PALITA: Journal of Social - Religion Research
Palita: Journal of Social-Religion Research, p-ISSN:2527-3744, e-ISSN:2527-3752 has been published twice a year since 2016, is a multilingual (English, Indonesian and Arabic ), peer review, and on exploring the social religion. Palita focuses on the research of social religion, and to communicate to the theme of the original research and current issues. The topics including text and study in a different perspective of the law, philosophy, mysticism, history, art, theology, and more.
Articles
398 Documents
Ekofeminisme: Konstruksi Sosial Budaya Perilaku Perempuan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
Novita Sari;
Rabina Yunus;
Suparman Suparman
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v4i2.760
Budaya patriarki menjadi akar dari tejadinya opresi terhadap perempuan dan alam. Budaya patriarki memiliki andil besar dalam pembentukan perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan presisi analisis tentang bagaimana konstruksi sosial budaya terhadap perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup di pulau Bontosua merupakan hasil dari konstruksi sosial yang melalui tiga dimensi yaitu eksternalisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perempuan dalam pengelolaan alam seperti membuang sampah di laut, membakar sampah plastik, menggunakan ulang botol plastik bekas, menanam pohon, mengurangi penggunanaan produk tidak ramah lingkungan. Obyektivasi merupakan proses perempuan mulai memperhatikan feedback dari aktivitas eksternalnya misalnya membuang sampah ke laut bukanlah sesuatu yang salah karena mereka tidak mendapatkan dampak langsung dari aktivitasnya tersebut. Internalisasi yaitu perempuan mulai menerima, mengendapkan serta mengulang-ulang perilakunya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dari analisis sosiologis tersebut, terlihat bahwa perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan di pulau Bontosua cenderung tidak proaktif dikarenakan proses konstruksi sosialnya yang memang kurang memperhatikan isu lingkungan.
Konsep Islam Wasathiyah Sebagai Wujud Islam Rahmatan lil ‘alamin: Peran Nu dan Muhammadiyah dalam Mewujudkan Islam Damai di Indonesia
Zainun Wafiqatun Niam
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v4i2.764
The one of anxieties facing Muslims is about acts of violence in the name of Islam. Qur'an has mentioned that the Prophet was sent on earth as a mercy (rahmah) to the universe, and then the “rahmah” in question is to be implemented as such? Indonesia as a country with the largest Muslim population in the world is famous for Islam that is able to merge with the diversity of race, religion and culture. One of the things that influenced one of them is the existence of the largest Islamic organization in Indonesia NU and Muhammadiyah who always try to show Islam wasathiyah and rahmah. The existence of NU and Muahammadiyah is believed to be a great support to the peace of Indonesia with all its diversity. This paper is intended to further explore the concept of wasathiyah NU and Muhammadiyah in an effort to realize a peaceful Islam in Indonesia. The research method used is literature research using resources such as books, journal articles and mass media to analyze the concept of Islamic organization NU and Muhammadiyah. The results show that NU and Muhammadiyah carry the same concept to show the peaceful face of Islam that can unite with the differences. This is evidenced by the concept brought by each of both Islam Nusantara and Islam berkemajuan.
