cover
Contact Name
Dudi Iskandar
Contact Email
dudi.iskandar@budiluhur.ac.id
Phone
+6222-7810788
Journal Mail Official
jurnal.cjik@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/cjik/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25498452     DOI : 10.15575/cjik
Focus and Scope Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi is a periodical scientific journal that aims to develop concepts, theories, perspectives, paradigms, and methodologies with a focus on communication studies. The scope of this journal study is: Mass Media and Journalism; this field examines journalistic activities and media production which includes print, radio, television, and internet. New media and communication technology; a new field of communication study that continues to develop along with technological advances and community needs, this field includes digital media, virtual, interactive, hypertextual and networking. Public Relations; This field of communication examines Public Relations which include internal and external relations within an organization or institution, as well as the creation of public opinion in society. Political Communication; communication involving messages, media, and political actors or those related to power, government, and policy. Marketing Communication; a field that examines ideas, information, opportunities, and challenges through various symbols to achieve company goals. Sociology of Communication: the process of sociological communication, as a form of social interaction involving individuals or social groups.
Articles 230 Documents
Komparasi Berita Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dalam Surat Kabar Elektronik Detikcom dan Sabq.org Yusuf, Muhamad Fahrudin; Ali, Mukti
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 2 No. 1. June (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.5031

Abstract

Various problems of migrant workers and their alleged different coverage on various media are the background of this research. This study focused on 131 news items on migrant workers' issues in Saudi Arabia in the online newspapers Detikcom and Sabq.org, with details of Detikcom 64 news and Sabq.org 67 as samples, with the aim of finding out how Detikcom and Sabq.org cover Indonesian migrant workers in Saudi Arabia and the difference in coverage of both. The content analysis method was chosen as an analysis tool with Codingsheet as a data collection technique and chi-square as a different test tool. The findings of this study are that there is uniformity of coverage on news about migrant workers in Saudi Arabia at Detikcom and Sabq.org with several categories of significant differences.Berbagai permasalahan TKI dan peliputannya yang diduga berbeda pada berbagai media melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada 131 isi berita permasalahan TKI di Arab Saudi pada suratkabar online Detikcom dan Sabq.org, dengan perincian Detikcom 64 berita dan Sabq.org 67 berita sebagai sampel, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Detikcom dan Sabq.org meliput TKI di Arab Saudi dan perbedaan liputan keduanya. Metode analisis isi dipilih sebagai alat analisis dengan codingsheet sebagai teknik pengumpulan data dan chi-square sebagai alat uji beda. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa ada keseragaman liputan pada berita tentang di TKI di Arab Saudi pada Detikcom dan Sabq.org dengan beberapa kategori didapati perbedaan signifikan. 
Persebaya dan Bonek: Simbol-Simbol Komunikasi Supporter Sepakbola Komunitas “Syndicate Bonek Keputih (SBK)” Alamsyah, Muhammad Iqbal; Prasetyo, Iwan Joko
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 2 No. 2. December (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i2.5032

Abstract

As social beings, humans will not be separated from its name a symbol of communication. Therefore, the purpose and objective of the research is to find out the symbols of communication and the meaning and message of using symbols of support communication for the persebaya among the SBK supporters community. In giving their support, this community mostly expresses it through certain symbols with their own meanings and messages. So the type of research used is descriptive qualitative using the Symbolic interactionism theory approach. Data obtained through interviews and direct observation in the field. From the results of the data obtained, it was concluded that the symbols of communication that happens or is done within the community to support SBK there are two symbols of verbal and non-verbal. Verbal symbols are used in the form of yells, songs or chants that they have created and always sung throughout the game. While non-verbal symbols there are three, namely, in the form of apparel / clothing made and worn every game. Certain facial expressions that appear or occur. And body movements that are intentionally done or occur accidentally.Sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan terlepas dari namanya simbol komunikasi. Sebab itu, Maksud dan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui simbol komunikasi serta makna dan pesan dari penggunaan simbol-simbol komunikasi dukungan pada persebaya dikalangan komunitas suporter SBK. Dalam memberikan dukungannya, komunitas ini kebanyakan mengungkapkannya melalui simbol tertentu dengan makna dan pesan tersendiri. Sehingga tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan teori Interaksionisme Simbolik. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung dilapangan. Dari hasil data yang diperoleh, disimpulkan bahwa simbol-simbol komunikasi yang terjadi atau dilakukan kalangan komunitas SBK dalam mendukung ada dua yaitu simbol verbal dan non verbal. Simbol verbal yang digunakan berupa yel-yel, nyanyian atau chant yang diciptakan dan selalu dinyanyikan mereka sepanjang pertandingan. Sedangkan simbol non verbal ada tiga yaitu, berupa pakaian/busana yang dibuat dan dikenakan setiap pertandingan. Ekspresi wajah tertentu yang muncul atau terjadi. Dan gerakan tubuh yang sengaja dilakukan atau terjadi secara tidak sengaja.
Manajemen Komunikasi Sosial Penganut Agama Baha’i Rojiati, Umi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5033

Abstract

This study aims to obtain an overview of Religious Experience. Principles of Baha'i Trust and Social Communication. Dogma and Baha'i Trust in Influencing Social Communication of Followers and Social Communication of Adherents of the Baha'i Religion with the Neighborhood Community. This research uses phenomenological methods and theories, qualitative approaches. The results of the study show that the essence of religious experience, namely sensitivity to the sacred, the religious experience is not only natural but also cultural. The Baha'i believe that God is the Creator of the universe, the apostles and prophets are intermediaries to channel God's will for humans through divine revelation contained in the holy books of various religions in the world. The purpose of the Baha'i religion is to realize spiritual transformation in human life and renew the institutions of society based on principles to the Essence of God, the unity of religion, and the unity of all humanity. From some of the teachings, goals, and visions of the Baha'i, the Baha'is in Bandung transformed themselves through their daily attitudes that are always friendly to everyone and open to the local community.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai Pengalaman Keagamaan. Asas-asas Kepercayaan Baha’i dan Komunikasi Sosial. Dogma dan Kepercayaan Baha’i dalam Mempengaruhi Komunikasi Sosial Para Pengikutnya dan Komunikasi Sosial Penganut Agama Baha’i dengan Masyarakat Sekitar. Penelitian ini menggunakan metode dan teori fenomenologi, pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Hakikat pengalaman keagamaan, yaitu kepekaan terhadap yang suci, maka pengalaman religious bukan hanya natural tetapi juga kultural. Umat Baha’i percaya bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta alam semesta, para rasul dan nabi merupakan perantara untuk menyalurkan kehendak Tuhan bagi manusia melalui wahyu Illahi yang terdapat dalam kitab-kitab suci berbagai agama di dunia. Tujuan agama Baha’i adalah untuk mewujudkan transformasi rohani dalam kehidupan manusia dan memperbaharui lembaga-lembaga masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip ke Esaan Tuhan, kesatuan agama, dan persatuan seluruh umat manusia. Dari beberapa ajaran, tujuan dan visi umat Baha’i tersebut, para penganut Baha’i di Bandung mentransformasikannya lewat sikap mereka sehari-hari yang selalu ramah kepada setiap orang dan terbuka terhadap masyarakat setempat.
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas Muhaemin, Enjang; Sanusi, Irfan
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5034

Abstract

Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contested. The intolerant attitude of any religious group can be a trigger for conflict which endangerthe integrity of the NKRI. This study aims to determine the framing of the Kompas newspaper in discussing and packaging the discourse of religious intolerance and religiosity in Indonesia. This research method uses Robert N. Entman's framing analysis, which focuses the study on the prominence of the framework of thought, perspective, concepts, and claims of media interpretation in interpreting the object of discourse. Research is expected to be able to stimulate the public to be more critical in understanding the various news constructed by journalists. The results showed that Kompas defined the problem of religious intolerance and diversity in Indonesia as a matter of religion, social, political, educational, and nationalism. However, Kompas generally defines it as a matter of understanding religion and weakening the attitude of nationalism. Kompas news considers the source of the cause to be more dominant because of superficial, partial, and little religious understanding. Kompas concludes that intolerance is a serious threat that could endanger the NKRI. The recommendations offered include the government being demanded to be assertive, fast, and not political. Religious leaders are recommended to build dialogical communication in an intense and continuous manner, and educate the public to always raise awareness of deep, moderate, and not extreme religiosity.Indonesia dikenal sebagai negara multiagama yang di dalamnya terdapat beragam agama. Bersatu dalam keragaman, dan harmoni dalam perbedaan menjadi kata kunci yang tak bisa lagi diganggu gugat. Sikap intoleran dari kelompok penganut agama manapun bisa menjadi pemicu konflik yang membahayakan keutuhan NKRI. Penelitian ini tujuan mengetahui pembingkaian surat kabar Kompas dalam mengupas dan mengemas wacana intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang memokuskan kajian pada penonjolam kerangka pemikiran, perspektif, konsep, dan klaim penafsiran media dalam memaknai objek wacana. Penelitian diharapkan mampu menstimuli masyarakat untuk kian kritis dalam memahami beragam berita yang dikonstruksi wartawan. Hasil penelitian menunjukkan, Kompas mendefinikan masalah intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia sebagai masalah agama, sosial, politik, pendidikan, dan nasionalisme.  Namun Kompas umumnya lebih mendefinisikan sebagai masalah pemahaman agama dan melemahnya sikap nasionalisme.  Berita-berita Kompas menganggap sumber penyebabnya lebih dominan karena pemahaman agama yang dangkal, parsial, dan tidak mendalam. Kompas menyimpulkan intoleransi merupakan ancaman serius yang bisa membahayakan NKRI. Rekomendasi yang ditawarkan  di antaranya pemerintah dituntut tegas, cepat, dan tidak berbau politis.  Para tokoh agama direkomendasikan membangun komunikasi dialogis secara intens dan kontinyu, dan mendidik masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran keberagamaan yang mendalam, moderat, dan tidak ekstrem.
Pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Purnama, Feri
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5035

Abstract

Parni Hadi's Thought Study of Prophetic Journalism about the dissemination of information based on faith, and good and bad renewal in society. Parni Hadi as a press figure supports his prophetic journalism as a way of preaching and the legacy of the prophet's duty to be applied in journalistic practice. This study analyzes Parni Hadi about Prophetic Journalism, Islamic Journalism, and implementing Prophetic Journalism. The library research methodology (literature study) uses content analysis methods. This study found that Prophetic Journalism can be practiced by journalists or mass media religious backgrounds, as long as presenting the right journalistic products, educating and to help all people, while still using the prophet's duty on honesty, help, be reliable, educate and send a message full of wisdom .Penelitian Pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Profetik ini mengkaji penyebaran informasi yang dilandasi iman, dan mempertimbangkan dampak baik dan buruk di masyarakat. Parni Hadi sebagai tokoh pers memiliki gagasan jurnalisme profetiknya sebagai jalan dakwah dan warisan tugas nabi untuk diterapkan dalam praktik jurnalistik. Penelitian ini menganalisa pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Profetik, Jurnalisme Islami, dan mengimplementasikan Jurnalisme Profetik. Metodologi penelitian kepustakaan (library research) ini menggunakan pendekatan analisis konten. Penelitian ini menemukan Jurnalisme Profetik yang bisa dipraktikan oleh jurnalis atau media massa berbagai latar belakang agama, selama menyajikan produk jurnalistik yang benar, mendidik dan untuk kebaikan seluruh umat, dengan tetap menerapkan tugas nabi tentang kejujuran, mengajak kebaikan, dapat dipercaya, mendidik dan menyampaikan pesan penuh kearifan. 
Public Relations Politik Partai Keadilan Sejahtera dalam Pemilukada Jawa Barat Muchtar, Khoiruddin; Aliyudin, Aliyudin
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5047

Abstract

The research aims to obtain an overview of the media relations of the Prosperous Justice Party in building party image, determining strategies in maintaining positive relations with the media, and utilizing social media in forming the opinions of candidates for governor of West Java in 2018. Research uses constructivist paradigms, qualitative approaches and case study methods . The results of the study show that, political public relations within the Prosperous Justice Party are carried out by building togetherness and consolidation as well as cadre formation in a family and equality manner. Communication within the Prosperous Justice Party began to be addressed and conditioned, especially the spread of information within the PKS. PKS external communication is carried out by building a positive image of the party, building coalitions with other parties, and socializing the characteristics of West Java governor candidates so that they can be accepted by the community. The imaging strategy carried out by the Prosperous Justice Party in the media is done by building good relationships with the media and utilizing social media appropriately as well as utilizing E-mail, blogs, social media or Twitter. PKS vote acquisition as runner-up in 2018 West Java Pilgub shows, the existence of PKS as a party that is quite trusted and calculated.Penelitian bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang media relations Partai Keadilan Sejahtera dalam membangun citra partai, menentukan strategi dalam memelihara hubungan positif dengan media, serta pemanfaatan media sosial dalam membentuk opini calon gubernur Jawa Barat Tahun 2018. Penelitian menggunakan paradigm konstruktivis, pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Public relation politik di internal Partai Keadilan Sejahtera dilakukan dengan membangun kebersamaan dan konsolidasi sekaligus dengan pembinaan kader secara kekeluargaan dan kesetaraan. Komunikasi internal PKS mulai dibenahi dan dikondisikan, terutama dalam penyebaaran informasi di internal PKS. Komunikasi eksternal PKS dilakukan dengan membangun citra positip partai, membangun koalisi dengan partai lain, dan mensosialisasikan karakteristik calon gubernur Jawa Barat sehingga bisa diterima oleh masyarakat. Strategi pencitraan yang dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera di media dilakukan dengan cara membangun hubungan yang baik dengan media dan memanfaatkan media social secara tepat seperti halnya pemanfaatan E-mail, blog, media sosial ataupun Twitter. Perolehan suara PKS sebagai runner up Pilgub Jabar 2018 menunjukan, eksistensi PKS sebagai partai yang cukup dipercaya dan diperhitungkan.
Strategi Komunikasi untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Membayar Zakat Maal Sudarman, Asep
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 2 No. 1. June (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.5056

Abstract

Poverty is a very serious problem faced by the Indonesian people and to immediately find and find solutions to reduce a problem in poverty. Zakat is one way to reduce poverty, by utilizing the zakat funds. Zakat Collector Unit (UPZ) in Rancasari Sub-District, Bandung City, is devoted to zakat management activities in conveying messages so that the public is aware of the importance of paying zakat mal if it is bishab and haul. So that a number of questions were formulated in the study: 1) What is the Communication Strategy in Planning? 2) What is the Communication Strategy in Implementation? 3) What is the Communication Strategy in Evaluation? The theory used in this study is a management approach communication strategy from Fred R. David which reveals that the strategy management process has three stages: Planning, Implementation and Evaluation. This theory is also strengthened by the communication strategy of Richard West Lynn H. Tunner with internal and external communication approaches. The method used in this study is observation, in-depth interviews and documentation. The results of this study: Planning both internally and externally is supported by the role of the chairman who carries out organizational command by optimizing existing fields. Implementation of the Zakat Collection Unit in Rancasari Subdistrict is still on activities outside zakat mall. Trust in the Zakat Collection Unit is still lacking. Socialization activities are still at the level of verbal delivery in certain groups or forums.Kemiskinan merupakan masalah yang sangat serius yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan untuk segera mencari dan menemukan solusi untuk mengurangi suatu persoalan dalam kemiskinan tersebut. Zakat merupakan salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan, dengan memanfaatkan dana zakat tersebut. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Rancasari Kota Bandung pada kegiatan pengelolaan zakat maal dikhususkan dalam menyampaikan pesan agar masyarakat menyadari pentingnya membayar zakat mal bila sudah bishab dan haul. Sehingga dirumuskan beberapa pertanyaan dalam penelitian: 1) Bagaimana Strategi Komunikasi dalam Perencanaan? 2) Bagaimana Strategi Komunikasi dalam Implementasi? 3) Bagaimana Strategi Komunikasi dalam Evaluasi? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah strategi komunikasi pendekatan manajemen dari Fred R. David yang mengungkapkan bahawa proses manajemen strategi ada tiga tahapan yakni: Perencanaan, Implementasi dan Evaluasi. Teori ini juga dikuatkan oleh strategi komunikasi dari Richard West Lynn H. Tunner dengan pendekatan komunikasi internal dan eksternal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi.  Hasil dari penelitian ini: Perencanaan baik secara internal dan eksternal didukung oleh peran ketua yang menjalankan komando organisasi dengan mengoptimalkan bidang-bidang yang ada. Pelaksanaan implementasi Unit Pengumpul Zakat Kecamatan Rancasari masih pada kegiatan diluar zakat mal. Kepercayaan kepada Unit Pengumpul Zakat masih kurang. Kegiatan sosialisasi pun masih pada tataran penyampaian secara verbal pada kumpulan atau forum tertentu. 
Studi Etnografi Komunikasi pada Organisasi Persatuan Islam Irawan, Dede
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 2 No. 1. June (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.5057

Abstract

This aims to portray the organization of Persatuan Islam as a speech community. This research uses constructivist paradigm, because that will be explored is the understanding that helps the process of interpretation called the Persatuan Islam as a community specch. This study uses a qualitative research type, because that will be studied, is a central fact. Furthermore, this research using ethnography method of communication. Aside from being a research method, ethnographic communication also has the theoretical assumptions, components and tasks of communication in a speech society (Community Speech). The results of the study show that Islamic Unity communications on a common pattern, except in the cognitive aspect show the dominance of religious understanding. The use of Islamic congregation language of many pesantren. Furthermore in the interaction lesson, the congregation of Islamic unity shows a collective cohesiveness. Penelirian ini bertujuan untuk memotret organisasi Persatuan Islam sebagai komunitas tutur. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, karena yang akan digali berupa pemahaman yang membantu proses interpretasi yang berkaitan dengan Persatuan Islam sebagai specch community. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, sebab yang akan dikaji, merupakan gejala sentral. Selanjutnya penelitian ini menggunakan metode etnografi komunikasi. Selain sebagai metode penelitian, etnografi komunikasi juga memiliki asumsi-asumsi teoritik berupa aktivitas, komponen dan kompetensi komunkasi pada sebuah masyarakat tutur (Speech Community). Hasil penelitian menunjukan komunikasi Persatuan Islam mengacu pada pattern umum, kecuali dalam skema kognitif menunjukan dominasi pemahaman keagamaan. Dalam penggunaan varietas bahasa jamaah Persatuan Islam banyak dipengaruhi budaya pesantren. Selanjutnya dalam kompetensi interaksi, jamaah persatuan Islam menunjukan kohesifitas kolektif. 
Pola Komunikasi Perempuan Pesisir: Studi Etnografi Komunikasi Nurhidayah, Yayah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 1 No. 2. December (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v1i2.5060

Abstract

Communication is bound by culture. As culture differs from one another, the communication practices and behaviors of individuals cared for in different cultures will have different communication methods. The coastal women's community is a sub-culture of the Cirebon community, besides having unique and distinctive characteristics, they have an important role in helping to increase the economic income of the fishermen's family. The involvement of coastal women in the public sphere is increasingly expanding their interactions and social relations, both with people inside and with outsiders. The implication is that coastal women are faced with various challenges in interactions that require communication competencies. Lack of understanding of the culture of the participants involved in the interaction will give rise to social conflict: such as quarrels, hostilities, misunderstandings and prejudices.Komunikasi itu terikat oleh budaya. Sebagaimana budaya berbeda antara satu dengan lainnya, maka praktek dan perilaku komunikasi individu-individu yang diasuh dalam budaya berbeda akan memiliki cara-cara komunikasi yang berbeda.  Komunitas perempuan pesisir merupakan sub-kultur  dari masyarakat Cirebon, selain memiliki karakteristik yang unik dan khas, mereka memiliki peran penting dalam membantu menambah penghasilan ekonomi keluarga nelayan. Keterlibatan perempuan pesisir di ranah publik, makin memperluas interaksi dan relasi sosialnya,  baik dengan orang dalam maupun dengan orang luar. Implikasinya, perempuan pesisir dihadapkan pada berbagai tantangan dalam interaksi yang membutuhkan kompetensi komunikasi. Kurangnya pemahaman tentang budaya dari peserta yang terlibat dalam interaksi, akan melahirkan konflik sosial:  seperti terjadi pertengkaran, permusuhan, salah paham dan prasangka.
Manajemen Special Event Upacara Adat "Seren Taun" Cigugur Kuningan Hasybullah, M. Alfian
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5203

Abstract

This research aims to find depict of the activities by Kuningan District Government in planning, preparation and implementation of seren taun. The concept used in this research is the concept of Special Event Management, The paradigm used in this research is constructivism paradigm and qualitative approach by using descriptive study method. The result shows that the special event management traditional ceremony seren taun is done by 3 Step. First,  pre-event is done with three stages. The Research,  The design and The Planning of the event. Second, coordination stage is done with two stages. Pre-event coordination and coordination at the event, and the last is the evaluation stage by conducting three-stage of evaluation. Daly evaluation, General evaluation and The Last evaluation.Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan lebih dalam mengenai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dalam melakukan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan upacara adat seren taun. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigm konstruktivisme dan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif, karena peneliti ingin menggambarkan bagaimana proses manajemen acara yang dilakukan dalam menyelenggarakan upacara adat seren taun ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan manajemen special event upacara adat sern taun terbagi dalam tiga tahapan pertama tahapan pra event yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu riset, desain  perencanaan. Kedua tahapan koordinasi yang dilakukan dengan dua tahapan, tahapan pra acara dan tahapan koordinasi saat acara. Ketiga, tahapan evaluasi yang dilakukan dengan tiga tahapan evaluasi. Evaluasi harian, Evaluasi Umum dan Evaluasi akhir

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2. December (2025): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 9 No. 1. June (2025): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 2. December (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 1 (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 8 No. 1. June (2024): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2023): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 2. December (2023): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 7 No. 1. June (2023): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 2. December (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 2 (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 6 No. 1. June (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 6, No 1 (2022): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 2 (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 2. December (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 5, No 1 (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1. June (2021): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 2 (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 2. December (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 1. June (2020): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2. December (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 1. June (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 2 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 2. December (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 2 No. 1. June (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 2 (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 2. December (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 1. June (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 1, No 1 (2017) More Issue