cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
COPING (Community of Publishing in Nursing)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031298     EISSN : 27151980     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
COPING (Community of Publishing in Nursing) adalah E-Jurnal Keperawatan yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. E-Jurnal keperawatan ini akan menjadi salah satu wahana pengembangan Evidence Based Nursing dalam pengembangan dan update ilmu-ilmu keperawatan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pada pasien. Jurnal ini terbit tiga kali setahun dan menerima artikel atau publikasi penelitian-penelitian di bidang keperawatan dari berbagai kalangan yang belum pernah diterbitkan. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar atau Bahasa Inggris. Tim Redaksi akan melakukan analisis dan memilih naskah publikasi atau artikel yang akan diterbitkan setelah mendapat hasil evaluasi dari Tim Penyunting. Tim Redaksi berhak menolak, menerima atau meminta penulis melakukan revisi pada naskah yang dikirim
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018" : 8 Documents clear
PENGARUH BACK RUB TERHADAP KECEMASAN DAN GANGGUAN TIDUR PADA ANAK PRA SEKOLAH SAAT HOSPITALISASI Ningning Sri Ningsih; Yuliastati Yuliastati
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.93 KB)

Abstract

Proses hospitalisasi bagi anak usia pra sekolah merupakan pengalaman yang dapat menyebabkan stress. Ketakutan karena berbagai tindakan dan prosedur yang dilakukan menyebabkan anak mengalami nyeri akibatnya anak mengalami stress. Hospitalisasi juga dapat meningkatkan kecemasan anak. Proses pengobatan, lingkungan yang baru dan takut terhadap petugas kesehatan dapat memhuat anak merasa gugup dan tidak tenang, bahkan saat menjelang tidur sehingga klien mengalami gangguan pola tidur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh back rub terhadap kecemasan dan gangguan tidur anak pra sekolah saat di Hospitalisasi. Disain penelitian menggunakan metoda kuasi eksperimental dengan pendekatan pre test – post test control group design. Jumlah sampel sebanyak 18 responden. Uji statistik untuk t-dependent test menggunakan Uji Wilcoxon dan t-independent test menggunakan uji Mann Whitney. Hasil Uji statistik didapatkan nilai p=0.03 untuk kecemasan dan p=0.047 untuk gangguan tidur, dengan demikian maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan kecemasan dan gangguan tidur antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah diberikan tindakan back rub. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan back rub dapat dijadikan salah satu intervensi yang dapat dilakukan perawat untuk menurunkan kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur anak saat Hospitalisasi. Kata kunci : back rub, kecemasan, gangguan tidur, hospitalisasi ABSTRACT The hospitalization process for pre-school age children is an experience that can cause stress. The various actions and procedures performed cause children to experience pain as a result of the child experiencing stress. Hospitalization can also increase children's anxiety. The treatment process, a new environment and fear of health workers can make children feel nervous and not calm, even before going to bed so that clients experience impaired sleep patterns. The purpose of this study was to determine the effect of back rub on anxiety and disturbances in pre-school children's sleep when hospitalized. The research design uses a quasi-experimental method with a pre test - post test control group design approach. The number of samples is 18 respondents. Statistical test for t-dependent test using the Wilcoxon Test and t-independent test using the Mann Whitney test. Statistical test results obtained p = 0.03 for anxiety and p = 0.047 for sleep disorders, thus it can be concluded that there are significant differences in anxiety and sleep disorders between the intervention group and the control group after being given back rub action. The conclusion of this study is the application of back rub can be used as an intervention that can be done by nurses to reduce anxiety and improve the quality of sleep during hospitalization. Keywords: back rub, anxiety, sleep disorders, hospitalization
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI DENGAN TINDAKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA REMAJA PUTRI Evi Heriyanti; Triana Arisdiani; Yuni Puji Widyastuti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.058 KB)

