cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Pemanfaatan Limbah Pelepah Siwalan (Borassus flabellifer) menjadi Briket Bahan Bakar Tungku Arta, I Wayan Roli; Wirawan, I Putu Surya; Yulianti, Ni Luh
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 13 No 1 (2025): IN PRESS
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelepah siwalan adalah bahan berselulosa yang sesuai digunakan sebagai materi dasar untuk pembuatan briket. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan karakteristik briket dari arang pelepah siwalan dengan ukuran mesh dan persentase perekat yang berbeda serta memperoleh parameter perlakuan yang menghasilkan briket pelepah siwalan berkualitas paling baik. Dalam penelitian ini, digunakan desain eksperimen Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah variasi ukuran mesh yang terdiri dari 3 variasi mesh (S1: 60 mesh, S2: 80 mesh) dan faktor kedua adalah persentase perekat yang terdiri dari 5 variasi (M1: 30%, M2:35%, M3: 40%, M4: 45%, M5: 50%). Dengan kombinasi rancangan eksperimen ini yang diulang dua kali, diperoleh sebanyak 20 sampel pengulangan. Parameter yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah jumlah kadar air, jumlah kadar abu, kuat tekan, kerapatan dan laju pembakaran. Hasil dari penelitian ini adalah ada interaksi yang signifikan antara ukuran partikel arang dan persentase perekat terhadap parameter-parameter seperti kadar air, kadar abu, kuat tekan, kerapatan, dan laju pembakaran. Perlakuan terbaik diperoleh pada penggunaan ukuran 80 mesh dan persentase perekat 50%, kadar air dengan nilai 6,66%, kadar abu dengan nilai 4,35%, kuat tekan sebesar 64,16 N, kerapatan massa dengan nilai 0,43 g/cm³ dan laju pembakaran dengan nilai 0,107gr/menit. Abstract Palm tree fronds are a cellulose material that is suitable for use as a basic material for making briquettes. The aim of this research is to obtain the characteristics of briquettes from siwalan frond charcoal with different mesh sizes and adhesive percentages and to obtain treatment parameters that produce the best quality siwalan frond briquettes. In this research, a Randomized Group Design (RAK) experimental design was used with two factors. The first factor is the variation in mesh size which consists of 3 mesh variations (S1: 60 mesh, S2: 80 mesh) and the second factor is the adhesive percentage which consists of 5 variations (M1: 30%, M2: 35%, M3: 40%, M4: 45%, M5: 50%. By combining this experimental design which was repeated twice, 20 repetition samples were obtained. The parameters that are focused on in this research are the amount of water content, the amount of ash content, compressive strength, density and combustion rate. The results of this research are that there is a significant interaction between charcoal particle size and adhesive percentage on parameters such as water content, ash content, compressive strength, density and burning rate. The best treatment was obtained using 80 mesh size and an adhesive percentage of 50%, water content with a value of 6.66%, ash content with a value of 4.35%, compressive strength of 64.16 N, mass density with a value of 0.43 g/cm³ and combustion rate with a value of 0.107gr/minute.
Analisis Efisiensi Flash Dryer Mesin Tipe Rak Pada Proses Pengeringan Daun Ungu (Graptophylum pictum Griff) Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih; Putu Tessa Fadhila; Ade Galuh Rakhmadevi; Siti Djamila
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p25

