I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
Departemen Obstetri Dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, RSUP Sanglah, Bali, Indonesia

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HIFU (HIGH INTENSITY FREQUENCY ULTRASOUND) SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF UNTUK MIOMA UTERI Harry Wijaya Surya, Gede Ngurah
E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : E-Journal Obstetric & Gynecology Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mioma uteri merupakan tumor jinak uterus yang sangat sering ditemukan yang walaupun kadang-kadang asimptomatik, pada 50% kasus menimbulkan gejala, sehingga membutuhkan terapi. Sampai saat ini terapi yang paling banyak dilakukan adalah terapi bedah, baik dengan histerektomi maupun miomektomi.   Akhir-akhir ini dikembangkan teknik terapi non invasif untuk mioma uteri, salah satu terapi non invasif untuk mioma uteri ini adalah dengan HIFU (High Intensity Frequency Ultrasound). Prinsip kerja dari HIFU adalah dengan ablasi thermal, kavitasi akustik, dan kavitasi mekanis. Penggunaan HIFU memerlukan alat monitoring yang ketat, dapat dengan menggunakan MRI, CT, maupun USG diagnostik. Sebelum dilakukan HIFU, perlu diperhatikan persyaratan-persyaratan dan kontra indikasi. Selain itu juga perlu dilakukan simulasi sebelum terapi, persiapan pasien dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, evaluasi laboratorium, foto thoraks dan EKG untuk menilai kesanggupan tubuh pasien terhadap anestesi. Selama dilakukan terapi, dilakukan pemantauan ketat baik dengan menggunakan MRI maupun dengan USG Diagnostik. Setelah terapi, pasien diberi obat-obatan analgetik untuk mengurangi rasa nyeri, kemudian selanjutnya dilakukan pemantauan lanjutan dalam waktu tidak lebih dari 72 jam setelah terapi. Keberhasilan terapi dinilai dengan perubahan intensitas sinyal pada jaringan yang diterapi pada penggunaan kontras. Dan dari data-data yang didapat dari penelitian, didapatkan pengurangan gejala sebanyak kurang lebih 80% pasien. Kendala dari terapi dengan HIFU ini selain adanya persyaratan-persyaratan yang perlu dipenuhi adalah biaya yang mahal, karena alat ini masih baru dan hanya diproduksi oleh beberapa negara, seperti di AS, Israel, dan Cina dengan biaya operasional yang tinggi.
GAMBARAN KETUBAN PECAH DINI PADA KEHAMILAN ATERM DI RSUP SANGLAH TAHUN 2013 Angga Wiadnya; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.809 KB)

Abstract

Latar belakang: Ketuban pecah dini masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kejadian dan angka kematiannya yang tinggi. Dimana kejadian ketuban pecah dini (KPD) ini mempunyai hubungan erat dengan sejumlah faktor ekstrinsik, di antaranya adalah insidensi lebih tinggi pada mereka yang memiliki aktivitas yang tinggi saat hamil. Selain itu banyak referensi yang mengatakan bahwa dari angka kejadian KPD yang dilaporkan bahwa lebih banyak terjadi pada kehamilan yang cukup bulan dari pada yang kurang bulan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013. Metode: Rancangan deskriptif retrospektif dengan sampel penelitian adalah semua data rekam medis pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2013. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, dan data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan 160 pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm dimana diketahui bahwa usia pasien yang paling banyak mengalami kejadian ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah pada usia 20 – 35 tahun sebanyak 131 orang (81.9%). Sebanyak 116 orang (72,5%) pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah berpendidikan sedang yaitu hanya sekitar lulusan SMP ataupun SMA. Untuk pekerjaan ibu rumah tangga memiliki jumlah yang lebih tinggi yaitu 95 orang (59.4%). Selain itu pasien tanpa riwayat ketuban pecah dini memiliki jumlah yang tinggi yaitu 142 orang (88.2%). Untuk gravida, yang paling dominan pada pasien ketuban pecah dini pada kehamilan aterm adalah Gravida 2 yaitu sebanyak 57 orang (35.6%). Simpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ditemukan jumlah kejadian ketuban pecah dini pada kehamilan aterm yang tinggi pada pasien dengan usia produktif yaitu usia 20 – 35 tahun. Selain itu juga banyak ditemukan pasien dengan ketuban pecah dini pada kehamilan aterm dengan faktor risiko pendidikan sedang (SMP – SMA) beserta pekerjaan sebagai ibu rumah tangga. Tidak ditemukannya kejadian ketuban pecah dini dalam kehamilan aterm dengan faktor risiko riwayat ketuban pecah dini sebelumnya dan gravida tinggi.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PREEKLAMPSIA DI PUSKESMAS II DENPASAR SELATAN Ni Kadek Dwi Karlina; I Nyoman Gede Budiana; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Ida Bagus Gede Fajar Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan sindrom yang dikarakteristikkan dengan adanya peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik yaitu ?140 mmHg dan ?90 mmHg secara berturut-turut, dengan atau tanpa proteinuria yang dapat terjadi pada periode antenatal, intranatal dan postnatal. Penyebab preeklampsia sampai saat ini belum diketahui sehingga disebut sebagai“Diseases of Theory”, namun teori yang umumnya digunakan untuk menjelaskan penyebab preeklampsia adalah teori “iskemia plasenta”. Preeklampsia berkontribusi terhadap tingginya angka mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai preeklampsia di Puskesmas II Denpasar Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif observasional menggunakan pendekatan potong-lintang. Penelitian ini melibatkan 96 ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas II Denpasar Selatan pada bulan Februari sampai September 2019. Subyek diminta mengisi kuisioner untuk mendapatkan gambaran tingkat pengetahuan mengenai preeklampsia yang selanjutkan digolongkan dalam kategori baik, cukup dan kurang. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 68 responden (70,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik, 23 responden (24,0%) memiliki tingkat pengetahuan cukup, dan 5 responden (5,2%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil di Puskesmas II Denpasar Selatan memiliki tingkat pengetahuan baik mengenai preeklampsia. Kata kunci: Preeklampsia, tingkat pengetahuan, ibu hamil
KARAKTERISTIK ANEMIA PADA KEHAMILAN DI POLIKLINIK KEBIDANAN RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2017 Anfiksyar K.S.S; Made Bagus Dwi Aryana; I Gede Ngr Harry Wijaya Surya; Ida Bagus Gede Fajar Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.02 KB)

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan penurunan konsentrasi haemoglobin dibawah 11,0g/dl. Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah utama kematian ibu di hampirsemua negara berkembang di dunia. Di Indonesia, angka kejadian anemia pada kehamilanmeningkat dari tahun ke tahun. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristikanemia pada kehamilan di poliklinik kebidanan RSUP Sanglah Denpasar periode 1 April2016 sampai 31 Maret 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif crosssectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Datayang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien periode 1 April 2016 sampai 31Maret 2017. Data dianalisis dengan program Microsoft Excell.Hasil penelitianmenunjukkan bahwa dari 53 pasien ibu hamil dengan anemia. Tingkat pendidikan ibuhamil dengan anemia terbanyak yaitu tingkat pendidikan menengah sebanyak 36 orang(67,9 %). Umur kehamilan ibu hamil dengan anemia terbanyak pada trimester ketigasebanyak 51 orang (96,2 %). Umur ibu pada ibu hamil dengan anemia terbanyak padaumur 20-35 tahun sebanyak 29 orang (73,6 %). Konsentrasi hemoglobin ibu hamildengan anemia terbanyak yaitu pada status anemia sedang sebanyak 48 orang (90,6 %).Perpanjangan kala II persalinan sebanyak 11 orang (20,8 %). Perdarahan pasca persalinansebanyak 11 orang (20,8 %). Pekerjaan ibu hamil dengan anemia yang terbanyak adalahswasta sebanyak 25 orang (47,2 %). Gravida ibu hamil dengan anemia terbanyak yaituprimigravida sebanyak 24 orang (45,3 %). Status gizi pada ibu hamil dengan anemiaterbanyak pada status nutrisi normal sebanyak 37 orang (69,8 %). Alamat terbanyak ibuhamil dengan anemia adalah di Denpasar yaitu 18 orang (34,0 %).Kata kunci: Karakteristik Penderita, Anemia, kehamil
KARAKTERISTIK IBU PREEKLAMSIA BERAT YANG MELAHIRKAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSUP SANGLAH DENPASAR Anak Agung Istri Mas Sugiantari; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; Made Bagus Dwi Aryana; I Nyoman Gede Budiana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.525 KB)

