cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Hubungan Durasi dan Postur Duduk terhadap Terjadinya Nyeri Leher Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Agatha Nadya Lianto; . Muliani; I Nyoman Gede Wardana; . Yuliana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i7.P05

Abstract

Neck pain is felt in the posterior cervical region. Neck pain is placed fourth on the global burden of musculoskeletal at the World Health Organization and impacts a person’s productivity. The cause of neck pain itself cannot be clearly identified, but several risk factors are associated with neck pain. For example, age, occupation, sitting posture, duration of sitting, stress, body mass index, smoking history and gender. This study aims to determine the relationship between duration and sitting posture on the occurrence of neck pain in students of the Faculty of Medicine, Udayana University. This study is a cross-sectional analytic study that uses the NDI (Neck Disability Index) questionnaire. Neck pain intensity poin used to assess the occurrence of neck pain. This study had 206 research subjects. The data were analyzed using IBM SPSS statistic version 20. The chi-square test results showed that a significance value of 0.338 for the relation between sitting duration and the occurrence of neck pain, and a value of 0.949 for the relation between sitting posture and the occurrence of neck pain. From the analysis, it was found that there were no correlation between sitting duration and sitting posture on the occurrence of neck pain in students of the Faculty of Medicine, University of Udayana. It is necessary to do further research on other factors that can cause neck pain in students. Keywords : neck pain, sitting duration, sitting posture, Neck Disability Index
PERBEDAAN RERATA INDEKS SEFALIK DAN TINGGI BADAN ANTARA ETNIS BALI DAN ETNIS NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) DI DENPASAR Rona Nisrina Ananda; Kunthi Yulianti; Henky .; Dudut Rustyadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i7.P10

Abstract

ABSTRAK Prinsip identifikasi pada korban bencana adalah dengan membandingkan data antemortem dan postmortem. Proses identifikasi dapat dilakukan melalui pemeriksaan data primer dan sekunder. Pengukuran indeks sefalik dan tinggi badan merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam identifikasi forensik sekunder untuk menentukan ras dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan indeks sefalik dan tinggi badan antara etnis Bali dan etnis Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini dilakukan dengan metode analitik dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 100 orang responden berusia 21–49 tahun yang merupakan etnis Bali dan etnis NTT, bersedia menjadi subjek dalam penelitian, tidak memiliki riwayat penyakit hormonal dan tidak mengalami trauma kepala (untuk pengukuran indeks sefalik), dan dapat berdiri tegak saat pengukuran tinggi badan dilakukan. Analisis data dilakukan dengan uji Kolmogorov-smirnov untuk menilai normalitas data dan uji dua kelompok t-tidak berpasangan untuk menentukan perbedaan rerata pada dua kelompok. Dari hasil penelitian didapatkan rerata tinggi badan pada etnis Bali adalah 166,140 ± 8,49 dan rerata pada etnis NTT adalah 161,060 ± 9,17 dengan nilai signifikansi p=0,005. Hasil rerata indeks sefalik pada etnis Bali didapatkan sebesar 0,85 ± 0,049 dan rerata pada etnis NTT didapatkan sebesar 0,81 ± 0,056 dengan nilai signifikasi p=0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tinggi badan dan indeks sefalik antara etnis Bali dan etnis NTT. Kata kunci: Indeks sefalik, tinggi badan, identifikasi forensik, antropometri
PREVALENSI PEDICULOSIS CAPITIS DAN FAKTOR RISIKO INFESTASINYA PADA ANAK DI SD NO. 6 DARMASABA, KECAMATAN ABIANSEMAL, KABUPATEN BADUNG Ni Putu Tamara Bidari Suweta; I Kadek Swastika; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i6.P11

Abstract

Pediculosis capitis (infestasi kutu kepala) merupakan masalah sosial dan kesehatan di dunia terutama mengenai anak-anak usia sekolah dasar. Sehingga penelitian mengenai prevalensi pediculosis capitis dan faktor risiko infestasinya pada anak menjadi penting dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prevalensi pediculosis capitis dan faktor risiko infestasinya pada anak di SD No. 6 Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Metode penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dari sumber data primer lapangan berupa seluruh siswa di SD No 6 Darmasaba pada April – Mei 2018. Besar sampel yang digunakan adalah sebanyak 144 sampel dengan teknik total sampling. Pemeriksaan kutu kepala dilakukan secara visual dan menggunakan sisir kutu. Respon sampel dikumpulkan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap dengan analisis bivariat dan multivariat. Prevalensi pediculosis capitis pada anak di SD No 6 Darmasaba adalah sebesar 59,7%. Faktor yang berhubungan dengan infestasi pediculosis capitis di SD No 6 Darmasaba adalah jenis kelamin (P value = 0,000), panjang rambut (P value = 0,000), dan kontak dengan orang yang terinfestasi (P value = 0,000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan infestasi pediculosis capitis adalah frekuensi cuci rambut (P value = 0,274), penggunaan sisir / aksesoris rambut / topi bersama (P value = 0,065), dan kebiasaan tidur bersama (P value = 0,841). Prevalensi pediculosis capitis pada anak usia 6-13 tahun di SD No. 6 Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung tergolong tinggi sehingga eradikasi infestasinya perlu dilakukan pada anak usia sekolah dasar. Kata kunci: pediculosis capitis, prevalensi, faktor risiko
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) TERHADAP PERTUMBUHAN METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Cokorda Istri Dyah Yustika Dewi; Desak Ketut Ernawati; Ida Ayu Alit Widhiartini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i2.P15

Abstract

ABSTRAK Staphylococcus aureus merupakan salah satu patogen yang menjadi penyebab utama infeksi nosokomial. Staphylococcus aureus merupakan ancaman serius dikarenakan resistensinya terhadap antibiotik metichillin sehingga disebut juga sebagai Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA). Namun obat pilihan saat ini menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, oleh karena itu perlu dikembangkan sumber lain untuk terapi MRSA. Salah satu tanaman yang potensial untuk MRSA adalah daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibaketri esktrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap pertumbuhan MRSA secara in vitro. Penelitian ini adalah True Experimental Post Test Only Group Design dengan metode disc diffusion untuk menilai zona hambat dari ekstrak dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 50% yang dibuat terhadap bakteri MRSA dengan 6 kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata diameter zona hambat yang dihasilkan oleh konsentrasi 10%, 20%, dan 50% secara berturut-turut yaitu 9,50 ± 0,54 mm, 12,33 ± 0,81 mm, dan 14,66 ± 1,50 mm. berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan peningkatan konsentrasi esktrak etanol daun cengkeh berpengaruh terhadap diameter zona hambat MRSA yang dihasilkan dari percobaan secara in vitro. Kata kunci : Syzygium aromaticum L., zona hambat, MRSA
PROPORSI DAN KARAKTERISTIK TENAGA MEDIS YANG MENGALAMI NYERI PUNGGUNG BAWAH DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS UDAYANA Naomi Valencia Simbolon; Ida Ayu Sri Wijayanti; I Putu Eka Widyadharma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i5.P12

Abstract

ABSTRAK Nyeri punggung bawah merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat umum yang seringkali dikeluhkan oleh tenaga kesehatan. Penelitan yang telah dilakukan selama setahun melaporkan prevalensi nyeri punggung bawah pada tenaga kesehatan di negara Asia 36,8% - 69,7%. Angka prevalensi nyeri punggung bawah pada tenaga medis di Indonesia diperkirakan antara 7,6% sampai 37%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi dan karakteristik Nyeri Punggung Bawah pada tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif degan menggunakan metode cross-sectional serta melibatkan 80 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kasus NPB pada tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Universtias Udayana adalah 37,3%, dimana kasus tertinggi terjadi pada kelompok umur 25-30 tahun yaitu sebanyak 29,9% dan didominasi oleh jenis kelamin perempuan (19,4%). Kejadian NPB paling banyak dialami oleh tenaga medis yang status gizinya overweight (14,9%), jarang berolahraga (16,4%), beban kerjanya sebesar 10-20 kg (22,4%), dan berdasarkan kategori OWAS bekerja dengan posisi kerja kategori 2 (16,4%) Kata kunci : nyeri punggung bawah, tenaga medis, RS. UNUD
SKALA NYERI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG DIRAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PADA BULAN OKTOBER 2019 Kadek Santi Diahswari Widyadari; Putu Anda Tusta Adiputra; Ni Gusti Ayu Agung Manik Yuniawaty Wetan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P16

Abstract

ABSTRAK Nyeri adalah suatu sensasi tidak menyenangkan yang dapat bersifat sensorik maupun emosional dan berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Nyeri sering kali menjadi alasan utama seorang pasien, terutama pasien kanker untuk mencari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan intensitas nyeri yang dialami pasien kanker payudara yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode deskriptif cross-sectional. Penelitian ini melibatkan pasien yang telah terdiagnosis kanker payudara yang dirawat jalan di Poliklinik Bedah Onkologi Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada bulan Oktober 2019. Sampel dipilih melalui metode consecutive sampling. Data diambil dari data primer berupa kuesioner yang berisi identitas pasien, diagnosis kanker payudara, dan skala nyeri berupa skala Numeric Rating Scale (NRS). Responden paling banyak berada direntang umur 41-50 tahun. Seluruh subjek adalah perempuan. Lebih banyak kanker berada pada sisi kiri payudara. Responden paling banyak berada pada stadium II. Hasil penelitian menunjukkan dari total 50 sampel, sebanyak 10 orang (20%) tidak mengalami nyeri, 6 orang (12%) mengalami nyeri ringan, 26 orang (52%) mengalami nyeri sedang, 6 orang (12%) mengalami nyeri berat, dan 2 orang (4%) mengalami nyeri sangat berat. Intensitas nyeri yang paling banyak dijumpai adalah nyeri dengan intensitas sedang. Kata kunci : Skala nyeri numerik (NRS), intensitas nyeri, kanker payudara.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SUJI (PLEOMELE ANGUSTIFOLIA N.E. BROWN) TERHADAP VIABILITAS SEL LIMFOSIT PADA KULTUR PBMC YANG DIPAPAR H2O2 3% Apolonia Berenika Badu; I.G.K Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i5.P04

Abstract

Efek berbahaya radikal bebas semakin meningkat akhir-akhir ini akibat adanya global warming dan konsumsi makanan yang tidak sehat, oleh karena itu diperlukan suatu strategi untuk mengurangi atau meminimalisir efek tersebut. Salah satu strategi tersebut adalah perlunya suatu zat yang dapat mengurangi efek oksidatif dari radikal bebas dan dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan melindungi dan meningkatkan viabilitas sel limfosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun Suji (Pleomele angustifolia N.E. Brown) terhadap viabilitas sel limfosit pada kultur PBMC yang dipapar H2O2 3 %. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan randomized post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah sel limfosit pada kultur PBMC sebanyak 594 x 102 sel/ml. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol daun suji, variabel terikat adalah viabilitas jumlah sel limfosit. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Pada konsentrasi 0,00032 gr/ml, setelah pengamatan selama 30 menit, rata-rata viabilitas jumlah sel limfosit sebesar 94,62%. Uji One Way ANOVA memperoleh hasil p value = 0,02 (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap viabilitas sel limfosit dari perlakuan antara kelompok yang diteliti. Hasil analisis Post Hoc memperoleh hasil terdapat perbedaan yang signifikan pada P0 dan P1, P1 dan P2, P1 dan P3, P1 dan P4, (p<0.005). Ekstrak etanol daun suji efektif dalam meningkatkan viabilitas jumlah sel limfosit dibandingkan dengan kontrol positif. Konsentrasi 0,00032 merupakan konsentrasi yang paling efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang sama banyak untuk setiap perlakuan. Kata kunci: ekstrak etanol, daun suji, sel limfosit, H2O2
KARAKTERISTIK ABLASIO RETINA RHEGMATOGENOSA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH DENPASAR PADA TAHUN 2018 Marcell Dion Wibowo; I Putu Budhiastra; I Wayan Jayanegara; Anak Agung Mas Putrawati Triningrat
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i4.P18

Abstract

ABSTRAK Ablasio Retina adalah suatu keajadian di mana sel batang serta sel kerucut retina terpisah dengan sel epitel pigmen retina. Ablasio retina rhegmatogenosa dibandingkan ablasio retina yang lain cukup sering terjadi. Sekitar 1 dari 10.000 populasi yang normal memiliki risiko untuk mengalami ablasio retina rhegmatogenosa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif retrospektif dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data diperoleh dari rekan medik (data sekunder) penderita ablasio retina rhematogenous di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar periode 2018. Pada akhir penelitian ini diperoleh 13 sampel data penderita ablasio retina dengan kasus yang paling banyak terjadi pada kelompok usia 41-50 tahun (53,85%). Proporsi jenis kelamin wanita sebanyak 7 orang (53,85%) dan pria 6 orang (46,15%). Morfologi break sebanyak 4 orang (30,77%) dan hole 9 orang (69,23%). Penderita ablasio retina rhegmatogenosa berlokasi di superior dan medial adalah 1 orang, lateral sebanyak 2 (15,38%) dan inferior 9 orang (69,23%). Penderita unilateral pada mata kiri sebanyak 4 orang (30,77%) dan mata kanan sebanyak 9 orang (69,23%). Penatalaksanaan dengan pas plana vitrectomy sebanyak 9 orang (76,93%) , pneumatic retinopexy sebanyak 3 orang (23,07%) dan dilanjutkan dengan laser. Kata Kunci: Ablasio Retina Rhegmatogenosa, Karakteristik, Epidemiologi, Pars Plana Vitrectomy
Sebuah GAMBARAN CHEST-X RAY PADA PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT BALI MANDARA PERIODE MARET 2020 – AGUSTUS 2020 Pande Made Doddy Haryadi; I. P. G. Hermawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i5.P09

Abstract

The primary examination of COVID-19 in China uses a Computed Tomography-Scan (CT-Scan). However, this CT-Scan examination has other drawbacks, namely the risk of transmission and not suitable for use in Indonesia. Another modality that can be used is Chest X-Ray (CXR) in examining COVID-19 and this already reviewed by the American College of Radiology. This study was conducted using a retrospective cross-sectional method of COVID-19 patients who were treated at BMH between March 2020 to August 2020, who had carried CXR examination to evaluate the results. 96 patients were recorded retrospectively who were admitted to BMH between March 2020 to August 2020. This group included 76 people with the age group 16 to 60 years and 20 people with age group over 60 years. On the patient CXR examination was found images with opacity 59 (61.5%); most lung opacity in the form of ground-glass turbidity 47 (79.7%) When classified according to Radiological Society of North America, the most appearance of pneumonia was found in the Typical Category (33 (55.9%)).Patients with COVID-19 may have certain feature of pneumonia on CXR examination. The findings of pneumonia on the CXR may help facilitate the initial diagnosis of suspected COVID-19 Keywords: COVID-19, CXR, Overview
RASIO TROMBOSIT LEUKOSIT SEBAGAI PREDIKTOR INFEKSI DENGUE putu indah budiapsari; sri ratna dewi; I nyoman supadma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i6.P02

Abstract

Latar Belakang: Secara klinis terkadang demam berdarah dengue sulit dibedakan dengan demam oleh karena sebab lain. Identifikasi hematologis dalam hal ini sangat penting untuk skrining awal kecurigaan kita pada penyebab demam. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rasio trombosit leukosit pada anak demam oleh karena infeksi dengue dibandingkan dengan nondengue. Metode. Penelitian retrospektif ini mengambil sampel anak usia 0-18 tahun di kabupaten Gianyar yang datang ke poliklinik anak dan UGD RSU Famili Husada Gianyar. Hasil. 106 rekam medis pasien anak demam nondengue dan 58 rekam medis pasien demam dengue. Rerata rasio trombosit leukosit pada pasien dengue adalah 93.47 sedangkan pada nondengue adalah 76.50. Terdapat perbedaan yang signifikan pada rasio trombosit leukosit pada infeksi dengue dan nondengue (p<0.05). Kesimpulan. Rasio trombosit leukosit dapat digunakan sebagai penanda infeksi dengue, dimana infeksi dengue memiliki rasio trombosit leukosit yang lebih tinggi dibandingkan dengan nondengue.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue