cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 322 Documents
Studi Komparatif Efektivitas Seftriakson dibanding Kombinasi Seftriakson-Metronidazole dan Sefuroksim-Metronidazole pada Pasien Apendisitis yang Menjalani Apendiktomi Ilil Maidatuz Zulfa
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 8, No. 2, Tahun 2019
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.012 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2019.v08.i02.p07

Abstract

Appendicitis or inflammation of appendix still has high prevalence in Indonesia which reach 3236 cases in 2103 and increase at 4351 cases in 2014. Antibiotics are used in appendicitis to prevent surgical site infection (SSI) after appendictomy. Cephalosporins like ceftriaxone and cefuroxime are commonly used as monotherapy or in combination with imidazole. This study was aimed to compare the effectifity of antibiotics used in acute appendicitis non perforation using parameter length of hospital stay, discharge status, and amount of SSI occurence. An analytical observation was conduct retrospectively through acute appendicitis patient medical records with ICD k35.8 during 2018. A total of 39 medical records were analyzed. Of that, 25 patients received ceftriaxone monotherapy, 5 patients received combination of ceftriaxone and metronidazole, and 9 remaining received cefuroxime in combination with metronidazole. All antibiotics were administered intravenously and used as prophylaxis and continued as pasca appendictomy therapy. The average of hospital stay of that three antibiotics regimen showed that the patients received combination of cefuroxime and metronidazole had the shortest period (3.00 + 0,50 days) while based on discharge status, patients with ceftriaxone monotherapy were the most who discharged to home with complete recovery (64.00%). However, SSI occurence was only observed in patients received ceftriaxone monotherapy (2.00%). Statistical analysis showed that there is a significant different in the average of hospital stay and discharge status through three groups of antibiotics treatment (p-value 0,000; p-value 0,001). In conclusion, the three regimens of antibiotics are effective as prophylactic and post appendictomy in acute appendicitis. However, becuse of significant difference of hospital stay, antibiotics regimen selection should consider the cost and effectivity ratio analysis.
Pengaruh Penggunaan Propilenglikol dan Mentol Terhadap Matrik Patch Transdermal Ekstrak Air Herba Sambiloto (Andrographis paniculata (burm. F.) Nees) Setyawan E.I; Warditiani N.K; Dewi S.M.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.053 KB)

Abstract

Herba sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) telah banyak diteliti untuk pengobatan dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi ekstrak air herba sambiloto ke dalam sistem penghantaran obat secara transdermal yaitu patch transdermal. Ekstrak air herba sambiloto sebagai bahan aktif dibuat dengan teknik maserasi sedangkan formulasi patch dibuat menggunakan sistem matrix controlled. Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan patch transdermalantara lain; metilselulosa, propilenglikol, dan mentol. Proporsi jumlah penggunaan propilenglikol dan mentol dalam formula ditentukan dengan menggunakan metode simplex lattice design. Evaluasi matrik patch meliputi; bobot matrik patch, ketebalan matrik patch, persentase susut pengeringan patch dan ketahanan lipatan patch. Hasil penelitian memperlihatkan tebal matrik berkisar antara 0,01 – 0,18 mm, bobot matrik antara 0,40 – 2,42 gram, ketahanan lipatan >300 lipatan dan persentase susut pengeringanantara 2,48% - 48,14%. Formula optimal dihasilkan oleh kombinasi propilenglikol dengan mentol perbandingan (2:0) yang memiliki nilai desirability 0,986.
PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI Suryani, N.M.; Wirasuta, I.M.A.G.; Susanti, N.M.P
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.867 KB)

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi merupakan penyakit degeneratif dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan pelayanan kefarmasian home care untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan konseling obat dalam home care terhadap kepatuhan pasien dalam penggunaan obat. Diperoleh 16 pasien (15,53%) DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di unit rawat jalan RSUD Wangaya selama bulan November-Desember 2012 yang bersedia mengikuti home care. Pasien kemudian diberikan konseling obat melalui kunjungan home care selama 24 kali kunjungan. Evaluasi kepatuhan pasien terhadap pengobatan dilakukan dengan pengisian kuesioner sebelum menerima konseling (pretest) dan setelah menerima konseling (posttest). Hasil kuesioner dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf kepercayaan 95%. Sebelum dilakukan konseling skor rata-rata pasien adalah sebesar 3,48 + 0,16. Sedangkan setelah dilakukan pelaksanaan konseling dalam home care skor rata-rata pasien sebesar 3,98 + 0,58. Terjadi peningkatan skor kepatuhan pasien yaitu sebesar 0,5 + 0,15. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kepatuhan pasien dalam penggunaan obat sebelum dan setelah pelaksanaan konseling dalam home care dengan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05). Dengan demikian, pelaksanaan konseling dalam home care berpengaruh terhadap peningkatan  kepatuhan pasien dalam penggunaan obat.
UJI KANDUNGAN MINUMAN ISOTONIK (Arensweet?) DAN GULA KRISTAL (Palmsugar?) HASIL PRODUK OLAHAN NIRA AREN D.A. Swastini; Y. Ramona; C.I.S Arisanti
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 2, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.892 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i02.p05

