cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Analisis Hubungan Nilai SPAD dengan Nilai Indeks Vegetasi pada Tanaman Padi yang Terserang Penyakit Blas Menggunakan Citra Multispektral Putra, Gede Suyoga Ariasta; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p08

Abstract

Abstrak Penyakit blas yaitu penyakit yang menyerang daun tanaman padi. Serangan penyakit blas dapat mempengaruhi klorofil dan kesehatan tanaman padi. Klorofil daun dapat diestimasi menggunakan alat klorofil meter SPAD untuk memperoleh nilai SPAD. Klorofil tanaman dapat diestimasi menggunakan citra multispektral dengan analisis indeks vegetasi. Nilai indeks vegetasi mempunyai hubungan kuat dengan klorofil. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral dan menentukan tingkat korelasi nilai SPAD dengan nilai Indeks Vegetasi pada tanaman padi yang terserang penyakit blas menggunakan citra multispektral. Pengambilan sampel nilai SPAD dilakukan pada 3 petak sawah, setiap petak diambil 5 titik secara diagonal, setiap titik diambil 9 rumpun padi. Selanjutnya akuisisi citra multispektral menggunakan Drone DJI Phantom 4 dengan kamera multispektral pada ketinggian 15 m, 30 m, dan 45 m. Citra selanjutnya dimosaicking menggunakan Agisoft Metashape, kemudian dinormalisasi dengan Photoshop. Berikutnya analisis indeks vegetasi NDVI, CIG, dan SAVI menggunakan QGIS 3.16, dilanjutkan dengan analisis regresi antara nilai SPAD dengan nilai indeks vegetasi. Hasil analisis menunjukkan ketiga indeks vegetasi pada berbagai ketinggian menghasilkan hubungan linier dan tingkat korelasi berkisar kuat sampai sangat kuat. Tingkat korelasi kuat pada indeks NDVI 45 m (65,4%), SAVI 45 m (63,1%), dan tingkat korelasi sangat kuat pada indeks NDVI 15 m (94,2%), 30 m (79,5%), CIG 15 m (80,5%), 30 m (84,8%), 45 m (82,5%), dan SAVI 15 m (80,5%), 30 m (78%). Dapat disimpulkan bahwa indeks vegetasi NDVI dengan ketinggian 15 m memberikan nilai korelasi paling kuat. Abstract Blast disease is a disease that attacks the leaves of rice plants. Blast disease attacks can affect chlorophyll and the health of rice plants. Leaf chlorophyll can be estimated using a SPAD chlorophyll meter to obtain the SPAD value. The vegetation index value has a strong relationship with chlorophyll. This study aims to obtain the relationship between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery and determine the level of correlation between SPAD value and Vegetation Index value in rice plants affected by blast disease using multispectral imagery. SPAD value sampling was carried out on 3 rice field plots, each plot was taken 5 points diagonally, and each point was taken 9 rice paddy clumps. Next, multispectral image acquisition using the DJI Phantom 4 Drone with multispectral cameras at altitudes of 15 m, 30 m, and 45 m. The image is then mosaiced using Agisoft Metashape, then normalized with Photoshop. Next, the vegetation index analysis of NDVI, CIG, and SAVI using QGIS 3.16, followed by regression analysis between the SPAD value and the vegetation index value. The results of the analysis showed that the three vegetation indices at various altitudes produced a linear relationship and the degree of correlation ranged from strong to very strong. Strong correlation rate on NDVI 45 m (65.4%), SAVI 45 m (63.1%), and very strong correlation on NDVI index 15 m (94.2%), 30 m (79.5%), CIG 15 m (80.5%), 30 m (84.8%), 45 m (82.5%), and SAVI 15 m (80.5%), 30 m (78%). It can be concluded that the NDVI vegetation index with a height of 15 m provides the strongest correlation value.
Pengaruh Konsentrasi Disinfektan Menggunakan Film Plastik Terperforasi terhadap Susut Bobot dan Mutu Cabai Rawit Selama Penyimpanan Tarigan, Firnando Desnanta; Utama, I Made Supartha; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cabai rawit (Capsicum frutescens L) adalah salah satu buah cabai yang banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi, dapat digunakan sebagai bumbu masakan, menambah nafsu makan, menguatkan kembali tangan dan kaki yang lemas, melegakan hidung tersumbat pada penyakit sinusitis, mengobati migrain, sebagai obat penyakit rematik, sakit perut dan kediginan. Penanganan pascapanen cabai rawit harus dilakukan secara baik dan hati-hati karena buah cabai rawit memiliki sifat yang mudah mengalami kemunduran mutu setelah panen, dan dapat mengalami kerusakan yang menyebabkan kuantitas maupun susut kualitas. Penggunaan disinfektan jenis clorin dapat memperlambat laju kemunduran mutu produk, terutama akibat dari infeksi mikroorganisme. Penggunaan plastik film sebagai bahan kemasan buah-buahan dapat memperpanjang masa simpan produk hortikultura segar, dimana kemasan film plastik memberikan perubahan gas-gas atmosfer dalam kemasan yang berbeda dengan atmosfer udara normal yang dapat memperlambat perubahan fisiologis yang berhubungan dengan pemasakan dan pelayuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan disinfektan dan kemasan plastic terperforasi beberapa atribut