cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Pengaruh Suhu Pengeringan dan Masa Simpan terhadap Karakteristik Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Hasil Fermentasi Pradnyadari, Ni Kadek Febrina Dwi; Kencana, Pande Ketut Diah; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p07

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik biji kakao hasil fermentasi serta mendapatkan kombiniasi suhu pengeringan dan masa simpan terbaik. Penelitian ini mengunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu lama penyimpanan (7 hari dan 14 hari) dan suhu (50 oC, 60 oC, dan 70 oC). Biji kakao dipanen dan di fermentasi menggunakan kotak kayu albesia berukuran 26cm x 25cm x 23cm dengan ketebalan 2 mm selama 7 hari. Benih direndam dan dicuci dengan air mengalir setelah proses fermentasi selesai. Pengeringan dimulai dengan memasukan biji ke dalam alat dehydrator ST-02. Hasil penelitian menunjukan suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap parameter kadar air, kadar lemak, uji pH dan organoleptik meliputi warna, tekstur, aroma. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pada suhu 50°C (S1) dengan waktu pengeringan 20jam dan masa simpan 7 hari (P1) menghasilkan biji kakao kering dengan karakteristik sesuai 2323:2008 biji kakao, SNI 3749:2009 lemak kakao dan hasil uji organoleptic, Kadar air 6,04%, kadar lemak 36,52%, pH 4,60, uji hedonik warna 4,13, tekstur biji 3,93, dan aroma biji 4,13. Abstract This research was conducted to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of fermented cocoa beans and to obtain the best combination of drying temperature and shelf life. This research used a completely randomized design (CRD) with two factors :storage time (7 days and 14 days) and temperature (50°C, 60°C, and 70°C). Cocoa beans are harvested and fermented using an albesia wood box measuring 26cm x 25cm x 23cm with a thickness of 2 mm for 7 days.the seed are soaked and washed with running water arter the fermentation process in complete. Drying begins by placing the seeds into the ST-02 dehydrator.. The research results showed that temperature and drying time had a significant effect (P<0.05) on the parameters of water content, fat content,pH, organoleptic tests including color, texture, aroma. The best treatment combination is at a temperature of 50°C (S1) with a drying time of 20 hours and a storage period of 7 days (P1) to produce dry cocoa beans with characteristics according to 2323:2008 cocoa beans, SNI 3749:2009 cocoa butter and organoleptic test results. water content 6.04%, fat content 36.52%, pH 4.60, color hedonic test 4.13, seed texture 3.93, and seed aroma 4.13.
Efisiensi Penggunaan Air Irigasi pada Saluran Sekunder di Daerah Irigasi Tungkub Mentari Kinasih; Ni Nyoman Sulastri; I Wayan Tika; Sumiyati Sumiyati; Ida Ayu Gede Bintang Madrini; Made Darmayasa
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p23

Abstract

Abstrak Distribusi air irigasi yang baik akan menghasilkan produksi yang baik dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Efisiensi sebagai faktor yang sangat penting dalam skema irigasi karena menentukan kinerja jaringan irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan efisiensi penggunaan air irigasi di DI Tungkub pada saluran sekunder. Penelitian ini mengambil data debit langsung di 11 titik di saluran sekunder. Data iklim diperolah dari NASA POWER dan BMKG Wilayah III Denpasar. Data curah hujan dari 3 stasiun hujan (tibubeneng, kapal, dan mengwi gede). Luas areal sawah yang diamati adalah seluas 416 Ha (Hulu), 349 Ha (Tengah), dan 164 Ha (Hilir). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zona A memiliki tingkat efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 68% terjadi di Mei I dan terendah 14,1% di Maret I. Zona B memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% (terjadi di periode April I, April II, Juni II, dan Juli I) dan terendah 0% pada periode Mei I dan Mei II. Zona C memiliki efisiensi penggunaan tertinggi sebesar 100% terjadi pada Juni I dan Juni II, sedangkan efisiensi penggunaan yang terendah terjadi di Maret I sebesar 35%. Abstract Good distribution of irrigation water will produce abundant harvests. It will improve the welfare of farmers. The efficiency of water utilization is important in irrigation schemes because it determines the performance of the irrigation network. This research aims to obtain the efficiency of irrigation water in DI Tungkub in secondary channels. This research took direct debit data at 11 points in the secondary channel. Climate data was obtained from NASA POWER and BMKG Region III Denpasar. Rainfall data was obtained from 3 rain stations (Tibubeneng, Kapal, and Mengwi Gede). The area of ??rice fields observed was 416 Ha (Upstream), 349 Ha (Central), and 164 Ha (Downstream). The research results show that Zone A has the highest usage efficiency level of 68% which occurred in May I and the lowest 14.1% in March I. Zone B has the highest usage efficiency of 100% (occurring in the periods April I, April II, June II, and July I), and the lowest was 0% in the May I and May II periods. Zone C had the highest usage efficiency of 100% which occurred in June I and June II, while the lowest usage efficiency occurred in March I at 35%.
Pengaruh Nano-emulsi Minyak Wijen dan Sereh terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia dan Sensoris Pascapanen Pisang Cavendish (Musa Acuminata, L.) Rupawan, I Kadek Krisna; Utama, I Made Supartha; Widia, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p02

