cover
Contact Name
Boby Rahman
Contact Email
bobyrahman@unissula.ac.id
Phone
+6285742856478
Journal Mail Official
jurnalpondasiunissula@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Jl.Raya Kaligawe KM 4 PO.BOX 1235 Semarang 50012 » Tel / fax : 0246583584 / 0246582455
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pondasi
ISSN : 0853814X     EISSN : 27147622     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/pondasi.v24i2
Articles written for the journal of Pondasi, covering the results of thoughts and research results relating to the field of study civil engeenering and spatial planning directly or indirectly. 1) Civil Engeenering 2) Transportasi 3) Environmental Studies 4) Water Resources Management 5) Infrastructure 6) Spatial Planning 7) Urban Design 8) Disaster Mitigation 9) Areas of relevant science
Articles 131 Documents
ANALISA KARAKTERISTIK DAN STABILITAS MARSHALL ASBUTON LGA 50/30 UNTUK LASTON LAPIS AUS ASBUTON BUTIR (AC-WC ASB. BUTIR) Listia Ayu Ningrum; Soedarsono Soedarsono; Hermin Poedjiastoeti
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.44086

Abstract

Asphalt use for road construction is 1,2 million tons a year, domestic production only supplied 0.6 million tons the remaining needs are supported by imports. Asbuton has been uknwon for better adhesive quality than regular oil asphalt. The research aims to find the Marshall stability value by observing the characteristics of Asbuton LGA 50/30 for Asphalt Concrete-Wearing Course Asbuton Granular (AC-WC Asb. Granular) with 5 (five) different Asbuton variants and to find the cost difference in the production of Asphalt Concrete-Wearing Course Asbuton Granular (AC-WC Asb. Granular) compared to the production cost of AC-WC oil asphalt using experimental research methods. The characteristics of Asphalt Concrete-Wearing Course Asbuton Granular (AC-WC Asb. Granular) are higher than AC-WC from regular oil asphalt; visually, the AC-WC with Asbuton addition results in a matte color mixture compared to AC-WC Granular with oil asphalt which Asphalt Concrete-Wearing Course Asbuton Granular has a darker and more glossy black color. From the samples that have been tested, at optimum asphalt content level 6% and the amount of Asbuton used at 7.5%, the Marshall results are: VIM 4.51%, VFB 73.76%, Marshall Stability 1,614 Kg, Flow 2.6 mm, MQ 601.3 Kg/mm, and Residual stability after 24-hour immersion 92.79%. Using Asbuton in the mixture for Laston AC-WC can save production costs by 1.33%.
RE-DESIGN STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE WARREN DAN CAMEL BACK (STUDI KASUS JEMBATAN KALI BABON, TERBOYO, KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH) ZULFA NUR AINI; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain profil dan keamanan struktur atas jembatan rangka baja tipe Warren dan Camel Back pada Jembatan Kali Babon, Terboyo, Semarang. Penelitian ini menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design), yaitu pendekatan berdasarkan konsep probabilistik yang memanfaatkan data statistik dari beban dan kekuatan struktur. Peraturan yang dijadikan acuan mencakup Standar Naisonal Indonesia (SNI) 1725:2016, (SNI) 2833:2016 dan (SNI) 1729:2020. Pada hasil analisis menunjukkan dengan profil baja yang sama pada kedua tipe jembatan dengan I-WF 900 x 300 untuk gelagar melintang, I-WF 600 x 200 untuk gelagar memanjang, H-Beam 400 x 400 untuk batang diagonal, H-Beam 400 x 400 untuk Top Chord, dan H-Beam 300 x 300 untuk Top Bracing mampu menahan beban-beban yang bekerja dan dikategorikan aman terhadap Batas Lendutan Jembatan yaitu sebesar 6,25 cm, dan nilai P.M Ratio maksimum dikategorikan aman karena lebih kecil dari koefisien 1.
STUDI EVALUASI DIMENSI DAN PENULANGAN KOLOM BANGUNAN GEDUNG TERMINAL TIPE A DI SALATIGA Hastu Tatas Herarkhi; Sumirin Sumirin; Rachmat Mudiyono
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.52748