Abstract

Abstrak Daun ungu (Graptophyllum pictum L griff) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat. Masyarakat pada umumnya menggunakan tanaman daun ungu sebegai tanaman herbal. Bagian dari tanaman daun ungu yang sering digunakan adalah daunnya. Berbagai macam olahan produk daun ungu sudah dikembangkan, salah satunya sebagai minuman herbal daun ungu yang dapat diseduh seperti teh. Dalam pembuatan produk tersebut diperlukan proses pengeringan duan ungu, yaitu proses penurunan kadar air bahan basah hingga pada nilai kadar air tertentu. Penggunaan mesin pengering mampu mempercepat proses pengeringan, tidak tergantung pada cuaca, terjaminnya mutu, produk lebih higienis, hasil proses pengeringan lebih seragam, dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Pada penelitian kali ini digunakan flash dryer tipe rak dengan berbahan bakar gas LPG dan menambahkan kipas untuk memperoleh efek konveksi paksa, dimana udara panas dialirkan oleh kipas secara merata di dalam ruang pengering. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh sebaran suhu pada ruang pengering, menghitung efisiensi mesin pengering, dan mengetahui nilai kadar air akhir bahan dari proses pengeringan. Kesimpulan penelitian ini menunjukka bahwa mesin pengering flash dryer sangat efisien dalam proses pengeringan daun ungu nilai kadar air terendah terdapat pada rak 2 (bagian tengah) rata-rata sebesar 7.47% dengan besar energi yang digunakan sebesar 38,246.55 kJ. Serta efisiensi mesin pengering mencapai 90.62%. Persebaran suhu yang terjadi dalam ruang pengering selama 4 jam proses penngeringan cukup merata dan memiliki rata-rata suhu 50oC. Abstract Purple leaves (Graptophyllum pictum L griff) is a plant that has many benefits. People generally use purple leaves plants as herbal plants. The part of this plant that is often used is the leaves. Various kinds of processed purple leaf products have been developed, one of which is a purple leaf herbal drink that can be brewed like tea. In the manufacture of these products, a purple leaves drying process is required, namely the process of reducing the moisture content of the wet material to a certain moisture content value. The use of a dryer is able to speed up the drying process, not dependent to the weather, quality guarantee, more hygienic product, homogenic result, and it does not require a large area. In this study, a rack-type flash dryer was used with LPG fuel and added a fan to obtain a forced convection effect, in which hot air is circulated evenly by the fan in the drying chamber. The purpose of this study is to determine the effect of temperature distribution in the drying chamber, calculate the efficiency of the drying machine, and determine the final moisture content of the material from the drying process. The conclusion of this study shows that the flash dryer is very efficient in the process of drying purple leaves, the lowest water content is found on shelf 2 (middle part) with an average of 7.47% with a large amount of energy used of 38,246.55 kJ. And the efficiency of the dryer reaches 90.62%. The temperature distribution that occurs in the drying chamber for 4 hours of the drying process is quite even and has an average temperature of 50oC.
Analisis Efisiensi Penggunaan Air Irigasi di Daerah Irigasi Tungkub Darmayasa, Made; Tika, I Wayan; Sucipta, I Nyoman; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p01

Abstract

Abstrak Efisiensi merupakan salah satu metode untuk menentukan manajemen air pada lahan pertanian dengan memperhatikan kebutuhan dan ketersediaan air irigasi. Penggunaan air irigasi di Daerah Irigasi Tungkub diduga belum optimal dikarenakan pengelolaan air irigasi yang belum cukup baik. Kondisi daerah irigasi tersebut terjadi pemborosan air irigasi dan pada musim kemarau terjadi kekurangan air khususnya di wilayah hilir. Tujuan penelitian ini mengetahui efisiensi penggunaan air irigasi saat proses penyiapan lahan dan fase tanaman padi. Untuk menunjang penelitian, Daerah Irigasi Tungkub dibagi menjadi tiga kawasan, yaitu kawasan A lokasinya sebagian besar di hulu, kawasan B sebagian besar di tengah dan kawasan C sebagian besar di hilir. Penelitian dilakukan melalui metode analisis kuantitatif dengan mengumpulkan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari Power Nasa, Stasiun Klimatologi Bali, BMKG wilayah III Denpasar, pekaseh dan petugas terkait. Data primer berupa ketersediaan air irigasi berdasarkan debit air di saluran dan pengamatan proses budidaya tanaman padi. Hasil perhitungan efisiensi penggunaan air irigasi pada kawasan A saat penyiapan lahan 59,26%, fase vegetatif 34,30% dan fase generatif 20,24%. Kawasan B saat penyiapan lahan 49,97%, fase vegetatif 35,92% dan fase generatif 73,58%. Kawasan C saat penyiapan lahan 86,32%, fase vegetatif 55,10% dan fase generatif 35,65%. Efisiensi penggunaan air di kawasan A, B saat penyiapan lahan, semua kawasan saat fase vegetatif dan kawasan A serta C saat fase generatif termasuk dalam kategori “agak kurang”. Sedangkan saat penyiapan lahan di kawasan C dan fase generatif di kawasan B termasuk dalam kategori “baik”. Abstract Efficiency is one of the methods for determining water management in agricultural land by considering the need and availability of irrigation water. The water irrigation used in the Tungkub irrigation area is not supposed to be optimum because of insufficient water management. Conditions of the irrigation area are waste of water and in the dry season, there is a water shortage especially downstream. The purpose of the study is to determine the efficiency of irrigation water use in the land preparation and planting phase. To support research, the Tungkub Irrigation Area is divided into three areas: A mostly upstream; B mostly in the middle; and Area C mostly downstream. The study used quantitative analysis methods by collecting secondary and primary data. Secondary data was obtained from Power Nasa, Bali Climatology Station, BMKG Region III Denpasar, pekaseh, and related officers. Primary data is the availability of irrigation water based on water in the channel and observation of the paddy cultivation process. Results of irrigation water use efficiency in area A when land preparation is 59,26%, vegetative phase 34,30%, and generative phase 20,24%. Area B when land preparation 49,97%, vegetative phase 35,92%, and generative phase 73,58%. Area C when land preparation 86,32%, vegetative phase 55,10%, and generative phase 35,65%. Water efficiency in areas A, and B while soil preparation, all areas while vegetative phase, and areas A and C while generative phases are in the category “slightly less”. Land preparation in Area C and the generative phase in Area B are in the "good" category.
Analisis Spatio-Temporal Alih Fungsi Lahan Sawah Kabupaten Tabanan Adyaguhyatriko, Ida Bagus Ketut; Wijaya, I Made Anom Sutrisna; Sumiyati, Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p14

