cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah
ISSN : 23031573     EISSN : 25273876     DOI : -
Core Subject : Economy,
Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah is a peer-reviewed journal published by the Department of Islamic Banking Syariah Faculty of Islamic Economics of IAIN Syekh Nurjati Cirebon. The journal publishes papers in the field of accounting and finance that give significant contribution to the development of economic and sharia banking profession in Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2015)" : 10 Documents clear
Peran Perempuan Masyarakat Pesisir dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Desa Mertasinga diana Djuwita
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.157 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.203

Abstract

Abstrak Kekayaan laut di Indonesia sangatlah besar karena sangat kaya akan keragamannya. Kehidupan pesisir Indonesia seharusnya menjadikan para nelayan sebagai orang yang kaya karena kekayaan laut Indonesia yang melimpah. Namun kenyataannya, mereka masih berada di bawah garis kemiskinan. Selama ini peran wanita dalam keluarga nelayan belum optimal dalam membantu peningkatan ekonomi keluarga. Para wanita di Desa Mertasinga umumnya bekerja sebagai pengupas rajungan pada agen-agen kecil maupun besar. Di sisi lain, wanita juga memiliki peran dalam rumah tangga, yaitu sebagai istri dan ibu. Wanita dituntut melakukan tugas utama dalam rumah tangga dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, keterlibatan wanita dalam mencari nafkah menimbulkan peran ganda wanita. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan keluarga nelayan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga, untuk mengetahui kegiatan ekonomi produktif perempuan masyarakat pesisir di Desa Mertasinga dan untuk mengetahui peran perempuan masyarakat pesisir dalam meningkatkan pendapatan keluarga nelayan di Desa Mertasinga. Pada penelitian ini peneliti memilih menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di daerah pesisir memiliki kontribusi atau peran yang sangat besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kontribusi pendapatan istri tersebut dapat dilihat dari terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder, bahkan tersier keluarga. Hubungan atau relasi antara suami istri dalam memenuhi kebutuhan keluarga lebih didasarkan hubungan kemitraan, sehingga keduanya dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Hal ini sesuai dengan teori keseimbangan yang menekankan pada konsep kemitraan antara laki-laki dan perempuan. Pandangan ini tidak mempertentangkan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara laki-laki dan perempuan harus dapat bekerja sama untuk membangun kehidupan keluarga. Meningkatnya peran dan tugas istri sebagai pencari nafkah menimbulkan adanya kesepakatan antara suami dan istri untuk berbagi tugas dalam pekerjaan domestik.  Kata Kunci:  Peran Perempuan, Masyarakat Pesisir, Pendapatan, Keluarga Nelayan       Abstract           Marine resources in Indonesia is enormous because it is very rich in its diversity. Indonesia should make the lives of coastal fishermen as rich because of abundant marine wealth Indonesia. But in reality, they are still below the poverty line. During this time the role of women in fishing families have not been optimized to help increase family income. The women Mertasinga generally work as a peeler crab on the agents of both small and large. On the other hand, women also have a role in the household, that is as a wife and mother. Women charged with a major task in the household as well as possible. Therefore, the involvement of women in a living raises the dual role of women. The purpose of this study was to determine the level of family income of fishermen in coastal communities Mertasinga, to determine the women's productive economic activities in the coastal communities Mertasinga and to determine the role of women in the coastal communities improve family income of fishermen in Mertasinga. In this study, the researchers chose to use a qualitative approach. Methods of data collection using the technique of in-depth interviews, observation, and documentation study. Technique authenticity of the source data using triangulation techniques, techniques, and time. While the analysis of data using the stages of data reduction, data presentation, and verification. The results showed that women in coastal areas have a contribution or a very big role in increasing the family income. Wife revenue contribution can be seen from the requirement for primary, secondary, tertiary and even family. Relationship or the relationship between husband and wife in meeting family needs more based partnerships, so that both can work together to improve the welfare of their families. This is consistent with the theory that emphasizes balance in the concept of partnership between men and women. This view does not polarize between men and women, but between men and women should be able to work together to build a family life. Increasing the role and duties of wives as breadwinners lead to an agreement between the husband and wife to share the task of domestic work. Keywords: Role of Women, Coastal Communities, Income, Family Fisherman 
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.682 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.209

