cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus)
ISSN : 25411462     EISSN : 25491717     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) publishes the research relate to the development of social studies and Overseas Education as a form of intellectual property. This journal is published 2 times a year in February and August.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
MODEL PEMBELAJARAN DARING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR WARGA BELAJAR PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET C Sudadio Sudadio; Rosmiyati Rosmiyati; Ahmad Fauzi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i1.15306

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan model pembelajaran daring (2) hasil penerapan pembelajaran daring (3) faktor pendukung dan penghambat penerapan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar warga belajar paket C di PKBM Sekar Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Adapun teknik dan pedoman pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Sumber data penelitian ini terdiri dari 13 orang, yaitu 3 tutor dan 10 warga belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran daring di PKBM Sekar telah dilakukan dengan cukup baik dilihat dari tahapan persiapan dan pelaksanaan pembelajaran daring meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran (2) hasil pembelajaran daring menunjukkan adanya peningkatan terhadap hasil belajar warga belajar yang dilihat berdasarkan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik (3) faktor pendukung penerapan model pembelajaran daring paket C di PKBM Sekar terdiri atas peran tutor dalam mendampingi warga belajar dan sarana dan prasarana sedangkan faktor penghambatnya terdiri atas kurangnya kemampuan peserta didik dalam mengatasi permasalahan website belajar dan jaringan internet.Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Daring
PELATIHAN DESAIN GRAFIS DI UPTD BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN KARAWANG Risma Damayanti; Dadang Danugiri; Tika Santika
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i1.15333

Abstract

Tujuan dari pembuatan artikel ini adalah untuk : Untuk mengetahui bagaimana Proses Pelatihan Desain Grafis di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang. Untuk mengetahui Faktor Penghambat dan Pendukung Pelatihan Desain Grafis di Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang. Untuk menjawab rumusan masalah penelitian yang telah dirumuskan, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini dilakukan di lembaga BLK Balai Latihan Kerja Kabupaten Karawang. Subjek yang dipakai dipenelitian ini yaitu : Sumber informasi yaitu dua orang peserta pelatihan,  Sumber informan yaitu satu orang pengelola dan satu orang instruktur. Data penelitian diperoleh dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan teknik kolesi data, redukasi data, display data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa proses pelatihan itu diawali dari modul dan internet beserta materinya yang diberikan, selain itu ada media ajar yang digunakan yaitu infocus, white boor, handphone, dan komputer. Metode yang digunakan adalah ceramah, tutorial, tanya jawab, dan praktek. Dan untuk penilaiannya melalui tugas, praktek dan teori. Ada juga faktor penghambatnya nya itu mesin percetakannya belum ada berikutnya komputer masih keluaran lama dan intrnetnya masih kurang stabil. Untuk faktor pendukungnya yaitu pelatihan desain grafis ini tidak dipungut biaya (gratis) itu semua udah ditanggung oleh APBN atau APBD beserta makan, baju seragam, sertivikat, dan uang trasport. Lalu sarana dan praarana terdiri dari komputer, printer, kursi, meja, wifi, alat kesehatan, infocus, baju seragam. Untuk kompetensi instruktur desain grafis ini sudah ditunjau angat baik. Mampu menguasai kompetensi pendidik dengan baik.Kata kunci : pelatihan, desain grafis. 
PELATIHAN TATA BOGA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN LATIHAN KERJA (BBPLK) BEKASI Addiniya Anwaliya; Nia Hoerniasih; Ratna Sari Dewi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i1.15297