Abstract

Fenomena alih fungsi lahan sawah ke non sawah hampir terjadi di semua wilayah. Penduduk, pemerintah dan perusahaan swasta adalah pelaku perubahan fungsi lahan sawah ke non sawah saat ini. Kabupaten Tabanan adalah salah satu kabupaten di Provinsi Bali sekitar 28 persen dari luas lahan yang ada di Kabupaten Tabanan merupakan lahan persawahan, sehingga Kabupaten Tabanan dikenal dengan sebutan lumbung beras di Provinsi Bali. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebaran alih fungsi lahan sawah, besaran luas perubahan alih fungsi lahan sawah dan juga tern perubahan alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Tabanan tahun 2018-2022. Dalam pembuatan peta perubahan tutupan lahan sawah menggunakan pengolahan citra sentinel dari tahun 2018 hingga tahun 2022. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan penelitian, yaitu persiapan, pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Perubahan tutupan lahan sawah Kabupaten Tabanan tahun 2018 – 2022 memiliki perubahan tutupan lahan sawah menjadi bangunan sebanyak 1209,794 ha, tutupan lahan sawah menjadi kebun sebanyak 1380,275 ha, tutupan lahan sawah menjadi ladang sebanyak 2630,746 ha dan tutupan lahan sawah yang tetap menjadi sawah sebanyak 1687,179 ha. Perubahan tutupan lahan yang awalnya kebun menjadi sawah sebanyak 2199,893 ha dan tutupan lahan ladang menjadi sawah sebanyak 982,892 ha. ABSTRACT Tabanan Regency is known as a rice barn in the Province of Bali with a rice field area of ??28% of the total area of ??Tabanan Regency. According to data from the Badan Pusat Statistik (BPS) grain production in 2018-2022 in Tabanan Regency has decreased by 19,181 tons. One of the reasons for the decline in production is thought to be due to the conversion of paddy fields. The purpose of this study was to determine the distribution of conversion of paddy fields, the area of ??conversion of paddy fields and determine the trend of change in the function of paddy fields. The stages of the research included collecting sentinel-2A image data, cloud masking, spatial analysis, and temporal analysis of land conversion from 2018 to 2022. From the results of the spatial analysis, it was found that land use is lakes, buildings, gardens, rice fields and fields. The results of the temporal analysis of land use show that the change in the use of paddy fields into buildings is 1,209.794 ha, the use of paddy fields into gardens is 1,380.275 ha, the use of paddy fields into fields is 2,630.746 ha and the use of paddy fields that remains paddy fields are 1,687.179 ha in area. Changes in land use from gardens to paddy fields are 2,199.893 ha and from field land use to paddy fields are 982.892 ha. It can be concluded that the biggest change trend in the use of paddy fields in Tabanan Regency in 2018-2022 is the conversion of paddy fields to fields and then to farms and buildings.
Aplikasi Medan Elektromagnetik Solenoida terhadap Pertumbuhan Selada dalam Sistem Hidroponik Rakit Apung Maulana, Arya; Budisanjaya, I Putu Gede; Madrini, Ida Ayu Gede Bintang
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p21

