cover
Contact Name
Haninun
Contact Email
haninun@ubl.ac.id
Phone
+6285841314009
Journal Mail Official
jurnalvisionist@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.89 Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Visionist
ISSN : 14114186     EISSN : 28088700     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jmv.v10i2
VISIONIST: Jurnal Manajemen, menyajikan artikel yang merupakan hasil refleksi, penelitian atau kajian analitis terhadap berbagai fenomena manajemen yang belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 195 Documents
Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Fungsi Samapta Polres Lampung Selatan Guna Mewujudkan Situasi yang Aman Terkendali di Wilayah Polres Lampung Selatan Humaeni, Ali; Barusman, Andala Rama Putra
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta Polres Lampung Selatan dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan terkendali. Fokus penelitian diarahkan pada upaya pengelolaan sumber daya manusia Samapta dalam menekan kejahatan-kejahatan ringan yang berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar, seperti peredaran minuman beralkohol, aktivitas geng motor, gangguan ketertiban akibat hiburan organ tunggal, serta keberadaan kafe remang-remang di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terkait langsung dengan fungsi Samapta Polres Lampung Selatan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan tujuan memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta Polres Lampung Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari keterbatasan jumlah dan kualitas personel, belum meratanya pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Meskipun demikian, terdapat upaya strategis yang telah dilakukan, seperti peningkatan patroli dialogis, respons cepat terhadap gangguan kamtibmas, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Implementasi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, penataan tugas, dan penguatan koordinasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas fungsi Samapta dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan lapangan merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan fungsi Samapta. Oleh karena itu, disarankan agar Polres Lampung Selatan meningkatkan kualitas dan kuantitas personel Samapta, memperkuat program pelatihan dan pengembangan kompetensi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan sarana pendukung guna mencegah dan menanggulangi gangguan keamanan secara lebih efektif.
Analisis Pelaksanaan Reses Dalam rangka Meningkatkan Kinerja Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang (Studi Kaus Pada Tahun 2020-2021) KS, Yunardi Hasan; Barusman, Tina Miniawati
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan reses dalam rangka meningkatkan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2020–2021. Reses merupakan salah satu instrumen penting bagi anggota DPRD dalam menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang menekankan pada pemahaman proses dan makna pelaksanaan reses terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan reses berkontribusi terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang yang ditinjau dari aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui optimalisasi komunikasi dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa dan media sosial. Kualitas layanan ditunjukkan melalui intensitas interaksi dengan konstituen sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih baik. Responsivitas dan responsibilitas tercermin dari kemampuan anggota DPRD dalam menyusun agenda reses secara efektif serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penyampaian aspirasi. Sementara itu, akuntabilitas diwujudkan melalui penyusunan laporan hasil reses yang menjadi dasar pengajuan aspirasi kepada pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan reses yang terencana dan akuntabel dapat meningkatkan kinerja anggota DPRD, meskipun masih ditemui berbagai hambatan dalam implementasinya..
Analisis Kerugian Piutang Tak Tertagih Terhadap Laporan Keuangan Berbasis Sak Etap Pada PT.Kemiling Agro Mawarni, Lisda; Riswan, Riswan
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4692

Abstract

Setiap perusahaan perlu merancang strategi pemasaran yang efektif untuk menarik konsumen, salah satunya melalui penerapan penjualan secara kredit. Namun, sistem penjualan kredit mengandung risiko terjadinya ketidakmampuan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran piutang, yang berpotensi menimbulkan piutang tak tertagih. Kondisi tersebut akan menimbulkan beban kerugian piutang yang berdampak langsung terhadap laba perusahaan, sehingga perusahaan dituntut untuk menetapkan metode yang tepat dalam pengakuan dan pengukuran kerugian piutang. Penelitian ini mengkaji analisis kerugian piutang tak tertagih terhadap laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada PT Kemiling Agro. Tujuan penelitian adalah untuk menilai dan menerapkan pencatatan kerugian penurunan nilai piutang yang sesuai dengan ketentuan SAK ETAP. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap dokumen dan laporan keuangan PT Kemiling Agro. Proses penelitian dilakukan dengan mengkaji pengakuan kerugian piutang, menganalisis penerapan sistem akuntansi piutang, serta melakukan penyesuaian pencatatan kerugian penurunan nilai piutang atas piutang tak tertagih dan penyajiannya dalam laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penghitungan dan pencatatan kerugian piutang yang sesuai dengan SAK ETAP diperlukan agar laporan keuangan disajikan secara lebih akurat, wajar, dan informatif
Analisis Keunggulan Quality Oriented Human Resources Practices (QRHP) dan Ambidextrous Culture pada UPTD Balai Benih Induk Tanaman dan Alsintan Provinsi Lampung Febriyanti, Dedemas; Barusman, Andala Rama Putra
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4693

Abstract

UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Alat Mesin Pertanian (UPTD BBI TPA) Provinsi Lampung memiliki tugas pokok utama yaitu melaksanakan penyiapan benih sumber dan benih bermutu tanaman pangan, serta pembangunan prototype alat mesin pertanian. Penggabungan Quality-oriented Human Resource Practices (QHRP) dan Ambidextrous Culture (AC), UPTD BBI TPA dapat menciptakan lingkungan yang mendukung manajemen risiko, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan mengembangkan kapabilitas dinamis. Penelitian ini, bertujuan menganalisis strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan AC di UPTD BBI TPA Provinsi Lampung serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengimplementasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami keunggulan QRHP dan AC. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 4 narasumber yang bekerja di UPTD BBI TPA. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan Budaya Ambidextrous di dalam UPTD BBI TPA mencakup pengembangan kebijakan dan prosedur yang mendukung praktek manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berorientasi pada kualitas, serta promosi budaya ambidextrous yang mendorong inovasi dan adaptasi. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan, pemberian insentif, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas, efektivitas dan efisiensi kinerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi QHRP dan Budaya Ambidextrous termasuk dukungan kepemimpinan yang kuat, ketersediaan sumber daya yang memadai, dan budaya organisasi yang mendukung perubahan ke arah lingkungan kerja yang lebih sehat. Selain itu, pengakuan terhadap keberagaman individu dalam organisasi dan komunikasi yang terbuka juga merupakan faktor penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini. Implikasi dari penelitian ini adalah penekanan pada perlunya perbaikan dalam manajemen SDM, termasuk strategi rekrutmen yang lebih selektif, pelatihan yang terarah, dan peningkatan pemantauan kinerja pegawai.
Strategi Manajemen Kerjasama Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Lampung Dengan Baik Karlina, Dewi; Haninun, Haninun
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4694

Abstract

Selama ini diketahui bahwa masih ada Objek Vital Tertentu yang menggunakan jasa pengamanan dari Polri tanpa didasari oleh perjanjian kerjasama dalam pengamanan. Sehingga kegiatan pengamanan yang dilakukan pada suatu objek vital terkesan tidak transparan dan kurangnya pertangungjawaban pelaksanaan pengamanan baik itu dari pihak pengelola objek vital maupun dari Polri sendiri.. Adapun rumusan masalah dalan penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 2) Bagaimana manajemen standar operasional pelaksanaan kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 3) Apasaja yang menjadi hambatan strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi data skunder dan data primer. Teknik yang digunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa: Analisis strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung belum sepenuhnya efektif. Faktor penentu dalam strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung berdasarkan Teori SWOT Kekuatan dukungan dan koordinasi antara pihak pengelola dengan Satuan Pengamanan, penambahan personil petugas keamanan dan anggota dari Ditpamobvit, dukungan mobil patroli dimana mengingat area cukup luas, jumlah anggota keamanan yang masih di perlukan, lampu penerangan sebagai alat bantu pengawasan, alat proteksi seperti finger point dan HT, alat deteksi seperti metal detector dan search miror. Strategi yang dapat di lakukan dalam manajemen kerja sama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah lampung dengan lebih dapat berkoordinasi anatara Ditpamobvit Polda Lampung dengan pihak pengelola Bank Lampung.  Adapun implikasi dari penelitian ini: Pola sistem yang terkandung dalam sistem pengamanan Obviter oleh Ditpamobvit Polda Lampung tidak disebutkan secara jelas dan tersurat dalam peraturan kebijakan pamobviter sehingga perlu dibuat peraturan kebijakan yang mengatur tentang perlindungan terhadap area obviter. Hubungan kordinasi antara pengelola obviter dengan aparat keamanan internal perlu ditingkatkan dan sarana prasarana pengamanan di srea Bank Lampung relatif terbatas seperti: jumlah personil, kamera pengawas (CCTV), mobil patroli maupun kendaraan patroli roda dua, lampu penerangan, alat komunikasi, alat deteksi (metal detector, search mirror/alat deteksi manual), pagar keliling kawasan dan teknologi sistem keamanan. Oleh karena itu setiap komponen tersebut perlu dilengkapidan diperbaiki sesuai dengan jumlah dan kualitas yang diperlukan.