Abstract

Abstrak Buah pisang Cavendish adalah buah klimaterik yang ditandai dengan produksi etilen tinggi. Peningkatan laju respirasi yang tinggi memicu proses pemasakan pascapanen yang berakibat pada cepatnya buah mengalami kemunduran fisiologis (pelayuan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nano-emulsi minyak wijen dan minyak sereh terhadap karakteristik fisiko-kimia dan sensoris pascapanen buah pisang Cavendish. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan. Pertama faktor konsentrasi minyak wijen (W) yang terdiri atas konsentrasi 0 %, 0,5 %, dan 1 %, kedua faktor perlakuan minyak sereh (S) yang terdiri atas konsentrasi 0 %, 0,5 %, 1 %, dan 1,5 % dengan tiga kali ulangan perlakuan sehingga terdapat 36 sampel. Parameter fisiko-kimia yang diamati meliputi susut bobot, kekerasan buah, color difference, total padatan terlarut (TPT), dan total asam, serta parameter sensoris meliputi rasa manis dan aroma pada buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan nano-emulsi minyak wijen dan minyak sereh berpengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, kekerasan buah, color difference, TPT, total asam, dan sensoris buah pisang Cavendish. Pelapisan buah dengan konsentrasi minyak wijen 1% dan minyak sereh 1% (W2S2) adalah konsentrasi terbaik dalam mempertahankan susut bobot, kekerasan buah, color difference, dan total asam dengan nilai rata-rata susut bobot (25,04%), kekerasan buah (10,47 kg/cm2), color difference (58,8%), total asam (4,67%). Perlakuan dengan campuran minyak wijen 0,5% dan minyak sereh 1% (W1S2) merupakan kombinasi terbaik dalam mempertahankan nilai TPT dengan nilai rata-rata 23,50% selama penyimpanan 12 hari dan kontrol mendapatkan skor tertinggi dalam uji sensoris pada hari ke-9 dengan nilai rata-rata 5. Abstract Cavendish banana fruit is a climatic fruit characterised by high ethylene production. The high respiration rate triggers the postharvest ripening process which results in the rapid physiological deterioration of the fruit. The objective of this study was to determine the effect of sesame oil and lemongrass oil nano-emulsions on the postharvest physico-chemical and sensory characteristics of Cavendish banana fruit. The research design used was a completely randomised design (CRD) with two treatment factors. First, sesame oil concentration factor (W) consisting of 0%, 0.5%, and 1% concentrations, second, lemongrass oil treatment factor (S) consisting of 0%, 0.5%, 1%, and 1.5% concentrations with three replications of the treatment so that there were 36 samples. Physico-chemical parameters observed included weight loss, fruit hardness, colour difference, total soluble solids (TPT), and total acid, and sensory parameters included sweetness and aroma of the fruit. The results showed that sesame oil and lemongrass oil nano-emulsion coating significantly affected the weight loss, fruit hardness, colour difference, TPT, total acid, and sensory values of Cavendish banana fruit. Fruit coating with 1% sesame oil and 1% lemongrass oil concentration (W2S2) was the best concentration in maintaining weight loss, fruit hardness, colour difference, and total acid with average values of weight loss (25.04%), fruit hardness (10.47 kg/cm2), colour difference (58.8%), total acid (4.67%). The treatment with a mixture of 0.5% sesame oil and 1% lemongrass oil (W1S2) was the best combination in maintaining the TPT value with an average value of 23.50% during 12 days storage and the control received the highest score in the sensory test on day 9 with an average value of 5.
Rancang Bangun Traceability Website Sayur Brokoli Berbasis Framework Laravel di BOS Fresh Yunus, Muhammad Dwi Prayoga; Budisanjaya, I Putu Gede; Arthawan, I Gusti Ketut Arya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p13

