cover
Contact Name
I Wayan Suarna
Contact Email
suarnawyn@yahoo.com
Phone
+628179718825
Journal Mail Official
jpasturahitpi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura; Journal Of Tropical Forage Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : https://doi.org/10.24843/Pastura
Pastura; Journal of Tropical Forage Science adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan tropik yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan tropik berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tumbuhan pakan tropik lainnya.
Articles 292 Documents
EVALUASI KARBOHIDRAT DAN LEMAK BATANG TANAMAN PISANG (Musa paradisiaca. Val) HASIL FERMENTASI ANAEROB DENGAN SUPLEMENTASI NITROGEN DAN SULFUR SEBAGAI BAHAN PAKAN TERNAK Tidi Dhalika; - Mansyur; Atun Budiman
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.53 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p10

Abstract

The aim of this study was to evaluation of carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem with supplementation of nitrogen and sulfur as ruminants feed component. This study was arranged with an experimental research by Completely Randomized Design with 3 x 3 factorial. The first factor are supplementation of 0%, 1% and 2% nitrogen, and second factor are supplemetation of 0%, 0,04% and 0,08% sulphur, with 4 (four) times replication. The parameter of this research is the nutrition value, i,e ; crude fiber, nitrogen free extract and extract ether concentration. The result of this research showed that not interaction between supplemetation of nitrogen and sulphur on carbohydrate and extract ether consentration of anaerobic fermentation banana pseudostem, and suplementation of 2,00% nitrogen and 0,08% sulphur give influence on decreasing of crude fiber concentration, about 14,07%, and ether extract concentration, about 54,24%, but not alteration on nitrogen free extract in anaerobic fermentation banana pseudostem.   
PENGARUH INOKULAN BAKTERI ASAM LAKTAT DAN ADITIF TERHADAP KUALITAS DAN KARAKTERISTIK SILASE SORGUM MUTAN 2 1 BROWN MIDRIB (Sorghum bicolor L. Moench) R. Sriagtula; I. Martaguri; J. Hellyward; S. Sowmen
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.099 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh penambahan inokulasi bakteri asam laktat (BAL) dan aditif terhadap kualitas dan karakterietik silase whole crop sorgum mutan brown midrib (Sorghum bicolor L. Moench) galur Patir 3.7 yang dipanen pada fase soft dough. Penelitian dilaksanakan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 4 ulangan. Faktor A yaitu A1 = tanpa BAL, A2= penambahan BAL. Faktor B terdiri dari B1= tanpa aditif, B2= dedak, B3= jagung. Sumber BAL yang digunakan berasal dari inokulan komersil dari minuman fermentasi merk Yakult dengan dosis 1 ml (v/w) atau 11×109 CFU/ml/berat segar. Aditif terdiri dari dedak padi dan jagung halus digunakan sebanyak 3% (g/g)/berat segar. Parameter yang diamati adalah karakteristik dan kualitas silase meliputi nilai pH, nilai fleigh (NF), kandungan bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK) dan Abu. Data dianalisis berdasarkan analisis keragaman menurut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara penambahan BAL dan aditif terhadap pH, NF, BK, PK, SK, LK dan abu, sedangkan faktor tunggal adititif memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi terhadap kandungan BK silase whole crop sorgum mutan BMR. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara umum penambahan inokulan BAL dan aditif menghasilkan karakteristik dan kualitas silase yang sama, namun demikian penambahan dedak padi dan jagung halus menghasilkan BK silase yang lebih tinggi dibanding tanpa BAL dan aditif. Kata kunci: aditif, BAL, brown midrib, silase, sorgum
EDIBLE PORTION KARKAS, KADAR LEMAK DAN KOLESTEROL DAGING DOMBA DENGAN IMBANGAN AMPAS BIR DAN RUMPUT GAJAH YANG BERBEDA Agus Priyono; Imbang Haryoko
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 1 (2016): Pastura Vol. 6 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.339 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v06.i01.p06

Abstract

The research was aimed to evaluated edible portion meat and as an effort to improve the quality of lamb meat. (low content of saturated fatty acids and cholesterol), with brewery waste. The research used 16 four months old local rams with body weight 5-10 kgs. The feed composition used was Pennisetum purpureum grass, rice bran, beer solid waste, salt and minerals mix. The research used experimental method in vivo for 150 days using Completely Randomized Design with four treatments. Each treatment was with four repetition. Treatment rations were R1=12% brewery waste: 48 % grass; R2 = 24% brewery waste: 36% grass; R3= 36% brewery waste: 24% grass; R4= 48 % brewery waste: 12% grass. The variables measured were : edible portion of carcass (%) (carcass weight, edible meat proximal and edible meat distal); the fat content of meat, meat and liver cholesterol of lamb meat. The results showed that the treatment significantly affect (P<0.05) to the percentage of edible meat distal, but not significantly terhadapa levels of fat and cholesterol lamb. Conclusion of the research that the balance 48% brewery waste: 12% of elephant grass can be used as a mixture of lamb feed without disrupting the activity of the physiology and metabolism of lamb Keywords : solid waste of beer, edible portion meat, cholesterol
INVENTARISASI HIJAUAN PAKAN KUDA PACUAN DI NUSA TENGGARA BARAT Sudirman Sudirman; Gde Mertha; Suhubdy Suhubdy
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.884 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p10

Abstract

Pacuan kuda dilaksanakan setiap tahun di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diikuti oleh tidak kurang dari 700 ekor kuda pacuan dalam lima kelas lomba. Kegiatan ini umumnya berlangsung selama 1-2 minggu di Pulau Sumbawa dan senantiasa menjadi agenda hiburan rakyat serangkaian dengan acara perayaan hari-hari besar nasional maupun regional dan/atau lokal. Selama kurun waktu tersebut, semua kuda yang akan dilombakan diberikan pakan berupa hijauan dari jenis tumbuhan tertentu dan/atau spesifik. Tujuan penelitian ini adalah (1) menginventarisisr jenis-jenis tumbuhan yang dijadikan hijauan pakan kuda pacuan selama lomba berlangsung, dan (2) mengkaji komposisi nutrisi jenis hijauan pakan dimaksud. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Semua kuda pacuan yang berasal dari beberapa kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat yangmengikuti lomba pacuan kuda di kabupaten Sumbawa tahun 2012 diamati pemberian pakannya, kemudian dilakukan identifikasi dan analisis komposisi nutrisi jenis hijauan yang diberikan. Untuk mengetahui jenis pakan yang diberikan, dilakukan pengamatan langsung dan wawancara dengan peternak kuda pacuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tercatat 9 jenis tumbuhan (2 famili, 8 marga) yang diberikan pada kuda pacuan selama lomba berlangsung, yaitu Alysicarpus vaginalis (Fabaceae), Desmodium dichotomum (Fabaceae), Cynodon dactylon (Poaceae), Cynodon sp. (Poaceae), Dactyloctenium aegyptium (Poaceae), Brachiaria sp. (Poaceae), Eleusine indica (Poaceae), Eulalia fimbriata (Poaceae) dan Leersia hexandra (Poaceae). Hijauan pakan diberikan pada kuda pacuan dalam bentuk pakan tunggal maupun kombinasi diantara jenis-jenis tumbuhan tersebut dengan komposisi nutrisi yang berbeda.
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN Leucaena leucocephala cv. Tarramba TERCEKAM ALUMUNIUM PADA SISTEM KULTUR JARINGAN Prihantoro I.; Manpaki S.J.; Karti P.D.M.H.
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 1 (2017): Pastura Vol. 7 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.173 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v07.i01.p03

Abstract

Leucaena leucocephala merupakan salah satu sumber daya pakan dengan kandungan protein tinggi. Tanaman L. leucocephala cv. Tarramba memiliki produktivitas yang tinggi, sangat tahan terhadap kekeringan, dan tahan terhadap hama kutu loncat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan L. leucocephala cv. Tarramba tercekam alumunium pada media kultur jaringan. Penelitian dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga level Al3+ (0 ppm; 100 ppm, dan 200 ppm) dengan masing-masing perlakuan terdiri atas 10 ulangan. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi kanopi tanaman, kerontokan daun majemuk, dan perubahan pH media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan tinggi kanopi tanaman menurun seiring meningkatnya level Al3+ dan jumlah kerontokan daun majemuk meningkat seiring meningkatnya level Al3+. Penambahan Al3+ cenderung meningkatkan nilai akhir pH media dibandingkan nilai pH diawal perlakuan. Kata kunci: Leucaena leucocephala cv. tarramba, alumunium, kultur jaringan, pH media
PERBANYAKAN INOKULUM FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA)  SECARA SEDERHANA Herryawan K.M
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.804 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p01

