cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kimia Riset
Published by Universitas Airlangga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2021): Juni" : 10 Documents clear
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN KEJIBELING (Strobilanthes crispa L., Blume) DAN DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata Burm. f. Nees) DAN KOMBINASINYA Norviria Tsalasatin Apriliani; Tukiran Tukiran
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.26634

Abstract

Kejibeling (Strobilanthes crispa L., Blume) dan Sambiloto (Andrographis paniculata Burm. f. Nees) adalah tanaman yang mempunyai kandungan senyawa bioaktif yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kejibeling dan daun sambiloto. Pengujian antioksidan sampel menggunakan metode DPPH secara spektrofotometer UV-Vis. Serbuk daun kejibeling dan sambiloto dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96% sampai diperoleh ekstrak kental setelah penguapan. Hasil uji aktivitas antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk ekstrak etanol kejibeling, ekstrak etanol sambiloto, kombinasi ekstrak kejibeling:sambiloto (1:1), kombinasi (1:2) dan kombinasi (2:1) berturut-turut sebesar 71,39624, 15,55574, 7,585932, 7,836343 dan 6,359931 ppm. Nilai IC50 kombinasi ekstrak dari daun kejibeling dan sambiloto menunjukkan adanya peningkatan kemampuan antioksidan dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
STUDI PENGGUNAAN SENYAWA CaCl2 DALAM MENURUNKAN KADAR SULFAT PADA LIMBAH PRODUKSI GARAM Nike Ika Nuzula; Wiwit Sri Werdi Pratiwi; Novi Indriyawati; Makhfud Efendy
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.23159

Abstract

Bittern adalah salah satu hasil dari proses produksi garam yang saat ini pemanfaatannya belum maksimal. Hal ini dikarenakan banyaknya pengotor yang terkadung didalamnya. Sulfat merupakan pengotor tertinggi kedua dalam bittern. Penelitian ini dilakukan untuk mengikat sulfat pada bittern dengan menggunakan CaCl₂.2H₂O dengan metode penambahan yang berbeda-beda. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbandingan mol antara bittern dengan Kristal CaCl2. Perbandingan mol terbaik antara bittern dengan Kristal CaCl2 didapatkan rasio sebesar 1: 0.9 dengan kadar sulfat sebesar 4.83 mg/L, dimana kadar awal sulfat pada sampel bittern sebesar 41.257 g/L atau setara dengan 41257 mg/L..
STUDI ADSORPSI METHYLENE BLUE TERHADAP ARANG AKTIF TEMPURUNG LONTAR (Borassus flabellifer L.) ASAL NUSA TENGGARA TIMUR Merpiseldin Nitsae; Hartini R. L. Solle; Serliani M. Martinus; Imanuel J. Emola
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24525

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi adsorpsi Methylene Blue (MB) terhadap arang aktif tempurung lontar (AAtl) asal Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi, kinetika adsorpsi, dan isoterm adsorpsi yang terjadi melalui interaksi antara MB dan AAtl. Penelitian ini dilakukan pada konsentrasi MB 7 ppm, 0,05 g AAtl (variasi AAtl KOH 0,5 M; AAtl KOH 1,0 M; AAtl KOH 1,5 M; dan AAtl H2SO4 1,0 M), kecepatan 100 rpm, pada rentang waktu 0-180 menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa jumlah MB yang terserap pada 3 variasi AAtl KOH (terjadi pada t = 60 menit) secara berturut-turut adalah 27,18 mg g-1; 23,76 mg g-1; 27,84 mg g-1; dan AAtl H2SO4 (t = 120 menit) adalah 22,90 mg g-1. Model kinetika adsorpsi MB cenderung terjadi secara pseudo orde kedua (mekanisme adsorpsi secara kimia berdasarkan nilai qe = 30,30 mg g-1) dengan kapasitas adsorpsi maksimum secara isoterm Langmuir-Freundlich adalah 1614,968 mg g-1 dimana proses adsorpsi berdasarkan nilai RL (dimensi kuantitas adsorpsi) berada pada kategori berlangsung secara baik (0,214-0,259). Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk optimalisasi kondisi adsorpsi yang terjadi berdasarkan pH, massa adsorben, dan konsentrasi adsorbat.
ANALISIS KANDUNGAN UNSUR HARA MAKRO DAN MIKRO PADA PUPUK KOMPOS CAMPURAN KULIT PISANG DAN CANGKANG TELUR AYAM Abdul Gani; Siska Widianti; Sulastri Sulastri
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.22984

