Muhammad Hasnawi Haddani
Department Neurology, Faculty Of Medicine, Universitas Sriwijaya

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Karakteristik, Hiperglikemi, dan Kerusakan Saraf Pasien Neuropati Diabetik di RSMH Palembang Periode 1 Januari 2013 Sampai Dengan 30 November 2014 Suri, Muthiah Hasnah; Haddani, Hasnawi; Sinulingga, Sadakata
JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Vol 2, No 3 (2015): OKTOBER 2015
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuropati diabetik merupakan komplikasi tersering dari penyakit diabetik. Faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya neuropati diabetik adalah lamanya menderita DM, pertambahan usia, jenis kelamin, dan hiperglikemi. Kerusakan saraf pada neuropati diabetik dapat diketahui dengan pemeriksaan ENMG. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik, hiperglikemi, dan kerusakan saraf pada pasien neuropati diabetik berdasarkan pemeriksaan ENMG. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 63 sampel diambil dari rekam medis dan hasil pemeriksaan ENMG pasien neuropati diabetik di RSMH Palembang periode tahun 2013-2014. Hasil didapatkan penderita neuropati diabetik perempuan 32 orang (50,8%), laki-laki 31 orang (49,2%), usia <55 tahun 25 orang (39,7%), usia >55 tahun 38 orang (60,3%), lama menderita DM <5 tahun 13 orang (20,63%), lama menderita DM >5 tahun 50 orang (79,37%), kadar HbA1C <8 31 orang (49,21), dan kadar HbA1C >8 32 orang (50,79%). Kerusakan saraf tipe axonal-demyelinating 44 orang (69,8%) dan tipe demyelinating 19 orang (30,2%). Tidak ada hubungan antara usia dan kerusakan saraf (p=0,796). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan kerusakan saraf (p=0,066). Tidak ada hubungan antara lama menderita DM dan kerusakan saraf (p=0,169). Ada hubungan antara kadar HbA1C dan kerusakan saraf (p=0,045; OR 3,13; CI95% 1,002-9,774). Kesimpulan didapatkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lamanya menderita DM dan kerusakan saraf. Ada hubungan hiperglikemi dan kerusakan saraf.
Hubungan Karakteristik, Hiperglikemi, dan Kerusakan Saraf Pasien Neuropati Diabetik di RSMH Palembang Suri, Muthiah Hasnah; Haddani, Hasnawi; Sinulingga, Sadakata
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/BJI.V4I1.7957

Abstract

Neuropati diabetik merupakan komplikasi tersering dari penyakit diabetik. Faktor risiko yang mempengaruhi timbulnya neuropati diabetik adalah lamanya menderita DM, pertambahan usia, jenis kelamin, dan hiperglikemi. Kerusakan saraf pada neuropati diabetik dapat diketahui dengan pemeriksaan ENMG. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik, hiperglikemi, dan kerusakan saraf pada pasien neuropati diabetik berdasarkan pemeriksaan ENMG. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Sebanyak 63 sampel diambil dari rekam medis dan hasil pemeriksaan ENMG pasien neuropati diabetik di RSMH Palembang periode tahun 2013-2014. Hasil didapatkan penderita neuropati diabetik perempuan 32 orang (50,8%), laki-laki 31 orang (49,2%), usia <55 tahun 25 orang (39,7%), usia >55 tahun 38 orang (60,3%), lama menderita DM <5 tahun 13 orang (20,63%), lama menderita DM >5 tahun 50 orang (79,37%), kadar HbA1C <8 31 orang (49,21), dan kadar HbA1C >8 32 orang (50,79%). Kerusakan saraf tipe axonal-demyelinating 44 orang (69,8%) dan tipe demyelinating 19 orang (30,2%). Tidak ada hubungan antara usia dan kerusakan saraf (p=0,796). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan kerusakan saraf (p=0,066). Tidak ada hubungan antara lama menderita DM dan kerusakan saraf (p=0,169). Ada hubungan antara kadar HbA1C dan kerusakan saraf (p=0,045; OR 3,13; CI95% 1,002-9,774). Kesimpulan didapatkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lamanya menderita DM dan kerusakan saraf. Ada hubungan hiperglikemi dan kerusakan saraf.
Karakteristik Penderita Polineuropati Akibat Penggunaan Fenitoin di Poliklinik Saraf RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Handayani, Sri; Veny, Veny; Haddani, Hasnawi; Marisdina, Selly; Bahar, Erial
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 1 (2019): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.947 KB)

Abstract

Fenitoin merupakan antikonvulsi yang sering digunakan untuk mengobati kejang umum tonik-klonik, kejang parsial, dan status epileptikus. Salah satu efek samping dari penggunaan fenitoin adalah polineuropati. Di Indonesia sendiri, belum ada data mengenai kejadian polineuropati akibat penggunaan fenitoin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita polineuropati secara klinis maupun elektrofisiologi pada pengguna fenitoin yang berobat ke Poliklinik Saraf RSMH Palembang periode Januari 2017 sampai Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional pada 23 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dari bulan Januari 2017 – Maret 2017. Dilakukan analisis univariat untuk melihat distribusi sampel penelitian, analisis bivariat chi-squareuntuk menilai hubungan antara polineuropati dengan variabel independen, dan untuk melihat faktor–faktor yang berhubungan dengan terjadinya polineuropati secara terintegrasi dilakukan analisis logistik regresi. Proporsi kejadian polineuropati secara klinis pada pengguna fenitoin di Poliklinik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang sebesar 26,1%, sedangkan proporsi kejadian polineuropati secara elektrofisiologi sebesar 30,4%. Penelitian ini menunjukkan bahwa banyaknya antikonvulsi yang digunakan dan durasi penggunaan fenitoin berhubungan dengan kejadian polineuropati.
Hubungan Karakteristik, Hiperglikemi, dan Kerusakan Saraf Pasien Neuropati Diabetik di RSMH Palembang Muthiah Hasnah Suri; Hasnawi Haddani; Sadakata Sinulingga
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Neuropati diabetik merupakan komplikasi tersering dari penyakit diabetik. Faktor risiko yang mempengaruhitimbulnya neuropati diabetik adalah lamanya menderita DM, pertambahan usia, jenis kelamin, dan hiperglikemi.Kerusakan saraf pada neuropati diabetik dapat diketahui dengan pemeriksaan ENMG. Tujuan penelitian ini untukmenganalisis hubungan karakteristik, hiperglikemi, dan kerusakan saraf pada pasien neuropati diabetikberdasarkan pemeriksaan ENMG. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional.Sebanyak 63 sampel diambil dari rekam medis dan hasil pemeriksaan ENMG pasien neuropati diabetik di RSMHPalembang periode tahun 2013-2014. Hasil didapatkan penderita neuropati diabetik perempuan 32 orang (50,8%),laki-laki 31 orang (49,2%), usia <55 tahun 25 orang (39,7%), usia >55 tahun 38 orang (60,3%), lama menderita DM<5 tahun 13 orang (20,63%), lama menderita DM >5 tahun 50 orang (79,37%), kadar HbA1C <8 31 orang (49,21),dan kadar HbA1C >8 32 orang (50,79%). Kerusakan saraf tipe axonal-demyelinating 44 orang (69,8%) dan tipedemyelinating 19 orang (30,2%). Tidak ada hubungan antara usia dan kerusakan saraf (p=0,796). Tidak adahubungan antara jenis kelamin dan kerusakan saraf (p=0,066). Tidak ada hubungan antara lama menderita DM dankerusakan saraf (p=0,169). Ada hubungan antara kadar HbA1C dan kerusakan saraf (p=0,045; OR 3,13; CI95%1,002-9,774). Kesimpulan didapatkan tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lamanya menderita DM dankerusakan saraf. Ada hubungan hiperglikemi dan kerusakan saraf.
CORRELATION BETWEEN CHRONIC PAIN WITH DEPRESSION AND ANXIETY DISORDERS IN PATIENTS AT RSUP DR MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG Henry Sugiharto; Hasnawi Haddani; Yusril Yusril; Nia Elisa Ginting; Erial Bahar
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 52, No 2 (2020): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v52i2.11970

Abstract

The International Association for the Study of Pain defines pain as an unpleasant sensory and emotional experience related to the actual or potential damage to a tissue. Recent research reports 30% - 60% of the incidence of pain in depression and anxiety. Both of these conditions affect the quality and function of life of patients with chronic pain. This study was observational analytic research with a cross-sectional study. The subject of this study was the patien with chronic pain treated at Dr. Moh. Hoesin Palembang. Determination of pain level was assessed by Numeric Pain Rating Scale (NPRS) and Functional Pain Scale (FPS). Determination of depression is valued by Beck Depression Inventory II (BDI II) and determination of anxiety with the Beck Anxiety Inventory (BAI). Statistical analysis using a correlation test, is a method to find relationships between variables with a confidence level of 95%, significant if p <0.05. In this study there were 78 patients with chronic pain where the correlation between NPRS scores and depression disorders with a correlation of 35.3% and a p-value of 0.002 showed significant. The correlation between NPRS scores and anxiety disorders with a correlation was 43.5% with and p-value 0,000 which showed a significant correlation. Correlation between FPS score and depression disorders was 33.1% and p-value of 0.003 which showed a significant correlation. Correlation between FPS score and anxiety disorders was 20.8% with a p-value of 0.068 showed not significant correlation. There was a significant correlation between chronic pain with depression and anxiety disorders.
PROFIL PENDERITA KEMOTERAPI YANG MENDERITA POLINEUROPATI DI RSUP MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG PERIODE 01 JANUARI 2017 SAMPAI DENGAN 30 MARET 2017 Muhammad Hasnawi Haddani; Nursaenah Karindang
Majalah Kedokteran Sriwijaya Vol 51, No 3 (2019): Majalah Kedokteran Sriwijaya
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/mks.v51i3.9192

Abstract

Polineuropati adalah suatu keadaan yang ditandai dengan gangguan fungsi dan  atau  struktur yang mengenai banyak saraf tepi, bersifat simetris dan bilateral ditandai dengan  gejala seperti  rasa kesemutan, mati rasa dan nyeri terbakar. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan timbulnya polineuropati antara lain penggunaan obat tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita kemoterapi yang menderita polineuropati di RSUP Mohammad Hoesin Palembang periode 01 januari 2017 sampai dengan 31 maret 2017. Penelitian cross sectional dengan  menggunakan data primer berbasis rumah sakit dari penderita yang diperiksa dipoli ENMG RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang dalam rentang waktu 1 januari 2017 hingga 31 maret  2017. Dari 52 subyek yang mendapatkan kemoterapi didapatkan 32 subyek yang menderita polineuropati akibat kemoterapi, Proporsi angka kejadian polineuropati sebesar 60,1%. Prevalensi penderita polineuropati pada pasien kemoterapi paling besar pada penggunaan obat kemoterapi kombinasi (84.5%). Penelitin ini didapatkan gambaran 12 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat kombinasi, 2 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat anti metabolit, 1 subyek dengan TCSS ringan yang menggunakan obat Targeting terapi.  13 subyek dengan TCSS sedang yang menggunakan obat kombinasi, 2 subyek dengan TCSS sedang yang menggunakan obat platinum, dan 2 subyek dengan TCSS berat yang menggunakan obat kombinasi. Dua belas subyek dengan TCSS ringan yang menderita polineuropati axonal demielinating dan 3 subyek normal. Empat belas subyek dengan TCSS sedang yang menderita polineuropati axonal demielinating dan 1 subyek normal. Dua subyek dengan TCSS berat semua menderita polineuropati axonal demielinating.
Efficacy of Alpha Lipoic Acid Supplementation In Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy Mediarty Syahrir; Yenny Dian Andayani; Norman Djamaludin; Erty Sundarita Maksudin; Putri Farissa Muharramah; Kgs. M. Rosyidi; Hasnawi Haddani; Erial Bahar
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 5 No. 1 (2021): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v5i1.162

Abstract

Background. Chemotherapy-induced peripheral neuropathy is a side effect of several chemotherapy drugs and a significant cause of chronic pain in cancer patients, which affects patients' long-term quality of life. The neurotoxic chemotherapy agents most reported to cause neuropathic pains are platinum and taxane. This study aimed to determine the efficacy of alpha-lipoic acid supplementation in chemotherapy patients. Methods. This study used a randomized, double-blind clinical trial in the oncology haematology clinic in the Department of Internal Medicine at Mohammad Hoesin General Hospital Palembang from November 2018 to July 2019. Samples were taken from patients who met the inclusion criteria and signed informed consent forms to join the study. This studyused SPSS version 22.0 for Windows to analyze the data. Results. This research studied 30 subjects who were divided into alpha lipoic acid groups and placebo groups with 15 samples each. The alpha-lipoic acid group showed a significant decline in the Toronto Clinical Scoring System (TCSS) after treatment (p = 0.000) compared to the placebo group (p = 0.164). Conclusions. Treatment with a 600 mg single dose each day of alpha-lipoic acid for 12 weeks effectively improved patients condition significantly.
Efficacy of Lidocaine and Ketamine Combination on Reduction of Pain Intensity, Improvement of Functional State and Central Desensitization of Chronic Low Back Pain Henry Sugiharto; Hasnawi Haddani; Yuki Fitria; Rizal Zainal
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 4 No. 4 (2020): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine and Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/bsm.v4i4.167

Abstract

Abstract Background: Chronic low back pain (LBP) prevalence is approximately 20% of world population. Central and peripheral sensitization are considered as the main mechanism of pain chronification. This study hypothesize that lidocaine and ketamine combination reduces pain intensity, improves functional state and central desensitization of chronic low back pain. It is by modulating central sensitization in sub-anesthetic dose, prolonging inactivation of Na-channel, blocking NMDA-receptor and preventing secondary hyperalgesia. Aim of study: To evaluate the efficacy of lidocaine and ketamine combination on the intensity of pain, functional state and central desensitization of chronic low back pain. Methods:. This double blind randomized control trial study was carried out in Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia from May 2018 to January 2019. A total of 20 patients with low back pain that last for more than 3 months, aged >18 years old, of either sex who were willing to be enrolled in this study, were randomly allocated into one of the two groups of 10 each. The treatment group (n=10) received standardized therapy (analgesic and physiotherapy) + intravenous ketamine 0.5 mg/kg + lidocaine 2 mg/kg and the control group (n=10) received standardized therapy + 100 ml Nacl 0.9%. Pain intensity, functional state, and central desensitization were measured before the treatment, day 7 after treatment, and a month after treatment using Numeric Pain Rating Scale (NPRS), Functional Pain Scale (FPS), and Central Sensitization Inventory (CSI). Results: The administration of ketamine 0.5 mg/kg + lidocaine 2 mg/kg resulted in NPRS and CSI changes was effective since the 7th day post intervention (p-value=0.021 and p-value=0.001) while on FPS changes, it was effective since the 30th day post intervention (p-value=0.000) Conclusion: From the result, it could be concluded that the administration of ketamine and lidocaine is effective on decreasing pain intensity and central desensitization in chronic LBP.
ANALISIS KORELASI SKOR GEJALA TOTAL, NYERI, DAN KUALITAS HIDUP SETELAH PENGOBATAN VITAMIN B1, B6, DAN B12 DOSIS TINGGI PADA NEUROPATI PERIFER Hakim, Manfaluthy; Kurniani, Nani; Pinzon, Rizaldy; Tugasworo, Dodik; Basuki, Mudjiani; Haddani, Hasnawi; Pambudi, Pagan; Fithrie, Aida; Wuysang, Audry Devisanty
Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Vol 35 No 2 (2018)
Publisher : PERDOSNI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52386/neurona.v35i2.3

Abstract

CORRELATION ANALYSIS OF TOTAL SYMPTOM SCORE, PAIN, AND QUALITY OF LIFE POST HIGH DOSE VITAMIN B1, B6, DAN B12 TREATMENT IN PERIPHERAL NEUROPATHYABSTRACTIntroduction: Peripheral neuropathy (PN) is a clinical condition in which nerves of the peripheral nervous system are damaged and is associated with various symptoms affecting the patients’ quality of life (QoL).Aims: To understand the  effect of Vitamin B1, B6, and B12 combination in mild to moderate PN.Methods: This is a prospective, open label, multicenter, single arm observational study involved 399 subjects with PN of different etiology. Subjects received the vitamin B1, B6, and B12 combination tablet orally once daily and were observed for 3 months. Total symptom score (TSS), visual analog score (VAS) and QoL were assessed, and the correlation between these parameters was analyzed.Results: Clinically significant reductions were observed from baseline to subsequent visits for TSS and VAS. Positive correlation  was observed between TSS and components of VAS. The study treatment was associated with a significant improvement in QoL parameters. Inverse correlation was observed between QoL and TSS as well as QoL and components of VAS. The study treatment was found to be well tolerated.Discussion: The correlation  analysis between different outcome measures demonstrated the beneficial effect of combination of vitamin B1, B6, and B12 in relief from symptoms and improvement in QoL of PN.Keyword: Correlation analysis, peripheral neuropathy, SF-8, TSS, VAS, vitamin B1, B6, and B12ABSTRAKPendahuluan: Neuropati perifer (NP) merupakan kondisi klinis akibat kerusakan pada sistem saraf tepi yang memengaruhi kualitas hidup (quality of life/QoL) pasien.Tujuan: Mengetahui efek pemberian kombinasi vitamin B1, B6, and B12 pada NP ringan hingga sedang.Metode: Penelitian observasional dan prospektif secara open label, multisenter, dan single arm, yang melibatkan 399 subjek penderita neuropati perifer dengan etiologi yang berbeda-beda. Subjek mengonsumsi tablet kombinasi vitamin B1, B6, and B12 secara oral satu kali sehari dan diamati selama 3 bulan. Dilakukan penilaian skor gejala total (total symptom score/TSS), visual analog scale (VAS), dan QoL, serta korelasi antara parameter-parameter tersebut.Hasil: Terdapat penurunan TSS dan VAS yang bermakna secara klinis antara baseline (awal) dengan kunjungan berikutnya. Terdapat korelasi yang positif antara TSS dengan komponen-komponen VAS. Pemberian perlakuan dalam penelitian berkorelasi secara bermakna dengan perbaikan parameter dalam QoL. Teramati juga adanya hubungan terbalik antara QoL dengan TSS serta QoL dan komponen VAS. Pengobatan pada penelitian ini juga terbukti dapat ditoleransi dengan baik.Diskusi: Analisis korelasi antara berbagai macam metode pengukuran yang berbeda menunjukkan manfaat dari pemberian kombinasi vitamin B1, B6, and B12 dalam mengurangi gejala dan perbaikan QoL pada pasien PN.Kata kunci: Analisis korelasi, neuropati perifer, kualitas hidup, SF-8, TSS, VAS, vitamin B1, B6, and B12
Factors Playing a Role in Sleep Disorders in Post-COVID-19 (Coronavirus Disease) Patients at the Neurology Polyclinic of Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia Hasnawi Haddani; Handayani, Sri; Yunni Diansari; Afriani; Mukhlisa; Rifka Humaida; Citra Ananta Avis
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 5 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i5.989

Abstract

Background: Sleep disorders are one of the symptoms frequently reported in post-COVID-19 patients. This study aims to identify factors that play a role in sleep disorders in post-COVID-19 patients at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia. Methods: This research was conducted in an analytical observational manner with a cross-sectional design. Data was collected from 100 post-COVID-19 patients treated at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia. Data were analyzed using the logistic regression test. Results: Factors that play a role in sleep disorders in post-COVID-19 patients are depressive symptoms (OR=2.5; 95%CI: 1.3-4.8); Anxiety symptoms (OR=3.1; 95%CI: 1.6-5.9); Stress level (OR=2.2; 95%CI: 1.1-4.3); Sleep quality before COVID-19 (OR=2.0; 95%CI: 1.0-3.9). Conclusion: Symptoms of depression, anxiety, stress, and sleep quality before COVID-19 are factors that play a role in sleep disorders in post-COVID-19 patients.