cover
Contact Name
Didi Sundiman
Contact Email
sundiman.didi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sundiman.didi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan
Published by Joyful Academy
ISSN : 23546530     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Pengaruh Keaktifan Berorganisasi Dalam Osis Dan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Darwan Ali Sampit Minarni, Minarni
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan hubungan antara keaktifan berorganisasi dalam OSIS dan keaktifan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka terhadap kepemimpinan mahasiswa(i) Universitas Darwan Ali. Subyek penelitian adalah mahasiswa(i) yang telah mengikuti OSIS dan juga Pramuka sejak Sekolah Menengah baik itu Sekolah Menengah Pertama maupun Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, karena sampelnya purpose dalam artian diambil semua sejumlah 38 mahasiswa, sedangkan untuk pengumpulan data untuk ketiga variabel yaitu keaktifan berorganisasi dalam OSIS sebagai variabel X1, keaktifan mengikuti Pramuka sebagai variable X2 dan kepemimpinan sebagai variable Y menggunakan instrument angket. Pengujian hipotesis penelitian dengan menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan uji statistic dengan menggunakan korelasi Poduct Moment maka hipotesis yang menyatakan: “Ada hubungan yang signifikan antara keaktifan berorganisasi dalam OSIS”, pada taraf signifikansi 5% diterima, namun taraf signifikansi 1% tidak diterima hal ini dibuktikan dari hasil analisis uji hipotesis diperoleh nilai rxy sebesar 0,395 taraf signifikansi 5% rxy =0,395>0,312 (rt) ini berarti ada pengaruh (korelasi) yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Pada taraf signifikansi 1% rxy = 0,395<0,402 (rt) ini berarti ada hubungan (korelasi) yang tidak signifikan antara kedua variabel. Pada taraf signifikansi 5% menunjukan adanya angka yang lebih besar, namun pada taraf signifikansi 1% menunjukkan adanya angka yang lebih kecil, ini artinya tidak ada hubungan antara keaktifan berorganisasi dalam OSIS terhadap kepemimpinan, sehingga hipotesis ditolak. Sedangkan hipotesis yang menyatakan “Ada hubungan yang signifikan antara keaktifan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka”, pada taraf signifikansi 5% maupun 1% diterima, hal ini dibuktikan dari hasil analisis uji hipotesis diperoleh nilai rxy sebesar 0,495 taraf signifikansi 5% rxy =0,495>0,312 (rt), pada taraf signifikansi 1% rxy = 0,495>0,402 (rt). Pada taraf signifikansi 5% maupun 1% menunjukan adanya angka yang lebih besar, yang artinya ada hubungan antara keaktifan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka terhadap kepemimpinan dan hipotesis diterima. Hasil uji signifikansi juga menunjukkan nilai Sig. Untuk x1 sebesar 0,062 yang lebih besar daripada 0,05(0,062>0,05) artinya tidak signifikan, sedangkan nilai sig untuk x2 0,007 yang lebih kecil daripada 0,05(0,007>0,05) artinya signifikan. Dalam hal ini, besarnya pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y adalah sebesar 32% dan besarnya variabel lain yang mempengaruhi variabel Y adalah sebesar 68%.Kata Kunci : Keaktifan, OSIS, Pramuka, Kepemimpinan.
PENERAPAN GUGUS KENDALI MUTU (GKM) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 3 HANAU TAHUN 2013 Basuki, Agung
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the increasing volume and complexity in the field of education as well as the demand for improving the quality of education. Efforts to improve student mastery of learning outcomes also include efforts to improve the quality of education. Various models and strategies for improving learning outcomes have been widely tested. Which in this study using Quality Circles (QCC). GKM system with seven and seven-step tools as one of the spearheads in Total Quality Management has been widely recognized reliability to improve the quality of the organization.On the application of SMP Negeri 3 Hanau GKM in recommend some causes of low student mastery of learning outcomes. In the first cycle GKM provides recommendations to supplement teaching materials such as student handbooks for 4 subjects, namely: Mathematics, Science, English and Indonesian and improve the students' attention. To motivate teachers to improve students' attention on learning activities conducted classroom observations by peers. Results of the first cycle of activities is entirely mastery of learning outcomes in the first cycle by 58%. And the test results thit to learn science and social studies subjects gave insignificant results. Seeing this condition then conducted follow-up on the second cycle of activities that provide recommendations to further enhance student interest in learning activities, encourage parents to pay attention to student learning outcomes, improve teaching methods and instructional materials complement the IPS. Results of the second cycle activity is mastery of learning outcomes entirely on the second cycle of 86%. At thit test for learning outcomes subjects in English and social studies did not provide significant results. For the pre-test learning outcomes thit cycle with the second cycle all subjects all showed a significant increase in learning outcomes.
PERAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENCAPAI KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SDN 1 PEMBUANG HULU I Zainap, Zainap
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zainap, 2014 ”Peran Pembelajaran Kooperatif Dalam Mencapai Ketuntasan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V SDN 1 Pembuang Hulu I” telah dapat diselesaikan dengan baik. Program Studi Magister Management Konsentrasi Manajemen Pendidikan Universitas Darwan Ali SampitPembelajaran merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat peserta didik belajar secara aktif dalam mengembangkan aktifitas berpikirnya. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran.Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Peran model pembelajaran kooperatif dengan model pembelajaran langsung pada mata pelajaran IPA di kelas V SDN 1 Pembuang Hulu I“Penelitian ini menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan akibat dari suatu perlakuan. Metode eksperimen ini diterapkan pada materi pelajaran di pertemuan pertama dan kedua menggunakan metode pembelajaran langsung, sedangkan untuk pertemuan ketiga dan keempat menggunakan motode pembelajaran kooferatif tipe demontrasi., Subjek dalam penelian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN – 1 Pembuang Hulu I yang berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 15 orang laki-laki dan 15 orang perempuan.
PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN SPIRITUAL GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA (Studi Empirik Penilaian Terhadap Guru Oleh Siswa Kelas XII Akuntansi Di Sekolah Menengah Kejuruan Kota Tangerang) Mulyanto, Sigit
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the influence of intelectual intelligence, emotional intelligence, and teacher spiritual intelligencetoward student’s achievement.This research was done at two Vocational High School for accountancy in Tangerang. Methods usedbyresearchersin the selection ofthe study samplewaspurposivesampling.The statistics method that’s used is multiple regression analyze.The result of this research show by simultaneos, there is analyze significant influence between intelectual intelligence, emotional intelligence, and teacher spiritual intelligence variable that’s had teacher with student’s achievement level.Intelectual intelligence,teacher spiritual intelligence variable that’s had teacher influence to student’s achievement level, and emotional intelligence no effect tostudent’s achievement level.
Pengaruh Pengendalian Manajemen Kepala Sekolah, Kompensasi, dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Guru SD Sekecamatan Seruyan Raya Jazilatunikmah, Jazilatunikmah
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the 4 issues (1). Is the principal management control affect the teaching performance of teachers, (2) Is the compensation affect the teachers ‘teaching performance, (3) Does the organization climatic influence on teachers’ teaching performance, (4) Is the principal management control, compensation, and organizational climate jointly have an effect on the performance of teachers to teach.The subjects of this study were elementary school teachers a district Seruyan Raya with a population of 107 people and is selected by proportionate random sampling as many as 40 people. The method used was a survey method through a quantitative approach with questionnaire distribution techniques. Data were analyzed by descriptive and quantitative analysis with correlation and regression techniques.Research results are: 1) there is a significant relationship between X1 and Y with a significance value of 0.000, 2) there is no significant effect between X2 and Y with a significance value of 0.395; 3) there is a significant relationship between X3 and Y with a significance value of 0.000; 4) there is a significant relationship between X1, X2, and X3 jointly both on Y with a significance value of 0.000. While value R square (R2) = 0,781 (78.1%), which means the control of the principal management, compensation, and organizational climate can improve the performance of primary school teachers teach a district Seruyan Raya at 78.1% and the remaining 21.9% is affected by other variables.Keywords: control of the principal management, compensation, organizational climate, teacher teaching performance. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 4 permasalahan (1) Apakah pengendalian manajemen kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru, (2) Apakah kompensasi berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru, (3) Apakah iklim organisasi berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru, (4) Apakah pengendalian manajemen kepala sekolah, kompensasi, dan iklim organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru.Subyek penelitian ini adalah guru-guru SD se-Kecamatan Seruyan Raya dengan populasi sebanyak 107 orang dan dipilih secara proportionate random sampling sebanyak 40 orang. Metode yang digunakan adalah metode survey melalui pendekatan kuantitatif dengan teknik penyebaran angket. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan kuantitatif dengan teknik korelasi dan regressi.Hasil penelitiannya adalah: 1) terdapat pengaruh yang signifikan antara X1 dan Y dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; 2) terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara X2 dan Y dengan nilai signifikansi sebesar 0,395; 3) terdapat pengaruh yang signifikan antara X3 dan Y dengan nilai signifikansi sebesar 0,000; 4) terdapat pengaruh yang signifikan antara X1, X2, dan X3 secara bersama-sama terhadap Y dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan niali R square (R2) = 0,781 (78,1 %) yang berarti pengendalian manajemen kepala sekolah, kompensasi, dan iklim organisasi mampu meningkatkan kinerja mengajar guru SD sekecamatan Seruyan Raya sebesar 78,1 % dan sisanya sebanyak 21,9 % dipengaruhi oleh variable lainnya.Kata kunci: pengendalian manajemen kepala sekolah, kompensasi, iklim organisasi, kinerja mengajar guru.
