cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN SUBTIPE IMUNOHISTOKIMIA DENGAN USIA PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUP SANGLAH KOTA DENPASAR IGAN Ciptadi Permana Wijaya; Ida Bagus Tjakra Wibawa Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.216 KB)

Abstract

Pemeriksaan imunohistokimia merupakan salah satu modalitas penting dalam menetukan terapi untuk pasien kanker payudara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara subtipe imunohistokimia dengan usia pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan menggunakan data rekam medis pasien kanker payudara di RSUP Sanglah dari bulan Januari 2010 sampai dengan bulan Agustus 2014. Data yang dicatat adalah usia dan subtipe imunohistokimia (luminal A, luminal B, HER2 positive, triple-negative). Dari 553 pasien kanker payudara periode 2010 sampai 2014 di RSUP Sanglah, 116 diantaranya telah melakukan pemeriksaan imunoshitokimia, namun 2 pasien memiliki data pemeriksaan imunohistokimia yang tidak lengkap. Didapatkan subtipe kanker payudara subtipe luminal A mempunyai insiden tertinggi pada kelompok usia 40-44 tahun, subtipe luminal B pada kelompok usia 35-39 tahun, subtipe HER2 positive pada usia 40-49 tahun, dan subtipe triple-negative pada usia 40-44 tahun. Dari hasil analisis statistik tidak didapatkan hubungan yang signifikan antara subtipe imunohitokimia dengan usia (p=0.742). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara subtipe imunohistokimia dengan usia pada pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Kota Denpasar.
Gambaran Karakteristik Sifilis di Poliklinik Kulit dan Kelamin Sub Divisi Infeksi Menular Seksual RSUP Sanglah Denpasar/FK Unud Periode Januari 2011-Desember 2013 Surya Adisthanaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.126 KB)

Abstract

Syphilis is a sexual transmitted disease, which is cause by the bacterium Treponema pallidum, that can transmit by sexual intercourse and can transmitted from mother to fetus (vertical transmission). This study is a descriptive cross-sectional using a total of 35 sample from secondary data of clinic records in dermatology and venereology clinic sexual transmitted disease sub division Sanglah Hospital/Medical Faculty Udayana period January 2011-December 2013. The results of this study is 35 patients with syphilis in which the number of males were 30 (85.7 %) is higher than women by 5 (14.3 %). The highest group are the age group of 25 to 44 years were 21 (60 %), the highest syphilis stage group is the group stage of secondary syphilis were 19 (54.3 %), and the number of new cases were 24 (68.6 %) higher than the old cases were 11 (31.4 %). It can conclude that syphilis cases in Sanglah Hospital have characteristic features vary in each variable. The results of this study can be used as a basis for further research to cases of syphilis. Keyword : Syphilis, Characteristic, Secondary Data
KARAKTERISTIK PADA PENDERITA KANKER SINONASAL DI RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI – DESEMBER 2014 Krisnarendra .
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.045 KB)

Abstract

Kanker sinonasal adalah tumor rongga hidung dan sinus paranasal pada umumnya jarang terjadi dan mewakili kelompok lesi heterogen pada kepala dan leher. Keganasan daerah ini terjadi sekitar 3% dari semua tumor kepala dan leher dan sekitar 1% di seluruh tubuh. Insiden kanker sinonasal rendah di sebagian besar populasi (<1,5 / 100.000 pada pria dan <1,0 / 100.000 pada wanita). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik penderita kanker sinonasal di Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan mengambil sampel dari data rekam medis di Poliklinik THT-KL RSUP Sanglah Denpasar. Karakteristik penderita kanker sinonasal ini dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, keluhan utama, riwayat paparan, dan stadium penyakit yang didapat dari data rekam medis. Jumlah kasus kanker sinonasal di RSUP Sanglah periode Januari - Desember 2014 ditemukan sebanyak 25 kasus. Kelompok umur pasien penderita kanker sinonasal paling banyak ditemukan pada rentang usia antara 51-60 yaitu 28%, usia 61-70 tahun sebanyak 20%, tidak ditemukan pada umur 0-10 tahun. Jenis kelamin lelaki ditemukan lebih banyak yaitu 60% sedangkan perempuan 40%. Keluhan utama yang ditemukan paling banyak adalah hidung tersumbat, mimisan dan benjolan di hidung. Riwayat paparan merokok sebanyak 8%, merokok dan alkohol 44%, dan tanpa paparan rokok sebesar 48%. Ditinjau dari stadium penyakit, memperlihatkan bahwa penderita kanker sinonasal yang paling banyak yaitu stadium IV sebesar 92% dan stadium III sebesar 8%. Kata kunci: Sinonasal, kanker, karakteristik
GAMBARAN PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014-2016 I Putu Arya Agung Pratama; I Made Sudipta; Komang Andi Dwi Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.567 KB)

Abstract

Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) adalah penyakit akibat terjadinya peradangan kronik di telinga tengah dan mastoid disertai adanya perforasi membran timpani yang persisten dan berulang. Di negara berkembang OMSK merupakan masalah infeksi telinga yang sering terjadi dan menyebabkan gangguan pendengaran, nyeri telinga (otalgia) serta keluarnya cairan pada telinga (otorea). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi penderita OMSK di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2014-2016 berdasarkan umur, jenis kelamin, sisi telinga yang terinfeksi dan tipe otorea. Penelitian ini dilaksanakan di Poli Klinik THT-KL RSUP Sanglah pada bulan Juni 2017- Desember 2017 menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien. Terdapat 382 pasien OMSK yang tercatat pada tahun 2014-2016. Angka kejadian terbanyak terjadi pada umur dewasa 26-45 tahun yaitu 165 pasien (43,2%). OMSK lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan dengan angka kejadian 203 pasien (53,1%). Berdasarkan sisi telinga yang terinfeksi OMSK lebih banyak pada terjadi pada sisi unilateral yaitu 281 pasien (73,6%) dan berdasarkan tipe otorea lebih banyak dengan tipe aktif yaitu 261 pasien (68,3%). Kata kunci: OMSK, umur, jenis kelamin, sisi telinga yang terinfeksi, tipe otorea
GAMBARAN GENUS DAN PANJANG LARVA LALAT PADA BANGKAI TIKUS WISTAR DENGAN PERBEDAAN LETAK GEOGRAFIS DI BALI Hanan Anwar Rusidi; Kunthi Yulianti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.561 KB)

Abstract

Kasus pembunuhan sering menjadi penyebab kematian tidak wajar. Pada kasus pembunuhan masalah yang sering dihadapi adalah penentuan waktu kematian. Metodeyang bisa diaplikasikan untuk mengetahui PMI adalah dengan menggunakan penerapanentomologi forensik. Dalam menjalankan penelitian ini peneliti mengguakan 15 bangkai tikus wistar yangmemenuhi kriteria inklusi. Lokasi peletakkan bangkai tikus dibedakan menjadi 3 yaitupemukiman, dataran tinggi, dan vegetasi pantai. Kemudian dilakukan pengamatan danpengumpulan sampel larva lalat. Pemeliharaan sampel menggunakan alkohol 70%.Selanjutnya dilakukan pengukuran panjang dan identifikasi genus lalat. Ditemukan 3 genus yaitu Lucilia,Calliphora, dan Sarcophaga dan 2 famili lalat yaituCalliphoridae dan Sarcophagidae. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa genus larva lalatdi pemukiman dan vegetasi pantai Lucilia dan Sarcophaga sedangkan pada dataran tinggiadalah Lucilia, Calliphora, dan Sarcophaga. Golongan diptera dari kedua familia yangberbeda akan memiliki siklus hidup yang berbeda pula Panjang rata-rata larva lalat pada fase instar 3 yang diletakkan di pemukiman adalah10,06 mm, dataran tinggi 12,76 mm dan vegetasi pantai 10,17 mm. Kata kunci : genus, familia, instar, Lucilia, Calliphora, Sarcophaga
FACTORS LEAD TO DEPRESION DURING ANTENATAL CARE EVERY TRIMESTER OF PREGNANT MOTHER Eddy Surya Kurniawan; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.526 KB)

Abstract

The most important factor in reducing maternal and infant mortality rates began during pregnancy. In 2000, one in twenty children die before reaching the age of five years and a mother died of childbirth out of every 325 live births. The death rate in research mainly indicated comparable levels of depression due to stress in pregnant women. The occurrence of symptoms of depression during the perinatal period can be easily recognized. Depression during pregnancy is a common mood disorder such as depression that occurs in the laity in general, where the incidence of depression will occur chemical changes in the brain. Each trimester of pregnancy are at risk of psychological disorders respectively. Antenatal care plays a very important for the safety of the mother and fetus, minimizing the risks of pregnancy, and reduce the number of neonatal deaths. Nursing antenatal care should have run in accordance with minimum standards for pregnant women to obtain a safe childbirth and satisfying.
KARAKTERISTIK SEBAB DAN MEKANISME KEMATIAN PADA KORBAN YANG DIDUGA DIBUNUH YANG DIOTOPSI DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUP SANGLAH TAHUN 2011-2012 Ricky Dany Agus Wicaksono; Kunthi Yulianti
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.658 KB)

Abstract

Pembunuhan adalah tindakan melanggar hukum yang dilakukan seseorang terhadap oranglain sehingga mengakibatkan kematian. Prevalensi semakin meningkat seti ap tahun. Balisebagai tujuan wisata harus waspada dengan peningkatan prevalensi pembunuhan, karenadapat menurunkan jumlah kunjungan wisatawan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahuipenyebab dan mekanisme kematian pada korban yang diduga dibunuh. Metode penelitianini adalah deskriptif cross-sectional dengan menggunakan data sekunder. Variabel yangditeliti adalah umur, jenis kelamin, sebab dan mekanisme kematian pada kasus didugapembunuhan. Dari hasil penelitian didapatkan prevalensi kasus diduga pembunuhan di Balidari Januari 2011 sampai Desember 2012 adalah 73 kasus. korban paling banyak adalahberjenis kelamin laki-laki 29 orang (72,5%). Kelompok umur 21-40 tahun menjadikelompok umur yang dominan. Simpulan penelitian adalah mekanisme kematian terseringpada korban melibatkan sistem kardiovaskular. Penyebab kematian antara kekerasan tajamdan tumpul tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Saran dari peneliti adalah melakukanpenelitian lebih lanjut dengan melibatkan pihak kepolisian agar dapat diketahui aktivitasapa saja yang meningkatkan resiko seseorang untuk terlibat kasus pembunuhan.
EPIDEMOLOGY OF TRAUMA GLOBALY Nur Yuniarti
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.535 KB)

Abstract

This study describes the epidemiology of trauma globaly. Trauma can cause death, burden of disease and economic losses. Traffic accidents are the most common cause of injury in the whole world. Riskesdes 2007, the proportion of the highest injury of Yogyakarta, experienced by adult age group, higher in male, the high levels of injury increasing the proportion of respondents. Found in the work as an employee, in the upper midle economic level. Lower limb (leg) is part most affected by injuries. Based on the types of injuries classified as serious in a row that a head injury. Traffic accidents are often caused by four factors: road user, drivers, pedestrian, and vehicle. Because the victim of traffic accident is quite high and high health costs incurred. By him that there are three phases of stage traffic accident prevention, the prevention of the pre-crash phase, the phase of the accident, when the accident occur, to minimize the injuries.
GAMBARAN SEROLOGIS IgG-IgM PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DI RSUP SANGLAH PERIODE JULI-AGUSTUS 2014 Putu Gde Hari Wangsa; A.A. Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.785 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi virus spesies Flaviviridae, yaitu genus Flavivirus dengan serotipe Den-1, Den-2, Den-3, dan Den-4, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data tahun 2005 jumlah kasus DBD dilaporkan di wilayah Asia Tenggara, Indonesia termasuk peringkat kedua setelah Thailand. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif bersifat potong lintang yang dilakukan secara murni tanpa dilakukan analisis yang mendalam yang bertujuan untuk mengetahui gambaran serologis IgG-IgM pada penderita demam berdarah di RSUP Sanglah tahun 2014. Hasil analisis data terhadap 33 pasien diperoleh bahwa pasien berjenis kelamin laki-laki sebanyak 25 pasien (75,8%) dan perempuan sebanyak 8 pasien  (24,2%). Mayoritas dari usia pasien berada pada kelompok umur diatas 15 tahun (63,6%). Dari data diperoleh mayoritas pasien yaitu sebanyak 22 pasien (66,7%) menunjukkan infeksi sekunder, sedangkan sebanyak 6 pasien (18,2%) menunjukkan infeksi primer, dan sebanyak 5 pasien (15,2%) menunjukkan hasil negatif.  
PROFIL PEMBESARAN TONSIL PADA PASIEN TONSILITIS KRONIS YANG MENJALANI TONSILEKTOMI DI RSUP SANGLAH PADA TAHUN 2013 Ni Made Putri Rahayu Srikandi; Sari Wulan Dwi Sutanegara; I Wayan Sucipta
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Bakteri yang paling banyak ditemukan pada jaringan tonsil adalah group  Streptococcus ? hemolyticus group A. Tonsilitis kronis merupakan radang pada tonsil palatina yang sifatnya menahun, ada infeksi yang berulang dan obstruksi jalan nafas yang diakibatkan hipertofi tonsil. Ukuran tonsil dapat membantu untuk memprediksi kapan dilakukannya tonsilektomi pada pasien dengan hipertrofi tonsil terutama pada anak-anak. Untuk memperkirakan ukuran tonsil bisa dengan membuka mulut pasien dan kemudian mengevaluasi pembesaran tonsil ke garis tengah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pembesaran tonsil yang menjalani tonsilektomi di RSUP Sanglah tahun 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan data diambil secara retrospektif di RSUP Sanglah pada tahun 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data rekam medis di RSUP Sanglah pada tahun 2013 didapatkan 27 pasien tonsilitis kronis untuk ukuran tonsil T3 yang paling banyak dilakukan tonsilektomi, dimana ukuran T3 besar tonsil berkisar antara >50% s/d <75% dari diameter orofaring yang di ukur melalui pilar anterior kiri dan kanan. Distribusi berdasarkan tingkat umur nampak bahwa pasien tonsilektomi di rumah Sakit Sanglah pada tahun 2013, sebagian besar adalah tergolong anak-anak dan remaja. Sedangkan pasien tonsilektomi yang tergolong lansia yang paling kecil.  Dan kelompok umur anak-anak yang berkisar 6-11 tahun yang memiliki insiden tonsilektomi yang tinggi.    

Page 25 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue