cover
Contact Name
Haninun
Contact Email
haninun@ubl.ac.id
Phone
+6285841314009
Journal Mail Official
jurnalvisionist@ubl.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagar Alam No.89 Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Bandar Lampung, Provinsi Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Visionist
ISSN : 14114186     EISSN : 28088700     DOI : http://dx.doi.org/10.36448/jmv.v10i2
VISIONIST: Jurnal Manajemen, menyajikan artikel yang merupakan hasil refleksi, penelitian atau kajian analitis terhadap berbagai fenomena manajemen yang belum pernah dipublikasikan di media lain.
Articles 206 Documents
Manajemen Sumber Daya Manusia Pada Fungsi Samapta Polres Lampung Selatan Guna Mewujudkan Situasi yang Aman Terkendali di Wilayah Polres Lampung Selatan Humaeni, Ali; Barusman, Andala Rama Putra
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta Polres Lampung Selatan dalam mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan terkendali. Fokus penelitian diarahkan pada upaya pengelolaan sumber daya manusia Samapta dalam menekan kejahatan-kejahatan ringan yang berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal yang lebih besar, seperti peredaran minuman beralkohol, aktivitas geng motor, gangguan ketertiban akibat hiburan organ tunggal, serta keberadaan kafe remang-remang di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terkait langsung dengan fungsi Samapta Polres Lampung Selatan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan tujuan memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia pada fungsi Samapta Polres Lampung Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini terlihat dari keterbatasan jumlah dan kualitas personel, belum meratanya pelatihan dan pengembangan kemampuan anggota, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Meskipun demikian, terdapat upaya strategis yang telah dilakukan, seperti peningkatan patroli dialogis, respons cepat terhadap gangguan kamtibmas, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Implementasi pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan, penataan tugas, dan penguatan koordinasi terbukti berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas fungsi Samapta dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan lapangan merupakan faktor kunci dalam mengoptimalkan fungsi Samapta. Oleh karena itu, disarankan agar Polres Lampung Selatan meningkatkan kualitas dan kuantitas personel Samapta, memperkuat program pelatihan dan pengembangan kompetensi, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan sarana pendukung guna mencegah dan menanggulangi gangguan keamanan secara lebih efektif.
Analisis Pelaksanaan Reses Dalam rangka Meningkatkan Kinerja Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang (Studi Kaus Pada Tahun 2020-2021) KS, Yunardi Hasan; Barusman, Tina Miniawati
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan reses dalam rangka meningkatkan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2020–2021. Reses merupakan salah satu instrumen penting bagi anggota DPRD dalam menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang menekankan pada pemahaman proses dan makna pelaksanaan reses terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan reses berkontribusi terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang yang ditinjau dari aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui optimalisasi komunikasi dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa dan media sosial. Kualitas layanan ditunjukkan melalui intensitas interaksi dengan konstituen sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih baik. Responsivitas dan responsibilitas tercermin dari kemampuan anggota DPRD dalam menyusun agenda reses secara efektif serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penyampaian aspirasi. Sementara itu, akuntabilitas diwujudkan melalui penyusunan laporan hasil reses yang menjadi dasar pengajuan aspirasi kepada pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan reses yang terencana dan akuntabel dapat meningkatkan kinerja anggota DPRD, meskipun masih ditemui berbagai hambatan dalam implementasinya..
