cover
Contact Name
Iche Andriyani Liberty
Contact Email
iche.aliberty@gmail.com
Phone
+6281215461615
Journal Mail Official
mksfkunsri@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Jl. Dr. Moehammad Ali Kompleks RSMH Palembang 30126, Indonesia Telp. 0711-316671, Fax.: 0711-316671 Email:mksfkunsri@gmail.com
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Majalah Kedokteran Sriwijaya
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08523835     EISSN : 26850486     DOI : https://doi.org/10.36706/mks.v52i4
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Sriwijaya (MKS) is published by Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya since 1962. MKS is a peer-reviewed, multidisciplinary and scientific journal which publishes all areas regarding medical sciences. The covered research areas as follows : Microbiology Pathology Surgery Ophthalmology Gynecology and Obstetrics Psychiatry Anesthesia Pediatrics Orthopedics Anatomy Physiology Biochemistry Pharmacology Biophysics Endocrine and Metabolism Mental Health Forensic Medicine Medical Education Research Methodology Medical Ethics Nursing Community Medicine Public Health
Articles 229 Documents
Nilai Diagnostik Leprosy Rapid Test untuk Menegakkan Diagnosis Morbus Hansen Silvi Suhardi; Athuf Thaha; Rusawardiana Rusawardiana; R.M. Suryadi Tjekyan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v47i1.2739

Abstract

Morbus Hansen (MH) masih merupakan masalah kesehatan serius. Gambaran klinis MH yang luas menyebabkan diagnosis MH sulit dibangun. Penegakan diagnosis MH secara akurat penting dalam memutuskan rantai transmisi dan keterlambatan pengobatan. Leprosy rapid test (LRT) merupakan sarana diagnostik yang cepat dan sederhana untuk mendiagnosis MH secara akurat. Tujuan penelitian ini untuk menentukan nilai diagnostik LRT dalam mendiagnosis MH dibandingkan dengan slit skin smear (SSS) pada pasien presumtif MH di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSUPMH) Palembang. Uji diagnostik dengan rancangan potong lintang dilakukan dari  November 2014 hingga Februari 2015. Total 110 pasien presumtif MH yang berobat ke poliklinik Divisi Dermatologi Infeksi RSUPMH Palembang dan memenuhi kriteria inklusi diikutsertakan dengan metoda consecutive. Seluruh partisipan dilakukan pemeriksaan LRT, SSS dan histopatologi. Sensitivitas, spesifisitas, akurasi dan  area under curve of LRT secara signifikan lebih tinggi daripada SSS (98,1% vs 85,71%; 80% vs 60%; 97% vs 85% dan 0,890 vs 0,72; secara berurutan). Leprosy rapid test memberikan nilai diagnostik lebih tinggi secara signifikan dibandingkan SSS di RSUPMH Palembang. Leprosy rapid test dapat digunakan sebagai pengganti SSS sebagai pemeriksaan penunjang MH.
THE EFFECTIVITY OF BELIMBING WULUH FRUIT ETHANOLIC EXTRACT ON DECREASING 2-HOUR POST PRANDIAL BLOOD GLUCOSE LEVELS OF DIABETIC MALE RATS Devy Octarina; M Kamaluddin; Theodorus -
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/mks.v53i1.13086

