cover
Contact Name
Siti Maryam Munjiat
Contact Email
sitimaryammunjiat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sitimaryammunjiat@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Al Tarbawi Al Haditsah
ISSN : 24076805     EISSN : 25806505     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Al-Tarbawi Al-Haditsah : Jurnal pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi penerbitan 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. fokus kajian bertemakan pendidikan agama islam dari beragam aspek, baik metode dan teknik Pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. AL-TARBAWI AL-HADITSAH menganut standar publikasi berkala ilmiah nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016)" : 10 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TASAWUF Suteja Suteja
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1225

Abstract

Sebagian masyarakat di kota-kota besar sekarang ini, mereka mulai tertarik untuk mempelajari dan mempraktikkan pola hidup sufistik.Hal ini dapat dilihat dari banjirnya buku-buku tasawuf di tokok-toko buku, bermunculannya kajian-kajian tasawuf dan maraknya tayangan-tayangan, televisi dan radio.Fenomena ini menunjukkan bahwa ternyata agama telah dibawa untuk hidup di wilayah industri dan digitalisasi. Kitab suci masuk ruang internet, diolah ke dalam MP3, pesantren virtual, dan lain-lain.Fenomena ini makin menarik dikaji mengingat betapa pongahnya masyarakat modern ketika puncak kehidupannya yang rasional, empiris telah membawa mereka ke puncak peradaban.Peradaban modern yang berkembang di Barat sejak zaman renaissance adalah sebuah eksperimen yang telah mengalami kegagalan sedemikian parahnya, sehingga umat manusia menjadi ragu akan pertanyaan apakah mereka dapat menemukan cara-cara lain di masa yang akan datang.Akibat dari fenomena di atas, masyarakat Barat, yang sering digolongkan the post industrial society, suatu masyarakat yang telah mencapai tingkat kemakmuran materi sedemikian rupa dengan perangkat teknologi yang serba mekanis dan otomat. Bukannya semakin mendekati kebahagian hidup, melainkan sebaliknya, kian dihinggapi rasa cemas  akibat kemewahan hidup yang diraihnya. Mereka telah menjadi pemuja ilmu dan teknologi, sehingga tanpa disadari integritas kemanusiaannya tereduksi, lalu terperangkap pada jaringan sistem rasionalitas teknologi yang sangat tidak human.Faktor yang paling penting dalam membangun dan membuat identitas muslim masa kini adalah system pendidikan Islam tradisional, sepeti yang diteladankan kaum sufi.  Indonesia mencatat betapa besar pengaruh tasawuf kedalam dunia pendidikan sebelum masa kemerdekaan.Pengaruh tasawuf sudah sejak lama memasuki lembaga-lembaga pendidikan seperti Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Jami’at Khair, Madrasah al-Khaerat, Nahdhatul Ulama dan Pesantren.Kini saatnya Lembaga Pendidikan Islam mensosialisasikan dan menginternasikan  dimensi batiniah Islam kepada peserta didik (murid, tholib) sebagai alternatif.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Tasawuf, Manusia Modern
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWAPADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS II MI AL HIDAYAH GUPPI KOTA CIREBON Aceng Jaelani
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1230

Abstract

Medium of learning is one of the external factors that need to be considered by a teacher in order to obtain optimal student learning outcomes. With the use of media images in the learning process, the material is expected to be delivered to students in Arabic can be easily understood and students can easily memorize vocabulary in Arabic, which in turn can result yan learn the maximum. The process of learning Arabic at Al Hidayah GUPPI MI Cirebon in general has been an interaction between teachers and students that is based on the lesson plan, so the learning activities running properly. But sometimes the teacher is less effective and efficient use of instructional media, but it is often found students who are not paying attention in class. So that student learning outcomes is not maximized.The purpose of this research is 1) To know the use of media images in the learning process. 2) To determine student learning outcomes in subjects Arabic. 3) To know the influence of media images to the learning outcomes of students in the subjects of Arabic at Al Hidayah class II MI GUPPI Cirebon. The method used in this research is quantitative method. This quantitative research design using Pre-Experimental Design with her form that is one-group pretest-posttest design. The use of media images in class II MI Al Hidayah GUPPI Cirebon according to research results, including the excellent category with a percentage of 91% in may have been among the categories of 81% - 100%. Level learning outcomes of students of class II MI Al Hidayah GUPPI Cirebon city of 39 respondents in the category fairly with the average pretest score of 54.84, and a mean value of 75.90 rataposttest in both categories. The use of media images have a positive influence on student learning outcomes by 62% and 38% of student learning outcomes are influenced by other factors.Keywords: Media Images, Learning Outcomes, Arabic.
KONSEP PESERTA DIDIK MENURUT AL-GHAZALI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PRAKTEK PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN AL-MUTAWALLY DESA BOJONG KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Iwan Ridwan Maulana
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1245

