cover
Contact Name
Boby Rahman
Contact Email
bobyrahman@unissula.ac.id
Phone
+6285742856478
Journal Mail Official
jurnalpondasiunissula@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Jl.Raya Kaligawe KM 4 PO.BOX 1235 Semarang 50012 » Tel / fax : 0246583584 / 0246582455
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pondasi
ISSN : 0853814X     EISSN : 27147622     DOI : http://dx.doi.org/10.30659/pondasi.v24i2
Articles written for the journal of Pondasi, covering the results of thoughts and research results relating to the field of study civil engeenering and spatial planning directly or indirectly. 1) Civil Engeenering 2) Transportasi 3) Environmental Studies 4) Water Resources Management 5) Infrastructure 6) Spatial Planning 7) Urban Design 8) Disaster Mitigation 9) Areas of relevant science
Articles 131 Documents
Optimalisasi Pelayanan Publik Sertifikat Laik Fungsi melalui SIMBG dan Dukungan Tim Profesi Ahli di Kabupaten Pekalongan Esti Yuwana Pambudi; antonius antonius; prabowo setiyawan
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47874

Abstract

The Certificate of Feasibility of Function (SLF) is a crucial instrument to ensure building safety, comfort, and compliance; however, achieving public service targets in Pekalongan Regency still faces governance challenges. Digitalization through the Building Management Information System (SIMBG) and support from the Expert Professional Team (TPA) is considered strategic for enhancing service effectiveness. This study aims to analyze the effect of SIMBG implementation on the effectiveness of SLF public services, with TPA support as a moderating variable. An explanatory quantitative approach was employed, surveying 120 respondents, including SLF applicants, service providers, and TPA members. Data were analyzed using structural equation modeling (SEM-PLS) to examine the relationships among variables. The results indicate that SIMBG implementation has a significant positive effect on user satisfaction (β = 0.46; p < 0.01), while TPA support strengthens this relationship (β = 0.31; p < 0.05). The integration of SIMBG and TPA proved effective in enhancing accountability, accelerating service processes, and reducing policy-practice gaps. However, procedural consistency and human resource limitations at the operational level remain. In conclusion, improving SLF service targets requires an integrated approach with SIMBG as a technological enabler and TPA as a professional enabler. Recommendations include enhancing digital literacy among officials, refining technical regulations, and strengthening the role of TPA in procedural assistance. This study is limited to the context of Pekalongan Regency; thus, generalization should be cautious, and future research is recommended to expand locations and include additional variables such as leadership and central regulations to enrich the understanding of SLF governance in Indonesia.
PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN SEBAGAI SUMBER ENERGI BIOMASSA DALAM MENDUKUNG KEMANDIRIAN ENERGI DESA Riko Adiyanto
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47294

Abstract

Krisis energi dan tingginya ketergantungan terhadap sumber energi fosil di wilayah pedesaan mendorong perlunya pemanfaatan sumber daya lokal sebagai alternatif energi terbarukan. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah biomassa yang berasal dari limbah pertanian dan peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi biomassa sebagai energi alternatif dalam mewujudkan kemandirian energi desa melalui pendekatan studi literatur dan kajian tiga studi kasus. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengkaji jurnal ilmiah dan laporan pengabdian masyarakat yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biomassa, khususnya kotoran ternak, dapat diolah menjadi biogas melalui teknologi biodigester sederhana yang mampu menghasilkan energi untuk kebutuhan rumah tangga. Selain itu, residu hasil olahan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair, sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian. Studi kasus yang dikaji menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pelatihan teknis dan pengelolaan instalasi biogas mendorong keberhasilan program dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemanfaatan biomassa dapat menjadi solusi strategis untuk menyediakan energi bersih, murah, dan berkelanjutan di desa. Implikasi dari hasil ini menunjukkan pentingnya dukungan kebijakan dan kelembagaan untuk mendorong replikasi dan pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal.
ANALISIS ASPHALT WEARING COURSE AC-WC DENGAN BAHAN TAMBAH TILE CERAMIC WASTE AND RED BRICK WASTE UNTUK PERKERASAN JALAN Alpin Hartanto; Defa Kuswanto; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47648

