cover
Contact Name
Muhammad Sarip
Contact Email
muhammadsarip_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6282186738668
Journal Mail Official
muhammadsarip_uin@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No.KM. 3, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30126
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Muamalah
ISSN : 26151073     EISSN : 28295757     DOI : -
Core Subject : Religion, Economy,
Fokus dan ruang lingkup Jurnal Muamalah adalah hukum ekonomi syariah, fikih, hukum Islam, dan ekonomi syariah
Articles 109 Documents
PENGELOLAAN DANA RETRIBUSI PASAR PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Muamalah Vol 8 No 1 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.363 KB)

Abstract

This thesis is entitled about Islamic Economic Law Review of Market Levy Fund Management (Study at the Technical Implementation Unit of Pasar Bukit Sulap, Lubuklinggau City). Where is the first formulation of the problem in this thesis, how to manage market retribution funds in the technical Implementation Unit of the Lubuklinggau City marketplace Office. Second, how is the review of sharia economic law on the management of market retribution funds in the Technical Implementation Unit of the market for the Magic Hill market in Lubuklinggau City. This research was conducted based on the Local Regulation of the City of Lubuklinggau no. 14/2020 concerning market service charges. The collection of levies is carried out to finance the existence of the market such as development costs, maintenance costs, operational costs, cleaning costs, and other market service costs, it is necessary to determine the fee collection fees that have been determined by the Lubuklinggau City Government. This research method uses a type of field research (Filed Research) and the method used is a qualitative descriptive method the describes all the problems that exist in the form of words or sentences in a firm and clear manner. The data collected in this study were interviews, documentation and literature studies, primary data from this thesis were obtained through interviews. Secondary data obtained by literature study such as books, journals, articles, newspapers. This data in then analyzed by matching the data obtained with the facts or facts that occur in the field. The results of the study concluded that the market management implemented by the Technical Implementation Unit of the Lubuklinggau City Market Office Was in accordance with government regulations and was also based on Islamic economic law or syara’ Islam. Where the results obtained by the researchers in the field are that the government has provided market facilities in the form of market buildings and other market facilities that have been used by traders to sell and transact in market economic activities. The cleanliness levies collected by market managers do not impose a burden on traders while the collection is not painful for traders to pay and there is evidence of payment of market cleanliness levies in the form of a ticket given to traders for each collection. However, there are also traders who are less enthusiastic about paying the levy because sometimes the income is earned in small markets, and the review of sharia economic law on market management at the Pressis Implementation Unit, the Pasar Bukit Sulap Office, Lubuklinggau City, is legal as long as it is not against Islamic law. Keywords: Local Regulations, Management Of Market Retribution Fund, Islamic Economic Law.
PENERAPAN DISTRIBUSI PROGRAM BANTUAN PADA WARGA MISKIN BARU DITINJAU DARI HUKUM EKONOMI SYARIAH
Muamalah Vol 8 No 1 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.799 KB)

Abstract

This study aims to determine how the application of aid distribution to the new poor and Sharia Economic Law Review on the application of the distribution. Food assistance is a program from the government to reduce the burden on the community in dealing with the current COVID-19 pandemic. The government has issued various policies to deal with the COVID-19 pandemic. This research includes field research (field research). This research is seen from its nature, including descriptive qualitative research, while the data collection methods are carried out by means of observation, interviews, and documentation. Interviews were conducted with residents who received assistance and sub-district employees to obtain data for conducting research. And the data analysis used in this research is inductive thinking.
TINJAUAN HUKUM EKONOMI ISLAM TERHADAP PEMANFAATAN GADAI KEBUN KARET
Muamalah Vol 8 No 1 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.407 KB)