Abstract

Nira aren memiliki kandungan gizi beragam dan berpotensi diolah menjadi produk dengan nilai ekonomis tinggi, seperti minuman isotonik dan gula semut/kristal. Standar mutu merupakan syarat utama suatu produk untuk dapat dipasarkan, yang salah satunya ditentukan dari komposisi kandungan suatu produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dari produk minuman isotonik dan gula kristal dengan acuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian menggunakan sampel produk minuman isotonik dan gula semut produksi petani Aren Desa Taro Tegallalang Gianyar. Pengujian meliputi uji kadar sukrosa, mineral, Vitamin C dan pH sebagai persyaratan mutu minuman isotonik; kadar sukrosa, kadar abu dan air serta cemaran timbal sebagai persyaratan mutu gula kristal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman isotonik memiliki kadar sukrosa 0.52%, Mineral (Ca 11.05%, F 120.3 %), dan Vitamin C 0,21 % dengan pH 4.87. Gula kristal mengandung sukrosa 70.25%, Kadar abu 2.85%, dan kadar air 3%, serta tidak ditemukan cemaran Pb. Secara keseluruhan hasil kandungan minuman isotonik dan gula semut memenuhi pernyaratan SNI.
POTENSI Lactobacillus sp. YANG DIISOLASI DARI SUSU KUDA SUMBAWA DALAM MENGONTROL Candida albicans PENYEBAB KANDIDIASIS I. M. A Sasmitha; Y. Ramona; P. S Yustiantara,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.905 KB)

Abstract

Kandidiasis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Candida albicans. Sampai saat ini, pengobatan kandidiasis bergantung pada penggunaan antibiotik  yang diperlakukan per oral atau topikal. Sebagai alternatif terapi, beberapa peneliti menyarankan penggunaan probiotik, sehingga  penggunaan antibiotik dapat dikurangi. Penelitian ini dimulai dengan pengamatan aktivitas antagonis BAL (Bakteri asam laktat) terhadap C. albicans (agen penyebab Candidiasis) secara in vitro diikuti oleh elusidasi  mekanisme yang dilakukan oleh BAL dalam menghambat  C. albicans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga isolat BAL (Lactobacillus SMM 33, SMM 44, dan SMM 49) menghambat pertumbuhan C. albicans dalam dual culture assay dengan berbagai tingkat hambatan. Dalam uji-uji lebih lanjut, isolat Lactobacillus SMM 44, dan SMM 49 diketahui menghambat C. albicans melalui produksi bakteriosin. Uji susceptibility menunjukkan kedua isolat ini resisten terhadap metronidazol, Hal ini mengindikasikan bahwa kedua isolat tersebut dapat digunakan secara sinergis  dengan antibiotik untuk terapi infeksi yang disebabkan oleh C. albicans.
OPTIMASI KONSENTRASI SETIL ALKOHOL SEBAGAI AGEN PENGENTAL PADA FORMULA KRIM EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) I Gusti Ayu Nadia Prasta Unique
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.24 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini betujuan untuk memformulasikan krim dari ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) untuk memperoleh sediaan yang stabil sebagai krim obat luka dengan variasi konsentrasi setil alkohol sebagai agen pengental. Dalam penelitian ini krim diformulasikan dengan variasi konsentrasi setil alkohol F I (4%), F II (7%), dan F III (10%). Evaluasi fisik sediaan krim yang dilakukan meliputi evaluasi organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, pH, tipe krim, dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ketiga formula menghasilkan krim berwarna warna kuning jingga kecoklatan, bau khas kunyit, dan sediaan dengan tekstur krim semisolid, memiliki homogenitas yang baik, kemampuan menyebar yang baik, pH sediaan yaitu 5,86; 5,66; 4,68 dan tipe emulsi M/A (Minyak dalam Air). Hasil uji viskositas menunjukkan FII dan FIII memiliki viskositas yang sesuai dengan persyaratan. Uji daya lekat menunjukkan bahwa ketiga formulasi krim belum memenuhi persyaratan daya lekat sediaan topikal yang baik. ABSTRACT This study aims to formulation creams from turmeric extract (Curcuma domestica Val.) to obtain stable preparations as a wound healing cream in the variations concentration of cetyl alcohol as a stiffening agent. In this study, the cream was formulated with variations concentration of cetyl alcohol F 1 (4%), F II (7%), and F III (10%). The formulation were evaluated basen on several parameter, that are organoleptic evaluation, homogeneity, adhesion, dispersion, pH, cream type, and viscosity. The evaluation showed that the three formulas produced cream with a brownish-yellow color, a distinctive smell of turmeric, and preparations with a semisolid cream texture, had good homogeneity, good dispersing ability, pH of the preparation namely 5.86; 5.66; 4,68 and type M / A emulsions (Oil in Water). The results of the viscosity test showed that FII and FIII has viscosity that is suitable with the requirements. The sticky power test showed that all cream formulations does not suitable with the requirements of good topical preparations.
GAMBARAN TERAPI LAYANAN JKN PADA PASIEN HIPERTENSI STAGE I DAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UDAYANA D.A Swastini; S.A. Putri; N.M. Rudiarta; I.A.D. Wiryanthini
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5, No. 1, Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.543 KB)

