsep-konsep dari general education memiliki visi misi yang sama dengan konsep merdeka belajar sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan sebagai penguatan kebijakan merdeka belajar.Kata Kunci: General Education, Revolusi Industri 4.0, Spesialisasi, Merdeka Belajar Abstract: Social life in the era of the industrial revolution 4.0 continues to experience changes that are increasingly fast, competitive, and increasingly complex. The speed of these changes resulted in the birth of excessive specialization of education so that education tends to fade its essence as a vehicle in the formation of human identity. To anticipate a worse impact on the formation of human beings in the increasingly rapid flow of globalization, the principles and concepts of general education in the education system are a must. Based on the background of the problem, the purpose of this paper is to define general education generically. This research method uses concept analysis method with generic analysis design to identify the essential meaning of general education. The result of this paper is the clarity of the concept of general education which seeks to combine general education and specialization with inter and multi-disciplinary approaches. The concepts of general education have the same vision and mission as the concept of independent learning so that the results of this study can be used as a reference as a strengthening of the independent learning policy.Keywords: General Education, Industrial Revolution 4.0, Specialization, Free Learning
Aktualisasi Pembelajaran Real Learning Dalam Kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan Andriyana Andriyana; Muhammad Idris
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9967

Abstract

Abstrak: Kualitas Pendidikan di suatu negara erat kaitannya dengan sistem kurikulum yang diterapkan, terutama mengenai metode pendidik dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan oleh pendidik sangat berpengaruh terhadap daya tangkap dan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran, khususnya pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang mempunyai tujuan utama menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang yang baik dan cerdas. Tentunya untuk menjalankan tujuan tersebut sangatlah sulit apabila tidak diterapkannya metode yang tepat, karena Pendidikan Kewarganegaraan merupakan ilmu mengenai kecakapan hidup mendasar untuk seorang warga negara. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pengambilan data melalui studi pustaka. Dari hasil pembahasan yang dikemukakan, beberapa aspek penting manajemen pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang diperlukan dalam memperkuat implementasi kurikulum Pendidikan Kewarganegaraan di satuan Pendidikan yakni: (1) kemampuan dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik dalam perumusan tujuan, penentuan materi dan bahan ajar, model dan strategi pembelajaran, serta sistem penilaian. (2) kemampuan dalam mengorganisasi proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan baik pengorganisasian kelas, kegiatan pembelajaran, maupun sumber daya dan lingkungan bagi kepentingan belajar. (3) kemampuan mengaktualisasi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga terjadi proses real learning oleh siswa dalam proses pembentukan nilai, sikap, dan perilaku. (4) kemampuan mengembangkan sistem evaluasi sebagai bagian dari proses untuk menilai sejauhmana telah terjadi perubahan dalam sikap dan perilaku siswa. Kata kunci: Aktualisasi Pembelajaran, Real Learning, Kurikulum PKn. Abstract: The quality of education in a country is closely related to the curriculum system that is applied, especially regarding the methods used by educators in the learning process. The method applied by educators greatly affects the comprehension and motivation of students in participating in learning, especially Civic Education learning which has the main goal of making students good and intelligent citizens. Of course, to carry out this goal is very difficult if the right method is not applied, because Citizenship Education is the science of basic life skills for a citizen. This study uses a qualitative research design with a descriptive method with data collection through literature study. From the results of the discussion presented, several important aspects of Civic Education learning management are needed in strengthening the implementation of the Citizenship Education curriculum in the Education unit, namely: (1) the ability to prepare Civic Education learning plans both in the formulation of objectives, determining teaching materials and subject, models and strategies learning, as well as the assessment system. (2) the ability to organize the learning process for Citizenship Education, both in organizing classes, learning activities, as well as resources and the environment for learning purposes. (3) the ability to actualize Citizenship Education learning so that a real learning process occurs by students in the process of forming values, attitudes, and behaviors. (4) the ability to develop an evaluation system as part of the process to assess the extent to which there has been a change in student attitudes and behavior.Keywords: Actualization of Learning, Real Learning, Civics Curriculum.
Strategi Kiai dalam Pendidikan Karakter Terhadap Santri Cecep Saepul Rohmat; Rinita Rosalinda Dewi
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10209

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan pemimpin Pondok Pesantren As-Sururon dalam menanamkan pendidikan karakter terhadap santrinya. Pondok Pesantren As-Sururon merupakan salah satu lembaga pendidikan islam berbasis pesantren yang memiliki tujuan untuk mengatasi permasalahan krisis moral dan karakter. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif analisis. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu pedoman wawancara, pedoman observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, display data, dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah Pondok Pesantren As-Sururon menggunakan empat strategi dalam menanamkan pendidikan karakter, yaitu 1) Strategi Keteladanan, 2) Strategi Pembiasaan, 3) Strategi Nasihat, dan 4) Strategi Reward dan Punishment.Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Karakter, Pondok Pesantren Abstract: This research aims to find out the strategy used by the As-Sururon Islamic Boarding School leader in instilling character education for his students. As-Sururon Islamic Boarding School is one of the pesantren-based Islamic educational institutions that has the aim of overcoming the problem of moral and character crises. This research used descriptive analysis method. Data were collected through interview, observation, and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and verification/drawing conclusions. Results of this study shows that As-Sururon Islamic Boarding School uses four strategies in instilling character education, i.e. 1) Model strategies, 2) Habituation Strategies, 3) Advice strategies, and 4) Reward and punishment strategies.Keywords: Strategy, Character Education, Islamic Boarding School
Pola Interaksi Guru Dan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Aliyun Ula Walahum Yahzanun; Khofifatu Rohmah Adi; Agung Wiradimadja
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9634

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pola interaksi guru dan peserta didik dalam pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 di SMPN 15 Malang. Implementasi pembelajaran jarak jauh mata pelajaran IPS dilakukan secara sinkronus dan asinkronus dengan beragam aplikasi penunjang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menjelaskan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang dan mendeskripsikan pola interaksi  beserta gambaran pelaksanaan interaksi edukatif saat pembelajaran jarak jauh di SMPN 15 Malang. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melalui beberapa teknik pengumpulan data diantaranya observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan daring sinkronus dilaksanakan dengan cara tatap maya secara langsung menggunakan aplikasi gabungan Google Meet dan Zoom dengan pemberian tugas melalui aplikasi Quipper School.Penggunaan aplikasi Quipper School juga ditujukan untuk pelaksanaan daring asinkronus dengan kegiatan berupa pemberian tugas membaca dan mengerjakan soal secara terstruktur.Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini tetap mengakomodir interaksi guru dengan peserta didik. Pola interaksi yang terjadi ada dua pola ialah interaksi satu arah dan dua arah antar guru dengan peserta didik. Pada pelaksanaannya ternyata ditemukan beberapa kelemahan interaksi dalam proses pembelajaran, diantaranya: tidak ada diskusi antar peserta didik selama belajar sinkronus karena keterbatasan aplikasi yang digunakan dan waktu pembelajaran terlalu singkat sehingga tidak memungkinkan aktifitas diskusi antar peserta didik. Kata Kunci: IPS, Pembelajaran Jarak Jauh, Pola Interaksi  Abstract: This article discusses the interaction patterns of teachers and students in distance learning during the Covid-19 pandemic at SMPN 15 Malang. The implementation of distance learning for social studies subjects is carried out synchronously and asynchronously with various supporting applications. The purpose of this study is to explain the implementation of distance learning at SMPN 15 Malang and describe the pattern of interaction along with a description of the implementation of educative interactions during distance learning at SMPN 15 Malang. The approach used in this study is a descriptive qualitative approach, through several data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results showed that the synchronous online implementation was carried out in a virtual face-to-face manner using a combined application of Google Meet and Zoom by giving assignments through the Quipper School application. In this distance learning process, it still accommodates teacher-student interactions. There are two patterns of interaction, namely one-way and two-way interactions between teachers and students. In its implementation, it turned out that several interactions were found in the learning process, including: there was no discussion between students during synchronous learning because of the limitations of the application used and the learning time was too short so that it did not allow discussion activities between students.Keywords: Distance Learning, Interaction Pattern, Social Science
Pengaruh Kepribadian Dan Efikasi Diri Terhadap Intensi Berwirausaha Pada Masa Covid 19 Fernando Saragih
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10023

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berfokus pada rendahnya minat berwirausaha dalam diri mahasiswa serta faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana kontribusi kepribadian (Personality) dan efikasi diri (self-efficacy) terhadap niat berwirausaha baik secara langsung maupun dengan niat variabel intervening. Penelitian ini didasarkan pada metode survey dengan pemberian kuisioner kepada 40 mahaiswa sebagai respondennya dimana analisis datanya menggunakan analisis regresi berganda, dan diolah dengan SPSS 21. Adapun hasil analisis ditemukan bahwa kepribadian (Personality) berpengaruh terhadap efikasi diri (self-efficacy) yaitu Y= - 9.855 + 0.418 X1. Penelitian ini juga menjelaskan pengaruh kepribadian (Personality) dan efikasi diri (self-efficacy) berpengaruh terhadap niat berwirausaha, dimana hasilnya menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan yakni Y = 2,589 + 0,070 X1+ 0,64 X2. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan pengaruh dari variabel intervening yakni efikasi diri dengan nilai 0,26752. Terakhir, penelitian ini juga menjelaskan uji f dan uji t dimana terdapat pengaruh yang yang positif signifikan.Kata kunci: Kepribadian, berwirausaha, covid 19. Abstrack: This research focuses on students' low interest in entrepreneurship and the factors that influence their development. This study analyzes how personality and self-efficacy affect entrepreneurial intentions, both directly and indirectly, through intervening variables. The method used is a survey method to distribute questionnaires to 40 respondents (students), data analysis using multiple regression analysis, and processed using SPSS 21. The analysis results found that personality affects self-efficacy, namely Y = - 9,855 + 0.418 X1. This study also explains the influence of personality and self-efficacy on entrepreneurial intentions, where the results show a positive and significant influence, namely Y = 2.589 + 0.070 X1 + 0.64 X2. In addition, this study also explains the influence of the intervening variable, namely self-efficacy, with a value of 0.26752. Finally, this study also explains the f-test and t-test with a significant positive effect.Keywords: Personality, entrepeneurship, covid 19.
Kontribusi Kepemimpinan Dalam Menunjang Literasi Digital Bidang Pendidikan Di Daerah Junaidin Basri; Dindin Nurdin; Irma Indriyani; Arif Bakhtiar
Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.9834

Abstract

Abstrak: Penelitian ini di dasari oleh dua masalah pokok yakni berkembangnya teknologi literasi digital dan pemanfaatannya serta kontribusi kepemimpinan daerah dalam menyediakan komponen teknis dan non teknis dalam bidang pendidikan. Metode yang digunakan untuk mengungkapkan gambaran yang sesungguhnya tentang kontribusi kepemimpinan dalam mewujudkan literasi digital bidang pendidikan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; Pertama, Literasi Digital menjadi instrumen baru dalam memajukan masyarakat melalui pendidikan sebagai kunci dalam pembangunan indeks manusia. Kedua, Kepemimpinan daerah memiiki kewajiban untuk menyediakan fasilitas literasi digital baik aspek teknis maupun non teknis agar masyarakat pendidikan dapat menggunakan dengan murah, mudah, cepat, efektif, efisen dan berkelanjutan Ketiga, Kepemimpinan daerah diwajibkan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen untuk mendukung penyediaan dan pengembangan fasilitas teknis maupun non teknis pendidikan.Kata kunci: Kepemimpinan, Literasi, Digital, Pendidikan Abstract: This research is based on two main problems, namely the development of digital literacy technology and its use as well as the contribution of regional leadership in providing technical and non-technical components in the field of education. The method used to reveal the true picture of the contribution of leadership in realizing digital literacy in education is qualitative with a phenomenological approach. The results of the study concluded that; First, Digital Literacy is a new instrument in advancing society through education as the key in building the human index. Second, regional leadership has an obligation to provide digital literacy facilities, both technical and non-technical aspects so that the educational community can use it cheaply, easily, quickly, effectively, efficiently and sustainably. Third, regional leadership is required to allocate an education budget of 20 percent to support the provision and development technical and non-technical educational facilities.Keywords: Leadership, Literacy, Digital, Education

Page 1 of 2 | Total Record : 12