Gender Equality: Internasional Journal of Child and Gender Studies
GENDER EQUALITY : International Journal of Child and Gender Studies, a journal focuses on issues related to child and gender studies, is published by Center for Child and Gender Studies, State Islamic University of Ar-Raniry, Banda Aceh. The scope of article received can be approached from multidisciplinary context linking to child and gender studies. Hence, this journal appreciate contribution of knowledge from different perspectives such as education, law, social, political, religion, culture, economic, psychology, science and technology. This journal appears 2 (two) numbers in a year, March and September
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2021)"
:
10 Documents
clear
ANALISIS WACANA SARA MILLS TENTANG KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP PEREMPUAN
Widiyaningrum, Wahyu
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8743
Penelitian ini membahas tentang wacana kekerasan seksual dalam pemberitaan Tribunnews.com dan Tirto.id. Fokus penelitian adalah menganalisa 1) bagaimana media online seperti Tribunnews.com dan Tirto.id dalam menampilkan representasi perempuan dalam teks, dan (2) mendeskripsikan bagaimana teks berita melakukan strategi pemunculan korban kekerasan seksual dalam pemberitaan media. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Sara Mills. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tribunnews.com belum menjadikan perempuan sebagai prioritas dalam teks berita. Penulis berita Tribunnews.com memposisikan perempuan dalam teks sebagai obyek dan adanya kecenderungan penulis menempatkan dirinya dalam perspektif laki-laki. Adapun hal sebaliknya dilakukan oleh media Tirto.id. Selanjutnya strategi pemunculan korban kekerasan dalam teks berita Tribunnews.com dilakukan dengan tiga cara yaitu secara karakter, focalization dan schemata. Tribunnews.com masih merepresentasikan citra perempuan sesuai dengan budaya patriarki secara umum.
FEMINISME DALAM PESANTREN KAJIAN KRITIK SASTRA FEMINIS DALAM NOVEL DUA BARISTA KARYA NAJHATY SHARMA
Afiah, Khoniq Nur
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8900
Artikel ini membahas kajian kritik sastra feminis dalam sebuah karya sastra novel Dua Barista karya Najhaty Sharma. Novel Dua Barista sebagai karya sastra yang lahir dari penulis dari pesantren menjadi sebuah instrumen untuk menyanpaikan sebuah kritik sosial terhadap fenomena yang terjadi di pesantren dan memicu lahirnya penindasan perempuan. Kajian ini akan fokus melihat aliran feminisme yang ada dalam novel dan nilai-nilai feminisme di pesantren dalam novel Dua Barista. Tujuan peneltian ini adalah mendiskripsikan aliran feminisme dan nilai-nilai feminisme yang berkembang di pesantren dalam Novel Dua Barista. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif, pendekatan feminisme dan pisau analisis kritik sastra feminis. Hasil dari penelitian ini bahwa aliran feminisme yang terdapat dalam novel ini adalah aliran feminisme sosialis dan nilai-nilai feminisme yang berkembang di lingkungan pesantren dalam novel Dua Barista tergambar melalui citra perempuan kuat dan dukungan-dukungan monogami yang dibungkus dengan sebuah kisah oleh Najhaty Sharma sebagai penulis.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGANAN KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK LAKI-LAKI DI KABUPATEN KARAWANG TAHUN 2017-2019
Setyani, Nindi Nurfahmi;
Rifai, Maulana;
Marsingga, Prilla
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8410
The level of sexual violence against children is increasing every year, both for girls and for boys. Victims who have experienced sexual violence certainly need serious handling so that other problems do not occur in the future. One of the functions of the government is to provide services to the community and to empower people to participate in government administration. One form of service is by providing an Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children (P2TP2A) in each region. The Integrated Service Center for the Empowerment of Women and Children (P2TP2A) has the task of preventing, completing and recovering victims of acts of violence. Therefore, the purpose of this study was to determine whether the implementation of the P2TP2A handling program in Karawang Regency has been running optimally or not. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. The data collection techniques used in this study were interviews, observation, documentation, and triangulation. The result of this research is that the handling of boys sexual violence victims has not run optimally, this is due to the lack of information delivery and socialization to the public regarding the existence of this program. In addition, the response from the community regarding the need for handling victims of sexual violence against boys in Karawang Regency is still low. Keywords: Implementation, Integrated Service Center for Women and Children Empowerment, Handling Victims of Sexual Violence in Boys, Karawang Regency.