Abstract

Penelitian mengenai analisis kandungan hara makro dan mikro pada pupuk kompos campuran kulit pisang dan cangkang telur ayam bertujuan untuk mengetahui kadar hara yang terkandung di dalam pupuk kompos tersebut. Proses pembuatan kompos dilakukan dengan menggunakan bahan kulit pisang dan cangkang telur ayam yang telah dihaluskan dan ditambahkan EM-4 ke dalam wadah, terdiri atas 3 variasi dan 2 kali ulangan. Total berat komposisi tiap variasi yaitu 4 kg. Pengomposan berlangsung selama 31 hari. Setelah kompos matang, dilakukan pengujian terhadap pH dan kandungan hara C-orgnaik, nitrogen, kalium, phosfor, kalsium dan rasio C/N di laboratorium. Pengujian pH menunjukkan tingkat pH tergolong basa yaitu pada skala 10 dan 11. Hasil uji anova pada parameter C-organik, N dan rasio C/N menunjukkan adanya pengaruh antara variasi bahan pupuk organik terhadap kandungan hara pupuk organik. Hasil uji anova  pada parameter P, K dan Ca tidak menunjukkanadanya pengaruh antara variasi bahan pupuk organik terhadap kandungan hara pupuk organik. Hasil rata-rata analisis nitrogen (% W/W) perlakuan 1, 2 dan 3 secara berurutan adalah 0,51; 0,22; dan 0,23. Hasil rata-rata analisis C-organik (% W/W) secara berturut-turut adalah 33,83; 8,03; dan 5,25. Kadar rata-rata phosfor (% W/W)  secara berturut-turut adalah 1,15; 0,34; dan 0,69. Kandungan rata-rata kalium (% W/W) sebesar 2,79; 1,13; dan 0,82. Kadar rata-rata kalsium (% W/W) secara berurutan 21,41; 21,42; dan 27,46. Rata-rata rasio C/N (%) yang diperoleh secara berurutan, yaitu 67,06; 36,5; dan 22,87. Parameter analisis untuk P dan K menunjukkan kesesuaian dengan ketentuan SNI kompos.
ANALISIS ADULTERAN PADA KOPI LUWAK DENGAN METODE Fourier Transform Infrared (FTIR) Ivan Andriansyah; Hilman Nur Mukhlis Wijaya; Purwaniati Purwaniati
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.23397

Abstract

Kopi merupakan bahan minuman yang sangat terkenal bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia, jenis yang sering dijumpai yaitu arabika dan robusta. Tingginya harga dan permintaan kopi banyak produsen memalsukan atau mencampur kopi dengan bahan lain. Adulterasi adalah upaya menambah atau mengganti bahan makanan dengan tujuan memperoleh, sehingga memberikan dampak buruk pada konsumen. Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya adulteran pada kopi luwak yang beredar dipasaran. Metode analisis FTIR digunakan untuk membuat pola sidik jari dari ekstrak kopi melalui analisis kemometrik dengan metode Principal Component Analysis (PCA). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengukuran spektrum inframerah menggunakan alat FT-IR, pada bilangan gelombang 4000-650cm-1 dan resolusi 4 cm-1. Klasifikasi dari kopi yang diadulteran dengan arabika dan kopi luwak menggunakan data PC-1 dan PC-2 dengan nilai berturut-turut 82% dan 14%. Hasil menunjukkan nilai scores menggunakan PC-1 dan PC-2 sampel kopi A berada dekat kuadran kopi luwak, sampel kopi B berada di antara kuadran kopi arabika (adulteran) dan luwak, dan kopi sampel C berada dekat kuadran arabika (adulteran). Metode FTIR dapat mendeteksi dengan batas deteksi 15% (b/b)
PENGARUH WAKTU PEMANGGANGAN TERHADAP KADAR AKRILAMIDA PADA PISANG RAJA ULI (Musa paradisiaca L.) Devyana Dyah Wulandari; Uswatun Hasanah
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.27773