Abstract

ABSTRACT The use of rubber as the object of pawning is a common thing in society, the refore it is important to study it in depth if examined through a review of Islamic economic law. That is why this research was conducted with the aim of providing a description of the Islamic economic law review on the use of pawn rubber plantations, especially in Modong Village, Tanah Abang District, Penukal Abab Lematang Ilir Regency (PALI). This research respondents were determined by the researchers with the criteria as the giver and recipient of the pawn. The results obtained from the research conducted stated that the practice of using rubber plantations as the object of pawning in Modong Village had been going well, because there had been an agreement between the giver and the recipient of the pawn as determined when the pawn agreement occurred. Another thing that can be seen is the use of rubber plantations which are the object of the pawn, which is fully owned by the pawnee (murtahin). Judging from Islamic economic law, the use of rubber plantations as an object of pawning in Modong Village is partly in accordace with Islamic law because most of the pawn contracts that have been carried out have stated that the pawnbroker gave permission to use the proceeds from the pawned rubber plantation. Another thing that is inconsistent or contrary to Islamic law is related to the arrangement to use the object of the pawn proportionally, namely in accordance with the costs incurred to maintain the object of the pawn, but what happened in the village of Modong was that all the benefits of the pawned rubber plantation were received by the recipient of the pawn. Keywords: Islamic Economic Law, Pawn, Rubber Plantation
QARD DAN RAHN DALAM PANDANGAN PARA FUQAHA
Muamalah Vol 8 No 1 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.082 KB)

Abstract

Dalam Islam interaksi antar manusia sering kali disebut dengan mu‟amalah dari mulai bentuk jual beli, sewa menyewa, qard, ijarah dan lain hal sebagainya. Artikel ini menjelaskan terkait pendapat para fuqaha tentang qard dan rahn. Kajian ini menggunakan metode penelitian berupa studi kepustakaan (library research) yaitu penelitian dengan menggunakan data kepustakaan baik berupa buku, jurnal, artikel dan yang lainnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif dimana metode untuk menggambarkan, menjelaskan atau mendeskripsikan terkait pandangan para fuqaha tentang qard dan rahn. Hasil dan pembahasan dalam kajian ini ialah, qard merupakan salah satu akad pinjam meminjam dimana tidak adanya syarat penambahan disaat pengembalian pinjaman. Menurut ulama Syafi‟i, Maliki dan Hambali memperbolehkan akad qard atas semua harta yang dapat diperjualbelikan sepeerti, emas, perak, makanan ataupun barang yang berharga seperti barang dagangan dan yang lainnya. Selain membahas qard penulis juga membahas terkait Rahn dimana pembahasanya mempunyai kriteria masing-masing. Dalam melakukan akad Rahn harus memiliki sesuatu yang dapat digadaikan, sehingga mendapatkan pinjaman dari sesuatu yang digadaikan dan barang yang digadaikan menjadi jaminan atas utang apabila tidak dapat melunasinya.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENGUPAHAN MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN PADA PT. TANDAN ABADI MANDIRI KABUPATEN SAROLANGUN JAMBI
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.823 KB) | DOI: 10.19109/muamalah.v8i2.14464

Abstract

ABSTRAK Upah atau gaji adalah hak pemenuhan ekonomi bagi pekerja yang menjadi kewajiban dan tidak boleh diabaikan oleh para pihak yang mempekerjakan. Islam menekankan perlunya keadilan dalam segala hal, salah satunya mengenai pemberian gaji/upah kepada pekerja. Seperti yang terjadi di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi. Dimana upah yang diberikan sesekali mengalami keterlambatan hingga sampai tidak dibayarkan. Pokok kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem pembayaran upah tenaga kerja di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pengupahan di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pembayaran upah di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi, dan untuk mengetahui bagaimana Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pembayaran upah tenaga kerja di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang sumber datanya diambil secara langsung di lapangan dengan cara mengamati secara langsung kejadian yang terjadi di lokasi penelitian (observasi), wawancara langsung dengan responden, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini adalah dengan metode Deskriptif Kualitatif dan disimpulkan secara dedukatif. Kesimpulan dari kajian ini adalah pembayaran upah tenaga kerja di PT. Tandan Abadi Mandiri belum sesuai dengan Pasal 1 ayat 30 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan karena pembayaran upahnya sering terlambat hingga sampai tidak dibayarkan, sehingga berpengaruh terhadap kesejahteraan pekerja. Sedangkan menurut pandangan Hukum Ekonomi Syariah pembayaran upah pekerja di PT. Tandan Abadi Mandiri Kabupaten Sarolangun Jambi telah sesuai dengan hukum Islam, karena dilihat dari bentuk, objek, dan akadnya yang tidak menyalahi aturan dalam hukum Islam, namun pada syarat ijarah adanya kerelaan tanpa keterpaksaan belum terpenuhi. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Pengupahan, Ketenagakerjaan.
PERLINDUNGAN DATA PRIBADI KONSUMEN PENGGUNA JASA CETAK KARTU VAKSIN COVID-19 DI INDONESIA
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.594 KB)