Abstract

Preeklamsia masih menjadi masalah utama meningkatkan angka kesakitan dan kematian ibuserta bayi di dunia. Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu dampak dari ibu denganpreeklamsia dimana risikonya meningkat pada preeklamsia berat. Tujuan penelitian ini untukmengetahui bagaimanakah karakteristik ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasar periode 2016-2017. Metode penelitian yang digunakan adalahobservasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik pengambilansampel yaitu total sampling sebanyak 40 sampel. Studi ini menggunakan data sekunder berupa datarekam medis ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR di RSUP Sanglah Denpasarperiode 2016-2017. Hasil penelitian menunjukkan 57,5% ibu yang melahirkan bayi BBLR berusia 2035tahundan57,5% memiliki paritas < 2. Terdapat 52,5% BBLR terjadi pada ibu preeklamsia beratdengan frekuensi ANC < 4 kemudian tingkat pendidikan sedang yaitu 67,5%. Sedangkan berdasarkanpekerjaannya terdapat 62,5% ibu bekerja, 57,5% bertempat tinggal di Denpasar dan persalinanpervaginam merupakan cara persalinan terbanyak yang digunakan yaitu sebesar 52,5%. Dapatdisimpulkan bahwa ibu dengan preeklamsia berat yang melahirkan BBLR terbanyak berusia 20-35tahun dan paritas < 2. Sebagian besar BBLR terjadi pada ibu preeklamsia berat dengan frekuensi ANC< 4, ibu yang bekerja, dengan tingkat pendidikan sedang, dan bertempat tinggal di Denpasar.Sedangkan cara persalinan yang paling banyak digunakan adalah cara persalinan pervaginam. Kata kunci: preeklampsia berat, BBLR, karakteristik
EVALUASI SERUM KREATININ DAN BLOOD UREA NITROGEN PASIEN KANKER SERVIKS YANG MENJALANI KEMOTERAPI PAKLITAKSEL-KARBOPLATIN DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2018 Ni Komang Vina Indriyani; I Nyoman Bayu Mahendra; Ida Bagus Gede Fajar Manuaba; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/.MU.2021.V10.i2.P07

Abstract

Kanker serviks ialah keganasan kedua terbanyak di Indonesia. Salah satu penatalaksanaannya yaitu kemoterapi. Tujuan penelitian ini ialah mengetahui fungsi ginjal pasien kanker serviks setelah dilakukan kemoterapi 3 seri di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif retrospektif longitudinal menggunakan data rekam medis dari pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi paklitaksel-karboplatin. Selama penelitian, terkumpul sebanyak 76 kasus yang memenuhi kriteria inklusi yang kemudian dianalisis . Median SC sebelum dilakukan kemoterapi ialah 0,79mg/dL dan setelah kemoterapi menjadi 0,71mg/dL. Pada pemeriksaan BUN median sebelum kemoterapi ialah 10,5mg/dL dan setelah dilakukan kemoterapi menjadi 9,70mg/dL. Sebanyak 77,6% pasien memiliki hasil pemeriksaan SC dan/atau BUN dalam rentang normal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah dilakukan kemoterapi paklitaksel-karboplatin tidak memberikan efek samping serius yang dapat menurunkan fungsi ginjal. Kata Kunci : Kanker serviks, kemoterapi, paklitaksel-karboplatin, kreatinin, BUN, RSUP Sanglah Denpasar
PROFIL KANKER SERVIKS PADA WANITA DENGAN USIA DI BAWAH 40 TAHUN DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JULI 2013-JUNI 2014 Adys Aprilia; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.105 KB)

Abstract

Latar belakang: Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan, danmenempati posisi pertama pada negara berkembang. Saat ini telah terjadi perubahan tren dimana rata-rata penderita kanker serviks menjadi lebih muda. Hal ini banyak dipengaruhi baik itu faktor eksternaldan internal. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil dan distribusi kanker serviks pada wanitadengan usia di bawah 40 tahun di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2013-Juni 2014. Metode:Rancangan deskriptif observasional dengan sampel penelitian adalah semua data rekam medis pasienwanita kanker serviks dengan usia di bawah 40 tahun di RSUP Sanglah Denpasar periode Juli 2013-Juni 2014. Sampel dipilih dengan cara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi, dan datadisajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penderita kanker serviks pada wanita dengan usia di bawah 40tahun sebanyak 48 orang dimana mayoritas usia menikah adalah 20-30 tahun sebanyak 34 orang(70,8%); paritas pada kelompok paritas 2-4 sebanyak 33 orang (68,8%); dan pendidikan sedang sejumlah 34 orang (70,8%); stadium IIIB sejumlah 20 orang (41,7%); dengan gambaran histopatologiNon Keratinizing Squamous Cell Carcinoma 22 orang (45,8%); serta paling banyak berasal dariDenpasar yaitu sebanyak 11 pasien (22,9%). Simpulan: Usia menikah muda dan tingkat pendidikanrendah memiliki jumlah yang tinggi terhadap kejadian kanker serviks pada wanita dengan usia dibawah 40 tahun, namun paritas tinggi tidak didapatkan pada penelitian ini. Rata- rata pasien kankerserviks dengan usia di bawah 40 tahun datang di saat stadium lanjut dengan gambaran histopatologiterbanyak adalah Squamous Cell Carcinoma tipe Non Keratinizing.
KARAKTERISTIK PERSALINAN SPONTAN PERVAGINAM PADA KEHAMILAN DENGAN BEKAS SEKSIO SESAREA DI RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2014-DESEMBER 2014 Jauza Irbah; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.717 KB)

Abstract

Vaginal Birth After Caesar (VBAC) sudah banyak dilakukan pada kehamilan dengan bekas seksio sesarea dengan pesentase kesuksesan 60-80%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik persalinan spontan pervaginam pada kehamilan dengan bekas seksio sesarea di RSUP Sanglah Denpasar selama bulan Januari 2014 – Desember 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospekstif dengan sampel penelitian adalah pasien yang melakukan VBAC di RSUP Sanglah Denpasar periode Januari 2014-Desember 2014 yang dipilih dengan cara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan data disajikan dalam bentuk tabel. Diperoleh hasil 15 pasien dari 25 pasien yang melakukan Trial of Labor After Caesar (TOLAC) berhasil melakukan VBAC dengan berbagai karakteristik, dimana 7 orang (46,7%) tidak mempunyai riwayat persalinan normal, 15 orang (100%) dengan jenis insisi transversal, 5 orang (33,3%) dengan indikasi seksio sebelumnya tidak tercatat, 15 orang (100%) dengan jumlah seksio sesaria sebelumnya 1 kali, 11 orang (73,3%) dengan rentang usia maternal 20-35 tahun; 15 orang (100%) berat bayi lahir 2500-4000 gram, dan 15 orang (100%) jarak antar persalinan >24 bulan. Kata kunci: VBAC, karakteristik, riwayat persalinan normal, jenis insisi, indikasi seksio sesarea sebelumnya, jumlah seksio sesarea, usia maternal, berat bayi lahir, jarak antar persalinan
KARAKTERISTIK IBU BERSALIN DENGAN PLASENTA PREVIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH TAHUN 2018-2019 Ni Kadek Deby Cindra Dewi; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya; I Nyoman Bayu Mahendra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i1.P13

