cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
AWLADY Jurnal Pendidikan Anak
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2017)" : 10 Documents clear
PERMAINAN BEBAS ANAK USIA DINI Muchammad Arif Muchlisin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.734 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1567

Abstract

Kebijakan pendidikan di Negara maju telah menghilangkan permainan bebas. Permainan bebas merupakan jenis permainan yang lazim dilakukan anak baik di lingkungan, sekolah dan keluarga. tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang  permainan bebas dalam kerangka kebijakan pendidikan. Tulisan ini mengurai dari konsep bermain, permainan bebas sampai beberapa manfaat yang tampak dari beberapa hasil penelitian. Adapun kajian ini dikaitkan dengan beberapa pandangan para ahli sebagai refleksi untuk memformat pelayanan pendidikan anak usia dini yang bermutu. Praktek permainan bebas dalam pendidikan anak usia dini menuai pro dan kontra. Keduanya memiliki argumentasi dalam memahami permainan bebas.Permainan bebas semestinya perlu dipahami secara menyeluruh oleh berbagai pihak seperti keluarga, praktisi dan pembuat kebijakan berkenaan tentang manfaat yang dapat diperoleh bagi anak usia dini.
IMPLEMENTASI PEMANFAATAN MEDIA TEKA TEKI SILANG (TTS) ONLINE DALAM MATAKULIAH NEUROSAINS UNTUK MAHASISWA CALON GURU RAUDHATUL ATHFAL (RA) Sri Maryanti; Dede Trie Kurniawan
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.288 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1487

Abstract

This study aimed to describe the use of crossword puzzle application (TTS) Online for prospective teachers Raudhatul RA (RA) State Islamic University Sunan Gunung Jati Bandung. The focus of this study is to describe the response of RA student teachers to use TTS Online. TTS application is made through Crossword Eplicse software and integrated online through http://bumibiologi.weebly.com/neurosains.html. (RA) Raudhatul student teachers in question is the fourth semester students contracting courses neuroscience  2016-2017. Neuroscience courses a neural science that studies the nervous system, especially the study of neurons or nerve cells with a multidisciplinary approach. Data collection techniques are: 1. Direct observation, 2. Questionnaire, 3. Analysis of documents 4. Test Shaped TTS. Based on data and analysis of the results conducted in two classes, namely class A and class B of the obtained findings that TTS Online research can increase the interest of the student teachers RA subjects neuroscience. Providing student responses that use TTS Online is very useful for their lectures. Use of this Online TTS in feel easy and precise in neuroscience lecture. Students assess one technique using perkulihan with Online TTS is already well in its application 
ANALISIS TAHAPAN MENULIS DAN STIMULASI ANAK KELOMPOK B-1 TK ISLAM ASSAADAH LIMO DEPOK Ana Widyastuti
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.402 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1533

Abstract

AbstrakAnak usia dini mulai mengenal diri lingkungannya merupakan masa keemasan atau yang biasa disebut dengan “golden age”. Masa usia dini merupakan masa proses berlangsungnya pendidikan, yakni sejak usia anak dalam kandungan , masa bayi hingga anak berusia delapan tahun. Masa inilah masa dimana lingkungan memberikan rangsangan positif. Lingkungan keluarga maupun lingkungan sekolah sangat berperan penting. Stimulasi-stimulasi yang positif sangat diperlukan agar anak usia dini memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Aspek-aspek yang perlu distimulasi sangat banyak. Salah satu diantaranya adalah kemampuan berbahasa.. Banyaknya keluhan dari guru yang siswanya berada pada tahap perkembangan  menulis tidak seperti yang diharapkan.  Artinya,  tahapan perkembangan menulis anak belum dapat berkembang dengan optimal..Tujuan dari penelitian ini ialah mengobservasi sejauhmana proses tahapan menulis pada anak TK khususnya kelompok B-1 yang berusia 5- 6 tahun, menganalisis sesuai tahapan perkembangan menulis pada anak serta stimulasi tepat yang dilakukan guru guna mengoptimalkan kemampuan menulis anak. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif berupaya untuk mengungkapkan gejala permasalahan sesuai dengan konteksnya dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Berdasarkan pengetahuan, kepekaan, kecermatan, dan kekritisannya, peneliti mencari, menggali, menelaah, dan menyimpulkan hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah hasil karya anak berupa tahapan perkembangan menulis anak kelompok B berjumlah 15. Hasil peneltian yaitu pada tahap perkembangan menulis dari 15 anak, kurang=2 anak, cukup=8 anak, baik=4 anak, sangat baik=1 anak, Stimulasi diberikan sesuai dengan hasil tersebut. Kata Kunci: tahapan menulis, stimulasi, kelompok B   
HUBUNGAN ANTARA BERAT BAYI LAHIR RENDAH DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA DINI Annaas Budi Setyawan
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.198 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1499