Dana Talangan Haji; Problem atau Solusi Jitu? (Studi Evaluasi Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji)
Rifaat Farid
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v4i2.758
Dana Talangan Haji merupakan merupakan pembiayaan dalam bentuk konsumtif yang ditujukan kepada nasabah untuk memenuhi kebutuhan biaya setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) yang ditentukan oleh Kemenag RI melalui Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT), untuk mendapatkan nomor seat porsi haji dengan menggunakan akad Qard dan Ijarah. Dasar Pemerintah mengeluarkan produk pembiayaan Dana Talangan Haji ini adalah bersdasarkan pada fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No.29/DSN-MUI/VI/2002 tanggal 26 Juni 2002 tentang Pembiayaan Pengurusan Haji oleh LKS (Lembaga Keuangan Syariah). Penelitian ini menemukan bahwa metode garbage can yang digunakan pun hanya menyelesaikan berbagai persoalan yang berada di permukaan, tidak menyelesaikan berbagai masalah yang lebih kompleks lainnya. Diantaranya adalah masalah animo haji yang semakin meningkat setiap tahunnya tidak dibarengi dengan perbaikan fasilitas penunjang haji; pemondokan, katering, pengurusan paspor maupun visa yang seringkali terhambat oleh buruknya birokrasi, pemisahan operator maupun regulator dalam pelaksaan haji dan semacamnya. Secara keseluruhan proses penyelenggaran ibadah haji dari tahun ke tahun semakin menunjukkan perubahan yang signifikan
Mahar Hafalan Al-Qur’an Perspektif Hukum Islam
Ibnu Irawan;
Jayusman Jayusman
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v4i2.804
Mahar merupakan pemberian dari mempelai pria kepada wanita yang berupa materi, baik berupa seperangkat alat salat, cincin, uang atau barang berharga lainnya. Belakangan ini hafalan al-Qur’an juga kerap digunakan sebagai mahar pernikahan, dengan berbagai alasan; mahar yang meringankan, mengikuti tren, dan keinginan pribadi. Fenomena ini tidak sama dengan kasus Sahl bin Said al-Sa’idi. Tinjauan hukum Islam, dan teori maqasid al-syariyah sangat tepat digunakan dalam menentukan kepastian hukum dari fenomena tersebut. Penelitian ini merupakan kajian pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif analisis.
Kontribusi Dakwah Dalam Mengantisipasi Narkoba di Kota Palopo
Masmuddin Masmuddin;
Syahruddin Syahruddin
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 4, No 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v4i2.1083
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi dakwah dalam mengantisipasi penyalahgunaan dan pengedaaran narkoba di kota Palopo. Dakwah yang dimaksud dalam penelitian ini bukan saja dari kelompok muballigh secara professional, tetapi semua yang selalu mengajak kepada kebajikan dan melarang kepada kemungkaran, termasuk yang melarang menyalahgunakan dan mengedarkan narkoba. Data yang diperoleh dengan wawancara kemudian dianalisis dengan reduksi data dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang dilakukan oleh para dai dalam mengantispasi penyalahgunaan dan pengedaran narkoba adalah dengan melakukan penyuluhan, ceramah-ceramah melalaui berbagai kelompok masyarakat, terutama kelompok anak sekolah mulai dari usia dini sampai kepada perguruan tinggi dan kelompok-kelompok sosial lainnya.
Pengikut Sapta Darma di Tengah Pluralitas Terbatas
Jayyidan Falakhi Mawaza;
Rohit Mahatir Manese
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 5, No 1 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v5i1.1273
Abstract[English]: Indonesia is a country that has a variety of spiritual cultures. The area of Java Island is known to be the place with the most significant number of faith-based organizations. We observe that the Special Region of Yogyakarta is a region that has a very complex religion and belief. One of the organizations that embrace the faith is the Sapta Darma Belief. Followers of these streams of Sapta Darma beliefs often experience exclusion and resistance by the state and society. The state does exclusion through discriminatory policies, while the resistance from the community is carried out by stereotyping and labelling. It happens because the definition of religion itself follows the dominant religion. So, in the end, it can be said that this flow of belief still sees and feels that plurality is only for those who believe in significant religions. This paper will explain the attitude of the followers of the Sapta Darma school of trust in responding to such exclusion and resistance.Abstrak[Indonesia]: Indonesia merupakan negara kaya akan keragaman. Salah satunya adalah keberagaman budaya spiritual. Wilayah pulau jawa diketahui merupakan tempat dengan jumlah organisasi penghayat terbanyak termasuk juga Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan wilayah yang kompleksitas pemeluk agama dan kepercayaan ini juga begitu banyak penulis lihat. Salah satu di antaranya adalah Aliran Kepercayaan Sapta Darma. Tetapi pengikut Aliran-aliran kepercayaan Sapta Darma ini seringkali mengalami ekslusi dan resistensi oleh negara dan masyarakat. Esklusi dilakukan oleh negara melalui kebijakan-kebijakan yang diskriminatif sedangkan resistensi dari masyarakat dilakukan dengan stereotyping dan labeling. Hal ini lahir karena pendefinisan agama itu sendiri mengikuti agama dominan. Sehingga pada akhirnya bisa dikata aliran kepercayaan ini masih melihat dan merasakan bahwa pluralitas hanya bagi mereka yang berkeyakinan terhadap agama-agama besar. Tulisan ini ingin menjelaskan terkait dengan bagaimana sikap dari para pengikut aliran kepercayaan dalam hal ini pengikut Sapta Darma dalam merespon ekslusi dan resistensi tersebut.
Hakikat Manajemen Dakwah
Adilah Mahmud
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 5, No 1 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v5i1.1329
Abstract[English]: Da'wah in the millennial era must now include the virtual dimension and data, by developing a bi-al-oral, bi-al-hall model and hasanah want'idhah together with bi-da'wah and e-da'wah models. Because the challenges in da'wah are very wide, good Da'wah management is needed. The purpose of this study is to describe the rights of preaching management angels. This type of research is a literature study (Library Research). Da'wah management is a series of processes that run continuously in regulating or managing preaching activities to run according to plan and on target. The optimal achievement of the missionary purpose can only be realized by managing the propaganda activity. Da'wah management has 6 functions, i.e. functions as a da'wah planning which includes forecasting or prediction of future conditions and objectives or objectives; see the opportunities and relevance of the da'wah content, establish the procedures for da'wah activities, make da'wah time schedules, determine locations, and prepare funds.Abstrak[Indonesia]: Dakwah di era milenial saat ini harus mencakup dimensi maya dan data, dengan mengembangkan model dakwah bi al-lisan, bi al-hall dan mau’idhah hasanah bersama dakwah bi al-kitab dan e-dakwah. Oleh sebab tantangan dalam berdakwah sangat luas maka diperlukan manajemen dakwah yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hakaikat manajemen dakwah. Jenis penelitian ini adalah studi pustaka (Library Reseacrh). Manajemen dakwah adalah serangkaian proses yang berjalan secara berkesinambungan dalam mengatur atau memenej aktivitas dakwah agar berjalan sesuai dengan rencana dan tepat sasaran. Tercapainya tujuan dakwah secara optimal hanya dapat terwujud dengan cara memanaj aktivitas dakwah. Manajemen dakwah memiliki 6 fungsi, yaitu fungsi sebagai perencanaan dakwah yang di dalamnya mencakup forecasting atau prediksi kondisi mad’u di masa mendatang dan objectives atau tujuan; melihat peluang dan relevansi konten dakwah, menetapkan prosedur kegiatan dakwah, membuat time schedul dakwah, menentukan lokasi, dan menyiapkan dana.
