cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
ISSN : -     EISSN : 2502471X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan (Education Journal: Theory, Research, and Development) is an electronic journal focuses on a scientific article concerning education issues in general published by Graduate School of Universitas Negeri Malang since January 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol.1, No.2, Februari 2016" : 30 Documents clear
INTEGRASI BERPIKIR KRITIS DAN PEDULI LINGKUNGAN MELALUI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK SMA Eka Puspitasari; Sumarmi Sumarmi; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.719 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6106

Abstract

The moral students to induced currents of globalization can be seen from behavior lacking discipline, less responsibility, patriotism and attitude caring environment remain low. This could minimized by character education consistent with the objectives of the curriculum 2013 which includes smart, critical, creative, responsibility, believe, confident, and caring environment. The reality in the field show still had not consistent with the objectives of the curriculum, especially the ability to critical thinking and caring environment. My own concern about the need to begin that students respect and keep the creation. Through geography on matter protect the environment and sustainable development in XI IPS SMA is expected to become a bridge for learners in integrating the ability to critical thinking with the character caring environment. This study attempts to integrate value critical thinking with the character caring environment. Descriptive research was held to technique observation. Critical thinking can build sensibility students in maintaining and protect the environment that can be used sustainably.Penurunan moral peserta didik akibat arus globalisasi dapat dilihat dari perilaku kurang disiplin, kurang tanggung jawab, rasa cinta tanah air dan sikap peduli lingkungan yang masih rendah. Hal ini dapat diminimalisir dengan pembangunan karakter sesuai dengan tujuan Kurikulum 2013 yang meliputi cerdas, kritis, kreatif, tanggung jawab, beriman, percaya diri, dan peduli terhadap lingkungan. Kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak yang belum sesuai dengan tujuan kurikulum, khususnya kemampuan berpikir kritis dan peduli lingkungan. Sikap peduli lingkungan perlu ditanamkan agar peserta didik lebih menghargai dan menjaga ciptaan Tuhan. Melalui Geografi pada materi Pelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan di Kelas XI IPS SMA diharapkan mampu menjadi jembatan bagi peserta didik dalam mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dengan karakter peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai berpikir kritis dengan karakter peduli lingkungan. Penelitian deskriptif ini dilaksanakan dengan teknik observasi. Berpikir kritis bisa membangun kepekaan peserta didik dalam menjaga dan melestarikan lingkungan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
KAJIAN SOSIAL-BUDAYA RAMBU SOLO’ DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Fuad Guntara; Ach. Fatchan; I Nyoman Ruja
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.552 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6116

Abstract

This study focused on the analysis of social culture of rambu solo’ in growing the learners’ character. The problems of generations of one country was affected by globalization growth. It causes the need of implementing the educational character. The ceremony of rambu solo’ which brings social and religious value can be identified as social cultural aspect in ceremony rambu solo’. This research was a library research using descriptive approach. The results were: a). The ceremony is held to unite the family. b). to devide the heritage of family. c). to state prestige. d). to work together and become responsible. e). to develop art of custom. f). to donate wealth as a charity. This ceremony rambu solo’ enables to be designed as a reference of learning of character education because it is appropriate with the need of learners’ character expected by Indonesia.Kajian sosial-budaya rambu solo’ dalam pembentukan karakater peserta didik. Permasalahan karakter generasi bangsa merupakan dampak dari globalisasi. Hal tersebut menyebabkan perlunya penanaman pendidikan berkarakter. Upacara rambu solo’ yang memiliki nilai sosial dan religus dapat dijadikan sebagai bahan ajar pendidikan berkarakter. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui aspek sosial-budaya dalam upacara rambu solo’ di Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan dengan menggunakan analisis deskriptif. Adapun hasilnya, yaitu (a) Sebagai wadah pemersatu keluarga; b). Sebagai tempat membagi warisan (c) sebagai tempat menyatakan martabat; (d) sebagai tempat bergotong royong; (e) sebagai wadah pengembangan seni artinya; (f) sebagai Wadah berdonasi. Upacara rambu solo’ dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran pendidikan berkarakter karena sesuai dengan kebutuhan karakter peserta didik yang diinginkan oleh bangsa Indonesia.
BEBAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATERI GEOMETRI Barep Yohanes; Subanji Subanji; Sisworo Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.06 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6121

