cover
Contact Name
Dudi Iskandar
Contact Email
dudi.iskandar@budiluhur.ac.id
Phone
+6222-7810788
Journal Mail Official
jurnal.cjik@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/cjik/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25498452     DOI : 10.15575/cjik
Focus and Scope Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi is a periodical scientific journal that aims to develop concepts, theories, perspectives, paradigms, and methodologies with a focus on communication studies. The scope of this journal study is: Mass Media and Journalism; this field examines journalistic activities and media production which includes print, radio, television, and internet. New media and communication technology; a new field of communication study that continues to develop along with technological advances and community needs, this field includes digital media, virtual, interactive, hypertextual and networking. Public Relations; This field of communication examines Public Relations which include internal and external relations within an organization or institution, as well as the creation of public opinion in society. Political Communication; communication involving messages, media, and political actors or those related to power, government, and policy. Marketing Communication; a field that examines ideas, information, opportunities, and challenges through various symbols to achieve company goals. Sociology of Communication: the process of sociological communication, as a form of social interaction involving individuals or social groups.
Articles 148 Documents
Komparasi Berita Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dalam Surat Kabar Elektronik Detikcom dan Sabq.org Muhamad Fahrudin Yusuf; Mukti Ali
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.5031

Abstract

Various problems of migrant workers and their alleged different coverage on various media are the background of this research. This study focused on 131 news items on migrant workers' issues in Saudi Arabia in the online newspapers Detikcom and Sabq.org, with details of Detikcom 64 news and Sabq.org 67 as samples, with the aim of finding out how Detikcom and Sabq.org cover Indonesian migrant workers in Saudi Arabia and the difference in coverage of both. The content analysis method was chosen as an analysis tool with Codingsheet as a data collection technique and chi-square as a different test tool. The findings of this study are that there is uniformity of coverage on news about migrant workers in Saudi Arabia at Detikcom and Sabq.org with several categories of significant differences.Berbagai permasalahan TKI dan peliputannya yang diduga berbeda pada berbagai media melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini difokuskan pada 131 isi berita permasalahan TKI di Arab Saudi pada suratkabar online Detikcom dan Sabq.org, dengan perincian Detikcom 64 berita dan Sabq.org 67 berita sebagai sampel, dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana Detikcom dan Sabq.org meliput TKI di Arab Saudi dan perbedaan liputan keduanya. Metode analisis isi dipilih sebagai alat analisis dengan codingsheet sebagai teknik pengumpulan data dan chi-square sebagai alat uji beda. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa ada keseragaman liputan pada berita tentang di TKI di Arab Saudi pada Detikcom dan Sabq.org dengan beberapa kategori didapati perbedaan signifikan. 
Intoleransi Keagamaan dalam Framing Surat Kabar Kompas Enjang Muhaemin; Irfan Sanusi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5034

Abstract

Indonesia is known as a multi-religious country in which there are various religions. United in diversity, and harmony in diversity becomes a key word that can no longer be contested. The intolerant attitude of any religious group can be a trigger for conflict which endangerthe integrity of the NKRI. This study aims to determine the framing of the Kompas newspaper in discussing and packaging the discourse of religious intolerance and religiosity in Indonesia. This research method uses Robert N. Entman's framing analysis, which focuses the study on the prominence of the framework of thought, perspective, concepts, and claims of media interpretation in interpreting the object of discourse. Research is expected to be able to stimulate the public to be more critical in understanding the various news constructed by journalists. The results showed that Kompas defined the problem of religious intolerance and diversity in Indonesia as a matter of religion, social, political, educational, and nationalism. However, Kompas generally defines it as a matter of understanding religion and weakening the attitude of nationalism. Kompas news considers the source of the cause to be more dominant because of superficial, partial, and little religious understanding. Kompas concludes that intolerance is a serious threat that could endanger the NKRI. The recommendations offered include the government being demanded to be assertive, fast, and not political. Religious leaders are recommended to build dialogical communication in an intense and continuous manner, and educate the public to always raise awareness of deep, moderate, and not extreme religiosity.Indonesia dikenal sebagai negara multiagama yang di dalamnya terdapat beragam agama. Bersatu dalam keragaman, dan harmoni dalam perbedaan menjadi kata kunci yang tak bisa lagi diganggu gugat. Sikap intoleran dari kelompok penganut agama manapun bisa menjadi pemicu konflik yang membahayakan keutuhan NKRI. Penelitian ini tujuan mengetahui pembingkaian surat kabar Kompas dalam mengupas dan mengemas wacana intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang memokuskan kajian pada penonjolam kerangka pemikiran, perspektif, konsep, dan klaim penafsiran media dalam memaknai objek wacana. Penelitian diharapkan mampu menstimuli masyarakat untuk kian kritis dalam memahami beragam berita yang dikonstruksi wartawan. Hasil penelitian menunjukkan, Kompas mendefinikan masalah intoleransi keagamaan dan keberagamaan di Indonesia sebagai masalah agama, sosial, politik, pendidikan, dan nasionalisme.  Namun Kompas umumnya lebih mendefinisikan sebagai masalah pemahaman agama dan melemahnya sikap nasionalisme.  Berita-berita Kompas menganggap sumber penyebabnya lebih dominan karena pemahaman agama yang dangkal, parsial, dan tidak mendalam. Kompas menyimpulkan intoleransi merupakan ancaman serius yang bisa membahayakan NKRI. Rekomendasi yang ditawarkan  di antaranya pemerintah dituntut tegas, cepat, dan tidak berbau politis.  Para tokoh agama direkomendasikan membangun komunikasi dialogis secara intens dan kontinyu, dan mendidik masyarakat untuk selalu meningkatkan kesadaran keberagamaan yang mendalam, moderat, dan tidak ekstrem.
Pola Komunikasi Perempuan Pesisir: Studi Etnografi Komunikasi Yayah Nurhidayah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 1, No 2 (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v1i2.5060

Abstract

Communication is bound by culture. As culture differs from one another, the communication practices and behaviors of individuals cared for in different cultures will have different communication methods. The coastal women's community is a sub-culture of the Cirebon community, besides having unique and distinctive characteristics, they have an important role in helping to increase the economic income of the fishermen's family. The involvement of coastal women in the public sphere is increasingly expanding their interactions and social relations, both with people inside and with outsiders. The implication is that coastal women are faced with various challenges in interactions that require communication competencies. Lack of understanding of the culture of the participants involved in the interaction will give rise to social conflict: such as quarrels, hostilities, misunderstandings and prejudices.Komunikasi itu terikat oleh budaya. Sebagaimana budaya berbeda antara satu dengan lainnya, maka praktek dan perilaku komunikasi individu-individu yang diasuh dalam budaya berbeda akan memiliki cara-cara komunikasi yang berbeda.  Komunitas perempuan pesisir merupakan sub-kultur  dari masyarakat Cirebon, selain memiliki karakteristik yang unik dan khas, mereka memiliki peran penting dalam membantu menambah penghasilan ekonomi keluarga nelayan. Keterlibatan perempuan pesisir di ranah publik, makin memperluas interaksi dan relasi sosialnya,  baik dengan orang dalam maupun dengan orang luar. Implikasinya, perempuan pesisir dihadapkan pada berbagai tantangan dalam interaksi yang membutuhkan kompetensi komunikasi. Kurangnya pemahaman tentang budaya dari peserta yang terlibat dalam interaksi, akan melahirkan konflik sosial:  seperti terjadi pertengkaran, permusuhan, salah paham dan prasangka.
Efektivitas Komunikasi Dakwah Di Pesantren MQ dalam Merubah Akhlak Santri Agus Sudiansyah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 1, No 2 (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v1i2.4842

Abstract

Indonesia has different types of educational institutions including a state owned institution and a private one. However, recently, several types of educational institutions in Indonesia have some attention from the society in terms of the development of behavioral character of the youth that tend to be degrading. Effective communication of dakwah(preaching) at Pesantren MQ Tebuireng (MQ Tebuireng Islamic Boarding School) as well as akhlak(behavior) education is believed to be able to improve the behavior or so called akhlak of the Indonesian youth to be better. It can be seen from this study, a study at Pesantren MQ Tebuireng aimed at finding the influence and correlation between the effectivity of communication of dakwah and akhlak education towards students. This study is a Quantitative study. The data in this study are obtained through survey using a proportional stratification sample tehnique towards 172 students at Pesantren MQ Tebuireng. The study shows that there is a simultaneous influence between an effective communication of dakwah and akhlak education towards students where Fcount of 18.009 > Ftable  of 3.05. However, there is also a correlation with r value of .749. According to Priyato, the r value of .60 - .799 shows a strong correlation, i.e. between the effectivity of communication of dakwah and akhlak education towards students. Indonesia memilki bebearapa lembaga pendidikan, yakni lembaga pendidikan milik pemerintah dan lembaga milik per orangan, sedangkan sekarang beberapa  lembaga pendidikan di Indonesia mendapat sorotan dari masyarakat mengenai pengembangan karakter tingkah laku generasinya yang mulai menurun. Komunikasi dakwah yang efektif di Pesantren MQ Tebuireung dan pembinaan akhlak  diyakini dapat meningkatkan tingkah laku atau akhlak generasi di Indonesia menjadi lebih baik. Terbukti hasil penelitian di Pesantren MQ Tebuireung dengan tujuan ingin mengetahui pengaruh dan hubungan  efektivitas komunikasi dakwah dan pembinaan akhlak terhadap akhlak santri. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif. Data dikumpulkan melaui survei dengan teknik sampel stratifikasi proporsional terhadap santri di Pesantren MQ Tebuirung berjumlah 172 santri. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh secara simultan dengan F Hitung 18,009> F Tabel 3,05, komunikasi dakwah yang efektif dan pembinaan akhlak terhadap akhlak santri, dan terdapat hubungan atau korelasi dengan r sederhana dengan nilai 0,749, menurut Priyato nilai 0,60-0,799 sangat kuat hubungannya dari efektivitas komunikasi dakwah dan pembinaan akhlak terhadap akhlak santri.
Komunikasi Nahdlatul Ulama dalam Pengembangan Ekonomi Umat Didin Sutisna
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.4961

Abstract

This paper aims to find out the communication patterns of the Nahdatul Ulama in Community Economic Development in West Java, in order to improve the welfare of the community, especially those that have received less attention from the government. In addition to strengthening the economy of the people, PWNU West Java also has a goal to foster and motivate religious life in the community as mad'u. As well as to find out the strategy of economic development which was proposed by the West Java PWNU and its implementation. The research method using the case study method with the type of research is qualitative and the Constructivism Paradigm. While the data source in the study is divided into two parts, namely primary sources and secondary data sources. The data collection method is obtained by observation, interviews, and documentation studies. The results of the study indicate that the pattern of organizational communication in the Management of the Region of Nahdatul Ulama in West Java is the Wheel Pattern. In this pattern the chairperson is a central position in which all West Java PWNU members provide information and reports to the general chairman and if there is a problem that urges the general chairman to consult directly to solve the problem by asking for advice and approval from the PWNU West Java advisory board. Regarding economic issues, the benefits of the West Java PWNU have begun. Because some economic activities are already underway. Even though it hasn't arrived at a satisfying stage, because it does require time that is not instant.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi Nahdlatul Ulama dalam Pengembangan Ekonomi Umat di Jawa Barat, guna meningkatkan kesejahtraan masyarakat khususnya yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Selain untuk memperkuat ekonomi umat, PWNU Jawa Barat juga memiliki tujuan untuk membina dan memotivasi masyarakat dalam kehidupan beragama sebagai mad’u. Serta mengetahui strategi pengembangan ekonomi yang di gagas PWNU Jawa Barat dan pelaksanaanya. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan jenis penelitian adalah kualitatif dan Paradigma Konstruktivisme. Sedangkan sumber data pada penelitian terbagi ke dalam dua bagian yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Adapun metode pengumpulan data diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi di Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Jawa Barat adalah Pola Roda. Dalam pola ini, ketua umum menjadi posisi sentral yang dimana seluruh anggota PWNU Jawa Barat memberikan informasi dan laporan kepada ketua umum dan apabila ada masalah yang penting, maka ketua umum dapat berkonsultasi langsung untuk memecahkan masalah dengan meminta saran dan persetujuan syuriah atau dewan penasehat PWNU Jawa Barat. Berkaitan dengan persoalan perekonomian, yang telah dilakukan PWNU Jawa Barat sudah mulai terasa manfaatnya. Karena beberapa kegiatan ekonomi sudah berjalan. Walaupun memang belum sampai pada tahap memuaskan, serta memerlukan waktu untuk tercapainya target yang ditentukan.
Pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Feri Purnama
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5035

Abstract

Parni Hadi's Thought Study of Prophetic Journalism about the dissemination of information based on faith, and good and bad renewal in society. Parni Hadi as a press figure supports his prophetic journalism as a way of preaching and the legacy of the prophet's duty to be applied in journalistic practice. This study analyzes Parni Hadi about Prophetic Journalism, Islamic Journalism, and implementing Prophetic Journalism. The library research methodology (literature study) uses content analysis methods. This study found that Prophetic Journalism can be practiced by journalists or mass media religious backgrounds, as long as presenting the right journalistic products, educating and to help all people, while still using the prophet's duty on honesty, help, be reliable, educate and send a message full of wisdom .Penelitian Pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Profetik ini mengkaji penyebaran informasi yang dilandasi iman, dan mempertimbangkan dampak baik dan buruk di masyarakat. Parni Hadi sebagai tokoh pers memiliki gagasan jurnalisme profetiknya sebagai jalan dakwah dan warisan tugas nabi untuk diterapkan dalam praktik jurnalistik. Penelitian ini menganalisa pemikiran Parni Hadi tentang Jurnalisme Profetik, Jurnalisme Islami, dan mengimplementasikan Jurnalisme Profetik. Metodologi penelitian kepustakaan (library research) ini menggunakan pendekatan analisis konten. Penelitian ini menemukan Jurnalisme Profetik yang bisa dipraktikan oleh jurnalis atau media massa berbagai latar belakang agama, selama menyajikan produk jurnalistik yang benar, mendidik dan untuk kebaikan seluruh umat, dengan tetap menerapkan tugas nabi tentang kejujuran, mengajak kebaikan, dapat dipercaya, mendidik dan menyampaikan pesan penuh kearifan. 
Resepsi Khalayak Mengenai Tarhim Panshaiskpradi Panshaiskpradi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 2 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i2.4966

Abstract

This research is to find out how the audience reception about tarhim is carried out at dawn and what factors can influence the reception of the audience in interpreting tarhim. The method used in this study is Stuart Hall's reception analysis with a qualitative approach. The results of the study indicate that there are differences in reception in the community. The seven informants in this study came into three positions, namely 2 people as preferred / dominant reading; 3 people as negotiated reading; and 2 people as opposition reading. The difference in reception is caused by factors found in the context of communication, namely environmental, temporal, and psychological-social conditions in society.Penelitian ini untuk mengetahui resepsi khalayak mengenai tarhim yang dilaksanakan pada waktu dini hari dan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi resepsi khalayak dalam memaknai tarhim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis resepsi dari Stuart Hall dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapatnya perbedaan resepsi di masyarakat. Tujuh orang informan dalam penelitian ini terbadi ke dalam tiga posisi, yaitu 2 orang sebagai preferred/dominant reading; 3 orang sebagai negotiated reading; dan 2 orang sebagai opposition reading. Perbedaan resepsi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang terdapat dalam konteks komunikasi, yaitu faktor lingkungan, temporal, dan kondisi psikologis-sosial pada masyarakat. 
Politik Strategis Berbasis Internet pada Akun Facebook Komunitas Petani Indonesia Ahmad Badari Burhan
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 1, No 2 (2017): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v1i2.5030

Abstract

This research is intended to review the use of Facebook by Indonesian farmer community in the strategic political platform. This issue is important to formulate as participatory communication stresses the importance of dialogue and rejects strategic communication efforts. If the community's active involvement in normative social change is desirable and pragmatically important to produce sustainable change, it is necessary to discuss how communication, strategy, and participation are interrelated. The results of this study indicate that the use of Facebook as a social networked site by the Indonesian farmer community is still dominated by information sharing and knowledge of cultivation and trading, as well as a medium for social interaction. Strategic political discourse occasionally and weakly appears related to government policies that are considered to be inadequate to farmers, among others related to rice import policy during the harvest, and the lack of government attention when their crops are faced with price declines, while production costs are steadily increasing. Penelitian ini dimaksudkan untuk meninjau penggunaan media sosial Facebook oleh komunitas petani Indonesia dalam platform politik strategis. Permasalahan ini penting untuk dirumuskan karena komunikasi partisipatoris menekankan pentingnya dialog dan menolak upaya-upaya komunikasi strategis. Jika keterlibatan aktif masyarakat dalam perubahan sosial secara normatif diinginkan dan secara pragmatis penting untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan, perlu untuk membahas bagaimana komunikasi, strategi, dan partisipasi saling terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Facebook sebagai situs sosial berjaringan oleh komunitas petani Indonesia masih didominasi oleh sharing informasi dan pengetahuan budidaya dan tata niaga, di samping sebagai media untuk interaksi sosial. Wacana politik strategis muncul sekali-sekali terkait dengan kebijakan pemerintah yang dianggap kurang berpihak kepada petani, antara lain terkait dengan kebijakan impor beras saat panen raya, dan kurangnya perhatian pemerintah manakala hasil panen mereka dihadapkan pada penurunan harga, sementara biaya produksi diwacanakan semakin mahal. This research is intended to review the use of Facebook by Indonesian farmer community in the strategic political platform. This issue is important to formulate as participatory communication stresses the importance of dialogue and rejects strategic communication efforts. If the community's active involvement in normative social change is desirable and pragmatically important to produce sustainable change, it is necessary to discuss how communication, strategy, and participation are interrelated. The results of this study indicate that the use of Facebook as a social networked site by the Indonesian farmer community is still dominated by information sharing and knowledge of cultivation and trading, as well as a medium for social interaction. Strategic political discourse occasionally and weakly appears related to government policies that are considered to be inadequate to farmers, among others related to rice import policy during the harvest, and the lack of government attention when their crops are faced with price declines, while production costs are steadily increasing.
Hubungan Komunikasi dengan Prestasi Atlet Fandu Faisal; Zulham Zulham; Abdul Syukur; Dini Safitri
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.1625

Abstract

This study aims to explain the relationship of communication with the achievements of badminton athletes SMP 116 Ragunan, on Djarum Sirnas championship, 2017. Many examples of cases, athletes who have not realized that they have more ability in himself, becomes an interesting problem to be examined and whether it has something to do with communication between athlete and coach? Researchers use the theory communication, especially about the factors that influence the formation of communication, to be able to explore the process of interpersonal communication between athletes and trainers. The methodology of this research is quantitative. The results showed that there was a relationship between coach communication, both in verbal and nonverbal communication with athlete achievement. The communication skills of the coach in building or creating shared, open, and shared communication messages of content (athletes with trainers) have a stronger relationship than the other 3 dimensions, namely the dimension of collaboration, the dimension of critical thinking, and the dimensions of creativity.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan komunikasi dengan prestasi atlet bulutangkis SMP 116 Ragunan, pada kejuaran Djarum Sirnas, 2017. Banyak contoh kasus, atlet yang belum menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan lebih di dalam dirinya, menjadi masalah menarik untuk diteliti dan apakah hal tersebut ada hubungannya dengan komunikasi antara atlet dengan pelatih? Peneliti menggunakan teori komunikasi, khususnya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya komunikasi, untuk dapat mengeksplorasi proses komunikasi interpersonal antara atlet dan pelatih. Metodologi penelitian ini adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara komunikasi pelatih, baik dalam komunikasi verbal dan nonverbal dengan prestasi atlet. Kemampuan komunikasi pelatih dalam membangun atau menciptakan pesan-pesan komunikasi (content) yang bersifat berbagi pemikiran, terbuka, dan mencakup solusi untuk kepentingan bersama (atlet dengan pelatih) memiliki hubungan yang lebih kuat dibanding 3 dimensi lainnya, yaitu dimensi collaboration, dimensi critical thinking, dan dimensi creativity.
Independensi Wartawan PWI Jawa Barat dalam Berita Keislaman Lisna Novita
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 1 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i1.4960

Abstract

This study aims to interpret the understanding of PWI West Java journalists on the concept of independence in the news, describe constructing a reality into a story, and describe the Islamic interpretation of West Java PWI journalists on Islamic news. This research is qualitative research using phenomenological methods. Data collection techniques used in this study are observation, interview and documentation techniques. The results of this study indicate that West Java PWI journalists are very understanding and important to the concept of independence but are flexible when the construction process of Islamic news is discussed, because the construction of the reporting of West Java PWI journalists is still carried out on the basis of media pressure.Penelitian ini bertujuan untuk  menginterpretasikan pemahaman wartawan terhadap konsep independensi dalam pemberitaan, mendeskripsikan konstruksi sebuah realitas menjadi sebuah berita, dan  interpretasi keislaman wartawan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Jawa Barat terhadap berita keislaman. Penelitian ini menggunaan jenis penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa wartawan PWI Jawa Barat sangat memahami dan memandanag penting terhadap konsep independensi namun bersifat fleksibel saat proses konstruksi berita keislaman di laangan, karena konstruksi pemberitaan wartawan PWI Jawa Barat masih dilakukan atas dasar ketingan media.   

Page 3 of 15 | Total Record : 148