Abstract

ABSTRAK Penyebab kematian ibu tersering di Indonesia disebabkan perdarahan obstetri dan plasenta previa merupakan salah satu perdarahan obstetri yang sering terjadi namun penyebab plasenta previa belum diketahui dengan pasti dan hanya dicurigai bersifat multifaktorial. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu bersalin dengan plasenta previa di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada tahun 2018-2019 berdasarkan faktor risiko usia, jumlah paritas, jarak kehamilan sebelumnya, riwayat kuretase, riwayat operasi sesar, riwayat plasenta previa sebelumnya, kehamilan ganda serta tumor (mioma uteri dan polip endometrium). Penelitian ini merupakan penelitian potong-lintang deskriptif. Subjek penelitian adalah ibu hamil yang bersalin di RSUP Sanglah Denpasar. Data penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari rekam medis RSUP Sanglah Denpasar periode 2018-2019. Data yang terkumpul diolah, dan disajikan dalam bentuk tabel. Jumlah sampel yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 44 sampel. Persentase kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia tidak berisiko (56,3%), kelompok multipara (52,3%), jarak kehamilan > 2 tahun (47,7%), kelompok tanpa riwayat kuretase (61,4%), kelompok dengan riwayat operasi sesar (52,3%), kelompok tanpa riwayat plasenta previa sebelumnya (88,6%), kelompok kehamilan tunggal (95,5%), dan kelompok tanpa tumor (88,6%). Kata kunci:plasenta previa, karakteristik plasenta previa, ibu bersalin.
KARAKTERISTIK HASIL PAP SMEAR MENURUT BETHESDA DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2016-2017 Tasia Irma Endriani; I Nyoman Gede Budiana; I Nyoman Bayu Mahendra; I Gede Ngurah Harry Wijaya Surya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2021.V10.i3.P14

Abstract

ABSTRAK Kanker serviks merupakan kanker pada serviks uterus. Pemeriksaan Pap smear yang dilakukan teratur dapat membantu mendeteksi perubahan sitologi prakanker pada serviks. Hasil pemeriksaan Pap smear kemudian dilaporkan berdasarkan sistem Bethesda untuk memberikan terminologi seragam berdasarkan satu panduan. Namun, dalam pelaporannya sampai sekarang masih belum seragam dan belum banyak data penelitian mengenai karakteristik Pap smear yang dilaporkan khususnya di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelompok usia, keluhan, jumlah paritas, dan karakteristik hasil Pap smear di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017. Penelitian ini dilakukan secara potong lintang deskriptif. Bahan penelitian yang digunakan berupa arsip data hasil pemeriksaan Pap smear di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Sanglah. Jumlah sampel penelitian yang diperoleh adalah 1393 orang. Hasil penelitian menunjukkan jumlah pasien terbanyak yang melakukan Pap smear di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016-2017 adalah pada kelompok umur 41-50 tahun, sebanyak 472 orang (33,9%). Sebanyak 824 orang (59,1%) datang tanpa keluhan. Sebagian besar pasien yang melakukan Pap smear merupakan nullipara, yaitu sebanyak 886 orang (63,6%). Berdasarkan hasil Pap smear menurut klasifikasi Bethesda 2014 hasil paling banyak pada kelompok pasien Reactive cellular changes sebanyak 690 orang (49,5%). Jumlah pasien pada kelompok atypical squamous cell sebanyak 60 orang (4,45%), kelompok dengan LSIL sebanyak 4 orang (0,3%), kelompok dengan HSIL sebanyak 5 orang (0,3%), kelompok dengan glandular cell sebanyak 14 orang (1,1%). Perlu dilakukan penelitian analitik lebih lanjut guna mencari hubungan berbagai karakteristik. Kata kunci : kanker serviks, Pap smear, karakteristik