Abstract

ABSTRAK Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Library Research yaitu penelitian yang mengambil dan menganalisis data dari sumber kepustakaan seperti peraturan perundang-undangan, buku teks, atau kitab yang mempunyai relevansi dan hubungan dengan fokus penelitian.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk perlindungan hukum data pribadi konsumen berupa sanksi administratif bagi penyedia jasa yang melanggar ketentuan berdasarkan Pasal 36 Ayat (1) Permenkominfo No.20 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Data Pribadi Dalam Sistem Elektronik dan sanksi pidana sesuai ketentuan Pasal 95A UU No.24 Tahun 2013 Tentang Administrasi Kependudukan. Sedangkan dalam Islam, prinsip privasi dilindungi dalam QS. An-Nur (27) yang melarang untuk melakukan perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi orang lain khususnya dalam hal data pribadi. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Data Pribadi, Konsumen, Kartu Vaksin Covid-19
PUTUSAN PENGADILAN TINGGI PALEMBANG NOMOR 103/PDT/2017 PT PLG DALAM KASUS KEPEMILIKAN SERTIFIKAT GANDA
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.652 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan Utama Pendaftaran tanah untuk memberikan jaminan kepastian hukum bagi pemegang hak dengan diberikan suatu tanda bukti kepemilikan hukum bagi pemegang hak dengan diberikan suatu tanda bukti kepemilikan hak berupa sertifikat. Penerbitan sertifikat seringkali membawa akibat hukum bagi pihak yang dituju maupun pihak-pihak yang merasa kepentingan dirugikan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam perkara sertifikat ganda dalam kasus Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 103/PDT/2017/PT PLG serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mengakibatkan terbitnya sertifikat ganda oleh kantor Pertanahan Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yaitu dengan mengkaji Peraturan Perundang-undangan, teori-teori hukum dan yurispendensi yang berhubungan dengan masalah yang dibahas, dan penelitian ini dilakukan dengan cara mengkaji isi putusan pengadilan negeri nomor 9/Pdt.G/2017/PN.Plg, Pengadilan tinggi nomor 103/PDT/2017/PT PLG. Pertimbangan Hukum Hakim dalam putusannya sudah sesuai dengan peraturan yaitu UUPA dan PP 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, ketentuan UU No. 5 Tahun 1986 dan ketentuan Pasal 16 UU no 4 Tahun 2004. Hasil pemeriksaan pengadilan diketahui faktor penyebabnya terjadinya sertifikat ganda yaitu Kepada Kantor Pertanahan kota Palembang dalam menerbitkan sertifikat terbukti tidak teliti karena letak objek sama, adanya pemberian hak baru oleh Kantor Pertanahan Kota Palembang dengan menerbitkan Sertifikat Hak Milik Baru. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pertimbangan hakim telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Berdasarkan Putusan Pengadilan tersebut, maka pihak yang dikabulkan permohonan pembatalan atas sertifikat objek sengketa, dapat mengajukan permohonan pembatalan dikantor pertanahan kota Palembang. Kata Kunci ; Penyelesaian Sengketa, Sertifikat Ganda, Putusan Pengadilan
TINJAUAN MAQÂSID ASY - SYARÎ’AH TERHADAP PENCATATAN PEMBUKUAN KEUANGAN UMKM BERBASIS APLIKASI DIGITAL BUKU WARUNG
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.689 KB) | DOI: 10.19109/muamalah.v8i2.14468