Abstract

Traceability merupakan metode yang dapat dilakukan oleh pengelola industri pangan untuk memberikan informasi yang terkait produk yang dihasilkan secara keseluruhan. Sistem traceability masih memiliki keterbatasan penyampaian informasi mengenai produk kepada para konsumen khususnya di BOS Fresh. Sehingga, dibutuhkan traceability website yang mampu mengelola serta menyampaikan data tersebut secara digital kepada konsumen. Tujuan dari penelitian adalah merancang traceability website yang baik, responsif, dan mudah diakses. Perancangan traceability website ini meliputi beberapa tahap diantaranya pengembangan website, perancangan use case diagram, perancangan class diagram database, perancangan user interface website, melakukan hosting, hingga tahap pengujian dengan metode white-box, black-box, dan user acceptance testing. Pengguna pada traceability website dibagi menjadi dua, yakni user admin dan konsumen dengan halaman yang berbeda. Pada halaman user admin memiliki beberapa menu seperti login, input data, update data, menghapus data, serta mencetak QR Code. Konsumen hanya dapat mengakses halaman untuk melihat data saja dengan cara memindai QR Code yang telah disediakan. Hasil pengujian metode white-box dengan menguji jalur logika pada bahasa pemrograman mendapatkan interpretasi “Valid” untuk semua variabel pengujian. Hasil pengujian metode black-box dengan menguji seluruh fitur yang dimiliki website mendapatkan interpretasi “Berhasil” untuk semua variabel pengujian. Serta hasil pengujian metode user acceptance testing dengan menguji pengoprasian website mendapat nilai rata-rata 3,48 dengan interpretasi “Sangat Puas”, dengan menguji kelengkapan data mendapat nilai rata-rata 3,57 dengan interpretasi “Sangat Puas”, serta dengan menguji tampilan website mendapatkan nilai rata-rata 3,64 dengan interpretasi “Sangat Puas”. Berdasarkan seluruh hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa traceability website telah berjalan dengan baik, responsif, dan mudah untuk diakses. ABSTRACT Traceability is a method that can be used by food industry managers to provide information related to the products produced as a whole. The traceability system still has limitations in conveying product information to consumers, especially at BOS Fresh. So, a traceability website is needed that is able to manage and convey this data digitally to consumers. The aim of the research is to design a good, responsive, and easily accessible traceability website. The design of this traceability website includes several stages including website development, use case diagram design, database class diagram design, website user interface design, hosting, and the testing phase using the white-box, black-box, and user acceptance testing methods. Users on the traceability website are divided into two, it is a admin users and consumers with different pages. On the admin user page, there are several menus such as login, input data, update data, delete data, and print a QR Code. Consumers can only access the page to view data by scanning the QR Code provided. The results of testing the white-box method with logic path testing in programming languages get the "Valid" interpretation for all test variables. The results of testing the black-box method by testing all the features of the website get the interpretation of "Success" for all test variables. As well as the test results of the user acceptance testing method by testing the operation of the website getting an average value of 3.48 with the interpretation of "Very Satisfied", by testing the completeness of the data getting an average value of 3.57 with the interpretation of "Very Satisfied", and by testing the appearance of the website get an average value of 3.64 with the interpretation of "Very Satisfied". Based on all the test results, it can be concluded that the traceability of the website has been running well, is responsive, and easy to access.
Modifikasi sistem Modifikasi Penampung Slurry pada Bioreaktor Portabel Penghasil Biogas Yogi, I Putu Karisma; Wirawan, I Putu Surya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p06