Abstract

Kanker merupakan kanker yang berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara tetapi tidak termasuk kulit payudara. Kanker payudara dapat dideteksi dini salah satunya dengan SADARI. Saat ini remaja yang berpengetahuan SADARI masih begitu rendah karena terlalu sibuk dengan tugas-tugas dari sekolah dan belum tahu tentang SADARI. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Motivasi Dengan Tindakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Di Desa Kumpul Rejo. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive sampling dengan sampel berjumlah 58 dengan usia 19-21 tahun. Hasil penelitian didapatkan dengan nilai p value 0,000 (p value p < 0,05) dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di Desa Kumpul Rejo Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal. Hasil penelitian menunjukkan masih terdapat remaja yang memiliki pengetahuan dan tindakan SADARI yang kurang serta motivasi yang rendah. Remaja tersebut disarankan untuk mencari informasi melalui buku atau media informasi kesehatan untuk menekan angka peningkatan penderita kanker, melalui deteksi dini kanker. Kata kunci: tingkat pengetahuan, motivasi, SADARI ABSTRACT Breast cancer is cancer derived from glands, tissues, pectoral fat pad but it does not include breast skin. Breast cancer can be early detected breast self examination. At the moment, teenagers still lack knowledge of breast self examination as they are so busy with their school assignments that they do not know breast self examination. The objective of this study is to see the relationship between the teenagers’ activities of online games and their social behavior. This study used a descriptive correlation study design with cross sectional approach. Purposive sampling was used to collected the data. The participants of this research were 58 teenagers at the age of between 19 and 21 years. This study showed that there was a significant relationship between the teenagers’ knowledge level and the action of breast self examination with ? value 0,000 (? value< 0,05). As the result of this research showed the teenagers’ low motivation and knowledge level and the action of BREAST SELF EXAMINATION, it is suggested that teenagers search information from the books and health information media to reduce the number of people with cancer through early detection of cancer. Key words: level of knowledge, motivation, breast self examination
PENGARUH CLAY THERAPY TERHADAP PERILAKU ADAPTIF PADA ANAK USIA PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI Kadek Linda Dwi Savitri; Franscisca Shanti Kusumaningsih; Dewa Ayu Ari Rama
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.215 KB)

Abstract

Perilaku adaptif adalah salah satu respons anak terhadap proses rawat inap. Anak prasekolah menunjukkan bahwa rawat inap sebagai pengalaman yang menakutkan. Terapi bermain dapat membantu meningkatkan perilaku adaptif anak-anak selama dirawat di rumah sakit. Salah satu jenis terapi bermain yang sesuai dengan perkembangan anak-anak prasekolah adalah terapi tanah liat. Terapi Clay dikatakan mengurangi kecemasan dan meningkatkan respons perilaku adaptif anak-anak dengan menempatkan anak dalam keadaan bermain yang dapat mengalihkan rasa sakit pada permainan (gangguan) dan relaksasi melalui kesenangan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi lempung terhadap perilaku adaptif anak. Metode yang digunakan adalah quasy-eksperimental dengan pre-test dan post-test dengan desain kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 30 anak prasekolah yang mengalami rawat inap di bangsal Kaswari RS Wangaya yang dipilih dengan teknik consecutive sampling yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan terapi bermain terapi tanah liat sekali sehari selama 2 hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan p = 0,000 dan kontrol p = 0,000 (p = 0,05). Hasil uji man whitney pada perbedaan pre-test dan post-test pada masing-masing kelompok menunjukkan p = 0,000 (p <0,05). Ini berarti bahwa ada efek terapi tanah liat untuk perilaku adaptif pada anak-anak prasekolah yang mengalami rawat inap di bangsal Kaswari Rumah Sakit Wangaya. Kata kunci: perilaku adaptif, terapi tanah liat, rawat inap, anak usia prasekolah Abstract Adaptive behaviour is one of child’s response to the process of hospitalization. Preschooler shows that the hospitalization as frightening experience. Play therapy can help enhance the adaptive behaviour of children during hospitalization. One kind of play therapy accordance with development of preschool children is clay therapy. Clay therapy is said to reduce anxiety and increase adaptive behavioral responses of children by placing the child in a state of play which can divert the pain on game (distraction) and relaxation through the pleasure of play. This study aims to determine the effect of clay therapy against child adaptive behavior. The method used is quasy-experimental with pre-test and post-test with control group design. The sample consisted of 30 preschool children who experienced hospitalization in Kaswari Ward of Wangaya Hospital selected with consecutive sampling techniques are divided into two groups, control and treatment groups. The treatment group was given a clay therapy play therapy once a day for 2 days. The results obtained show a significant different in the treatment group p = 0.000 and the control p = 0.000 (p = 0.05). The result of man whitney test on the difference of pre-test and post-test in each group showed p = 0.000 (p <0.05). It’s means that there was effect of clay therapy for adaptive behavior in preschool children who experienced hospitalization in Kaswari Ward of Wangaya Hospital. Keywords: adaptive behaviour, clay therapy, hospitalization, preschool age children
PERBEDAAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DARI BERBAGAI DUKUNGAN KELUARGA Ahmad Asyrofi; Setianingsih Setianingsih; Miftakhul Khakim
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.371 KB)