Abstract

ANALYSIS OF ASPHALT WEARING COURSE AC-WC WITH ADDED MATERIALS OF WASTE CERAMIC TILE AND WASTE RED BRICK FOR ROAD PAVEMENTABSTRAKThis study aims to evaluate the effect of adding Tile Ceramic Waste and Red Brick Waste as additives on the characteristics of the Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) mixture. The use of these wastes aims to reduce environmental impact while improving road pavement performance.The research was conducted at the Road Pavement Laboratory of the Faculty of Engineering, Unissula, using the Marshall test method. The mixture variations included 0%, 3%, 6%, and 8% of Tile Ceramic Waste and 0%, 2%, and 4% of Red Brick Waste. Tested parameters included stability, flow, density, VMA, VIM, VFA, and Marshall Quotient.The results showed that the addition of both wastes significantly affected stability and other Marshall parameters. The optimum composition resulted in a stability value of 1575.05 kg, VIM 3.22%, VMA 15.82%, VFA 79.65%, and a Marshall Quotient of 218.76 kg/mm. This research demonstrates that ceramic and red brick waste can be effectively utilized as additives in AC-WC asphalt mixtures.Keywords: Asphalt Concrete-Wearing Course, Tile Ceramic Waste, Red Brick Waste, Marshall Test, Road Pavement ANALISIS ASPHALT WEARING COURSE AC-WC DENGAN BAHAN TAMBAH TILE CERAMIC WASTE AND RED BRICK WASTE UNTUK PERKERASAN JALANABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan limbah Tile Ceramic Waste dan Red Brick Waste sebagai bahan tambah (additive) terhadap karakteristik campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC). Pemanfaatan limbah ini bertujuan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan performa perkerasan jalan.Penelitian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Fakultas Teknik Unissula dengan metode uji Marshall. Variasi campuran menggunakan limbah Tile Ceramic Waste sebesar 0%, 3%, 6%, dan 8%, serta limbah Red Brick Waste sebesar 0%, 2%, dan 4%. Parameter yang diuji meliputi stabilitas, kelelehan (flow), densitas, VMA, VIM, VFA, dan Marshall Quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kedua limbah memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai stabilitas dan parameter Marshall lainnya. Komposisi optimum menghasilkan nilai stabilitas sebesar 1575,05 kg, VIM 3,22%, VMA 15,82%, VFA 79,65%, dan Marshall Quotient 218,76 kg/mm. Penelitian ini menunjukkan bahwa limbah keramik dan bata merah dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambah yang efektif untuk campuran aspal AC-WC.Kata Kunci: Asphalt Concrete-Wearing Course, Tile Ceramic Waste, Red Brick Waste, Marshall Test, Perkerasan Jalan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG KANTOR 4 LANTAI PADA KELAS TANAH E: STUDI KASUS PENGEMBANGAN GEDUNG BINA MARGA DAN CIPTA KARYA DI MADUKORO, SEMARANG Rahman Maulana Satriya Maudy; M. Adrian Rheza Ghiffari Savero; Antonius Antonius
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.47987

Abstract

Perencanaan bangunan bertingkat di tanah lunak (kategori tanah E) memerlukan metode yang cermat karena sifat tanah ini memperburuk dampak gempa dan memiliki kemampuan dukung tanah yang rendah. Studi ini merancang struktur gedung perkantoran empat lantai di Madukoro, Semarang, dengan penambahan satu lantai pada gedung eksisting tiga lantai Bina Marga dan Cipta Karya. Perencanaan struktur mengacu pada SNI 1727:2020 (beban minimum), SNI 1726:2019 (ketahanan gempa), dan SNI 2847:2019 (struktur beton). Hasil studi menunjukkan perlunya sistem pondasi dalam untuk menyalurkan beban ke lapisan tanah yang lebih stabil, diharapkan menjadi acuan perencanaan di daerah rawan gempa.
Analisa Hasil Uji Pemompaan Sumur Bor Untuk Penentuan Karakteristik dan Produktifitas Akuifer (Studi kasus : Cekungan Air Tanah Pekalongan-Pemalang) Yudha Priyatna Hidayat; Imam Wahyudi; Moh Faiqun Niam
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.48036

