cover
Contact Name
Jurnal Etnohistori
Contact Email
etnohistori@unkhair.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arlinahmadjid@unkhair.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
ETNOHISTORI: Jurnal Kebudayaan dan Kesejarahan
Published by Universitas Khairun
ISSN : 24601055     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ETNOHISTORI adalah publikasi ilmiah yang diterbitkan dengan tujuan turut serta mengembangkan ilmu Antropologi dan ilmu Sejarah di Indonesia. Karena itu, Redaksi Jurnal ETNOHISTORI menerima karangan dalam kedua ranah disiplin ilmu tersebut. Karangan dapat bersifat ulasan teoritis, refleksi metode, ataupun hasil penelitian lapangan.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2022)" : 9 Documents clear
REPELITA: SEJARAH PEMBANGUNAN NASIONAL DI ERA ORDE BARU Rizki Rahmawati
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5654

Abstract

Pembangunan Nasional di Indonesia telah berlangsung sejak Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak era pemerintahan orde lama, banyak kebijakan yang berkaitan dengan tujuan pembangunan nasional. Pada era pemerintahanm Orde Baru, Indonesia telah menerapkan kebijakan pembangunan nasional yang dikenal dengan Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun) yang berlangsung pada masa Orde Baru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Repelita pada masa Orde Baru dilaksanakan dalam enam tahapan. Pelaksanaan Repelita memiliki dasar, termasuk di dalamnya terdapat konsepsi Trilogi Pembangunan oleh pemerintah Orde Baru. Program Repelita yang dilaksanakan dalam enam tahapan memiliki tujuan serta fokus yang berbeda – beda dan saling berkaitan antara program tahap satu dengan tahap berikutnya. Program tersebut mengalami pasang surut sesuai dengan kondisi dan situasi pada masa pemerintahan Orde Baru saat itu.Kata kunci: Pembangunan Nasional, Orde Baru, Repelita
GAYA HIDUP KOMUNITAS SEPEDA MOTOR DI KOTA TERNATE DAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KOMUNITAS MEREKA Apri Sandi; Arlinah Madjid; Safrudin Abdulrahman
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5650

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya hidup komunitas motor di Kota Ternate, mengetahui persepsi masyarakat terhadap komunitas  sepeda motor di Ternate, dan mengetahui respons anggota komunitas sepeda motor terhadap pandangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi, pengamatan, wawancara, studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan komunitas motor khususnya Ternate Tiger Club yang diteliti, merepresentasikan gaya hidup tertentu. Gaya hidup ini terlihat pada simbol-simbol yang dikenakan juga pada perilaku komunitas. Disamping itu, juga terdapat motif-motif individu untuk bergabung dalam komunitas. Komunitas sepeda motor seharusnya hidup berdampingan dengan masyarakat untuk bisa berkomunikasi antar sesama, saling membantu sesama warga masyarakat, dan dalam perkembangan interaksi sosial, hubungan antara suatu individu maupun kelompok justru sering mengalami pergesekan karena adanya perbedaan makna, perbedaan pandangan, dan perbedaan karakter dalam suatu lingkungan masyarakat.  Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai sebuah club motor, menjadi sebuah pemicu timbulnya tanggapan negative kepada sebuah club, walau hanya sebagian yang masyarakat yang kurang paham akan adanya club motor di daerah mereka, tapi club motor yang berdiri sejak 2003 ini terus melakukan sosialisasi, agar masyarakat yang kurang paham akan secara perlahan mengerti bahwa club ini bukanlah geng motor atau sebuah perkumpulan yang dapat meresahkan masyarakat.Kata kunci: Komunitas Motor, Gaya Hidup, Ternate
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP NILAI PENDIDIKAN ANAK PEREMPUAN PADA MASYARAKAT DESA SANGAPATI KECAMATAN PULAU MAKIAN Firna Rasid; Syahrir Ibnu; Hudan Irsyadi
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Sangapati Kecematan Pulau Makian tentang nilai pendidikan anak perempuan. (2) untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat persepsi orang tua dalam membentukan nilai pendidikan anak perempuan pada masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik life story, studi literatur, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendidikan formal saat ini sangat diperlukan bagi setiap individu, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Namun pada kenyataannya, belum semua anak, khususnya anak perempuan dapat memperoleh pendidikan secara maksimal. Hal ini disebabkan oleh persepsi orang tua terhadap nilai pendidikan anak perempuan, yang dipengaruhi berbagai segi seperti adat, religi, sosial, ekonomi, dan psikologi. Bahkan ada pandangan tentang kodrat perempuan tersebut telah berakar kuat dalam kehidupan masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian sehingga harus memerlukan waktu lama dan hati-hati untuk mengubahnya. Hal ini dikuatkan oleh tafsir-tafsir agama (teologi) yang tidak memihak perempuan, bahkan anak perempuan dalam kehidupan masyarakat dianggap sebagai subordinat dari anak laki-laki. Dampak dari persepsi seperti itu tentu sangat merugikan anak perempuan, karena akan menimbulkan suatu perbedaan sikap dan perilaku orang tua, secara khusus pendidikan formal bagi anak laki-laki akan lebih diutamakan. Hal ini disebabkan oleh adanya budaya patriarki yang menyebabkan posisi pihak anak perempuan menjadi rendah diri. Menurut persepsi masyarakat Desa Sangapati Kecamatan Pulau Makian, pendidikan anak perempuan tidak perlu tinggi-tinggi karena nantinya setelah dewasa hanya akan mengurus dapur bagi keluarganya, atau akan numpang hidup ikut suami.Kata Kunci : Persepsi, Nilai Anak, Pendidikan Anak Perempuan, Desa Sangapati  
STUDI ANTROPOLOGI LARANGAN MEROKOK PADA MASYARAKAT KELURAHAN BIDO Widya Kristianti Lette; Safrudin Abdulrahman; Rudi S. Tawari
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5652