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan tingkat prevalensi tinggi di Indonesia. Pengobatan penyakit kronis membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu panjang serta teratur sehingga biaya pengobatan yang diperlukan menjadi tinggi. JKN membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pengobatan sehingga masyarakat Indonesia dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik.Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan gambaran keberhasilan terapi pada pasien Hipertensi Stage I dan diabetes Melitus Tipe 2 pada layanan JKN di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Udayana Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan analitik dari bulan Oktober 2015-Maret 2016. Subjek penelitian adalah 36 pasien DM tipe 2 dan 10 Pasien Hipertensi pada Layanan JKN yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Subjek DM diberikan pengobatan metformin atau glikazid sedangkan subjek hipertensi diberikan amlodipin selama 6 bulan. Keberhasilan terapi diabetes melitusdinilai dari tercapainya target KGDP <126 mg/dL, KGDPP <200 mg/dL, tidak adanya efek samping (hipoglikemia, mual, muntah, diare dan alergi), keberhasilan terapi hipertensi dinilai dengan tekanan darah pasien <140/90. Data pada subjek DM memiliki sebaran normal dan dianalisis dengan uji t berpasangan. Data pada subjek hipertensi memiliki sebaran tidak normal dan dianalisis dengan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada KGDP dan KGDPP pada subjek dengan DM, terdapat perbedaan bermakna TDD dan tidak terdapat perbedaan bermakna TDS pada subjek dengan hipertensi (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian, keberhasilan terapi tercapai pada subjek dengan diabetes melitus tipe 2 namun belum tercapai pada subjek dengan hipertensi stage 1.
UJI PENDAHULUAN FORMULA PELET EFFERVESCENT DENGAN VARIASI KONSENTRASI POLIVINIL PIROLIDON (PVP) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT Dewi, G.A.P.C; Wijayanti, N.P.A.D; Dewantara, I. G. A
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.714 KB)

Abstract

Pelet effervescent merupakan sediaan yang dapat dibuat terpisah antara komponen paket asam dan paket basa namun dapat dikemas dalam satu wadah yang sama, sehingga tidak memerlukan kondisi suhu dan kelembapan ruangan yang terkendali untuk menekan reaksi kimia asam basa saat proses pembuatan. Pada formulasi pelet effervescent dilakukan uji pendahuluan yang meliputi uji organoleptis effervescent serta pengujian bentuk, dan ukuran pelet. Uji pendahuluan adalah uji tahap awal yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sifat fisik pelet dan sifat organoleptis effervescent serta untuk memastikan bahwa sediaan yang dibuat sesuai dengan definisi sediaan pelet effervescent. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental untuk melihat pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat terhadap sediaan pelet effervescent yang ditunjukkan dari hasil uji pendahuluan. Pelet effervescent akan dibuat dengan metode ekstrusi sferonisasi, dimana dilakukan pemisahan antara paket asam dan paket basa. Paket asam terdiri dari asam tartrat, natrium sakarin, PVP, dan manitol. Sedangkan paket basa terdiri dari natrium bikarbonat, natrium karbonat, PVP, dan manitol. Kemudian akan dilakukan variasi konsentrasi pengikat yaitu polivinil pirolidon (PVP) sebesar 2-5% pada kedua paket. Tahapan selanjutnya yaitu melakukan pengujian homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk, dan ukuran pelet effervescent. Hasil uji pendahuluan pelet effervescent menunjukkan tidak adanya pengaruh dari variasi konsentrasi pengikat yaitu PVP terhadap sifat fisik pelet effervescent, sehingga keempat formula dapat digunakan pada uji tahap lanjut untuk mendapatkan formula terbaik. Hasil ini berdasarkan pengujian pendahuluan yang meliputi homogenitas warna, sensasi rasa, bentuk pelet, dan ukuran pelet effervescent yang memenuhi persyaratan bentuk fisik pelet effervescent.
ANGKA KEJADIAN DIARE PADA ANAK DENGAN HIV/AIDS DI RSUP SANGLAH DENPASAR Mahayani, N. P. O.; Niruri, R.; Wati, K. D. K.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 4, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.63 KB)