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia dini, yaitu dari 0 sampai 5 tahun. Masa ini sering juga disebut sebagai fase ”Golden Age” atau masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat bayi rendah dengan tumbuh kembang anak usia pra sekolah (4-5 tahun) di TK Kusuma Dewi Handil Baru Darat Tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korealsi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner penelitian dan DDST. Pengolahan dan analisa data menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square dengan taraf signifikan α 0,05 dan CI 95 %. Sebagian besar responden tidak memiliki riwayat bayi rendah sebanyak 45 anak (83,3%) dan memiliki riwayat bayi rendah sebanyak 9 anak (16,7%). sebagian besar responden tumbuh sesuai dengan tumbuh kembang sebanyak 48 anak (88,9%) dan tidak sesuai sebanyak 6 anak (11,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,561, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara bayi lahir rendah dengan tumbuh kembang siswa di TK Kusuma Dewi  Handil Baru Darat.
PENGARUH BERMAIN PERAN TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL PADA ANAK KELAS A DI TAMAN KANAK-KANAK BUAH HATI KOTA MAKASSAR Muhammad Yusri Bachtiar
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.692 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1618

Abstract

Permasalahan dalam penelitian adalah kurang berkembangnya kecerdasan interpersonal pada anak kelas B di Taman Kanak-Kanak Buah Hati Kota Makassar, sehingga peneliti memberikan perlakuan bermain peran untuk melihat apakah bermain peran dapat memberikan pengaruh terhadap kecerdasan interpersonal pada anak atau sebaliknya.Rumusah masalah penelitian ini adalah 1. Bagaimana gambaran kecerdasan interpersonal anak pada Taman Kanak-Kanak Buah Hati Makassar sebelum dan setelah diberikan perlakuan bermain peran ? 2. Apakah terdapat pengaruh bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal pada anak ?.Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini bertujuan untuk 1.Menggambarkan kecerdasan interpersonal anak pada Taman Kanak-Kanak Buah Hati Makassar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan bermain peran. 2. Mengetahui pengaruh bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal pada anak. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif.Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimen.Desain penelitian adalah one group pretest-posttest.Sampel penelitian adalah seluruh anak kelompok B di Taman Kanak-Kanak Buah Hati Kota Makassar.Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan dokumentasi.Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriftif dan statistik nonparametrik. Nilai kecerdasan interpersonal anak sebelum diberikan perlakuan memiliki rata-rata sebesar 22,6 dan setelah diberikan perlakuan mendapatkan rata-rata sebesar 38,06. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai kecerdasan interpersonal anak sebelum dan setelah diberikan perlakuan bermain peran. Hal ini merujuk pada nilai T hitung yang diperoleh yaitu sebesar 120 dan T tabel sebesar 25 maka diperoleh hasil T hitung (120) > nilai T tabel sebesar (25) maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal pada anak, sedangkan nilai Z hitung yang diperoleh yaitu 16,7 dan Z tabel 1,645 maka diperoleh hasil nilai Z hitung (16,7) > nilai Z tabel (1,645) maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya ada pengaruh bermain peran terhadap kecerdasan interpersonal pada anak.Kata Kunci: Bermain Peran, Kecerdasan Interpersonal dan Anak Usia Dini
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI (STUDI KASUS DI TK MUTIARA, TAPOS DEPOK) Anastasia Dewi Anggraeni
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.38 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1529