PERSEPSI MASYARAKAT ACEH TERHADAP NUSYUZ
Hanapi, Agustin;
Wahyuni, Yenny Sri
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8692
Dalam sebagian masyarakat, isteri begitu patuh kepada suami bahkan ada yang berkonsultasi kepada penulis bahwa dia tidak berani menolak ajakan suami walaupun kondisinya sendiri kurang fit, belum suci dari menstruasi, atau harus menyiapkan makanan dan pakaian walaupun dia sendiri kurang sehat karena takut masuk dalam keriteria nusyuz sehingga surga menjadi haram baginya. Begitu juga dengan suami sering bersikap semena-mena terhadap isteri dan merasa wewenang yang dimilikinya bersifat absolut sehingga ia dapat menggunakan kapan saja tanpa mempertimbangkan kondisi apapun, jika isteri enggan mematuhinya maka sering disebut sebagai isteri “nusyuz” ataupun “durhaka”. Tulisan ini memaparkan tentang “Persepsi Masyarakat Terhadap Nusyuz (Studi Kasus di Aceh Tenggara)” yang memiliki adat istiadat yang unik dan berbeda dari daerah lain di Aceh, yang begitu menikah maka seorang isteri harus rela diboyong dan tinggal di rumah suami (mertua isteri) sehingga sebagian isteri merasa harus patuh kepada suaminya secara mutlak. Hampir semua responden tidak tahu dan tidak familiar dengan istilah “nusyuz” sebagaimana istilah yang digunakan oleh Alquran. Istilah yang familiar di kalangan mereka adalah “durhaka”, namun secara umum mereka labelkan hanya kepada isteri sekiranya tidak patuh dan taat kepada suami. Kemudian secara umum, responden menganggap bahwa masalah nafkah sepenuhnya tanggung jawab suami, sedangkan terkait urusan domestik seperti mencuci, mengurus rumah dan anak mutlak dibebankan kepada isteri, dan isteri harus memberikan pelayanan sepenuhnya terhadap suami.
VIDEO FAIRY TALES AS A MEDIA FOR DISASTER MITIGATION IN PRIMARY SCHOOL AGE CHILDREN
Seni, Wildan
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8613
Every time a disaster occurs, one of the groups that becomes victims is children, both as victims of death and victims of injuries. Children who have survived a disaster are the group that suffers the most, they suffer the trauma of the disaster and a deep sense of loss. Therefore, disaster mitigation for children, especially primary school age children, is very important so that they are prepared to face the threat of disasters. The vast territory of Indonesia with a variety of disaster threats faced demands creative ideas so that disaster mitigation messages reach Indonesian children, one of which is the use of fairy tale videos. This study aims to find out the extent to which fairy tales can be used as a disaster mitigation media in developing the readiness of primary school children to face the threat of disaster. This research applies library research methods or literature review to the results of studies and relevant scientific publications. From this study, it shows that video media can significantly influence children's knowledge and attitudes. Disaster mitigation messages that are packaged in the form of fairy tale videos are able to attract the interest of children who are ultimately expected to build their preparedness in facing the threat of disaster.
THE SOCIOLOGY OF LAW PERSPECTIVE ON CHILD PROTECTION AT THE SYAR’IYAH COURT IN ACEH
Kasim, Fajri M;
Nurdin, Abidin;
Ridhwan, Ridhwan
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8656
This study aims to examine child protection at the Syar'iyah Court in Aceh from the perspective of the sociology of law. This research uses the study of legal sociology, which is an approach that views law as a tool to create order and order in society. The approach used is a case study of child protection in court decisions in Banda Aceh, Bireuen, and Lhokseumawe regarding child guardianship. Meanwhile, data collection techniques are literature studies and court decisions. This study concluded that the Syar'iyah Court in Banda Aceh granted guardianship rights to adult male siblings and to become guardians and take care of parental inheritance. In Bireuen, guardianship rights are given to the mother for a child because her father who has a pension salary is left behind. Whereas in Lhokseumawe, guardianship rights are also given to the mother while the living father is obliged to give one million per month and education and health costs. In addition, judges also become al-Qur’an, Hadith, and the opinions of the ulama as arguments in their decisions that are in accordance with the sociological characteristics of religion in Aceh. This shows that the Syar'iyah Court as part of the social system and judges as social actors have functioned to provide child protection so as to create order and order in society.
KAPASITAS PEREMPUAN DI MASA PANDEMI: STUDI CVA PADA PEREMPUAN PERAJIN REYENG
Umami, Rizka Hidayatul
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8673
This paper discusses the capacities of women during the Covid-19 pandemic. In Indonesia, Covid-19 has changed many aspects. Haphazard policy making also adds to the workload of the community, both in the domestic and public sphere. Women as agents who contribute to providing food needs in the realm of the family are almost never included in policy making, especially during the pandemic. This makes the policies issued cannot accommodate the needs of women. Meanwhile, the unfinished pandemic also exacerbates the subordinate conditions experienced by women. This paper uses a gender analysis model of the Capasities and Vulnerabilities Analysis Framework (CVA) to see the extent of the capacities and vulnerabilities of women crafters of reyeng in Dusun Contong, Ngunggahan Village in the midst of the Covid-19 pandemic. The method used in this research is qualitative-descriptive and data collection was taken by observation and in-depth interviews. The results of this study indicate that women crafters of reyeng during the Covid-19 pandemic were vulnerable due to limited access to aspects of health and social assistance. However, these women also have the capacity and capability to adapt to a pandemic. This capability is evidenced by the ability to use the narrow land around the house to grow vegetables and exchange food and bamboo with other reyeng women craftsmen.