mutu buah cabai rawit selama penyimpanan pada suhu 10+1oC dan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi larutan disinfektan dan presentase perforasi plastik kemasan optimal untuk mempertahankan mutu buah cabai rawit selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama merupakan perlakuan perendaman laruran klorin yang terdiri dari konsentrasi 0 ppm, 75 ppm, dan 150 ppm. Faktor kedua merupakan perlakuan persentase lubang perforasi kemasan yang terdiri dari 0%, 2%, 4%, dan 6%. Penelitian ini menggunakan jenis plastic polypropylene berukuran 20 cm x 30 cm dengan ketebalan 0,06 mm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan berat masing-masing kemasan 250 gram untuk setiap unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman larutan disinfektan 150ppm dengan kemasan lubang terperforasi sebesar 6% secara signifikan mampu mengurangi susut bobot dan atribut mutu buah cabai rawit dibandingkan dengan perlakuan lainnya. ABSTRACT Cayenne pepper (Capsicum frutescens L) is one of the chilies that is widely cultivated by farmers in Indonesia because it has a high selling price, can be used as a cooking spice, increases appetite, strengthens weak hands and feet, relieves stuffy noses in diseases sinusitis, treating migraines, as a medicine for rheumatic diseases, stomach aches and chills. Post-harvest handling of cayenne pepper must be carried out properly and carefully because cayenne pepper has a characteristic that easily deteriorates after harvest, and can experience damage which causes quantity and quality loss. The use of chlorine-type disinfectants can slow down the rate of deterioration in product quality, especially as a result of microorganism infection. The use of plastic film as a packaging material for fruits can extend the shelf life of fresh horticultural products, where plastic film packaging provides changes in atmospheric gases in the packaging that are different from the normal air atmosphere which can slow down physiological changes associated with ripening and withering. This study aims to determine the effect of the concentration of disinfectant solution and perforated plastic packaging on several quality attributes of cayenne pepper during storage at 10+1oC and to determine the optimal combination of disinfectant solution concentration and percentage of perforated plastic packaging to maintain the quality of cayenne pepper during storage. The experimental design used was a completely randomized factorial design with two factors. The first factor was the chlorine solution immersion treatment which consisted of concentrations of 0 ppm, 75 ppm, and 150 ppm. The second factor is the treatment of the percentage of packaging perforations consisting of 0%, 2%, 4%, and 6%. This study used a type of polypropylene plastic measuring 20 cm x 30 cm with a thickness of 0.06 mm. Each treatment was repeated three times with a weight of 250 grams each for each experimental unit. The results showed that the immersion treatment with a disinfectant solution of 150 ppm with perforated hole packaging of 6% was able to significantly reduce weight loss and fruit quality attributes of cayenne pepper compared to other treatments.
Pengaruh Nanoemulsi Minyak Wijen Dan Sereh Sebagai Edible Coating Terhadap Karakteristik Fisiko-Kimia dan Sensoris Pasca Panen Wortel (Daucus carota L) Tarigan, Hardiano; Utama, I Made Supartha; Wirawan, I Putu Surya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L) merupakan jenis sayuran yang selama periode pascapanennya mudah mengalami kemunduran mutu yang merupakan penyebab susut yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi nano-emulsi minyak wijen dan sereh sebagai edible coating terhadap karakteristik fisiko-kimia dan sensoris wortel selama pascapanennya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor yang pertama adalah minyak wijen (W) yang terdiri dari tiga tingkat konsentrasi, yaitu: 0%, 0,5% dan 1% serta faktor yang kedua adalah minyak sereh (S) yang terdiri dari tiga tingkat konsentrasi, yaitu: 0%, 0,5% dan 1%. Penelitian diulang dua kali sehingga menghasilkan 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum nano-emulsi minyak wijen dan sereh berpengaruh nyata terhadap nilai susut bobot, kekerasan umbi, collor diference, total padatan terlarut, vitamin A, dan nilai sensoris pada wortel selama periode pasca panen. Perlakuan konsentrasi munyak wijen 1% dan sereh 0,5% (W2S1) sebagai nano-emulsi merupakan perlakuan terbaik untuk mengurangi susut bobot, mempertahankan kekerasan, total padatan terlarut, dan kadar vitamin A umbi wortel selama periode pascapanennya. Sedangkan konsentrasi minyak wijen 1% dan sereh 0% (W2S0), merupakan konsentrasi terbaik dalam mempertahankan perubahan warna dan nilai sensoris umbi wortel.
Rancang Bangun Pelontar Pakan Ikan Otomatis Berbasis Mikrokontroller Arduino Mega Abdi Bagaskara, Pande Made Ngurah Bayu; Budisanjaya, I Putu Gede; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p17

Abstract

Pakan mempunyai peranan sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan dalam budidaya ikan, dengan sistem pemberian pakan ikan pada umumnya masih berorientasi pada sumber daya manusia yang sifatnya masih manual. Salah satu teknologi yang dapat memudahkan seseorang dalam melakukan pemeliharaan ikan khususnya dalam pemberian pakan, yaitu dengan menerapkan sistem pemberian pakan otomatis yang berbasis mikrokontroller Arduino Mega. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega dan mengetahui kinerja sistem dari alat pelontar pakan ikan otomatis berbasis mikrokontroller arduino mega. Rancangan melibatkan penggunaan komponen seperti keypad, LCD, sensor HC-SR04, sensor RTC, buzzer, motor servo, motor DC, loadcell, dan relay untuk mengontrol dan mengukur berat pakan serta mengatur frekuensi pemberian pakan. Sistem yang dibangun menghasilkan prototipe dengan dimensi diameter 37 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 95 cm dan dimensi pelontarnya yaitu panjang 15 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 26 cm. Sistem ini berhasil membantu pengguna dalam memberi pakan ikan secara otomatis dan terjadwal. ABSTRACT Fish feeding plays a crucial role in the growth and reproduction of fish in aquaculture. However, the conventional feeding systems still rely heavily on manual intervention. To handle this, the automated fish feeding system based on the Arduino Mega microcontroller offers a practical solution. This research aims to design and develop an automatic fish feeding device using the Arduino Mega microcontroller and evaluate its performance. The design involves the integration of components such as a keypad, LCD, HC-SR04 sensor, RTC sensor, buzzer, servo motor, DC motor, load cell, and relay to control and measure the feed’s weight and regulate the feeding frequency. The constructed system resulted in a prototype with dimensions of 37 cm in diameter, 40 cm in width, and 95 cm in height, with the feeder’s dimensions measuring 15 cm in length, 15 cm in width, and 26 cm in height. The system effectively assists users in providing automated and scheduled fish feeding.
Pengolahan Limbah Pisang Menggunakan Metode Continuous Flow Bin Vermikompos di PT Nusantara Segar Abadi Jembrana Bali Faqih, Fajar Khun; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p12