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Qur'an fa Lakkum ru'ūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
Analisis Dan Pilihan Strategi : (Strategi Perbankan Syari’ah dalam Memenangkan Persaingan) Layaman Layaman
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.615 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.204

Abstract

Abstrak            Perkembangan perbankan syari’ah dan perubahan lingkungan bisnis yang begitu cepat mnembuat perbankan berada dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Artikel ini membahas pilihan dan pengembangan strategi perbankan syari’ah dalam memenangkan persaingan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Untuk menganalisis dan mengembangkan strategi perusahaan, salah satunya adalah dengan model manajemen strategik yang dikemukakan oleh Fred R. David, dimana proses analisis dan pemilihan strategi dibagi menjadi tiga tahap. Tahap 1: tahap Masukan (Input Stage),  meringkas informasi masukan dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi, Tahap 2:  tahap Pencocokan (Matching Stage),  fokus pada upaya menghasilkan strategi alternatif yang dapat dijalankan (feasible) dengan memadukan faktor-faktor eksternal dan internal dan Tahap 3: adalah tahap Keputusan (Decision Stage), menggunakan satu macam teknik yaitu Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Para ahli juga mengemukakan beberapa pilihan strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk dapat memenangkan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif. Strategi pertama, mengoperasikan Unit Bank Keliling (UBK). Strategi kedua, melibatkan Perguruan Tinggi (PT) dan Lembaga Business Development Service Provider (BDSP) dalam menyalurkan perkreditan. Strategi ketiga, menggandeng Notaris/PPAT dalam proses sertifikasi agunan dan strategi keempat, memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR, tanggung jawab sosial perusahaan).Kata Kunci : Strategi, Perbankan Syari’ah, Persaingan. Abstract               Shari'ah banking development and the business environment changes so quickly mnembuat banks are in a competitive business environment. This article discusses the selection and development of Shari'ah banking strategy to win the competition in a competitive business environment. To analyze and develop strategies of companies, one of which is the strategic management model proposed by Fred R. David, where the process of analysis and strategy selection is divided into three stages. Stage 1: stage Input (Input Stage), summarizing the input information as needed basis for formulating strategy, Phase 2: phase matching (Matching Stage), focusing on efforts to generate alternative strategies that can be executed (feasible) by integrating external factors and internal and Phase 3: is the stage of Decision (Decision Stage), using the kinds of techniques that Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The experts also suggested several options strategies that can be used by companies to be able to win in a competitive business environment. The first strategy, operate Unit Bank Roving (UBK). The second strategy, involving Higher Education (PT) and the Institute for Business Development Service Providers (BDS) in extending credit. The third strategy, holding Notary / PPAT in the certification process of collateral and the fourth strategy, utilizing funds Corporate Social Responsibility (CSR, corporate social responsibility).Keywords: Strategy, Shari'ah Banking, Competition.
Pelaksanaan Emotional Marketing melalui The Emotional Es sebagai Pembentuk Loyalitas Pelanggan Rita Kusumadewi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.188 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.210