Abstract

Selada merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Salah satu cara membudidayakan selada adalah menggunakan hidroponik dengan sistem rakit apung dan pemanfaatan teknologi lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih baik adalah menggunakan paparan medan elektromagnetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil terbaik dari variasi paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan selada berupa jumlah daun, panjang akar, berat segar, dan berat kering. Penelitian ini menggunakan perangkat solenoida sebagai sumber medan elektromagnetik. Perlakuan pada penelitian ini disajikan sebanyak tiga, yaitu T0 (merupakan variabel tanpa perlakuan medan elektromagnetik), T1 mempunyai medan elektromagnetik 0,00027 Tesla, dan (T2) mempunyai medan elektromagnetik 0,00047 Tesla. Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA dan Uji BNT 5%. Perlakuan dengan menggunakan paparan medan elektromagnetik pada pertumbuhan salada dapat berpengaruh nyata pada variabel pengamatan. Hasil yang signifikan didapatkan oleh variabel (T2) yang mendapatkan hasil rata-rata jumlah daun sebanyak 11,7 helai, rata-rata panjang akar sepanjang 35,8 cm, jumlah total berat segar seberat 114,53 gram, dan jumlah total berat kering seberat 12,56 gram. ABSTRACT Lettuce is vegetable that is widely consumed in Indonesia. One way to cultivate lettuce is using hydroponics with floating raft system and further technology utilisation to get better results is using electromagnetic field. The purpose of this study is to get best results from variations in electromagnetic field on lettuce growth in the form of number of leaves, root length, fresh weight, and dry weight. This research uses solenoid as a source of electromagnetic field. The treatments in this study are presented as three, namely (T0) without electromagnetic field, (T1) has an electromagnetic field 0.00027 Tesla, and (T2) has an electromagnetic field 0.00047 Tesla. The research design used in this study was completely randomised design with 3 treatments and 5 replications. The data obtained were analysed using ANOVA and LSD 5% test. Treatment using electromagnetic field on lettuce growth can significantly affect the observation variables. Significant results were obtained by the (T2) which obtained average number of leaves of 11.7 strands, average root length of 35.8 cm, total fresh weight of 114.53 grams, and the total dry weight of 12.56 grams.
Karakteristik Indeks Luas Daun Microgreen Lobak Menggunakan Pengolahan Citra Empang, Fransiska Cahyani; Sulastri, Ni Nyoman; Budisanjaya, I Putu Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p07