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by blood glucose levels greater than normal - hyperglycemia (fasting blood glucose ? 126 mg / dl or post prandial blood glucose ? 200 mg / dl or blood glucose ? 200 mg / dl) caused by insulin deficiency and or insulin resistance. One way to control blood glucose levels can be done in a traditional way using natural ingredients. Belimbing wuluh fruits (Averrhoa bilimbi Lin.) has been widely used by the community because containing many active substances, including flavonoids. Flavonoids found in Belimbing wuluh fruit are dihydromyricetin. The purpose of this study was to assess the effectivity of belimbing wuluh fruit ethanolic extract on decreasing 2-hour post prandial blood glucose of male rats compared to acarbose. This type of study is in vivo laboratory experimental (pre and posttest only). The research was done from July to September 2020 in the Biochemistry Laboratory, Biotechnology Laboratory and Animal House, Faculty of Medicine, Sriwijaya University, Palembang. The population of study were white male rats. Statistical data analysis used SPSS version 22. Based on the results of the study, it was concluded that the ethanolic extract of belimbing wuluh fruit (Averrhoa bilimbi Linn.) was effective on decreasing 2-hour post prandial blood glucose levels of diabetic male white rats.
Hubungan Karakteristik Klinis dengan Gambaran Histopatologi Teratoma Ovarium di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2013-2015 Anggia Fabelita; Wresnindyatsih Wresnindyatsih; Amirah Novalia
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i3.8508

Abstract

Teratoma ovarium merupakan neoplasia sel germinal yang berasal dari sel germinal primordial dan tersusun dari tiga lapisan embrional, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm. Teratoma timbul dari suatu ovum setelah pembelahan meiosis dan berasal dari sel-sel totipoten. Teratoma dapat terbagi menjadi matur, immatur dan monodermal. Di Indonesia masih sangat sedikit penelitian mengenai teratoma ovarium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara usia, lateralitas dan ukuran tumor dengan gambaran histopatologi teratoma ovarium di RSUP Dr. Moh Hoesin Palembang. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan studi cross sectional. Sebanyak 65 sampel diambil secara consecutive sampling dari data rekam medik di Bagian Patologi Anatomi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang dari 1 Juni 2013 – 1 Juni 2015. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi square test dan Fisher’s exact test diolah dengan SPSS versi 22. Usia penderita teratoma ovarium tertinggi adalah kelompok usia 21-30 tahun yaitu 24 kasus (36,9%). Lateralisasi tumor teratoma ovarium terbanyak adalah unilateral kanan yaitu sebanyak 41 kasus (63,1%). Ukuran tumor teratoma ovarium terbesar adalah > 10 cm sebanyak 34 kasus (47,9%). Tidak terdapat hubungan antara usia dengan gambaran histopatologi teratoma ovarium (p=0,674). Tidak terdapat hubungan antara lateralisasi dengan gambaran histopatologi teratoma ovarium (p=0,455). Terdapat hubungan bermakna antara ukuran tumor dengan gambaran histopatologi teratoma ovarium (p=0,004). Tidak terdapat hubungan antara lateralitas dengan ukuran tumor teratoma ovarium (p=0,063).
Relationship of Patient’s Characteristic Nutritional, Status and Physical Activity with Hypertension in Elderly at Puskesmas Sako Palembang Dini Cahyani; Emma Novita; Phey Liana
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i1.8554

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit nomor 1 yang paling banyak dialami oleh para lansia dengan prevalensi 35,6% pada usia 45-54 tahun, 45,9% pada usia 55-64 tahun, 57,6%pada usia 65-74 tahundan 63,8%pada usia 75 tahun ke atas . Hipertensi merupakan penyakit kedua tertinggi di Kota Palembang. Beberapa penelitian menunjukkan terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi seperti karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, riwayat medis keluarga dan pendidikan), status gizi dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien, status gizi dan aktivitas fisik dengan hipertensi pada lansia.Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling insidental dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden yang merupakan pasien lansia?46 tahun  yang berobat di Puskesmas Sako Palembang. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-square dan Regresi Logistik Biner. Hasil analisis menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,006 dan 0,000 POR=7,25 dan 31,88), jenis kelamin (p=0,027 POR=2,87), riwayat keluarga (p=0,000 POR=11,3), pendidikan (p=0,000 dan 0,001 POR=24,37 dan 9,37), status gizi (p=0,000 POR= 11,43), aktivitas fisik(p=0,019 dan 0,002 POR=4,01 dan 6,07) dan hipertensi. Setelah diuji dengan regresi logistik biner didapatkan hasil bahwa riwayat medis keluarga, pendidikan dan status gizi merupakan faktor yang paling mempengaruhi terjadinya hipertensi. Terdapat hubungan yang signifikanantara usia, jenis kelamin, riwayat medis keluarga, pendidikan, status gizi, aktivitas fisikdengan hipertensi.  Faktor yang paling mempengaruhi hipertensi pada lansia adalah riwayat keluarga, pendidikan dan status gizi.
Hubungan Hasil Uji Tusuk Kulit Alergen Nyamuk Terhadap Keparahan Klinis Dermatitis Atopik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Indah Permata Sari; M.Athuf Thaha; Yuli Kurniawati; R.M. Suryadi Tjekyan
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i2.2689

