cover
Contact Name
Badrun Ahmad
Contact Email
badrun@unkhair.ac.id
Phone
+6281382878027
Journal Mail Official
badrun@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Pertamina, Kampus II Gambesi, Kec. Ternate Selatan, Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL SAINS
Published by Universitas Khairun
Core Subject : Social, Engineering,
Teknik Sipil, Konstruksi, Jalan dan jembatan, Beton, Mekanika Tanah, Irigasi, Transportasi, SIG, lingkungan, keairan, struktur, dan geoteknik.
Articles 248 Documents
PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING AIR BERSIH PADA GEDUNG RUSUN ASN BPKP SOFIFI Nadila Muhibad; Nani Nagu; Edward Rizky Ahadian
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6592

Abstract

 Abstrak:Sistem plambing merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan gedung. Dalam perencanaan sistem plambing air bersih, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kebutuhan air bersih, kapasitas tangki penampung air, kualitas air yang didistribusikan, laju dan kecepatan aliran dalam pipa. Berdasarkan UUD RI No. 20 Tahun 2011, sebuah rumah susun harus memiliki kelengkapan prasarana yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan tempat tinggal yang layak, salah satunya adalah penyediaan air bersih yang baik. Maka dari itu, penelitian ini dimaksudkan untuk merancang sistem penyediaan air bersih yang dapat memebuhi kebutuhan air sehari-hari dan memberikan kenyamanan serta kepuasan kepada penghuni gedung. Dalam merencanakan sistem plambing perlu diketahui terlebih dahulu kebutuhan air bersih yang mana menggunakan metode jumlah penghuni mengacu pada SNI 03-7065-2005 dengan standar pemakaian air bersih untuk gedung rumah susun sebesar 100 liter/orang/hari. Berdasarkan perhitungan, didapatkan kebutuhan air bersih gedung rusun ASN BPKP Sofifi adalah 17,6 m3/hari sesuai dengan perkiraan jumlah penghuni sebanyak 176 orang dikali 100 liter/orang/hari. Kapasitas tangki air bawah (Ground Water Tank) sebesar 21,12 m3 dan tangki air atas (Rooftank) sebesar 4 m3. Diameter pipa air bersih yang diperlukan sebesar 1/2 inchi, 3/4 inchi, 1 inchi, 1 ¼ inchi dan 2 inchi.Kata kunci: Plambing, Air Bersih, GWT, Rooftank, Pipa Abstract: Plumbing systems are an inseparable part of building construction. In planning a clean water plumbing system, several things need to be considered, namely the need for clean water, the capacity of the water storage tank, the quality of the water distributed, and the rate and speed of flow in the pipe. Based on the RI Constitution No. 20 of 2011, an apartment must have complete infrastructure that meets specific standards for adequate housing needs, one of which is the provision of good clean water. Therefore, this research is intended to design a clean water supply system that can meet daily water needs and provide comfort and satisfaction to building occupants. When planning a plumbing system, it is necessary first to know the need for clean water, using the number of occupants method referring to SNI 03-7065-2005 with a standard for clean water usage for apartment buildings of 100 liters/person/day. Based on calculations, it was found that the clean water requirement for the ASN BPKP Sofifi flat building was 17.6 m3/day, by the estimated number of residents of 176 people multiplied by 100 liters/person/day. The capacity of the ground water tank is 21.12 m3, and the roof tank is 4 m3. The required clean water pipe diameters are 1/2 inch, 3/4 inch, 1 inch, 1 ¼ inch, and 2 inches.Keywords: Plumbing, Clean Water, GWT, Rooftank, Pipe 
Kebutuhan Lahan Parkir Kendaraan Bermotor Roda Dua di Pasar Tradisional Ngumpakdalem Kabupaten Bojonegoro Mrabawani Insan Rendra
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5132