ANALISIS GENDER DALAM NOVEL “AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN” KARYA IHSAN QUDDUS PERSPEKTIF EMANSIPASI PEREMPUAN QASIM AMIN
Ch, Mufidah;
Basri, Hasan;
Sholihah, I’if Nur
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8660
Sejumlah karya sastra seringkali masih menghadirkan narasi bias gender yang merugikan perempuan. Hal ini disebabkan penulis kurang memiliki kepekaan gender dan pemahaman konsep gender, sehingga tidak mampu mengintegrasikannya ke dalam tulisannya. Kertas kerja ini bertujuan untuk menganalisis novel karya Ihsan Qudus yang berjudul “Saya Lupa Bahwa Saya Adalah Seorang Perempuan”. Judul novel tersebut terkesan provokatif dan diskriminatif terhadap perempuan. Namun jika dilihat dengan analisis kritis, ditemukan hasil yang berbeda dan menarik. Sosok perempuan sebagai tokoh utama dalam novel tersebut menggambarkan bentuk perlawanan perempuan di tengah latar belakang sosial budaya masyarakat Mesir yang masih meninggalkan bias gender dan diskriminasi terhadap perempuan. Melalui novel ini, novelis ingin mengungkap fakta bahwa perempuan di Mesir juga memiliki kepekaan gender, meniti karir, menempati posisi strategis, mendominasi ruang publik dan berkontribusi bagi kemajuan bangsanya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, analisis gender dan cara pandang Qasim Amin tentang emansipasi perempuan, hasilnya ditemukan nilai-nilai kesetaraan gender dalam novel “Saya lupa bahwa saya perempuan”, yaitu keberhasilan Suad dalam mewujudkan semua mimpinya. Sedangkan permasalahan gender yang ditemukan dalam novel ini adalah konstruksi budaya Mesir yang membatasi peran perempuan dalam masyarakat, baik dari aspek akses, partisipasi, penguasaan sumber daya dan manfaat bagi laki-laki maupun perempuan dalam kehidupan. Terdapat pula diskriminasi gender berupa stereotipe gender, subordinasi, marginalisasi, beban ganda dan kekerasan berbasis gender.
MENGENALKAN PENDIDIKAN SEKS PADA ANAK USIA DINI MELALUI BUKU LIFT THE FLAP “AURATKU”
Fitriani, Dewi;
Fajriah, Heliati;
Wardani, Arnis
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8683
Pengenalan seks pada anak merupakan sebuah keharusan yang harus dilakukan oleh para pendidik dan juga orang tua. Hal ini dianggap perlu dengan merebaknya kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak di Indonesia, khususnya Aceh. Terbatasnya media pembelajaran dalam mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini merupakan salah satu bagian dari permasalahan yang harus ditangani, dan media tersebut perlu untuk diketahui kelayakannya dalam mengenalkan Pendidikan seks pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan dari media buku Lift The Flap sebagai media pembelajaran untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan desain research and development (R and D) dan melakukan 7 tahapan penelitian, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk awal, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk awal. Dalam proses penelitian dan pengembangan ini, media dinilai dengan menggunakan dua (2) kategori yaitu materi dan media. Isi materi dilihat dari aspek kelayakan isi, bahasa dan performance; sedangkan isi media ditinjau dari aspek bahasa, performance, dessain grafis dan kemudahan pemakaian. Media juga melalui uji coba kepraktisan yang dilakukan terhadap anak usia dini. Hasil pengembangan memperlihatkan kelayakan materi berdasarkan aspek yang dinilai sebesar 95%, 91% dan 95%. Uji kelayakan media mendapatkan persentase sebesar 100%, 100%, 93% dan 100% berdasarkan empat aspek yang dinilai. Pada uji kepraktisan, media mendapatkan persentase sebesar 86 %.
POLA ASUH ORANGTUA PADA ANAK USIA DINI DI TK TIGA SERANGKAI DESA MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT
mainnah, muth -;
Fajriah, Heliati;
Roemin, Luthfiani
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22373/equality.v7i1.8536
Pola asuh merupakan suatu proses membimbing, mendidik, dan mendisiplinkan yang dilakukan oleh orangtua pada anak untuk mencapai kemandirian dengan menerapkan norma-norma tertentu yang ada dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pola asuh orangtua pada anak usia dini di TK Tiga serangkai Desa Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56 % atau 10 orangtua menerapkan pola asuh demokratis, 33 % atau 6 orangtua menerapkan pola asuh permisif, dan 11 % atau 2 orangtua menerapkan pola asuh otoriter. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling banyak diterapkan oleh orangtua anak di TK Tiga Serangkai Desa Meureubo Kabupaten Aceh Barat.