cover
Contact Name
Dudi Iskandar
Contact Email
dudi.iskandar@budiluhur.ac.id
Phone
+6222-7810788
Journal Mail Official
jurnal.cjik@gmail.com
Editorial Address
https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/cjik/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : -     EISSN : 25498452     DOI : 10.15575/cjik
Focus and Scope Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi is a periodical scientific journal that aims to develop concepts, theories, perspectives, paradigms, and methodologies with a focus on communication studies. The scope of this journal study is: Mass Media and Journalism; this field examines journalistic activities and media production which includes print, radio, television, and internet. New media and communication technology; a new field of communication study that continues to develop along with technological advances and community needs, this field includes digital media, virtual, interactive, hypertextual and networking. Public Relations; This field of communication examines Public Relations which include internal and external relations within an organization or institution, as well as the creation of public opinion in society. Political Communication; communication involving messages, media, and political actors or those related to power, government, and policy. Marketing Communication; a field that examines ideas, information, opportunities, and challenges through various symbols to achieve company goals. Sociology of Communication: the process of sociological communication, as a form of social interaction involving individuals or social groups.
Articles 148 Documents
FENOMENA KOMPETISI VIDEO DANCE MELALUI INSTAGRAM (STUDI FENOMENOLOGI PADA KOMUNITAS DANCER DI SURABAYA) Mutia, Lu'lu
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram merupakan sebuah aplikasi yang digunakan oleh semua orang agar terhubung dengan pengguna lain dan dapat dimanfaatkan untuk mengirimkan informasi dalam bentuk gambar atau foto, video, dan berbagi (share). Instagram digunakan oleh Telkomsel Area Jabotabek Jabar untuk membuat konten kontes atau kompetisi yang berlangsung saat Asian Games 2018, yaitu kompetisi video dance #YoAyoChallenge. Kompetisi online melalui Instagram ini diikuti oleh anggota Komunitas Valkyrie dan anggota Komunitas Fresh DC dari Surabaya serta berhasil menjadi pemenang harapan kedua. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motif, interaksi, makna dari keikutsertaan individu-individu yang berkolaborasi dan membentuk kelompok. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz dan paradigma konstruktivis. Teknik pemilihan informan yakni purposive sampling dengan informan utama dan informan pendukung sejumlah empat orang. Hasil penelitian ini adalah, pertama adanya because motives (motif sebab) yaitu motif kegiatan, motif afiliasi, motif kompetensi dan ada in-order-motives (motif tujuan) yaitu motif berprestasi dan motif berkuasa. Kedua, interaksi antar anggota kelompok melalui komunikasi kelompok dengan melaksanakan fungsi tugas dan fungsi pemeliharaan. Ketiga, makna terhadap keikusertaan di kompetisi adalah memperkenalkan diri, memperkenalkan komunitas, menguji kemampuan diri, mendapatkan perhatian, mendapatkan pengakuan, dan mengekspresikan perasaan.
Analisis Wacana Kritis Komodifikasi Daí Dalam Program Televisi Ridwan Rustandi
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 2 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i2.4949

Abstract

This study aims to determine the construction of preachers in a television broadcast. The study was conducted to answer the question of how identity construction preachers and how preachers selection criteria in propaganda programs on television. The study was conducted with a qualitative approach and methods of Critical Discourse Analysis Teun Van Dijk Models. There are three element of Critical Discourse Analysis Methods : Text, Social Cognition and Social Context. Data collection techniques used in this study is the observation, interviews, and documentation. The results showed that the commodification of propaganda on the program "Islam itu indah" made on the preacher and maudhu side. On the side of, the election preacher / resource is determined by considering certain criteria which include unification (distinguishing characteristics), tradability (popularity and publicity), skills and abilities to speak, as well as the scientific qualifications. Representation preachers on this program conducted with respect to rating and share, performance and target audience.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi daí sebagai tenaga kerja dalam program televisi bertajuk “Islam Itu Indah”. Penelitian diarahkan untuk menggali aspek komodifikasi yang berkaitan dengan kriteria pemilihan dai’dan konstruksi daí dalam program televisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis) model Teun Van Dijk. Terdapat tiga elemen dalam Analisis Wacana Kritis Teun Van Dijk, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi dakwah pada program “Islam Itu Indah” dilakukan pada sisi da’i dan maudhu. Pada sisi da’i, pemiihan da’i/narasumber ditentukan dengan mempertimbangkan kriteria tertentu yang meliputi unifikasi (karakter pembeda), daya jual (popularitas dan publisitas), keterampilan dan kecakapan berbicara, serta kualifikasi keilmuan. Representasi da’i pada program ini dilakukan dengan memperhatikan rating and share, performa dan sasaran audiens.  
Pengaruh Media Sosial Terhadap Tingkat Pidana Narkotika di Sulawesi Tenggara Mardiana Mardiana
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 2 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i2.3659

Abstract

The problem in this study is how the influence of the use of social media as a communicative medium has an impacton the criminal level of narcotics use in Southeast Sulawesi region. The objective tobe a chieve disto find out how social media is able to improve the influence of narcotics distribution and transaction processes in Southeast Sulawesi. The location of this study was carried out in 3 cities in Southeast Sulawesi, namely Kendari, Muna and Kolaka Districts.The method used in the research data retrieval processis a quantitative method to provide an over view of the influence of social media onthe level of narcotics crime in Southeast Sulawesi. The data collection process is using a questionnaire with the number of respondents was 75 respondents. The results showed that there was a strong and significant influence of social media on the narcotics transaction process in the region of southeast Sulawesi, where the effect was indicated by the results of the regressi on test between social media variables X against criminal narcotics Y that is equal to 0.880 meaning that 88 %to of social media influence the level criminal narcotics in the Southeast Sulawesi region there maining 12 percent is influenced by other factors.Penelitian ini membahas bagaimana pengaruh penggunaan media sosial sebagai media komunikasi sehingga memberikan dampak terhadap tingkat pidana penggunaan narkotika di wilayah Sulawesi Tenggara. Tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk mengetahui bagaimana media social mampumemberikanpengaruhterhadap proses penyebaran dan transaksi narkotika di Sulawesi Tenggara. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di 3 kota yang ada di wilayah Sulawesi tenggara yaitu kota Kendari, Kabupaten Muna dan Kabupaten Kolaka. Adapun metode yang digunakan dalam proses pengambilan data penelitian yaitu metode kuantitatif untuk memberikan gambaran mengenai pengaruh media sosial terhadap tingkat pidana narkotika di Sulawesi tenggara. Proses pengumpulan datanya yaitu menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang kuat dan signifikan media sosial terhadap proses transaksi narkotika dalam wilayah Sulawesi tenggara dimana pengaruh tersebut ditunjukkan melalui hasil uji regresi antara variable media social X terhadap pidana narkotika Y yaitu sebesar 0,880 artinya sebesar 88 persen media social memberikan pengaruh terhadap tingkat pidana narkotika dalam wilayah Sulawesi tenggara sisanya sebesar 12 persen dipengaruhi oleh faktor lain.
Komunikasi Terapeutik Perawat Rohani Islam dalam Proses Penyembuhan Pasien di RSUD Ciamis Ibin Hasani
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 2, No 2 (2018): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v2i2.4938

Abstract

In general, the purpose of research is to find, know, explain, assess, compare, develop and prove knowledge. Specifically the purpose of this research are: 1) To find out therapeutic communication carried out by Islamic Spiritual Nurses (Warois) in the process of healing inpatients in Ciamis Hospital.2) To find out Warois therapeutic communication methods and techniques. 3) To find out the contents of Warois's therapeutic communication message in the process of healing inpatients in Ciamis Hospital. 4) To find out the results of Therois therapeutic communication in helping the healing process of inpatients in Ciamis Hospital. This study used a phenomenological method with a qualitative approach. The success of therapeutic communication of Islamic spiritual care officers can be seen from the positive response from patients and families, namely the existence and occurrence of behavioral changes in patients and families. When the patient had not been given guidance and counseling by officer Warois, the patient felt very severe pain, so he was screaming very loudly, after guidance and counseling, he did not scream again despite experiencing severe pain, but he instead glorified and converted, to Allah SWT.Secara umum tujuan dari penelitian adalah untuk menemukan, mengetahui, menjelaskan, menilai, membandingkan, mengembangkan dan membuktikan pengetahuan. Secara khusus tujuan penelitian ini adalah:1) Untuk mengetahui komunikasi terapeutik yang dilakukan oleh Perawat Rohani Islam (Warois) dalam proses penyembuhan pasien rawat inap di RSUD Ciamis.2) Untuk mengetahui metode dan teknik komunikasi terapeutik Warois. 3) Untuk mengetahui isi pesan komunikasi terapeutik Warois dalam proses penyembuhan pasien rawat inap di RSUD Ciamis.  4) Untuk mengetahui hasil dari  komunikasi terapeutik Warois dalammembantu proses penyembuhan pasien rawat inap di RSUD Ciamis. Penelitian ini menggunakan metode  fenomenologis dengan pendekatan kualitatif. Keberhasilan komunikasi terapeutik petugas perawatan rohani Islam dapat dilihat dari adanya respon yang positif dari pasien dan keluarga, yaitu ada dan terjadinya perubahan prilaku pada diri pasien dan keluarga. Ketika pasien tersebut belum dilakukan bimbingan dan konseling oleh petugas Warois, pasien tersebut karena merasa kesakitan yang amat sangat, sehingga berteriak-teriak sangat keras, setelah dilakukan bimbingan dan konseling, maka ia tidak berteiak-teriak lagi walaupun mengalami rasa sakit yang sangat, tapi ia malah bertasbih dan beristigfafar, kepada Allah SWT.
Manajemen Special Event Upacara Adat "Seren Taun" Cigugur Kuningan M. Alfian Hasybullah
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 1 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i1.5203

Abstract

This research aims to find depict of the activities by Kuningan District Government in planning, preparation and implementation of seren taun. The concept used in this research is the concept of Special Event Management, The paradigm used in this research is constructivism paradigm and qualitative approach by using descriptive study method. The result shows that the special event management traditional ceremony seren taun is done by 3 Step. First,  pre-event is done with three stages. The Research,  The design and The Planning of the event. Second, coordination stage is done with two stages. Pre-event coordination and coordination at the event, and the last is the evaluation stage by conducting three-stage of evaluation. Daly evaluation, General evaluation and The Last evaluation.Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan lebih dalam mengenai kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dalam melakukan perencanaan, persiapan dan pelaksanaan upacara adat seren taun. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigm konstruktivisme dan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif, karena peneliti ingin menggambarkan bagaimana proses manajemen acara yang dilakukan dalam menyelenggarakan upacara adat seren taun ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegiatan manajemen special event upacara adat sern taun terbagi dalam tiga tahapan pertama tahapan pra event yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu riset, desain  perencanaan. Kedua tahapan koordinasi yang dilakukan dengan dua tahapan, tahapan pra acara dan tahapan koordinasi saat acara. Ketiga, tahapan evaluasi yang dilakukan dengan tiga tahapan evaluasi. Evaluasi harian, Evaluasi Umum dan Evaluasi akhir
Pola Reka Bentuk Surat Kabar Thailand dan Surat Kabar Indonesia Miss Aminah Sa-Ah; Hikmat Hikmat; Darajat Wibawa
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i2.6518

Abstract

Newspaper forms are the process of organizing and decorating the front page. The two design elements consist of appearance and layout, both of which have functions to decorate, beautify and arrange the front page so that it is interesting. Thairath and Tribun Jabar newspapers in arranging the front page of the newspaper using graphic design elements to make it interesting. This research uses the descriptive qualitative method. The purpose of this research is to get a picture of the second form of newspaper, namely the color, typography, and layout format. The results showed that the application of the design of print media of the Thairath newspaper and the West Java Tribune so that it would not be rigid and attract attention. The color that dominates the Thairath newspaper is green, while the Tribun Jabar newspaper is blue. The typography used in each section on the second page of the newspaper is carried out consistently in accordance with the visual hierarchy. The layout format arrangement has an impact on attracting newspapers to be read by readers.Reka bentuk surat kabar merupakan proses menata dan menghias halaman muka. Dua unsur reka bentuk terdiri dari perwajahan dan tata letak, kedua-duanya memiliki fungsi untuk menghias, memperindah dan menata halaman muka sehingga menarik. Surat kabar Thairath dan Tribun Jabar dalam menata halaman muka surat kabarnya menggunakan elemen desain grafis supaya menarik. Penelitian ini menggunakan meode deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang reka bentuk kedua surat kabar, yaitu mengenai warna, tipografi dan format layout. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan reka bentuk media cetak surat kabar Thairath dan Tribun Jabar, supaya tidak kaku dan menarik perhatian. Warna yang menjadi dominasi pada surat kabar Thairath adalah warna hijau, sementara pada surat kabar Tribun Jabar adalah warna biru. Tipografi yang digunakan pada setiap bagian pada halaman muka kedua surat kabar, dilakukan secara konsisten sesuai dengan hierarki visual. Penataan  format layout berimbas pada menariknya surat kabar untuk dibaca oleh pembaca.
Analisis Semiotika tentang Penggambaran Orang Pedalaman pada Film Indonesia Maria Rosalia; Nanang Krisdinanto; Brigitta Revia Sandy Fiesta
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i2.6541

Abstract

This study was conducted to see the depiction of inland people who became minorities in Indonesian films. Since the 2000s, Indonesian films have tended to portray minorities as a group that still lags behind. This is seen from the two film categories selected in this study, namely educational and social-themed films. This study was conducted to see how inland people were described using Ferdinand de Saussure's semiotic method. As a knife of analysis will be used the concept of blackness developed by Ed Guerrero to see aspects of behavior, intelligence, and emotions of the minority groups depicted in the film. The films analyzed are Sokola Rimba and Lost in Papua. The results showed that Indonesian films with the theme of education and social always attached minorities with the impression of being stupid, primitive and backward. In the category of behavior (behavior), inland people tend to be displayed close to backwardness (primitive) or evil. While intelligent (intelligence), they are described as having low intelligence or stupid, and emotionally (emotionally) are described as people close to violence and unable to find a solution if a problem occurs. Such images can form prejudices in the minds of the public, which then crystallize into stereotypes that are considered true.Kajian ini dilakukan untuk melihat penggambaran orang pedalaman yang menjadi kaum minoritas dalam Film-film Indonesia. Sejak tahun 2000-an, film-film Indonesia memiliki kecenderungan menggambarkan kaum minoritas sebagai kelompok yang masih tertinggal. Hal ini dilihat dari dua kategori film yang dipilih dalam penelitian ini, yakni film bertema pendidikan dan sosial. Kajian ini dilakukan untuk melihat bagaimana orang-orang pedalaman digambarkan dengan menggunakan metode semiotika milik Ferdinand de Saussure. Sebagai pisau analisis akan digunakan konsep blackness yang dikembangkan Ed Guerrero untuk melihat aspek perilaku, kecerdasan, dan emosi dari kelompok minoritas yang digambarkan dalam film. Film yang dianalisis adalah Sokola Rimba dan Lost in Papua. Hasil penelitian menunjukkan, film Indonesia yang bertema pendidikan dan sosial selalu melekatkan kaum minoritas dengan kesan bodoh, primitif dan terbelakang. Dalam kategori tingkah laku (behavior), orang-orang pedalaman cenderung ditampilkan dekat dengan keterbelakangan (primitif) atau jahat. Sementara secara intelligent (kecerdasan), mereka digambarkan memiliki kecerdasan rendah atau bodoh, dan secara emotional (emosi) digambarkan sebagai orang-orang dekat dengan kekerasan dan tidak mampu mencari penyelesaian jika terjadi persoalan. Gambaran-gambaran seperti ini bisa membentuk prasangka di benak khalayak, yang kemudian mengkristal menjadi stereotip yang dianggap benar.
Pola Komunikasi Kehidupan Sosial Keagamaan Kawasan Kumuh Kampung Pemulung Kota Bandar Lampung Fitri Yanti
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i2.6379

Abstract

This study aims to analyze the communication patterns of religious social life in the slum areas of scavenger villages in the city of Bandar Lampung. This study uses a qualitative approach that is oriented towards the explanation of natural descriptive data by taking 11 informants as scavenger families. What is the social and social life of the scavengers who are not recognized because of their shortcomings and status that are not the same as the surrounding elite and middle society. The results showed that, the slum dwellers in the village were basically not only "coexistence" but also "cooperation". The communication pattern of the social and religious life of the slum areas of the Pemulung village in terms of religious life gave birth to conditions and habits from the start of their religious activities, understanding and behavior. This can be seen from the habit when they worship. While from the social life patterns born individual patterns and group patterns to join or not with the surrounding community. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi kehidupan sosial keagamaan kawasan kumuh kampung pemulung di kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu berorientasi pada penjelasan data deskriptif yang alamiah dengan mengambil informan 11 kepala keluarga pemulung. Bagaimana kehidupan sosial kemasyarakatan dan keagamaan masyarakat pemulung yang tidak diakui karena kekurangan dan status mereka yang tidak sama dengan masyarakat elit dan menengah di sekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat kumuh kampung pemulung pada dasarnya tidak hanya “koeksistensi” melainkan juga “kooperasi”. Pola komunikasi kehidupan sosial dan keagamaan kawasan kumuh kampung Pemulung dari segi kehidupan beragama melahirkan kondisi dan kebiasaan dari mulai aktivitas, pemahaman, dan prilaku agama mereka.  Hal ini terlihat dari kebiasaan kapan mereka beribadah. Sedangkan dari pola kehidupan sosial lahir pola individu dan pola berkelompok untuk bergabung atau tidak dengan masyarakat sekitar.
Motif Perawat sebagai Profesi dan Pelaku Komunikasi Terapeutik Dyah Rahmi Astuti
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i2.5764

Abstract

This research discusses the phenomena of professional nurses in discussing the meaning of the therapist as one of the therapeutic communication between the nurses and the patient therapeutic communication more focused on therapy or healing process of patients suffered ill patients. This research aims to gain an overview of the motives and self-concept of the nurses for therapeutic communication professionals and actors in public hospital in Sumedang. This study uses qualitative phenomenological study. The results showed that motives of nurses were “because of motives” and “in order to motives”. All those things made the nurses have the self-concept that made of understanding of the therapeutic communication was needed ini applying the concept from significant others (parents, family, and the idols) and the group reference (closed group or the prime community around them.Penelitian ini membahas fenomena perawat professional dalam membahas arti dari terapis sebagai salah satu komunikasi tarapeutik antara perawat dan komunikasi tarapeutik pasien lebih focus pada terapi atau penyembuhan proses pasien menderita sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang motif dan konsep diri dari perawat bagi para professional komunikasi tarapeutik dan actor di rumah sakit umum di Sumedang. Penelitian ini menggunakan studi fenomenoogis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif dari perawat adalah “karena motif” dan “untuk motif”. Semua hal-hal yang dibuat para perawat memiliki konsep diri yang terbuat dari pemahaman tentang komunikasi tarapeutik yang dibutuhkan dalam menerapkan konsep dari significant others (orang tua, keluarga dan berhala) dan kelompok acuan (kelompok tertutup atau masyarakat perdana di sekitar mareka.
Pemaknaan Perempuan Kepala Keluarga terhadap Pesan-Pesan Pada Radio Komunitas Pekka FM Chairiawaty Chairiawaty
Communicatus: Jurnal Ilmu komunikasi Vol 3, No 2 (2019): Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/cjik.v3i2.5785

Abstract

The research objective is to obtain a picture of the female head of household in interpreting broadcasts on Pekka FM Community Radio in Batumulik Village, Lombok, including; knowledge of broadcasts on Pekka FM radio, the most popular radio broadcasts, benefits and changes that occur to female household heads after listening to Pekka FM radio broadcasts. Research using the phenomenological method. Data collection is done through observation, interviews, and documentation. The results showed that female heads of the household knew and knew Pekka FM Radio as a radio that delivered broadcasts and provided knowledge about various things, the most preferred radio broadcasts by informants were about women's reproduction, adolescent health, family planning, pregnancy, news about Pekka, entertainment and advertising. The change felt by women household heads after listening to broadcasts on Pekka FM Radio is that it can change the mindset and mentality of women household heads, so that they become confident, diligently care for the body, and dare to speak. Broadcast programs that provide significant change can answer the needs of the audience.Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh gambaran mengenai Perempuan Kepala Keluarga dalam memaknai siaran-siaran pada Radio Komunitas Pekka FM di Dusun Batumulik Lombok, meliputi ; pengetahuan terhadap siaran-siaran di radio Pekka FM, siaran radio yang paling diminati, manfaat dan perubahan yang terjadi pada perempuan kepala keluarga setelah mendengarkan siaran-siaran radio Pekka FM. Penelitian menggunakan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Para perempuan kepala keluarga mengenal dan mengetahui Radio Pekka FM sebagai Radio yang menyampaikan siaran-siaran dan memberikan pengetahuan mengenai berbagai hal, siaran radio yang paling disukai oleh para informan adalah mengenai reproduksi wanita, kesehatan remaja, KB, kehamilan, berita seputar Pekka, hiburan dan iklan. Perubahan yang dirasakan oleh para perempuan kepala keluarga setelah mendengarkan siaran-siaran pada Radio Pekka FM adalah, dapat mengubah pola pikir dan mental para perempuan kepala keluarga, sehingga menjadi percaya diri, rajin merawat tubuh, dan berani berbicara. Program-program siaran yang memberikan perubahan signifikan adalah yang mampu menjawab kebutuhan khalayak.

Page 4 of 15 | Total Record : 148