Abstract

The development of transportation infrastructure demands structural designs that are efficient, economical, and compliant with safety standards. Columns, as primary structural elements in buildings, play a critical role in supporting vertical loads and maintaining overall structural stability. This research aims to analyze and optimize the dimensions and reinforcement of columns in the Terminal Type A Building in Salatiga to achieve material efficiency without compromising structural strength. This study is based on the existing condition of the revitalized terminal building, taking into account gravitational and seismic loads in accordance with SNI 2847:2019 and SNI 1726:2019 standards. Structural analysis was conducted using building structure software to obtain the structural response and evaluate the strength of the column elements. Optimization was carried out by varying the column dimensions and reinforcement configurations to obtain the most efficient outcome in terms of concrete volume and reinforcement weight. The results of the study indicate significant potential for material savings while maintaining compliance with strength performance standards. The optimization process offers an alternative column design that is more economical and efficient, providing valuable reference for practitioners and academics in the planning of similar building structures.
STRATEGI PENGEMBANGAN HUNIAN DENGAN KONSEP LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Rafi Agil Abipraya
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47291

Abstract

Pengembangan perumahan merupakan salah satu aspek penting dalam perencanaan kota yang tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal, tetapi juga berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan perumahan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan integrasi ketiga faktor tersebut. Secara ekonomi, pengembangan perumahan dipengaruhi oleh nilai lahan, daya beli masyarakat, serta dinamika pasar properti. Dari sisi sosial, faktor seperti perubahan gaya hidup, kebutuhan akan hunian layak, serta isu kesenjangan akses hunian turut membentuk pola permukiman. Sementara dari aspek lingkungan, strategi pembangunan harus memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau, risiko bencana, serta dampak ekologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur dan observasi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan perumahan yang efektif harus terintegrasi, dan mampu beradaptasi terhadap kondisi lokal. Pendekatan terintegrasi, dan mampu beradaptasi terhadap kondisi lokal. Pendekatan pembangunan berkelanjutan menjadi kunci untuk menciptakan permukiman yang tidak hanya layak huni, tetapi juga inklusif dan ramah lingkungan. Diperlukan kolaborasi antara pengembang, pemerintah, dan masyarakat untuk mewujudkan tata perumahan yang berkelanjutan di masa depan.
ANALISIS BETON MASS CONCRETE PADA PILE HEAD DENGAN COOLING PIPE SYSTEM (STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG - DEMAK SEKSI 1A STA 8+314 – STA 10+394) Dina Novianti; Rayhan Maulana Prakusya; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47329

Abstract

Beton mass concrete merupakan konstuksi yang memerlukan perhatian khusus karena ketebalan dan jumlah dari pencampuran beton yang dilakukan. Semakin besar dan tebal ukuran elemen beton, maka penggunaan semen semakin tinggi sehingga diperlukan pengontrolan terhadap panas hidrasi. Perawatan beton yang dilakukan berbeda dengan beton biasa, pada beton mass concrete kenaikan suhu beton harus bisa dikendalikan. Penelitian ini mengkaji terkait pengaruh perawatan beton menggunakan cooling pipe system untuk pengendalian suhu pada beton mass concrete.Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan perbandingan variasi benda uji (mock up) pada perawatan beton mass concrete menggunakan cooling pile system dengan pengaliran air es batu selama 7 hari, pengaliran air biasa selama 7 hari, dan pengaliran air es batu selama 3 hari kemudian dilanjutkan dengan air biasa selama 4 hari. Pada hasil penelitian didapatkan dari perbandingan perawatan beton mass concrete dengan cooling pipe system yang paling efektif dan efisien untuk pencampuran beton mass concrete menggunakan pengaliran air es batu selama 3 hari dan dilanjutkan dengan air biasa selama 4 hari. Rata-rata suhu tertinggi yaitu pada jam ke-24 dengan suhu 63°C.
ANALISIS TIMBUNAN PERBAIKAN SUBGRADE DENGAN SUBSTITUSI STONE CRUSHER WASTE (STUDI KASUS : INDONESIA GROWTH PROJECT BAHODOPI BLOCK 2 & 3) Muhammad Deny Adi Saputra; Dyah Ainun Syafitri; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47798