Analisis Kerugian Piutang Tak Tertagih Terhadap Laporan Keuangan Berbasis Sak Etap Pada PT.Kemiling Agro Lisda Mawarni; Riswan Riswan
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4692

Abstract

Setiap perusahaan perlu merancang strategi pemasaran yang efektif untuk menarik konsumen, salah satunya melalui penerapan penjualan secara kredit. Namun, sistem penjualan kredit mengandung risiko terjadinya ketidakmampuan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran piutang, yang berpotensi menimbulkan piutang tak tertagih. Kondisi tersebut akan menimbulkan beban kerugian piutang yang berdampak langsung terhadap laba perusahaan, sehingga perusahaan dituntut untuk menetapkan metode yang tepat dalam pengakuan dan pengukuran kerugian piutang. Penelitian ini mengkaji analisis kerugian piutang tak tertagih terhadap laporan keuangan berbasis Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) pada PT Kemiling Agro. Tujuan penelitian adalah untuk menilai dan menerapkan pencatatan kerugian penurunan nilai piutang yang sesuai dengan ketentuan SAK ETAP. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui teknik dokumentasi terhadap dokumen dan laporan keuangan PT Kemiling Agro. Proses penelitian dilakukan dengan mengkaji pengakuan kerugian piutang, menganalisis penerapan sistem akuntansi piutang, serta melakukan penyesuaian pencatatan kerugian penurunan nilai piutang atas piutang tak tertagih dan penyajiannya dalam laporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penghitungan dan pencatatan kerugian piutang yang sesuai dengan SAK ETAP diperlukan agar laporan keuangan disajikan secara lebih akurat, wajar, dan informatif
Analisis Keunggulan Quality Oriented Human Resources Practices (QRHP) dan Ambidextrous Culture pada UPTD Balai Benih Induk Tanaman dan Alsintan Provinsi Lampung Dedemas Febriyanti; Andala Rama Putra Barusman
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4693

Abstract

UPTD Balai Benih Induk Tanaman Pangan dan Alat Mesin Pertanian (UPTD BBI TPA) Provinsi Lampung memiliki tugas pokok utama yaitu melaksanakan penyiapan benih sumber dan benih bermutu tanaman pangan, serta pembangunan prototype alat mesin pertanian. Penggabungan Quality-oriented Human Resource Practices (QHRP) dan Ambidextrous Culture (AC), UPTD BBI TPA dapat menciptakan lingkungan yang mendukung manajemen risiko, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan mengembangkan kapabilitas dinamis. Penelitian ini, bertujuan menganalisis strategi yang efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan AC di UPTD BBI TPA Provinsi Lampung serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengimplementasiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendalami keunggulan QRHP dan AC. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada 4 narasumber yang bekerja di UPTD BBI TPA. Teknik analisis data dalam penelitian ini mencakup prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi efektif untuk mengatasi tantangan dalam memadukan QHRP dan Budaya Ambidextrous di dalam UPTD BBI TPA mencakup pengembangan kebijakan dan prosedur yang mendukung praktek manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berorientasi pada kualitas, serta promosi budaya ambidextrous yang mendorong inovasi dan adaptasi. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan pengembangan karyawan, pemberian insentif, serta penciptaan lingkungan kerja yang mendukung kreativitas, efektivitas dan efisiensi kinerja. Faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi QHRP dan Budaya Ambidextrous termasuk dukungan kepemimpinan yang kuat, ketersediaan sumber daya yang memadai, dan budaya organisasi yang mendukung perubahan ke arah lingkungan kerja yang lebih sehat. Selain itu, pengakuan terhadap keberagaman individu dalam organisasi dan komunikasi yang terbuka juga merupakan faktor penting dalam memastikan keberhasilan strategi ini. Implikasi dari penelitian ini adalah penekanan pada perlunya perbaikan dalam manajemen SDM, termasuk strategi rekrutmen yang lebih selektif, pelatihan yang terarah, dan peningkatan pemantauan kinerja pegawai.
Strategi Manajemen Kerjasama Pengamanan Objek Vital Kepolisian Daerah Lampung Dengan Baik Dewi Karlina; Haninun Haninun
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4694

Abstract

Selama ini diketahui bahwa masih ada Objek Vital Tertentu yang menggunakan jasa pengamanan dari Polri tanpa didasari oleh perjanjian kerjasama dalam pengamanan. Sehingga kegiatan pengamanan yang dilakukan pada suatu objek vital terkesan tidak transparan dan kurangnya pertangungjawaban pelaksanaan pengamanan baik itu dari pihak pengelola objek vital maupun dari Polri sendiri.. Adapun rumusan masalah dalan penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 2) Bagaimana manajemen standar operasional pelaksanaan kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?. 3) Apasaja yang menjadi hambatan strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung?  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data yang digunakan meliputi data skunder dan data primer. Teknik yang digunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan.  Hasil penelitian menunjukan bahwa: Analisis strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung belum sepenuhnya efektif. Faktor penentu dalam strategi manajemen kerjasama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah Lampung dengan Bank Lampung berdasarkan Teori SWOT Kekuatan dukungan dan koordinasi antara pihak pengelola dengan Satuan Pengamanan, penambahan personil petugas keamanan dan anggota dari Ditpamobvit, dukungan mobil patroli dimana mengingat area cukup luas, jumlah anggota keamanan yang masih di perlukan, lampu penerangan sebagai alat bantu pengawasan, alat proteksi seperti finger point dan HT, alat deteksi seperti metal detector dan search miror. Strategi yang dapat di lakukan dalam manajemen kerja sama pengamanan objek vital Kepolisian Daerah lampung dengan lebih dapat berkoordinasi anatara Ditpamobvit Polda Lampung dengan pihak pengelola Bank Lampung.  Adapun implikasi dari penelitian ini: Pola sistem yang terkandung dalam sistem pengamanan Obviter oleh Ditpamobvit Polda Lampung tidak disebutkan secara jelas dan tersurat dalam peraturan kebijakan pamobviter sehingga perlu dibuat peraturan kebijakan yang mengatur tentang perlindungan terhadap area obviter. Hubungan kordinasi antara pengelola obviter dengan aparat keamanan internal perlu ditingkatkan dan sarana prasarana pengamanan di srea Bank Lampung relatif terbatas seperti: jumlah personil, kamera pengawas (CCTV), mobil patroli maupun kendaraan patroli roda dua, lampu penerangan, alat komunikasi, alat deteksi (metal detector, search mirror/alat deteksi manual), pagar keliling kawasan dan teknologi sistem keamanan. Oleh karena itu setiap komponen tersebut perlu dilengkapidan diperbaiki sesuai dengan jumlah dan kualitas yang diperlukan.
