cover
Contact Name
-
Contact Email
untagtekniksipil@gmail.com
Phone
+62541743390
Journal Mail Official
untagtekniksipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 80 P 75124 Samarinda, East Kalimantan 75124
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil
ISSN : 23392665     EISSN : 25028448     DOI : 10.31293/teknikd
Core Subject : Engineering,
Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil (p-ISSN 2339-2665) and (e-ISSN 2502-8448) published three time in a year, in April, August and December. The article can be product of researches, scientific thoughts or case study, in civil engineering and isn’t formed by politics, commercialism, and subjectivity unsure. This scientific journal contains articles of thought and research results in Civil Engineering that have never been published in scientific journals or other media. Any matters relating to the use of the software, citation and copyright permissions made by the author of the article, and the legal consequences it causes, are the sole responsibility of the author of the article. The format of writing scientific articles for publication in scientific journals should follow the guidelines of scientific article writing, which is located on the back of this scientific journal.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 3 (2024)" : 5 Documents clear
Perencanaan Kawasan Kuliner Dengan Konsep Waterfront di Kota Samarinda Saptoadi, Nur Indra; Doviyanto, Rusdi; Wardhana, Wardhana
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8447

Abstract

Kuliner adalah hasil olahan yang berupa masakan. Masakan tersebut berupa lauk pauk, makanan (penganan), dan minuman. Karena setiap daerah memiliki cita rasa kuliner tersendiri, maka tak heran jika Kota Samarinda yang dihuni oleh berbagai macam suku memiliki kuliner yang berbeda-beda. Berdasarkan itu maka perlunya merencanakan suatu kawasan kuliner di Kota Samarinda dengan menjadikan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan itu. Dalam melakukan pendekatan perancangan ada beberapa tahapan penelitian studi yang harus dilakukan antara lain pendekatan tipologi objek, pendekatan tematik, pendekatan analisis tapak dan lingkungan. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam perencanaan ini menggunakan  beberapa metode yaitu sebagai berikut studi literatur, wawancara, pengamatan langsung. Dari hasil penelitian ini terciptanya suatu perencanaan kawasan kuliner dengan konsep bangunan dan kawasan open space, sehingga desain arsitektur yang dihasilkan akan mengedepankan Sungai Mahakam sebagai brand dari kawasan kuliner dengan konsep waterfront tersebut.
Efektifitas Mortar Busa Dalam Mengurangi Penurunan Tanah Pada Oprit Jembatan Putri Petong Marsus, Hendrik; Ridwan, Muhammad; Kamil, Insan
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8448

Abstract

Jembatan Putri Petong di Kabupaten Paser, yang diresmikan pada 2012, menghubungkan Desa Sungai Tuak dengan Kecamatan Tanah Grogot. Jembatan pelengkung sepanjang 300 meter ini mengalami penurunan fungsi pada opritnya setelah 11 tahun beroperasi. Oprit sepanjang 50 meter, dengan kemiringan 5%, menunjukkan penurunan visual sekitar 31,5 cm. Tanah dasar oprit terdiri dari tanah lempung lunak dengan daya dukung rendah, menyebabkan penurunan tidak seragam. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dengan perangkat lunak Plaxis 2D dan pemodelan Soft Soil Model untuk menganalisis penurunan tanah pada oprit. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan mortar busa mengurangi penurunan tanah sebesar 19,28% dibandingkan tanah timbunan pilihan, sementara kombinasi mortar busa dengan pancang mortar foam mengurangi penurunan hingga 44,38%. Penerapan mortar busa dan kombinasi pancang mortar foam terbukti efektif dalam mengatasi penurunan tanah pada oprit Jembatan Putri Petong, meningkatkan stabilitas dan keamanan jembatan dalam jangka panjang. Pendekatan ini memberikan solusi signifikan untuk masalah penurunan tanah, memastikan jembatan tetap aman untuk dilalui kendaraan bermotor.
Evaluasi Dampak Korosi Baja Terhadap Kapasitas Struktur Jembatan Sungai Dama Istiyanto, Hendra; Tumingan, Tumingan; Suryono, Joko
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8444