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan tata boga untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi. (2) Mendeskripsikan faktor penghambat pelatihan tata boga untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi. (3) Mendeskripsikan hasil pelatihan tata boga untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi. Adapun subjek penelitiannya adalah: (1) Sumber informan: satu orang ketua jurusan dan satu orang instruktur, (2) Sumber informasi: tiga orang peserta pelatihan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu orientasi, eksplorasi, dan member check. Analisis data menggunakan koleksi data, redukasi data, penyajian data, dan kesimpulan verifikasi.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pelaksanaan pelatihan tata boga untuk menumbuhkan kemampuan berwirausaha di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Bekasi berjalan dengan baik diawali dengan apel pagi untuk melatih kedisiplinan peserta pelatihan sebelum memulai pembelajaran. (2) Faktor penghambat internal tidak adanya minat dan motivasi dalam diri peserta pelatihan, faktor penghambat eksternal kurangnya instruktur dan sarana dan prasarana yang kurang memadai. (3) Hasil yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan tata boga peserta pelatihan dapat meningkatkan sikap disiplin diri, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan berwirausahaKata kunci: Pelatihan Tata Boga, Wirausaha, BBPLK.
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENILAIAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) Masduki Masduki
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam membuat soal kategori Order Thinking Skills (HOTS dan menerapkan dalam penilaian di kelas. Rumusan masalah yang peneliti susun adalah Bagaimanakah pelaksanaan supervisi akademik dalam meningkatkan kemampuan guru dalam membuat soal kategori HOTS di Sekolah Dasar (SD) di SDN Pamarayan 1 kecamatan Jiput kabupaten Pandeglang semester 1 (ganjil) tahun pelajaran 2019/2020”?. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pamarayan 1 kecamatan Jiput kabupaten Pandeglang. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 bulan yaitu Agustus, September dan Oktober 2019.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan keterampilan guru dalam membuat soal kategori Order Thinking Skills  (HOTS). Diperoleh nilai rata-rata kemampuan guru dalam pembuatan soal kategori Order Thinking Skills  (HOTS) sebesar 62,65 dengan kategori Cukup. Sedangkan perolehan nilai rata-rata naik menjadi menjadi 85,51 dengan kategori Baik. Sehingga terjadi kenaikan perolehan nilai rata-rata kemampuan guru dalam pembuatan soal kategori HOTS sebesar 19,89 poin. Dengan demikian dapat disimpulkan  Perolehan data ditemukan bahwa kegiatan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembuatan soal kategori Order Thinking Skills  (HOTS) khususnya di SDN Pamarayan 1 kecamatan Jiput kabupaten Pandeglang.Kata Kunci: Kemampuan Guru, Soal Kategori Hots, Dan Supervisi Akademik
PARTISIPASI PEREMPUAN TERHADAP PROGRAM PEMBINAAN PENINGKATAN PERANAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (P2WKSS) Ila Rosmilawati; Sholih Sholih; Dadan Darmawan
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Partisipasi Perempuan terhadap Program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dimana hasil yang diperoleh yaitu dari data observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian ini yaitu Pendamping program P2WKSS dan perempuan peserta P2WKSS. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam program terpadu peningkatan peran wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKS) diantaranya Pengembangan Partisipasi, bentuk-bentuk partisipasi masyarakat, Tahapan Partisipasi, Tingkat Kesukarelaan Partisipasi, Kondisi Pendorong Partisipasi, program Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan Capaian program P2WKSS.Kata Kunci : Partisipasi, Pembinaan, Peningkatan peranan Wanita.
RASA SYUKUR DALAM KETERBATASAN: SEBUAH MAKNA WARGA BELAJAR PENDIDIKAN NONFORMAL DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Mutaqin, Moh Fikri Tanzil; Haila, Hidayatullah; Sudadio, Sudadio
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17629

Abstract

Fenomena serius dan kompleks pada warga belajar pendidikan kesetaraan dengan status narapidana, karena kehidupan dipenjara memiliki dinamika yang berkaitan dengan kondisi psikologis, fisik, maupun lingkungan sosial. Serta terjadinya perubahan kultur kehidupan saat di lembaga pemasyarakatan dengan kultur sebelumnya. Kondisi umum dinamika kehidupan di lembaga pemasyarakatan berpotensi memicu menurunnya kualitas kesehatan mental, kebahagiaan, dan kepuasan hidup narapidana. Artikel ini menyelidik secara eksploratif dengan grouded theori approach mengungkap cara naraipadana memandang kebersyukuran dalam kondisi keterbatasan. Pembahasan menggunakan konstruksi teori Man’s Search for Meaning yang dipopulerkan oleh Victor E. Frankl. Hasil eksplorasi menujukkan bahwa kehadiran pendidikan kesetaraan membuat pandangan narapidana lebih konstruktif, dimana perasaan beryukur menjadi makna yang ada dalam kondisi keterbatasan.Kata Kunci: Keberyukuran, Narapidana, Pendidikan Kesetaraan
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AL ISRA KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN KARAWANG Nita Lasmana; Nia Hoerniasih; Ratna Sari Dewi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan proses penerapan pendidikan karakter dan (2)Mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses penerapan pendidikan karakter di pondok pesantren Al Isra kecamatan Majalaya kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dengan metode syudi kasus, penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al Isra Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. Adapun subjek penelitiannya adalah: (1) Sumber informan: satu orang pimpinan pondok dan satu orang pengasuh pondok, (2) Sumber informasi: tiga orang santri. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu orientasi, eksplorasi, dan member check. Analisis data menggunakan koleksi data, redukasi data, penyajian data, dan kesimpulan verifikasi.  Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa: (1) Proses penerapan pendidikan karakter pada santri di pondok pesantren Al Isra kecamatan Majalaya kabupaten Karawang dilakukan melalui beberapa kegiatan diantaranya; a) Kegiatan Belajar Mengajar, b) Bimbingan Tata Cara Ibadah, c) Bimbingan Baca Tulis Qur’an, d) Kegiatan Ekstrakurikuler dan, d) Menegur Santri. (2) Faktor pendukung dan penghambat proses penerapan pendidikan karakter yaitu, a) faktor pendukung; Para santri yang memiliki motivasi yang kuat dan adanya dukungan dari orangtua, banyaknya kegiatan santri, kualitas pendidik yang bagus, keamanan lingkungan pondok pesantren; b) faktor penghambat; faktor internal, latar belakang keluarga santri dan adanya rasa malas dan bosan dalam diri santri; faktor eksternal, kurangnya pengawasan langsung oleh ustad-ustadzah, prasarana yang belum lengkap, lingkungan pondok yang tidak dipagari, adanya pengaruh teman di luar sekolah, dan kemajuan IPTEK). Kata Kunci : Pendidikan Karakter, Pondok Pesantren
IMPLEMENTASI PELATIHAN KETERAMPILAN MENJAHIT PADA WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA KARAWANG Irene Febie Cynthia; Ahmad Syahid; Ratna Sari Dewi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17623

