cover
Contact Name
I Wayan Suarna
Contact Email
suarnawyn@yahoo.com
Phone
+628179718825
Journal Mail Official
jpasturahitpi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura; Journal Of Tropical Forage Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : https://doi.org/10.24843/Pastura
Pastura; Journal of Tropical Forage Science adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan tropik yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan tropik berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tumbuhan pakan tropik lainnya.
Articles 292 Documents
RESPONSE OF ELEPHANT GRASS (Pennisetum purpureum) TO VARIOUS TYPES AND DOSAGES OF INORGANIC AND ORGANIC FERTILIZERS N. G. K. Roni; S. A. Lindawati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p06

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) terhadap berbagai jenis dan dosis pupuk anorganik dan organik serta mendapatkan dosis optimal berbagai jenis pupuk. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor, yaitu faktor pertamajenis pupuk (A = anorganik NPK; OP = organik pabrik; BO = bioorganik; BS = biosluri) dan faktor kedua dosis pupuk (D0 = tanpa pupuk; D1 = 100 kg N ha-1; D2= 200 kg N ha-1; D3= 300 kg N ha-1). Terdapat 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pupukBO menghasilkan tinggi tanaman dan diameter batang lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk A. Jenis pupuk BO dan BS menghasilkan berat kering daun, berat kering batang dan berat kering total hijauan lebih tinggi dibandingkan pupuk A. Dosis pupuk D3 menunjukkan hasil berat kering batang dan berat kering total hijauan lebih tinggi dibandingkan D0. Disimpulkan bahwa respon tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum) terhadap pemberian pupuk bioorganik dan biosluri lebih baik dibandingkan dengan pupuk anorganik dan organik pabrik. Dosis pupuk 300 kg N ha-1 meningkatkan hasil tanaman rumput gajah (Pennisetum purpureum), dan belum terdapat dosis optimal berbagai jenis pupuk. Kata kunci: dosis pupuk, jenis pupuk, organik, Pennisetum purpureum
Diversity of VarioUS ACCESSES OF ARBILA (Phaseolus lunatus L.) AS FOOD AND FEED IN WEST AMARASI SUB-DISTRICT, KUPANG REGENCY BASED ON SEED MORPHOLOgy Bernadete Barek Koten; Oktovianus Funay; Redempta Wea
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p11

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi keragaman berbagai aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.) sebagai pangan dan pakan di Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang, telah dilaksanakan di Kecamatan Amarasi Barat selama 5 bulan, melalui survey dan pengamatan terhadap karakter biji. Bahan dan alat yang digunakan adalah biji arbila (Phaseolus lunatus L.), timbangan digital, dan jangka sorong. Variabel yang diukur adalah jumlah aksesi, pola warna, berat kering 100 biji, panjang, lebar dan diameter biji. Data dianalisa secara deskriptif dan didokumentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 30 aksesi arbila yang ditemukan di Kecamatan Amarasi Barat dengan pola warna tunggal dan 2 warna, dengan berat kering biji berkisar 20,45 - 129,79 g/100 biji, panjang biji berkisar 1,01 - 2,29 cm, lebar biji berkisar 0,79 - 1,72 cm, diameter biji berkisar 0,43 - 0,93 cm. Terdapat 1 aksesi (3,33%) dengan biji yang terkategori berat, 3 aksesi (10%) dengan berat biji berkategori sedang, dan 26 aksesi (86,67%) dengan berat biji berkategori ringan. 7 aksesi (23,33%) tergolong panjang dan lebar, 23 aksesi dengan panjang dan lebar tergolong sedang dan 14 aksesi (46,66%) berdiameter tebal, dan 16 aksesi (53,33%) berdiameter sedang. Disimpulkan bahwa di Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang ditemukan 30 aksesi arbila yang dideskripsikan berdasarkan morfologi biji, yang digunakan sebagai pangan dan pakan. Kata kunci: aksesi, Amarasi Barat, arbila (Phaseolus lunatus L.), keragaman biji, pangan dan pakan
PEMANFAATAN Azolla sp FERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL (ALPU) Muhammad - Daud; M. Aman Yaman; - Zulfan; Yunasri Usman
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p01

Abstract

This research aimed to examine the use of Azolla sp as a feed ingredients for superior local chicken(ALPU) and and its effect on the growth and carcass production. A hundred ALPU day old chicks (DOC) usedin this experiment and raised until the age of 10 weeks. The method was experimental, using a completelyrandomized design (CRD) consisting of 4 ration treatments and 5 replications (5 birds/replication). Thetreatment rations used were R1 (100% commercial feed/control), R2 (95% commercial feed+5% fermented Azolla sp), R3 (90% commercial feed+10% fermented Azolla sp), and R4 (85% commercial feed+15% fermented Azolla sp). Variables observed included feed consumption, body weight gain, feed conversion, final body weight, carcass weight, carcass cut weight, carcass percentage, and carcass cut percentage. The results showed that the use of fermented Azolla sp as feed ingredients for ALPU around 5-15% in mixed commercial feed did not significantly affect the growth and carcass production of 10-week-old ALPU chickens. It was concluded that fermented Azolla sp can be used as feed ingredients for ALPU up to 15% in mixed commercial feed without affecting the growth and carcass production. Keyword: ALPU, Azolla sp, carcass, fermented, performance
THE EFFECT OF GIBERRELLIN TREATMENT ON SORGHUM (Sorghum sudanense) SEED GERMINATION Putra Setya Nugroho; Evi Warintan Saragih; Thimotius Sraun
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perendaman dan taraf konsentrasi giberelin yang tepatdan dapat meningkatkan daya kecambah rumput sudan (Sorghum sudanense). Benih rumput sudan, air,dan giberelin merupakan bahan utama penelitian. Perkecambahan benih dilakukan dalam rumah sungkupplastik selama satu bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap.Perlakuan pada penelitian ini adalah perendaman pada larutan giberellin selama 48 jam dengan empattaraf konsentrasi yang berbeda yaitu tanpa larutan giberelin 0 ppm (T0), larutan giberelin 0,01 ppm (T1),larutan giberelin 0,1 ppm (T2) dan larutan giberelin 1 ppm (T3) dan memiliki empat ulangan. Hasil penelitianmenunjukkan giberellin cenderung meningkatkan daya kecambah benih yang diindikasikan dengan lebihtingginya persentase perkecambahan, nilai perkecambahan dan laju perkecambahan pada pemberiangiberrellin pada taraf konsentrasi yang lebih tinggi. Namun demikian, uji ragam menunjukkan daya kecambah benih dengan dan tanpa giberellin tidak berbeda secara signifikan. Hal ini disebabkan rendahnya tarafkonsentrasi giberellin yang digunakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian gibberellindapat meningkatkan daya kecambah benih rumput sudan yang diindikasikan dengan konsentrasi 1 ppmmemberikan daya kecambah yang lebih baik dibanding taraf konsentrasi gibberellin yang lain. Kata kunci: benih, daya kecambah, giberellin, konsentrasi, Sorghum sudanense
THE EFFECT OF CASTOR (Jatropa curcas L.) LEAF EXTRACT ON THE MORTALITY OF Haemonchus contortus WORM WHICH TESTED IN VITRO Jamila Mustabi; - Muqarramah; Ratmawati Malaka
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p12

Abstract

Ternak yang terkena cacing umumnya akan berdampak pada produktivitasnya dan merupakan masalahutama yang harus diselesaikan karena menimbulkan berbagai macam kerugian baik secara klinis maupunekonomi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jarak (Jatropa curcasL) terhadap mortalitas cacing Haemonchus contortus yang diuji secara in vitro. Rancangan yang digunakanadalah rancangan acak lengkap, dengan perlakuan R0 (NaCl fisiologis 0,9%), R1 (Albendazole 10 mg/ml),R2 (Ekstrak daun jarak konsentrasi 10%), R3 (Ekstrak daun jarak konsentrasi 25%), R4 (Ekstrak daunjarak konsentrasi 50%) dan R5 (Ekstrak daun jarak konsentrasi 100%). Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa perlakuan R0 tidak ada kematian cacing sampai jam ke-4, R1 mortalitas cacing 100% pada jam ke2,R2 dan R3 mortalitas cacing 100% pada jam ke-4, R4 dan R5 mortalitas cacing 100% pada jam ke-2 setelahpemberian ekstrak daun jarak. Kesimpulan, perlakuan R2 (10%) dan R3 (25%) mampu mematikan cacing Haemonchus contortus 4 jam setelah pemberian ekstrak daun jarak (Jatropa curcas L). Tidak ada perbedaan waktu kematian antara R4 (50%) dan R5 (100%) dengan R1 (pemberian Albendazole) mampu mematikan cacing 100% pada jam ke 2. Kata kunci: ekstrak daun jarak, obat cacing
BIOMASS OF Setaria sphacelata DUE TO ORGANIC FERTILIZERS OF CUSCUS FECES BASED ON FRUIT CONSUMPTION IN THE SECOND DEFOLIATION Diana Sawen; L. Nuhuyanan; Sriani Nauw; M. Junaidi; B. T. Hariadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p02

Abstract

Penggunaan pupuk organik sudah banyak dilakukan dalam budidaya hijauan pakan. Salah satu jenispupuk organik yang juga bisa dimanfaatkan yaitu yang berasal dari kotoran satwa kuskus yang ada di penangkaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biomassa rumput setaria berupa rasio daun batang, produksi segar, dan produksi bahan kering akibat pemberian perlakuan pupuk organik (PO) feses kuskus pada defoliasi kedua. Penelitian didesain dalam rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan yaitu: P0= kontrol; P1 = 40 g/polybag PO feses kuskus berbasis konsumsi pisang; dan P2= 40 g/polybag PO feses kuskus berbasis konsumsi avokad. Penelitian dilakukan dengan 4 ulangan dengan lama waktu 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan masing-masing dosis 40 g/polibag PO feses kuskus berbasis konsumsi pisang dan avokad, secara analisis ragam nyata memberikan perbedaan terhadap biomassa rumput setaria (bobot segar dan produksi bahan kering), yaitu perlakuan P0 82 g/polybag, P1 dan P2 masing-masing, 123 g/polibag dan 122 g/polybag, sedangkan produksi BK 24,93 g (P0), 43,08 g (P1) dan 41,25 g (P2). Selain itu rasio daun batang dan bobot kering setaria juga tidak memberikan pengaruh. Dengan demikian disimpulkan bahwa P1 merupakan perlakuan terbaik yang mampu meningkatkan biomassa rumput setaria. Kata kunci: biomassa, pupuk organik feses kuskus, Setaria sphacelata
The Growth and The Yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha Fertilized with Fermented Slaughtering House Waste Joko Prasetyo; I Ketut Mangku Budiasa; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p06

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha yang dipupuk dengan limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi, telah dilakukan di rumah kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa selama 8 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tujuh ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi yang terdiri atas : 0 ton ha-1, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan 30 ton ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil daan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi belum mampu meningkatkan pada variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Perlakuan dosis 20 ton ha-1 pada tinggi tanaman menunjukan rataan paling tinggi sebesar 48,24 cm, perlakuan dosis 30 ton ha-1 pada berat kering total hijauan menunjukan rataan paling tinggi sebesar 4,89 g, dan perlakuan dosis 30 ton/ha pada nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar menunjukan rataan paling tinggi sebesar 2,80 g. Disimpulkan bahwa pemberian limbah rumah potong hewan terfermentasi sebagai pupuk organik belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci: limbah, fermentasi, Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, dosis, pupuk, pertumbuhan
Growth Response of Pennisetum purpureum cv. Mott to Liquid Organic Fertilizer from Broiler Manure Which Fermented By Banana Corm Bioactivator Mira Delima; - Asril; Alfiani Harahap
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan pupuk organik cair (POC) manure broiler yang difermentasi dengan bioaktivator mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang terhadap pertumbuhan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Materi penelitian berupa stek batang rumput gajah mini sebagai bahan tanam. Penelitian merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dosis POC manure broiler dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (kontrol/tanpa pemberian POC), P1 (50 ml/plot POC), P2 (100 ml/plot POC), dan P3 (150 ml/plot POC). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, lebar daun, diameter batang dan jumlah anakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC manure broiler dengan dosis 50-150ml tidak memberikan pengaruh terhadap tinggi rumput, lebar daun dan diameter batang, namun memperlihatkan pengaruh yang nyata (P?0,05) terhadap jumlah anakan rumput gajah mini. Penelitian menunjukkan bahwa, pemberian 50ml/plot POC merupakan perlakuan yang menghasilkan jumlah anakan rumput gajah mini terbanyak. Kata kunci: rumput gajah mini, pupuk organik cair, manure broiler, bonggol pisang, pertumbuhan
The Effect of Decomposition Time and Dosages of Organic Fertilizers from the Solid Waste of Virgin Coconut Oil (VCO) on the Growth and Yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha Gede Adhitya Candra; M. Anuraga Putra Duarsa; Ni Made Witariadi
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p02

Abstract

Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha sangat berpotensi menjadi tanaman pakan ternak unggul dengan beberapa kelebihan yang belum banyak diketahui oleh peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis pupuk organik limbah padat virgin coconut oil (VCO) terhadap pertumbuhan dan hasil A. gangetica. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis terhadap semua variabel kecuali variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang. Waktu dekomposisi 2 dan 4 minggu memberikan respon lebih baik dibanding 0 minggu. Meningkatkan dosis pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman A. gangetica. Disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis serta perlakuan waktu dekomposisi 2 minggu dan dosis 30 ton ha-1 memberikan respon terbaik. Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, hasil, limbah VCO, pertumbuhan
Levels of Tape Yeast in Corn Cob Bioconversion Affects Crude Protein Content and In Vitro Digestibility of Crude Fiber Marthen L. Mullik; Sabneno Yuliana Sabneno; Marthen Yunus; Twen O. Dami Datto
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p07

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ragi tape dalam proses biokonversi terhadap kandungan dan kecernaan in vitro protein kasar (PK) dan serat kasar (SK) produk biokonversi tongkol jagung. Metode eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakukan dan tiga ulangan untuk menguji lima level pemberian ragi tape dalam biokonversi tongkol jagung yaitu 2 kg cacahan tongkol jagung ditambah dan ragi tape masing-masing 25 g (RT25), 50 g (RT50), 75 g (RT75), 100 g (RT100) dan 125 g (RT125). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan PK berkisar 10,16-11,74% yang dipengaruhi oleh level ragi tape (P=0.046). Sebaliknya, kandungan SK dan kecernaan PK tidak dipengaruhi oleh level ragi tape. Tingkat kecernaan total SK secara nyata menurun dari 26,35% ke 22,78% seiring peningkatan level ragi tapi. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan ragi tape sebesar 75 g per 2 kg tongkol jagung merupakan level terbaik dalam biokonversi karena menghasilkan kandungan protein tertinggi, sedangkan kandungan serat kasar rendah. Kata kunci: protein, serat kasar, kecernaan in vitro, ragi tape, tongkol jagung