Abstract

Insiden dan prevalensi penyakit Tuberkulosis di masyarakat masih sangat tinggi. Pengendalian Tuberkulosis paru (TB paru) mendapat tantangan baru diantaranya adalah resisten akibat ketidakpatuhan penderita dalam menjalani proses pengobatan sesuai program. Dukungan keluarga diperlukan untuk menghasilkan kepatuhan penderita TB paru. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kepatuhan minum obat penderita TB paru antara berbagai kelompok dukungan keluarga. Desain penelitian cross sectional, menggunakan total sampling sebanyak 43 responden. Alat penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik, Support Questionnaire (FSQ), dan Morisky Medication Adherence Scales (MMAS-8). Analisis data secara univariat, dan bivariat menggunakan chi square-test. Hasil penelitian menunjukkan: penderita TB paru 74,4% berusia dewasa akhir (74,4%), jenis kelamin laki-laki (58,1%), pendidikan SMP (39,5%), dan pekerjaan petani (34,9%), dukungan keluarga tinggi (55,8%), kepatuhan minum obat cukup (39,5%), dan kepatuhan minum obat tinggi (32,6%). Ada perbedaan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru antara dukungan keluarga cukup dan dukungan keluarga tinggi (p=0,0001). Peneliti selanjutnya diharapkan meneliti lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien TB paru, dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap dukungan keluarga pada pasien TB paru. Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, tuberkulosis paru ABSTRACT The incidence and prevalence of tuberculosis in the community is still very high. The control of pulmonary tuberculosis (pulmonary tuberculosis) has a new challenge, among others, is resistance due to non-compliance of patients in undergoing the treatment process according to the program. Family support is needed to produce compliance with pulmonary TB patients. The purpose of the study was to determine the differences in adherence to taking pulmonary TB patients between various family support groups. The study design was cross sectional, using a total sampling of 43 respondents. The research tool consisted of characteristic questionnaires, Support Questionnaire (FSQ), and Morisky Medication Adherence Scales (MMAS-8). Data analysis was univariate, and bivariate using chi square-test. The results showed: pulmonary tuberculosis patients were 74.4% late adult (74.4%), male sex (58.1%), junior high school education (39.5%), and farmer work (34.9%), high family support (55.8%), adherence to adequate medication (39.5%), and high medication compliance (32.6%). There was a difference in medication adherence in pulmonary TB patients between sufficient family support and high family support (p = 0,0001). Future researchers are expected to examine further the factors that contribute to medication adherence in pulmonary TB patients, and the factors that contribute to family support in pulmonary TB patients. Keywords: family support, medication adherence, pulmonary tuberculosis
PENGARUH EDUKASI DUA LINTAS TERHADAP JUMLAH, JENIS, DAN JADWAL MAKAN PENDERITA DM TIPE 2 I Putu Arya Sedana; Made Sukarja; Kade Eka Swedarma
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.901 KB)