Abstract

Ketersedian air tanah tergantung pada kondisi lingkungan dimana proses pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah berlangsung pada suatu cekungan air tanah (CAT). Landasan kebijakan dalam pengelolaan air tanah harus berbasis pada cekungan air tanah. Dengan melakukan Uji Pemompaansetelah konstruksi sumur bor, maka performa sumur dapat dievaluasi. Nilai Step-Drawdown Test mampu mencerminkan Total penurunan muka air pada sumur yang dilakukan uji pemompaan. Dengan hasil tersebut mampu dievaluasi performa sumur produksi. Kombinasi dari nilai dari Continous Pumping Test mampu mengevaluasi potensi akuifer pada daerah pemboran airtanah . Dari3 titik sumur penelitian, 2 Sumur memiliki nilai transmisivitas (T) kurang dari 100 m2/d, yang diartikan bahwa cadangan air tanah dari titik sumur ini adalah cukup produktif, akan tetapi hanya bisa diaplikasikan untuk komunitas/kelompok orang yang terbatas. Dari keadaan tersebut maka pengambilan harus dapat dilaksanakan secara teratur dan tidak berlebihan. 1 Sumur memiliki nilai transmisivitas (T) lebih dari 100 m2/dyang diartikan bahwa cadangan air tanah dari titik sumur ini adalah sangat produktif, bisa diaplikasikan untuk komunitas/kelompok orang pada regional yang cukup luas.
Analisis Identifikasi Risiko Pada Proyek Renovasi Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara Muhammad Ilham Kartiko; Kartono Wibowo; Soedarsono Soedarsono
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.41992

Abstract

Sebuah proyek renovasi memiliki lebih banyak ketidakpastian daripada proyek bangunan baru, hal ini karena keterbatasan-keterbatasan akibat dari bangunan yang telah ada. Keterbatasan tersebut berpotensi untuk memunculkan permasalahan-permasalahan seperti keterlambatan waktu, pembengkakan biaya, kualitas pekerjaan yang rendah hingga aspek safety atau keselamatan kerja. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi risiko terhadap risiko yang berpotensi muncul di Proyek Renovasi Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara penyebaran kuesioner yang ditujukan kepada subjek penelitian. Penilaian klasifikasi risiko didasarkan atas asumsi atau opini dari subjek penelitian terhadap variabel yang sedang diteliti dalam skala likert. Selanjutnya dilakukan tahap analisis data dengan cara mengkali penilaian yang mencakup probabilitas (kemungkinan) dan concequence (dampak) dari risiko tersebut terhadap tabel pemetaan risiko (risk maps) hingga didapatkan kategori masing-masing risiko seperti Low, Medium, High atau Extreme. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa aktivitas pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Low dan Medium yaitu meliputi Pekerjaan Persiapan, Pekerjaan Tanah, Pekerjaan Bekisting, Pekerjaan Pengecoran, Pekerjaan Baja, Pekerjaan Plat Lantai, Pekerjaan Arsitektur, Pekerjaan Elektrikal, Pekerjaan Plumbing dan Pekerjaan Area Lapangan. Sedangkan aktivitas pekerjaan yang memiliki tingkat risiko Low, Medium dan High yaitu meliputi Pekerjaan Pembongkaran dan Pekerjaan Pembesian.
PENERAPAN BUILD BACK BETTER UNTUK PEMULIHAN BENCANA DI KAWASAN PESISIR Mahesa Saputra; Jamilla Kautsary
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47296

Abstract

Wilayah pesisir merupakan kawasan dengan kerentanan tinggi terhadap bencana seperti tsunami, banjir rob, dan abrasi. Studi ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Build Back Better (BBB) dalam pemulihan pascabencana di kawasan pesisir Indonesia. Dengan menggunakan metode studi literatur dari berbagai jurnal dan dokumen kebijakan, kajian ini membandingkan pendekatan pemulihan di Banda Aceh, Palu, dan Serang. Hasil menunjukkan bahwa implementasi BBB mencakup peningkatan desain struktur bangunan, penataan tata guna lahan berbasis multi bencana, penguatan sistem sosial dan ekonomi, serta pentingnya regulasi dan pemantauan berkelanjutan. Meski terdapat keberhasilan, masih ditemukan tantangan seperti lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, kurangnya indikator kuantitatif dalam evaluasi, serta terbatasnya keterlibatan masyarakat lokal dalam perencanaan. Oleh karena itu, penerapan BBB harus lebih terintegrasi, adaptif, dan inklusif untuk mewujudkan kawasan pesisir yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.Kata kunci: Build Back Better, pemulihan bencana, kawasan pesisir, pengurangan risiko, pemantauan dan evaluasi.
Peran Indeks Hijau Biru Indonesia dalam Mendorong Implementasi Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan Berkelanjutan Muhammad Denianto
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.47288