Abstract

Abstrak Penggunaan bahan terpal PVC menjadi penampung slurry pada bioreaktor portabel memiliki potensi kebocoran yang tinggi. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tabung plastik High Density Polyethylene (HDPE) 200 liter menjadi penampung slurry pada bioreaktor portabel dengan proses fermentasi biogas secara kedap udara (anaerobik). Perancangan alat dilakukan secara struktural (meliputi perhitungan volume tabung reaktor, volume ruang gas, dan volume ruang slurry) dan fungsional (meliputi pembuatan saluran masuk, saluran keluar residu, dan saluran gas). Parameter yang diuji antara lain suhu, pH, dan tekanan biogas. Hasil penelitian menunjukkan fermentasi campuran slurry kotoran babi dan air selama 25 hari menghasilkan volume biogas sebesar 0,0487824 m3, suhu yang dihasilkan yaitu 20oC-29.9oC (mesofilik), dan nilai pH slurry selama proses fermentasi adalah 6,3. Tabung plastik HDPE dapat dimanfaatkan menjadi penampung slurry karena mampu melakukan proses fermentasi secara kedap udara (anaerobik). Abstract Using PVC tarpaulin as a slurry container in portable bioreactors has a high potential for leakage. This research aims to determine the ability of a 200-liter High-Density Polyethylene (HDPE) plastic tube to contain slurry in a portable bioreactor with an airtight (anaerobic) biogas fermentation process. The equipment design is carried out structurally (includes calculating the volume of the reactor tube, volume of the gas chamber, and volume of the slurry chamber) and functionally (includes making the inlet channel, residue outlet channel, and gas channel). The parameters tested include temperature, pH, and biogas pressure. The research results showed that fermentation of a mixture of pig manure slurry and water for 25 days produced a biogas volume of 0.0487824 m3, the resulting temperature was 20oC-29.9oC (mesophilic), and the pH value of the slurry during the fermentation process was 6.3. HDPE plastic tubes can be used as slurry containers because they can carry out the fermentation process in an airtight (anaerobic) manner.
Strategi Peningkatan Mutu Produk Dodol Salak Bali di UD Nantafood Denpasar Mubarok, Rizky; Widia, I Wayan; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p06