Abstract

Dunia pendidikan adalah dunia yang sangat dinamis, selalu bergerak, selalu terjadi perubahan dan pembaharuan.Dewasa ini peserta didik di hadapkan pada problem globalisasi semakin cepat. Godaan duniawi yang menawarkan beragam kemewahan dan keserakahan juga sudah nampak di depan mata.Ajaran yang ditekuni pesantren adalahsumber nilai, berfungsi sebagai pengembangan moral.Salah satu tantangan pesantren adalah menjaga nilai-nilai moral yang dihadapkan dengan hantaman globalisasi yang mewujud dalam ilmu dan teknologi. Entah seperti apa jadinya apabila pesantren kehilangan keampuhannya dalam menunaikan tugas moral. Sebab sebagai sumber nilai, ajaran yang di tekuni pesantren adalah berfungsi sebagai pengembangan moral.Tujuan dari penelitian ini adalahmenganalisis dan mendeskrifsikan tentang konsep peserta didik menurut Al-Ghazali, serta implikasinya terhadap praktek pendidikan di Pesantren. Penelitian ini di lakukan agar kita faham mengenai pandangan Al-Ghazali.Peserta didik adalah orang yang sedang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis, pertumbuhan dan perkembangan merupakan ciri dari seseorang peserta didik yang perlu bimbingan dari seorang pendidik. Manusia harus sadar akan potensi rohani yang dimilikinya karena puncak kebutuhan manusia adalah mencintai dan dicintai Tuhan.Al-Ghazali seorang pemikir muslim yang masyhur dan sering disebutsebagai Hujjatul Islam. Pendidikan dijadikannya sebagai taqarub ila Allah tanpa alasan lain lagi kecuali satu. Dari pemikiran Al-Ghazali ini akan terllihat bagaimana mengontrol potensi rohani peserta didik agar terkontrol dalam perjalanan mencari ilmu pengetahuan yang kaya akan nilai.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik sebagai berikut: observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Kemudian dianalisis dan disajikan dengan penulisan deskriptif.Proses pendidikan yang terjadi di pondok pesantren Al-mutawally, merupakan produk dari konsep peserta didik Al-Ghazali. Penanaman nilai yang utama. Memahami bahwa kehidupan dunia hanya sementara, meyakinkan kehidupan akhirat benar-benar ada. Sesuai dengan tujuan yang di pedomkan oleh pondok, manusia yang menjadikan hidup tak sekedar hidup, hidup manusia harus memberikan manfa’at bagi semua umat. Semua ilmu di ajarkan sesuai dengan tuntutan zaman, namun tak menghilangkan esensi keagamaan. Madrasah terpadu memperhatikan dan memelihara keaslian belajar mengajar yang sudah menjadi tradisi, yaitu didasari karena Allah SWT, dan dilandasi dengan keikhlasan, kesederhanaan, kebersamaan, kebebasan, dan kemandirian.Kata Kunci : Peserta Didik, Al Ghozali, Pendidikan
PENDIDIKAN AKHLAK TERPUJI MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA BEKARAKTER Iwan Iwan
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1226

Abstract

Ajaran Islam adalah ajaran yang bersumber pada wahyu Allah, Al-Qur’an ‎dalam penjabarannya terdapat pada hadis Nabi Muhammad SAW. Masalah ‎akhlak dalam Islam mendapat perhatian yang sangat besar. Berdasarkan ‎bahasa, akhlak berarti sifat atau tabiat. Berdasarkan istilah, akhlak berarti ‎kumpulan sifat yg dimiliki oleh seseorang yang melahirkan perbuatan baik ‎dan buruk.‎Konsep Akhlak menurut Al-Ghazali adalah sifat yg tertanam dalam jiwa ‎seseorang, darinya lahir perbuatan yang mudah tanpa pertimbangan pikiran ‎terlebih dahulu. Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam segala ‎aspek kehidupan. Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya ‎‎(vertikal) dalam bentuk ritual keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama ‎manusia (horizontal) dan juga sifat serta sikap yang terpantul terhadap ‎semua makhluk (alam semesta).‎Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat ‎pada diri Nabi Muhammad SAW karena sifat-sifat dan perangai yang ‎terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan ‎uswatun hasanah (contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin.‎Kata Kunci: Akhlak Mulia, Faktor dan Metode Pembelajaran Akhlak
METODE AMTSAL; METODE AL-QURAN MEMBANGUN KARAKTER Mahbub Nuryadien
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1227

Abstract

Amtsal dalam al Qur’an merupakan visualisasi yang abstrak yang dituangkan dalam berbagai ragam kalimat dengan cara menganalogikan sesuatu dengan hal yang serupa dan sebanding, maka untuk dapat memahaminya secara baik dan benar memerlukan pemikiran yang cermat dan mendalam serta harus ditopang dengan penguasaan stilitik (ilmu Balaghah).Selain itu juga, ketika Allah membuat perumpamaan-perumpamaan di dalam al Qur’an bagi manusia, kadang-kadang menggunakan bentuk jama’ (amtsal) dan kadang-kadang menggunakan bentuk mufrad (matsal) dalam beberapa ayat dan surat. Kedua bentuk tersebut kadang-kadang pula digunakan secara bersamaan dalam satu ayat, yang tujuanya untuk menampilkan hal ihwal kebenaran atau menunjukan betapa pentingnya pesan yang terkandung di dalamnya. Disamping itu juga matsal digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang sangat mendasar dan bersifat abstrak. Cara seperti ini dapat ditemukan, misalnya, ketika al Qur’an menjelaskan ke-Esaan Allah dan orang-orang yang meng-Esakan Allah, tentang kemusyrikan dan orang-orang musyrik, serta tentang perbatan-perbuatan mulia.Masalah-masalah tersebut diungkapkan melalui perumpama-an yang bersifat konkrit (hissi) yang dimaksudkan untuk menjelaskan dan menegaskan makna pesan yang terkandung di dalamnya. Dengan menggunakan perumpamaan yang konkrit tersebut, para pendengar dan pembaca akan merasakan seolah-olah pesan yang disampaikan terlihat langsung. Kata Kunci: Metode Amtsal, Metode Al-Qur’an, Pendidikan Karakter 
UPAYA PENGURUS MAJELIS TA’LIM AL-AFSHOH RIJALUL GHOD MELALUI KEGIATAN-KEGIATAN KEAGAMAAN DALAM PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA USIA 15-18 TAHUN DI KELURAHAN KENANGA KECAMATAN SUMBER KABUPATEN CIREBON Ibnu Nadzir; Nawawi Nawawi; Akhmad Affandi
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1242

Abstract

Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod memiliki peranan yang sangat signifikan melalui kegiatan-kegiatanya dalam penanggulangan kenakalan remaja, seperti pergaulan bebas di kalangan remaja, pacaraan bebas, tawuran, geng motor brutal dan tindakan yang tidak menyenangkan lainnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam menanggulangi kenakalan remaja. serta hambatan-hambatan dalam menanggulangi kenakalan remaja tersebut.Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik yaitu melakukan observasi, studi pustaka, serta wawancara dilakukan dengan mengadakan Tanya jawab langsung bersama nara sumber yaitu pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya pengurus Majelis Ta’lim Al-Afshoh Rijalul Ghod dalam penanggulangan kenakalan remaja di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sumber  Kabupaten Cirebon dengan cara memperbanyak Sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat, Dukungan Tokoh Agama dan Shalat Berjama’ah, Dzikir, Melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan bagi remaja seperti, Tadarus Al-Qur’an, Kajian Kitab kuning, Markhabanan Keliling (Marhaling), Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), dan Kegiatan Bulan Ramadhan. Kata Kunci: Majelis Ta’lim, Kegiatan-Kegiatan Keagamaan, Penanggulangan Kenakalan Remaja. 
FLEKSIBILITAS KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN: UPAYA MENCIPTAKAN BUDAYA SEKOLAH YANG BERKARAKTER Abdul Ghofar
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1228