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR, DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA SMP NEGERI 2 KUALA PEMBUANG Hariyanto, Bambang
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fakta bahwa proses pembelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang masih menggunakan metode konvensional. Kondisi pembelajaran seperti ini tidak akan menumbuhkembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan dan akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan pula. Hal ini terlihat pada nilai rata-rata hasil  pretest sebesar 63,55 dengan ketuntasan belajar klasikal  sebesar 57,92%  dari jumlah siswa 69 terdiri dari 35 putra dan 34 putri. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kelas yang mengugunakan  metode Problem Posing  di kelas VIII  SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.            Penelitian ini dilakukan di kelas VIII SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan dengan jumlah siswa 69. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Siklus I dan II dilaksanakan di dalam ruang kelas dengan masing-masing tiga materi yang berbeda-beda. Indikator keberhasilan penelitian ini adalah (1) peningkatan persentase aktivitas siswa pada kelas yang menggunkan metode problem posing, (2) peningkatan persentase siswa yang  memperoleh nilai ≥ 63 atau peningkatan persentase jumlah ketuntasan siswa pada kelas yang menggunakan metode problem posing            Berdasarkan hasil pengamatan siklus I dan II diperoleh data kenaikan persentase aktivitas siswa pada kelas yang menggunkana metode problem posing dibandingkan dengan kelas yang menggunakan metode konvensional (metode yang biasa digunakan guru dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan). Pada siklus I Jumlah persentase aktivitas siswa dari rata-rata 46,33 % naik menjadi 69,67. Pada Siklus II dari rata-rata 52,33 % naik menjadi 80,67 %. Berdasarkan hasil Post Test pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 37,47 % naik menjadi 90,07 % pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga naik dari 49,54 % menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode Problem posing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan.
UPAYA PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR FISIKA MELALUI PEMBERIAN TUGAS DALAM MODEL BUZZ GROUPS DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 KUALA PEMBUANG Sundari, Tuti
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ulangan harian sebelum dilakukan tindakan dan pembentukan kelompok Buzz sebagai kelompok belajar jumlah siswa pada kelas XI IPA 1 yang belum mencapai KKM adalah 18 peserta didik dari 27 peserta didik jadi yang mencapai ketuntasan baru 33,3 %. Sedangkan dikelas XI IPA 2, peserta didik yang belum mencapai KKM sebanyak 17 siswa dari 28 peserta didik dikelas tersebut, jadi peserta didik yang telah mencapai ketuntasan sebesar 39,3 % saja.Peserta didik cenderung sangat pasif, penguasaan materi fisika hanya sepenuhnya mengharap apa yang ditransfer guru, hal ini menyebabkan nilai-nilai ulangan yang didapat siswa masih minim, hanya 38,2% siswa yang tuntas pada ulangan harian pertama sedangkan batas ketuntasan minimal yang ditetapkan 65.Proses belajar mengajar berdasarkan pada pengertian paedagogik yang selama ini diterapkan dan sudah menjadi tradisi bahwa guru sebagai sentris, sumber ilmu bagi siswa. Guru disebut mengajar apabila dapat mentranmisikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada anak didiknya. Demikian juga metode-metode yang diterapkan dalam pembelajaran tidak lepas dari pentransferan pengetahuan dari guru ke siswa dan sedikit sekali menuntut aktivitas peserta didik dan keterlibatan secara langasung dalam pelaksanaan pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran fisika selama ini cenderung kurang menuntut aktivitas belajar dan keterlibatan secara langsung dalam pelaksanaan pembelajaran. Itu menyebabkan pembelajaran fisika tidak cukup menyenangkan bagi peserta didik tertentu, tentu saja berakibat hasil belajar fisika tidak cukup memuaskan, yang pada akhirnya mata pelajaran fisika merupakan momok sesuatu yang sulit dan tidak diminati.Perubahan yang menghasilkan perbuatan adalah tujuan utama belajar, cara yang menitik beratkan perubahan dalam perasaan , cenderung menghasilkan perubahan perbuatan dari pada cara menekankan penumpukan pengetahuan (Suryadi 1983). Perubahan dalam diri seseorang dapat lebih mudah terjadi dalam suasana interaksi. Ada beberapa cara yang tepat untuk mencapai perubahan perasaan yang diperoleh secara interaksi . Salah satunya melalui model kelompok ”buzz”.                Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini mempunyai tujuan untukmeningkatkan aktivitas belajar siswa melalui metode pemberian tugas dalam model buzz groups (kelompok buzz ). dan mendeskripsikan pengaruh metode pemberian tugas dalam kelompok buzz terhadap peningkatan aktivitas belajar, yang mengacu pada peningkatan hasil belajar. Adapun manfaat penelitian agar dapat digunakan oleh guru Fisika SMA sebagai bahan acuan, alternative dalam pemecahan masalah, merencanakan dan melaksanakan evaluasi untuk meningkatan aktivitas peserta didik di dalam proses pembelajaran fisika, bagi peserta didik semakin dapat mengembangkan diri, meningkatkan kemampuan dan aktivitas dan meningkatkan perolehan hasil belajarr dan menumbuhkan rasa sosial, saling menghargai dan bekerja sama serta bermufakat sesama peserta didik.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR, TINGKAT KEDESIPLINAN, DAN MODEL PEMBELAJARAN COOVERATIVE LEARNING TERHADAP KECERDASAN EMOSI PESERTA Sundari, Tuti
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah motivasi belajar dapat mempengaruhi kecerdasan emosi peserta didik, apakah kedisiplinan  dapat mempengaruhi kecerdasan emosi peserta didik, apakah model cooperative learning  dapat mempengaruhi kecerdasan emosi peserta didik dan untuk mengetahui  apakah motivasi belajar, tingkat kedisiplinan dan model cooperative learning secara bersama-sama dapat mempengaruhi kecerdasan emosi peserta didik.      Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model survei. Penelitian ini bersifat korelasional karena penelitian berusaha menyelidiki hubungan antara beberapa variable penelitian yaitu variable tingkat kedesiplinan,  motivasi belajar dan model pembelajaran cooperative learning sebagai variable predictor dan kecerdasan emosi peserta didik sebagai variable kriterion. Studi korelasi ini akan menggunakan analisis korelasi dan regresi. Terdapat tiga variable bebas, yaitu  motivasi belajar (X1), tingkat kedisiplinan (X2) model  cooperative learning (X3), serta satu variable terikat yaitu Kecerdasan emosi (Y). Ketiga variable bebas    (X1, X2 dan X3) dihubungkan dengan variable terikat (Y) dengan pola hubungan: (1) Hubungan antara variabel X1 denganvariabel Y, (2) Hubungan antara variabel X2 dengan variabel Y, dan (3) Hubungan antara variabel X3 dengan variable terikat (Y). Ke (4)  Ketiga variabel bebas secara bersama akan dihubungkan dengan variabel terikat (Y), pola hubungan variable tersebut merupakan konstelasi masalah dalam penelitian ini.      Populasi target dalam penelitian ini adalah peserta didik SMA Negeri Kuala Pembuang Tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah kelas 18 kelas dan jumlah peserta didik sebanyak 586 peserta didik. Sampel penelitian diambil secara classter dari 18 popoulasi kelas diambil 3 kelas secara random yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 dan kelas X Ruang 1, dengan jumlah peserta didik sampel 82 orang.      Hasil analisa regresi secara simultan membuktikan bahwa hipotesa alternatif (H1) diterima, yang mana dinyatakan bahwa ada pengaruh signifikan dari Motivasi Belajar (MB), Tingkat Kedisiplinan (TK), dan model Cooperative Learning (CL) terhadap Kecerdasan Emosi (KE) peserta didik. Hal ini dibuktikan dengan nilai R square sebesar 0,754 serta hasil uji ANOVA atau uji F yang mana telah di dapati nilai F hitung sebesar 10,917 yang lebih besar dari F tabel sebesar 2,722 (F hitung  10,917 >  F tabel sebesar 2,722). Tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p < 0,05), dan nilai standar error sebesar 0,376. Jadi berdasarkan hasil yang didapat tersebut memberikan arti bahwa, secara bersama-sama ketiga variabel independen yaitu Motivasi Belajar (MB), Tingkat Kedisiplinan (TK), dan model Cooperative Learning (CL) berpengaruh positif dan dapat menjelaskan besaran nilai variasi dari variabel dependen yaitu  sebesar 75,4% terhadap besaran nilai variasi variabel dependen Kecerdasan Emosi (KE). Sedangkan sisanya sebesar 24,6% di jelaskan atau dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari ketiga variabel independen tersebut.
Pengaruh Waktu Belajar, Sarana, dan Motivasi Terhadap Prestasi Siswa Kelas XI IPA SMAN 2 Sampit Rahmah, Siti Haisyatul; Mulyono, Edy
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh waktu belajar siswa di luar jam belajar sekolah, sarana yang dimiliki siswa, dan motivasi terhadap prestasi yang di dapatkan siswa kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Sampit.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Hubungan variabel dalam penelitian adalah hubungan kausal (sebab akibat). Variabel independent dalam penelitian ini, pengaruh waktu belajar (X1), sarana (X2), motivasi (X3) dan variabel dependent adalah prestasi siswa (Y). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI program studi IPA semester genap pada SMA Negeri 2 Sampit tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 132 siswa. Sampel penelitian diambil sebanyak 2 kelas yaitu kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Data yang diperoleh dengan menggunakan angket dan prestasi belajar siswa pada semester genap tahun ajaran 2012/2013. Data yang diperoleh dianalisis dengan regresi linear berganda. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y=81,729+(-0,176)X1+(-0,190)X2+0,191X3. Harga Fhitung yang diperoleh sebesar 0,201 < Ftabel yaitu 2,775 yang berarti variabel waktu belajar, sarana, motivasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap variabel prestasi (Y). Nilai thitung waktu belajar sebesar -0,575 dengan nilai signifikan sebesar 0,567 > 0,05 maka Ho diterima, nilai thitung sarana sebesar -0,275 dengan nilai signifikan sebesar 0,784 > 0,05 maka Ho diterima, dan nilai thitung motivasi sebesar 0,029 dengan nilai signifikan sebesar 0,977 > 0,05 maka Ho diterima.Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu belajar, sarana, dan motivasi tidak berpengaruh terhadap prestasi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Sampit.Kata Kunci : Waktu belajar, Sarana , Motivasi, Prestasi.
PENGARUH ANTARA PERSEPSI KARAKTERISTIK KONSELOR SEKOLAH DAN EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP MINAT BERKONSULTASI Jaitun, Jaitun
Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Aplikasi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara persepsi karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa SMA. Subjek penelitian berjumlah 55 orang  siswa SMA Negeri 2 Kuala Pembuang pada tahun ajaran 2011–2012. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga skala, yaitu skala persepsi karakteristik konselor sekolah, skala efektivitas layanan konseling individual, dan skala minat berkonsultasi pada siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. ektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (F­Fisher;15.782 p<0,01). Hasil korelasi lugas menunjukkan: (a) ada korelasi positif yang  signifikan antara persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,185; p<0,01), dan (b) ada korelasi positif yang sangat antara efektivitas layanan konseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa (r= 0,547; p>0,01).Berdasarkan perhitungan analisis regresi menunjukkan sumbangan efektif variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar sebesar 34.55%, dan sumbangan efektif variabel efektivitas layanan koseling individual terhadap minat berkonsultasi pada siswa sebesar 41.82%. Secara bersama-sama variabel persepsi tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitas layanan konseling individual memberikan sumbangan efektif sebesar 76.37% terhadap minat berkonsultasi pada siswa.  Dari temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa minat berkonsultasi yang tinggi pada siswa berkaitan dengan persepsinya tentang karakteristik konselor sekolah dan efektivitasnya layanan konseling individual.

Page 2 of 3 | Total Record : 22