Abstract

Abstrak Emotional marketing merupakan teknik pemasaran yang berfokus pada perspektif emosional sebagai inti dalam menghantarkan nilai kepada pelanggan dalam rangka membentuk loyalitas pelanggan, yang akan memudahkan perusahaan untuk mendapatkan kesuksesan dan profit jangka panjang. Dalam penelitian ini, emotional marketing yang akan dipakai adalah The Emotional “E”s, yaitu: Equity, Experience dan Energy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga faktor E tersebut yang paling mempengaruhi seorang menjadi pelanggan agar menjadi pelanggan loyal adalah Experience. Dengan kata lain, seseorang akan menjadi pelanggan setia jika diberikan pengalaman emosional yang meninggalkan kesan mendalam pada diri mereka. Walaupun kepercayaan tidak terlalu besar dan energi yang harus dikeluarkan cukup besar, namun memiliki pengalaman emosional positif maka besar kemungkinannya mereka akan menjadi pelanggan yang loyal. Kata kunci:  Emotional Marketing, Equity, Experience, Energy, Loyalitas  Abstract The emotional marketing is one of the marketing technique which is focusing on emotional perspective as a center in value delivering to the customer in a framework of building customer loyalty, which can make a company easy earning profit. This research will use The Emotional “E”s as the emotional marketing tools that has three factors, which is Equity, Experience dan Energy. The result shows that from the three factor of “E”s the Experience is the most influencing to a loyalty. Someone will become a loyalty customers if they have been given an emotional experience, a very unforgettable experience. Eventhough trust is not a big influencer and the energy not to big to spend, the positive emotional experience will make a customers to be a loyal customers. Keywords: Emotional Marketing, Equity, Experience, Energy, Loyality.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Terpadu Nurushiddiiq Cirebon Nur Eka Setiowati
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.651 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.206

Abstract

Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengumpulkan informasi tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan penggalian, alokasi dan akuntabilitas pembiayaan pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq serta informasi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembiayaan pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq.Serta manfaat dari managemen pembiayaan pendidikan terhadap kualitas pendidikan di Pesantren Nuurusshidiiq Data diperoleh dari yayasan Pondok Pesantren Nuurusshidiiq Cirebon dan dari staf pesantren. Analisis data dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana dalam penelitian in dieksplorasi secara mendalam bagaimana manajemen pembiayaan pendidikan dalam Pondok pesantren Nuurusshidiiq. Temuan penelitian ini secara umum menunjukan bahwa manajemen pembiayaan pendidikan di Lembaga Pendidikan Terpadu dan Pondok Pesantren Nuurusshidiiq Cirebon sudah memenuhi standar lembaga pendidikan. Hanya saja karena tidak ada patokan baku yang berlaku secara umum pada lembaga pesantren, standar kecukupan atau ketidakcukupan khusus pesantren tidak dapat diketahui. Apalagi secara riil sistem pendidikan dan siklus kehidupan di pesantren berbeda dengan lembaga formal lainnya.Kata Kunci : Manajemen Pembiayaan Pendidikan, Pondok Pesantren.Abstract          The main objective of this study is to collect information about the planning, organizing, implementing excavation, allocation and accountability of education financing in Pesantren Nuurusshidiiq as well as information about the factors that affect the financing of education in boarding Nuurusshidiiq.Serta benefits of management education funding on the quality of education in boarding Nuurusshidiiq Data obtained from the foundation Boarding Nuurusshidiiq Cirebon and from the boarding staff. Analysis of the data in this study is a qualitative method, in which the research is explored in depth in how management education funding in Pondok Pesantren Nuurusshidiiq. The findings of this research generally shows that the management of education financing at the Institute of Integrated Education and Boarding Nuurusshidiiq Cirebon already meet the standards of educational institutions. Just because there is no standard benchmark that applies in general to boarding institutions, standards sufficiency or insufficiency of special schools can not be known. Moreover, in real terms the education system and the life cycle in different schools with other formal institutions.Keywords: Financing Management Education, Boarding School.
Pengaruh Pembiayaan Murȃbah̟ah dan Musyarakah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro di BMT Gunung Jati Ridwan Widagdo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.312 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.211