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan proses pelatihan keterampilan menjahit pada warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang. (2) Mendeskripsikan hasil keterampilan warga binaan setelah mengikuti pelatihan menjahit di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang. Subyek penelitian ini terdiri dari 5 orang narasumber yang terdiri dari 1 orang pembina pelatihan menjahit, 1 orang tutor pelatihan menjahit dan 3 orang peserta pelatihan menjahit. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu persiapan/pra lapangan, lapangan dan analisis data. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pelatihan menjahit memfokuskan minat warga binaan yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilanya dimana hasil pelatihan ini warga binaan memiliki bekal di masyarakat sehingga tidak terjadinya recidive. Untuk Aspek-aspek yang dinilai dalam pelatihan ini dilihat dari; kesan umum warga binaan, pemahaman gambar, penyelesaian, kerapihan dan konsisten. (2) Hasil keterampilan warga binaan setelah mengikuti pelatihan menjahit bertambah dari segi pengetahuan, keterampian maupun sikap. Seperti warga binaan lebih mengetahui mengenai pembuatan pola-pola juga mengatahui berbagai macam bahan serta ahli dalam menghasilkan pakaian yang berkualitas, selain itu warga binaan menjadi disiplin dan bertanggung jawab.Kata kunci : Pelatihan Menjahit, Keterampilan, Warga Binaan
MANAJEMEN PELATIHAN DESAIN GRAFIS KEJURUAN TIK DI UPTD BALAI LATIHAN KERJA (BLK) DISNAKERTRANS KABUPATEN KARAWANG Sindi Wulan; Dayat Hidayat; Ahmad Syahid
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan pelatihan desain grafis kejuruan TIK di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Karawang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Penelitian ini dilakukan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans Kabupaten Karawang. Adapun subjek penelitiannya yaitu sumber informasi yang terdiri dari tiga orang diantaranya satu orang instruktur pelatihan, satu orang asisten instruktur pelatihan, dan satu orang staf TU BLK, dan sumber informan yang terdiri dari dua orang peserta pelatihan. penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahap-tahap penelitian menggunakan tahap orientasi, tahap eksplorasi, dan tahap member check. Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian manajemen pelatihan desain grafis terbagi menajdi 4 tahap. Tahap perecanaan, dimulai dari penerimaan jumlah paket lalu dibuatkan perencanaan, perencanaan pertahun dan perencanaan pertengahan tahun. Pengorganisasian, dilakukan diawal terbentuknya pelatihan dan untuk selanjutnya tidak pernah diorganisasi lagi, terdiri atas satu orang instruktur, satu orang asisten instruktur dan 16 orang peserta pelatihan dalam satu angkatan. Pelaksanaan, berlangsung lebih kurang selama satu bulan, mempelajari 5 materi yang mengacu kepada kurikulum SKKNI, seluruh kebutuhan selama proses pelatihan berlangsung disediakan oleh pihak BLK. Pengawasan, dilakukan oleh BLK pusat kecenderungan tidak intens, pengawasan oleh instruktur dalam proses pembelajaran. Kesimpulan program pelatihan lebih dominan praktek dan telah berjalan sebagaimana mestinya. Saran adanya penggantian atau penambahan untuk komputer dan laptop. Kata Kunci : Manajemen, Pelatihan desain grafis, BLK
PERAN ORANG TUA DALAM MENGATASI NOMOPHOBIA PADA ANAK USIA DINI SAAT MASA PANDEMI COVID-19 DI biMBA AIUEO KOTA BEKASI Zahra Kambali; Ahmad Syahid; Ratna Sari Dewi
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v7i2.17624

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui hasil peran orang tua dalam mengatasi nomophobia pada anak usia dini. (2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menghadapi anak usia dini yang nomophobia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang tua peserta didik, 1 orang ketua lembaga dan 1 orang guru.  Data penelitian didapatkan melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran orang tua cukup baik dengan melakukan perannya sebagai fasilitator, motivator, pembimbing, (2) faktor pendukung dalam mencegah dan mengurangi nomophobia dengan diajarkan membaca, menulis, berhitung dan bermain edukasi, dan (3) faktor penghambat dalam menghadapi anak yang sudah terkena nomophobia, yaitu dengan kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak. Kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa peran orang tua sangat penting dalam mengatasi nomophobia saat pandemi covid-19. Serta adanya  faktor pendukung dari sekolah dalam mencegah dan mengurangi nomophobia. Saran agar orang tua dapat mengajak anak untuk selalu berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan sekitar, lembaga selalu memberikan motivasi serta meningkatkan fasilitas dalam mencegah dan mengurangi nomophobia pada anak usia dini, peneliti untuk mengkaji lebih banyak sumber maupun referensi yang terkait dengan peran orang tua maupun nomophobia pada anak agar hasil penelitian berikutnya lebih baik.Kata Kunci: Peran Orang tua, Nomophobia, Anak usia dini, Covid-19