cover
Contact Name
Siti Musayaroh
Contact Email
sitimusayaroh17@untirta.ac.id
Phone
+628977491535
Journal Mail Official
plb@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Luar Biasa, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kampus 2 Jl. Ciwaru Raya No. 25, Kota Serang, 42117, Indonesia
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa
ISSN : 24431389     EISSN : 25488031     DOI : http://dx.doi.org/10.30870/unik
Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa is expected to serve as a publication media for the results of quality scientific research, especially special education. The scope of the Jurnal Unik: Pendidikan Luar Biasa in the field of special education, especially children experiencing barriers to physical, intellectual, and social communication.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
Penggunaan media pembelajaran montase dalam meningkatkan kemampuan mengenal uang pada anak tunagrahita Sri Nuriyanti; Dedi Mulia; Reza Febri Abadi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.36 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12993

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari yaitu pada anak tunagrahita kelas V dalam kegiatan mengenal uang. Penelitian ini bertujuan untuk mengentahui apakah penggunaan media pembelajaran montase dapat memberikan pengaruh untuk meningkatkan kemampuan mengenal uang pada anak tunagrahita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu metode eksperimen dengan desain single subject research desain A-B-A. Subjek dalam penelitian ini yaitu satu orang anak tunagrahita. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data menggunkan statistik deskriftif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil peneitian terlihat bahwa media pembelajaran montase dapat meningkatkan kemampuan mengenal uang pada siswa anak tunagrahita kelas V di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan perubahan mean level yang diperoleh pada perilaku sasaran menunjuk uang pada fase baseline (A1) yaitu 42%, fase intervensi yaitu 85,25%, dan pada fase baseline (A2) yaitu 61%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpilkan bahwa media pembelajaran montase dapat meningkatkan kemampuan mengenal uang anak tunagrahita di SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. Abstract: This research is motivated by the problems that researchers find in SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari, namely in class V tunagrahita children in money recognition activities. This study aims to determine whether the use of montage learning media can influence the ability to recognize money in children with disabilities. This study uses a quantitative approach, namely the experimental method with a single subject research design A-B-A design. The subject in this study was one child with a disability. Data collection techniques are by means of observation, documentation, and tests. Data analysis uses descriptive statistics with graphical presentation. Based on the results of the research, it can be seen that montage learning media can improve the ability to recognize money in grade V students at SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari. This is based on an increase in the mean level change obtained in the target behaviour of pointing to money in the baseline phase (A1) which is 42%, the intervention phase is 85.25%, and in the baseline phase (A2), which is 61%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that montage learning media can improve the ability to recognize money for children with disabilities in SKh Musthofa Binaan Umat Pulosari.
Penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berkesulitan belajar Muhammad Fauzil Ayuf Firmansyah; Toni Yudha Pratama; Sistriadini Alamsyah Sidik
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.831 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12957

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SDIT Irsadul ‘Ibad Pandeglang Banten, yaitu pada anak berkesulitan belajar kelas VI SDIT dalam kemampuan membaca permulaan kata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan video animasi dalam kemampuan membaca permulaan kata pada anak berkesulitan belajar. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan single subject research. Teknik pengumpulan yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan instrument. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 1 (satu) anak. Hasil yang diperoleh dilihat dari perubahan level data pada analisis anatar kondisi pada fase intervensi ke baseline-1 (A1) meningkat sebesar 50 Akibatnya diberi perlakuan. Sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke intervensi mengalami peningkatan sebesar (-33) poin. Walaupun pada fase baseline-2 (A2) data yang diperoleh lebih rendah dari fase intervensi, namun data yang diperoleh lebih tinggi dari data pada baseline-1 (A1) ke intervensi (B) ke baseline-1 (A1) dan fase baseline-2 (A2) ke intervensi (B) memiliki presentase overlap 0% dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa dengan menerapkan penggunaan media video animasi kemampuan membaca permulaan kata pada subjek penelitian anak berkesulitan belajar kelas VI SDIT dapat meningkat. Abstract: This study is motivated by the problems researchers found at SDIT Irsadul 'Ibad Pandeglang Banten, namely in children with learning difficulties in grade VI SDIT in the ability to read the beginning of words. This study aims to determine the use of animated videos in the ability to read beginning words in children with learning difficulties. The type of research method used is experimental research with single-subject research. The collection techniques used are observation, documentation, and instruments. The subjects involved in this study totaled 1 (one) child. The results obtained are seen from changes in data levels in the analysis of conditions in the intervention phase to baseline-1 (A1) increased by 50 as a result of being treated. While in the baseline-2 (A2) phase of the intervention, experienced an increase of (-33) points. Although in the baseline-2 (A2) phase, the data obtained was lower than the intervention phase, the data obtained was higher than the data in the baseline-1 (A1) to intervention (B) to baseline-1 (A1), and the baseline-2 (A2) to intervention (B) phase had a 0% overlap percentage. Thus the results of this study can answer the hypothesis that by applying the use of animated video media, the ability to read beginning words in the research subject of children with learning difficulties in grade VI SDIT can increase.