Abstract

Kontrol glikemik yang buruk pada orang dengan DMT2 ditunjukkan dengan perilaku makan yang tidak sehat. Itu berarti orang dengan T2DM masih membutuhkan pengobatan untuk meningkatkan kontrol glikemik. Pendidikan dua arah adalah salah satu pendidikan yang mengandung pendidikan gizi dan penyelesaian masalah yang meningkatkan pengetahuan dan melibatkan orang-orang dengan T2DM secara aktif dalam proses pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan dua arah terhadap jumlah, jenis, dan jadwal makan penderita T2DM. Penelitian ini adalah eksperimen quasy yang menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 orang yang 15 orang di setiap kelompok yang dipilih dengan metode Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan EFR 3x24 jam sebagai instrumen untuk pretest dan posttest. Pretest-posttest menunjukkan jumlah (p = 0,008) dan jadwal (0,000) makan pada kelompok intervensi berbeda secara signifikan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan ada pengaruh pendidikan dua arah terhadap jumlah (p = 0,001) dan waktu (p = 0,038) orang yang makan T2DM di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Barat. Dua cara pendidikan perlu disampaikan kepada orang-orang dengan T2DM untuk meningkatkan pengetahuan dan pemecahan masalah. Kata kunci: DM tipe 2, pendidikan dua arah, jumlah, tipe, dan jadwal makan ABSTRACT Bad glycemic control in people with T2DM shown with unhealthy eating behavior. It mean people with T2DM still need treatment to improve glycemic control. Two ways education is one of education which contain nutrition education and problem solving that improve knowledge and involve people with T2DM actively in education process. Aim of this study is to determine the effect of two ways education on amount, type, and schedule of eating people with T2DM. This study is a quasy experiment which use Nonequivalent Control Group Design. Number of sample in this study is 30 peoples which 15 peoples in each group which selected with Purposive Sampling method. This study use EFR 3x24 hours as instrument for pretest and posttest. Pretest-posttest showed amount (p=0,008) and schedule (0,000) of eating in intervention group was significantly different. This study result also showed there is effect of two ways education on amount (p=0,001) and time (p=0,038) of eating people with T2DM at Puskesmas II West Denpasar Working Area. Two ways education needs to be delivered to people with T2DM to improve knowledge and problem solving. Keywords: type 2 DM, two ways education, amount, type, and schedule of eating
GAMBARAN STATUS GIZI PASIEN PENYAKIT KRONIK YANG MENGALAMI ANSIETAS Kamisah Yuliana; Livana PH; Triana Arisdiani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.024 KB)