Abstract

The purpose of the study describes the rises of cognitive load of students in learning geometry. The study used a qualitative approach. The results showed that the intrinsic cognitive load is derived from the number of elements of interactivity of position, distance, and angles between points, lines, and areas, congruency of triangles, algebraic and fractional operations. Intrinsic cognitive load comes from the complexity of the learning material that constitutes visualizing, performing algebraic operations,  determining congruency triangle, and the angle of difficulties. Extraneous cognitive load that arise due to the way the teacher in explaining too fast and disturbance of some of friends who are crowded / noisy. Germane cognitive load that arises due to the use of Cabri 3D in learning and giving variable exampleTujuan penelitian mendeskripsikan munculnya beban kognitif siswa dalam pembelajaran materi geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kognitif intrinsic disebabkan oleh jumlah elemen interaktivitas yaitu kedudukan, jarak, dan sudut antara titik, garis, dan bidang, kesebangunan segitiga, operasi aljabar, dan operasi pecahan. Beban kognitif intrinsic disebabkan oleh kompleksitas materi, yaitu kesulitan membayangkan, kesulitan melakukan operasi aljabar, kesulitan menentukan kesebangunan segitiga, dan kesulitan menentukan besar sudut. Beban kognitif extraneous disebabkan oleh cara guru dalam menjelaskan terlalu cepat dan gangguan dari sebagian teman yang ramai/gaduh. Beban kognitif germane disebabkan oleh penggunaan Cabri 3D dalam pembelajaran dan pemberian latihan soal. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PEMBELAJARAN OPEN ENDED PADA MATERI SPLDV Firdaus Firdaus; Abdur Rahman As'ari; Abd. Qohar
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.301 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6127

Abstract

This research is aims to describe mathematical creative thinking ability of senior high school students through open ended problem learning in Linier Equation System of Two Variables (LESTV). This reasearch type is descriptive kualitative.  Subject of this research are tenth grade students of SMAN 1 WAJA DOMPU. The learning steps of this research are: 1) orientation, 2) inform the material, 3) offering and solving the Open Ended problems, 4) presentation of discussion result, 5) conclution. This research result is that students have ability to creative thinking mathematically.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA melalui pembelajaran open ended problem materi SPLDV. Jenis penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah siswa kelas X.2 SMA Negeri 1 Woja Dompu. Tahap pembelajaran dalam penelitian ini adalah (1) Orientasi, (2) pembekalan materi, (3) penyajian dan pengerjaan soal open ended, (4) presentasi, (5) kesimpulan. Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa meliputi: (a) fluency, kemampuan siswa lancar dalam memberikan jawaban benar, (b) flexibility, kemampuan siswa dalam menggunakan berbagai cara penyelesaian masalah, (c) novelty, kemampuan siswa dalam memberikan jawaban yang baru dan berbeda dengan siswa lain. Penelitian ini hasilnya, bahwa siswa mempunyai kemampuan berpikir kreatif matematis.
SUPERVISI DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI GUGUS SEKOLAH Enis Purnawanti; Mustiningsih Mustiningsih; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.054 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: (1) teknik yang digunakan, (2) faktor pendukung dan pendayagunaan, (3) kendala dan cara mengatasi nya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi situs di gugus sekolah I dan gugus Sekolah II Unit Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Munjungan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melalui dua tahap: (1) analisis data tiap gugus, (2) analisis lintas gugus. Hasil penelitian: Teknik yang digunakan adalah teknik kelompok. Faktor pendukung dan pendayagunaan, yaitu (1) kesetiakawanan antar guru dan lembaga cukup tinggi pendayagunaan nya dengan menjalin komunikasi yang efektif antar personil dan antar lembaga; (2) Adanya dana sertifikasi dengan mewajibkan guru mengikuti kegiatan KKG dengan biaya swadaya; (3) wilayah gugus yang tidak luas pendayagunaan dengan melaksanakan koordinasi antar sekolah dan antar personil secara intens. Kendala dan cara mengatasinya yaitu: (1) tidak ada aturan yang resmi dari pemerintah tentang pelaksanaan KKG dan pengelolaan gugus solusinya dengan melaksanakan kegiatan berdasarkan RKAG; (2) komitmen guru masih rendah cara mengatasinya dengan melibatkan semua unsur yang ada di gugus dalam perencanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan; (3) minimnya sarana prasarana penunjang kegiatan, adapun solusinya dengan memanfaatkan fasilitas dari sekolah inti dan lembaga lain.This study aims to describe: (1) the techniques used, (2) supporting factors and utilization, (3) problems and how to resolve it. This study used a qualitative approach with a multi-site study design in school cluster I and group II Unit School Department of Education and Culture District of Munjungan through observation, interviews, and documentation. Analysis of the data in two steps: (1) analysis of the data of each group, (2) analysis across the group. RESULTS: The technique used is the technique of the group. Factors supporting and utilization, namely: (1) solidarity between teachers and institutions is quite high utilization of its by establishing effective communication between personnel and between institutions; (2) The existence of certified funds by requiring teachers to follow KKG with the cost of self-help; (3) the area is not extensive cluster utilization by coordinating an inter-school and inter-personnel is intense. Obstacles and how to overcome them, namely: (1) there are no official rules of the government regarding the implementation of KKG and cluster management solution by implementing activities under RKAG; (2) commitment of teachers is low how to cope with the involvement of all elements in the group in planning, monitoring and evaluation activities; (3) the lack of supporting infrastructure of activity, while the solution is to utilize the facilities of the core schools and other institutions.
FAKTOR-FAKTOR ERGONOMI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA DI SENTRA INDUSTRI Peppy Mayasari; Djoko Kustono; Mazarina Devi
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.656 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.5215

Abstract

Abstract: Ergonomics is a science that deals with human beings as main element in a working system. Besides ergonomics can also greatly affect the fatigue factor that occurs at work. Fatigue is a condition decline in efficiency, job performance and reduced physical strength and endurance of the body to continue the activities that must be done, especially in the Industrial Center. Physical fatigue usually associated with members of the human body, such as muscle fatigue, hands and back. While the non-physical exhaustion is usually characterized by reduced willingness to work. This must be followed up in order to prevent the decline in labor productivity in industry center.Keywords: ergonomic factors, fatigue, work productivityAbstrak: Ergonomi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan manusia sebagai elemen utama dalam suatu sistem kerja. Selain itu, ergonomi juga berpengaruh besar terhadap faktor kelelahan yang terjadi pada saat bekerja. Kelelahan merupakan suatu kondisi menurunya efisiensi, performa kerja, berkurangnya kekuatan, dan ketahanan fisik tubuh untuk terus melanjutkan kegiatan yang harus dilakukan, terutama di Sentra Industri. Kelelahan fisik biasanya berhubungan dengan anggota tubuh manusia, misalnya kelelahan otot, tangan, punggung. Sementara itu, kelelahan non fisik biasanya ditandai dengan berkurangnya kemauan untuk bekerja. Hal tersebut harus segera ditindaklanjuti guna mencegah menurunya produktivitas kerja di Sentra Industri.Kata kunci: faktor ergonomi, kelelahan, produktivitas kerja 
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IIS SMA Galuh Maulidiyahwarti; Sumarmi Sumarmi; Ach. Amirudin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.595 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6101

Abstract

The purpose of this study is to find out the effect of Problem Based Learning with Outdoor Study to learning outcome on grade XI IIS. This research is quasi experiment in SMA Negeri 1 Lawang, Malang with XI IS 5 as experiment class and XI IS 2 as control class. The result of this research shows that Problem Based Learning with Outdoor Study influences learning outcome with significance rate 0,031 by independent sample t-test on SPSS 17.0 for Windows.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning berbasis Outdoor Study terhadap hasil belajar siswa kelas XI IIS. Penelitian ini merupakan eksperimen semu yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang dengan kelas XI IS 5 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IS 2 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning berbasis Outdoor Study berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa dengan nilai signifikansi 0,031. Uji hipotesis dilakukan dengan independent sample t-test melalui program SPSS 17.0 for Windows. 
PENGARUH GROUP INVESTIGATION BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR ANALITIS SISWA Valeriana Rasweda; Sumarmi Sumarmi; Achmad Amirudin
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.643 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6107