Abstract

Kepemimpinan (leadership) adalah kemampuan untuk menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membina, membimbing, melatih, menyuruh, memerintah, melarang, dan bahkan menghukum dengan maksud agar manusia sebagai bagian dari organisasi mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan dirinya sendiri maupun organisasi secara efektif dan efisien. Dalam konteks nilai dan norma sosial, tugas pemimpin adalah membuat organisasi sebagai suatu sistem sosial yang menyenangkan bagi anggota organisasinya, organisasi menjadi satu tempat berinteraksi dan aktualisasi diri bagi anggotanya. Dalam konteks lembaga pendidikan, peran kepemimpinan dilaksanakan oleh kepala sekolah. Sehingga kepemimpinan pendidikan adalah proses mempengaruhi semua personel yang mendukung pelaksanaan aktivitas pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempegaruhi personal di lingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar mereka melalui usaha kerjasama, mau bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Kepemimpinan Pendidikan, Budaya Berkarakter
PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) ANAK KELUARGA PENGEPUL BARANG BEKAS USIA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) DI DESA LEMAHTAMBA KECAMATAN PANGURAGAN KABUPATEN CIREBON Ibnu Zaelani Mukhlisin
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1243

Abstract

Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Anak Keluarga Pengepul Barang Bekas Usia Sekolah Menengah Pertama(SMP) Di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon Perkembangan zaman sangatlah berjalan dengan cepat begitu juga dalam kehidupan sosial ekonomi di Desa Lemahtamba, mayoritas penduduk desa bermata pencaharian sebagai Pengepul barang bekas. Omset atau pendapatan yang didapat sangat menguntungkan.Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon, dimana remaja seakan-akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya mereka tengah mengalami prestasi pendidikan yang baik, hal ini tercermin dari kurangnya interaksi di kalangan remaja baik dengan teman, masyarakat terutama orang tua, kurangnya dorongan orang tuasebagai pengepul barang bekas terhadap anaknya dalam kegiatan-kegiatan belajar yang ada di lingkungan sekitar, bahkan mereka kurang memperhatikan pendidikan bagi anaknya, karena sibuk akan pekerjaan yang digelutinya. Tujuan dari penelitian ini yaitu : 1. Prestasi belajar anak keluarga pengepul barang bekas di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon.2. Pendapatan penghasilan Orang Tua Sebagai Pengepul Barang Bekas. 3. Hubungan orang tua pengepul barang bekas dengan anak usia sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Lemahtamba Kecamatan Panguragan Kabupaten Cirebon. Prestasi belajar anak akan terwujud jika terdapat dorongan atau rangsangan yang bisa juga dinamakan dengan motivasi yang ditimbul dari dalam diri individu itu sendiri atau dari luar baik dari teman, lingkungan masyarakat terutama orang tua itu sendiri..Pendapatan orang tua tidak menentu, dilihat dari hasil wawancara dari beberapa orang tua yang bekerja sebagai pengepul barang bekas mereka mengatakan bahwa pendapatan atau penghasilan yang didapat itu banyak atau sedikitnya tergantung jumblah dan jenis barang yang di dapatkan. Adapun kategori barang yang bagus dan harga jualnyapun mahal ataupun sebaliknya.Fenomena yang terjadi di Desa Lemahtamba dari hasil analisin data yang terkumpul mayoritas para orang tua yang orang tuanya sebagai pengepul barang bekas mereka kurang dalam memperhatikan anak-anaknya terutama tentang pendidikan dengan alasan mereka sibuk akan pekerjaannya yang dilakukan semenjak pagi hari hingga malam hari.Kata Kunci : Prestasi Belajar, PAI
BERPIKIR DALAM BELAJAR; MEMBENTUK KARAKTER KREATIF PESERTA DIDIK Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1229