Abstract

ABSTRAK Indeks Luas Daun (ILD) merupakan parameter yang banyak digunakan dalam penentuan biomassa tanaman termasuk terhadap microgreen. Microgreen lobak merupakan salah satu jenis microgreen yang mengandung vitamin dan polifenol. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai ILD microgreen lobak dengan pengolahan citra serta menentukan karakteristik ILD microgreen lobak pada kombinasi perlakuan penyinaran indoor dan kerapatan benih. Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor digunakan untuk mengetahui pengaruh penyinaran indoor dan kerapatan benih terhadap karakteristik ILD. Penyinaran yang digunakan cahaya alami, UV LED, dan LED Pink. Kerapatan benih yang digunakan 10 g/tray, 12 g/tray, dan 14 g/tray. Penyinaran dilakukan pada hari ke-2 dan pengambilan citra pada hari ke-10 setelah semai. Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui korelasi antara nilai ILD dengan biomassa. Karakteristik ILD ditentukan dengan akusisi citra menggunakan kamera dan pengolahan citra menggunakan bahasa pemrograman Python, library OpenCV, dan script editor Visual Studio Code. Hasil uji Two-Way ANOVA menunjukkan bahwa interaksi perlakuan penyinaran indoor dan kerapatan benih tidak berpengaruh nyata terhadap nilai ILD microgreen lobak (P>0,05). Perlakuan penyinaran indoor berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai ILD microgreen lobak. Nilai ILD tertinggi terdapat pada perlakuan penyinaran LED Pink (0,792-0,985) dengan karakteristik batang tebal, daun lebar yang menutupi hampir seluruh area tray. ILD terendah terdapat pada perlakuan penyinaran UV LED (0,426-0,528) dengan karakteristik batang kecil, panjang, daun kurang lebar. Nilai ILD mempunyai korelasi positif dengan biomassa kering microgreen (R2=0.84). Dapat disimpulkan bahwa penyinaran LED pink memberikan nilai ILD tertinggi. Nilai ILD mempunyai korelasi positif yang sangat kuat dengan biomassa kering microgreen. ABSTRACT Leaf Area Index (LAI) is a widely used parameter in determining plant biomass, including microgreens. Radish microgreens are a type of microgreens that contain vitamins and polyphenols. This study aimed to obtain LAI values of radish microgreens by image processing and to determine characteristics of radish microgreens LAI in combinations of indoor irradiation treatments and seed densities. Randomized Block Design with two factors was employed to determine effect of indoor irradiation and seed density on LAI characteristics. Lighting used natural light, UV LED, and Pink LED. Seeds' density used 10g/tray, 12g/tray, and 14g/tray. Irradiation was carried out on second day, and images were taken on 10th day after sowing. Pearson correlation is used to determine correlation between LAI values and biomass. LAI characteristics were determined by image acquisition using camera and image processing using Python programming language, OpenCV library, and Visual Studio Code editor script. Results of Two-Way ANOVA test showed that interaction of indoor irradiation treatment and seed density had no significant effect in LAI value of radish microgreens (P>0.05). Indoor irradiation treatment had a significant effect (P<0.05) in LAI value of radish microgreens. Highest LAI value in irradiation treatment with Pink LED (0.792-0.985) with thick, wide stems covering almost entire tray area. Lowest LAI in UV LED irradiation treatment (0.426-0.528), characterized by small stems and long, less wide leaves. LAI value positively correlates with microgreen dry biomass (R2=0.84). In summary, pink LED irradiation showed highest LAI value. LAI value strongly correlates positively with microgreen dry biomass.
Analisis Jalur Distribusi Pemasaran dan Margin Pemasaran Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) di Kecamatan Baturiti hingga ke Konsumen Mayos, Stefani Novita; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Sucipta, I Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p19