Abstract

Abstrak PT Nusantara Segar Abadi merupakan perusahaan yang berfokus dalam bidang budidaya pisang jenis Cavendish yang terletak di Kabupaten Jembrana. Badan Pusat Statistik melaporkan data produksi pisang di Indonesia tahun 2022 mencapai 9.245.427 Ton, PT NSA menyumbang produksi tahun 2022 sebesar 68.254 ton. Permasalahan yang dihadapi PT NSA adalah penanganan limbah buah pisang yang tidak sesuai spesifikasi akan mengakibatkan polusi dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kompos dari metode continuous flow bin vermikompos. Perlakuan penelitian ini adalah 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1 kg cacing (A1), 7 kg bedding kotoran sapi dengan 1,5 kg cacing (A2), dan 7 kg bedding kotoran sapi dengan 2 kg cacing (A3) yang masing masing diberikan 1,25 kg limbah pisang dalam selang waku 3 hari. Parameter pengamatan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 19-7030-2004. Data diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Setelah 18 hari menunjukan kinerja pengomposan dan karakteristik kompos yang berbeda beda, pada parameter C/N rasio pelakuan A1 melebihi standar maksimum yakni 20,12%, sedangkan pada perlakuan A2 yakni 16,43% dan A3 yakni 16,11% sudah memenuhi standar. Pada karakteristik lainnya mempunyai nilai pH 7,4-7,5, kadar air 8,8% – 9,69%, Kadar C-Organik memiliki nilai 27,43% – 29,37%, Kadar N-Total 1,46%–1,71%, Fosfor (P) 0,15%–0.25%, dan Kalium (K) 0,33% – 0,37% sudah sesuai dengan standar kompos dari SNI 19-7030-2004. Pelakuan A3 dengan 2 kg cacing menjadi perlakuan terbaik karena parameter teknis dan unsur makro pada seluruh pengujian sudah memenuhi standar. Abstract PT Nusantara Segar Abadi is a company that focuses on the cultivation of Cavendish bananas located in Jembrana Regency. According to the Central Statistics Agency, banana production data in Indonesia reached 9,245,427 tons in 2022, with PT NSA contributing 68,254 tons to the production in the same year. The challenge faced by PT NSA is the improper handling of banana waste, which can lead to pollution and aesthetic issues. This research aims to create compost from banana waste using the continuous flow bin vermicomposting method. The research treatments include 7 kg of cow dung bedding with 1 kg of worms (A1), 7 kg of cow dung bedding with 1.5 kg of worms (A2), and 7 kg of cow dung bedding with 2 kg of worms (A3), each receiving 1.25 kg of banana waste every 3 days. Observations are conducted according to the Indonesian National Standard 19-7030-2004. The obtained data are analyzed using descriptive statistical analysis. After 18 days, the composting performance and characteristics of the compost vary. In terms of the C/N ratio parameter, treatment A1 exceeds the maximum standard at 20.12%, while treatment A2 is at 16.43%, and treatment A3 is at 16.11%, meeting the standard. Other characteristics include a pH value of 7.4-7.5, moisture content of 8.8%–9.69%, organic C content of 27.43%–29.37%, total N content of 1.46%–1.71%, phosphorus (P) content of 0.15%–0.25%, and potassium (K) content of 0.33%–0.37%, all of which comply with the compost standards specified in SNI 19-7030-2004. Treatment A3, with 2 kg of worms, proves to be the best treatment as technical parameters and macroelement content in all tests meet the standards.
Distribusi Spasial Kualitas Sifat Fisik Tanah untuk Menunjang Pertanian Presisi di Subak Jaka, Tabanan Sumiyati, Sumiyati; Ananda Putra, Anak Agung Gede Anom; Widia, I Wayan; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p05

Abstract

Rasio kualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Para petani dalam menjaga atau mengelola lahannya tidak memperhatikan keragaman spasial yang ada, hal tersebut dapat mengkibatkan pemborosan pupuk, penurunan keuntungan, dan dampak negatif terhadap lingkungan Masalah tersebut dapat diatasi dengan pendekatan melalui pertanian presisi, salah satu bagian pertanian presisi adalah sistem informasi geografis yang dimana dapat memudahkan dalam pemanfaatan dan pengolahan tanahnya sesuai dengan tingkat kualitas tanah yang ada. Metode yang digunakan yaitu metode survei dan uji laboratorium untuk menganalisa sifat fisik tanah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode griding dan SyS sebanyak 29 sampel kemudian di petakan menggunkan interpolasi Inverse Distenance Weighted (IDW) dengan lokasi penelitian Subak Jaka, Tabanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas dan penyebaran sifat fisik tanah yaitu tekstur, BV, BJ, porositas dan kapasitas lapang Subak Jaka. Kualitas sifat fisik tanah Subak Jaka memiliki tanah bertekstur liat dengan kandungan rata- rata pasir 21,06 %, debu 31,74% dan liat 45,43%, berat volume 0,88 g/cm3, berat jenis partikel 2,17 g/cm3, porositas 59,95 %, kapasitas lapang 39,46%. Distribusi spasial kualitas sifat fisik tanah di Subak Jaka didominasi oleh fraksi liat dengan nilai kelas 40,00-55,00 %, fraksi debu 17,50 – 35,00 % fraksi pasir 15,00 – 30,00 %, berat volume tanah 0,80-0,90 g/cm3, berat partikel 2,00-2,30 g/cm3, porositas 60,00 – 65,00 % dan kapasitas lapang 40,00-45,00 %. Abstract Ratio soil quality is the capacity of the soil which functions to maintain plant productivity, maintain and maintain water availability and support human activities. Farmers in maintaining or managing their land do not pay attention to the existing spatial diversity, this can result in wastage of fertilizers, reduced profits, and negative impacts on the environment. This problem can be overcome with an approach through precision agriculture. can facilitate the utilization and processing of land in accordance with the existing level of soil quality. The methods used are survey methods and laboratory tests to analyze the physical properties of the soil. Sampling was carried out using the griding and SyS methods as many as 29 samples were then mapped using Inverse Distenance Weighted (IDW) interpolation with the research location of Subak Jaka, Tabanan. This study aims to determine the quality and distribution of soil physical properties, namely texture, BV, BJ, porosity and field capacity of Subak Jaka. The quality of the physical properties of Subak Jaka soil has a clay textured soil with an average content of sand 21,06%, silt 31,74% and clay 45,43%, unit weight 0,88 g/cm3, particle density 2,17 g/cm3, porosity 59,95%, field capacity 39,46% . Spatial distribution of the quality of soil physical properties in Subak Jaka is dominated by the clay fraction with class values ??of 40,00-55,00 %, the silt fraction is 17,50 – 35,00 %, the sand fraction is 15,00 – 30,00 %, the soil unit weight is 0,80-0,90 g/cm3, the particle weight is 2,00-2,30 g /cm3, porosity 60,00– 65,00 % and field capacity 40,00-45,00 %.
Estimasi Evapotranspirasi Potensial Menggunakan Algoritma Random Forest Apriliani, Luh Made Putri; Sulastri, Ni Nyoman; Widia, I Wayan; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Besaran nilai Evapotranspirasi Potensial (ETp) sangat diperlukan untuk perencanaan distribusi air dan pola tanam. Umumnya, perhitungan ETp diperoleh dari perhitungan model empiris, seperti model Penman Monteith (PM) yang direkomendasikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Namun, penerapan model ini memerlukan variabel cuaca yang banyak dan ketersediaan data cuaca yang tidak memadai. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model estimasi ETp dengan algoritma Random Forest (RF). Variabel cuaca yang digunakan pada penelitian ini yang dijadikan input dalam pemodelan ETp yaitu radiasi matahari (Rs); suhu udara (T); kelembaban udara (RH); dan kombinasi Rs dan T. Data variabel cuaca diperoleh dari automatic weather station (AWS) di Daerah Irigasi (DI) Tungkub, Mengwi, Bali. Pada kalibrasi model terdapat tiga metrik evaluasi untuk mengevaluasi kinerja model yaitu R2, MSE, dan RMSE. Sementara pada validasi model menggunakan tiga teknik yaitu prediction error plot, residuals plot, dan k-fold CV. Hasil penelitian menunjukkan nilai estimasi ETp rata-rata dengan skenario masukan Rs menggunakan algoritma RF di DI Tungkub 0,14 mm/jam (R2 = 1,00, MSE = 0,00, RMSE = 0,01). Sementara itu, nilai rata-rata ETp PM yaitu 0,15 mm/jam. Skenario masukan Rs menggunakan algoritma RF menunjukan nilai estimasi yang mendekati nilai ETp PM. Abstract The estimation of Potential Evapotranspiration (ETp) is crucial for water distribution planning and cropping patterns. Generally, ETp calculation is obtained from empirical models such as the Penman-Monteith (PM) model recommended by the Food and Agriculture Organization (FAO). However, implementing this model requires numerous weather variables and adequate weather data availability. This research aims to develop an ETp estimation model using the Random Forest (RF) algorithm The weather variables used in this research as inputs for ETp modeling are solar radiation (Rs); air temperature (T); air humidity (RH); and a combination of Rs and T. Weather variable data were obtained from an automatic weather station (AWS) in the Tungkub Irrigation Area, Mengwi, Bali. In model calibration, three evaluation metrics were used to assess model performance, R2, MSE, and RMSE. Meanwhile, for model validation, three techniques were employed, prediction error plot, residuals plot, and k-fold cross-validation. The research results indicate that the average ETp estimation value with the scenario of input Rs using the RF algorithm in the Tungkub Irrigation Area is 0,14 mm/hour (R2 = 1,00, MSE = 0,00, RMSE = 0,01). Meanwhile, the average ETp PM value is 0,15 mm/hour. The scenario of input Rs using the RF algorithm shows estimation values close to the PM ETp value.
Pengaruh Waktu Kontak dan Jenis Arang Aktif terhadap Karakteristik Buah Alpukat Mentega Selama Penyimpanan Ornella, Angel Citra; Yulianti, Ni Luh; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p18

Abstract

Arang aktif merupakan suatu padatan yang mengandung karbon berpori mikro yang dapat digunakan sebagai adsorben dan efektif menyerap senyawa KMnO4. Proses adsorpsi tersebut dipengaruhi oleh waktu kontak antara arang aktif dengan KMnO4 yang bertindak sebagai oksidator kuat untuk memecah ikatan rangkap etilen yang dihasilkan secara alami oleh buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta kombinasi terbaik dari interaksi jenis arang aktif dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) terhadap karakteristik buah alpukat mentega selama 10 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama adalah waktu kontak yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 menit, 20 menit, dan 30 menit. Faktor kedua adalah jenis arang aktif yang terdiri dari 2 taraf yaitu arang aktif tempurung kelapa dan bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang aktif dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) menghasilkan adsorben yang berpengaruh nyata terhadap umur simpan dan karakteristik buah alpukat mentega hal ini dibuktikan dengan interaksi perlakuan berpengaruh signifikan terhadap parameter yang diuji yaitu susut bobot, tekstur, total padatan terlarut, nilai pH, dan umur simpan buah. Interaksi terbaik diperoleh pada perlakuan arang aktif tempurung kelapa dan waktu kontak dengan kalium permanganat (KMnO4) selama 20 menit (P2A1) yang menghasilkan nilai susut bobot terendah sebesar 1,39%, nilai tekstur tertinggi sebesar 88,2223 N, total padatan terlarut terendah sebesar 6,7967°Brix, nilai pH tertinggi sebesar 6,97 dan menghasilkan buah alpukat mentega dengan karakteristik buah alpukat terbaik selama penyimpanan. Abstract Activated charcoal is a solid containing micro-porous carbon which can be used as an adsorbent and effectively adsorbs KMnO4 compounds. The adsorption process is affected by the contact time between the activated charcoal and KMnO4 which acts as a strong oxidizing agent to break down the ethylene which is produced naturally by the fruit. This study aims to determine the effect and the best combination of interactions between activated charcoal types and contact time with potassium permanganate (KMnO4) on the characteristics of avocado butter during 10 days of storage. This study used a two-factor randomized block design (RBD). The first factor is the contact time which consists of 3 levels, namely 10 minutes, 20 minutes and 30 minutes. The second factor is the type of activated charcoal which consists of 2 levels, namely activated charcoal coconut shell and bamboo. The results showed that the administration of activated charcoal and contact time with potassium permanganate (KMnO4) produced an adsorbent which had a significant effect on the shelf life and characteristics of avocado butter. This was evidenced by drug interactions which had a significant effect on the tested parameters, namely weight loss, texture, total solids dissolved, pH value, and fruit shelf life. The best interaction was obtained from coconut shell activated charcoal treatment and contact time with potassium permanganate (KMnO4) for 20 minutes (P2A1) which resulted in the lowest weight loss value of 1,39%, the highest texture value of 88,2223 N, the lowest total dissolved solids of 6,7967°Brix, the highest pH value was 6,97 and produced butter avocado with the best characteristics of avocado during storage.
Penentuan Nilai Optimum Konsentrasi KMnO4 dan Minyak Jarak pada Kemasan Aktif Bioplastik Yulianti, Ni Luh; Ana, Ni Kadek Tia Putri; Wirawan, I Putu Surya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p05

Abstract

Abstrak Kemasan aktif merupakan konsep kemasan inovatif untuk menjaga mutu dan meningkatkan umur simpan produk di mana senyawa aktif yang ditambahkan dalam kemasan dapat berinteraksi dengan produk makanan dan lingkungannya, sehingga penelitian tentang kemasan aktif layak untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kombinasi konsentrasi KMnO4 dan konsentrasi minyak jarak yang paling optimum untuk menghasilkan karakteristik kemasan aktif bioplastik yang sesuai dengan Standar SNI dan Standar Internasional, serta mengetahui model matematika respon kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Data diolah menggunakan software Design Expert ® 12. Hasil pengujian dan analisis memperoleh model kuadratik pada respon yang diamati. Konsentrasi KMnO4 1,75 % dan konsentrasi minyak jarak 1 % adalah kombinasi optimum terpilih. Hasil uji verifikasi menunjukkan nilai aktual kuat tarik 18,56 MPa, perpanjangan 0,02 % elastisitas 659.15 MPa. Respon kombinasi konsentrasi KMnO4 dan konsentrasi minyak jarak optimum memiliki nilai desirability sebesar 0,751% menandakan sebesar 75,1% kriteria respon yang diharapkan dapat terpenuhi. Abstract Active packaging is an innovative packaging concept to maintain quality and increase product shelf life where active compounds added to the packaging can interact with food products and the environment, so research on active packaging is worth developing. This study aims to produce the most optimum combination of KMnO4 concentration and castor oil concentration to produce bioplastic active packaging characteristics that are in accordance with SNI Standards and International standards, and to determine the mathematical model of tensile strength response, elongation, elasticity, using Response Surface Methodology (RSM). Data was processed using Design Expert ® 12 software. The results of testing and analysis obtained a quadratic model on the observed responses. KMnO4 concentration of 1.75% and castor oil concentration of 1% was the optimum combination selected. The verification test results showed the actual value of tensile strength 18.56 MPa, elongation 0.02 % modulus young 659.15 MPa. The response of the combination of KMnO4 concentration and optimum castor oil concentration has a desirability value of 0.751% indicating that 75.1% of the expected response criteria can be met.
Prediksi Erosi Menggunakan Metode RUSLE pada Lahan Pertanian di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan Sianipar, Kevin Osda; Sumiyati, Sumiyati; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p09

Abstract

Pertanian merupakan mata pencaharian utama masyarakat di Desa Candikuning. Kondisi iklim hujan yang mendukung serta intensitas cahaya matahari yang cukup menjadi alasan utama pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Namun banyak permasalahan yang terjadi di lahan pertanian yang ada di Desa Candikuning, salah satunya adalah erosi. Kondisi lahan yang terus tergerus akibat tingginya intensitas hujan dan kondisi topografi lahan menjadi penyebab utama terjadinya erosi di lahan pertanian. Oleh sebab itu, penelitian terkait erosi dapat dilakukan dengan menggunakan metode RUSLE. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erosi dan tindakan konservasi yang sesuai dengan kondisi lahan. Hasil analisis pada lahan di Desa Candikuning yakni menghasilkan nilai erosi aktual dalam range nilai terkecil sebesar 0,106074 ton/ha/tahun sampai nilai terbesar yakni 313,5865 ton/ha/tahun, dan terdapat 12 lokasi lahan yang harus dilakukan tindakan konservasi berupa penggantian jenis vegetasi dan perbaikan pengelolaan lahan. Hasil analisis kemudian dipetakan kedalam peta sebaran erosi dan peta konservasi menggunakan software QGIS. ABTRACT Agriculture is the main livelihood for Candikuning’s people. Good rainfall climate conditions and sufficient sunlight intensity are the main reasons why agriculture steps as one of the pillars for society's economy. However, there are many problems that occur on agricultural land in Candikuning Village, which one was erosion. The condition of the land which continues to erode due to the high intensity of rain and the condition of the land topography are the main cause of erosion on agricultural land. Therefore, research related to erosion can be carried out using the RUSLE method. This research aims to determine the erosion value and conservation measures that are appropriate to land conditions. The results of the analysis in Candikuning Village, namely producing actual erosion values in the range of the smallest value of 0.106074 tons/ha/year to the largest value of 313.5865 tons/ha/year, and there are 12 land location where conservation measures must be carried out in the form of replacing vegetation types and improving land management that has been done. The analysis result can be mapped on the erosion spread map and conservation map using QGIS software.