cover
Contact Name
I Wayan Suarna
Contact Email
suarnawyn@yahoo.com
Phone
+628179718825
Journal Mail Official
jpasturahitpi@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jl. PB. Sudirman Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pastura; Journal Of Tropical Forage Science
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2088818X     EISSN : 25498444     DOI : https://doi.org/10.24843/Pastura
Pastura; Journal of Tropical Forage Science adalah jurnal ilmu tumbuhan pakan tropik yang diterbitkan dua kali setahun (Februari dan Agustus). Memuat berbagai artikel dari aspek tumbuhan pakan tropik berupa: hasil penelitian, naskah konseptual/opini, resensi buku, dan informasi tumbuhan pakan tropik lainnya.
Articles 292 Documents
EVALUASI RANSUM MENGANDUNG Indigofera zollingeriana TERHADAP ANAK KAMBING LEPAS SAPIH Suharlina Suharlina; D.A. Astuti; Nahrowi Nahrowi; A. Jayanegara; L. Abdullah
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 2 (2018): Pastura Vol. 7 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.362 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v07.i02.p02

Abstract

This study was objected to evaluate the nutritional values of ration containing Indigofera zollingeriana to post-weaning goat kids performans. Randomized completely design were used to four types of rations. The 16 heads of ettawah gradebreed post-weaning goad kids (14-21 body weight) were maintained during 8 weeks. I. zollingeriana forage were formulated into R1, R2, R3, and R4 concentrate feeds with proportion 0, 20, 40, and 60% I. zollingeriana, respectively. The rations were I0 (75% R1 + 25% napier grass), I20 (75% R2 + 25% napier grass), I40 (75% R3 + 25% napier grass), I60 (75% R4 + 25% napier grass), respectively. The variables observed were nutrient intake, digestibility, nitrogen utilization, blood nutrients, average daily gain (ADG) and feed efficiency. The data were analyzed using analysis of variance. The result showed that the crude protein (CP) intake of I40 was higher (P<0.05) than I0. The organic matter digestibility value of I20 was higher (P<0.05) than I60. The CP digestibility values of I20 and I40 were higher (P<0.05) than I0 and I60. The total digestible nutrient value of I0 and I20 were higher (P<0.05) than I40 and I60. The nitrogen (N) intake of I0 was less than (P<0.05) I40. The N retention of I40 was higher (P<0.05) than I0 and I60, while I20 was higher (P<0.05) than I0. The net nitrogen utilization of I20 and I40 were higher than I0 and I60. There were no significantly differences on total protein, albumin and immunoglobulin G values of blood serum. The cholesterol serum values of I40 and I60 were less (P<0.05) than I0 and I20. The ADG of I20 was higher (P<0.05) than I0 and I60. The feed efficiency of I20 was highest (P<0.05) than other rations. Key words: dairy goat, Indigofera zollingeriana, nitrogen utilization
INTRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK SAPI DI MINAHASA SELATAN Femi H. Elly; P. O. V. Waleleng; Ingriet D. R. Lumenta; F. N. S. Oroh
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1933.324 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v03.i01.p02

Abstract

The role of cattle as a source of food for the community in the form of meat. The problem of cattle population in North Sulawesi tend to decrease. The slow growth of the cattle population is determined by external factors such as feed. Based on these ideas, has made   the study of food forage introduction of cattle in South Minahasa. Premise that cattle is a commodity that the government should pursue policies relating to the availability of forage continuously. Forage fodder is a major food or feed for livestock and is the basis of life in the animal husbandry development effort. To increase the productivity of livestock, one of the important factors that must be considered is the provision of good quality feed year round and enough quantity. In response to the government policy in South Minahasa has made   the development of cattle forage food. In conclusion, the introduction of green fodder is very beneficial to farmers in the development of cattle ranchers. Based on the introduction of forage necessary assistance to livestock farmers for forage management.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN UNTUK PEMENUHAN PAKAN USAHA TERNAK DOMBA SKALA RUMAH TANGGA Sri Nastiti Jarmani; Sajimin Sajimin
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 6 No 1 (2016): Pastura Vol. 6 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.935 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2016.v06.i01.p09