Abstract

Lahan parkir merupakan tempat untuk memberikan rasa aman terhadap pemilik kendaraan bermotor. Perlu adanya kajian terkait dengan kebutuhan lahan parkir di Kawasan Pasar Pradisional Tradisional. Hal tersebut untuk menunjang aktivitas dalam berdagang dikawasan datersebut dan memberikan rasa aman terhadap penjual dan pembeli. Tujuan penelitian ini yaitu menghitung kebutuhan lahan parkir di Kawasan Pasar Tradisional Ngumpakdalem. Untuk menghitung kebutuhan lahan parkir metode yang digunakan yaitu pengamatan langsung dengan menghitung Volume parkir, Durasi, Kapasitas, Indeks. Hasil menunjukkan bahwa Volume parkir paling tinggi 245 pengunjung, sedangkan durasi parkir paling tinggi rata-rata 1,40/jam. Kemudian kapasitas statis parkir cukup menampung 60 unit kendaraan, dan kapasitas dinamis paling tinggi dengan nilai 311,45 pada hari sabtu dan kamis. Untuk indeks parkir presentase paling tinggi pada hari minggu dengan presentase 111,66 %. Kebutuhan lahan parkir di Pasar Tradisional Ngumpakdalem sesuai dengan perhitungan yaitu 200 m2
ANALISIS KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS DENGAN MODEL UNDERWOOD PADA RUAS JALAN DIPONEGORO KOTA SURABAYA Muhammad Hafidz Sarimun Putra; Hendrata Wibisana
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6546

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada kota besar di Indonesia yaitu kepadatan lalu lintas. Pertumbuhan ekonomi dan kepemilikan kendaraan menjadi salah satu penyebab permasalahan tersebut terjadi. Salah satu ruas jalan yang sering terjadi kepadatan yaitu pada ruas jalan Diponegoro. Melihat kondisi lalu lintas pada ruas jalan Diponegoro, maka diperlukan penelitian untuk mengetahui informasi mengenai karakteristik arus lalu lintas. Karakteristik lalu lintas merupakan hubungan hubungan antara tiga parameter utama lalu lintas yaitu volume, kecepatan, dan kepadatan. Salah satu pendekatan model matematis dan grafis yang digunakan untuk mengetahui karakteristik arus lalu lintas tersebut yaitu model underwood. Dari hasil penelitian dan analisis menggunakan model Underwood pada ruas Jalan Diponegoro didapatkan nilai r2 terbesarnya yaitu pada Segmen 1 Jalur 1 (Arah Kebun Binatang Surabaya) pada hari Senin sebesar 0.8925. Nilai masing-masing variabel pada segmen ini yaitu, Qmaks sebesar 2509.18 smp/jam, Dm sebesar 145.54 smp/km, Vf sebesar 46.86 km/jam, dan Vm sebesar 17.24 km/jam. Dikarenakan nilai r2 terbesar mendekati nilai +1 sehingga dapat dikatakan bahwa nilai variabel yang dihasilkan dari model Underwood mendekati kondisi lapangan sebenarnya. Maka, pemilihan model Underwood untuk ruas Jalan Diponegoro adalah tepat. Indeks tingkat pelayanan jalan pada ruas Jalan Diponegoro termasuk dalam kategori pada tingkat pelayanan C (Arus Stabil).
ANALISIS VARIASI JUMLAH TUMBUKAN PADA KARAKTERISTIK ASPAL BERONGGA YANG MENGGUNAKAN SUBSTITUSI LIMBAH BETON Maraden Yosua Hutapea
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.3711

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rentan mengalami bencana seperti gempa dan banjir, yang mana gempa menghasilkan limbah beton akibat keruntuhan konstrusi. Daur ulang limbah beton meningkat sebagai respons terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan pertimbangan ekonomi. Substitusi agregat kasar merupakan sesuatu yang dapat menggantikan suatu benda utama tanpa mengubah fungsi dan kegunaan utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Kadar Aspal Optimum (KAO) pada campuran aspal berongga ATB menggunakan agregat alam dan untuk menganalisis variasi jumlah tumbukan pada campuran aspal berongga ATB menggunakan substitusi agregat kasar limbah beton 90% terhadap nilai stabilitas dan terhadap nilai ketahanan. Penelitian ini menggunakan spesifikasi Bina Marga 2018 untuk Campuran Asphalt Treated Base (ATB) Bina Marga. Hasil penelitian menyatakan bahwa hasil pengujian kadar aspal campuran aspal berongga ATB Bina Marga, berdasarkan kinerja Marshall diperoleh data bahwa adalah kadar aspal 5,5% sampai 6,5% memenuhi seluruh spesifikasi, kemudian setelah ditarik garis tengah sesuai hasil perhitungan didapatkan nilail Kadar Aspal Optimum yaitu 6%. Pengujian Cantabro pada campuran ATB Bina Marga substitusi agregat limbah beton 90% diperoleh hasil bahwa seluruh jumlah variasi tumbukan memenuhi spesifikasi SNI dengan persyaratan maksimal kehilangan campuran yaitu 20% dari 100% jumlah benda uji. Untuk nilai ketahan terbaik didapatkan pada jumlah tumbukan 2x75.
Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Tol Balikpapan-Samarinda Pasca Kenaikan Tarif Muhammad Tahrir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6518

Abstract

Kota Samarinda dan Kota Balikpapan sebagai pusat penggerak roda perekonomian di Kalimantan Timur memiliki jalan tol sebagai jalur alternatif untuk mobilitas pergerakan orang, barang dan jasa sehingga tidak mengalami berbagai macam kendala. Sesuai Undang-Undang nomor 38 tahun 2004 tentang jalan disebutkan bahwa pengguna jalan tol dikenakan kewajiban membayar tol yang digunakan untuk pengembalian investasi, pemeliharaan dan pengembangan jalan tol. Persepsi masyarakat sebagai pengguna jalan yang menjadikan jalan tol sebagai jalan alternatif adalah dengan biaya yang dikeluarkan akan memberikan nilai berupa penghematan dalam biaya operasional kendaraan, waktu tempuh, kenyamanan, keamanan dan fasilitas penunjang. Adanya kenaikan tarif Tol Balikpapan-Samarinda mulai tanggal 26 April 2023 tentu berdampak pada meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan oleh para konsumen pengguna jalan tol, untuk mengetahui dampak kenaikan tarif tol terbaru tersebut terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna jalan tol Balikpapan-Samarinda maka dilakukan penelitian ini. Metode penelitian bersifat Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan analisis Skala Likert dan Kelas Interval untuk mendeskripsikan persepsi pengguna jalan tol, maka didapatkan hasil bahwa pengguna tol kurang puas terhadap kenaikan tarif tol Balikpapan-Samarinda.
Pengarug Volume Kendaraan Terhadap Kerusakan Perkerasan Jalan Dinar Tuakia; Raudha Hakim; Nurmaiyasa Marsaoly
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5789

Abstract

Volume lalu lintas merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan jalan. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan kemungkinan akan mengalami kerusakan dalam waktu yang relatif singkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh volume kendaraan terhadap kerusakan jalan dan hubungan volume kendaraan dengan tingkat kerusakan jalan. Sehingga dapat diperkirakan lebih awal nilai kerusakan yang akan terjadi, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis tingkat kerusakan volume kendaraan dengan metode regresi, yaitu untuk mendapatkan hubungan fungsi dengan nilai R (koefisien determinasi) yang menunjukan pengaruh perubahan variasi volume kendaraan terhadap perubahan nilai kerusakan. Penelitian dilakukan di ruas Jl. Inpres Ubo- ubo, Jl. Perumnas, dan Jl. Jati lurus. Ada hubungan antara volume kendaraan tersebut dengan nilai kerusakan jalan. Dengan hasil R = 0,974 menunjukan bahwa kerusakan dipengaruhi volume kendaraan ringan, kendaraan berat (X2), sepeda motor (X3) dan nilai kerusakan jalan (Y) adalah Y= -45,595 + 0,007 X1 + 0.134 X2 + 0,0003 X3.
Analisis Karakteristik Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Raya Kletek dengan Metode Greenberg Berbasis Sistem Informasi Geografis Kamal - Fikkri; Hendrata Wibisana
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6553