Abstract

ABSTRAK Skripsi yang berjudul “Tinjauan Maqâsid Asy-Syarî‟ah terhadap Pencatatan Pembukuan Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) Berbasis Aplikasi Digital Buku Warung (Studi Kasus Di Desa Lubuk Empelas Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim)” Melihat segi Maqâsid Asy-Syarî‟ah dari kesulitan masyarakat UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) dalam melakukan pencatatan keuangan usaha secara manual dinilai tidak efektif dalam mengelola keuangan usaha. Rumusan masalah dalam studi ini adalah: 1)Bagaimana Pencatatan Pembukuan Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) Berbasis Aplikasi Digital Buku Warung;2) Bagaimana Tinjauan Maqâsid Asy-Syarî‟ah terhadap Pencatatan Pembukuan Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menegah) Berbasis Aplikasi Digital Buku Warung (Studi Kasus Di Desa Lubuk Empelas Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim). Jenis Penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan field research atau penelitian lapangan. Dengan teknik pengumpulan data yang berkaitan dengan sumber data primer dan sekunder berupa wanwancara serta analisis data yang di dapat melalui buku-buku maupun literatur lain. Adapun hasil dari penelitian ini adalah, a) Dalam penerapan Pengaplikasian di aplikasi Buku Warung pertama yaitu hal pertama yaitu membuka akun Buku Warung, lalu mempelajari untuk Mencatat Transaksi serta Mencatat Utang di Buku Warung. b) Tinjauan Maqâsid Asy- Syarî‟ah merujuk kepada kemaslahatan dalam golongan kebutuhan sekunder (al-hajiyyah) dan kemaslahatan yaitu Menjaga Akal (Hifdz al-„Aql) dan Menjaga harta (Hifdz al-Māl). Kata Kunci: Maqâsid Asy-Syarî’ah, UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah), Pencatatan Keuangan, Aplikasi Buku Warung.
AKAD IJÄ€RAH DALAM TABUNGAN HAJI PADA PERBANKAN SYARIAH MENURUT PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.666 KB) | DOI: 10.19109/muamalah.v8i2.14473

Abstract

ABSTRAK Tingginya minat muslim Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji, sehingga perbankan syariah sebagai fasilisator dalam pengumlupan dana nasabah yang ingin berangkat haji memberikan inovasi dalam produk jasa pengurusan Ibadah Haji yang disambut antusias oleh nasabah Muslim, DSN mengatur kegiatan perekonomian yang berprinsip Syariah seperti dalam Fatwa DSN No. 29/DSN-MUI/VI/2002 Tentang Pembiayaan Pengurusan Haji Lembaga Keuangan Syariah. Dalam Fatwa tersebut LKS dilarang melakukan dana talangan kepada nasabah, karena dapat menimbulkan hutang-piutang, seharusnya syarat haji ialah bagi yang mampu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaaan (library research). Penulisan bersifat deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Temuan penelitian bahwa akad ijārah boleh diterapkan dalam produk tabungan haji tetapi besaran ujrah atau upah harus dijelaskan ketika awal perjanjian, agar terhindarnya dari unsur gharar (tipu-menipu). Dan perbankan syariah dilarang menerapkan sistem dana talangan Haji, dan harus berpedoman pada hukum islam serta Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Kata kunci: Akad Ijārah, ujrah, Tabungan Haji
PEMBERIAN KOMISI DALAM PENYITAAN SEPEDA MOTOR LEASING SEPIHAK YANG MEMAKAI JASA DEBT COLECTOR
Muamalah Vol 8 No 2 (2022): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil penelitian yang didapat dalam penelitian ini sistem Pemberian komisi bagi Debt Collector dalam penyitaan sepeda motor leasing sepihak pada PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Palembang. yaitu apabila nasabah membayar uang tunggakan kredit sepeda motor, maka debt collector akan diberi komisi sebesar 10% dari uang yang dibayar oleh nasabah, dan apabila debt collector menarik kembali kendaraan sepeda motor nasabah yang sudah jatuh tempo maka debt collector akan diberi komisi sesuai jenis, keadaaan serta tahun dikeluarkannya sepeda motor tersebut pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap pemberian komisi kepada debt collector dalam penyitaan sepeda motor leasing sepihak PT. Adira Dinamika Multi Finance, Tbk Palembang. Didalam Al- Qur‟an tidak dijelaskan tentang seberapa kita harus membayar komisi, akan tetapi harus diliat dari kondisi perekonomian sekarang sebaiknya komisi yang diberikan kepada Debt collector tersebut harus 50% dikarenakan resiko dari pekerjaan tersebut sangat lah berat. Jenis penelitian ini merupakan Field research dengan studi yang dilakukan di lokasi penelitian. Kata kunci: Pemberian komisi kepada Debt Collector, Dalam Hukum Ekonomi Syariah.

Page 8 of 11 | Total Record : 109