Abstract

Masyarakat di pedesaan telah mengenal budidaya ternak ruminansia sejak puluhan tahun lalu, namun hingga saat ini cara membudidayakannya masih seperti para pendahulunya yaitu tradisional, usaha sambilan, sebagai tabungan atau status sosial. Domba merupakan ternak yang sangat populer untuk dipelihara karena mudah pemeliharaannya, modal relatif lebih rendah dibanding sapi dan mudah untuk dijual. Hasil pengamatan di Kabupaten Brebes, Kabupaten Blora dan Kabupaten Indramayu menunjukkan bahwa rumput lapang adalah jenis pakan hijauan yang biasa diberikan selain rumput “kalanjana” yang tidak dibudidaya, belum ada gerakan penghijauan pekarangan dan lahan diantara tanaman utama dengan tanaman pakan ternak yang berfungsi banyak. Terdapat kecenderungan produktivitas domba rendah dan sulit untuk mendapatkan domba dengan bobot lebih dari 40 kg. Kekurangan pakan, manajemen perkawinan yang tidak terkontrol, pemasaran dan pemotongan domba betina dibawah umur lima bulan merupakan sebagian faktor penyebabnya. Program penghijauan dengan tanaman pakan jenis leguminosa berfungsi banyak seperti Sesbania grandiflora, Leucaena, Gliricidia (turi, lamtoro, gamal) serta leguminosa herba Clitoria ternatea (kembang telang) diantara tanaman pokok (jagung, sayuran) di ladang dan pekarangan secara intensif dan optimal diharapkan dapat meningkatkan produksi hijauan, meningkatkan kualitas pakan, menambah kesuburan lahan dan pada akhirnya dapat memenuhi kebutuhan gizi domba. Perbaikan manajemen dan pengawalan teknologi menuju budidaya domba yang baik dan benar (good farming management) sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan pendapatan masyarakat peternak domba skala rumah tangga. Selanjutnya pemenuhan kebutuhan pakan disertai dengan perbaikan manajemen perkawinan yang terarah dapat mencegah terjadinya perkawinan inbreeding yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas domba dan menambah pendapatan keluarga peternak. Kata kunci : optimalisasi, pakan, lahan, domba.
PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides F Kusmiyati; Karno Karno
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 4 No 1
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.038 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p01

Abstract

Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi wilayah pemukimam dan industri menyebabkan semakinberkurangnya lahan pertanian.Hal tersebut menyebabkan pengembangan pertanian perlu diarahkan padalahan-lahan marginal seperti tanah salin.Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam terlarut netraldalam jumlah tertentu yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.Penelitian yangdilaksanakan bertujuan mengkaji pengaruh perbaikan tanah salin secara kimia dan biologi terhadap karakterfisiologis Calopogonium mucunoides. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3ulangan. Perbaikan tanah salin dilakukan melalui penambahan gipsum (P1), pupuk kandang (P2), abu sekampadi (P3), tanaman halofita (P4), gipsum dan pupuk kandang (P5), gipsum dan abu sekam padi (P6), gipsumdantanamanhalofita (P7), pupuk kandang dan abu sekam padi (P8), pupuk kandang dan tanaman halofita(P9), abusekam padi dan tanaman halofita (P10) dan tanpa penambahan sebagai kontrol (P0). Parameter yangdiamati adalah kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan total klorofil, aktivitas nitrat reduktase,luas daun dan laju fotosintesis.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan ujiwilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil a, klorofil b, total klorofil, aktivitasnitrat reduktase dan laju fotosintesis calopo berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi pada perlakuan perbaikantanah salin dibandingkan kontrol. Kandungan klorofil a, klorofil b dan total klorofil calopo pada perlakuankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta kombinasi gipsum dan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aktivitas nitrat reduktase dan laju fotosintesis calopopada perlakuan kombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta perlakuan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Simpulan adalah perbaikan tanah salin dengan penambahankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi meningkatkan karakter fisiologis Calopogonium mucunoidespada tanah salin.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MELALUI INTRODUKSI RUMPUT DWARF PADA KELOMPOK USAHA BERSAMA DESA RANOTONGKOR TIMUR Sintya J.K. Umboh; Hendrik o. Gijoh; Ingriet D.R. Lumentah; Lidya S. Kalangi; Stanly O.B. Lombogia
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 1 (2017): Pastura Vol. 7 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.601 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2017.v07.i01.p06