Abstract

Pasien penyakit kronik akan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Dampak perubahan psikologis salah satunya yaitu ansietas dengan tanda gejala perubahan denyut jantung, suhu tubuh, pernafasan, mual, muntah, diare, sakit kepala, kehilangan nafsu makan dan berat badan menurun ekstrim yang akan mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi penyakit kronik yang mengalami ansietas di Kendal. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 95 responden. Data dianalisis menggunakan tendency central dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami ansietas tingkat ringan (42,%), gambaran status gizi melalui pengkuran; Indeks massa tubuh yaitu mayoritas dalam kategori normal (54,7%), Biokimia yaitu seluruhnya tidak normal (100%), klinik dan diet yaitu, mayoritas beresiko malnutrisi (93,7%) responden. Perawat diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan serta pendidikan kesehatan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi salah satunya dari faktor psikologis (ansietas) penyakit kronik sehingga dapat mempertahankan atau meningkatkan status gizi. Kata kunci: status gizi, ansietas, penyakit kronik ABSTRACT Patients with chronic diseases will experience physical and psychological changes. The impact of psychological changes is one of ansietas with symptoms of heart rate change, body temperature, respiration, nausea, vomiting, diarrhea, headache, loss of appetite and extreme decreased weight that will affect nutritional status. This study aims to determine the description of the nutritional status of chronic diseases that experienced anxiety in RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. The research method used is descriptive. Technique of taking data using consecutive sampling with sample number 95 responden. The data in the analysis using the central Tendency and frequency Distribution. The results showed that the majority of respondents experienced mild ansietas (42,%), description of nutritional status through pengkuran; Body mass index is majority in normal category (54,7%), Biochemistry that is totally abnormal (100%), Clinic and Diet that is majority at risk of malnutrition (93,7%) of respondent. Nurses are advised to be able to provide nursing care in the form of health education related factors affecting the nutritional status of one of the psychological factors (ansietas) chronic diseases so as to maintain or improve nutritional status. Keyword: nutrition status, anxiety, chronic illnes
PENGARUH KONTRASEPSI HORMONAL DAN OBESITAS SENTRAL TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA WANITA DEWASA Ni Luh Putu Nopita Apsari; I Wayan Sukawana; Ni Gusti Ayu Putu Triyani
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.22 KB)

Abstract

Obesitas adalah suatu kondisi akumulasi lemak berlebih di jaringan adiposa. Masa akumulasi lemak berlebih dipengaruhi oleh hormon yaitu riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal estrogen dan pada wanita dengan uterus progesteron. Progesteron mengakibatkan penurunan jumlah dan afinitas reseptor insulin terhadap glukosa sehingga kadar glukosa darah akan meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel besar yang digunakan adalah 40 orang dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada studi terkait riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dan melakukan pengukuran obesitas sentral, kadar glukosa darah puasa dan kadar glukosa darah 2 jam pasca prandial. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah anacova. Ukuran rata-rata lingkar pinggang sebagai cerminan responden obesitas sentral yaitu 85,58 cm. Rata-rata kadar glukosa darah puasa responden yaitu 97,72 mg / dL dan rata-rata kadar glukosa darah dua jam PP yaitu 158,18 mg / dL. Hasil dalam penelitian ini adalah tidak ada pengaruh dengan nilai sig sebesar 0,073 untuk kadar glukosa darah puasa dan sig sebesar 0,811 untuk kadar glukosa darah 2 jam post prandial, maka dapat disimpulkan tidak ada pengaruh hormonal terhadap puasa darah kadar glukosa dan 2 jam post prandial setelah variabel obesitas sentral terkontrol. Berdasarkan hasil penelitian maka wanita dewasa di desa Jagapati tidak perlu khawatir ketika menggunakan kontrasepsi hormonal. Kata kunci: kontrasepsi hormon, obesitas sentral, kadar glukosa darah ABSTRACT Obesity is a condition of excess accumulation of fat in adiposa tissue. Excessive fat accumulation period is influenced by hormone namely estrogen hormonal contraceptive use history and in women with a uterus of progesteron. Progesteron resulted in a decrease in the number and affinity of insulin receptor against glucose so that blood glucose levels will increase. This research is research observational analytic with cross-sectional approach. Large samples used is 40 people with simple random sampling technique. This research was conducted on the study of hormonal contraceptive use history related and do measurement central obesity, fasting blood glucose levels and blood glucose levels 2 hour post prandial. The test used in this study is ancova. The average size of waist circumference as a reflection of the Central obesity respondents i.e. 85,58 cm. Average fasting blood glucose levels of respondents i.e. 97.72 mg/dL and the average blood glucose levels two hours PP i.e. 158,18 mg/dL. The results in this study is there is no influence with the value of the sig of 0,073 for fasting blood glucose levels and the sig of 0,811 for blood glucose levels 2 hour post prandial, then it can be concluded there are no hormonal influence against fasting blood glucose levels and 2 hour post prandial after Central obesity variables controlled. Based on the research results then the adult woman in the village of Jagapati need not worry when using hormonal contraceptives. Keyword: hormonal contraception, central obesity, blood glucose levels
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA Monica Citra Suci Nuraini Fauzi; Qurrotul Aeni; Istioningsih Istioningsih
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.747 KB)