Abstract

Dermatitis atopik (DA) merupakan inflamasi kulit yang kronik residif. Salah satu etiologi DA yaitu sensitisasi alergen. Alergi nyamuk disebabkan sensitisasi terhadap alergen nyamuk (protein saliva nyamuk) yang menimbulkan respon IgE spesifik sehingga dapat didiagnosis dengan uji tusuk kulit. Respon IgE spesifik diduga berperan terhadap keparahan klinis DA. Meneliti hubungan hasil uji tusuk kulit alergen nyamuk dengan keparahan klinis DA di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian observasional analitik laboratorik dengan rancangan penelitian potong lintang dilaksanakan mulai Agustus hingga Oktober 2011 di Poliklinik IKKK Divisi Alergo-Imunologi RSUP MH Palembang. Total pasien 80 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dipilih secara consecutive random sampling. Uji tusuk kulit alergen nyamuk dilakukan pada semua pasien kemudian dinilai keparahan klinis berdasarkan Scoring Atopic Dermatitis (SCORAD). Uji tusuk kulit alergen nyamuk yang positif ditemukan pada 75% pasien dan terdapat perbedaan proporsi hasil uji tusuk kulit alergen nyamuk pada berbagai tingkat keparahan klinis DA (p=0.000). Terdapat hubungan yang kuat antara hasil uji tusuk kulit alergen nyamuk dengan keparahan klinis DA (p=0.000). SCORAD dapat diprediksi menggunakan rumus regresi ganda 16.394 + (4.792 x hasil uji tusuk kulit alergen nyamuk). Alergi nyamuk mempengaruhi keparahan klinis DA.
PROFIL PENDERITA KEMOTERAPI YANG MENDERITA POLINEUROPATI DI RSUP MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE 01 JANUARI 2017 SAMPAI DENGAN 30 MARET 2017 Muhammad Hasnawi Haddani; Nursaenah Karindang
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9192

Abstract

Polineuropati adalah suatu keadaan yang ditandai dengan gangguan fungsi dan  atau  struktur yang mengenai banyak saraf tepi, bersifat simetris dan bilateral ditandai dengan  gejala seperti  rasa kesemutan, mati rasa dan nyeri terbakar. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan timbulnya polineuropati antara lain penggunaan obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita kemoterapi yang menderita polineuropati di RSUP Mohammad Hoesin Palembang periode 01 januari 2017 sampai dengan 31 maret 2017. Penelitian cross sectional dengan  menggunakan data primer berbasis rumah sakit dari penderita yang diperiksa dipoli ENMG RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang dalam rentang waktu 1 januari 2017 hingga 31 maret  2017. Dari 52 subyek yang mendapatkan kemoterapi didapatkan 32 subyek yang menderita polineuropati akibat kemoterapi, Proporsi angka kejadian polineuropati sebesar 60,1%. Prevalensi penderita polineuropati pada pasien kemoterapi paling besar pada penggunaan obat kemoterapi kombinasi (84.5%). Penelitin ini didapatkan gambaran 12 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat kombinasi, 2 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat anti metabolit, 1 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat Targeting terapi.  13 subyek dengan TCSS sedang yang menggunakan obat kombinasi, 2 subyek dengan TCSS sedang yang menggunakan obat platinum, dan 2 subyek dengan TCSS berat yang menggunakan obat kombinasi. Dua belas subyek dengan TCSS ringan yang menderita polineuropati axonal demielinating dan 3 subyek normal. Empat belas subyek dengan TCSS sedang yang menderita polineuropati axonal demielinating dan 1 subyek normal. Dua subyek dengan TCSS berat semua menderita polineuropati axonal demielinating.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Infertilitas pada Wanita di Klinik Fertilitas Endokrinologi Reproduksi Anastasia Oktarina; Adnan Abadi; Ramli Bachsin
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v46i4.2722