Abstract

Abstrak               Permodalan usaha suatu  hal yang tepat untuk menjadi faktor pendorong motivasi suatu kegiatan ekonomi. Dalam pengembangan usaha mikro untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, lembaga keuangan syariah seperti BMT Gunung Jati menawarkan jasa dalam bentuk pembiayaan murȃbah̟ah maupun pembiayaan musyarakah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembiayaan murȃbah̟ah di BMT Gunung Jati berpengaruh terhadap perkembangan usaha mikro, untuk mengetahui apakah pembiayaan musyarakah di BMT  Gunung Jati berpengaruh terhadap perkembangan usaha mikro, dan untuk mengetahui apakah pembiayaan murȃbah̟ah dan musyarakah di BMT Gunung Jati berpengaruh terhadap perkembangan usaha mikro secara simultan maupun parsial. Metode penelitian yang digunakan penulis ialah menggunakan penelitian kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, analisis determinasi, dan pengujian hipotesis (uji f dan uji t). Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel pembiayaan murȃbah̟ah (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan usaha mikro (Y) dengan nilai thitung > dari ttabel yaitu 2,603 > 1,668 dengan taraf signifikansi 0,014 < 0,05, variable pembiayaan musyarakah (X2) tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perkembangan usaha mikro (Y) dengan nilai thitung < ttabel yaitu 0,853 < 1,668 dengan taraf signifikansi 0,400 > 0,05, dan secara simultan variabel pembiayaan murȃbah̟ah dan musyarakah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan usaha mikro (Y) dengan nilai Fhitung > Ftabel yaitu 11,355 > 3,14. Koefesien determinasi (R2) diperoleh sebesar 0,431 atau 43,1% artinya dari perkembangan usaha mikro (Y) dipenaguhi oleh faktor pembiayaan murȃbah̟ah (X1) dan pembiayaan musyarakah (X2), sedangkan sisanya sebesar 56,9% dijelaskan oleh variabel lain selain dari variabel yang diteliti.  Kata kunci: Pembiayaan Murȃbah̟ah, Pembiayaan Musyarakah, dan Usaha Mikro         Abstract Business capital is the important things to be a motivator an economic activity. In order to develop a micro enterprises to improve the economic welfare of society, Islamic Financial Institution such as BMT Gunung Jati Offers Services in the form of  in Murabahah Financing aro Musyarakah Financing.The formulation of the problem this research are whether Murabahah Financing in BMT Gunung Jati Influence the Development of micro business, wether Musyarakah Financing Influence The development of micro business, and to determine wheter that influence to be simultaneously or partially. The Aim Of this study to determine whether Murabahah Financing in BMT Gunung Jati Influence the Development of micro business, wether Musyarakah Financing Influence The development of micro business, and to determine wheter that influence to be simultaneously or partially.The Research Methods used by the author is quantita tive research.  Data was collected by distributing questionnaires, costumer interviews and image documentation. An Analytical tool used in this research is validity testing, realibility testing, classic assumption tes, multiple linear aggression analysis, determination analysis and hyphothesis testing (between F and T). The Survey results revealed that the variable of Murabahah Financing (X1) has a positive effect and a significant effect on the micro business developing (Y) with the value of “t counting” > than “t table” that 2,603 > 1,668 with 0,014 > 0,05 significance level, the variable of Musyarakah Financing (X2) hasn’t a positive effect and not a significant effect on the micro business developing (Y) with the value of “t counting” < than “t table” that 0,853 > 1,668 with 0,400 > 0,05 significance level,  and the variable of murabahah financing and musyarakah simultaneously has positive effect  and a significant effet on the micro business (Y) with the value of “f counting” > “f table” that 11, 355 > 3,14. Coefficient of determination (R2) obtained by 0,431 or 43,1 %, that means the development of micro business (Y) influenced by Musyarakah Financing (X2), while the residual of 56,9% is explained by other variable that not examined. Keywords : Murabahah Financing, Musyarakah Financing, and Micro Business
Pola Pemberdayaan Ekonomi Umat di Organisasi Masyarakat Muhammadiyah Kota Cirebon Alvien Septian Haerisma
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.992 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.201