Abstract

Pada dasarnya, penyebab utama kerusakan pada struktur jembatan baja adalah korosi sehingga menghasilkan penurunan kapasitas struktur dan kinerja jembatan baja (Kayserdan Nowak, 1989). Korosi adalah proses kerusakan pada sifat material akibat terjadinya reaksi elekrokimia karena interaksi material dengan lingkungan. Jembatan dapat mengalami kegagalan struktur karena berbagai macam faktor eksternal. Jembatan Dua Sungai Dama terletak di Kota Samarinda merupakan salah satu jembatan yang akan mendekati umur masa layan jembatan. Jembatan ini dibangun pada tahun 1987, telah mengalami tahapan kelelahan/fatigue semenjak difungsikan. Evaluasi pada Jembatan ini berdasarkan nilai Rasio < 1. Pada bagian gelagar melintang jembatan mengalami tingkat korosi yang tinggi sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap keamanan struktur jembatan sungai dama.
Karakteristik Baut Mutu Tinggi Grade 8.8 M22 Untuk Sambungan Rangka Baja Jembatan Pamungkas, Pulung Priyo; Tumingan, Tumingan; Wahyudianto, Arif
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8445

Abstract

Sambungan rangka baja pada jembatan banyak menggunakan baut mutu tinggi. Penggunaan sambungan dengan paku keling atau las pada rangka baja sudah tdak banyak lagi digunakan pada proyek proyek konstruksi di dalam negeri. Pada akhir tahun ke belakang, terdapat kegagalan konstruksi pada jembatan di dalam negeri. Salah satu penyebab dari faktor kegagalan konstruksi  dikarenakan penggunaan baut baja yang tidak sesuai dengan peraturan di Indonesia. Sehingga setiap penggunaan baut pada sambungan baja, sebaiknya di lakukan pengujian proofload dan tarik putus terlebih dahulu. Penggunaan baut mutu tinggi Grade 8.8 banyak dijumpai pada sambungan jembatan di Indonesia. Sehingga dengan pungujian proofload dan tarik putus, didapatkan pola keruntuhan atau putus baut  sebagai sambungan rangka baja, terutama pada pemasangan baut baru jembatan di Indonesia.
Efektivitas Fungsi Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Perkotaan Samarinda Milasari, Lisa Astria; Doviyanto, Rusdi; Tandiayu, Charisma Theresensia; Nabawi, Aqmal Nabil
Kurva S : Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/teknikd.v12i3.8446

Abstract

Selama tahap awal pembangunan kota, sebagian besar lahan adalah ruang hijau terbuka, karena kebutuhan ruang untuk menampung penduduk dan aktivitas mereka, ruang hijau ini cenderung berubah menjadi kawasan terbangun. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kesesuaian ruang terbuka hijau terhadap jumlah penduduk di kawasan perkotaan Kota Samarinda. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun hasil pembahasan menunjukkan bahwa penilaian terhadap tingkat efektivitas  fungsi ruang terbuka hijau sebagai ruang publik didominasi oleh variabel yang tergolong efektif yaitu sebanyak 5 (lima) variabel. Sedangkan, variabel lain tergolong cukup efektif sebanyak 4 (empat) variabel. Variabel yang tergolong efektif yaitu variabel fungsi RTH, perilaku pengunjung, fasilitas penunjang, dan fungsi sosial. Kemudian, variabel yang tergolong cukup efektif yaitu variabel fungsi ekonomi, fungsi kelembagaan, pemanfaatan lahan dan fungsi lahan. Melalui tabel hasil analisa diatas, diketahui bahwa variabel yang memiliki nilai efektivitas paling tinggi adalah variabel fasilitas penunjang dengan nilai efektivitas sebesar 2,9. Sedangkan, variabel yang memiliki tingkat efektivitas paling rendah adalah variabel fungsi lahan dengan nilai efektivitas sebesar 2,1.

Page 1 of 1 | Total Record : 5