Penggunaan media quiet book dalam meningkatkan keterampilan mengancingkan baju pada anak tunagrahita ringan Dini Miranti; Neti Asmiati; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.269 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mengancingkan baju pada siswa tunagrahita ringan kelas II SDKh di Skh Bahari dengan menggunakan media Quiet Book. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan single subjek research (SSR) dengan desain A-B-A. subjek dalam penelitian ini salah satu siswa kelas II SDKh dengan hambatan tunagrahita ringan. Perilaku sasaran penelitian ini adalah kemampuan mengancingkan baju. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi,tes check list. Analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dengan penyajian grafik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa media Quiet Book dapat meningkakan kemampuan mengancingkan baju subjek. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan yang diperoleh pada perilaku sasaran yaitu meningkatnya kemampuan mengancingkan baju subjek pada kondisi awal memperoleh hasil 33 % meningkat menjadi 58%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa media Quiet Book dapat meningkatkan kemampuan mengancingkan baju anak tunagrahita ringan di SKh Bahari. Abstract: This study aims to determine the ability to button up clothes for mild tunagrahita students in class II SDKh at Skh Bahari by using Quiet Book media. This study uses an experimental method with a single-subject research (SSR) approach with an A-B-A design. the subject in this study is one of the students of class II SDKh with mild tunagrahita obstacles. The target behaviour of this research is the ability to button up clothes. Data collection techniques were obtained by observation check list tests. The data analysis used is descriptive statistics with a graphical presentation. Based on the results of the study shows that Quiet Book media can increase the ability to button the subject's clothes. This is based on the increase in target behaviour, namely the increase in the ability to button the subject's shirt in the initial condition obtained the results of 33% increased to 58%. Based on the results of data analysis, it can be concluded that Quiet Book media can improve the ability to button the clothes of mildly disabled children in SKh Bahari.