Abstract

AbstrakOrmas secara umum memiliki fungsi yang sama guna memberdayakan anggotanya juga masyarakat lain, hal ini sesuai dengan Pasal 6 UU No. 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon menunjukkan keberadaannya sejak tahun 2006 di berbagai bidang diantaranya keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, budaya dan lainnya. Metode penelitian yang akan di lakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yakni metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Data dan sumber data terbagi 2 yaitu: data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam atau indept interview, dokumentasi. Dari penelitian ini diktemukan pola-pola pemberdayaan ekonomi (Kasus Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon) yaitu: 1. Membangun kesadaran dan kekuatan ekonomi umat, 2. Pembentukan dan pengembangan Koperasi Syariah “INSAN MULIA”, 3. Penggalangan kerjasama dan jaringan. Kendala-kendala yang dihadapi oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah kota Cirebon dalam pemberdayaan ekonomi umat yaitu: 1. Paradigma berfikir, 2. Banyaknya sumber daya manusia yang purna waktu, 3. Penyadaran pada umat seperti faktor modal atau biaya, 4. Sumber daya manusia yang bersifat mobilitas ekonomi personal terbatas. Kata Kunci: Ormas, Pemberdayaan, Ekonomi, Umat dan Masyarakat. Abstract          Organizations in general have the same function in order to empower the members of other communities as well, this is in accordance with Article 6 of Law No. 17 Year 2013 About the Social Organization. Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city shows its existence since 2006 in various fields including religion, education, health, economic, social, cultural and others. The method of research that will be done in this study is a qualitative approach, the research methods were used to examine the condition of natural objects. Data and data sources divided by 2 is: primary data and secondary data. Data collection techniques with participant observation, in-depth interviews or indept interview, documentation. The research results of the discussion and Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city in the economic empowerment of the people as follows: Patterns of economic empowerment (Case Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon), namely: 1. Build awareness and economic power of the people, 2. Establishment and development of Islamic Cooperation "INSAN MULIA ", 3. Mobilization of cooperation and networking. Constraints faced by Muhammadiyah Regional Leadership Cirebon city in the economic empowerment of the people, namely: 1. The paradigm of thinking, 2. The number of human resources full time, 3. Awareness on people such factors or cost of capital, 4. Human resources are personal economic mobility is limited. Keywords: Organizations, Empowerment, Economy, People and Society.
Mengukur Fungsi Sosial dalam Perkembangan Produk Qardhul Hasan Pada Perbankan Syariah di Indonesia Nur Haida
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.196 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.207

Abstract

Abstrak             Bank syariah sebagai lembaga intermediasi berperan menghimpun dana dari masyarakat yang mengalami surplus dana dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang mengalami defisit dana. Selain berperan sebagai lembaga intermediasi, bank syariah dapat mengoptimalkannya dalam berbagai aspek. Salah-satu aspek tersebut adalah di bidang sosial yang merupakan keistimewaan bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional. Pengoptimalan fungsi bank syariah sebagai lembaga intermediasi dalam bidang sosial salah-satunya yaitu dengan penyaluran dalam aplikasi produk pembiayaan dengan akad qard yaitu pinjam meminjam dana tanpa imbalan dengan kewajiban pihak peminjam mengembalikan pokok pinjaman secara sekaligus atau cicilan dalam jangka waktu tertentu, peminjaman ini disalurkan kepada kaum dhu’afa dari segi ekonomi. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif didapatkan gambaran bahwa terdapat perbedaan antara Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dengan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah dalam menyalurkan dana pada produk pembiayaan dengan akad qard pada tahun 2005 sampai dengan bulan Juni tahun 2015. Pada tahun 2005 Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah menunjukkan tren peningkatan hingga tahun 2011. Namun setelah mencapai titik klimaks peningkatan volume pembiayaan qardhul hasan  pada tahun 2011 kemudian pada periode-periode berikutnya mengalami penurunan hingga bulan Juni 2015. Berbeda halnya dengan BUS dan UUS, BPRS menunjukkan tren peningkatan dari tahun 2005 sampai dengan bulan Juni 2015 dan belum mengalami penurunan sama sekali. Kata Kunci: Qardhul Hasan, Fungsi Sosial, Bank Umum Syariah, dan BPRS.  Abstract               Islamic bank acts as an intermediary institution collecting funds from people who have a surplus of funds and channel them back to the community that had a deficit of funds. In addition to acting as an intermediary, Islamic banks can optimize it in many aspects. One of the aspects are in the social field which is a feature of Islamic banks compared with conventional banks. Optimization function Islamic bank as an intermediary in the social field one only, namely the distribution in product applications financing agreement qardhul hasan lending and borrowing funds without compensation to the obligations of the borrower returns the loan principal in a lump sum or in installments within a certain period, lending is channeled to the dhu'afa economic terms. By using descriptive analysis it was shown that there is a difference between Islamic Banks and Sharia Business Unit with the People's Bank of Islamic Financing in disbursing the funds on financing products with qard contract in 2005 until June 2015. In 2005 the Islamic Banks and Units Sharia showed an increasing trend until 2011. However, after reaching a climax qard financing volume increase in 2011 and then in later periods decreased until June 2015. By contrast, the BUS and UUS, SRB showed an increasing trend from 2005 to in June 2015 and has not decreased at all.Keywords: Qardhul Hasan, Social Function, Islamic Banks, and BPRS.
Pemberdayaan Kewirausahaan Santri Berbasis Madrasah Santripreneur di Pondok Pesantren Darussalam Dewi Laila Hilyatin
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.382 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.202