Abstract

The availability of supplying a high quality forage and fodder throughout years is essential to increase ruminant livestock production. However, special land availability for planting forage is very limited, if any, there is only marginal land. Legume introduction is the only way to improve marginal lands productivity. A high feed quality could be provided by planting mix grasses and legumes, especially when equipped with sustainable fertilizing soil technology as the AMF biological fertilizer. In order to obtain a low price experiments and easy AMF biological fertilizer, propagation of AMF inoculum biological fertilizer could be carried out by using mycofer starter, consists of: Gigaspora margarita, Glomusmanihotis (Indo-1), Glomusetunicatum and Acaulosporatuberculata (Indo-2). The media used were soil exploration taken from field and polybag multiplication with a host bearing of corn crop. And then, results of AMF inoculum multiplication were named as Ifapet. The statistical test showed that significant differences number of spores found in pre and post treatments. Furthermore, t-tests showed that AMF inoculum applied significantly affected to the number of spores. It can be concluded that Ifapet AMF inoculum produced by using simple method to improve crop productivity and increased marginal soil fertility.
POTENSI PEMANFAATAN LAHAN BEKAS TAMBANG YANG DITANAMI RUMPUT GAMBA (Andropogon gayanus) SEBAGAI AREAL PETERNAKAN E. W. Saragih; S. Bellairs
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 8 No 2 (2019): Pastura Vol. 8 No. 2 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.353 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v08.i02.p11

Abstract

Rumput gamba (Andropogon gayanus) merupakan salah satu tanaman makanan ternak yang memiliki produksi dan palatabilitas yang tinggi. Rumput ini juga dimanfaatkan sebagai tanaman untuk revegetasi di lahan bekas tambang di daerah selatan Australia. Penanaman rumput gamba di lahan bekas tambang atas anjuran peternak karena dianggap rumput ini pakan hijauan yang disukai ternak dengan produksi tinggi. Hal ini juga sesuai tujuan pemanfaatan akhir lahan bekas tambang setelah rehabilitasi yaitu sebagai areal peternakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pemanfaatan lahan bekas tambang yang ditanami rumput sebagai areal peternakan. Metode penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan, Perhitungan produksi hijauan kering didasarkan pada produksi hijauan segar per meter bujursangkar. Pengambilan sampel dilakukan pada areal waste rock dump dan tailing dump pada lahan bekas tambang dan padang penggembalaan alami di dekat lahan bekas tambang. Perhitungan kapasitas tampung areal lahan bekas tambang didasarkan pada rumus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumput gamba dapat tumbuh dengan baik di lahan bekas tambang dengan persentase penutupan tanah berkisar antara 20-60%. Hal ini menunjukkan pemanfaatan rumput gamba sebagai penutup tanah pada areal lahan bekas tambang cukup efektif. Produksi bahan kering rumput gamba di lahan bekas tambang enam kali lebih tinggi (2465,30 ± 414,51 kg/ha) dibandingkan dengan dengan areal padang penggembalaan alami (425,46 ± 202,56 kg/ha). Kapasitas tampung di lahan bekas tambang juga jauh lebih tinggi (0,5-4 UT/ha) daripada pada padang penggembalaan alami (0,06-1 UT/ha). Tingginya produksi hijauan dan kapasitas tampung menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan bekas tambang yang ditanami rumput gamba cukup potensial untuk pengembangan ternak ruminansia. Kata kunci: tambang, gamba, rumput, kapasitas tampung, penutupan tanah
PLASMA NUTFAH HIJAUAN PAKAN TERNAK SEBAGAI SUMBER BIBIT DAN VISITOR PLOT Rijanto Hutasoit; Juniar Sirait; Andi Tarigan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.463 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p10

Abstract

Lack of information to get the seeds and knowledge in cultivation is one of the obstacles in the implementation of the development of forage. One source of seeds that can assist in the Goat Research Station, Sei Putih North Sumatra. Various types of fodder crops maintained was an forage Germplasm, there are 85 species of forage consisting of 40 grass species and 45 types of Legume. The activity was held in 1997 and designated as visitor plots in 2000 with an average of 80 visitors per year consisting of Farmers, Extension and Students. Germplasm useful as sources of seed, for users who want to plant forage can get it according to the type and desired criteria. Currently there are 90 Ha of land that is developed from the Germplasm, some of forage have been Introductions with criteria of high production, easy to grow, palatable and drought resistant as: Paspalum atratum, Paspalum gueonarum, Braciaria ruziziensis, Brachiaria humidicola, Brachiaria brizantha, Stenotaphrum secondatum, Kinggrass, Stylosanthes guianensis CIAT 184, Arachis pintoi, Arachis glabrata, murberry and Indigofera.Keywords: Germplasm, Visitor plot, Introductions.
PERUBAHAN NILAI NUTRIEN TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor (L.) MOENCH)VARIETAS LOKAL ROTE SEBAGAI HIJAUAN PAKAN RUMINANSIA PADA BERBAGAI UMUR PANEN DAN DOSIS PUPUK UREA Bernadete B Koten; R. D Soetrisno; B. Soewignyo
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.757 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p01

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perubahan nilai nutrien hijauan sorgum (Sorghum bicolor (L.)Moench) varietas lokal Rote sebagai pakan ternak ruminansia pada umur panen dan dosis urea yang berbeda,telah dilaksanakan di rumah kaca Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Fakultas PeternakanUniversitas Gadjah Mada selama 4 bulan dari tanggal 11 November 2011 hingga 27 Februari 2012. Penelitianini dirancang dengan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu umur panen (UP)sebagai faktor pertama (UP1= 50 hari, UP2 = 70 hari, dan UP3 = 90 hari) dan dosis pupuk urea (P0 = tanpaurea sebagai kontrol, P1 = 50 kg/ha, dan P2 = 100 kg/ha) sebagai faktor kedua. Kombinasi perlakuan inidiulang 4 kali. Variabel yang diamati adalah kadar bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK),ekstrak eter (EE), bahan ekstrak tanpa N, dan kadar abu (%) hijauan sorgum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar BO pada UP3P2, UP3P1 dan UP3P0 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Kadar PK tertinggi terdapat pada UP1P2 dan kadar EE tertinggi pada UP3P2. Kadar SK pada UP3P2 dan UP3P0 lebih tinggidan kadar BETN pada UP2P0 dan UP1P1 lebih tinggi dari perlakuan lainnya. UP1P0, UP1P1, dan UP1P2menghasilkan kadar abu yang lebih tinggi dari perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa umur panen 90 hariyang dikombinasikan dengan dosis urea 100 kg/ha menghasilkan nilai nutrien hijauan sorgum terbaik sebagaipakan ruminansia dengan 93,69% kadar BO, 04,45% kadar PK, 08,41% EE, dan 33,14% SK, 47,21% kadarBETN, dan 06,79% kadar abu. Kata kunci : Sorghum bicolor (L.) Moench, hijauan pak
KERAGAMAN HIJAUAN PAKAN DI KUNAK (KAWASAN USAHA PETERNAKAN) SAPI PERAH BOGOR Permana A.T.; M.A. Setiana; I.I. Arbi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 2 (2017): Pastura Vol. 6 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (930.708 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v06.i02.p07

Abstract

Hijauan pakan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan usaha sistem peternakan sapi perah. Peternak di KUNAK Bogor memenuhi kebutuhan hijauan pakannya dari hijauan pakan yang dibudidayakan maupun dari hijauan pakan liar yang diambil dari sekitarnya. Sehubungan dengan kualitas hijauan pakan salah satunya ditentukan oleh jenis tanamannya, pemilihan jenis hijauan pakan sangatlah penting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keragaman hijauan pakan yang ada di KUNAK dan beberapa kualitas hijauan pakan berupa protein kasar (PK )dan serat kasar (SK). Penelitian dilakukan melalui survey lapangan dan pengambilan sampel hijauan pakan untuk dilakukan identifikasi dan dianalisa PK dan SK-nya. Komposisi botani tiga terbanyak di KUNAK 1 adalah rumput Ottochloa nodosa, Brachiariaruziziensis, dan Pennisetum purpureum, sedangkan komposisi botani di KUNAK 2 adalah Pennisetum purpeureum Schum, Ottochloa nodosa dan Euleusine indica . Sedangkan hasil analisa PK dan SK pada Ottochloa nodosa (PK : 9,1%; SK : 28 %), Brachiaria ruziziensis (PK: 7,4%; SK: 25,4%), dan Pennisetum purpureum (PK: 8,6%; SK: 30,7%). Kata kunci: tanaman hijaun pakan, KUNAK, komposisi botani, Pennisetum purpeureum, Ottochloa nodosa