Penggunaan teknik modelling untuk meningkatkan kepercayaan diri anak tunadaksa Haifa Nurul Ghassani; Yuni Tanjung Utami; Dedi Mulya
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.649 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12958

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang penelitin di TK Mutiara Ilmu Kota Serang, yaitu pada anak tunadaksa. Peneliti telah melakukan pengamatan terlebih dahulu guna mengetahui kebutuhan yang dimiliki serta mengetahui kondisi seorang anak tunadaksa usia dini yang kehilangan salah satu tangannya. Dari hasil yang didapatkan pada pengamatan awal ternyata subjek tidak memiliki banyak kegiatan selain kegiatannya di sekolah, subjekpun enggan untuk menyapa ataupun disapa oleh orang lain sehingga subjek kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Pada saat pengamatan awal ditemukan juga bahwa anak memiliki karakteristik yang pemalu dan sangat kurang percaya diri. Kurangnya kepercayaan diri yang dialami oleh subjek ini disebabkan karena subjek merasa berbeda dan memiliki kekurangan dibandingkan teman-temannya sehingga membuatnya menarik diri dari lingkungan bermainnya. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain A-B-A dengan menggunakan pendekatan subjek tunggal atau biasa sering disebut dengan single subjek research (SSR). Single Subject Research (SSR) sengaja diterapkan guna memberikan perlakuan kepada subjek secara individual dengan tujuan agar memberikan perubahan kepada subjek yang diteliti dengan lebih akurat. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan berupa statistik deskriptif yang dituangkan dalam bentuk grafik pada penelitian ini. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modelling dapat meningkatkan kepercayaan diri. Hal ini dibuktikan dari perbandingan hasil pada fase baseline 1 (A1) dengan memperoleh nilai akhir 33,33% data ini diperoleh dari kondisi alami subjek sebelum diberikannya perlakuan atau intervensi berupa teknik modelling, lalu pada fase intervensi berupa pemeberian perlakuan dengan menerapkan teknik modellingmemperoleh nilai persentase di sesi terakhir sebanyak 87,5% data ini diperoleh dari hasil perlakuan yang telah diberikan, selanjutnya pada fase baseline 2 (A2) memperoleh nilai persentase akhir 66,66% data ini diperoleh dari kondisi subjek setelah diberikannya perlakuan atau intervensi. Abstract: The background of this research is the problem that the research conducted at Mutiara Ilmu Kindergarten in Serang City, namely in children with disabilities. Researchers made observations first to find out their needs and the condition of an early childhood quadriplegic child who lost one of the actions. From the results obtained in the initial observations, it turned out that they did not have many activities other than their activities at school. The subject was reluctant to greet or be greeted by other people, so the subject did not socialize with the surrounding environment. At the time of initial observation, it was also found that the child had the characteristics of a lack of self-confidence. the confidence experienced by the subject is caused because the subject feels different and has shortcomings compared to his friends, so he withdraws from his playing environment. The design used in this study was the A-B-A design using a single subject approach or commonly referred to as single subject research (SSR). Single Subject Research (SSR) is deliberately applied to provide treatment to subjects individually to provide changes to the subjects studied more accurately. The research method used by the researcher in this research is using the experimental method. Data analysis techniques are used in the form of statistics the form of graphs in this study. The results of the study indicate that modeling techniques can increase self-confidence. This is evidenced by comparing results in baseline phase 1 (A1) by obtaining a final value of 33.33%. This data was obtained from the natural condition of the subject before being given treatment or intervention in the form of modeling techniques, then in the intervention phase, giving a treatment by applying modeling techniques to obtain a percentage value. in the last session, as much as 87.5% of this data was obtained from the results of the treatment that had been given, then in baseline phase 2 (A2), the final percentage value was 66.66%. This data was obtained from the condition after being given treatment or intervention.
Penggunaan media roda putar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak dengan hambatan intelektual ringan Amanda Noviyanti; Reza Febri Abadi; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.697 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12989

