Articles
48 Documents
MENEMUKAN IKLIM IMAN YANG HIDUP DALAM KOMUNITAS: UPAYA MENGHADAPI DAMPAK BURUK GLOBALISASI BAGI KAUM MUDA
Adinuhgra, Silvester
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Dengan judul artikel seperti ini, penulis tidak berarti menegasi hal-hal positif dari globalisasi. Harus diakui pengaruh globalisasi telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi banyak segi kehidupan orang zaman sekarang.Tetapi, yang hendak penulis soroti dalam artikel ini lebih pada sisi negatifnya. Tidak dapat dipungkiri, globalisasi juga mempunyai dampak negatif bagi kehidupan orang zaman ini. Secara khusus, artikel ini mau menelaah dampak buruk pengaruh globalisasi bagi kaum muda, dan bagaimana upaya pastoralnya sehingga kaum muda zaman ini tidak larut dalam euforia globalisasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATERI SUHU, KALOR, DAN PERPINDAHAN KALOR SISWA KELAS X MIA SEMESTER 2 SMA NEGERI 4 PALANGKA RAYA TAHUN AJARAN 2014/2015
Sinulingga, Pendi
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Model pembelajaran kooperatif tipe make a match adalah salah satumodel pembelajaran kooperatif di mana siswa dibawa untuk menemukansendiri jawaban-jawaban dari pertanyaan yang ada pada kartu-kartu. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam KBM yang palingdominan adalah siswa menanggapi hasil presentasi kelompok siswa lain(16,12%), siswa mencari pasangan kartu yang cocok dengan kartunya(15,11%), dan siswa mempresentasikan hasil pasangan kelompok (12,92%).Hasil lain dari penelitian ini adalah dari 36 siswa yang mengikuti tes, 27siswa (75%) memenuhi kriteria ketuntasan sebesar ⥠2,67 dan 9 siswa(25%) tidak memenuhi kriteria ketuntasan. Secara klasikal pembelajaranini tuntas karena mampu memenuhi ketuntasan klasikal yaitu 75%.
EVANGELISASI BARU SEBAGAI BENTUK TANGGUNG JAWAB GEREJA TERHADAP KAUM MISKIN (Sebuah Refleksi Peran Gereja dalam Konteks Kemiskinan di Flores)
Suryadi, Patris
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Penulis artikel menyatakan bahwa Gereja mesti keluar dari kemapanan diridemi terasanya Kabar Gembira oleh kaum miskin. Hal ini membutuhkankomitmen dan keberanian yang kuat. Komitmen dibutuhkan karenadalam banyak kesempatan, Gereja bisa saja jatuh pada ketidaksetiaan akanpanggilan dan kesadaran akan sebuah option for the poor. Keberanian jugadibutuhkan karena dalam perjuangan membela kaum miskin, Gereja pastiberhadapan dengan sistem yang sudah mapan, baik dalam internal Gerejasendiri maupun pihak eksternal seperti pemerintah dan sistem ekonomineoliberal.
KOMPETENSI GURU AGAMA KATOLIK
Hamu, Fransiskus Janu
SEPAKAT Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Kompetensi dasar yang menjadi ciri khas dari profesi guru agama Katolik tampak dalam sasaran dan tujuan dari karya pewartaan yakni membawa peserta didik untuk bersekutu dengan Tuhan dan sesama dalam semangat kasih dan persaudaraan. Oleh pengajarannya, memungkinkan peserta didik dapat bertumbuh, berkembang dan dewasa dalam iman. Lebih dari itu, seseorang menjalankan profesi sebagai guru agama Katolik karena diamanatkan oleh Allah yang memanggil dan mengutusnya untuk mewartakan Kabar Baik kepada sesama. Karenanya sikap kesetiaan, ketaatan, tanggung jawab, pengabdian, pelayanan tampa pamrih menjadi suatu keutamaan dalam menjalankan profesi keguruanya.
POLEMIK PERTAMBANGAN DI MANGGARAI BARAT DAN RELASINYA DENGAN AJARAN SOSIAL GEREJA
Denar, Beny
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
 Sistem Otonomi Daerah ternyata juga melahirkan berbagai ketimpangan dalam pilihan kebijakan politik pembangunan daerah. Salah satu fenomena paling kentara adalah munculnya perusahaan-perusahaan berskala transnasional/multi national corporations (MNC) untuk mengeruk kekayaan alam yang tersebar di daerah-daerah. Artikel ini membahas secara khusus polemik pertambangan di Manggarai Barat, NTT, yang coba dikaitkan dengan Ajaran Sosial Gereja (ASG) tentang lingkungan hidup. Ajaran Sosial Gereja telah menunjukkan secara tegas rambu-rambu yang perlu untuk menjaga keutuhan ciptaan, termasuk untuk menolak berbagai tindakan yang merusakkan lingkungan hidup.
BIMBINGAN ROHANI JALAN AMAN MENCAPAI PUNCAK HIDUP ROHANI
Adinuhgra, Silvester
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Manusia merupakan makhluk rohani. Menyebut manusia sebagaimakhluk rohani berarti manusia yang sanggup berhubungan denganAllah, Sang Sumber hidupnya. Dengan kodrat kerohaniannya ini, manusiamampu mengenal Allah yang adalah Roh. Melalui kodrat rohani ini pula,manusia mampu menjalin relasi yang erat dengan Allah sendiri. Dalamupaya menjalin relasi yang akrab tersebut, seseorang tidak luput dariberbagai hambatan. Salah dalam mengambil keputusan atau tindakandalam menghadapi berbagai tantangan tersebut dapat berakibat burukbagi kehidupan rohani seseorang. Karena itu, langkah yang tepat dalammengatasi segala hambatan dalam perjalanan rohani adalah tekunmelakukan bimbingan rohani. Dengan bimbingan rohani, mereka yangingin berkembang dalam hidup rohani akan tetap berjalan pada koridoryang benar dan puncak hidup rohani pun tercapai. Bimbingan rohanimerupakan jalan aman mencapai puncak hidup rohani.
DISKURSUS PLURALISME AGAMA (Berpikir Bersama Raimon Panikkar)
Jaman, Salvano
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Pluralisme adalah salah satu tanggapan positif kita atas realitas pluralitasagama. Dengan sikap pluralisme, kita dituntut untuk menaruh sikaptoleran dan respek terhadap agama lain. Namun, apakah pluralismeberarti bersikap toleran terhadap aneka perbedaan nilai dan kebenaran?Ataukah kita membutuhkan satu teori universal yang bisa menjembatanianeka perbedaan agama? Tapi, bukankah kerangka berpikir yang bersifatuniversal dan absolut bersifat kontradiktif dengan pluralisme itu sendiri?Artikel ini hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
PASTORAL DIALOGAL
Tjahjana, Erik Wahyu
SEPAKAT Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Sebuah langkah kongkret yang dapat dijalankan oleh para petugas pastoral (para guru agama Katolik dan katekis) dalam mewartakan Injil dalam konteks dialog atau berpastoral-dialogal adalah berusaha untuk sebisa mungkin menghubungkan setiap materi pelajaran dengan realitas keberagaman agama yang ada di sekitar kehidupan para peserta didik (murid).Realitas keberagaman agama masyarakat Indonesia harus selalu dijadikan konteks dalam setiap proses belajar-mengajar. Dan lebih daripada itu, dalam hati sanubari para peserta didik harus kita upayakan munculnya sebuah kesadaran akan pentingnya tindakan menyapa, menjumpai dan membangun persaudaraan yang penuh kasih dengan umat beragama lain dalam rangka pewartaan Kabar Gembira Kristus.
DAYAK VOICES: SEBUAH UPAYA KONTEKSTUALISASI NILAI INJILI
Lake, Sani
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Dayak Voices for Changes merupakan sebuah gerakan perubahan berbasis nilai kultural dan kemanusiaan sebagai awal dari sebuah gerakan datang untuk âada bersamaâ masyarakat Dayak. Gerakan ini diarahkan untuk menemukan bersama cerita/kisah masyarakat Dayak dan nilai hidup di balik kisahnya (God-Talk) dan bersamanya bergerak bercerita kepada dunia (God-Walk) bagaimana mengubah dunia dari perspektif Dayak secara adil dan damai dengan tanpa merusak keutuhan ciptaan yang ada. Gerakan ini merupakan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari misi Gereja Kontekstual dalam karya misi di tingkat basis.Â
MEMULIHKAN KEUTUHAN CIPTAAN: Reï¬eksi Teologis Ekologi dalam Dimensi Pembebasan1
Lake, Sani
SEPAKAT-Jurnal Pastoral Kateketik Vol 2, No 2 (2016): Katekese Umat: Menghidupi Kebenaran Injili
Publisher : STIPAS TAHASAK DANUM PAMBELUM KEUSKUPAN PALANGKARAYA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.346 KB)
Building a whole human being is a dream that is placed in the principle of fair and peaceful. The Justice touches all human life equally. If it balanced, then the creation integrity will be created. Human is not only limited in quantitative pursued, but the quality of life is guided by good and right moral quality. Any person from any background, there was a call to oblige him to maintain, to preserve and to protect the integrity of creation.