Analisis Pelaksanaan Reses Dalam rangka Meningkatkan Kinerja Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang (Studi Kaus Pada Tahun 2020-2021) Tina Miniawati Virgawenda Barusman; Yunardi Hasan KS
VISIONIST Vol 14, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i2.4819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan reses dalam rangka meningkatkan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang pada tahun 2020–2021. Reses merupakan salah satu instrumen penting bagi anggota DPRD dalam menyerap, menghimpun, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan politis kepada konstituen. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang menekankan pada pemahaman proses dan makna pelaksanaan reses terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan reses berkontribusi terhadap peningkatan kinerja anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang yang ditinjau dari aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Peningkatan produktivitas dilakukan melalui optimalisasi komunikasi dengan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui media massa dan media sosial. Kualitas layanan ditunjukkan melalui intensitas interaksi dengan konstituen sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih baik. Responsivitas dan responsibilitas tercermin dari kemampuan anggota DPRD dalam menyusun agenda reses secara efektif serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penyampaian aspirasi. Sementara itu, akuntabilitas diwujudkan melalui penyusunan laporan hasil reses yang menjadi dasar pengajuan aspirasi kepada pemerintah daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelaksanaan reses yang terencana dan akuntabel dapat meningkatkan kinerja anggota DPRD, meskipun masih ditemui berbagai hambatan dalam implementasinya
Dinamika Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja dalam Membentuk Komitmen Organisasional Sumber Daya Manusia Putri, Siska Septiana; Barusman, Tina Miniawati Virgawenda; Nurichsan, Nurichsan
VISIONIST Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i1.4866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menguji secara empiris pengaruh lingkungan kerja dan kepuasan kerja terhadap komitmen organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sedangkan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Populasi penelitian meliputi seluruh karyawan perusahaan, dengan jumlah sampel sebanyak 61 orang yang ditentukan melalui teknik sampling tertentu. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi variabel penelitian, serta analisis inferensial melalui regresi linier berganda guna mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, yang berarti semakin baik kondisi lingkungan kerja yang dirasakan karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas dan keterikatan mereka terhadap perusahaan. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi, sehingga karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya cenderung menunjukkan komitmen yang lebih kuat. Secara simultan, lingkungan kerja dan kepuasan kerja bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan komitmen organisasi karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan kerja yang kondusif serta tingkat kepuasan kerja yang tinggi merupakan faktor penting dalam membentuk komitmen organisasi. Kedua variabel tersebut memiliki peranan strategis dalam mendorong karyawan untuk bekerja secara optimal, menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi, serta memberikan kontribusi maksimal bagi pencapaian tujuan perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja, terutama melalui penyediaan fasilitas dan perlengkapan kerja yang memadai, serta meningkatkan kepuasan kerja dengan memberikan perhatian terhadap keamanan kerja, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga loyalitas, komitmen, dan produktivitas karyawan dapat meningkat secara berkelanjutan.
Dampak Kompetensi Profesional dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Sumber Daya Aparatur di Dinas Pendidikan Ismiyati, Ismiyati; Dunan, Hendri; Yuliati, Eni
VISIONIST Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i1.4857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih rendahnya kompetensi sebagian pegawai dalam penggunaan teknologi serta masih adanya pegawai yang kurang disiplin dalam hal ketepatan waktu dan kehadiran kerja sehingga berdampak pada belum optimalnya kinerja pegawai. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Dinas Pendidikan, kemudian dianalisis menggunakan uji t untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan uji F untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara variabel kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel dan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05. Disiplin kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai t hitung sebesar 5,774 dan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai F hitung sebesar 52,220 lebih besar dari F tabel 3,150 dengan tingkat signifikansi 0,000 serta nilai koefisien determinasi sebesar 63,5%, yang berarti bahwa kompetensi dan disiplin kerja mampu menjelaskan variasi kinerja pegawai sebesar 63,5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pendidikan, baik secara parsial maupun simultan, sehingga disarankan agar instansi meningkatkan kompetensi pegawai melalui pelatihan terutama dalam bidang teknologi serta meningkatkan penerapan disiplin kerja melalui pengawasan yang lebih optimal guna meningkatkan kinerja pegawai secara keseluruhan.