Abstract

Pola asuh merupakan sikap orang tua dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Masalah pola asuh ibu yang negatif berdampak pada perkembangan anak yang kurang sehat dan perilaku sulit makan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya balita yang mengalami defisiensi nutrisi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi pada balita di Desa Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional dengan pendekatan crossectional. Sampel sebanyak 72 ibu dan balita dengan pengambilan sampel secara Purposive (Purposive Sampling). Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita berdasarkan berat badan menurut tinggi badan di Desa Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dengan p value 0,000 (p<0,1). Ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita berdasarkan berat badan menurut umur di Desa Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dengan p value 0,000 (p<0,1). Tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizi balita berdasarkan tinggi badan menurut umur di Desa Jambearum Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal dengan p value 0,640 (p<o,1). Kata kunci: pola asuh, status gizi, balita ABSTRACT Parenting is the attitude of the parents interact with their children. Negative parenting will impact on child development and behavior that are less healthly eating difficult. This is evidenced by the numberof infants who are deficient in nutrients. The purpose of this study to determine the relationship between the mothr’s parenting nutritional status of under five children in Jambearum Village Patebon Subdistrict Kendal Regency. This study used descriptive correlation with cross sectional approach. A sample of 72 mothers who have under five children and using purposive sampling (purposive sampling). The result showed no relationship between parenting mother with infant nutritional status based on weight for height in Jambearum Villge Patebon Subdistrict Kendal Regency with p valeu of 0,000 (p<0,1). There is a relationship between parenting mother with infant nutritional status based on height for age in Jambearum Villge Patebon Subdistrict Kendal Regency with p value 0,649 (p<0,1). Keywoards: parenting, nutritional status, under five children

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2024): Februari 2024 Vol 11 No 6 (2023): Desember 2023 Vol 11 No 5 (2023): Oktober 2023 Vol 11 No 4 (2023): Agustus 2023 Vol 11 No 3 (2023): Juni 2023 Vol 11 No 2 (2023): April 2023 Vol 11 No 1 (2023): Februari 2023 Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022 Vol 10 No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 10 No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 10 No 3 (2022): Juni 2022 Vol 10 No 2 (2022): April 2022 Vol 10 No 1 (2022): Februari 2022 Vol 9 No 6 (2021): Desember 2021 Vol 9 No 5 (2021): Oktober 2021 Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 9 No 3 (2021): Juni 2021 Vol 9 No 2 (2021): April 2021 Vol 9 No 1 (2021): Februari 2021 Vol 8 No 4 (2020): Desember 2020 Vol 8 No 3 (2020): Oktober 2020 Vol 8 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 8 No 1 (2020): April 2020 Vol 7 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 7 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 7 No 1 (2019): April 2019 Vol 6 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 6 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 6 No 1 (2018): April 2018 Vol 5 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 5 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 5 No 1 (2017): April 2017 Vol 4 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 4 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 4 No 1 (2016): APRIL 2016 Vol 3 No 3 (2015): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2015 Vol 3 No 2 (2015): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2015 Vol 3 No 1 (2015): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2015 Vol 2 No 3 (2014): JURNAL EDISI SEPTEMBER-DESEMBER 2014 Vol 2 No 2 (2014): JURNAL EDISI MEI-AGUSTUS 2014 Vol 2 No 1 (2014): JURNAL EDISI JANUARI-APRIL 2014 Vol 1 No 2 (2013): JURNAL EDISI JULI-DESEMBER 2013 Vol 1 No 1 (2013): JURNAL EDISI JANUARI-JUNI 2013 More Issue