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SKh Pelangi Anakku Kota Tangerang terdapat permasalahan pada anak dengan hambatan interlektual ringan di kelas IV SDKh yang belum mampu dalam membaca permulaan, yaitu membaca kata. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh data dan informasi mengenai penerapan media pembelajaran roda putar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IV SDKh Pelangi Anakku Kota Tangerang. Peneliti menggunakan metode eksperimen dalam penelitian ini melalui pendektakan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Perkembangan subjek dapat dilihat melalui fase baseline 1 (A-1), Intervensi (B), dan Baseline 2 (A-2). Subjek pada penelitian ini yaitu anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IV SDKh Pelangi Anakku. Target behavior pada penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan membaca permulaan. Pengumpulan data dalam peilitian ini yaitu dengan cara observasi dan tes. Pemerolehan data dianalisis melalui data statistik deskriptif dengan penyajian grafik. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa media roda putar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan bagi anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IV SDKh Pelangi Anakku Kota Tangerang. Hal ini dapat dilihat melalui peningkatan mean level pada fase baseline 1 (A-1) sebesar 33, fase intervensi (B) sebesar 63,12, dan fase baseline 2 (A-2) sebesar 48. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penerepan media roda putar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak dengan hambatan intelektual ringan kelas IV SDKh Pelangi Anakku Kota Tangerang. Abstract: Based on the observations that have been done in SKh Pelangi Anakku Tangerang there are problems in children with mild intellectual barriers in grade IV SDKh who have not been able to read the beginning, namely reading words. This research aims to obtain data and information about the application of rotary wheel learning media in improving the ability to read early for children with light intellectual barriers in grade IV SDKh Pelangi Anakku Tangerang City. Researchers used experimental methods in this study through single subject research (SSR) with an A-B-A design. The development of the subject can be seen through baseline phases 1 (A-1), Intervention (B), and Baseline 2 (A-2). The subject of this study was a child with light intellectual barriers in grade IV SDKh Pelangi Anakku. The target behavior in this study is to improve the ability to read early. Data collection in this study is by observation and test. Data acquisition is analyzed through descriptive statistical data with the graphic presentation. The results of the research showed that rotary wheel media could improve the ability to read early for children with light intellectual barriers in grade IV SDKh Pelangi Anakku Tangerang City. This can be seen through the increase in mean level in baseline phase 1 (A-1) by 33, intervention phase (B) by 63,12, and baseline phase (A-2) by 48. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the suppression of rotary wheel media can improve the ability to read the beginning of children with light intellectual barriers grade IV SDKh Pelangi Anakku Tangerang City. 
Penggunaan media kocak untuk meningkatkan kemampuan artikulasi siswa tunarungu Riqqah Nidhakhatani; Toni Yudha Pratama; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.226 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media KOCAK (Kotak Cerdas dan Anak Kreatif) untuk meningkatkan kemampuan artikulasi khususnya pada bagian konsonan bilabial bunyi [p], [b], [m], [w] pada subjek berinisial R dengan hambatan pendengaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan Single Subject Research (SSR). Adapun pendekatan yang peneliti gunakan yaitu kuantitatif dengan desain A-B-A. A1 adalah fase baseline 1 yang dilakukan selama 4 sesi dan berfungsi untuk mengetahui kondisi subjek sebelum diberikannya intervensi, B adalah intervensi yaitu fase pemberian latihan yang dilakukan sebanyak 8 sesi, dan A2 adalah baseline 2 yang dilakukan sebanyak 4 sesi dan bertujuan untuk fase kontrol dari A1 dan B sekaligus untuk menarik kesimpulan. Setelah dilakukan penelitian sebanyak 16 kali pertemuan, diperoleh hasil bahwa kemampuan artikulasi konsonan bilabial pada subjek R mengalami peningkatan yang cukup signifikan setelah diberikan intervensi dengan menggunakan media KOCAK. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil mean level pada fase baseline 1 (A1) sebesar 33,33%, fase intervensi (B) 83,33%, dan fase baseline 2 (A2) sebesar 75%, dari hasil data tersebut terlihat bahwa pemberian intervensi dengan menggunakan media KOCAK memberikan pengaruh positif pada kemampuan artikulasi konsonan bilabial. Abstract: This study aims to determine the effect of using KOCAK (Smart Box and Creative Children) media to improve articulation skills, especially in the bilabial consonants [p], [b], [m], [w] on subjects with the initials R with hearing impairment. The method used in this research is an experiment with Single Subject Research (SSR). The approach that the researcher uses is quantitative with an A-B-A design. A1 is the baseline phase 1 which is carried out for four sessions and serves to determine the condition of the subject before the intervention is given, B is the intervention that is given the exercise phase, which is carried out for 8 sessions, and A2 is baseline 2 which is carried out for four sessions and aims for the control phase from A1 and B at the same time to draw conclusions. After 16 meetings, it was found that the articulation ability of bilabial consonants in subject R experienced a significant increase after being given an intervention using KOCAK media. This can be proven from the results of the mean level in the baseline phase 1 (A1) at 33.33%, the intervention phase (B) at 83.33%, and baseline phase 2 (A2) at 75%. using KOCAK media has a positive effect on the articulation ability of bilabial consonants.