Model Pengaruh Kualitas Kinerja Aparatur dan Kepemimpinan terhadap Pengelolaan Aset Pemerintahan Daerah yang Efektif Ningsih, Dwi Utari; Warganegara, Tri Lestira Putri; Wibowo, Ahmad Ari
VISIONIST Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i1.4861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kerja aparatur serta komitmen pimpinan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2024, seluruh barang yang diperoleh melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dari sumber perolehan lain yang sah dikategorikan sebagai Barang Milik Daerah. Oleh karena itu, pengelolaan BMD harus dilaksanakan secara akuntabel, efektif, efisien, dan ekonomis. Namun dalam praktiknya, pengelolaan aset daerah di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah permasalahan. Temuan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan menunjukkan masih adanya aset daerah yang belum tercatat secara optimal, hilang, rusak, berpindah tangan, maupun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan beberapa aset seperti tanah dan bangunan dibiarkan terbengkalai sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak dan dapat menimbulkan persoalan hukum. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran kualitas kinerja aparatur serta komitmen pimpinan dalam mendukung pengelolaan aset daerah yang lebih baik. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik sensus, di mana seluruh anggota populasi yang berjumlah 92 orang dijadikan sebagai responden. Proses pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden serta didukung oleh dokumentasi resmi yang diperoleh dari BPKAD. . Selanjutnya, data yang telah terkumpul dianalisis dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 melalui beberapa tahapan, meliputi pengujian validitas dan reliabilitas instrumen, analisis deskriptif untuk menggambarkan data, serta analisis regresi linier berganda guna mengetahui hubungan antar variabel. Selain itu, dilakukan pula pengujian asumsi klasik yang mencakup uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas sebagai syarat kelayakan model penelitian. Dalam rangka menguji hipotesis, penelitian ini menggunakan uji parsial (uji t) untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara individu, uji simultan (uji F) untuk melihat pengaruh secara bersama-sama, serta analisis koefisien determinasi guna mengukur besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas kerja aparatur berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah. Selain itu, komitmen pimpinan juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan aset daerah. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas kinerja aparatur yang didukung oleh komitmen pimpinan yang kuat akan mampu mendorong terciptanya pengelolaan aset daerah yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan BMD, antara lain melalui pengembangan kompetensi dan profesionalisme aparatur secara berkelanjutan melalui program pelatihan, penguatan budaya kerja yang menekankan pada kinerja dan akuntabilitas, peningkatan komitmen pimpinan dalam menciptakan tata kelola aset yang transparan, serta penguatan kebijakan dan sistem pengawasan. Selain itu, penerapan strategi manajerial yang mampu mengintegrasikan peran aparatur dan pimpinan, serta peningkatan koordinasi dan komunikasi antarunit kerja juga menjadi faktor penting dalam mendukung optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah. 
Penguatan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Efektivitas dan Profesionalisme Tenaga Pendidik pada Lembaga Pendidikan Nonformal Rani, Mitha Clarita; Defrizal, Defrizal; Oktavia, Tika
VISIONIST Vol 14, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Bandar Lampung (UBL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jmv.v14i1.4858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) dalam meningkatkan mutu pendidik. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada temuan adanya ketidaksesuaian latar belakang pendidikan beberapa pengajar dengan bidang yang diajarkan serta kondisi pengajar yang menangani lebih dari satu mata pelajaran. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran dan mutu pendidik di lembaga bimbingan belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan melibatkan satu supervisor dan sembilan guru sebagai informan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran MSDM di CLC Lampung dilaksanakan melalui fungsi perencanaan, rekrutmen dan seleksi, pelatihan dan pengembangan, serta pemberian kompensasi. Perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan cabang dan standar kualifikasi minimal sarjana, meskipun tidak selalu linier dengan bidang ajar, karena didukung oleh program pelatihan internal. Proses rekrutmen dan seleksi menekankan pada sikap, kemampuan komunikasi, dan kesiapan mengikuti pelatihan. Pelatihan dan pengembangan dilakukan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru. Selain itu, pemberian kompensasi dan evaluasi kinerja menjadi faktor pendukung dalam menjaga motivasi dan kinerja pendidik. Secara keseluruhan, penerapan fungsi MSDM yang terstruktur dan berkelanjutan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidik di Clover Leaf Course Lampung, meskipun masih terdapat tantangan dalam penyesuaian latar belakang pendidikan dan pembagian beban mengajar.