cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
POST EXERCISE HYPOTENSION DAN EFEK PENDINGINAN SELAMA 10 MENIT PADA TEKANAN DARAH SISWA SETELAH LATIHAN I Made Dwi Jaya; I Nengah Sandi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.062 KB)

Abstract

vasodilatasi pembuluh darah berkesinambungan setelah latihan fisik, ditandai dengan penurunan tekanan darah 5-20 mmHg. PEH dapat menyebabkan terjadinya gangguan terhadap tubuh manusia, diantaranya Post Exercise Syncope (PES), yaitu hilangnya kesadaran akibat kurang adekuatnya perfusi darah ke otak yang berujung pada kematian mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pendinginan selama 10 menit setelah latihan selama 30 menit terhadap kejadian PEH pada siswa SMK PGRI-5 Denpasar. Penelitian pra-eksperimental menggunakan rancangan simple randomize pre-posttest group design. Responden berjumlah 12 orang dari kelas XII. Latihan selama 30 menit menggunakan metode lari dengan intensitas 70% denyut nadi maksimum. Setelah latihan, responden diberikan pendinginan selama 10 menit dengan metode jogging. Tekanan darah sistolik (TDS) dan tekanan darah diastolik (TDD) diukur sebelum dan setelah latihan pada menit ke 0, 5, 10, dan 15. Data tekanan darah sebelum dan sesudah latihan dianalisis dengan paired T-test dengan kemaknaan ? = 0,05. Didapatkan penurunan TDS >5 mmHg terjadi pada setengah responden pada menit ke-15, dengan hasil analisis Paired T-test tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dan tidak terjadi tanda dan gejala pra-sinkop pada responden. Penelitian ini menunjukkan bahwa efek pendinginan selama 10 menit menghindari kejadian PEH yang menyebabkan PES pada siswa SMK PGRI-5 Denpasar, sehingga perlu dilakukan pendinginan setelah latihan untuk mengurangi kejadian PEH sebagai faktor resiko terjadinya PES. Kata kunci: post exercise hypotension, post exercise syncope, pendinginan
PERITONITIS RESULTING FROM PRIMARY UMBILICAL VEIN CATHETER USE IN NEONATES: A CASE REPORT Made Melly Mulandari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.364 KB)

Abstract

Primary Peritonitis is an infection of the peritoneal cavity which is common inpatients with ascites who are not associated with abdominal disease orretroperitoneal. Cases of primary peritonitis due to umbilical sepsis that occurs fromumbilical catheter as many as 8 cases out of 32 cases of newborns who sufferedperitonitis. This report discusses the case of primary peritonitis in 22 days neonatalwho showed infections which cause used umbilical venous catheter. Imaging finding(BOF) suspected a pneumoperitoneum. Laparotomy surgery on this patient fordiagnostic and drainage ascites fluid. Patient  admitted to intensive care (NICU) givenfluid therapy, oxygen, and specific antibiotic (Cefoperasone sulbactam + Amikacinfor 7 days). After 5 days, the patient’s condition improved, so transferred to theneonatal room. 
EFECTIVITY MINOXIDIL AS A TREATMENT OF ALOPECIA AREATA Wayan Evie Frida Yustin
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.643 KB)

Abstract

Alopecia areata is hair loss with patchy formation, the most common cause of alopecia nonscarring. Occurred in 1,7 % of Americans aged 50 years. Can occurs in both sexes, all races and any age. Genetic and immunological factors play an important role as a cause of Alopecia areata. The clinical features alopecia areata are round or oval lesions, total baldness, smoothness on the scalp or other parts of the body that has hair. Minoxidil is one of the effective therapy for Alopecia areata. Known for more than 30 years of minoxidil to stimulate hair growth. Minoxidil works on hair follicles, opening the potassium channels, and have vascular effects that can increase blood flow to hair. Histological studies showed that minoxidil therapy may increase the proportion hair follicles in anagen phase and decrease hair follicles at telogen phase. Minoxidil through sulphat metabolites can open potassium channels, the opening potassium channels can increase the hair follicles growth. The study of the effects minoxidil on human epidermal keratinocytes and hair follicles with different culture conditions and markers proliferation, found that minoxidil with micro molar concentration can stimulate proliferation both type of cells and all culture condition, whereas minoxidil with milimolar concentration will inhibit cell growth. In addition, several studies have also reported an association minoxidil to vascular effect and stimulating VEGF can promote the increase hair follicle
PANKREATITIS AKUT DENGAN SERUM AMILASE 1071.90 U/L DAN SERUM LIPASE 1111.00 U/L: SEBUAH LAPORAN KASUS I Putu Anom Nurcahyadi
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.369 KB)

Abstract

Pankreatitis akut didefinisikan sebagai kondisi inflamasi non-bakteri pada pankreas yang berasal dari aktivasi dini dari enzim pencernaan yang ditemukan di dalam sel asinar, dengan keterlibatan kelenjar itu sendiri, jaringan, dan organ sekitarnya. Gejala yang terjadi dapat berupa nyeri pada perut di epigastrium hingga menjalar ke punggung dan perut bagian bawah. Laporan kasus ini menyajikan Pasien perempuan, 43 tahun dengan keluhan nyeri perut bagian kanan atas dan menjalar hingga ke pinggang kanan. Nyeri dikatakan bertambah berat bila pasien tertidur dan membaik bila dalam keadaan tegak dan menarik badannya ke arah belakang. Pemeriksaan fisik menunjukkan pasien mengalami obesitas. Pemeriksaan penunjang menunjukkan terdapat peningkatan kadar lipase dan amilase. Pemeriksaan USG menunjukkan kesan kolelitiasis. Pasien didiagnosis dengan pankreatitis akut dan kolelitiasis. Pasien diterapi dengan dipuasakan, pemasangan Naso Gastric Tube (NGT), Pethidin 50 mg satu kali sehari, pantoprazol 40 mg dua kali sehari, dan simvastatin 20 mg satu kali sehari. Respon terhadap terapi dan prognosis baik.  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KURKUMIN (Curcumin longa L) DAN MADU LOKAL TERHADAP BAKTERI METHICILLIN-SENSITIVE STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Marco Reeiner; Dewa Ayu Agung Anggita Ningrat; Putu Dian Pratita Lestari; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.773 KB)

Abstract

Penggunaan obat tradisional dapat menjadi terobosan sebagai pengobatan alternatif seiring dengan meningkatnya resistensi terhadap antibiotik. Kurkumin (Curcumin longa L) telah dilaporkan mengandung zat terapi, dikarenakan memiliki kapasitas sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk lebih menjelaskan kegiatan antibakteri ekstrak kurkumin dan madu lokal. Penelitian eksperimental secara in vitro ini dilakukan dengan membuat ekstrak kurkumin dengan cara maserasi dan dilanjutkan dengan uji resistensi bakteri Staphylococcus aureus. Kegiatan uji antibakteri yang telah dilakukan dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kurkumin dan madu lokal tidak memiliki daya bunuh dan daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
STUDI AWAL GAMBARAN PENGETAHUAN DASAR DAN SIKAP WISATAWAN BACKPACKER MANCANEGARA DI BALI MENGENAI RESIKO INFEKSI RABIES I Gede Eddy Pramana Agustina; Losen Adnyana
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.862 KB)

Abstract

OVERVIEW BASIC KNOWLEGDE AND ATTIDUDE FOREIGN BACKPACKER REGARDING RABIES RISK INFECTION: PREELIMINARY STUDYSince Bali establish as rabies endemic area in 2008, all people in Bali have high risk for getting rabies infection, those are include foreign tourists who come to Bali. Backpacker is one who has high risk of infection because of their habitation of getting their destination on foot and travelling with limitingbudget. This study describes the basic knowledge and attitude of foreign backpacker regarding rabies infection prevention with deep interview based on preprintedquestioners.This study uses cross sectional design held on December 2013to February 2014 with 56 samples. We get 92,8% foreign backpacker who travelling in Bali do not know that Bali is a rabies endemic area, 82,1% foreign backpacker who travelling in Bali  do not know how to avoid rabies infection, 7,1% foreign backpacker who travelling in Bali do not know dog as main carrier rabies in Bali, 64,3% foreign backpacker who travelling in Bali  did not get information regarding rabies risk, initial management of biting before trip and 92,9% foreign backpacker who travelling in Bali  did not receive complete rabies vaccine shot before travelling in their country.
GAMBARAN KARAKTERISTIK SIFILIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN SUB DIVISI INFEKSI MENULAR SEKSUAL RSUP SANGLAH DENPASAR/FK UNUD PERIODE JANUARI 2011-DESEMBER 2013 Surya Adisthanaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.231 KB)

Abstract

Sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri treponema pallidum, didapat dari hubungan seksual dan dapat ditularkan dari ibu ke janin (vertical transmission). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan menggunakan 35 Sampel yang didapat dari data sekunder di poliklinik kulit dan kelamin sub divisi infeksi menular seksual RSUP Sanglah periode Januari 2011-Desember 2013. Hasil dari penelitian ini adalah 35 pasien sifilis dimana jumlah laki-laki sebanyak 30 (85,7%) lebih tinggi dari perempuan sebanyak 5 (14,3%). Kelompok umur tertinggi adalah kelompok umur 25 sampai 44 tahun sebanyak 21 (60%), kelompok stadium sifilis tertinggi adalah kelompok stadium sifilis sekunder sebanyak 19 (54,3%), dan jumlah kasus baru sebanyak 24 (68,6%) lebih tinggi dibandingkan kasus lama sebanyak 11 (31,4%). Dapat disimpulkan bahwa kasus sifilis di RSUP Sanglah memiliki gambaran karakteristik yang bervariasi di setiap variabelnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk kasus sifilis.
PERBEDAAN JUMLAH TROMBOSIT KONSENTRAT TROMBOSIT PADA PENYIMPANAN HARI I, III, V DI UNIT DONOR DARAH PMI PROVINSI BALI/RSUP SANGLAH DENPASAR Ni Kadek Lestariyani; Sianny Herawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281 KB)

Abstract

Storage of platelet concentrate undergo some changes one of which is the count of platelet. The aim of study is to examine differences in the count of platelets concentrate on the day storage I, III, V. The study design was observational analytic which platelet concentrates obtain from volunteer donors who come to the unit donor darah PMI Provinsi Bali/RSUP Sanglah Denpasar. Platelet concentrate used as samples with the result HIV testing, Hapatitis B, Hepatitis C and VDRL are negative, without hemolysis and were prepared in June-August 2014. From 18 samples were used on the day I the mean value is 401.56±166.435, on the day III the mean value is 387.11±137.066 and on the day V the mean value is 338.00±106.536. Results of normality test p-value > 0,05. Which indicated hat Ho is accepted and normally distributed data. Results homegenitas test p-value 0,420 (p>0,05) indicating that Ho is accepted and data is homogeneous. ANOVA test showed p-value of 0, 362 so that significant difference in the average count of platelets in storage I, III, V. From this study it can be concluded that there is difference in platelet count is not significant. Some of the factors that caused are the presence of dextrose in anticoagulant were added to platelet concentrates, fragmentation on the platelet conncrates and good agitation during storage. Need for further research on the differences in the count of platelet concentrates with more sample.  
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Sikap dan Perilaku Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Penatih Dangin Puri Ni Putu Lisa Eka Pratiwi; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.433 KB)

Abstract

Twenty seven million children under five years and 40 million pregnant women worldwide have not received routine immunizationservices. The infant mortality rate (IMR) in Indonesia is about 35 per 1000 live births and the under five mortality rate is 46 per1000 children every year. Approximately 1.7 million children death in Indonesia or 5% of death by the age of five in Indonesiawas caused by diseases preventable by immunization. This study is a quantitative research with cross sectional approach. 79mothers with chidren aged 1-4 years old was chosen using purposive sampling from Penatih Dangin Puri village. The researchwas conducted during October to November 2014. Most of the samples show good knowledge (50,6%), good attitude (65,8%)and good behavior (65,8%) regarding immunization. There is a significant relationship (Spearman’s rank correlation, ? = 0,00)between knowledge and attitude regarding immunization. There is a significant relationship between knowledge (Spearman’srank correlation, ? = 0,00) and attitude (Spearman’s rank correlation, ? = 0,00) with behavior regarding immunization.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI AIR DETERJEN TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES AEGYPTI A.A.A. Karina Damayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.522 KB)

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang banyak ditemukan di negara-negara tropis, contohnya di Indonesia. Dalam pencegahannya, diperlukan pemberantasan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama dengan memutus siklus hidup nyamuk tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat mortalitas larva dalam berbagai konsentrasi air deterjen selama pengamatan 24 dan 48 jam, serta mengetahui nilai LC50 dan LC90. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental menggunakan 7 perlakuan dengan konsentrasi 1 ppm, 3 ppm, 10 ppm, 50 ppm, 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm dan 1 buah kontrol. Masing-masing kelompok menggunakan 25 ekor larva yang didapat dari hasil rearing di Laboratorium Parasitologi FK Unud, dan dibuatkan pengulangan sebanyak 4 kali. Hasil penelitian ini didapatkan perbedaan yang bermakna dalam tingkat mortalitas larva selama dua kali pengamatan. Pengamatan 24 jam didapatkan perbedaan yang bermakna pada konsentrasi 300 ppm dengan kontrol, 1 ppm, 3 ppm, 10 ppm, dan 50 ppm (p<0,05) dalam hal tingkat mortalitas larva. Pengamatan 48 jam didapatkan perbedaan bermakna pada konsentrasi 300 ppm, 200 ppm dengan kontrol, 1 ppm, 3 ppm, 10 ppm, dan 50 ppm (p<0,05). LC50 dan LC90 dalam pengamatan 24 jam berturut-turut sebesar 142,315 ppm dan 240,871 ppm. Sedangkan LC50 dan LC90 dalam pengamatan 48 jam sebesar 102,350 ppm dan 185,156 ppm. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai informasi tambahan oleh instansi terkait penanggulangan penyakit demam berdarah dan dasar penelitian lebih lanjut. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Air Deterjen, Mortalitas Larva, Aedes aegypti

Page 18 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue