cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Articles 473 Documents
MODEL PENGEMBANGAN SEKOLAH MUHAMMADIYAH BERKUALITAS MELALUI TRANSFORMASI KURIKULUM AIK (AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN) Abdullah Aly
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i1.8947

Abstract

This study aims to describe the development model of quality Muhammadiyah schools through the transformation of the Al-Islam and Kemuhammadiyahan curriculum. The research method used is descriptive qualitative with library research approach and field research, with document studies, observations and interviews as a method of data collection. The material object of this research is Muhammadiyah Junior High School (SMPM) 01 in Surakarta and Muhammadiyah Junior High School (SMPM) Plus in Klaten. The study produced two main conclusions. First, the efforts to develop quality of SMPM 01 in Surakarta and SMPM Plus in Klaten were carried out by means of AIK curriculum transformation. This method focuses on developing two standards, namely: content standards and process standards. In the context of content standards and process standards, both schools transform AIK curriculum by adding material on Islamic Religion that has been established by government regulations, and adding activities through strengthening AIK learning in the classroom, and increasing religious co-curricular and extra-curricular activities. Second, the AIK learning process has the potential to develop quality Muhammadiyah schools. Both schools use varied methods in developing classroom learning activities, and in religious co-curricular and extra-curricular activities. In this case, the teachers use learning methods in the form of: habituation, memorization, practice and repetition, question and answer, discussion, games, and practiceAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pengembangan sekolah Muhammadiyah yang berkualitas melalui transformasi kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan, dengan studi dokumen, pengamatan dan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Objek material dari penelitian ini adalah Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) 01 Surakarta dan Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah (SMPM) Plus Klaten. Dari penelitian ini dapat dihasilkan dua kesimpulan pokok. Pertama, upaya pengembangan sekolah Muhammadiyah berkualitas di SMPM 01 Surakarta dan SMPM Plus Klaten dilakukan dengan cara transformasi kurikulum AIK. Cara ini difokuskan pada pengembangan dua standar, yaitu: standar isi dan standar proses. Dalam konteks standar isi dan standar proses, kedua sekolah melakukan transformasi kurikulum AIK dengan cara menambah materi Pendidikan Agama Islam yang telah ditetapkan oleh peraturan pemerintah, dan menambah kegiatan melalui penguatan pembelajaran AIK di kelas, dan menambah kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Kedua, proses pembelajaran AIK sangat potensial untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah berkualitas. Kedua sekolah menggunakan metode yang bervariasi dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran di kelas, dan dalam kegiatan ko-kurikuler dan ekstra-kurikuler keagamaan. Dalam hal ini, para guru menggunakan metode pembelajaran berupa: pembiasaan, hafalan, latihan dan pengulangan, tanya jawab, diskusi, game, dan praktik.
EPISTEMOLOGI POLITIK ISLAM TENTANG WEWENANG DAN KEKUASAAN Muhammad Azhar
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2003

Abstract

The concept of authority and dominance bore political intrigues among Muslimcommunity throughout the history. The two concepts bore creative tense between Islamicpolitics that had Makkiyah characteristics that was myth-theological and Maddaniyah onethat was rational. After the prophet and the expansion of Islam, the Islamic dominancetended to be tyrannical. The application of the authority and dominance bore Islamicgovernment style that was repressive ((qawãn)n siyãsiyyah) andrational (siyãsah ‘aqliyyah)also the government stylethat had religious characteristics or caliphate (siyãsah diniyyah).WhileAsy-Syãtibi focused more on political dimension that had orientation on maqãþidasy-syari’ah and maslahah ‘ãmmah aspects. The next step emerged various interpretationsabout imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir concepts up to bai’ah and jihad. Inpsychological-sociological manner, the sacred dominance became unhindered.Key words: Caliphate, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syuradan Nation StateKonsep wewenang dan kekuasaan melahirkan intrik politik di kalangan umatsepanjang sejarah. Dua konsep tersebut melahirkan ketegangan kreatif antara politikIslam yang bercorakMakkiyyah yang mitis-teologis dan Madaniyyah yang rasionalistik.Pasca era Nabi kekuasan Islamcenderung tiranik setelah adanya perluasan kekuasaanIslam.Aplikasi wewenang dan kekuasaan melahirkan style pemerintahan Islam yangrepresif (qawãn)n siyãsiyyah), rasional (siyãsah ‘aqliyyah) dan yang bercorak agamisatau khilafah (siyãsah diniyyah).Sedangkan Asy-Syãtibi) lebih memfokuskan padadimensi politik yang lebih berorientasi pada aspek maqãþid asy-syari’ah dan maslahah‘ãmmah.Pada tahap selanjutnya muncul berbagai interpretasi tentang konsep-konsep:imamah, wilayah, khilafah, ummah, syura, amir, hingga bai’ah dan jihad. Secarapsikologis-sosiologis, sakralitas kekuasaan menjadi tak terhindarkanKata Kunci: Khilafah, Imamah, Amir, Wilayatul Faqih, Syura dan Nation State
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATERI IMAN KEPADA KITAB ALLAH MELALUI MEDIA MICROSOFT POWERPOINT DI SMP NEGERI 2 DEMAK Hanik Rasidah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i2.13079

Abstract

The purpose of this study was to increase motivation and learning outcomes of the material of Faith in the Books of Allah through microsoft powerpoint media for 32 students of class VIII-F SMP Negeri 2 Demak semester I of the 2019/2020 academic year. This research is a classroom action research. Sources of data consist of qualitative data in the form of observation sheets, daily notes, and photos of learning documentation, and quantitative data sources in the form of written tests. The data was collected using non-test techniques for qualitative data, and test techniques for quantitative data by comparing the observed data with the pre-test and post-test results given to students. This research was conducted in two cycles, and each cycle through four stages, namely planning, action, observation, and reflection. The results showed that the microsoft powerpoint media can increase student motivation from cycle I to cycle II has increased from 72.78% in the enough category to 91.91% in the good category or an increase of 19%. The learning outcomes of the knowledge aspect in the first cycle of students who completed classically were 68.75%, and in the second cycle it became 93.75% or from 22 students to 30 students, so there was an increase in students' classical completeness from cycle I to cycle II by 25%.
DAKWAH BIL-HẦL PESANTREN WALISONGO NGABAR PONOROGO JAWA TIMUR DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT TAHUN 2013-2014 Sudarno Shobron; Imron Rosyadi; Mohammad Zaki Suaidy
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i1.1797

Abstract

Penelitian ini berkaitan   dakwah bil hâlsebagai sebuah model dakwah yang berorientasi kepada pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (community empowerment) melalui ekonomi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi dan peran dakwah bil-hâl Pondok Pesanten “Wali Songo” dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar Tahun: 2013-2014 .Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi dan peran dakwah bil-hâl PPWS dalam pemberdayaan masyarakat Ngabar dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena peneliti langsung menggali data di lapangan yaitu PPWS Ngabar Ponorogo. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Dakwah bil-hâl dilaksanakan melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dilakukan spesifik melalui YPPW-PPWS diharapkan mampu menjembatani dan membantu masyarakat Ngabar keluar dari kemiskinan melalui model-model pemberdayaan yang dilakukan antara lain: (1) Pemberdayaan tenaga kerja sekitar pesantren, (2) Pemberdayaan pertanian, (3)Pemberdayaan peternakan sapi, (4) Pemberdayaan kesehatan masyarakat, (5) Pemberdayaan penyiaran dan komunikasi dan (6) Pemberdayaan kelompok usaha rumahan. Adapun peran dakwah bil-hâl Dakwah bil-hâl menghasilkan perubahan dan pencapaian dalam masyarakat Ngabar, khususnya di bidang ekonomi. Dakwah bil-hâl memiliki peransebagai motivator, dinamisator dan fasilitator program pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar, dengan melibatkan peran institusi agama, kyai dan pesantren.Kata kunci: dakwah bil-hâl, pesantren, pemberdayaan ekonomi.
KONSEP INTEGRASI ILMU GHOYAH DAN ILMU WASILAH DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN DI SEKOLAH (Studi Kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Tahun 2012-2013) Opi Irawansah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1970

Abstract

The study in this research was about the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science in the school education curriculum. The first purposeof this research was identification of the integration concept of ghoyah (goal) and wasilah (medium) science that was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap. The second purpose of this research was identification of the main problem andsolution that had to be done in implementation of integration of ghoyah and wasilah science at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The method used in this research was qualitative research method. This method was used for case study at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High School Cilacap. The written data were books,documents and magazines about integration concept of ghoyah and wasilah science.Whereas the unwritten data were taken from Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior HighSchool Cilacap. The collection of data used observation, documentation and interviewmethods. The data had been collected by those method were analyzed in the verbal form using coherence interpretation. The result this research showed that the integration of ghoyah and wasilah science was applied at Al-Irsyad Al-Islamiyyah Senior High SchoolCilacap had some types. They were the integration of ghoyah and wasilah science inpreparation lesson plan, in implementing teaching-learning and extra curricular activitiesand so on. According to researcher’s analysis, there were some things that could helpthe process of integration of ghoyah and wasilah science in some activities above. Thefirst, teachers’ knowledge and capability in applying the integration concept of ghoyahand wasilah science. The second, there was colaboration between teachers and parentsin supervising students’ activities out of school.Key words: integration concept; goal science; medium science.Studi dalam penelitian ini adalah mengenai konsep integrasi ilmu ghoyah(tujuan) dan ilmu wasilah (sarana) dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi konsep integrasiilmu ghoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap, dan mengidentifikasi problem utama dan solusi yang harus dilakukan dalamimplementasi integrasi ilmu ghoyah dan ilmu sarana di SMA Al-Irsyad Al-IslamiyyahCilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang merupakan studi kasus di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Fenomena agama adalah fenomenauniversal umat manusia. Selama ini belumada laporan penelitian dan kajian yang menyatakan bahwa ada sebuah masyarakatyang tidak mempunyai konsep tentangagama. Walaupun peristiwa perubahansosial telah mengubah orientasi dan maknaagama, hal itu tidak berhasil meniadakaneksistensi agama dalam masyarakat. Sehingga kajian tentang agama selalu akanterus berkembang dan menjadi kajian yangpenting dalam berbagai aspek kehidupanmanusia. Sebagaimana dalam ranah pendidikan, agama sangat penting untuk dikaji, karena apabila terjadi dikotomi antaraagama dan pendidikan maka sudah bisadipastikan pendidikan tersebut tidak bisaoptimal dan bahkan tidak akan sampai kepada tujuan yang sebenarnya. Maka dariitu pendidikan tidak akan pernah terlepasdari agama dalam prakteknya.Undang-undang Sistem PendidikanNasional No. 20 Tahun 2003, telah ditetapkan tujuan Pendidikan Nasional yaituuntuk “Berkembangnya potensi pesertadidik agar menjadi manusia yang berimandan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri dan menjadi warga negarayang demokratis serta bertanggung jawabKamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorangatau kelompok orang dalam usahamendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.1Apabila kita memperhatikan tujuandan makna pendidikan di atas, maka padadasarnya pendidikan adalah proses perubahan sikap dalam usaha mendewasakanseseorang, jadi seseorang dikatakan berpendidikanketika ada perubahan sikappada dirinya, sikap bukan hanya berartiakhlah atau adab saja, akan tetapi perutertulis berupa buku, dokumen dan majalah yang berkaitan dengan konseppengintegrasian ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. Sedangkan data yang tidak tertulisdidapat dari SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap. Pengumpulan data menggunakanmetode observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis dalam bentuk verbal dengan interpretasi koherensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ilmughoyah dan ilmu wasilah yang diterapkan di SMA Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacapada beberapa bentuk yaitu, integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam penyusunanperangkat pembelajaran, pelaksanaan KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatanlainnya. Menurut analisis peneliti, ada beberapa hal yang dapat membantu berjalannya proses integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah dalam beberapa kegiatan di atas, diantaranya adalah: 1. Pengetahuan dan kemampuan guru dalam menerapkan konsep integrasi ilmu ghoyah dan ilmu wasilah. 2. Adanya kerjasama antara guru dan orangtua dalam megawasi kegiatan peserta didik di luar sekolah.Kata kunci: konsep integrasi; ilmu tujuan; dan ilmu sarana.
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN YUSUF QARDHAWI DAN SAHAL MAHFUDH TENTANG ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI SARANA PEMBERDAYAAN EKONOMI Yayuli Yayuli; Fauzul Hanif Noor Athief; Dewi Nur Utari
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 23, No. 1, Juni 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v23i1.16798

Abstract

Poverty is still a serious problem for Muslims. The distribution of zakat on target should be used to solve economic problems, especially poverty. Zakat besides being distributed consumptively can be done in a productive way. Productive Zakat can be used for economic empowerment which is useful for alleviating poverty. This writing aims to examine the thoughts of Islamic leaders who have thoughts about productive zakat which is useful for economic empowerment including Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh. This research is a library research using a qualitative approach. This study chooses data sources related to the research topic based on the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh by comparing backgrounds, main ideas, implementers, targets, standard limits, and steps for economic empowerment. The results of this study found that firstly, Yusuf Qardhawi had an idea including dividing economic problems into five categories and developing issues related to zakat management, making a person, society and government as executors of economic empowerment, distributing zakat for mustahiq zakat and the poor, and steps economic empowerment is done by conveying theories to reach the minimum and maximum limits of meeting the needs of the community. Secondly, Sahal Mahfudh has ideas including economic problems and improving zakat management, making a person, community, and government as executors of economic empowerment, zakat distributed to the poor, and empowerment steps carried out with concrete actions and have succeeded in setting minimum and maximum limits of fulfilling needs Public. Third, the similarities and differences in the thoughts of Yusuf Qardhawi and Sahal Mahfudh in economic empowerment through productive zakat. The similarities and differences of thought between the two are in the background, main ideas, implementers, targets, standard boundaries, and steps in economic empowerment.Kemiskinan masih menjadi permasalahan yang serius bagi umat Islam. Pendistribusian zakat yang tepat sasaran seharusnya dapat digunakan untuk memecahkan masalah ekonomi terutama kemiskinan. Zakat selain didistribusikan secara konsumtif dapat dilakukan dengan cara produktif. Zakat produktif dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi yang berguna untuk mengentaskan kemiskinan. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji pemikiran tokoh Islam yang memiliki pemikiran tentang zakat produktif yang berguna untuk pemberdayaan ekonomi diantaranya adalah Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini  memilih sumber data yang berkaitan dengan topik penelitian berdasarkan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dengan membandingkan latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah pemberdayaan ekonomi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa pertama, Yusuf Qardhawi memiliki gagasan diantaranya dengan membagi masalah ekonomi menjadi lima kategori dan mengembaangkan isu yang berkaitan dengan manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, mendistirbusikan zakat untuk mustahiq zakat dan fakir miskin, dan langkah pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan menyampaikan secara teoritis untuk mencapai batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Kedua, Sahal Mahfudh memiliki gagasan diantaranya adalah problem ekonomi dan memperbaiki manajemen zakat, menjadikan seseorang, masyarakat, dan pemerintah sebagai pelaksana pemberdayaan ekonomi, zakat didistribusikan untuk fakir miskin, dan langkah pemberdayaan dilakukan dengan tindakan nyata dan telah berhasil menetapkan batas minimal dan maksimal pemenuhan kebutuhan masyarakat. Ketiga, persamaan dan perbedaan pemikiran Yusuf Qardhawi dan Sahal Mahfudh dalam pemberdayaan ekonomi melalui zakat produktif. Persamaan dan perbedaan  pemikiran keduanya terdapat pada latar belakang, gagasan pokok, pelaksana, sasaran, batas standar, dan langkah dalam pemberdayaan ekonomi. 
BERMUHAMMADIYAH MELALUI SPIRITUAL AMAL SALEH FILANTROPI CILIK LAZISMU: LITERATUR FUNGSI BAHASA Marwanto Marwanto
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11054

Abstract

Filantropi cilik Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga mengajak untuk terus mengajarkan dan mengetuk hati siswa-siswinya agar mau beribadah sosial dan menyadarkan akan arti pentingnya membantu sesama. Pengambilan segmen cilik dikarenakan segmen anak-anak yang menjadi tujuan. Filantropi Cilik mengambil segmen siswa sekolah Amal Usaha Muhammadiyah yaitu Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Plus Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode wawancara siswa/ siswi, guru, dan pengurus Lazismu Salatiga dengan menggunakan teknik simak dan catat. Sementara data pada penelitian ini berupa hasil wawancara. Fokus penelitian ini pada bagaimana Bermuhammadiyah melalui Spiritual Amal Saleh Filantropi Cilik Lazismu dengan bertumpu pada literatur fungsi bahasa.
قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة " و تطبيقاتها في المناكحات Suranto Suranto; Imron Rosyadi; Muinudinillah Basri
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 21, No. 1, Special Issue 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v21i1.11656

Abstract

This research is motivated by the curiosity of the law of marriage of a pregnant adulter to cover up her shame and family disgrace, which sometimes occurs in the community, while the Prophet Muhammad “peace be upon him” has forbidden men to marry a pregnant woman until she gives birth.And many other forbidden marriages that occur in the community. The formulation of the problems of this research are: 1) What are the opinions of the four ideology of thought towards the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan"? 2) How is the application of this rule in prohibited marriages, such as marriages of men with adulterers who are pregnant, mut'ah marriages, marriages of men who have been proposed by other men, marriages in ihrom conditions, syigor marriages, bid'iy marriages, marriages without marriages proxy, marriage without witnesses, marriage by combining women who still have mahrom relations. This research was conducted by the literature review method, collecting and studying various references, especially from the four ideology of thought, then conducting in-depth analysis. The conclusions of this study are 1) the four ideology of thought differ on the the rule of "iqtidhou annahyi alfasad wal butlan" in some circumstances annahyu, and have the same view of this Qoidah in several circumstances annahyu. 2) In applying this rule in the case of marriage, they agree on its validity or sleaze in some marital matters, but also differing opinions in several other issues. Usually, their opinions on the issue of marriage are in line with their opinions on the issue of the rule of ushul, but sometimes they don’t.Penelitian ini dilatarbelakangi keingintahuan hukum nikahnya pezina yang hamil untuk menutupi aibnya dan aib keluarganya, yang kadang terjadi di masyarakat, sedangkan Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wa salam telah melarang lelaki untuk menikahi perempuan yang hamil sampai dia melahirkan. Dan banyak pernikahan-pernikahan terlarang lainya yang terjadi di masyarakat. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1) Apa pendapat empat madzhab terhadap qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan”? 2) Bagaimana penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan yang terlarang, seperti nikahnya lelaki dengan pezina yang hamil, nikah mut’ah, nikahnya lelaki atas perempuan yang sudah dilamar lelaki lain, nikah dalam kondisi ihrom, nikah syigor, tholak bid’iy, nikah tanpa wali, nikah tanpa saksi, nikah dengan menggabungkan perempuan yang masih ada hubungan mahrom. Penelitian ini dilakukan dengan metode kajian pustaka, dengan mengumpulkan dan mentelaah berbagai referensi terutama dari empat madzhab, dan menganalisanya. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah 1) empatmadzhab berbeda pendapat tentang qoidah “ iqtidhou annahyi alfasad wal butlan” di beberapa keadaan annahyu, dan sama pandanganya tentang kaidah ini dalam beberapa keadaan annahyu. 2) Dalam penerapan qoidah ini dalam masalah pernikahan, mereka sepakat tentang keabsahanya atau kebatilanya dalam beberapa masalah pernikahan, dan kadang mereka juga berbeda pendapat dalam beberapa masalah lainya. Biasanya pendapat mereka dalam masalah pernikahan ini selaras dengan pendapat mereka dalam masalah qoidah ushul tersebut, tapi kadang tidak selaras. الملخص: قاعدة" اقتضاء النهي الفساد و البطلان " عند المذاهب الأربعة و تطبيقاتها في المناكحات، رسالة مقدمة لاستيفاء أحد الشروط للحصول على درجة الماجستير في تخصص الفقه و أصوله، إعداد الطالب: سورا تنو، رقم القيد:O200170020  تحت إشراف: د.عمران رشادي و د.معين دين الله بصري، عام:1441 ه / 2019م. قامت فكرة البحث على معرفة حكم نكاح الحامل بسبب الزنى لستر عيبها و عيب عائلتها الواقع في المجتمع ، مع أن النبي – صلى الله عليه و سلم – نهى عن نكاح الحامل حتى تلد كي لا يختلط النسب. قد وقعت الأنكحة الممنوعة الأخرى في المجتمع. تدور مشكلة البحث حول الأمرين التاليين: 1) ما أقوال المذاهب الأربعة في قاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"؟ 2)كيف تطبيق هذه القاعدة  في مسائل المناكحات؟ اتّبع الباحث في هذه الرسالة البحث المكتبي، و ينهج هذا البحث منهج استقرائي و تحليلي. و توصل الباحث إلى النتائج الآتية: 1) اختلف المذاهب الأربعة في القاعدة الأصولية " اقتضاء النهي الفساد و البطلان " في بعض أحوال النهي، و اتفق في بعضها. 2) تطبيقات هذه القاعدة في المناكحات المنهي عنها في نكاح الزانية الحامل، نكاح المتعة، الخطبة على الخطبة، نكاح المحرم، نكاح الشغار، الطلاق البدعي، النكاح بدون ولي، النكاح بدون الشهود، الجمع بين المحارم في النكاح، اتفق المذاهب الأربعة على صحة بعضها أو فساده، و اختلفوا في بعضها، غالبا أن رأيهم موافق لرأيهم في القاعدة " اقتضاء النهي الفساد و البطلان"، و أحيانا مخالف لرأيهم في هذه القاعدة.  
METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB Sudarno Shobron; Moh. Abdul Kholiq Hasan; Hasan Kapawi
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7430

Abstract

Educational methods have an important role in the education process, educators who are engaged in teaching and learning process, if want the goal can be achieved effectively and efficiently, then using appropriate methods in teaching and learning process in accordance with the material being taught and the ability of students. The Qur'an contains normative values of Islamic education, not least the method of Islamic education, because the style of language (uslub) and the expression (tadbir) contained in the Qur'an indicates that these verses contain educational methods with different styles and varieties. Objectives to be achieved in this research are: Describe the method of Islamic education in the Qur'an according to Muhammad Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. This research is library research with qualitative research method, data analysis of researchers using data analysis techniques used in this study is deductive analysis, that is how to draw specific conclusions from things that are general. The sources of data taken consisted of Tafsir al-Misbah and books relevant to this research.Sources of data are taken from Tafsir al-Misbah and books relevant to this research. The results of the research can be concluded from several Islamic Educational Methods contained in al-qur'an, among others:  (1) The command to ask the one who does not know something (the case) to another who knows more about the matter (the case), (2) Allah revealed the Qur'an which contains the story of the former to direct humanity to a better life, (3) Exemplary of the Prophet Muhammad saw. include matters relating to worship to Allah swt. as well as those relating to fellow human beings, (4) Ibrah taken from stories can explain religious issues, show truth and a straight path, and open the door of mercy for believers, (5) Advice calls on people to implement the Shari'ah that God established and to refrain from various things and deeds that Allah has forbidden, (6) Allah always accepts the repentance of his servant who repents to Allah and regrets his guilt, (7) a great reward is given to those who are patient toward disaster and anyone who is always grateful, that is a high position in the sight of Allah SWT. and they get forgiveness, (8) The Qur'an notices the wrongs of a person, especially Muslims to accept the Shari'a.Metode pendidikan mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan. Seorang pendidik yang berkecimpung dalam proses belajar mengajar, apabila menginginkan tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan m ateri yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima. Al-Qur’an memuat nilai-nilai normatif pendidikan Islam, tidak terkecuali metode pendidikan Islam, karena gaya bahasa (uslub) dan ungkapan (tadbir) yang terdapat dalam al-Qur’an menunjukkan bahwa ayat-ayat itu mengandung metode pendidikan dengan corak dan ragam yang berbeda-beda Tujuan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan metode pendidikan Islam di dalam al-Qur’an menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan metode penelitian kualitatif. Untuk mengolah data, peneliti menggunakan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deduktif, yaitu cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sumber data yang diambil terdiri dari Tafsir al-Misbah dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dari beberapa Metode Pendidikan Islam yang terdapat dalam al-qur’an, antara lain: (1) Perintah untuk bertanya bagi orang yang tidak tahu akan suatu hal (perkara) kepada orang lain yang lebih mengetahui akan hal (perkara) tersebut. (2) Allah menurunkan al-Qur’an yang bersisi tentang kisah kaum terdahulu untuk mengarahkan umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik, (3) Keteladanan Nabi Muhammad saw.  meliputi hal-hal yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah swt. maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. (4) Ibrah yang diambil dari kisah-kisah dapat menerangkan persoalan-persoalan agama, menunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang yang beriman. (5) Nasiat menyeru manusia agar melaksanakan syariat yang ditetapkan Allah dan mengekangan diri dari berbagai hal dan perbuatan yang diharamkan Allah swt. (6). Allah senantiasa menerima taubat hambanya yang bertaubat kepada-Nya dan menyesali akan kesalahannya, (7) Akan ada pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar terhadap bencana dan siapa saja yang selalu bersyukur, yaitu kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. dan mereka memperoleh ampunan, (8) Al-Qur’an memperhatikan kesiapan seseorang, khususnya umat Islam untuk menerima syariat.
IMPLEMENTASI KURIKULUM CAMBRIDGE DI SEKOLAH DASAR INTERNASIONAL AL AL-ABIDIN SURAKARTA DAN SEKOLAH DASAR INTEGRAL WALISONGO SRAGEN Nuhla Fauziyatun Nafisah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8122

Abstract

This study aims to describe the implementation of the Cambridge curriculum in the International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta and Integral Walisongo Elementary School Sragen as well as to find the points of excellence and weakness of the existing Cambridge curriculum implementation at the school. This research type is qualitative research, the subject of this research consist of principal, vice principal of curriculum section, Human Resources Development, International Class Program teachers, and students in International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta and SD Integral Walisongo Sragen. Technique of collecting data through observation, interviews, and documentation. Technique of analyzing data used descriptive qualitative. The results of this study indicate that the implementation of the Cambridge curriculum in the International Islamic Elementary School Al-Abidin Surakarta runs well, this can be known through several findings, first of the Cambridge curriculum implementation process is routinely implemented at the beginning of the new school year by involving all levels teachers who teach in this program with special workshop held for teachers before the teaching and learning activities begin. Second, in the implementation of this curriculum, teachers are able to build enthusiastic learners and able to create a fun learning, so learners are more active and willing to try to understand the lesson of this curriculum. Third in the evaluation process goes well and learners are categorized able to meet the standards provided by Cambridge. Seeing the proud results we can see the advantages of the implementation of this Cambridge curriculum one of them is the complexity of the mindset of students increased, there are still some weaknesses, such as on the implementation of student learning is still difficult to understand the story in Cambridge math lesson, learners translate the story, also looking for ways to solve the problem. In addition the weakness found in the field is less effective in English language communication in the school. It occurs because of the lack of maximum vocabulary given to learners. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan implementasi kurikulum Cambridge  di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen sekaligus untuk menemukan titik-titik keunggulan dan kelemahan implementasi kurikulum Cambridge yang ada pada sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, subjek penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, Human Resources Development, guru-guru Internasional Class Program, dan peserta didik di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen. tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. tehnik analisis data secara deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam implementasi kurikulum Cambridge di SD Islam Internasional Al-Abidin Surakarta dan SD Integral Walisongo Sragen berjalan dengan baik, hal ini bisa diketahui melalui beberapa temuan, yaitu pertama dari proses perencanaan implementasi kurikulum Cambridge ini rutin dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru yaitu dengan melibatkan seluruh jajaran guru yang mengajar di program ini dengan diadakan workshop khusus untuk guru sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. kedua, dalam pelaksanaan kurikulum ini, guru mampu membangun antusias peserta didik dan mampu menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dengan begitu peserta didik semakin aktif dan mau berusaha dalam memahami pelajaran kurikulum ini. ketiga dalam proses evaluasi berjalan dengan baik dan peserta didik dikategorikan mampu memenuhi standar yang diberikan oleh Cambridge. Melihat hasil yang membanggakan kita dapat melihat keunggulan dari implementasi kurikulum Cambridge ini salah satunya adalah kompleksitas pola pikir peserta didik meningkat meskipun demikian, masih terdapat beberapa kelemahan, diantaranya pada pelaksanaan pembelajaran siswa masih kesulitan dalam memahami soal cerita yang terdapat dalam pelajaran math Cambridge, karena disamping peserta didik menerjemahkan ceritanya, juga mencari cara untuk menyelesaikan soal tersebut. selain itu juga kelemahan yang saya temui di lapangan adalah kurang efektif dalam komunikasi Bahasa inggris di sekolah tersebut. hal itu terjadi karena kurang maksimalnya kosa kata yang diberikan kepada peserta didik.