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan elemen krusial dalam pembangunan perkotaan berkelanjutan yang memerlukan metode evaluasi yang komprehensif dan terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Indeks Hijau Biru Indonesia (IHBI) sebagai instrumen penilaian kualitas RTH dalam mendorong implementasi RTH di kawasan perkotaan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan kajian literatur terhadap jurnal-jurnal Indonesia yang membahas implementasi IHBI dalam perencanaan RTH perkotaan. IHBI merupakan metode perhitungan RTH yang menilai kualitas ruang berdasarkan tiga variabel utama: (1) Fungsi Ekologis yang mencakup indikator kualitas udara & iklim, konservasi air, dan biodiversitas; (2) Fungsi Sosial yang meliputi aksesibilitas & interaksi, fasilitas rekreasi, dan nilai edukasi; serta (3) Kualitas Ruang yang terdiri dari estetika lansekap, desain & penataan, dan integrasi urban. Setiap variabel diukur melalui parameter-parameter spesifik yang dapat dikuantifikasi, seperti kemampuan absorbsi CO₂, tingkat kunjungan masyarakat, dan kualitas estetika lansekap. Formula IHBI mengintegrasikan Faktor Hijau-Biru Indonesia (FHBI) dengan sistem pembobotan yang menghasilkan klasifikasi kualitas RTH dalam kategori sangat baik (>80), baik (60-80), sedang (40-60), dan kurang (<40). Implementasi IHBI telah terbukti efektif dalam studi kasus di beberapa kota Indonesia seperti Surabaya, Bitung dan Sukabumi, dengan dukungan regulasi Peraturan Menteri ATR/BPN No. 14 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IHBI berperan sebagai alat bantu strategis dalam perencanaan tata ruang, monitoring & evaluasi berkala, pengembangan bertahap RTH, dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa IHBI merupakan instrumen yang komprehensif dan terstruktur yang mampu mendorong implementasi RTH berkelanjutan melalui pendekatan kuantitatif dan terintegrasi dalam perencanaan perkotaan Indonesia.
PERKERASAN JALAN (AC-WC) DENGAN BAHAN TAMBAH CAMPURAN ARANG KAYU DAN PASIR LAUT Gery Rizki Bijaksana; Dwi Prasetyo; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i2.52755

Abstract

This study investigates the effects of incorporating wood charcoal and sea sand as additive materials in the Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) mixture. Wood charcoal, known for its porous structure and lightweight properties, is expected to enhance the absorption and bonding of asphalt binder, while sea sand is examined as a partial substitute for fine aggregates to promote the use of local materials. The experimental design includes the addition of 0%, 2%, 4%, and 6% wood charcoal by total aggregate weight, and 0%, 2%, 4% and 6% sea sand as a mixing compliment. Marshall tests were conducted to evaluate key parameters such as stability, flow, Marshall Quotient, Voids in Mix (VIM), Voids in Mineral Aggregate (VMA), and Voids Filled with Bitumen (VFB). The results indicate that the addition of 0% up to 2% wood charcoal meets the requirements of the Indonesian Directorate General of Highways (Bina Marga, 2018). These additives demonstrated improved stability and deformation resistance, though excessive usage led to decreased cohesion and moisture resistance. Overall, wood charcoal and sea sand show potential as sustainable alternative additives in AC-WC mixtures when used in optimal proportions.
PERILAKU ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COARSE (AC-WC) POROUS DENGAN BAHAN TAMBAH SERAT BAJA DAN RUBBER Surasa Waluya; Rachmat Mudiyono; Juny Andry Sulistyo
Pondasi Vol 30, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : UNISSULA Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/pondasi.v30i1.42563

Abstract

In Indonesia, roads often experience water accumulation during rain, leading to slippery conditions and an increased risk of accidents. To address this issue, porous asphalt has been developed using coarse aggregates and low sand content, allowing water to permeate both vertically and horizontally. This technology offers advantages such as improved skid resistance, reduced noise, and enhanced drainage functions, which help mitigate hydroplaning risks and maintain hydrological balance. This study utilized floodwater from Jl. Barito, Semarang Timur, aggregates from AMP PT. Perwita Karya, and JAP-57 polymer asphalt. The addition of LDPE plastic and varying amounts of steel fiber and rubber aimed to enhance the mixture's strength. The results indicated that the addition of rubber and steel fiber influenced the VIM (Void in Mix) value, where higher content reduced VIM and improved the mixture's ability to allow water to pass through.