Abstract

Akrilamida merupakan zat karsinogenik yang terbentuk akibat proses pemanasan suhu tinggi dan kelembaban rendah pada makanan yang kaya akan karbohidrat. Akrilamida paling banyak ditemukan pada produk nabati olahan seperti kentang (kentang goreng dan keripik kentang), serealia (kukis dan roti) serta kopi. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pemanggangan terhadap kadar akrilamida pada pisang raja uli (Musa paradisiaca L.). Penetapan kadar akrilamida dilakukan menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) pada pisang raja uli yang dipanggang selama 20 menit, 25 menit, dan 30 menit dengan suhu 150ᵒC. Hasil menunjukkan bahwa kadar akrilamida pada kelompok kontrol (pisang tanpa perlakuan) yaitu sebesar 1,735 ppm, pada pemanggangan sampel pisang selama 20 menit sebesar 1,198 ppm, pada sampel pisang yang dipanggang selama 25 menit sebesar 2,276 ppm, pada sampel pisang yang dipanggang selama 30 menit sebesar 0,917 ppm. Dapat disimpulkan bahwa kadar akrilamida tertinggi terdapat pada pisang raja uli yang dipanggang selama 25 menit dengan nilai signifikansi P sebesar 0,312 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan waktu pemanggangan terhadap kadar akrilamida.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FRAKSI n-HEKSANA KULIT BATANG TUMBUHAN JAMBU SEMARANG (Syzygium samarangense) Irene Cornelia Constanty; Tukiran Tukiran
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak tumbuhan jambu semarang khususnya pada fraksi n-heksana. Pada penelitian ini, serbuk kering kulit batang tumbuhan tersebut diekstraksi dengan cara maserasi. Kemudian dipartisi secara berturut-turut menggunakan pelarut n-heksana, diklorometana, dan etil asetat. Pada tahap partisi, rendemen yang diperoleh berturut-turut pada masing-masing pelarut n-heksana, diklorometana, etil asetat, dan metanol akhir adalah 2,88%; 12,54%; 45,17%; dan 29,9%. Uji aktivitas antioksidan terhadap fraksi n-heksana menggunakan metode DPPH menghasilkan nilai IC50 sebesar 206,549 ppm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksana kulit batang tumbuhan jambu semarang memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori lemah karena nilai IC50 berkisar antara 100-250 ppm.
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK TANAMAN GANDARIA (Bouea macrophylla Griff) TERHADAP SEL HeLa Asep Roni; Amar Maruf; Lia Marliani
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24254

Abstract

Gandaria merupakan tanaman yang berasal dari indonesia terutama maluku yang memiliki akitvitas farmakologis, akan tetapi belum banyak dilihat sebagai objek studi penelitian karena kelangkaannya di Indonesia. Gandaria memiliki kandungan flavonoid, yang terdapat dalam berbagai tumbuhan dan memiliki berbagai aktifitas farmakologis. Salah satu contoh senyawa flavonoid yang terdapat dalam gandaria adalah quercetin dimana quercetin memiliki berbagai efek biologis, salah satunya sebagai antikanker. Kanker adalah penyebab utama kedua kematian menurut WHO pada tahun 2018. Salah satu pengobatan kanker adalah kemoterapi akan tetapi memiliki efek samping yang merugikan oleh karena itu bahan alam berpotensi sebagai salah satu alternatif karena efek sampingnya lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas sitotoksik ekstrak daun dan batang gandaria terhadap sel kanker serviks HeLa. Metode yang digunakan adalah MTT assay yaitu uji kolorimetri untuk menilai aktivitas metabolisme sel yang dibaca oleh alat ELISA reader pada panjang gelombang 550 nm. Nilai IC50 dari ekstrak etil asetat daun 436,966 μg/mL dan ekstrak n-heksana batang 292,044 μg/mL. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas sitototksik paling baik ditunjukan oleh sampel ekstrak n-heksana batang dan tergolong lemah
UJI AKTIVITAS TANIN DAUN MIMBA (Azzadirachta indica) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Derys Ruwandha; Dwi Fitriyani; Damayanti Iskandar
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.24848

Abstract

Pengobatan terhadap penyakit tipus masih menjadi masalah utama karena penggunaan obat-obatan sintetik terkadang memberikan efek samping terhadap tubuh, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dari bahan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri senyawa tanin daun mimba (Azzadirachta indica) terhadap bakteri Salmonella Typhi dengan menggunakan metode difusi cakram. Uji aktivitas antibakteri ditentukan berdasarkan diameter daya hambat senyawa tanin terhadap bakteri Salmonella typhi. Uji Fitokimia Ekstrak metanol daun mimba positif mengandung tanin, flavonoid, alkaloid, steroid, dan saponin. Pemisahan senyawa tanin dari ekstrak metanol menghasilkan nilai rendemen sebesar 69.6 %. Hasil pengujian antibakteri senyawa tanin dapat menghambat bakteri Salmonella typhi berturut-turut pada konsentrasi 15%, 30%, 50%, dan 75% yaitu sebesar 15.03, 16.78, 19.02, 21.78 mm dengan klasifikasi kuat sampai sangat kuat berdasarkan klasifikasi Davis & Stout.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN CAIR DARI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix) DAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) SERTA UJI CEMARAN MIKROBA Lilis Rosmainar
Jurnal Kimia Riset Vol. 6 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v6i1.25554

Abstract

Sabun cair mengandung trigliserida yang mampu mengemulsikan air, kotoran/minyak dan biasanya memberikan aroma yang enak dicium serta dapat melindungi kulit dari bakteri dengan penambahan bahan alami yang aman bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sabun cair dengan ekstrak daun jeruk purut  (Citrus hystrix dan kopi robusta (Coffea canephora) serta pengujiannya terhadap cemaran mikroba. Tahap pertama membuat ekstrak daun jeruk purut dan kopi robusta dengan pelarut alkohol. Hasil ekstrak daun jeruk purut diperoleh sebanyak 37,84%  sedangkan kopi robusta sebanyak 51,64%. Hasil ekstrak ditambahkan ke dalam formulasi sabun cair dengan konsentrasi 2% dan 4%. Formulasi sabun cair dibuat dengan 4 formulasi yaitu F1 ekstrak daun jeruk purut 2%, F2 ekstrak daun jeruk purut 4%, F3 ekstrak kopi robusta 2% dan F4 kopi robusta 4%. Hasil penelitian ini menunjukan formulasi sabun cair memenuhi spesifikasi SNI 06-4085-1996. Hasil viskositas yang paling tinggi diperoleh pada F3 sedangkan yang paling rendah pada F4 pada hari ke-1. Hasil bobot jenis diperoleh sekitar 1,01 – 1,05. Hasil pengujian pH yang paling tinggi pada F3 dengan densitas 1,05. Pengujian stabilitas busa memiliki konsentrasi 70 – 98%, dengan konsentrasi yang paling tinggi F1 adalah 91%, sedangkan yang paling rendah F4 adalah 76,92%. Sedangkan pada pengujian panelis, diperoleh warna yang disukai F1, bau yang disukai F3, bentuk yang disukai F1, busa yang disukai F4. Dengan hasil secara keseluruhan yang disukai oleh panelis adalah sabun cair  F1 dengan uji cemaran bakteri F1-F4 menunjukkan tidak adanya pertumbuhan bakteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 10