Abstract

Guru adalah salah satu komponen pendidikan yang ikut berperan aktif dan strategis memperlancar proses belajar mengajar di sekolah. Mengingat posisinya yang begitu penting, guru harus memiliki berbagai kompetensi sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Tanpa bermaksud mengabaikan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru, kompetensi kepribadian kiranya harus mendapatkan perhatian yang lebih. Sebab, kompetensi ini akan berkaitan dengan idealisme dan kemampuan untuk dapat memahami dirinya sendiri dalam kapasitas sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di TK Mutiara Tapos, Depok. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, data display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan kepribadian guru yang penyayang, sabar, menyenangkan, adil, dan perhatian dapat membuat anak didik memiliki kemandirian di sekolah. Kata Kunci: Kompetensi, Kepribadian, Guru, Kemandirian, Anak Usia Dini
PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI BERBASIS LINGKUNGAN ALAM (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS MULAWARMAN) Heryanto Heryanto
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.837 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1641

Abstract

The research aims to uncover (1) the meaning of the natural environment as a place to build character in early childhood; (2) learning activities that implement early childhood interactions with the natural environment; (3) the dimensions of the characters that formed in early childhood. The method used in this study is qualitative with historical approaach. Method sample is purposive and snowball sampling, while the sample size is determined based on the completeness of the information and data necessary. The study shows that the character education in the family-based nature will grow and develop awareness of self, others, and the environment as a place to his live, so behave courteously as a reflection of fundamental values.Keywords: early childhood, environment, nature, family.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BILINGUAL (DWI BAHASA) DI TK INKLUSI (STUDI KASUS DI TK ABABIL, KOTA PANGKALPINANG) Ria Astuti
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.716 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1540

Abstract

AbstrakFenomena bilingual pada anak usia dini sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari sebagai antisipasi dari persaingan global. Anak yang diberikan pembelajaran bilingual sejak dini akan mampu bersaing dengan dunia luar dikarenakan bisa mempelajari kebudayaan luar yang notabene menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pembelajaran bilingual pada anak usia dini. (2)Pendidikan Inklusif bagi Anak Usia Dini. (3)Pembelajaran bilingual (dwi bahasa) di TK Ababil Kota Pangkalpinang.Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Pemilihan subjek dilakukan sesuai dengan kebutuhan peneliti. Subjek penelitian ini adalah Kepala Yayasan TK Ababil, Kepala Pengelola TK Ababil, guru kelas, perilaku peserta didik, dan orang tua.Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode observasi,wawancara, serta dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan model Miles dan Huberman selama berada di lapangan. Aktivitas dalam analisis data meliputi data reduction, data display, dan conclusion drawing/ verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap anak mampu mengembangkan bahasa secara alami. Namun, pengembangan bahasa juga dipengaruhi oleh orang tua, lingkungan dan dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran dua bahasa (bilingual).Pembelajaran bilingual pada anak usia dini tidak boleh dengan paksaan dan harus dilakukan dengan kegiatan yang menyenangkan seperti, bernyanyi, bermain, dan pembiasaan. Adapun pembelajaran bilingual di TK Ababil yang merupakan salah satu TK inklusi di kota Pangkalpinang memberikan hak dan kesempatan belajar yang sama pada anak berkebutuhan khusus (disabilitas) karena sekolah ini memandang setiap anak unik dan memiliki kecerdasan yang berbeda-beda.Kata Kunci: Bilingual
MANAJEMEN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK KELUARGA MUSLIM Bahrun Ali Murtopo
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.59 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1773

