cover
Contact Name
Fuad Mustafid
Contact Email
fuad.mustafid@uin-suka.ac.id
Phone
+6281328769779
Journal Mail Official
asy.syirah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum
ISSN : 08548722     EISSN : 24430757     DOI : 10.14421/ajish
Core Subject : Religion, Social,
2nd Floor Room 205 Faculty of Sharia and Law, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga, Marsda Adisucipto St., Yogyakarta 55281
Arjuna Subject : -
Articles 609 Documents
Problema UU Zakat Indonesia (Refleksi Misi al-Siyasah al-Syar'iyyah) Muh. Said
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 43, No 2 (2009)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v43i2.107

Abstract

Berbagai peraturan sudah menyertai pengelolaan zakat di Indonesia, mulai zaman kolonial Belanda-pun sampai lahirnya beberapa tahun yang lalu secara yurudis yang namanya UU No. 38/1999. Memang panjang rentang sejarahnya, problematikanya banyak menyita waktu, tenaga dan fikiran serta perdebatan,tidak seperti eksis dan urgensinya sebagaimana lahirnya UU lainnya dan perealisasiannya, seperti UU pajak misalnya. Tetapi bagaimana-pun, tetap harus diakui bahwa upaya-upaya mengeksiskan sekaligus mengefektifkan pengelolaan zakat di negeri ini, merupakan kewajiban syariah, maka adalah suatu tanggung jawab moral dan sosial bagi setiap muslim dan pemerintah untuk merealisasikannya. Bukankah secara keyakinan bahwa dengan pengelolaan dan pemanfaatan social hasil zakat dengan baik lagi benar, jauh akan lebih menjanjikan bagi ummat ketimbang dengan hasil pajak itu sendiri. Oleh karena itu idealnya persoalan-persoalan kepentingan agama tetap dalam kerangka masalah politik sekaligus, dan itu adalah misi terpenting dalam substansi al-Siyasah al-Syariyyah.
Reformasi Hukum Waris Di Negara-Negara Muslim Wahib, Ahmad Bunyan
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 48, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/asy-syir'ah.2014.%x

Abstract

The development of Islamic law in the modern world shows that Islamic law of inheritance (faraid) has become the most persistent part to the influences of modernity. The sacredness of faraid and its detailed Quranic regulation are among the reasons behind this situation. The development of Muslim family system from extended to become nuclear family system, however, has forced Muslim countires to reform their regulation of law. One of important fruits of the reform is strengthening the right of spouse and the descendant of muwarith, as the member of nuclear family. Husband or wife has a right to receive return (radd). Orphaned granchildren can replace the position of his/her parent to receive the wealth from his/her granparents under the framework of obligatory will or substitute heirs (plaatvervuling).
Teori Maslahat Dalam Perceraian : Studi Pasca Berlakunya UU No. 1 Tahun 1974 Dan Kompilasi Hukum Islam Jamaluddin Jamaluddin
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 46, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.2012.46.2.%p

Abstract

Divorce is something that is not expected to occur in a marriage, because the purpose of marriage is to establish a happy and eternal family. However, not all marriages can be a happy marriage and last forever. When the conflict happens between husband and wife and there is no more peaceful solution, the law gives alterative to a divorce, so the husband and wife can get out of the crisis. Anyway, divorce should not happen too easily, and according to the hopes of the couple. In the Law Number 1 in 1974 concerning Marriage and Compilation of Islamic law which one of the purposes is to give welfare, if the divorce is chosen as alternative solution to the family crisis.
Analisis Gender Terhadap Hukum Keluarga Islam Indonesia (Studi Terhadap Hak-hak Wanita Pasca Cerai) Azni, Azni
Asy-Syirah: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum Vol 49, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia as a modern Muslim state, through its Islamic family law, has greatly sought the indiscrimination against women, especially in the context of the law and its implementation. This study aims to determine number of womens rights after divorce which has been formulated in Indonesian Islamic family law. The library research by using content analysis approach obtainsthe findings of the research are the rights acquired by women after divorce which are in Indonesian Islamic family law such as; mutah, livelihood, refuse of reconciliation, hadlanah and joint property rights, are no gender bias and are not found any elements of marginalization, subordination, double work load, negative labeling and violence against women in Islamic family law in Indonesia.
Relasi Islam dan Kekuasaan dalam Perspektif Hamka H. Shobahussurur H. Shobahussurur
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 43, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v43i1.98

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemikiran Buya Hamka yang berpendapat salah satu prinsip dasar dalam menegakkan kekuasan adalah kebebasan atau kemerdekaan. Buya Hamka menjelaskan bahwa kemerdekaan itu artinya bebas mengembangkan sayap, menurutkan kemauan hati, untuk membuktikan adanya hak. Setiap orang mendapat hak untuk bersidang dan berkumpul, hak berbicara dan menyatakan pendapat, hak berserikat dan mengatur negeri. Selain itu setiap orang memiliki kewajiban untuk tunduk kepada kehendak umum dengan menekan kepentingan pribadi. Kemerdekaan memiliki tiga pokok: 1). Merdeka iradah (kemauan), yaitu bebas memerintah, menyuruh, menyarankan dan menganjurkan, dan mencipkan hal-hal yang maruf (baik). 2). Merdeka pikiran, bebas menyatakan pikiran, yaitu melarang, menahan, memprotes, mengoposisi yang mungkar, yang ditentang oleh masyarakat. 3). Kemerdekaan jiwa, yaitu bebas dari rasa takut. Tidak takut miskin, dan tidak sombong lantaran kaya.
Perbandingan Sistem Hukum Perlindungan Anak Antara Indonesia Dan Malaysia Jauhari, Iman
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 47, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/asy-syir'ah.2013.%x