Abstract

CV Nantafood merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan dengan bahan baku buah salak salah satunya yaitu produk dodol salak Bali. Produk dodol yang dihasilkan telah mampu masuk ke beberapa pusat pembelanjaan oleh - oleh di Bali. Semakin banyaknya pesaing dodol tentu menjadi tantangan bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan kualitas produknya. Kepuasan konsumen dapat ditingkatkan melalui kualitas produk yang baik sesuai harapan dan keinginan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui atribut yang dianggap penting oleh konsumen dari produk dodol salak bali, (2) Mengukur tingkat kepentingan konsumen terhadap kualitas produk dodol salak bali, (3) Mengukur tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk dodol salak bali, (4) Menentukan strategi untuk meningkatkan kualitas produk dodol salak bali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 10 atribut kualitas produk yang dianggap penting oleh konsumen dengan kriteria sangat penting. Nilai kepentingan konsumen tertinggi cita rasa dodol yang manis dan legit sebesar 4,45, pada nilai kepuasan konsumen atribut tekstur dodol yang lengket dan kenyal mendapatkan nilai terendah sebesar 3,79 dengan IR sebesar 1,31. Maka UD Nantafood perlu memberikan dan meningkatkan kualitas produk atribut tekstur dodol yang lengket dan kenyal. Abstract CV Nantafood is a company engaged in the field of food processing with raw materials for zalacca fruit, one of which is the Bali snake fruit dodol product. The dodol products produced have been able to enter several shopping centers for souvenirs in Bali. The increasing number of dodol competitors is certainly a challenge for a company to improve the quality of its products. Consumer satisfaction can be increased through good product quality according to consumer expectations and desires. The aims of this study were (1) to find out the attributes considered important by consumers from the Bali snake fruit dodol product, (2) to measure the level of consumer interest in the quality of the Bali snake fruit dodol product, (3) to measure the level of consumer satisfaction with the quality of the bali snake fruit dodol product, (4) ) Determine strategies to improve the quality of Balinese snake fruit dodol products. This research was conducted using the Quality Function Deployment (QFD) method. The results of this study indicate that there are 10 product quality attributes that are considered important by consumers with very important criteria. The highest value of consumer interest is taste of dodol is sweet and legit of 4.45, on consumer satisfaction value attributes of sticky and chewy dodol texture get the lowest score of 3.79 with an IR of 1.31. So UD Nantafood needs to provide and improve product quality with sticky and chewy dodol texture attributes.
Analisis Saluran Pemasaran Bawang Prei (Allium ampeloprasum L.) yang Dibudidayakan di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan Saqinah, Sonia; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bawang prei (Allium ampeloprasum L.) merupakan jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Candikuning, Baturiti, Tabanan. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali tahun 2021, hasil produksinya mencapai 1.055 ton. Namun, untuk pemasaran komoditas ini belum ada kejelasan informasi mengenai saluran pemasarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, distribusi margin pemasaran dan margin keuntungan, tingkat efisiensi pemasaran, serta proporsi keterlibatan petani dalam kegiatan pemasaran bawang prei. Responden terdiri dari 30 orang petani, 7 orang pengepul, 5 orang pedagang besar, dan 5 orang pedagang kecil yang dipilih melalui prosedur Accidental Sampling dan Snowball Sampling. Data yang diperoleh terdiri dari data kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya tiga model berbeda dalam saluran pemasaran bawang prei, diantaranya saluran I (petani – pengepul – pedagang besar – konsumen) saluran II (petani – pengepul – pedagang kecil – konsumen) dan saluran III (petani – pengepul – pedagang besar – pedagang kecil – konsumen). Saluran III memiliki total margin tertinggi yaitu sebesar Rp 12.467/kg, sedangkan saluran I memiliki total margin terendah yaitu sebesar Rp 8.467/kg. Pedagang besar memperoleh margin keuntungan tertinggi yaitu Rp 3.546/kg, sedangkan pedagang kecil pada saluran III memperoleh margin keuntungan terendah yaitu Rp 1.734/kg. Saluran I mempunyai farmer's share paling besar yakni 67%, sedangkan saluran III paling rendah yaitu 58%. Tingkat efisiensi semua saluran pemasaran bawang prei yang dibudidayakan di Desa Candikuning termasuk dalam kategori efisien. Namun, berdasarkan biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share yang diperoleh, saluran I merupakan saluran yang paling efisien. Abstract Leek (Allium ampeloprasum L.) is a kind of horticultural plant cultivated by farmers in Candikuning Village, Baturiti, Tabanan. Based on BPS data from Bali Province in 2021, production reached 1,055 tons, but there is no clear information regarding the marketing channels. This research aims to determine marketing channels, distribution of marketing margins and profit margins, level of marketing efficiency, and the proportion of farmer involvement in leek marketing activities. The sample consisted of 30 farmers, 7 collectors, 5 larges, and 5 small traders. They were specifically chosen through Accidental Sampling and Snowball Sampling procedures. The data obtained consists of qualitative and quantitative information. Research findings show that there are three different trends in leek marketing channels, specifically channel 1 (farmers – collectors – wholesalers – consumers), channel II (farmers – collectors – small traders – consumers), and channel III (farmers – collectors – wholesalers – traders) small – consumer). Channel III has the highest total margin of IDR 12,467/kg, while Channel 1 has the lowest (IDR 8,467/kg). Large traders get the highest profit margin of IDR 3,546/kg, while small traders in channel III get the lowest profit margin of IDR 1,734/kg. Channel 1 has the largest farmer's share, 67%, while channel III has the lowest, 58%. All of the channels remain in the efficient category. Based on marketing costs, marketing margins, and farmer's share obtained, channel 1 is the most efficient.
Pengaruh Variasi Ukuran Partikel dan Persentase Perekat terhadap Karakteristik Briket Kulit Kopi Robusta (Coffea canephora) laheba, Dea; Yulianti, Ni Luh; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p16

Abstract

Abstrak Kulit kopi adalah bahan baku yang sangat potensial apabila dimanfaatkan dalam bentuk bahan bakar padat. Kulit kopi tergolong dalam limbah suatu pertanian dan dilakukan pengolahannya dijadikan bahan bakar padat buatan dipergunakan untuk menggantikan sumber energi alternatif yang dinyatakan sebagai briket biorang. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan pengaruh variasi ukuran partikel bahan baku serta persentase yang merekatkan dengan baik kepada karakteristik briket yang diciptakan, serta mendapatkan perlakuan yang menghasilkan briket dengan karakteristik yang paling baik menurut SNI. Rancangan uji coba dalam riset ini memakai RAK faktorial melalui 2 faktor yang terdiri dari ukuran partikel sejumlah 3 level (S1: 30 mesh, S2: 40 mesh, S3: 60 mesh) dan faktor ke dua adalah persentase perekat yang sejumlah 3 level (L1:30%, L2:35%, L3: 40%). Gabungan perancangan uji coba riset melalui 2 kali pengulanhan mendapat 18 unit uji coba. Parameter yang dilakukan pengamatannya dalam riset ini yakni kandungan air, kadar abu, kuat penekanan, kerapatan massa, volatile matter, karbon yang diikat serta kecepatan dalam pembakarannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi antara ukuran partikel dan persentase perekat briket kulit kopi memberi kontribusi yang signifikan kepada parameter mutu briket yang diciptakan. Perlakuan briket dengan ukuran partikel 60 mesh dan persentase perekat 40% (S3L3) dinyatakan perlakuan yang menciptakan briket melalui mutu terbaik. Kriteria melalui briket hasil perlakuan S3L3 ini yakni mempunyai kadar air senilai 4,43%bb, kadar abu senilai 4,69%, nilai kuat tekan sebesar 202,81 kgf/cm2, kerapatan massa senilai 0,64 g/cm3, volatile matter sebesar 53,68%, nilai karbon yang diikat senilai 51,01 %, dan laju pembakaran sebesar 0,032 gr/menit. Abstract Coffee is a very potential raw material when utilized in the form of solid fuel. Coffee husk is classified as an agricultural waste and its processing is made into artificial solid fuel used to replace alternative energy sources expressed as briquettes. The research objectives expected in this study are to get the effect of variations in the particle size of raw materials and the percentage that glues well to the characteristics of the briquettes created, and to get the treatment that produces briquettes with the best characteristics according to SNI. The experimental design in this research uses factorial RAK through 2 factors consisting of particle size with 3 levels (S1: 30 mesh, S2: 40 mesh, S3: 60 mesh) and the second factor is the percentage of adhesive with 3 levels (L1: 30%, L2: 35%, L3: 40%). The combined design of the research trial through 2 trials obtained 18 trial units. The parameters observed in this research are water content, ash content, compressive strength, mass density, volatile matter, bound carbon and combustion speed. The results showed that the interaction between particle size and percentage of coffee skin briquette adhesive contributed significantly to the quality parameters of the briquettes created. The treatment of briquettes with a particle size of 60 mesh and a percentage of adhesive of 40% (S3L3) was declared the treatment that created the best quality briquettes. The briquettes from the S3L3 treatment had a moisture content of 4.43%(bb), ash content of 4.69%, compressive strength of 202.81 kgf/cm2, mass density of 0.64 g/cm3, volatile matter of 53.68%, bound carbon value of 51.01%, and burning rate of 0.032 g/min.
Analisis Peramalan Produksi Panen Pisang Cavendish Menggunakan Exponential Smoothing ke Product Sunpride dan Bali Fresh di PT. Nusantara Segar Abadi Bali Putra, I Nyoman Galih Oki; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p04

Abstract

Abstrak PT. Nusantara Segar Abadi Bali didirikan pada tahun 2019. PT. NSA BALI terdapat 2 produk yang dihasilkan dari pisang cavendish yaitu Pisang Cavendish Sunpride dan Pisang Cavendish Bali Fresh. Supply dari hasil panen diharapkan memenuhi target produksi bulanan dari PT. NSA BALI . Penelitian dilakukan untuk mendapatkan metode forecast yang tepat untuk memenuhi kebutuhan dari produksi. Sehingga jumlah forecast panen akan sejalan dengan permintaan dari produksi. Penelitian ini menggunakan dua permodelan yaitu metode Single Exponential Smoothing dan Triple Exponential Smoothing. Untuk Penelitian ini data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu data dari Januari 2019 hingga Juli 2023.Pada penelitian ini menggunakan validasi model yaitu MAD,MSE dan MAPE.Diketahui pada penelitian ini memperoleh hasil validasi peramalan yaitu MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% pada metode Single Exponential Smoothing sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing didapatkan jumlah validasi peramalan yaitu MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. Pada metode Single Exponential Smoothing Jumlah Forecast sesuai dengan target produksi pada Bulan November 2022 hingga Juli 2023 sedangkan pada metode Triple Exponential Smoothing waktu yang dapat memenuhi jumlah target produksi yaitu pada bulan September 2022 hingga Juli 2023. Abstract PT. Nusantara Segar Abadi Bali was established in 2019. PT. NSA BALI has 2 products produced from cavendish bananas, namely Cavendish Sunpride Banana and Cavendish Bali Fresh Banana. Supply from the harvest is expected to meet the monthly production target of PT. NSA BALI. This research is conducted to get the right forecasting method to meet the needs of production. In this study using two modeling methods, namely Single Exponential Smoothing and Triple Exponential Smoothing methods. For this study, the data used is secondary data, namely data from January 2019 to Juli 2023. In this study using model validation, namely MAD, MSE and MAPE. It is known that this study obtained forecasting validation results, namely MAD 17%, MSE 58% MAPE 24% in the Single Exponential Smoothing method, while the Triple Exponential Smoothing method obtained the number of forecasting validations, namely MAD 43%, MSE 11% MAPE 54%. In the Single Exponential Smoothing method, the number of forecasts can meet the production target in November 2022 to Juli 2023, while in the Triple Exponential Smoothing method the time that can meet the number of production targets is in September 2022 to Juli 2023.
Evaluasi Penggunaan Lahan dan Teknik Konservasi Lahan di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Dewi, I Gusti Ayu Agung Sinta; Sumiyati, Sumiyati; Luh Yulianti, Ni
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p11

Abstract

Abstrak Evaluasi lahan merupakan proses pendugaan penggunaan lahan yang lebih efektif. Kegiatan evaluasi lahan meliputi kegiatan klasifikasi kesesuaian lahan. Pelaksanaan proses evaluasi lahan mempertimbangkan segala aspek yang ditentukan agar penggunaan lahan dapat dimaksimalkan. Desa Candikuning memiliki pola penggunaan lahan dan metode konservasi yang belum menunjukkan kesesuaian dengan kondisi lahan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan lahan di dataran tinggi Desa Candikuning dan mengetahui kesesuaian teknik konservasi lahan pertanian di Desa Candikuning. Metode yang digunakan adalah metode matching data dengan kondisi aktual pada lahan dengan data ideal serta perhitungan vertikal interval dan horizontal interval untuk konservasi lahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: i) kelas kemampuan lahan pada daerah penelitian yaitu kelas I hingga kelas VII, ii) kesesuaian penggunaan lahan yang diperoleh yaitu 37 lahan sesuai dan 3 lahan tergolong tidak sesuai, iii) evaluasi konservasi teknis dengan perhitungan VI dan HI dilakukan pada 3 lahan yang tidak sesuai, iv) arahan penggunaan lahan dan konservasi teknis disesuaikan dengan kondisi unit lahan. Kesimpulan yang diperoleh adalah penggunaan lahan di lokasi penelitian terdapat 37 lahan sesuai dengan kelas kemampuan lahan sedangkan 3 lahan lainya meliputi lahan 4, lahan 12 dan 22 tidak menunjukan kesesuaian penggunaan lahan. Evaluasi koservasi teknis diberikan arahan konservasi sesuai dengan vertikal interval dan horizontal interval menurut FAO (1986). Abstract Land evaluation is a more effective process of estimating land use. Land evaluation activities include land classification activities. The implementation of the land evaluation process takes into account all aspects that have been determined so that land use can be maximized. Candikuning Village has land use patterns and coral reef methods that have not shown harmony with existing land conditions. This study aims to determine the suitability of land use in the highlands of Candikuning Village and to determine the suitability of agricultural land in Candikuning Village. The method used is the method of matching actual data on land with ideal data and calculating vertical intervals and horizontal intervals for land conservation. The results showed that: i) land capability classes in the study area were class I to class VII, ii) land use adjustments obtained were 37 suitable lands and 3 lands classified as unsuitable, iii) technical conservation evaluation with VI and HI calculations was carried out on 3 lands that were not suitable, iv) the direction of land use and technical conservation was adjusted to the conditions of the land unit. The conclusion obtained is that there are 37 land uses in the research location according to the land capability class while the other 3 lands include land 4, land 12 and 22 do not show land use suitability. Evaluation of technical conservation is given conservation directions according to the vertical interval and horizontal interval according to FAO (1986).