Abstract

Pembangunan peternakan memprioritaskan pada peningkatan produksi yang optimal. Salah satu usaha pendukung dalam mencapai tujuan ini yakni dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pakan. Masalah klasik dalam budidaya ternak sapi di Desa Ranotongkor Timur adalah kekurangan pakan pada musim kemarau baik kualitas, kontinuitas, maupun kuantitas. Kondisi ini mengakibatkan ternak mengalami kehilangan bobot badan atau kematian anak sapi (pedet) umur <1tahun. Walaupun pakan tersedia sepanjang tahun, namun jumlah dan jenis pakan masih terbatas. Pakan yang dikonsumsi berupa rumput yang tumbuh liar dan limbah pertanian seperti halnya jerami jagung yang terdiri atas daun, batang, dan daun tongkol. Anggota kelompok menanam jagung dan sebagian dari tanaman jagung yang telah berbuah (jagung muda) dipotong dan diberikan kepada ternak sapi. Hal ini dilakukan petani peternak untuk mengurangi biaya pakan. Introduksi rumput dwarf dilakukan sebagai upaya untuk perbaikan kualitas dan kuantitas pakan ternak sapi serta pemanfaatan lahan tidur. Kegiatan penanaman rumput pada lahan percontohan diawali dengan kegiatan penyuluhan mengenai manfaat pengembangan rumput berkualitas untuk meningkatkan penyediaan pakan. Pemberdayaan kelompok ternak sapi Usaha Bersama melalui introduksi rumput dwarf menambah dan memperkaya jenis hijauan pakan ternak dalam upaya perbaikan kualitas pakan. Kesimpulannya, pakan yang cukup dan mempunyai nilai nutrisi tinggi merupakan salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan produktivitas ternak sapi di Desa Ranotongkor Timur. Kata kunci: kualitas pakan, introduksi, rumput dwarf, kelompok usaha bersama
ANALISIS USAHATANI TERPADU TANAMAN DAN TERNAK KAMBING DI AREAL PERKEBUNAN KELAPA DI SULAWESI UTARA Derek Polakitan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 2 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.507 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2013.v02.i02.p04

Abstract

Coconut Commodity as a source of income many people in North Sulawesi. The area of   266,147.36 ha of coconut plantation largely cultivated in monoculture. Under these conditions it is necessary to empower that coconut farming remains a mainstay source of income for the family farm. Objective of the assessment that has been done is to analyze the integrated plant and goat farming in the area of   coconut plantation. The rationale, the lower the productivity of coconut. In the 2003 - 2004 has made   the development of goats in the plantation area in KP Pandu village Talawaan Bantik Wori District of North Minahasa. Development is done using a model of integrated farming of coconut, corn and goats. One hectare of coconut land area fenced with Gliricidia produced 843.2 kg of fresh forage /90 day. 0.2 ha of  land planted with king grass has produced fresh forage 9,150kg/45 day. 0.6 ha of land planted with corn yield 2,829.6 kg and 8,787 kg of straw hay. Compiling the ability to produce forage of three forage sources can meet the needs of 90 goats. Compiling the ability to produce forage of three forage sources can meet the needs of 90 goats. An increase in profits of  Rp 634,650/year/ha in monoculture to Rp 14,262,070/year/ha in integrated farming. In conclusion, in order to increase productivity and farm income coconut diversification should do both vertical and horizontal. How to apply the integrated farming systems integration goat corn coconut (SIKJK).
EVALUASI KOMPOSISI BOTANIS DAN KANDUNGAN NUTRISI PADA RUMPUT RAWA KALAKAI (Stenochlaena palustris) DAN PURUN TIKUS (Heleocharis dulcis Burm) DI KECAMATAN CERBON KABUPATEN BARITO KUALA Achmad Jaelani; Muhammad Syarif Djaya; Gusti Khairun Ni’mah; Abd. Malik
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 9 No 1 (2019): Pastura Vol. 9 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.749 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2019.v09.i01.p02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi botanis dan kandungan nutrisi hijauan rawa Kalakai dan purun tikus yang tumbuh di Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari Bulan Juli hingga September 2018. Alat yang digunakan berupa kuadran ukuran 1 x 1 meter dan dilakukan pada 6 titik yang berbeda. Komposisi dari masing masing kuadran diklasifikasikan dan dikumpulkan untuk dihitung persentase dan bagian tanaman serta dianalisis kandungan nutrisi dan kandungan anti nutrisinya. Analisis nutrisi yang diukur melalui analisis proksimat dan kandungan tannin. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil bahwa 2 jenis hijuan rawa kalakai dan purun tikus merupakan tanaman hijauan rawa yang terbanyak di lokasi rawa Kecamatan carbon kabupaten Baritokuala dengan lokasi yang lebih jauh dari sumber air/sungai, sedangkan purun tikus lokasi vegetasinya berada dekat dengan air. Hijauan rawa kalakai memiliki komposisi daun 48%, batang 44% dan akar 8%, sedangkan tanaman purun tikus Daun+batang 88% dan akar 12%. Adapun kandungan nutrisi kalakai adalah kadar air 11,93%, serat kasar 7,36 %, protein kasar 21,97, lemak kasar 2,15% sementara kandungan nutrisi purun tikus adalah kadar air 11,93%, lemak kasar 1,01%, protein kasar 8,67 dan serat kasar 24,48%. Dilihat dari komposisi botani untuk kalakai 48% adalah bagian daun terbanyak bagian dengan kandungan nutrisi serta kandungan tannin 1,31% sehingga sangat potensial digunakan sebagai pakan ternak kambing. Adapun tempat tumbuh hijauan kalakai adalah agak sedikit menjauh dari keberadaan air dibandin purun tikus yang dekat dengan air/sungai. Keywords : komposisi botani, kalakai, purun tikus, swamp forage
PENGARUH BAP (BENZIL ADENIN PURIN) DAN NAA (NAPHTHALEN ACETIC ACID) TERHADAP EKSPLAN TANAMAN TURI (Sesbania grandiflora) DALAM MEDIA MULTIPLIKASI In Vitro Mardhiyetti Mardhiyetti; Zulfadli Syarif; Novirman Jamarun; Irfan Suliansyah
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 5 No 1 (2015): Pastura Vol. 5 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.136 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2015.v05.i01.p13

Abstract

Turi merupakan leguminosa pohon. Perbanyakan turi secara vegetatif sulit dilakukan karena kemampuan turi untuk tumbuh kembali setelah dilakukan pemotongan sangat rendah. Penelitian dalam upaya perbanyakan turi melalui metode multiplikasi tanaman turi secara in vitro telah dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan. Eksplan yang digunakan adalah kotiledon, daun dan hipokotil steril tanaman turi. Media dasar yang digunakan adalah MS (Murashige skoog) yang diperkaya dengan vitamin. Sebagai sumber energi digunakan sukrosa sebanyak 30 g/l dan bacto agar 8g/l. Penelitian ini terdiri dari perlakuan BAP sebagai salah satu jenis sitokinin) secara tunggal yaitu MS + BAP 1 mg/l dan MS + BAP 2 mg/l, dan kombinas BAP dengan NAA (sebagai salah satu jenis auksin) yaitu MS + BAP 1mg/l + NAA 0,08 mg/l, MS + BAP 2 mg/l + NAA 0,08 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi auksin dan sitokinin mampu memperbanyak shootled turi.Kata kunci: turi, ksplan, Benzil Adenin Purin, Naphthalen acetic acid, in vitro
PENGARUH PEMBERIAN FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT RUMPUT KUMPAI (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees.) PADA ULTISOL Hardi Syafria; Novirman Jamarun
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 7 No 2 (2018): Pastura Vol. 7 No. 2 Tahun 2018
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.015 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2018.v07.i02.p11

Abstract

Arbuscular mycorrhizal fungi (FMA) may help the plant for the provision and absorption of P element where as the availability is low in acid soils. Organic fertilizers will affect to the physical, chemical and biological properties of the soil. The purpose of this study was to find out and prove that improvements in ultisol fertility by giving FMA and organic fertilizer will affect the fiber content of kumpai grass. The experiment used a Randomized Block Design with five treatments and 4 replications. The treatments were consisted of: 1) FMA 0 g / pot + organic fertilizer 0%, 2) FMA 20 g / pot + organic fertilizer 50% cow dung, 3) FMA 20 g / po t+ 100% cow manure, 4) FMA 20 g / pot + 50% compost, and 5) FMA 20 g / pot + 100% compost. The observed variables were NDF, ADF, hemicellulose, cellulose and lignin content. The results showed that the treatment had significant effect on all observed variables. Keywords: Hymenache amplexicaulis (Rudge) Nees, fiber fraction, arbuscular mycorrhizal fungi, organicfertilizer
ANALYSIS AND EXPRESSION OF AL-TOLERANT GENES FROM SOYBEAN [Glycine max (L.) Merryl] ON FORAGE CROPS AND Escherichia coli S. Anwar; Sumarsono Sumarsono; F. Kusmiyati
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 3 No 2
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.015 KB) | DOI: 10.24843/Pastura.2014.v03.i02.p04

Abstract

n order to analyze and to study expressions of the Al-tolerant genes, we have examined five clone genes that were isolated from soybean cv. Lumut. Soybean cv. Lumut and Slamet, Centrocema pubescens, Pennisetum purpureum and Escherichia coli were selected for futher analysis. Based on the DNA sequencing, searching enzyme restriction sites and searching DNA homology with the genebank database; the clones encoding: (1) Catalase (gmali12, that function as an antioxidant), (2) Proliferating cell nuclear antigen like protein/PCNALP (gmali15, that involved as one of transcriptional regulator in the eucaryotic cell cycle), (3) Growth hormone (gmali22, this gene may play a role on stimulation of cell growth/development), (4) Amine oxidase (gmAO, genebank accession number AF313622, a gene that function as amine oxidation and/or antioxidant), and (5) Aminoacyl peptidase (gmAP, genebank accession number AF091304, a serine protease gene). Expressions of the clone genes either on forage crops or Escherichia coli indicated that all of the clones are basic genes, but its expression increased with aluminium induction (Al-induced genes) and involved in detoxification to Al stress. From this research, we also found similar responses between oxidative stress and Al stress to gene responses.

Page 7 of 30 | Total Record : 292