Abstract

Infertilitas adalah kegagalan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Secara global diperkirakan adanya kasus infertilitas pada 8-10% pasangan. Infertilitas dikategorikan menjadi dua yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Tingginya persentase faktor wanita yang menyebabkan infertilitas serta berdasarkan data terdapat beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas pada wanita maka peneliti tertarik untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi infertilitas pada wanita. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional (potong lintang) berdasarkan data sekunder,  yaitu rekam medik. Mayoritas (71%) wanita infertil dalam penelitian ini berada pada rentang umur 25-35 tahun. Sebanyak 66.1% wanita infertil merupakan wanita karir. Rata-rata wanita infertil (69.4%) berdomisili di Palembang. Mayoritas wanita infertil (61.3%) mengalami infertilitas lebih dari tiga tahun. Berdasarkan jenis infertilitas, sebanyak 79% merupakan infertilitas primer. Jenis pemeriksaan lanjutan yang paling banyak dilakukan adalah pemeriksaan USG dan Laparoskopi diagnostik. Endometriosis (25.6%) dan mioma uteri (20.2%) merupakan jenis penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada wanita infertil. Jenis tatalaksana terbanyak yang dilakukan adalah dengan tindakan operatif (55%). Sebagian besar wanita infertil yang menjadi sampel dalam penelitian ini merupakan wanita infertil jenis infertilitas primer yang berumur 25-35 tahun dengan lama infertil diatas tiga tahun. Penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada wanita infertil adalah endometriosis dan mioma uteri.
COMPARISON OF POST OPERATIVE EPIDURAL ANALGESIA EFFECT USING CONTINUOUS 0.125% BUPIVACAINE WITH BOLUS 3 MG MORPHINE ON INSULIN LEVELS IN PATIENT UNDERGOING LOWER LIMB SURGERY Yovalina R; Zulkifli Zulkifli; Zainal R; Erial Bahar
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i3.12511

Abstract

The procedure for lower limb surgery is one of the major and long-standing operations. Surgical trauma stimulates the stress response of surgery. The surgical stress response will interfere with stress hormones including insulin. Insulin is an anabolic hormone that is important in the body and has a role in the process of wound healing. Previous studies have shown insulin levels to correlate with increased surgical stress and the type of anesthesia given. This study analyzed differences insulin levels in bupivacaine 0,125% with morphine 3 mg and to compare the analgesia effect of continuous bupivacaine 0,125% with 3 mg morphine epidural in postoperative lower extremity assessed from insulin levels. A retrospective cohort study taken from secondary data from previous studies and their medical records at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Statistical analysis used STATA 15th edition. Wilcoxon showed that there was a significant difference in 0,125% bupivacaine group on insulin leves after 12th hours postoperative (p<0.05). Man-Whitney showed that there was no significant difference between the 0,125% bupivacaine with 3 mg morphine on insulin levels postoperative lower extremity after 6th hours, 6th and 12th hours and after 12th hours (p>0.05). In this study, there was no significant difference between the 0,125% bupivacaine with 3 mg morphine on insulin levels
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Kejadian Kanker Payudara pada Pasien di Poliklinik Bedah Onkologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada September – Oktober 2016 Karisya Tri Andini; Nur Qodir; Mutiara Budi Azhar
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v49i1.8322

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian wanita di seluruh dunia.Terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi terjadinya kanker payudara, salah satunya penggunaan kontrasepsi hormonal jangka panjang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker payudara pada pasien di Poliklinik Bedah Onkologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada September–Oktober 2016.Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien di Poliklinik Bedah Onkologi RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang pada September-Oktober 2016 dengan sampel minimal sebanyak 146 sampel. Data diolah dengan SPSS dan dianalisis menggunakan uji Chi-square.Pada penelitian ini ditemukan 50,7% kasus kanker payudara. Pengguna kontrasepsi oral 23,9%, injeksi 1 bulan 28,3%, injeksi 3 bulan 28,7%, dan implan 19,1%. Dari hasil analisis bivariat uji Chi-squareditemukan hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal(p=0,000), oral(p=0,026), injeksi 3 bulan(p=0,035), implan(p=0,035) lebih dari lima tahun dengan kejadian kanker payudara. Tidak ada hubungan penggunaan kontrasepsi injeksi 1 bulan lebih dari lima tahun dengan kejadian kanker payudara(p=0,465). Terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal, oral, injeksi 3 bulan, dan implan lebih dari lima tahun dan tidak terdapat hubungan penggunaan kontrasepsi injeksi 1 bulan lebih dari lima tahun dengan kejadian kanker payudara. 
Comparison of Blood Pressure and Blood Glucose Levels in Chronic Kidney Failure Patients Before and After Hemodialysis Treatment in RSMH Palembang Opel Berlin; Liniyanti D Oswari; Susilawati Susilawati
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i2.8540

Abstract

Gagal ginjal kronik ditandai dengan menurunnya fungsi ginjal secara ireversibel yang telah berlansung lebih dari tiga bulan dengan nilai laju filtrasi glomerulus kurang dari 15 ml/menit/1,73m2. Hemodialisis merupakan salah satu terapi pengganti ginjal yang paling sering dilakukan, namun hemodialisis memiliki komplikasi terhadap perubahan tekanan darah dan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tekanan darah dan kadar gula darah pada pasien gagal ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisis di unit hemodialisis RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain longitudinal menggunakan pengukuran berulang. Subjek penelitian adalah 74 pasien gagal ginjal kronik yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh melalui data primer (pengukuran dan wawancara) dan dianalisis menggunakan Paired T-Test dan Wilcoxon. Rata-rata tekanan darah sebelum hemodialisis adalah 150,14 ± 30,045 mmHg (sistolik) dan 83,99 ± 16,469 mmHg (diastolik) serta sesudah hemodialisis adalah 159,66 ± 33,570 mmHg (sistolik) dan 86,35 ± 15,534 mmHg (diastolik). Rata-rata kadar gula darah sebelum hemodialisis adalah 161,61 ± 80,750 mg/dl serta sesudah hemodialisis adalah 131,51 ± 49,430 mg/dl. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan perbandingan tekanan sistolik yang signifikan (p = 0,007), sedangkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbandingan diastolik yang tidak signifikan (p = 0,193) dan perbandingan kadar gula darah yang signifikan (p = 0,000). Terdapat perbandingan tekanan darah sistolik yang signifikan, tekanan darah diastolik yang tidak signifikan, dan kadar gula darah yang signifikan sebelum dan setelah hemodialisis pada pasien gagal ginjal kronik di RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 55, No 1 (2023): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 4 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 3 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 2 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 54, No 1 (2022): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 3 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 2 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 53, No 1 (2021): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 4 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 3 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 1 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 4 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 2 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 1 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 4 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 3 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 2 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 50, No 1 (2018): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 4 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 3 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 2 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 49, No 1 (2017): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 2 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 47, No 1 (2015): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 4 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 3 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 2 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 46, No 1 (2014): Majalah Kedokteran Sriwijaya More Issue