Abstract

 The purpose of research is to find out the Group Investigation outdoor study-based having an affect on student’s analytichal thinking ability. The type of research is PretestPosttest Control Group Design. The research was conducted at Lawang 1st Public Senior High School Malang Regency with experiment class X-IIS 1 and control class X-IIS 2. The data is an analytichal thinking ability. Data analysis was done by comparing the gain score student’s analytichal thinking ability using SPSS 17.0 for Windows. The results showed that Group Investigation outdoor study-based having an affect on student’s analytichal thinking ability. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model Group Investigation berbasis outdoor study berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) yang termasuk penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lawang Kabupaten Malang. Kelas ekperimen ialah kelas X-IIS 1 dan kelas kontrol ialah kelas X-IIS 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir analitis. Analisis data dilakukan dengan membandingkan gain score kemampuan berpikir analitis siswa menggunakan bantuan program SPSS 17.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model Group Investigation berbasis outdoor study berpengaruh terhadap kemampuan berpikir analitis siswa.  
IDENTIFIKASI TEKNIK-TEKNIK PENGUBAHAN TINGKAH LAKU DALAM PENERAPAN PEMIKIRAN IBNU QOYYIM AL-JAUZIYYAH UNTUK PENGENTASAN KORBAN SEKS BEBAS DAN HOMOSEKS (KAJIAN ANALISIS HERMENEUTIKA BERSUSUN) Aswar Aswar; Andi Mappiare-AT; M. Ramli
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.234 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6122

Abstract

The purposes of this research were to obtain (1) Descriptive-interpretative information  related to the intervention targets of behavior modification, (2) Descriptive-interpretative information  related with the analysis and diagnosis, and (3) Descriptive-interpretative understanding on each form of treatment that can be used as a technique of behavior modification for freesex and homosexual. Data were collected through a text document of Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah thought, observation and interview with research subjects in the field. The study used a qualitative approach with multilevel hermeneutic analysis. Results of the study were: (1) Intervention target of modification behavior focusing on thought/belief modification; (2) analysis and diagnosis around the unhealthy thoughts/beliefs and habit/action; (3) it was founded treatment form to alleviate freesex victim and homosexual in the form of mind intervention techniques, lust disorder alleviation techniques, homosexual alleviation techniques, and worship as an alleviation techniques.Tujuan penelitian ini untuk memperoleh (1) keterangan deskriptif-interpretif terkait sasaran intervensi pengubahan tingkah laku, (2) keterangan deskriptif-interpretif terkait analisis dan diagnosis, dan (3) pemahaman deskriptif-interpretif pada tiap bentuk perlakuan yang dapat dijadikan sebagai teknik pengubahan tingkah laku seks bebas dan homoseks. Data dikumpulkan melalui dokumen teks pemikiran Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah, observasi dan interviu subjek terteliti lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis hermeneutika bersusun. Hasil penelitian adalah (1) sasaran intervensi pengubahan tingkah laku berfokus di pengubahan pikiran/keyakinan; (2) analisis dan diagnosis berkisar pada pikiran/keyakinan dan kebiasaan/perbuatan yang tidak sehat; (3) ditemukan bentuk perlakuan dalam pengentasan korban seks bebas dan homoseks berupa teknik intervensi pikiran, teknik pengentasan gangguan syahwat, teknik pengentasan homoseks, dan ibadah sebagai teknik pengentasan.
PROSES BERPIKIR SISWA SMP BERGAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BERDASARKAN TEORI PEMROSESAN INFORMASI Syifa’ul Amamah; Cholis Sa'dijah; Sudirman Sudirman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.763 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6128

Abstract

The objective of this study is to describe the thinking process of junior high school students with field dependence cognitive style in solving problems rectangles and triangles based on the theory of information processing. This study used a qualitative approach. This research was conducted in one of SMP city of Malang. Subjects of this study consisted of two students with field dependence cognitive style. To achieve the purpose of the study, researcher gave tests of mathematics and conducted interviews to the subjects of the research. The result of the study showed that field dependence students have not a good memory about the concept which is needed. In other words, not all mathematical concepts are stored in long term memory field dependence students.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses berpikir siswa SMP dengan gaya kognitif filed independent dalam menyelesaikan masalah segiempat dan segitiga berdasarkan teori pemrosesan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di salah satu SMP kota Malang. Subjek penelitian ini terdiri atas dua siswa dengan gaya kognitif field dependent. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti memberikan tes matematika dan melakukan wawancara kepada subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa field dependent tidak memiliki ingatan mengenai konsep yang dibutuhkan dengan baik. Dengan kata lain, tidak semua konsep matematika tersimpan di long term memory siswa field dependent.

Page 3 of 3 | Total Record : 30


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 8: AUGUST 2025 VOL 10, NO 7: JULY 2025 Vol 10, No 4: APRIL 2025 Vol 10, No 3: MARCH 2025 Vol 10, No 2: FEBRUARY 2025 Vol 10, No 1: JANUARY 2025 Vol 9, No 12: DECEMBER 2024 Vol 9, No 11: NOVEMBER 2024 Vol 9, No 10: OCTOBER 2024 Vol 9, No 9: SEPTEMBER 2024 Vol 9, No 8: AUGUST 2024 Vol 9, No 7: JULY 2024 Vol 9, No 6: JUNE 2024 Vol 9, No 5: MAY 2024 Vol 9, No 4: APRIL 2024 Vol 9, No 3: MARCH 2024 Vol 9, No 2: FEBRUARY 2024 Vol 9, No 1: JANUARY 2024 Vol 8, No 10: OCTOBER 2023 Vol 8, No 9: SEPTEMBER 2023 Vol 8, No 8: AUGUST 2023 Vol 8, No 7: JULY 2023 Vol 8, No 6: JUNE 2023 Vol 8, No 5: MAY 2023 Vol 8, No 4: APRIL 2023 Vol 8, No 3: MARCH 2023 Vol 8, No 2: FEBRUARY 2023 Vol 8, No 1: JANUARI 2023 Vol 7, No 12: DECEMBER 2022 Vol 7, No 11: NOVEMBER 2022 Vol 7, No 10: OKTOBER 2022 Vol 7, No 9: SEPTEMBER 2022 Vol 7, No 8: AGUSTUS 2022 Vol 7, No 7: JULI 2022 Vol 7, No 6: JUNI 2022 Vol 7, No 5: MAY 2022 Vol 7, No 4: APRIL 2022 Vol 7, No 3: MARET 2022 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2022 Vol 7, No 1: JANUARI 2022 Vol 6, No 12: DESEMBER 2021 Vol 6, No 11: NOVEMBER 2021 Vol 6, No 10: OKTOBER 2021 Vol 6, No 9: SEPTEMBER 2021 Vol 6, No 8: AGUSTUS 2021 Vol 6, No 7: JULI 2021 Vol 6, No 6: JUNI 2021 Vol 6, No 5: MEI 2021 Vol 6, No 4: APRIL 2021 Vol 6, No 3: MARET 2021 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2021 Vol 6, No 1: JANUARI 2021 Vol 5, No 12: DESEMBER 2020 Vol 5, No 11: NOVEMBER 2020 Vol 5, No 10: OKTOBER 2020 Vol 5, No 9: SEPTEMBER 2020 Vol 5, No 8: AGUSTUS 2020 Vol 5, No 7: JULI 2020 Vol 5, No 6: JUNI 2020 Vol 5, No 5: MEI 2020 Vol 5, No 4: APRIL 2020 Vol 5, No 3: MARET 2020 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2020 Vol 5, No 1: JANUARI 2020 Vol 4, No 12: DESEMBER 2019 Vol 4, No 11: NOVEMBER 2019 Vol 4, No 10: Oktober 2019 Vol 4, No 9: SEPTEMBER 2019 Vol 4, No 8: AGUSTUS 2019 Vol 4, No 7: JULI 2019 Vol 4, No 6: JUNI 2019 Vol 4, No 5: MEI 2019 Vol 4, No 4: APRIL 2019 Vol 4, No 3: MARET 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2019 Vol 4, No 1: JANUARI 2019 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 12: DESEMBER 2018 Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 10: OKTOBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 9: SEPTEMBER 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 8: AGUSTUS 2018 Vol 3, No 7: JULI 2018 Vol 3, No 6: JUNI 2018 Vol 3, No 5: MEI 2018 Vol 3, No 4: APRIL 2018 Vol 3, No 3: MARET 2018 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 3, No 1: JANUARI 2018 Vol 2, No 12: Desember 2017 Vol 2, No 11: November 2017 Vol 2, No 10: Oktober 2017 Vol 2, No 9: September 2017 Vol 2, No 8: AGUSTUS 2017 Vol 2, No 7: JULI 2017 Vol 2, No 6: Juni 2017 Vol 2, No 5: Mei 2017 Vol 2, No 4: April, 2017 Vol.2, No.3, Maret 2017 Vol.2, No.2, Februari 2017 Vol.2, No.1, Januari 2017 Vol.1, No.12, Desember 2016 Vol.1, No.11, Nopember 2016 Vol.1, No.10, Oktober 2016 Vol.1, No.9, September 2016 Vol.1, No.8, Agustus 2016 Vol.1, No.7, Juli 2016 Vol.1, No.6, Juni 2016 Vol.1, No.5, Mei 2016 Vol.1, No.4, April 2016 Vol.1, No.3, Maret 2016 Vol.1, No.2, Februari 2016 Vol.1, No.1, Januari 2016 More Issue