Abstract

All parents want their children to be those who worships. But in reality, unconsciously they actually treat children are not in accordance with their goals or even plunge to the opposite condition. Lots of parents are busy making a living. Aims to describe the role of parents in the education of Muslim families both parents busy in the village Wotbuwono, Kebumen, to describe the advantages and disadvantages that exist on the role of Muslim families Child Education. Every mother has the same obligation to provide appropriate education for their children. Its mean that mother became a housewife or a mother whose career has the same obligation to provide religious education and also educational value for children. Therefore, researcher tried researching on the management model of Islamic religious education in a Muslim family of four families that have different activities or classes. Begins from the desire of this fourth family that category of civil servants, seller man, peasants and the workers are making every effort to provide religious education for their children as a substitute for their absence during the activity through: follow TPQ / TPA, entrusted to neighbors and follow the educational institutions that provide servings more on the religious aspects such as: Playgroup, TK, MI and others. Keywords: Education, Children, Muslim FamilyASTRAKBahwa semua orang tua pasti  menginginkan agar anak-anak mereka menjadi orang yang shalih dan shalihah. Namun dalam kenyataannya, secara tidak sadar mereka justru memperlakukan anak-anak dengan cara yang menjauhkan dari terwujudnya cita-cita tersebut atau bahkan menjerumuskan kepada kondisi yang sebaliknya. Banyak sekali orang tua yang sibuk dalam mencari nafkah.Bertujuan untuk mendiskripsikan Pernan Oran Tua dalam Pendidikan keluarga Muslim yang kedua orang tuanya sibuk beraktifitas di Desa Wotbuwono, Kebumen, untuk mendiskripsikan kelebihan dan kekurangan yang ada pada perenan Pendidikan anak keluarga Muslim. Setiap Ibu memiliki kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan yang tepat untuk anaknya. Artinya Ibu menjadi ibu rumah tangga ataupun Ibu yang berkarir memiliki kewajiban yang sama untuk memberikan pendidikan agama dan juga pendidikan nilai bagi anak. Maka dari itu, peneliti berusaha meneliti tentang model manajemen pendidikan agama Islam dalam keluarga muslim 4 keluarga yang memiliki aktifitas berbeda atau kelas. Berangkat dari keinginan ini 4 keluarga yang berkata gori pegawai negeri sipil, pedagang, tani dan buruh tersebut melakukan berbagai upaya untuk memberikan pendidikan agama bagi anaknya sebagai pengganti ketiadaannya selama beraktifitas melalui: diikutkan TPQ/TPA dititipkan pada tetangga dan diamsukkan pada lembaga pendidikan yang memberikan porsi lebih pada aspek keagamaan seperti: Playgroup, TK, MI dan lain sebagainya. 
KONSEP PEMBELAJARAN MULTIPLE INTELLIGENCES BAGI ANAK USIA DINI Masdudi Masdudi
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan PIAUD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.79 KB) | DOI: 10.24235/awlady.v3i2.1362

Abstract

Pendidikan bagi anak usia dini memang pendidikan yang paling dasar bagi anak. Pada tahap ini orang tua harus benar-benar memperhatikan pendidikan bagi anaknya. Baik dalam memilih lembaga pendidikan bagi sang anak atau pun memilih untuk mendidik sendiri sang anak dirumah. Dalam pendidikan anak usia dini hendaknya memperhatikan kecerdasan yang dimiliki oleh anak. Karena kecerdasan anatara satu anak dengan yang lain berbeda. Orang tua maupun pendidik anak usia dini harus mengenali kecerdasan yang dimiliki anak agar dapat mengarahkan dan mengembangkan kecerdasan yang dimiliki anak secara maksimal. Teori multiple intelligences mempunyai pengaruh besar dalam proses pembelajaran di sekolah. Di Amerika Serikat, banyak sekolah seperti Proyek Zero dari Harvard University yang dipimpin Howard Gardner mulai mengembangkan pembelajaran yang menggunakan prinsip teori multiple intelligences. Dan hasil yang dicapai adalah banyak siswa yang tadinya diperkirakan tidak dapat berhasil dalam studi mereka tenyata dapat dibantu, dan berhasil dengan baik berkat pengajaran dengan multiple intelligences. Demikian juga banyak guru yang tadinya merasa tidak dapat membantu anak didik karena mengajar dengan model yang sama terus-menerus ternyata dapat membantu anak didik untuk berhasil karena mereka dapat mengembangkan pengajaran yang bervariasi. Menurut multiple intelligences, setiap siswa mempunyai intelegensi yang berbeda dan siswa akan lebih mudah belajar dan dibantu belajar bila materi diajarkan dengan intelegensi mereka yang menonjol. Oleh karena intelegensi siswa di satu kelas bervariasi, maka guru perlu memasukkan dan mengolah materi yang akan diajarkan dengan model multiple intelligences sesuai dengan intelegensi siswa-siswa tersebut. Guru perlu mengajar dengan model yang bervariasi sehingga setiap siswa merasa perlu dibantu secara tepat. Maka, sangat baik sebelum mengajar guru mencoba mengenali intelegesi apa saja yang dimiliki siswanya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10