cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 13 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT DI KELAS X SMA NEGERI 1 INDERALAYA Simbolon, Anita H.; Gulo, Fakhili; Suharman, Andi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) interaktif telah dilakukan dan diujicobakan untuk pembelajaran larutan elektrolit dan non elektrolit di kelas X SMA Negeri 1 Indralaya. LKS interaktif dikembangkan melalui tahapan Define (pendefenisian), Design (design), Develop (pengembangan) dan ujicoba Tessmer pada tahap develop. Hasil penelitian berdasarkan analisis data angket menunjukkan bahwa LKS interaktif telah valid dan layak digunakan dengan perolehan nilai analisis 4,2 dalam uji validitas materi, 4,1 dalam uji validitas media, 4 dalam uji validitas pedagogik serta 4,28 dalam ujicoba one to one dan 4,45 dalam ujicoba small group. Berdasarkan analisis tes berupa pretest dan posttest menunjukkan bahwa lembar kerja siswa interaktif telah efektif dan berpotensi meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 81,43 dan nilai N-gain score 0,54. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan lembar kerja siswa interaktif untuk pembelajaran larutan elektrolit dan non elektrolit di kelas X SMA Negeri 1 Indralaya telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
GAYA BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA SMA Meydian Elytasari; Iceng Hidayat; A Rachman Ibrahim
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2877

Abstract

Penelitian deskriptif ini mengungkapkan gaya belajar dan prestasi belajar kimiasiswa SMA. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI IPA, dan sampel adalah kelas XIIPA 1 dan XI IPA 2. Data dikumpulkan dengan teknik triangulasi angket (kuesioner),wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif dan terusmenerussampai tuntas dengan langkah-langkah analisis yang meliputi reduksi data, displaydata dan membuat kesimpulan atau verifikasi data. Hasil penelitian yang diperoleh dari dataangket menunjukkan bahwa dari 62 siswa, ada sebanyak 18 siswa (29,03%) yang cenderungmemiliki gaya belajar visual, selanjutnya ada 32 siswa (51,61%) cenderung memiliki gayabelajar auditori, dan 12 siswa lainnya (19,36%) cenderung memiliki gaya belajar campuranyakni gaya visual-auditori. Hasil angket tersebut juga didukung oleh hasil data observasiterhadap guru dan hasil data wawancara terhadap siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwasiswa SMA memiliki jenis-jenis gaya belajar yang meliputi gaya belajar visual, auditori dancampuran. Prestasi Belajar siswa dapat diketahui dari nilai rata-rata siswa yakni sebesar 85,69yang termasuk ke dalam kategori sangat baik. Disarankan kepada guru kimia untukmenyebarkan angket gaya belajar terhadap siswa agar diketahui kecenderungan gaya belajarmasing-masing siswa dan guru mengetahui pola-pola gaya belajar siswa sehingga guru dapatmeningkatkan prestasi belajar siswa.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI PENERAPAN METODE BUZZ GROUPS SISWA KELAS X.3 SMA N 1 TANJUNG RAJA Devita Marlina Venessa; Effendi Nawawi; Rodi Edi
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswakelas X3 SMA Negeri 1 Tanjung Raja melalui metode Buzz Groups. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan tigasiklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan danrefleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Rataratakeaktifan pada siklus I,II,III adalah 49,54%, 62,31% dan 72,54%. Rata-rata nilai hasilbelajar sebelum tindakan (To) adalah 62,27 (36,37%) sementara nilai hasil belajar pada siklusI,II,III adalah 79,64(72,73%), 82,12(81,81%) dan 87.58(93,94%). Hasil penelitian tersebutmenunjukkan bahwa penerapan metode Buzz Groups dapat meningkatkan keaktifan dan hasilbelajar siswa. Berdasarkan kesimpulan penelitian disarankan kepada guru kimia dan guru matapelajaran yang lain di sekolah dapat mengimlementasikan metode Buzz Groups sebagai sebuahalternatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar, khususnya pada mata pelajaran kimia.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY, INTELLECTUALY, REPETITION (AIR) SISWA KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 11 PALEMBANG Destia Nurdina; K Anom; Jejem Mujamil
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kimia dengan menerapkan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) siswa kelas XI IPA 4 SMA Negeri 11 Palembang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, dimana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes akhir siklus dan lembar observasi. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan lembar observasi digunakan untuk mengetahui kegiatan siswa. Rata-rata nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) sebesar 53,90 dengan ketuntasan belajar sebesar 32%. Siklus I terjadi peningkatan rata-rata skor tes sebesar 66,34 dengan ketuntasan belajar sebesar 48%, dikarenakan adanya model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Siklus II terjadi peningkatan rata – rata skor tes sebesar 77,61 dengan ketuntasan belajar sebesar 76% , dikarenakan adanya guru membimbing siswa dalam mengungkapkan pendapat, soal diskusi dibuat seperti di contoh dan pemberian tugas baca. Siklus III terjadi peningkatan rata – rata skor tes sebesar 80,37 dengan ketuntasan belajar sebesar 85,37%, dikarenakan perbaikan contoh handout diperjelas, guru menunjuk setiap perwakilan kelompok untuk seminar, dan pengaturan waktu lebih diperhatikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) dapat meningkatkan hasil belajar kimia.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KIMIA KELAS XI SMA NEGERI 10 PALEMBANG Nina Anggraeni; Fuad Abd Rachman; M Hadeli
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dan hasil belajarsiswa pada mata pelajaran kimia dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif TipeTeams Games Tournaments di kelas XI IPA 5 SMAN 10 Palembang. Penelitian inimenggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan dalam tiga siklus, siklus I (duapertemuan), siklus II (dua pertemuan) dan siklus III (satu pertemuan). Teknik pengumpulandata menggunakan lembar observasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi digunakan untukmengetahui keaktifan siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Rata-ratakeaktifan siswa kelas pada siklus I 56,11%, siklus II 67,98 % dan siklus III 77,03%.Persentase nilai hasil belajar siswa sebelum dilakukan tindakan (T0) yaitu 20,9%, persentaseketuntasan hasil belajar siklus I (T1) adalah 47,62% , persentase ketuntasan belajar siklus II(T2) adalah 51,16%, dan persentase pada siklus III (T3) adalah 85,56%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams GamesTournaments dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kimia siswa. Selain itu juga saranyang dapat diberikan yaitu guru dapat menggunakan model pembelajaran TGT apabilamengalami kesulitan saat proses pembelajaran dan guru lebih mengontrol kelas dengan baikwalaupun hanya sebagai fasilitator.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS WEB UNTUK PEMBELAJARAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Septian Dini; Fakhili Gulo; Sofia Sofia
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.8152

Abstract

Pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan telah dilakukan dan diujicobakan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) melalui tiga tahapan evaluasi, yakni evaluasi satu lawan satu (one to one evaluation), evaluasi kelompok kecil (small group evaluation), dan evaluasi lapangan (field evaluation). Data dikumpulkan dengan teknik uji pakar, angket, dan tes hasil belajar. Uji pakar dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang kevalidan multimedia pembelajaran. Pemberian angket bertujuan untuk mengetahui kepraktisan multimedia pembelajaran. Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui keefektifan multimedia pembelajaran. Berdasarkan teknik analisa data diperoleh skor kevalidan materi 50, skor kevalidan pedagogik 50, skor kevalidan media 19, praktikalitas 86,17%, dan efektivitas 94,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan multimedia berbasis web untuk pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan di kelas XI IPA SMA Muhammadiyah 1 Palembang telah memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan efektivitas.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP KIMIA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN METODE EKSPERIMEN DI KELAS XI IPA 4 SMA NEGERI 1 OKU Fresti Roza; Andi Suharman; Bety Lesmini
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2873

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep kimia siswa dikelas XI IPA 4 SMA Negeri 1 OKU melalui model pembelajaran Numbered Head Together(NHT) dengan metode eksperimen.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpenelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan datamenggunakan tes akhir siklus. Tes akhir siklusini digunakan untuk mengetahui pemahamankonsepkimia siswa. Rata-rata ulangan harian siswa sebelum diberi tindakan adalah sebesar51,23 (T0) dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 17,14%. Hasil penelitian menunjukkanbahwa pada siklus I rata-rata hasil tes akhir siklus siswa adalah sebesar 57,22 (T1) denganketuntasan belajar secara klasikal sebesar 38,71%. Pada siklus II rata-rata hasil tes akhir siklussiswa sebesar 63,62 (T2) dengan ketuntasan klasikal sebesar 65,52%. Hal ini menunjukkanadanya peningkatan hasil belajar pada tiap siklus jika dibandingkan dengan siklussebelumnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran NumberedHead Together (NHT)dengan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsepkimia siswa namun tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM).
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA KELAS XI SMAN 1 TANJUNG RAJA Sri Hartini; Sanjaya Sanjaya; Made Sukaryawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan pendekatanSAVI terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMAN 1 Tanjung Raja. Metode penelitianmenggunakan eksperimen semu (quasy experimental) dengan desain penelitian non equivalent(pretest and posttest) control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelasXI IPA SMAN 1 Tanjung Raja. Sampel diambil menggunakan teknik cluster randomsampling. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimenadalah 76,159 dan kelas kontrol adalah 68,928. Nilai posttest kelas eksperimen dan kontrolberdistribusi normal dan kedua varians tergolong homogeny. Uji hipotesis menggunakan uji-tpada taraf signifikan 5%, diperoleh bahwa t(hitung) (3,041) > t(tabel) (2,000). Hasil analisis dataobservasi menunjukkan rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen sebesar 77,067% dan kelaskontrol 57,38%. Hal tersebut menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan SAVIdapat meningkatkan aktivitas siswa. Berdasarkan uji statistik, dapat disimpulkan bahwapendekatan SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar kimia siswa kelas XI SMAN 1 TanjungRaja.
ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) DALAM PEMPEK REBUSDARIBEBERAPA TEMPAT JAJANAN DIKOTA PALEMBANGSUMATERA SELATAN Eduan Rismansyah; Dedik Budianta; Rindit Pambayun
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar logam timbaldan kadmiumyang terdapat di dalam pempek rebus berbahan baku ikan sungai (ikan gabus) danikan laut yang dijual pedagang besar (bermerek) maupun pedagang kecil di beberapatempat jajanan di kota Palembang. Pengujian sampel pempek menggunakan metode AAS dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Nasional Palembang dimana hasilnya dikomparasi dengan baku mutu logam beratdalam ikan dan olahannya menurut BSN (SNI 7387 : 2009), yaitu logam timbal : 0,300mg/kg dan logam kadmium : 0,100mg/kg.Hasilpengujian diperoleh data kandungan logam timbal di dalam beberapa pempek rebus baikberbahan baku ikan gabus maupun ikan laut yang dijual oleh pedagang besar maupun pedagang kecil sudah melebihi baku mutu. Kadar logam timbal dalam pempek rebus ikan gabus sebesar 1,010mg/kg (kadar terendah) dan 2,910mg/kg (kadar tertinggi), sedangkan kadar logam timbal dalam pempek rebus ikan laut sebesar 1,135 mg/kg (kadar terendah) dan 3,405 mg/kg (kadar tertinggi). Sedangkan kandungan logam kadmium di dalam pempek rebus baik berbahan baku ikan gabus maupun ikan laut tidak terdeteksi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 3 PALEMBANG Hidayati Hidayati; Hartono Hartono; Jejem Mujamil
Jurnal Penelitian Pendidikan Kimia: Kajian Hasil Penelitian Pendidikan Kimia Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Chemistry Education Study Program Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jppk.v2i1.2875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa melalui Modelpembelajaran Children’s Learning In Science (CLIS) di kelas XI IPA A SMA Negeri 3Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelasyang dilakukan sebanyak tiga siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembarobservasi dan tes akhir siklus. Lembar observasi yang digunakan yaitu tes penilaian kinerjauntuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar yang berupa kegiatan Keterampilan ProsesSains (KPS) siswa dan tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Data hasilobservasi menunjukkan rata-rata kinerja KPS siswa pada siklus I (T1) yaitu sebesar 71,31%dengan keterampilan proses mengamati sebesar 78,95%, mengelompokkan sebesar 95% danmengkomunikasikan sebesar 40%. Rata-rata kinenrja KPS siswa siklus II (T2) yaitu sebesar74,61% dengan keterampilan proses mengamati sebesar80,75%, mengelompokkan sebesar100% dan mengkomunikasikan sebesar 43,08%. Rata-rata kinerja KPS siswa pada siklus III(T3) yaitu sebesar 82,73% dengan keterampilan proses mengamati sebesar 93,19%,mengelompokkan sebesar 100% dan mengkomunikasikan sebesar 55%. Nilai rata-rata hasilbelajar siswa sebelum diberi tindakan (T0) sebesar 59,53 dengan persentase ketuntasan belajarsebesar 21,87%, sedangkan setelah diberikan tindakan pada siklus satu (T1) nilai rata-rata hasilbelajar siswa sebesar 67,95 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 43,33 %, pada siklusdua (T2) diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 76,25 dengan persentaseketuntasan belajar sebesar 62,63 % dan pada siklus tiga (T3) nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,71 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 87,50%. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Children’s Learning In Science(CLIS)dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 13