Abstract

Kreativitas berkembang didasari oleh potensi yang ada pada diri individu dan ditunjang oleh pengalaman selama berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan kreativitas manusia semakin maju, begitu pula dalam dunia pendidikan dengan makin banyaknya hasil penemuan dan terobosan yang dihasilkan dari siswa. Masa remaja merupakan suatu periode kehidupan untuk memperoleh dan menggunakan pengetahuan secara efisien mencapai puncaknya dan telah mampu mewujudkan suatu keseluruhan dalam belajar yang merupakan hasil dari berfikir logis.Kreativitas mencakup kemampuan yang di cerminkan dalam kelancaran, dan keluwesan, orsinalitas untuk menciptakan inovasi sedangkan untuk mengembangkannya didasarikan pada potensi yang ada dalam diri seseorang khususnya siswa. Oleh karena itu setiap pengembangan kreativitas dapat di peroleh dari dirinya atau melalui pendidikan, pelatihan dan pengalaman, hal ini bertujuan untuk belajar kreatif dan mandiri terhadap siswa sehingga siswa dapat memecahkan masalahnya sendiri. Proses pengembangan ini ditunjang oleh pengalaman, interaksi dengan guru, teman dan lingkungan yang ada disekitarnya.Kata Kunci: Kreatifitas, Berpikir dan Belajar
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 7 KOTA CIREBON Intan Triana Chintiyatmi; Nurlela Nurlela; Mahfud Mahfud
Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruann, IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tarbawi.v1i1.1244

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan karakter dalam Kurikulum 2013 dianjurkan untuk menggunakan Pendekatan Ilmiah atau Pendekatan Scientific. SMP Negeri 7 Kota Cirebon merupakan salah satu sekolah yang dipercaya mampu menerapkan Kurikulum 2013 di tingkat SMP Kota Cirebon. Pada kenyataannya penerapan Pendekatan Scientific sudah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Akan tetapi hasil belajar yang dicapai oleh siswa masih kurang memuaskan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Penerapan Pendekatan Scientific pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, dan Pengaruh Penerapan Pendekatan Scientific terhadap Hasil Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Kota Cirebon.Pendekatan dalam pembelajaran memegang peranan penting yang dapat menentukan keberhasilan dari suatu  proses Pembelajaran. Pembelajaran menggunakan Pendekatan Scientific  terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu Mengamati, Menanya, Mengasosiasi, Menalar dan Mengkomunikasikan. Prinsip-prinsip yang terkandung dalam pendekatan Scientific diharapkan dapat memotivasi peserta didik sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan membawa dampak positif terhadap perubahan peserta didik serta hasil belajar peserta didik akan jauh lebih baik.Jenis Penelitian dalam Skripsi  ini adalah Penelitian Kuantitatif.  Teknik Perolehan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, angket dan tes. Sedangkan teknik Analisis data hasil penelitian dengan menggunakan rumus prosentase. Dan untuk mengetahui pengaruh antara variabel X dan variabel Y, maka digunakan rumus Korelasi Product Moment, Determination Correlation (DC) dan Hasil perhitungan   dibandingkan dengan  r tabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya Pengaruh Penerapan Pendekatan Scientific terhadap Hasil Belajar. Pengaruh tersebut berada dalam kategori Agak Rendah/Sedang. Hal ini dapat diketahui dari besarnya sebesar 0.475 yang terlatak antara 0,400 sampai dengan 0,600. Besarnya Pengaruh berdasarkan perhitungan KD (Koefesien Determinasi) adalah Sebesar 22,56% sedangkan sisanya 77,44% dipengaruhi oleh faktor-faktor  lainnya. Hasil uji Hipotesis pada tabel nilai-nilai “r” Product moment dapat diketahui pada taraf signifikansi 95% harga “r” adalah 0,308 dan pada taraf signifikansi 99% adalah 0,398. Karena robservasi “ro” lebih besar dari rtabel “rt”, baik pada taraf signifikansi 95% (0,475 > 0,308) ataupun 99% (0,475 > 0,398) artinya bahwa terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Scientific (X) terhadap Hasil Belajar (Y).Kata Kunci : Pendekatan Scientific, PAI

Page 1 of 1 | Total Record : 10