Abstract

AbstrakMadrasah santripreneur merupakan model pengembangan pemberdayaan kewirausahaan santri yang memadukan empat unsur utama pesantren yaitu: kyai, santri, kurikulum, infrastruktur. Keempat unsur yang ada di pondok pesantren Darussalam memiliki potensi yang cukup besar. Potensi ini dapat dioptimalkan ketika keempat unsur saling bersinergi. Dukungan penuh dari kyai kepada santri untuk memanfaatkan infrastruktur (potensi ekonomi) dengan jaringan mitra pesantren dapat dikemas melalui kurikulum pesantren pada madrasah diniyyah.Kata Kunci: Madrasah santripreneur, Kewirausahaan. AbstractMadrasah santripreneur is a development the empowerment model of entrepreneurial students that combines four main elements,: kyai (teachers), students, curriculum, infrastructure. The fourth element in Darussalam boarding school has considerable potential. This potential can be optimized when the four elements of mutual are being synergy. Full support of kyai (teachers) for the students to take advantage of infrastructure (economic potential) with a network of partner schools can be packaged through pesantren curriculum in madrasah diniyyah.Keywords: Madrasah santripreneur, Entrepreneurship.
Reiventing Bank Sampah: Optimalisasi Nilai Ekonomis Limbah Berbasis Pengelolaan Komunal Terintegrasi Sugeng Riyadi
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.073 KB) | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.208

Abstract

AbstrakSampah selama ini dipandang sebagai residu gaya hidup konsumerisme yang tidak bermanfaat. Sementara di sisi lain, sistem pengelolaan konvensional dipandang tidak mampu untuk menanggulangi sampah. Hal ini mengingat semakin tingginya volume produk sampah tidak berbanding dengan lokasi pembuangannya.Pada titik ini, kehadiran bank sampah yang dikelola secara integrasi oleh komunitas-komunitas masyarakat semakin dibutuhkan adanya. Lembaga bank sampah nantinya akan mengepul sampah dari masyarakat yang telah terklasifikasi untuk ditabung. Artinya ada fungsi investasi di sini. Dan dana tabungan sampah itu nantinya juga akan kembali kepada nasabah itu sendiri. Bank sampah menjadi solusi tengah yang saling menguntungkan. Suatu komunitas masyarakat akan merasakan lingkungan yang bersih dan sehat dan manfaat investasi dari sampah hasil konsumsi mereka. Dalam hal ini kehadiran para pengampu kepentingan (stakeholders) seperti pemerintah, tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan mutlak adanya. Kata Kunci: Sampah, Bank Sampah, Nilai Ekonomis Abstract Garbage has been seen as a lifestyle consumerism residues that are not useful. While on the other hand, the conventional management system is deemed not able to cope with the garbage. This is because the higher volume of waste products are not proportional to the disposal location. On this point, the presence of garbage bank managed the integration of the communities are increasingly required their community. Bank institutions will be steaming garbage bins from people who have been classified for savings. It means that there is a function of investment here. And a savings fund that garbage will also be returned to the customer itself. Bank of waste into the middle of a mutually beneficial solution. A community will feel clean and healthy environment and investment benefits of garbage result of their consumption. In this case the presence of stakeholders (stakeholders) such as government, community leaders and environmentalists absolute existence. Keywords: Waste, Waste Bank, Economic Value

Page 1 of 1 | Total Record : 10