Abstract

Pembangunan jalan angkut di area pertambangan nikel membutuhkan tanah dasar yang kuat dan stabil untuk mendukung kegiatan pengangkutan alat berat. Namun, berdasarkan hasil uji CBR di Jalan Angkut Utama 112 Zona 2 Proyek Pertumbuhan Indonesia (IGP) Bahodopi Blok 2 & 3 milik PT Vale Indonesia, nilai CBR tanah dasar ditemukan di bawah standar teknis yang dipersyaratkan. Di sisi lain, proses penghancuran agregat menggunakan Stone Crusher menghasilkan material limbah (Limbah Stone Crusher) dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan Limbah Stone Crusher sebagai material alternatif untuk perbaikan tanah dasar dalam konstruksi jalan angkut.Metode penelitian ini melibatkan pengumpulan sampel Limbah Penghancur Batu dan tanah asli dari lokasi proyek, diikuti dengan serangkaian uji laboratorium yang meliputi analisis saringan, berat jenis, kadar air, kadar butiran halus, batas Atterberg, Standar Proctor, dan uji CBR. Komposisi campuran divariasikan pada 25%, 50%, 75%, dan 100% Limbah Penghancur Batu untuk menentukan proporsi yang paling efektif dalam meningkatkan sifat fisik dan mekanis tanah dasar.Hasil uji menunjukkan bahwa campuran yang mengandung 75% Limbah Penghancur Batu dan 25% tanah asli memberikan kinerja terbaik dalam hal nilai CBR dan kepadatan kering maksimum. Oleh karena itu, Limbah Penghancur Batu dianggap cocok untuk digunakan sebagai material urugan dalam perbaikan tanah dasar untuk jalan angkut.
Optimalisasi Durasi dan Biaya Proyek Bendungan Cibeet Paket 1 Menggunakan Metode Least Cost Analysis dengan Penambahan Tenaga Kerja dan Jam Lembur Edi Purnomo; rachmat mudiyono; kartono wibowo
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47556

Abstract

This study aims to optimize project duration and minimize additional costs in the Cibeet Dam Package 1 project by applying the Least Cost Analysis method through strategies of increasing labor workforce and adding overtime hours (1, 2, and 3 hours). Primary and secondary data were collected from project documents and analyzed using Microsoft Project to identify the critical path and perform crashing simulations, as well as Microsoft Excel for cost calculations. The results indicate that increasing labor can accelerate the project duration by up to 15.8% with a 12% increase in cost, while adding overtime hours provides acceleration with relatively lower additional costs. The combination of both strategies yields an optimal balance, achieving a 22.7% reduction in duration with a 15.8% cost increase. This study reinforces the effectiveness of the Least Cost Analysis method as a strategic tool in project management decision-making, especially for controlling risks of delays and cost overruns in construction projects. Further research is recommended to include external variables for more comprehensive outcomes
Daya Dukung Wisata Bahari untuk Pengembangan Ekowisata Snorkeling Diah Anita Firdaus; Hasti Widyasamratri
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47292

Abstract

ABSTRAKPengembangan ekowisata snorkeling memerlukan pendekatan perencanaan yang mempertimbangkan daya dukung kawasan secara keseluruhan. Melalui kajian pustaka yang sistematis, penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara aspek biofisik, sosial, ekonomi, dan spasial dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata bahari seperti Pantai Sadranan, Pulau Kemujan, dan Karimunjawa menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan kapasitas pengunjung, tekanan ekologis, dan pemanfaatan ruang yang tidak tepat. Strategi perencanaan berbasis zonasi, penerapan sistem kuota, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan kawasan. Peran perencana wilayah dan perkotaan juga sangat signifikan dalam mengembangkan perencanaan tata ruang laut yang adaptif dan berbasis konservasi. Dengan mempertimbangkan daya dukung sebagai dasar kebijakan, pengelolaan ekowisata bahari dapat diarahkan agar lebih berkelanjutan, edukatif, dan inklusif.Kata Kunci : daya dukung wilayah, ekowisata bahari, snorkeling, penataan ruang, konservasi lautABSTRAKPengembangan ekowisata snorkeling membutuhkan pendekatan perencanaan yang mempertimbangkan daya dukung kawasan secara menyeluruh. Melalui observasi literatur sistematis (Systematic Literature Review), kajian ini mengeksplorasi keterkaitan antara aspek biofisik, sosial, ekonomi, dan spasial dalam menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan wisata bahari seperti Pantai Sadranan, Pulau Kemujan, dan Karimunjawa menghadapi tantangan serius terkait batas daya tampung pengunjung, tekanan ekologis, serta ketidaksesuaian pemanfaatan ruang. Perencanaan strategi berdasarkan zonasi, penerapan sistem kuota, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memastikan kelestarian kawasan. Peran perencana wilayah dan kota juga sangat signifikan dalam penataan ruang laut yang adaptif dan berbasis konservasi. Dengan mempertimbangkan daya dukung sebagai landasan kebijakan, pengelolaan ekowisata bahari dapat diarahkan menjadi lebih berkelanjutan, edukatif, dan inklusif.Kata Kunci : daya dukung kawasan, ekowisata bahari, snorkeling, perencanaan spasial, konservasi laut
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ASHPALT CONCRETE WEARING COURSE MODIFIKASI PG 70 DAN ASPAL PENETRASI 60/70 DENGAN BAHAN TAMBAH ANTI STRIPPING AGENT Muhammad Agus Kurniawan
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47313

Abstract

Road pavement plays a crucial role in supporting connectivity and economic development, with the wearing course acting as the primary layer subdjected to traffic loads and environmental exposure. In Indonesia, commonly used asphalt types include penetration grade 60/70 and PG 70 modified asphalt, the latter offering superior resistance to deformation and cracking. To mitigate moisture-induced stripping, anti stripping agents (ASA) such as hydrated lime are applied to enhance adhesion and improve mixture durabilitu. This study aoims to analyze the characteristics of Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixtures utilizing both asphalt types, and to evaluate the influence of ASA on performance enhancement, in order to recommend optimal materials for pavement applications. The research methodology involves laboratory-based experimental testing of AC-WC mixtures prepared with the two asphalt types, both with and without the addition of hydrated lime as an ASA. The evaluation focuses on volumetric properties (VIM,VMA,VFB,stability,flow,and Marshall Quotient (MQ) to determine the most suitable materials for pavement applications. The findings indicate that PG 70 modified asphalt yields higher stability and MQ values than penetration grade 60/70 asphalt, and demonstrates better moisture resistance. Moreover, ASA addition significantly enhances the adhesive bond and stripping resistance in both asphalt types. Based on the rest result, AC-WC mixtures incorporating PG 70 asphalt and ASA are recommended for road pavement in tropical regions with high traffic volumes
EVALUASI KETEBALAN PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN KALIGAWE RAYA KM 5+500 – 6+700 BERDASARKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP) 2024 Achmad Himawan; Rachmat Mudiyono
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47857

Abstract

The Kaligawe Raya road section in the Pantura corridor at KM 5+500–6+700 in Semarang City supports heavy vehicle traffic and national logistics. The 2017 Pavement Design Manual was used to construct a rigid pavement for this segment in 2023. The 2024 Pavement Design Manual (MDP 2024), which uses an empirical-mechanistic approach, requires a reevaluation of the existing concrete slab thickness to determine its compliance with the updated standards and its ability to withstand projected traffic loads over the design life. This study uses a quantitative case study. Field surveys of pavement and structural conditions provide primary data, while ADT, vehicle mix, and technical papers provide secondary data. Based on the technical data, the pavement thicknesses of the 2017 MDP and 2024 MDP are compared. Due to frequent loading, fatigue, and erosion, the 2024 MDP recommends a thicker slab of 6.5 cm. The older method may lead to design life discrepancies. MDP 2024 better predicts pavement performance for future traffic.