Abstract

Abstrak Salah satu tanaman buah yang mempunyai nilai ekonomi tinggi adalah produksi stroberi. Penelitian ini bertujuan meneliti saluran distribusi pemasaran stroberi dari petani di Kecamatan Baturiti sampai ke konsumen akhir serta meneliti margin penjualan yang didapatkan pada setiap distribusi. Penelitian ini dilaksanakan antara bulan September dan Oktober 2022. Metode analisa data penelitian ini ialah kuantitatif dan kualitatif, khususnya deskriptif dan matematis. Sementara analisis matematis memberikan perhitungan kuantitatif margin pemasaran, margin keuntungan, dan efektivitas pemasaran, analisis deskriptif memberikan gambaran kualitatif tentang format distribusi pemasaran stroberi. Populasi yang diteliti yakni petani, pengepul, pedagang pasar dan konsumen yang totalnya 40 responden. Terdapat 3 jalur distribusi buah stroberi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dari petani di Kecamatan Baturiti hingga ke konsumen akhir yaitu Jalur I (Petani – Pengepul – Pedagang Pasar Tradisional/Modern – Konsumen), Jalur II (Petani – Pengepul – Hotel/Restoran), Jalur III (Petani – Pengepul – Pabrik Pengolahan Stroberi). Margin pemasaran dan margin keuntungan disetiap jalur distribusi buah stroberi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dari petani di Baturiti hingga ke konsumen akhir yaitu pada jalur I margin pemasaran Rp 10.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 5.875,00/kg, Jalur II margin pemasaran senilai Rp 13.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 8.875,00/kg, Jalur III margin pemasaran senilai Rp 13.000,00/kg dan margin keuntungan senilai Rp 9.250,00/kg. Abstract One of the fruit crops with a high economic value is strawberry production. The purpose of this study is to identify the strawberry marketing distribution channels from Baturiti District farmers to final consumers and to compute the marketing margin attained in each distribution channel. This research was carried out in September-Oktober 2022. This research used a qualitative and quantitative data analysis research method, namely using descriptive and mathematical analysis. Descriptive analysis is used to describe qualitatively the from of marketing distribution of strawberries while mathematical analysis is used to calculate marketing margins, profit margins and marketing efficiency quantitatively. The populations observed were farmers, collectors, market traders and consumers totaling 40 respondents. There are 3 distribution channels for strawberries in Baturiti District, Tabanan Regency, from farmers in Baturiti District to final consumers namely Line I (Farmers – Traders – Traditional/Modern Markets Traders – Consumers), Line II (Farmers – Collectors – Hotels/Restaurans), Line III (Farmers – Collectors – Strawberry Processing Factory) Marketing margins and profit margins on each strawberry distribution channels in Baturiti District, Tabanan Regency from farmers in Baturiti to the final consumers, namely in Line I the marketing margin is IDR 10,000.00/kg and the profit margins is IDR 5,875.00/kg, Line II marketing margin of IDR 13,000.000/kg and profit margin of IDR 8,875.00/kg, Line III marketing margins of IDR 13,000.00/kg and profit margin of IDR 9,250.00/kg.
Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Filler terhadap Karakteristik Bioplastik Berbahan Baku Pati Singkong Sihombing, Alwin; Yulianti, Ni Luh; Gunadnya, Ida Bagus Putu
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i02.p23

Abstract

Abstrak Karakteristik fisik kemasan bioplastik dapat dipengaruhi oleh jenis dan konsentrasi filler yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan film kemasan bioplastik yang sudah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor pertama perlakuan yakni jenis filler (J) dengan 2 taraf yaitu: ZnO dan selulosa. Faktor kedua yakni konsentrasi filler (K) dengan 3 taraf yaitu 0,5; 0,7; 0,9 g. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali, sehingga total terdapat 18 unit percobaan. Data akan dianalisis menggunakan sidik ragam. Jika ternyata perlakuan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap parameter yang sedang diamati, maka langkah selanjutnya adalah melakukan Uji Duncan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa jenis dan konsentrasi filler yang berbeda pada pembuatan kemasan bioplastik memberi pengaruh pada nilai kuat tarik, perpanjangan, elastisitas, penyerapan air tetapi tidak berpengaruhi terhadap laju biodegradasi bioplastik. Perlakuan dengan filler selulosa konsentrasi 0,5 g merupakan perlakuan yang menghasilkan kemasan bioplastik dengan karakteristik terbaik yaitu nilai kuat tarik sebesar 14,31 MPa, perpanjangan sebesar 24,76%, elastisitas sebesar 53,72 MPa, penyerapan air sebesar 0,71% dan lama waktu biodegradasi 7,5 hari. Abstract The physical characteristics of bioplastic packaging can be affected by the type and concentration of filler. This research was conducted to obtain bioplastic packaging films that met the Indonesian National Standard (SNI). The experimental design used was a randomized block design (RBD) with the first factor being the type of filler (J) with 2 levels: ZnO and cellulose. The second factor is the concentration of filler (K) with 3 levels, namely 0.5; 0.7; 0.9g. Each treatment was repeated three times, so there were a total of 18 experimental units. The data will be analyzed using variance. If it turns out that the treatment has a significant effect on the parameters being observed, then the next step is to perform Duncan's test. The results indicated that the different types and concentrations of filler in the manufacture of bioplastic packaging had an effect on the values ??of tensile strength, elongation, elasticity, water absorption but had no effect on the rate of bioplastic biodegradation. Treatment with cellulose filler concentration of 0.5 g was the treatment that produced bioplastic packaging with the best characteristics, namely tensile strength of 14.31 MPa, elongation of 24.76%, elasticity of 53.72 MPa, water absorption of 0.71% and long biodegradation time 7.5 days.
Aplikasi Plasma Dingin pada Produk Segar Gede Arda
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843//JBETA.2023.v11.i02.p19

