cover
Contact Name
Badrun Ahmad
Contact Email
badrun@unkhair.ac.id
Phone
+6281382878027
Journal Mail Official
badrun@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Pertamina, Kampus II Gambesi, Kec. Ternate Selatan, Kota Ternate
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JURNAL SIPIL SAINS
Published by Universitas Khairun
Core Subject : Social, Engineering,
Teknik Sipil, Konstruksi, Jalan dan jembatan, Beton, Mekanika Tanah, Irigasi, Transportasi, SIG, lingkungan, keairan, struktur, dan geoteknik.
Articles 248 Documents
Komprehensif Review : Investigasi Kualitas Parameter Fisika-Kimia Air Sungai Cisadane dan Sungai Citarum,Jawa Barat Tahun 2011-2020 fatiyah nabila
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.4298

Abstract

Air merupakan salah satu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada di muka bumi,diantaranya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri dan pertanian. Untuk memanfaatkan air tersebut biasanya masyarakat mengambil air dari sungai sampai pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai di bagian hulu Sungai Cisadane dan sungai citarum secara parameter fisika-kimia air sungai selama kurun waktu 10 tahun dan menganalisis macam-macam aktivitas antropologi yang menjadi sumber pencemar penyebab penurunan kualitas air sungai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptip studi kasus dengan pengumpulan, telaah serta penjabaran data sekunder yang telah ditelaah dokumen dengan cara mengumpulkan data-data melalui kepustakaan baik dari buku-buku, dokumen-dokumen, jurnal-jurnal dan lain-lain yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data sekunder diperoleh dari data yang telah diambil oleh pihak lain. Sungai cisadane dan sungai citarum terletak di provinsi Jawa Barat,dimana provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar ±40 juta jiwa. Sungai cisadane dan sungai citarum terletak di provinsi Jawa Barat,dimana provinsi tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar ±40 juta jiwa. Bertambahnya jumlah penduduk di daerah sungai Citarum dan sungai Cisadane merupakan salah satu yang menyebabkan kualitas air sungai rendah karena berasal dari aktivitas warga penduduk dikota tersebutkualitas air Sungai Cisadane berdasarkan sifat fisikanya masih memenuhi baku mutu lingkungan kelas II berdasarkan PP No. 82 tahun 2001 yaitusuhu dengan rata-rata 28,57°C, TDS dengan nilai rata-rata 55,67 mg/L, TSS dengan rata-rata 26,33 mg/L, warna agak keruh sampai keruh, bau dari agak berbau sampai menyengat dan kecerahan dengan nilai rata-rata 7,7 cm. Pada sungai Citarum, Air DAS citarum mengalami penurunan kualitas karena konsentrasi BOD,COD masing-masing sebesar ±4,00-9,00 mg/L 26,00 mg/L. Kondisi ini akan berdampak pada timbulnya penyakit diare dengan persentase perkiraan masing-masing mencapai ± 25%. Dimana penurunan kualitas air akibat aktivitas budidaya ikan yang sangat tinggi dan akan melampaui daya tampung maksimal
PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA TERNATE Edward Rizky Ahadian
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.3830

Abstract

Keterlambatan penyelesaian pekerjaan pada proyek konstruksi berpotensi besar terhadap meningkatnya biaya pelaksanaan proyek, perselisihan, dan juga pemutusan hubungan kerja. Saat ini, di mana alat dan teknik manajemen proyek telah dikembangkan dan diperkuat dengan kemajuan teknologi akan membuat proyek lebih lancar dan selesai tepat waktu. Namun, beberapa proyek masih tertunda yang merupakan titik untuk di renungkan. Kondisi proyek di kota Ternate tidak jauh berbeda, dimana setiap tahunnya masih sering terdapat keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi. Oleh karena itu perlu diteliti faktor yang paling berpengaruh/dominan terdapat penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi, sehingga keterlambatan penyelesaian pekerjaan proyek konstruksi yang terjadi dapat ditangani dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode analisis faktor dan bertujuan untuk mengetahui secara pasti faktor yang paling berpengaruh atau dominan terhadap keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi gedung di Kota Ternate. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner. Berdasarkan hasil analisis diperoleh 3 (tiga) faktor yang paling berpengaruh atau dominan penyebab keterlambatan pekerjaan proyek konstruksi gedung di kota Ternate, yaitu faktor kurangnya tenaga ahli, faktor mandor kurang berpengalaman dan faktor kurangnya ketersediaan tenaga kerja. Faktor kurangnya tenaga ahli memiliki nilai eigen value sebesar 28,709%, faktor mandor kurang berpengalaman memiliki nilai eigen value sebesar 22,273%, dan faktor kurangnya ketersediaan tenaga kerja dengan nilai eigen value sebesar 20,473%. Secara keseluruhan ketiga faktor tersebut mampu menjelaskan 71,455% variasi.
KELIMPAHAN MIKROPLASTIK PADA EKOSISTEM PERAIRAN DI MALUKU UTARA : SEBUAH TINJAUAN Badrun Ahmad; Muh. Faedly H.Tidore; Arbain Tata; Sudirman Hi. Umar
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6391

Abstract

Abstrak: Beberapa peneliti saat ini telah melakukan penelitian mikroplastik di Maluku Utara. Artikel ini bertujuan untuk meninjau analisis sebelumnya. Tujuannya adalah sebagai referensi singkat bagi para peneliti yang ingin melakukan penelitian mikroplastik di Maluku Utara. Selain itu, tujuan artikel ini adalah untuk menganalisis secara kuantitatif beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan. Metode pencarian jurnal dan penelitian dilakukan dengan mencari kata kunci “Mikroplastik di Laut Maluku Utara” pada mesin pencari Google Scholar dan Science Direct. Penelitian mikroplastik sebelumnya di Pulau Mare meneliti kadar mikroplastik pada beberapa jenis teripang dan kelompok mikroplastik pada sedimen di perairan Pulau Mare. Pada teripang ditemukan total 272 partikel mikroplastik. Pada saat yang sama, penelitian endapan dilakukan di dua stasiun. Stasiun pertama di Maregam menemukan mikroplastik berkisar antara 17.000 - 37.000 partikel/kg berat sedimen kering. Di Marekofo ditemukan 13.839-30.666 partikel/kg sedimen. Dipelajari juga di Pulau Ternate, dan hasilnya ditemukan mikroplastik pada ikan cakalang sebanyak 948 partikel yang diperoleh dari 16 sampel ikan yang beredar di pasaran. Penelitian mikroplastik pada ikan jenis lain, seperti Epinephelus Fuscogutattus, E. coioides, dan E. Suillus, ditemukan 594 partikel mikroplastik di saluran pencernaan ikan. Kata kunci: mikroplastik, laut, ikan, mare, ternate  Abstract: Several researchers have now carried out microplastic research in North Maluku. This article aims to review the previous analysis. The aim is to serve as a brief reference for researchers wishing to conduct microplastic research in North Maluku. In addition, the purpose of this article is to analyze quantitatively some of the results of the study that has been done. Journal and research search methods were carried out by searching for the keywords "Microplastics in the North Maluku Sea" on Google Scholar and Science Direct. Previous microplastic research on Mare Island examined microplastic levels in several types of sea cucumbers and microplastic groups in sediments in Mare Island waters. In sea cucumbers, a total of 272 microplastic particles were found. At the same time, research on deposits was carried out at two stations. The first station in Maregam found microplastics ranging from 17,000 - 37,000 particles/kg of dry sediment weight. In Marekofo found 13,839-30,666 particles/kg of sediment. It was also studied on the island of Ternate, and the results found microplastics in skipjack tuna, as many as 948 particles obtained from 16 fish samples in the market. Microplastic research on other types of fish, such as Epinephelus Fuscogutattus, E. coioides, and E. Suillus, 594 microplastic particles were found in the digestive tract of fish. Keywords: microplastics, marine, fish, mare, ternate
ANALISIS KUALITAS DAN KUANTITAS AIR DANAU LAGUNA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI KOTA TERNATE Nani Nagu; Badrun Ahmad; Sary Shandy
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6796