Abstract

Kelurahan Bido merupakansalah satu kelurahan yang aktivitas dilarang merokok pada masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui mengapa merokok dilarang pada masyarakat Bido, (2) untuk mengetahui bagaimana bentuk larangan merokok pada masyarakat Bido. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif  dan sebagai pendukung digunakan angket metode kualitatif, untuk mengumpulkan data tentang jumlah tanggapan masyarakat berkaitan dengan larangan merokok.  Hasil penelitian menunjukan bahwa larangan merokok pada masyarakat Bido terdiri dari :kesepakatan para leluhur, ketentuan GKPMI, kebiasaan turun-temurun, faktor kesehatan, dan sosialisasi tentang bahaya merokok. Bentuk larangan merokok yaitu norma agama, dan norma sosial.Kata kunci : Bido, Larangan Merokok, Bentuk Larangan
PATRON KLIEN PADA MASYARAKAT NELAYAN DI PESISIR TIMUR PROVINSI JAMBI (STUDI KASUS NELAYAN DAN AGEN UDANG KETAK DI KELURAHAN KAMPUNG NELAYAN KECAMATAN TUNGKAL ILIR II KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI M. Ababyl Lilhawaditsi Eka Putra
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5653

Abstract

[Patron of Clients in Fisherman Communities in The East Community of Jambi Province (Case Study of  Fisherman and Udang Ketak Agent in Kampung Nelayan Village, Tungkal Ilir II Distric, Tanjung Jabung Barat District, Jambi Province)]. Udang ketak adalah salah satu komoditas ekspor unggulan yang terdapat di Provinsi Jambi, khususnya di wilayah Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang menjadi penghalis perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jambi. Hasil tangkap udang ketak ini tidak terlepas dari peran para nelayan yang mengumpulkan komoditas tersebut. Pada interaksi yang dilakukan oleh para nelayan dan agen udang ketak sering terdapat pola-pola hubungan timbal balik diluar konteks ekonomi, hubungan ini biasa di sebut hubungan patron klien. Pola hubungan yang dimaksud itu muncul disebabkan beberapa faktor pendukung, seperti Bahasa, kepentingan yang sama, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola aktivitas kerja nelayan dan agen udang ketak di Kelurahan Kampung Nelayan dan mendeskripsikan pola hubungan yang terjadi pada nelayan udang ketak dan agen di Kelurahan Kampung Nelayan.Kata Kunci: Patron klien, Nelayan Udang Ketak, Agen Udang Ketak
UPAYA PENCEGAHAN RADIKALISME BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELALUI SOSIALISASI KEPADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS KHAIRUN Arlinah Madjid; Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5768

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar terkait radikalisme dan potensinya serta sebagai bentuk pencegahan berkembangnya paham radikalisme di lingkup perguruan tinggi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendekatan diskusi/ceramah berbentuk sosialisasi. Sosialisasi yang dilakukan secara tatap-muka mengundang narasumber dari Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku Utara Bidang Penelitian dan Pengkajian. Adapun peserta kegiatan yakni sivitas akademika Fakultas Ilmu Budaya diantaranya tenaga pengajar/ dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa (organisasi mahasiswa, lembaga kajian/ kelompok studi mahasiswa). Kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan dengan tema “Pencegahan Radikalisme Berbasis Kearifan Lokal di Lingkup Perguruan Tinggi”. Narasumber menyajikan materi seputar pengenalan dasar tentang radikalisme dan upaya pencegahan paham radikalisme berbasis kearifan lokal. Pada penjelasan awal, narasumber memaparkan perbedaan terorisme dan radikalisme dikarenakan kedua istilah tersebut sering disamakan padahal memiliki aktivitas yang berbeda. Selanjutnya, narasumber memberikan penjelasan tambahan terkait intoleransi dikarenakan fenomena intoleransi juga berhubungan langsung munculnya paham radikalisme yang mengakibatkan aktivitas teroris. Istilah selanjutnya, yang juga sering disamakan dengan tiga istilah sebelumnya (terorisme, radikalisme, intoleransi) adalah ektremisme. Setelah itu, narasumber menjelaskan alasan mengapa paham radikalisme rentan di lingkup perguruan tinggi khususnya kalangan mahasiswa. Di akhir penjelasannya, narasumber kemudian memaparkan keterampilan yang dibutuhkan dan dikembangkan di kalangan sivitas akademika khususnya mahasiswa sebagai bentuk tindak pencegahan berkembangnya pemahaman radikal di kalangan mahasiswa. Sebagai bentuk evaluasi dan kebutuhan tindaklanjut terhadap kegiatan berupa komitmen bersama yang dapat diimplementasikan dalam bentuk keputusan rektor untuk di setiap jenjang petinggi kampus agar bersama mengupayakan dan menindak segala bentuk/upaya penyebaran paham radikal. Namun sebelumnya, dibutuhkan langkah identifikasi awal melalui kajian akademis terkait ada atau tidaknya kerentanan radikalisme di lingkup perguruan tinggi, identifikasi kelompok kajian/mahasiswa yang terindikasi, serta kajian lainnya yang relevan. Kemudiaan dilakukan upaya diseminasi ke seluruh sivitas akademika kampus. Kata kunci: Kearifan, Lokal, Pencegahan, Perguruantinggi, Radikalisme 
PERKEBUNAN SAWIT: EKSKLUASI MASYARAKAT LOKAL DARI TANAHNYA KRISTILA KRISTILA; SUKAPTI SUKAPTI; ADI RAHMAD; A. ISMAIL LUKMAN
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses masyarakat kampung Besiq tereksklusi dari tanahnya. Eksklusi dalam hal ini adalah suatu kondisi dimana orang berada dalam situasi tuna akses pada tanah, atau situasi yang mana tanah dikuasai dalam bentuk kepemilikan secara pribadi. Eksklusi juga bermakna “proses” yang mana aksi-aksi kekerasan secara intens dan berskala luas mengakibatkan orang miskin. Eksklusi bukanlah proses yang acak, ia telah distrukturasi oleh relasi kekuasaan. Dimana hal ini terjadi dalam masyarakat lokal yang berada di Kampung Besiq masyarakat tereksklusi dari tanahnya karena orang-orang berkuasa. Ada tiga kekuatan yang menyebabkan masyarakat tereksklusi dari tanahnya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 8 orang masyarakat kampung Besiq. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik wawancara, studi pustaka, observasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga kekuatan yang menyebabkan masyarakat kampung Besiq tereksklusi dari tanahnya yaitu ada kebijakan, kekuatan dan pasar.Kata kunci: Perkebunan Sawit, Eksklusi, Masyarakat Lokal, Tanah
MILLENIAL GARDENING CULTURE: PENGEMBANGAN BUDAYA BERKEBUN BAGI MILENIAL DESA KEPULAUAN MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HORTIKULTURA ORGANIK Arlinah Madjid; Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.5782

Abstract

Artikel ini merupakan luaran kegiatan pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Kuliah Bersama Masyarakat (PKM Kubermas) Tahap I Tahun 2022 Universitas Khairun melalui program kemitraan dengan Pemerintah Desa Lola Kota Tidore Kepulauan. Program ini berbentuk pelatihan budidaya hidroponik sayuran organik dengan sasaran utama peserta kegiatan yakni kelompok pemuda desa Lola. Metode pelaksanaan kegiatan melalui pelatihan untuk memberikan pengetahuan tentang perkembangan teknologi pertanian dan keterampilan budidaya tanaman organik dengan teknik hidroponik. Mitra dari kegiatan ini yakni pemerintah desa Lola. Kondisi mitra kegiatan khususnya komunitas pemuda desa Lola terkait aktivitas berkebun antara lain pertama, rendahnya minat berkebun dikalangan pemuda. Kedua, minimnya informasi dikalangan pemuda terkait cara budidaya tanaman dengan memanfaatkan lahan sempit, kebun hingga lahan pesisir dengan metode berkebun/cara menanam konvensional maupun kekinian/modern. Ketiga, belum membudayanya aktivitas berkebun dikalangan masyarakat khususnya pemuda karena minimnya literasi atas manfaat ekonomi, rehabilitasi lahan pesisir pantai/ konservasi lingkungan, hingga sosial budaya melalui interaksi sosial dalam bentuk komunitas berkebun, dan sebagainya. Kata Kunci: Budaya, Berkebun, Desa, Kepulauan, Kubermas, Lola, Milenial 
GAGASAN DIPLOMASI DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA MARITIM DESA KEPULAUAN DI WILAYAH PERBATASAN DAN PENGARUH TERHADAP KEDAULATAN WILAYAH NKRI Noor Fahmi Pramuji
ETNOHISTORI: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/etnohistori.v9i2.6071

Abstract

Gagasan diplomasi digital dalam penguatan kedaulatan wilayah indonesia melalui proses digitalisasi dapat menjadi warna baru. Penyelesaian permasalahan di kawasan perbatasan dapat dilakukan dengan diplomasi digital yang memanfaatkan teknologi, komunikasi, dan informasi. Kawasan perbatasan memiliki potensi sumberdaya yang dapat dikembangkan melalui pariwisata lintas batas berbasis digital atas budaya maritim yang dimiliki. Ini menjadi upaya meningkatkan ekonomi, penguatan kedaulatan, terjaganya keutuhan wilayah perbatasan serta munculnya sense of belonging dari masyarakat atas kehadiran pemerintah dan negara melalui pembangunan di wilayah perbatasan. Upaya pengelolaan dan pengembangan wisata lintas batas dilakukan dengan melibatkan pihak pentahelix dari berbagai pemangku kepentingan. Ini sekaligus membangun legitimasi digital negara di ruang siber sehingga dapat berdampak terhadap penguatan kedaulatan wilayah NKRI di wilayah perbatasan yang diperoleh melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa kepulauan di wilayah perbatasan.  Kata Kunci: Diplomasi, Digital, Kepulauan, Kedaulatan, Lintas-batas, Maritim, NKRI, Pariwisata, Perbatasan, Wilayah

Page 1 of 1 | Total Record : 9