Abstract

Plasma non-termal adalah gas terionisasi yang terdiri dari molekul netral, atom tereksitasi, dan molekul bermuatan. Beberapa molekul sangat reaktif sehingga bereaksi dengan cepat terhadap bahan organik atau non-organik. Karena sifatnya, plasma baru-baru ini diterapkan untuk mendekontaminasi produk pertanian dari berbagai kontaminan. Dalam produk segar seperti buah dan sayuran, plasma non-termal digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lain yang menempel pada permukaan produk, atau untuk mendegradasi residu pestisida yang melapisi produk. Kontaminan ini mempengaruhi kualitas produk dengan cara tertentu sehingga dapat mengurangi keuntungan yang diperoleh produsen, penangan, dan penjual. Beberapa mekanisme yang menjelaskan bagaimana plasma non-termal mengurangi tingkat kontaminan telah diusulkan oleh para peneliti. Intinya adalah spesies reaktif merusak dinding sel mikroorganisme sehingga tidak dapat hidup atau rusak, dan mereka juga dapat bereaksi terhadap senyawa pestisida dan mendegradasinya menjadi senyawa yang tidak terlalu berbahaya. Namun, spesies reaktif yang sama tidak hanya bereaksi terhadap materi target tetapi juga bereaksi terhadap jaringan produk di sekitar plasma yang diaplikasikan dan mempengaruhi kualitas produk yang diolah. Makalah ini mengulas pengaruh plasma non-termal terhadap kualitas produk segar dari sudut pandang fisik, fisiologis, kimia, dan mikrobiologis. Non-thermal plasma is ionized gas which comprised of neutral molecules, excited atom, and charged molecules. Some of the molecules are so very reactive that react rapidly to almost organic or non-organic matter. Due to its properties, plasma is recently applied to decontaminate agricultural products from various contaminants. In the case of fresh produce such fruit and vegetable, non-thermal plasma is used to kill bacteria and other microorganisms attached to a product’s surface, or to degrade the pesticide residues coating the product. These contaminants affect product quality in a certain way thus, they could reduce the profit gain by producers, handlers, and sellers. Some mechanisms explained how non-thermal plasma reduce the level of contaminant have been proposed by researchers. The point are the reactive species damage the cell wall of microorganisms making them non-viable or damaged, and they could react to pesticide compounds as well and degrade them to less harmful compounds. However, the same reactive species not only react to target-matter but also react to product tissues around the plasma applied and affect the quality of the treated product. This paper reviews the effect of non-thermal plasma on fresh product quality from physical, physiological, chemical, and microbiological viewpoints.
Analisis Kebutuhan Traktor Tangan dalam Pengolahan Tanah Sawah di Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Bangli Darma, I Gede Agus Arya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Tika, I Wayan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p10

Abstract

Budidaya pertanian memerlukan pengelolaan yang optimal terhadap kebutuhan traktor pendek. Jumlah traktor tangan yang dibutuhkan tergantung pada luas lahan pertanian, dan tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan traktor tangan dan merencanakan jumlah traktor tangan yang optimal sebagai rekomendasi. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif melalui metode survei dalam pencarian data primer yaitu. pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan traktor lengan pendek adalah 0,686 m/s. Kapasitas efektif lahan sebesar 0,0366 ha/jam. Kapasitas lahan teoritis adalah 0,066 ha/jam. Traktor pegangan pendek mempunyai efisiensi lapangan sebesar 55,45%. Desa Bangbang membutuhkan 15 unit traktor tangan pendek untuk pengolahan hasil pertanian. Abstract Agricultural cultivation requires optimal management of the need for short tractors. The number of hand tractors needed depends on the area of ??agricultural land, and the purpose of this work is to determine the need for hand tractors and plan the optimal number of hand tractors as a recommendation. This study uses quantitative analysis through survey methods in the search for primary data, namely. field measurement. The results showed that the speed of the short arm tractor was 0.686 m/s. The effective capacity of the land is 0.0366 ha/hour. Theoretical land capacity is 0.066 ha/hour. The short handle tractor has a field efficiency of 55.45%. Bangbang Village needs 15 units of short-handed tractors for processing agricultural products.