Abstract

Danau laguna atau danau Ngade adalah salah satu danau di Pulau Ternate. Masyarakat memanfaatkan danau ini sebagai tempat wisata dan aktivitas perikanan. Hal ini berdampak terhadap kualitas air danau laguna sehingga perlu dilakukan pengukuran terhadap paramater pencemaran air. Ini karena danau dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih sebab saat ini Kota Ternate mengalami keterbatasan sumber daya air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan danau Ngade sebagai sumber air bersih dari segi kualitas dan kuantitasnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan melakukan percobaan dan pengujian terhadap kualitas air danau Ngade dan menentukan kuantitas air danau melalui perhitungan dari data pengukuran. Pemeriksaan kualitas air dilakukan langsung di danau Ngade dan di Laboratorium secara fisik dan kimia. Secara fisik meliputi pemeriksaan rasa, bau, kekeruhan, dan suhu. Pemeriksaan secara kimia dilakukan melalui pemeriksaan COD, DO, pH, TDS, Kesadahan ( CaCO3), logam (Tembaga, besi, Mangan), dan mineral lain. Hasilnya menunjukkan bahwa pengujian kualitas air danau memenuhi baku mutu sesuai Permenkes No. 32 Tahun 2017 dimana air di tengah danau memiliki kualitas air yang lebih baik dibandingkan air yang berada di tepi danau. Sementara pengukuran kuantitas air di danau Ngade didapatkan sebesar 3.394.744.000 liter. PDAM saat ini menggunakan pompa dengan debit 5 liter/detik sedangkan debit andalan pada air yang menjadi cadangan sumber daya air bagi danau Ngade sebesar 45 liter/detik sehingga air danau Ngade layak dijadikan sebagai sumber air bersih dari segi kualitas dan kuantitas. Kata kunci:  kuantitas, kualitas, air, danau, analisis, ngade
STUDI PERLAPISAN BATUAN DENGAN METODE GEOLISTRIK DI JALAN LINTAS HALMAHERA SELATAN DESA MATUTING KECAMATAN GANE TIMUR TENGAH Abriandi H. Lahia; Firman La Ada; Badrun Ahmad
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6580

Abstract

Abstrak: Metode geolistrik merupakan salah satu metode eksplorasi geofisika yang kompleks karena metode geolistrik digunakan untuk eksplorasi barang tambang, persediaan air, pendugaan di bawah permukaan dan panas bumi. Metode geolistrik dirancang untuk memberikan informasi dari formasi batuan yang mempunyai anomali konduktivitas listrik. Pada penelitian ini diukur lintasan 1 pada jalan lintas Matuting dan ditemukan terdapat 5 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m. Jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat pasir, lapisan 2 terdapat batupasir, lapisan 3 terdapat batugamping, lapisan 4 terdapat batulempung dan lapisan 5 terdapat lempung, dengan nilai resistivitas antara 0,203Ω-2.821Ω. Pada lintasan 2 terdapat 6 perlapisan dengan kedalaman mencapai 25 m, jenis materialnya pada lapisan 1 terdapat lempung, lapisan 2 terdapat napal, lapisan 3 terdapat lempung, lapisan 4 terdapat napal dan lapisan 5 terdapat batu lanau, di lapisan 6 terdapat batulempung, dengan nilai resistivitas antara 0,11Ω-65,9Ω. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa kondisi perlapisan batuan di sekitar jalan lintas matuting-saketa atau lokasi kerja praktek harus dilakukan pengeboran pada titik pengukuran Kata kunci: geolistrik, jalan, lapisan, material, batuan.  Abstract: The geoelectric method is a complex geophysical exploration method because the geoelectric method is used for mining exploration, water supply, subsurface, and geothermal estimation. The geoelectric process is designed to provide information from rock formations that have electrical conductivity anomalies. In this study, track 1 on the Matuting causeway was measured, and it was found that there were five layers with a depth of up to 25 m. The type of material in layer 1 is sand, layer 2 is sandstone, layer 3 is limestone, layer 4 is claystone, and layer 5 is clay, with a resistivity value between 0.203Ω-2.821Ω. On track 2, there are six layers with a depth of up to 25 m; the type of material in layer 1 is clay, layer 2 is marl, layer 3 is clay, layer 4 is marl, and layer 5 is siltstone, layer 6 is claystone, with a resistivity value between 0.11Ω-65.9Ω. This research proves that the condition of the rock layers around the Matuting-Saketa causeway or practical work location must be drilled at the measurement point. Keywords: geoelectricity, roads, layers, materials, rocks.
KAJIAN EKSPERIMENTAL BETON DENGAN LIMBAH PECAHAN KERAMIK Ira Puspitasari S.T. M.T.
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6586

Abstract

Penggunaan material alam secara terus- menerus pada pembuatan beton dikhawatirkan terjadi eksploitasi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga dibutuhkan material pengganti yang lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai lebih apabila berasal dari limbah. Pada pekerjaan kontruksi tentunya ada saja potongan keramik yang tidak dibutuhkan lagi, hal itu jika dibiarkan begitu saja akan menjadi limbah bagi lingkungan. Keramik termasuk kategori limbah padat namun hampir memiliki kesamaan karakteristik dari material agregat kasar yang umum digunakan pada beton, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan keramik sebagi pengganti Sebagian agregat kasar pada kuat tekan dan berat volume beton. Variabel penelitian yang digunakan adalah beton dengan 0% limbah keramik atau beton normal (BN), 20 % limbah keramik (BK 1), 40 % limbah keramik (BK 2), 60% limbah keramik (BK 3). Hasil penelitain menunjukkan bahwa penggunaan limbah keramik meningkatkan kuat tekan dan berat volume beton. Kuat tekan mengalami peningkatan sebesar 89% dari kuat tekan beton normal yaitu 14,9 MPa  pada komposisi 60% limbah keramik. Berat volume juga mengalami kenaikan 1,08 % dari berat volume beton normal.
Statik Grafiti Tanah Keras (Bedrock) Dengan Metode Geolistrik Nini Hasriyani Aswad; Tachrir Tachrir
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.4122

Abstract

Statik grafiti  tanah dibawah permukaan yang bertujuan untuk mengetahui kedalaman tanah keras bedrock berdasarkan metode geolistrik.  Lokasi pengambilan data berada desa Wawatu Moramo Utara Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan dengan jarak sekitar 30 KM dari Kendari ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Desa ini berbatasan dengan Desa Tanjung Tiram di sebelah Utara, Desa Mata Wawatu di sebelah Selatan, sebelah timur Laut dan di sebelah Barat Kelurahan Tobi Maeta (Abeli). Tepatnya di titik kordinat 40 3’ 35“ S dan 1220 38’ 52” T dengan elevasi 0 m dari permukaan laut. Metode geolistrik ini bertujuan mengetahui hambatan dan  arus listrik di dalam bumi dengan mendeteksinya di permukaan bumi dengan alat georesit, berdasarkan hasil deep boring, maka hasil gambaran geolistrik akan memvalidasi data deep boring pada area penelitian. Tujuan dari metode ini  untuk mendapatkan sebuah penampang 1D serta dapat menginterpretasi dari hasil penampang. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan software Progress V.3 , terdapat 3 lapisan bawah permukaan. nilai resistivitas yang tinggi yaitu 12.16 Ωm, kedalaman 16 – 24 m (tebal 8 m) dengan nilai resistivitas antara lain  10 Ωm dengan kedalaman 10 – 18 m di indikasikan juga sebagai lapisan lempung berpasir.
PERENCANAAN JARINGAN DAERAH IRIGASI GUMBASA KABUPATEN SIGI PROVINSI SULAWESI TENGAH Alifiah Ayu Tiara Lestari; Nanang Saiful Rizal
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6672

Abstract

DAS Gumbasa merupakan daerah irigasi yang berada di Desa Pakuli, Kabupaten Sulawesi Tengah. Akibat kekurangan air di sawah pada musim kemarau, kekeringan menurunkan hasil panen petani. Pengelolaan dan distribusi air irigasi yang tidak merata menjadi penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang saluran irigasi yang efisien. Kebutuhan air proyek untuk sawah adalah 1,58 l/detik/ha, berdasarkan penelitian penggantian sawah seluas 80 ha yang terdiri dari 4 petak. Tiga saluran tingkat 3 dan satu saluran tingkat 2, dengan Q terkecil = 0,0014 m3/detik di KSB.2Kn dan Q terbesar = 1,520 m3/detik di KSB.1Kn, masing-masing menyuplai air ke Dusun Pakuli. Saluran tingkat 3 dengan b = 0,6 m dan h = 0,6 m serta saluran tingkat 2 dengan b = 0,8 m dan h = 0,8 m masing-masing mempunyai debit terbesar pada saluran irigasi.
PENGARUH PENAMBAHAN SERABUT KELAPA TERHADAP KUAT TEKAN PLASBUT(PLASTIK SERABUT) PAVING BLOCK Ani Listriyana; Nurul Amalia Silviyanti
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.6493

Abstract

Abstrak: Pengolahan sampah plastik menjadi paving block telah banyak dijadikan solusi dalam pengolahan limbah plastik.  begitu pun dengan paving block dengan filler serabut dan matriks semen. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tekan ketika plastik dan serabut di kombinasikan sebagai matriks dan filler di tambah dengan filler pasir menjadi plasbut paving block. Plastik yang digunakan berjenis polypropilen. Produksi dilakukan dengan mencampurkan pasir dan plastik dalam 1 adonan, kemudian pada proses pencetakan serabut diletakkan di tengah cetakan tidak di campur menjadi satu dengan plastik dan pasir. Hasil uji tekan menunjukkan kuat tekan tertinggi di peroleh plasbut dengan komposisi plastik : Pasir : Serabut sebesar 70%:30%:0.5% dengan kuat tekan rata rata sebesar 12 MPa. diikuti dengan plasbut dengan komposisi plastik : Pasir : Serabut sebesar 70%:30%:0.125% dengan kuat tekan rata rata sebesar 9.1 MPa. Kuat tekan pada rentang ini sesuai untuk taman dengan mutu beton D.  Kata kunci: Plasbut Paving block. Serabut kelapa. Kuat Tekan Abstract: Processing plastic waste into paving blocks has been widely used as a solution for plastic waste. They are likewise paving blocks that use fibre filler and a cement matrix. This study aims to determine the compressive strength when plastic and fibres are combined as a matrix and filler are added with sand filler to become "plans but" paving blocks. The plastic used is polypropylene. Production is done by mixing sand and plastic in one dough, and then in the production process, the fibres are placed in the middle of the mould, not mixed with plastic and sand. The results of the compressive test showed that the highest compressive strength was obtained from "plasbut" with a plastic composition: Sand: Fiber of 70%: 30%: 0.5% with an average compressive strength of 12 MPa. followed by "plasbut" with a plastic composition: Sand: Fiber of 70%:30%:0.125% with an average compressive strength of 9.1 MPa. This compressive strength in this range is suitable for gardens with concrete quality D.Keywords: Plasbut Paving block. Coconut fibre. compressive strength 
ANALISIS VARIASI KANDUNGAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON RINGAN AGREGAT PUMICE DAN MATERIAL LOKAL Mardewi Jamal; Muhammad Indra; Fachriza Noor Abdi
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i1.5055

Abstract

Abstrak: Beton sebagai bahan bangunan sudah lama digunakan dan diterapkan secara luas oleh masyarakat sebab memiliki keunggulan-keunggulan dibanding material struktur lainnya yakni memiliki kekuatan yang baik, tahan api, tahan terhadap perubahan cuaca, serta relatif mudah dalam pengerjaan. Oleh karena itu, inovasi teknologi beton selalu dituntut guna menjawab tantangan akan kebutuhan, diantaranya bersifat ramah lingkungan dan memiliki berat jenis yang rendah (beton ringan). Beton ringan dapat diproduksi dengan menggunakan agregat ringan alami salah satunya adalah pumice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuat tekan beton ringan dengan menggunakan agregat kasar pumice dan agregat halus yang berasal dari material lokal pasir mahakam dan juga apakah material tersebut layak digunakan sebagai bahan pengisi beton. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Variabel bebas yang digunakan adalah perbedaan kandung semen yaitu 300kg/m3, 350kg/m3, 400kg/m3, dan 450kg/m3 . Faktor air semen yang digunakan adalah 0,50. Ukuran butir maksimum agregat kasar (pumice) 20 mm dan menggunakan bahan tanbah berupa Sikament LN. Dalam penelitian ini benda uji dibuat sebanyak enam buah untuk setiap komposisi campuran dengan ukuran cetakan silinder benda uji 15cmx30cm. Pengujian tekan dilakukan pada saat beton berumur 7 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian didapatkan pengaruh perbedaan kandungan semen dalam campuran beton ringan terhadap kuat tekan beton ringan berbanding lurus dengan banyaknya semen yang digunakan dalam campuran. Dalam penelitian ini kuat tekan rata-rata beton ringan dengan kandungan semen 300kg/m3 adalah 12.80 MPa; 350kg/m3 menghasilkan kuat tekan 13.24 MPa; 400kg/m 3 menghasilkan kuat tekan 13.44 MPa; dan pada 450kg/m 3 menghasilkan kuat tekan 15.09 MPa. Pengaruh perbedaan kandungan semen dalam campuran beton ringan terhadap kuat tekan beton ringan berbanding lurus dengan banyaknya semen yang digunakan dalam campuran. Kata kunci: Pumice, Kuat Tekan Beton, Beton Ringan. Abstract: Concrete as a building material has long been used and widely applied by the community because it has advantages compared to other structural materials, namely having good strength, fire resistance, resistance to weather changes, and relatively easy to work with. Therefore, concrete technological innovation is always required to answer the challenges of needs, including being environmentally friendly and having low specific gravity (lightweight concrete). Lightweight concrete can be produced using natural lightweight aggregates, one of which is pumice. This study aims to determine the compressive strength of lightweight concrete using pumice coarse aggregate and fine aggregate derived from local Mahakam sand materials and whether these materials suit concrete fillers. In this study, the method used is the experimental method. The independent variables used were differences in cement content, namely 300kg/m3, 350kg/m3, 400kg/m3, and 450kg/m3. The cement water factor used is 0.50. The maximum grain size of coarse aggregate (pumice) is 20 mm and uses additional Sikament LN material. This study made six specimens for each mixture composition with a cylindrical mould size of 15cmx30cm. Compressive testing was carried out when the concrete was seven and 28 days old. The research results found that the effect of differences in cement content in lightweight concrete mixtures on the compressive strength of lightweight concrete is directly proportional to the amount of cement used in the mixture. In this study, the average compressive strength of lightweight concrete with a cement content of 300kg/m3 was 12.80 MPa; 350kg/m3 gives a compressive strength of 13.24 MPa; 400kg/m 3 gives a compressive strength of 13.44 MPa; and at 450kg/m 3 produces a compressive strength of 15.09 MPa. The effect of differences in cement content in lightweight concrete mixtures on the compressive strength of lightweight concrete is directly proportional to the amount of cement used in the mixture. Keywords: Pumice, Concrete Compressive Strength, Lightweight Concrete.

Page 11 of 25 | Total Record : 248