Interaksi sosial siswa reguler terhadap siswa dengan hambatan intelektual di SMP penyelenggaraan pendidikan inklusif Nabilla Shelomita; Dedi Mulya; Reza Febri Abadi
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.93 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12960

Abstract

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, terdapat beberapa perilaku siswa reguler di SMP penyelenggaran inklusif terhadap interaksi sosial anak dengan hambatan intelektual. Lokasi penelitian ini di SMP Madani Islamic School. Subjek berjumlah 9 orang yang terdiiri, 2 orang siswa dengan hambatan intelektual, 4 orang siswa reguler, 2 orang guru kelas dan 1 orang kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil reserch dan uji validasi data diketahui bahwa interaksi sosial antara siswa reguler dan siswa dengan hambatan intelektual tidak ada yang mendeskriminasi. Hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi menunjukkan bahwa hasil penelitian untuk interaksi sosial siswa reguler dan siswa hambatan intelektual cukup baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa siswa reguler dengan siswa dengan hambatan intelektual baik dalam hal sikap interaksi sosial siswa reguler dengansiswa dengan hambatan intelektual tidak ada yang mendeskriminasi ataupun menjahuinya. Abstract: Based on the results of observations and interviews, there are several behaviors of regular students in inclusive junior high schools towards social interactions with children with intellectual disabilities. This research took place at Madani Islamic School. The subjects were nine people consisting of 2 students with intellectual disabilities, four regular students, 2 class teachers, and one principal. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. Data collection methods used observation, interviews, and documentation. Data analysis using descriptive qualitative. Based on the results of the research and data validation test, it is known that social interactions between regular students and students with intellectual disabilities do not discriminate. The results of the research obtained through interviews, observations, and documentation show that the results of research for social interactions of regular students and students with intellectual disabilities are quite good. The conclusion of the results of this study is that regular students with intellectual disabilities are good in terms of social interaction attitudes of regular students with intellectual disabilities; no one discriminates against or shadows them.
Penerapan metode phonetic placment untuk meningkatkan kemampuan pengucapan konsonan bilabial Lusiana Lusiana; Reza Febri Abadi; Yuni Tanjung Utami
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.757 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12961

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari permasalahan yang peneliti temukan di SKh Al-Karim Cikedal Pandeglang Banten, yaitu pada anak dengan hambatan fisik motorik kelas IV SDKh dalam kemampuan pengucapan konsonan bilabial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode phonetic placment memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pengucapan konsonan bilabial [p], [b], [m], [w], di awal, di tengah, dan di akhir kata pada anak dengan hambatan fisik motorik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan single subject research. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, dokumntasi dan instrumen. Hasil yang diperoleh subject dilihat dari perubahan level data pada analisis antar kondisi pada fase intervensi (B) ke baseline-1 (A1) meningkat sebesar (46) poin akibat diberikannya perlakuan. Sedangkan pada fase baseline-2 (A2) ke intervensi (B) mengalami peningkatan sebesar (-18) poin. Walaupun pada fase baseline-2 (A2) data yang diperoleh lebih rendah dari fase intervensi, namun data yang diperoleh lebih tinggi lebih tinggi dari fase baseline-1 (A1).selain itu, data overlap pada fase intervensi (B) ke baseline-1 (A1) dan fase baseline-2 (A2) ke intervensi (B) memiliki persentase overlap 0%. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjawab hipotesis bahwa dengan penerapan metode phonetic placment kemampuan pengucapan konsonan bilabial pada satu anak dengan dengan hambatan fisik kelas IV SDKh Meningkat. Abstract: This study is motivated by the problems that researchers found in SKh Al-Karim Cikedal Pandeglang Banten, namely in children with physical motor barriers in class IV SDKh in the ability to pronounce bilabial consonants. This study aims to determine whether the application of the phonetic placment method has a significant effect in improving the ability to pronounce bilabial consonants [p], [b], [m], [w], in the beginning, in the middle, and at the end of words in children with physical motor barriers. The type of research used is experimental research with single-subject research. The data collection techniques used are observation, documentation, and instruments. The results obtained by the subject are seen from the change in data levels in the analysis between conditions in the intervention phase (B) to baseline-1 (A1) increased by (46) points due to the treatment given. While in the baseline-2 (A2) to intervention (B) phase, there was an increase of (-18) points. Although in the baseline-2 (A2) phase, the data obtained was lower than in the intervention phase, the data obtained was higher than in the baseline-1 (A1) phase. In addition, the overlap data in the intervention phase (B) to baseline-1 (A1) and baseline-2 (A2) phase to intervention (B) had a 0% overlap percentage. Thus the results of this study can answer the hypothesis that with the application of the phonetic placment method, the ability to pronounce bilabial consonants in one child with physical disabilities in class IV SDKh Increased.
PENGGUNAAN MEDIA ULAR TANGGA BRAILLE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN ANGKA 1 – 10 ANAK DENGAN HAMBATAN PENGLIHATAN KELAS III DI SKH GYTHA KYARA 02- CARITA Cut Okta Dewi; Reza Febri Abadi; Toni Yudha Pratama
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa, FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.291 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data dan informasi mengenai penggunaan media ular tangga braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan 1-10 anak dengan hambatan penglihatan Sdkh kelas III di Skh gytha kiara 02-Carita. Desain yang digunakan adalah A-B-A dan metode penelitian ini ialah kuasi eksperimen dengan subyek tunggal atau single subyek research (SSR). Subyek pada penelitian ini adalah anak dengan hambatan penglihatan. Pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi dan tes, target behavior pada penelitian ini adalah mengenal bilangan 1-10. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dianalisis menunjukkan hasil yang cukup baik, dimana adanya perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan mengenal bilangan anak dibandingkan kemampuan awal anak sebelum adanya intervensi melalui media ular tangga braille. Hal ini dapat diketahui melalui hasil penyajian data melalui tabel disetiap fasenya dengan mean level baseline 1 (A-1) adalah 33 dan, intervensi (B) adalah 60 dan mean level untuk baseline 2 (A-2) ialah 48,5. Bedasarkan hasil tersebut dapat disimpukan adanya peningkatan pada penelitian ini meskipun ada beberapa fase yang memiliki kecenderungan stabilitas yang tidak stabil sebab masih dibawah kriteria stabilitas data. Akan tetapi, media ini mampu meningkatkan kemampuan mengenal bilangan anak.
Penggunaan media board daily activity dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan hambatan intelegensi Reza Febri Abadi; Ami Silvia; Dedi Mulya
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.336 KB) | DOI: 10.30870/unik.v6i2.12956

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui keefektivan penggunaan media board daily activity, dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan hambatan intelegensi di Sekolah Khusus Al-Khairiyah kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan single subject research dengan subjek yang terlibat dalam penelitian ini berjmlah satu anak yang memiliki hambatan intelegensi. Penelitian ini menggunakan desain A-B-A, pada fase baseline-1 (A1) nilai rata-rata yang didapatkan sebesar 33%, pada fase intevensi (B) nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 85%, dan pada fase baseline-2 (A2) nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 71%, memiliki presentase overlap sebesar 0%.  Hasil penelitian yang telah diperoleh dapat menjawab hipotesis bahwa dengan media board daily activity efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak dengan hambatan inetelegensi kelas III di Sekolah Khusus Al-Khairiyah Kota Cilegon. Abstract: This study aims to determine the effectiveness of using the daily activity media board in improving the fine motor skills of children with intellectual disabilities in the Al-Khairiyah Special School Cilegon City. This research uses an experimental research type with single-subject research, with the subject involved in this research being one child who has intelligence barriers. This study uses the ABA design; in the baseline-1 phase (A1), the average value obtained is 33%, in the intervention phase (B), the average value obtained is 85%, and in the baseline-2 phase (A2), the value the average obtained was 71% had an overlap percentage of 0%. The results of the research that have been obtained can answer the hypothesis that the daily activity board media is effectively used to improve the fine motor skills of children with class III interagency obstacles in the Al-Khairiyah Special School Cilegon City.

Page 1 of 1 | Total Record : 10