Bermedia Sosial dalam Perspektif Maqashid Syari'ah (Membangun Komunikasi di Media Sosial Berdasarkan Etika)
Iffatin Nur;
Muhammad Ngizzul Muttaqin
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 5, No 1 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v5i1.1090
Abstrak[English]: Millennial era is always synonymous with the advancement of various lines of technology, including the development of modern telecommunications tools that lead to social media activities. Different groups almost enjoy today’s social media activities without exception. However, the impact of social media activities has led to various aspects of positive progress as well as an effect on harmful elements in the form of mutual ridicule, hoax news, and so forth. Maqashid syari’ah as the final value of the provisions of the Islamic law that carries the amount of protection of personal interests and the public interest is expected to be a response to social media activities today. As a literature-based study and literature review, this paper is expected to be able to contribute ideas and provide a solution to the various negative impacts of social media activities that occur at this time.Abstrak[Indonesia]: Era milenial selalu identik dengan kemajuan berbagai lini teknologi, tidak terkecuali berkembangnya alat telekomunikasi modern yang menimbulkan aktivitas media sosial. Aktivitas media sosial hari ini hampir dinikmati oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali. Namun demikian, dampak dari aktivitas media sosial telah menimbulkan berbagai aspek kemajuan yang positif maupun berdampak pada aspek negatif berupa saling mencemooh, berita hoax dan lain sebagainya. Maqashid syari’ah sebagai nilai akhir dari ketentuan hukum Islam yang mengusung nilai perlindungan terhadap kepentingan pribadi dan kepentingan umum diharapkan bisa menjadi sebuah respon atas aktivitas bermedia sosial hari ini. Sebagai kajian berbasis literatur dan kajian pustaka, tulisan ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran dan memberikan sebuah solusi atas berbagai dampak negatif dari aktivitas media sosial yang terjadi saat ini.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Kawin Pineng pada Masyarakat Adat Abung Nunyai
Firhan Firhan;
Ibnu Irawan
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 5, No 1 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v5i1.1270
Abstract [English]:In the customary of low, marriage is a matter that is blessed with kinship, family and community. until now some communities have consistently carried out weddings that are based on the culture of the local community. Pineng marriage to Abung Nunyai in North Lampung is one example of this traditional marriage. The author is interested in researching the marriage practices of indigenous Abung Nunyai and a review of Islamic law regarding the practice of traditional marriage. The purpose of this study was to determine the local culture of the community in marriage, as well as the legal status of implementing the practice of marriage. This research is field research, using al-Urf theory and descriptive analysis method.Abstrak[Indonesia]: Secara hukum, adat pernikahan merupakan urusan yang berkaitan dengan kekerabatan, keluarga dan masyarakat, sehingga sampaisaat ini beberapa masyarakat tetap konsisten melaksanakan pernikahan yang berlandasakan kebudayaan masyarakat lokal, salah satunya adalah pernikahan Pineng masyarakat adat Abung Nunyai di Lampung Utara. Hal tersebut yang menarik penulis untuk meneliti terkait praktik pernikahan masyarakat adat Abung Nunyai dantinjauan hukum Islam mengenai praktik pernikahan adat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebudayaan lokal masyarakat di dalam pernikahan, serta status hukum pelaksanaan praktik pernikahan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan menggunakan teori al-Urf dan metode deskriptif analisisustomary of low, marriage is a matter that is blessed with kinship, family and community. until now some communities have consistently carried out weddings that are based on the culture of the local community. Pineng marriage to Abung Nunyai in North Lampung is one example of this traditional marriage. The author is interested in researching the marriage practices of indigenous Abung Nunyai and a review of Islamic law regarding the practice of traditional marriage. The purpose of this study was to determine the local culture of the community in marriage, as well as the legal status of implementing the practice of marriage. This research is field research, using al-Urf theory and descriptive analysis method.
Multikulturalisme (Toleransi Dalam Pandangan Masyarakat Tionghoa Kota Makassar)
Anggriani Alamsyah;
Burhanuddin Yusuf
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 5, No 1 (2020): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24256/pal.v5i1.1196
Abstrak[English]: This paper focus on understanding the tolerance that exists in our Chinese ethnic relatives, especially those in Makassar City, which aims to find out the forms of tolerance of the Chinese Ethnic Makassar City. This paper uses a qualitative design approach, where data is obtained from interviews, observations and documents. The Ethnic Chinese view of tolerance is represented in terms of cognitive, affective, and conative. Abstrak[Indonesia]: Tulisan ini memfokuskan diri pada pemahaman toleransi yang ada pada saudara-saudara kita Etnis Tionghoa, khususnya yang ada di Kota Makassar, yang bertujuan untuk mengetahui bentuk toleransi Etnis Tionghoa Kota Makassar. Tulisan ini menggunakan desain pendekatan kualitatif, di mana datanya diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumen. Pandangan Etnis Tionghoa mengenai toleransi tergambarkan dari sisi kognitif, afektif, dan konatif.