Abstract

Diare merupakan salah satu manifestasi klinik pada pasien dengan HIV/AIDS. Prevalensi diare pada anak dengan HIV/AIDS berbeda di setiap negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian diare pada anak dengan HIV/AIDS di RSUP Sanglah dalam rentang waktu setahun sejak subjek pertama kali terdiagnosa HIV/AIDS. Rancangan penelitian bersifat observasional dengan jenis penelitian cross sectional. Subjek penelitian merupakan anak dengan HIV/AIDS usia 0-12 tahun yang diketahui tanggal terdiagnosa HIV/AIDS. Data yang didokumentasikan adalah jumlah kejadian diare per subjek penelitian selama setahun sejak subjek pertama kali terdiagnosa HIV/AIDS yang diperoleh dari rekam medik pasien. Pada penelitian ini diperoleh 49 subjek penelitian yang memenuhi kriteria. Sebanyak 22 subjek pernah mengalami diare pada rentang satu tahun sejak terdiagnosa HIV/AIDS dengan kejadian diare sebagian besar berada dalam rentang waktu tiga bulan sejak subjek didiagnosa HIV/AIDS dan menurun pada rentang waktu 4-12 bulan. Kejadian diare tertinggi berdasarkan tahun terdiagnosa HIV/AIDS pada tahun 2009 (7 subjek), berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki (13 subjek), berdasarkan awal penggunaan ARV pada saat awal terdiagnosa HIV/AIDS (10 subjek), berdasarkan usia pada usia <2 tahun (14 subjek), berdasarkan stadium HIV pada stadium III (10 subjek), dan berdasarkan status gizi pada gizi kurang (14 subjek). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa angka kejadian diare pada rentang satu tahun sejak terdiagnosa HIV/AIDS adalah 22 kejadian per 49 subjek (44,9%).
FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH RASPBERRY(Rubus rosifolius) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN SEBAGAI EMULGATOR SERTA UJI HEDONIK TERHADAP LOTION I. N. A. P. Megantara; K. Megayanti,; R. Wirayanti; I. B. D. Esa; N. P. A. D. Wijayanti; P.S Yustiantara
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 6 No. 1, Tahun 2017
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.963 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2017.v06.i01.p01

Abstract

Raspberry (Rubus rosifolius) memiliki aktivitas antioksidan tinggi yang dapat digunakan dalam perawatan kulit. Salah satu kosmetika untuk perawatan kulit adalah lotion, yang merupakan emulsi cair terdiri dari fase minyak dan fase air yang distabilkan oleh emulgator serta dapat melindungi dan menjaga kelembaban kulit. Tujuan penelitian adalah untuk formulasi sediaan lotion dan menguji sifat fisiko lotion serta uji hedonik berkaitan dengan kepuasan dan kenyamanan responden terhadap sediaan lotion yang telah diformulasi. Formulasi yang digunakan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut, fase minyak (lanolin), fase air (aquadest), stiffening agent (setil alkohol, asam stearat), emulgator (trietanolamin), humektan (gliserin), pengawet (metil paraben, propil paraben) dan pemberi aroma (Lavender essential oil). Penelitian menggunakan 3 formulasi lotion dengan konsentrasi ekstrak Raspberry (zat aktif) sebanyak 3% dengan variasi Trietanolamin (TEA), yaitu 2,5%, 3%, dan 3,5% pada formulasi I, II, dan III. Sediaan lotion kemudian diuji sifat fisiknya, yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji viskositas. Kemudian dilakukan uji hedonik 3 formulasi lotion terhadap 30 responden di kalangan civitas Farmasi Universitas Udayana. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik, ketiga formulasi lotion menunjukkan tekstur kental, warna ungu dengan aroma khas Lavender, memiliki nilai pH pada kisaran 5,9-6,5 sertawaktu lekat pada pengujian 2-3 detik. Penggunaan variasi konsentrasi TEA tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik 3 formulasi lotion yang berbeda. Pada uji hedonik, formulasi lotion II dengan konsentrasi TEA 3% paling memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi responden. Kepuasan responden berkaitan dengan tekstur, warna, dan aroma terkait penampilan sediaan serta memiliki kekentalan, daya sebar, dan daya lekat yang baik sehingga memberikan rasa nyaman saat diaplikasikan pada kulit.

Page 11 of 33 | Total Record : 322