Abstract

Abstrak: Jalan Raya Kletek merupakan jalan arteri yang terletak di Kecamatan Taman, KabupatenSidoarjo. Dikarenakan volume yang tinggi dan terus bertambah, perlu dilakukan analisis karakteristiklalu lintas. Analisis karakteristik lalu lintas dilakukan dengan metode Greenberg untuk mencarihubungan antara volume, kecepatan, dan kepadatan. Dilakukan juga identifikasi terhadap tingkatpelayanan jalan ditinjau dari kapasitas ruas jalan tersebut. Dalam melakukan analisis, MKJI dijadikansebagai acuan metode karena telah disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di Indonesia. Data primeryang dibutuhkan berupa jumlah kendaraan, geometri jalan, dan kecepatan kendaraan yang diperolehdari pengamatan langsung di lapangan. Data sekunder yang dibutuhkan yaitu peta RBI KabupatenSidoarjo. Didapatkan hasil analisis karakteristik lalu lintas berupa volume maksimum (Qmaks) =3322.999 smp/jam, kecepatan saat volume maksimum (Vm) = 11,18 km/jam, kepadatan maksimum(Dm) = 297.218 smp/km, kepadatan jenuh (Dj) = 807.923 smp/km, dan kecepatan bebas (Vf) = 64.962km/jam. Indeks Tingkat Pelayanan Jalan (ITP) termasuk ke dalam kelas F (Arus Terhambat). PenerapanSistem Informasi Geografis dilakukan dengan menggunakan hasil penelitian tersebut sebagai dataatribut dalam peta tematik karakteristik lalu lintas. Koefisien determinasi (R2) rata-rata dari seluruhsegmen adalah 0,298, sehingga metode greenberg kurang cocok digunakan pada ruas Jalan Raya KletekSidoarjo.Kata kunci: Karakteristik Lalu Lintas, Metode Greenberg, Sistem Informasi Geografis.Abstract: Kletek Highway segment is an arterial road located in Taman District, Sidoarjo Regency. Dueto the high and growing volume, it is necessary to analyze the traffic characteristics. Trafficcharacteristics analysis was conducted using the Greenberg method to find the relationship betweenvolume, speed, and density. An identification of the level of service of the road in terms of the capacityof the road section was also carried out. In conducting the analysis, MKJI is used as a reference methodbecause it has been adapted to traffic conditions in Indonesia. The primary data required are thenumber of vehicles, road geometry, and vehicle speed obtained from direct observation in the field. Thesecondary data needed is the Sidoarjo Regency RBI map. The results of the analysis of trafficcharacteristics in the form of maximum volume (Qmax) = 3322,999 smp / hour, the speed at maximumvolume (Vm) = 11.18 km / hour, maximum density (Dm) = 297,218 smp / km, saturation density (Dj) =807,923 smp / km, and free speed (Vf) = 64,962 km/hour. The Road Service Level Index (ITP) is includedin class F (Obstructed Flow). The Geographic Information System was applied by using the researchresults as attribute data in the thematic map of traffic characteristics. The average coefficient ofdetermination (R2) of all segments is 0.298, so the greenberg method is less suitable for use on theKletek Sidoarjo Highway segment.Keywords: Traffic Characteristics, Greenberg Method. Geographic Information System.
Perilaku Struktur Rangka Baja Dengan Sistem Breising Konsentrik Tipe-X Akibat Variasi Perbandingan L/H Nyoman Indra Kumara
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6114

Abstract

Breising yang memilki kekuatan paling tinggi adalah breising tipe-X. Semakin besar rasio lebar bentang dengan tinggi tingkat (L/H) maka kemiringan sudut pada breising akan semakin landai. Analisis perilaku struktur dengan rasio L/H dilakukan untuk mengetahui perilaku struktur yang menggunakan analisis linear respon spekrum dan kinerja struktur dengan menggunakan analisis nonlinear statik pushover (ETABS 2016) untuk mengetahui target perpindahan yang terjadi pada struktur. Penelitian ini menunjukkan bahwa simpangan maksimum dan simpangan antar lantai tingkat terbesar berada pada tipe L/H=2, dengan gaya geser dasar terbesar pada analisis nonlinear pushover di setiap tingkat terjadi pada L/H=1. Hasil dari penelitian ini bahwa semakin besar tipe L/H pada struktur breising maka target perpindahan yang dihasilkan semakin besar. Apabila sudut breising semakin landai, maka simpangan dan target perpindahan yang terjadi semakin meningkat.
ANALISIS PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PELABUHAN PATIMBAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE Anita Anjani; Meriana Wahyu Nugroho; Titin Sundari; Rahma Ramadhani
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6488

Abstract

Abstrak: Pembangunan jembatan penghubung di Pelabuhan Patimban menjadi salah satu alternatif mobilitas yang penting karena pembangunan jembatan penghubung ini ditargetkan untuk memperbesar pasar ekspor dengan mengurangi lalu lintas yang ada di Pelabuhan Priok. Metode Earned Value dalam penelitian ini digunakan untuk menentukan estimasi biaya dan waktu penyelesaian proyek. Dari hasil analisis metode Earned Value diperoleh nilai BCWS sebesar Rp. 53.292.804.315, nilai BCWP sebesar Rp. 81.032.611.919, nilai ACWP Rp. 73.665.101.745 pada minggu ke 21 sampai minggu ke 30 dengan nilai cost variance (CV) negatif dan nilai schedule variance (SV) serta nilai cost performance index (CPI) dan nilai schedule performance index (SPI) kurang dari 1 menunjukkan bahwa pekerjaan mengalami penambahan biaya dan keterlambatan waktu dari perencanaan.  Kata kunci:  Earned Value, BCWS, BCWP, ACWP, Analisis Varian.  Abstract: The construction of a connecting bridge at Patimban Port is one of the essential mobility alternatives because the construction of this connecting bridge is targeted to enlarge the export market by reducing the existing traffic at Priok Port. The Earned Value method in this study is used to determine the estimated cost and time to complete the project. From the results of the analysis of the earned value method, the BCWS value is Rp. 53,292,804,315, the BCWP value is Rp. 81,032,611,919, ACWP value Rp. 73,665,101,745 at week 21 to week 30 with a negative cost variance (CV) value and schedule variance (SV) value as well as a cost performance index (CPI) value and a schedule performance index (SPI) value of less than 1, indicating that the work has experienced additional costs and time delays from planning. Keywords: Earned Value, BCWS, BCWP, ACWP, Analysis of Varians.
Analisis Pemanfaatan Plastik Polystyrene (PS) senagai Bahan Tambahan Aspal AC-WC dan AC-BC dengan Metode Marshall Andi - Sulfanita
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5792

Abstract

ABSTRACT : Availability of Polystyrene (PS) type plastic waste in various surrounding environments, added to the hot asphalt mixture to improve road pavement performance. This study aims to determine the effect of adding Polystyrene (PS) plastic to the Marshall characteristics of AC-WC and AC-BC asphalt based on the 2018 General Highways Specifications. The test results on Marshall characteristics with a mixture of normal asphalt content of 5% and 6% obtained Optimum Asphalt Content (KAO) of 5.5% for each asphalt AC-WC and AC-BC. Marshall testing on AC-WC asphalt with polystyrene materials using 4% and 5% levels. Then the Stability, VMA, VIM, Flow, and Marshall Quotient values increase, while the VFA value decreases with each addition of Polystyrene (PS) content, this indicates the low density of the asphalt mixture against water and air. However, all variations in the levels of plastic additives on AC-WC asphalt met the specifications, while the Marshall test on AC-BC asphalt with polystyrene materials used levels of 4% and 5%. Then the Stability, VFA, Flow, and Marshall Quotient values have increased, while the VMA, and VIM values have decreased with each addition of Polystyrene (PS) content, this indicates that the voids in the aggregate and voids in the mixture are getting smaller, and causing the asphalt to not be able to fill the empty space too much. and aggregate binding. However, only the VIM value at 5% with a value of 2.58% does not meet the specifications between 3% -5%. So, apart from that, all the added ingredients of asphalt plastic AC-BC meet the specifications. Utilizing Polystyrene (PS) type plastic waste in hot asphalt mixtures can improve the quality of Marshall characteristics and can be used as an additive in asphalt flexible pavement. Keywordsi : AC-WC, AC-BC, Marshall, KAO, Polystyrene (PS).