cover
Contact Name
Jurnal Tamaddun
Contact Email
jurnaltamadun@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltamadun@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tamaddun
ISSN : 23441917     EISSN : 25285882     DOI : -
Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam (ISSN 2528-5882) was published by the Department of History of Islamic Civilization Faculty of Ushuluddin, Adab and Da`wah IAIN Sheikh Nurjati Cirebon. Its mission is to disseminate the results of studies and research on the history, specifically Islamic Cultural History which includes science, theory, and historical concepts related to Islam and regional studies, Islamic civilization, Islamic intellectuals, Islamic culture and traditions. The manuscripts contained in this journal are the results of studies, research and literature review conducted by researchers, academics, and observers of Islamic Cultural History. This Tamaddun Journal is published twice in one year, July and December.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
PENGARUH KARYA SYEKH NAWAWI AL- BANTANI DALAM TRADISI KAJIAN KITAB KUNING (KITAB KLASIK) DI PESANTREN BUNTET Moh Abid Mabrur
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.493 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v1i2.1179

Abstract

          Pondok pesantren merupakan pendidikan Islama tertua di Nusantara dan tetap berkembang hingga saat ini, Kitab kuning menjadi obyek kajian utamnya. Di antara kitab-kitab yang dikaji secara mendalam di pondok pesantren adalah karya-karya Syekh Nawawi al-Bantani yang merupakan ulama asal Indonesia yang mampu menghasilkan karya yang fenomenal sehingga dijadikan kitab rujukan  keilmuan Islam. Penelitian yang dilakukan ini bermaksud untuk mengetahui pengaruh Syekh Nawawi yang terdapat di pesantren Buntet. Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana biografi dan perjalanan intelektual Syekh Nawawi al-Bantani , Apa karya-karya syekh Nawawi al-Bantani dan jaringan intelektualnya, dan bagaimana pengaruh karya-karya syekh Nawawi al-Bantani dalam tradisi kitab kuning di pesantren Buntet. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan empat tahapan, yaitu Heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya yang dihasilkan Syekh Nawawi menjadi kitab yang dijadikan kajian di berbagai pesantren, salah satunya pesantren Buntet. Dalam mengkaji kitab karangan Syekh Nawawi banyak pengaruh yang diberikan seperti ringannya sajian yang diberikan. Kata Kunci: Syekh Nawawi al-Bantani, Kitab Kuning, Pesantren Buntet.
PERKEMBANGAN ISLAM DI ANDALUSIA PADA MASA ABDURRAHMAN III (AN-NASHIR LIDDINILLAH, 912-961 M) Arip Septialona
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.866 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v1i1.935

Abstract

Wilayah Andalusia (Spanyol) awalnya merupakan bagian dari kekuasaan Daulah Abbasiyah di Baghdad tahun 750 M. Namun, dikarenakan wilayah kekuasaan ini merupakan wilayah yang terpisah dari banyaknya negeri yang dikuasai Daulah Abbasiyah, maka wilayah ini akhirnya terlepas dari kekuasaan Abbasiyah dan dipimpin oleh penguasa dari nasab Umayyah, yakni Abdurrahman Ad-Dakhil. Kekuasaan dari nasab Umayyah ini terus berkembang hingga beberapa keturunannya diantaranya Abdurrahman An-Nashir Lid-Dinillah. Andalusia dibawah kepemimpinan Abdurrahman An-Nashir berada dalam masa keemasan. Kajian ini berfokus pada peran Abdurrahman An-Nashir dalam merekonstruksi dan menata kembali kekusaan Umayyah II di Andalusia. Abdurrahman An-Nashir mempunyai peran yang teramat begitu penting dalam perkembangan Islam di Andalusia, perkembangan itu baik mengalir dalam jalur politik, perekonomian, peradaban maupun ilmu pengetahuan. Adapun pada masa kepemimpinan Abdurrahman An-Nashir dimulai dengan menyelamatkan wilayah-wilayah kekuasaan yang terlepas pada masa sebelum kepemimpinannya. Hingga pada akhirnya ia merasa mempunyai hak untuk mendirikan sebuah negara Islam baru  dengan kekuasaan yang absolute, dengan cara memproklamirkan dirinya sebagai khalifah serta mengubah wilayahnya menjadi bentuk kekhilafahan. Hal ini berdampak pada kondisi masyarakat Andalusia dengan menerapkan kebijakan-kebijakan diantaranya dalam bidang sosial politik, ekonomi dan pendidikan. Dengan demikian kondisi masyarakat Andalusia berada dalam kesejahteraan yang mumpuni, sehingga Andalusia pada masa Abdurrahman An-Nashir ini berada dalam masa keemasaannya.       Kata Kunci : Kekuasaan, Perkembangan, dan Abdurrahman An-Nashir. 
PERAN SYEKH AHMAD KHATIB AL-MINANGKABAWI (1860-1916 M) DALAM ISLAMISASI NUSANTARA Nadia Nur Indrawati
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.805 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v1i1.940

Abstract

 Ahmad Khatib adalah seorang ulama besar dari Indonesia yang menjadi imam, khatib dan guru besar di Masjidil Haram Mekah sekaligus menjadi mufti madzhab Syafi’i pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke 20. Ia adalah guru dari ulama-ulama Indonesia yang pergi belajar ke Mekah. Selain itu, ia juga aktif menulis kitab, bahkan beliau tergolong sebagai muallif (pengarang) yang produktif, ia menulis bukan saja dalam bahasa Arab, melainkan juga dalam bahasa Melayu.  Peran Syekh Ahmad Khatib dalam usaha-usaha Islamisasi Nusantara ialah meluruskan persoalan hukum waris, menolak praktik tarekat Naqsyabandiyyah, menjadi pelopor munculnya gagasan pembaharuan di Minangkabau, dan mencetak Ulama-ulama besar Nusantara.  Kata Kunci: Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Islamisasi, Waris, Tarekat Naqsyabandiyyah dan Minangkabau.
SEJARAH PENDIDIKAN MASYARAKAT PESISIR NUSANTARA Asep Kurniawan
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.904 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v1i2.1180

Abstract

Masyarakat pesisir di Indonesia adalah masyarakat yang pada umumnya memiliki tipikal terbuka. Sifat keterbukaannya pada dunia luar membuat celah dan peluang bagi masuknya proses pendidikan dalam wujud pengaruh baik ekonomi, budaya maupun kepercayaan dari luar yang datang silih berganti. Dinamika kehidupan masyarakat pesisir yang mayoritas adalah berdagang (pengusaha) dan nelayan membuka ruang bagi mereka untuk membangun relasi dengan orang-orang luar. Relasi-relasi itulah yang membuka jalan bagi mereka yang memiliki visi, misi dan tujuan  tertentu dalam arus pendidikan. Namun sayangnya pendidikan bagi masyarakat pesisir yang awalnya memberikan dinamika positif bagi kemajuan berbagai bidang kehidupan, pada perkembangan selanjutnya mengalami degradasi seiring semakin marjinalnya kehidupan masyarakat pesisir yang dikenal dengan the poorest of the poor. Key words: Pendidikan, Masyarakat, Terbuka, Pesisir 
MADRASAH NIZHAMIYAH: SEBUAH MOMENTUM DALAM SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM Novianti Muspiroh
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.914 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i1.1997

Abstract

Madrasah Nizhamiyya is the momentum of the history of Islamic education, the pioneer of institutional Islamic education system, and the driving force behind the establishment of similar institutions in the history of Islamic education. In addition, the birth of this educational institution is also seen as an effort to awaken Sunni orthodoxy. On the other hand, this institution is the starting point for the decline of science, because the supremacy of the religious sciences in it raises the dichotomy and antagonization of various branches of science. Whereas in Islam there is no recognition of the essential separation between the religious sciences and the "profane sciences", because it all boils down to the knowledge of the Only One - the substance of all knowledge.Keywords: Madrasah, education, Sunni
KEPEMIMPINAN PARA PEREMPUAN MUSLIM DARI KERAJAAN ACEH DARUSSALAM (1641-1699) Dedeh Mursyi
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.183 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i1.1990

Abstract

History of Acehnese women who fought heroically and patriotic; They are not only willing to fight in the battlefield, but also in political leadership, recorded that Aceh led by sultanah (women leaders) for 59 years. This long history proves that Acehnese women have been self-serving in various fields, both as low-level leaders up to the highest leaders in society. The courage and crookedness of Acehnese women is extraordinary, especially in defending the ideals of nationality and religion. Therefore, Aceh deserves to be called the emancipation pioneer.Keywords: female leadership, the kingdom of Aceh Darussalam
KONFLIK CINA-PRIBUMI DAN DAMPAKNYA BAGI PERTUMBUHAN INDUSTRI BATIK DI TRUSMI 1948 Mahdun Mahdun
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.359 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i2.2012

Abstract

 In the history of Indonesia, the period 1930 to 1950 is a very crucial period. The people of Indonesia are experiencing the events that have great impact in the future. The incident started with an explosion of economic recession and ended with a very eagerly awaited independence by the people of Indonesia. The phenomenon made Indonesian people more sentimental towards foreign ethnic groups, including to Chinese. Many horrific events occurred during that time, the expulsion, burning and killing of the Chinese people, and one of them occurred in Trusmi Village Cirebon in 1948. It certainly had an impact on the development of Trusmi batik industry. This study uses historical method (historical study) by using descriptive-analysis method as a set of procedures. From this study it is known that the situation of Trusmi society before the conflict between the Chinese and the indigenous people both in the social and religious and socio-economic sides initially went well, but after the incident it caused the Chinese to be isolated from the social life of society in general. Nevertheless, the terrible event is a gateway for indigenous people to stand independently in running the industry Batik.Keywords: conflict, China, indigenous, implications, and Trusmi
STRUKTUR MAKAM K.H. TUBAGUS LATIFUDDIN PAGERAJI, KABUPATEN MAJALENGKA Ukun Abdul Syukur
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.295 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i1.1988

Abstract

Majalengka is an area in Tatar Sunda that has a long history. This area has even been the basis of a number of kingdoms that once existed in the history records of our nation. When Islam began to spread to Parahyangan area from Cirebon direction, some areas did not immediately accept the religion which came from the Arab land. Two of them are Talaga and Rajagaluh which are located exactly in Majalengka Regency now. The situation is certainly raises many questions considering the current regency is inhabited by the majority of Muslims. Of course one of the things that make it curious is about the gait of the spreaders of Islam in the community. One of the spreaders of Islam in Majalengka is K.H. Tubagus Latifuddin residing in Pageraji. From oral tradition it is known that this charismatic figure has a very significant role to increase the number of adherents of Islam in the area. His very special positioning of his grave shows that K.H. Tubagus Latifuddin is not an arbitrary person, because he still has a permanent place in the heart of society even though this character has long died.Keywords: tombs, the spread of Islam, community leaders, Majalengka
INPRES NO 14 TAHUN 1967 DAN IMPLIKASINYA TERHADAP IDENTITAS MUSLIM TIONGHOA CIREBON Popi Siti Sopiah
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.968 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i2.2102

Abstract

AbstractAt the beginning of the Orde Baru (1966-1998), Soeharto issued a policy of assimilation to Chinese descendants in Indonesia. The aim of the policy is to make Tionghoa culture can be eliminated. The policy of the Soeharto regime was carried out through Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 1967. Through the policy, the Orde Baru government required all Chinese to assimilate with indigenous people through several things such as Chinese name renaming to indigenous people name, restrictions on Chinese customs movement and Chinese people must follow a religion that recognized by the government. On the basis of that, the researcher is interested to reveal more deeply related to Presidential Instruction No. 14 of 1967 and Its Implications to the Chinese Muslim Identity in Cirebon in Year 1966-1998.Keywords: Chinese Muslims, Orde Baru, Assimilation, Cirebon
WAHOSAN BUJANG GENJONG: NASKAH KUNO TASAWUF DARI BUMI CIREBON Muhamad Mukhtar Zaedin
Jurnal Tamaddun : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.198 KB) | DOI: 10.24235/tamaddun.v5i2.2103

Abstract

AbstractThe paper discusses one ancient manuscript stored by the Rumah Budaya Pasambangan Jati; Wahosan Bujang Genjong. Manuscript in the form of the tembang macapat tells about the figure of Bujang Genjong and Rara Gonjeng who in love. The requirement of "understanding of true knowledge" to apply for the young woman to propose the girl, in fact bringing him deeper into the nature of Sufism. In this text, Bujang Genjong is very excited to get something make him pride. The textual representation of the adventures of the youth in the pursuit of ilmu manunggal further refers to an image of the risks and responsibilities that must be borne by everyone to achieve his happiness. Culturally, what can be seen from the content of this manuscript is a culture of pre-marriage which, when viewed from the side of the prospective wife, can draw conclusions about the capacity and sincerity of her future husband. And from the prospective husband, forming the ability and fortitude to the ways and stages that must be lived and championed.Keywords: manuscript, tasawwuf, ilmu sejati, unity (kemanunggalan)

Page 2 of 19 | Total Record : 189