Abstract

This paper aims to compare child protection law between Indonesiaand Malaysia especially in terms of family law (marriage), child definition andage limit, as well as other foundational principles. Content analysis method ofa variety of relevant references is used and a comparative approach to child protection law in Indonesia and Malaysia is taken. There are many similarities between child protection law in Malaysia and Indonesia, in which both systemsspecify the state, family, and parents responsibilities towards children. Alsospecified are handling of childs position, guardianship, rearing, adoption,religion, and abandonment. In addition, special protection such as maintenance,recovery, custody, care, investigation, nursing, education, prevention ofeconomic exploitation, prevention of sexual abuse, prevention of child torture,and disability treatment are also included. This paper concludes that in Malaysiachild protection law has been fully synthesised in Children Act of 2001 (Act611), while in Indonesia child protection law is scattered in a number of lawsrelated to children including the Child Protection Law.
Nilai Etik Hukum Islam Dalam Mengkonstruksi Hak Egaliter Pendidikan Perempuan Minarti, Sri
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 46, No 1 (2012)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/asy-syir'ah.2012.%x

Abstract

Islamic law represent holy comands of Allah arranging all life aspect every Moslem, and cover items punish purely and also items of spiritual religious. He have the nature of elastic fixed hold on to its it's spirit that is and egaliter of monothoistik and also have character of egaliter, don't rasial, not feodal and not patriarkhal. Thereby, education of Islam which dimiciling it's equal to Islam law at theoretical framework and also aplicative cannot discharge it his spirit that is and egaliter of monothoistik. Principal of education of Islam which this egaliter which later have to be developed by at this contemporary education era, backward cause of moslem after glorious so much year in consequence of left behind his of education of woman.
Analisis Historis dan Filosofis Terhadap Pemikiran Kontekstualisasi Hukum Islam M. Usman, M. Usman
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 45, No 1 (2011)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/asy-syir'ah.2011.%x

Abstract

Pemikiran hukum Islam telah lama mengalami stagnan. Baru sekitar abad ke-19 mulai muncul suara-suara untuk melakukan perubahan dan pembaharuan terhadap hukum Islam yang ada. Di antara penyebab terjadinya stagnasi pemikiran hukum Islamtersebut, akibat adanya pemahaman yang menganggap bahwa hukum Islam itu telah cukup dan mapan serta tidak bolehdiganggu gugat dalam konteks apapun. Padahal zaman terus berubah dan berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi yang semakin pesat yang pada gilirannya mengubah prilaku dan pola hidup masyarakat. Dengan demikian, dalam rangka mengkontekstualisasikan hukum Islam harus memahami faktorfaktor sosio-kultural dan politik yang melatarbelakangi lahirnya suatu produk hukum tertentu, agar dapat memahami pertikularisme dari produk pemikiran hukum tersebut, sehingga jika di tempat atau waktu lain ditemukan unsur-unsur partikularisme yang berbeda, maka produk pemikiran hukum itu dengan sendirinya harus dikontekstualisasikan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Murabahah dalam Hukum Islam dan Praktik Perbankan Syariah Serta Permasalahannya Akhmad Faozan
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 43, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v43i1.89

Abstract

Murabahah berarti jual beli di mana penjual memberitahu pembeli biaya perolehan dan keuntungan yang diinginkannya. Murabahah dalam fiqih awalnya tidak ada berhubungan dengan pembiayaan. Kemudian, digunakan oleh perbankan syari'ah dengan menambahkan beberapa konsep lain sehingga menjadi bentuk pembiayaan. Aplikasi pembiayaan murabahah pada bank syari'ah dapat digunakan untuk pembelian barang konsumsi maupun barang dagangan yang pembayarannya dapat dilakukan secara tangguh. Transaksi murabahah yang begitu mendominasi penyaluran dana pada bank syari'ah yang jumlahnya hampir mencapai tujuh puluh lima persen dari total pembiayaan dan adanya kesan bahwa semua transaksi penyaluran dana bank syari'ah dimurabahahkan, kemungkinan untuk menekan seminimal mungkin resiko yang akan menimpa bank dalam setiap penyaluran dananya. Selain itu, dibandingkan dengan mekanisme-mekanisme pembiyaan yang lain, murabahah adalah yang paling menguntungkan dan paling sedikit resikonya terhadap bank syari'ah.
Pemikiran Politik Hukum Islam Muhammadiyah Khoiri, Nispul
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 47, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/asy-syir'ah.2013.%x

Abstract

The role of Muhammadiyah in Indonesias political dynamics and gait providing a large role in this country. Although the union Muhammadiyah is in neutral position not practical politics, but Muhammadiyah able to motivate, to suppport, to preseur even within the framework of political thought enforcing doing good and avoiding evil. Muhammadiyah has fixed attention on the political process of Islamic law, such as the legislative process in Parliament and took the government policy. Legislation (legislation) is part of the governments job, with the goal of creating peace, goodness and justice. When the Act was legislated derived from Islamic law, is certainly binding legal force by the Islamic Law. Yet the political role of Muhammadiyah in some cases carried out by the elite have a positive effect on political thought Muhammadiyah itself, including in this case the politics of Islamic law. Muhammadiyah is able to oversee the legislative process in Parliament. Muhammadiyah participate motivate some legislation that transforms Islamic law into national law. Such as: Act No. 14/1970 concerning Judicial Authority, Law No. 1/1974 on Marriage, Law 7/1989 On Religious Courts, Compilation of Islamic Law, Promoting Growth and Development of Islamic Banking in Indonesia, and others. Muhammadiyah also participate in creating good governance such as corruption and corrupt practices through both structural and cultural approaches. Muhammadiyah movement came to the fore as a leader in enforcing doing good and avoiding evil.