cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
HUBUNGAN POLA AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS NUTRISI PADA SISWA KELAS X TAHUN AJARAN 2014-2015 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 5 DENPASAR Gede Andrewartha; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.357 KB)

Abstract

Obesity or overweight is a condition accumulation of excess fat in the body that can interfere health. Overweight by category Overweight, Obese I, II and Obese caused by many factors such as genetics, diet, physical activity, and environmental factors. Physical activity is one of the factors trigger more nutrition. The pattern of sedentary life (mild physical activity) caused by increasingly advanced technology led to a decrease in physical activity in adolescents. Assessment of physical activity patterns is important to note because some studies have demonstrated an association between physical activity and obesity. The purpose of this thesis is to determine whether there was a relationship between physical activities with body mass index in adolescents. This study used a cross-sectional design with a sample size of n = 100 samples. The results showed respondents with low levels of physical activity were 68% and respondents with moderate physical activity was 32%. Respondents with a body mass index was classified as overweight and 22% of respondents with non-obese body mass index is 68%. The result of the chi-square statistical analysis on the relationship of physical activity with body mass index shows the value of p = 0.116. From the results of this study concluded that the majority of respondents have a light physical activity. And the prevalence of overweight among respondents was 22%. These results suggest there is no relationship between physical activity and nutritional status of the respondents
Hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Werdha Wana Seraya Denpasar Bali Putu Pradnyadewi Nataswari; IGA Indah Ardani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1519.005 KB)

Abstract

Depression is a disease that often occurs in the elderly. There are several factors that influence the occurrence of depression in the elderly, one of which is the presence of family support. This study was conducted to determine the relationship between family support with depression in the elderly in Elderly Social Institution Wana Seraya Denpasar Bali. This study used an analytical technique using cross-sectional sampling technique by total sampling. This study used two types of analysis, univariate analysis to determine the frequency distribution of each variable and bivariate analysis to determine the relationship between the two variables. Of the total 40 samples, a total of 35 respondents (87.5%) had a good family support, and as many as five respondents (12.5%) of respondents had poor family support. A total of 21 respondents (52.5%) experienced depression and as many as 19 respondents (47.5%) did not have depression. From the results of the bivariate analysis p value = 0.65 which indicates that there was no significant relationship between family support with depression in the elderly in Elderly Social Institution Wana Seraya Denpasar Bali, but the OR value obtained was 1.7, which suggests that depression happens to the respondent with the support of poor families increased 1.7 times compared with good family support. This suggests that family support is a risk factor for depression in the elderly in Elderly Social Institution Wana Seraya Denpasar Bali. Keywords: family support, depression, elderly
PROFIL KASUS KONDILOMA AKUMINATA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2014-APRIL 2015 Ida Ayu Ide Nanda Divyani; NLP Ratih Vibriyanti Karna
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.91 KB)

Abstract

Kondiloma Akuminata (KA) atau dikenal sebagai genital wart (kutil kelamin)adalah IMS yang disebabkan oleh Humanpapillomavirus (HPV), ditandai dengan adanya kelainan berupa hiperkeratosis pada kulit dan mukosa, ditemukannya butiran keratohialin yang kasar, dan keratosit.Telah dilakukan penelitian dengan desain penelitian deskriptif menggunakan metode total sampling. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui profil kasus kondiloma akuminata di RSUP Sanglah berdasarkan karakteristik sosiodemografi.Pada penelitian ini sampel yang didapatkan adalah 55 orang yaitu 25 orang laki-laki dan 30 orang perempuan dalam pengambilan data sekunder berupa rekam medis pasien yang menderita KA baik pasien baru maupun yang sudah terdiagnosis sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus KA berdasarkan umur dengan prevalensi tertinggi yaitu pada kelompok umur 26-45 tahun sebanyak 30 orang (54,5%), jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita KA pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki yaitu sebanyak 30 orang (54,5%), berdasarkan tingkat pendidikan dengan prevalensi tertinggi yaitu pada golongan pendidikan menengah sebanyak 30 orang (54,5%). Lama keluhan rerata pasien KA yaitu 2,5±1,5 bulan, lokasi lesi KA yang paling sering muncul pada laki-laki yaitu di daerah penis sebanyak 20 orang (80,0%) orang dan sebanyak 15 orang (27,3%) perempuan pada daerah vulva, serta penyakit penyerta hanya 7 orang (28,0%) ditemukan pada laki-laki dan orang 4 orang (13,3%) ditemukan pada perempuan.Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah kasus kondiloma akuminata masih cukup tinggi terjadi di RSUP Sanglah dengan karakteristik dari setiap pasien berbeda-beda. Kata kunci: kondiloma akuminata, infeksi menular seksual, HPV
GAMBARAN KOMPLIKASI PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER PASCA RADIOTERAPI / KEMOTERAPI DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016 Ni Luh Indah Suardewi; Arif Winata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.547 KB)

Abstract

Prevalensi kanker kepala dan leher (KKL) di Indonesia cukup tinggi. Kanker kepala dan leher adalah kanker ke empat yang menyebabkan kematian. Modalitas penatalaksanaan kanker kepala dan leher dengan radioterapi dan kemoterapi dapat meningkatkan survival rate pasien. Di sisi lain radioterapi dan kemoterapi menimbulkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran komplikasi pasien kanker kepala dan leher pasca radioterapi/kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di RSUP Sanglah Denpasar selama bulan April 2016 – September 2016. Subyek yang diteliti adalah pasien KKL yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 46 subyek. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Dari 46 subyek menunjukkan kelompok usia 12-25 tahun sebanyak 2 orang (4,3%) , kelompok usia 26-45 tahun sebanyak 17 orang (37%), kelompok usia 46-65 sebanyak 27 orang (58,7%), dan kelompok usia >65 tahun adalah (0%). Rerata usia ± standar deviasi pasien adalah 47,61 ±12,089. Usia tengah adalah 51 tahun, usia termuda pasien adalah 19 tahun sedangkan usia tertua adalah 65 tahun. Jenis kelamin laki-laki yaitu 26 orang (56.5%) dan perempuan 20 orang (43,5%). Terdapat 31 orang (67.4%) dengan stadium IV, 8 orang (17,4%) dengan stadium III, 4 orang (8,7%) dengan stadium II, dan 3 orang pasien (6,5%) dengan stadium I. Dari 46 subyek terdapat 27 orang (58,7%) radioterapi dan 19 orang (41,3%) kemoterapi. Komplikasi xerostomia 40 orang (87%), mukositis oral 25 orang (54,3%), trismus 19 orang (41,3%), alopesia 18 orang (39,1%), infeksi kandidiasis oral 8 orang (17,4%), karies gigi 4 orang (8,7%) dan osteoradioneksrosis sebanyak 0%. Dapat disimpulkan bahwa komplikasi yang paling banyak adalah xerostomia 40 orang (87%). Diharapkan penelitian ini terus dilanjutkan secara berkesinambungan dan lebih disempurnakan. Kata kunci: Kanker kepala dan leher, komplikasi radioterapi, komplikasi kemoterapi
HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DAN PREVALENSI INFEKSI CACING USUS PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI BELANDINGAN, KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI I Gusti Agung Dwi Putri Anjani; I Made Sudarmaja; I Kadek Swastika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.746 KB)

Abstract

ABSTRAK Infeksi cacing usus merupakan infeksi yang masih banyak diabaikan oleh masyarakat. Penyakit ini umumnya terkait dengan faktor risiko berupa kebiasaan mencuci tangan, memotong kuku secara rutin, penggunaan alas kaki saat di luar rumah, ketersediaan sumber air bersih, kepemilikan jamban, mengonsumsi obat cacing secara rutin, dan penggunaan penutup makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko dengan prevalensi infeksi cacing usus pada siswa sekolah dasar (SD) Negeri Belandingan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dan pengambilan sampel dilakukan hanya sekali dengan teknik total sampling. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode Kato-katz di Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi cacing usus ditentukan dengan analisis statistik univariat dan bivariat. Infeksi cacing usus pada anak SD N Belandingan didapatkan sebesar 8.8% yang terdiri dari Ascaris lumbricoides, cacing tambang, dan Taenia. Hasil analisis bivariat menunjukkan faktor risiko yang terkait dengan infeksi cacing usus yaitu tidak tersedianya sumber air bersih(nilai p=0,023; RP=5,52 95% IK 1,79-15,3) mencuci tangan dengan air saja(nilai p=0,038; RP=0,31 95% IK 0,11-0,86), dan tidak menggunakan penutup makanan(nilai p=0,029; RP=3,94 95% IK 1,37-11,2). Kata Kunci: Infeksi cacing usus, Faktor risiko, Ascaris lumbricoides, Belandingan ABSTRACT Intestinal worm infection is one of neglected infectious disease. The disease is commonly associated with hand-washing practice, nail cutting habit, use of footwear when playing outdoors, clean water source availability, presence of a latrine, routine antihelminthic drug consumption, and the use of food cover as a risk factor. The aim of this study is to determine the relationship of risk factors to the prevalence of intestinal worm infectionin Belandingan Elementary School students, Kintamani Subdistrict, Bangli District. The type of research is analytic descriptive and sampling is done only once with total sampling technique. Stool examination was done by Kato-katz method in Parasitology Laboratory,Faculty of Medicine Udayana University.Univariate and bivariate statistical analyses were used to determine risk factor variables that play a role in intestinal worm infection. The results showed that prevalence of infection in SD N Belandingan students was 8.8% consisting of Ascaris lumbricoides, hookworm, and Taenia. The result of bivariate analysis showed that risk factors related to intestinal worm infection were clean water source unavailable (p = 0.023, PR = 5.52 CI 95% 1.79-15.3), hand washing with water only (p = 0.038, PR = 0.31 CI 95% 0.11-0.86), and not covering food (value p = 0.029; PR = 3.94 CI 95% 1.37-11.2). Keywords: Intestinal worm infection, Risk factors, Ascaris lumbricoides, Belandingan
PREVALENCE OF DIABETIC RETINOPATHY IN PATIENT TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT INTERNAL MEDICINE POLICLINIC SANGLAH HOSPITAL Ni Made Sintia Anggia Sari; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.383 KB)

Abstract

One of the complications that can occur in microvaskular diabetes mellitus is diabetic retinopathy. This research was carried out to know the prevalence of diabetic retinopathy in patients type 2 diabetes mellitus at internal divison of Sanglah Hospital. The method used is cross sectional by collecting data from the questionnaire and secondary data of medical record patient's type 2 DM. On this research acquired 111 patients (35.1%) with diabetic retinopathy and (64,9%) nonretinopathy. In the group with good level of HbA1c (<6.5%) the prevalence of diabetic retinopathy obtained 53.2%, in the group of patients with moderate level of HbA1c (6.5-8%) as much as 22.5%, and in the group of patients with HbA1c bad level (>8%) as much as 24.3%. The prevalence of the occurrence of DM complications in the diabetic retinopathy is still high, and a good level of HbA1c does not guarantee a person can’t have complication because the complication can also happens are affected by hypertension, dyslipidemia, age, and duration of DM.
IDENTIFIKASI JENIS BAKTERI DALAM AIR LIMBAH DI RUMAH SAKIT SANGLAH Ida Bagus Budhi Astawa; Ni Made Adi Tarini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.249 KB)

Abstract

Rumah sakit adalah tempat perawatan berbagai macam penyakit. Namun rumah sakit juga merupakan tempat masyarakat mendapatkan berbagai macam penyakit, contohnya adalah infeksi. Penyebab dari infeksi terkait pelayanan kesehatan bisa berupa bakteri, virus, atau jamur. Banyak dari bakteri ini yang hidup dalam air limbah. Sampai sekarang belum ada penelitian yang benar-benar meneliti bakteri apa saja yang terkandung dalam air limbah, khususnya di rumah sakit yang ada di Bali. Berdasarkan hal tersebut diatas maka peneliti merasa perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis-jenis bakteri yang ada pada air limbah di Rumah Sakit Sanglah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bakteri yang mungkin menyebabkan infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan di air limbah rumah sakit sanglah. Sampel yang diambil pada penelitian ini berjumlah empat sampel, yang diambil di Instalasi Penanggulangan Air Limbah (IPAL) Mahotama dan IGD. Dari hasil penelitian didapatkan bakteri penyebab infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan yang terdapat pada air limbah rumah sakit sanglah adalah Aeromonas hydrophila, Bacillus sp., Enterobacter cloacae, Enterobacter sakazaki, Escherichia Coli, Klebsiella oxytoca, Kluyvera sp., Serratia liquefaciens, Serratia odorifera, Serratia plymuthica, Serratia rubidea, Raoultella ornithinolytica. Dari hasil uji kepekaan menunjukan adanya variasi tingkat reristensi. Semua bakteri yang di uji sudah resisten terhadap Ampicilin, namun msih sensitif terhadap imipenem. Spesies Serratia liquefaciens dan Kluyvera sp. merupakan baketri yang paling resisten pada penelitian ini. Bakteri – bakteri tersebut juga berasal dari sampel air yang telah dilakukan penangan, ini mengindiasikan penanganan yang dilakukan pada air tersebut masih kurang dan perlu menjadi perhatian di Rumah Sakit.
RADIONUCLIDE SCANNING WITH I-123 IN GRAVES DISEASE Putu Diah Vedayanti; Lisna Astuti; Elisanti Dwi Martadiani
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.382 KB)

Abstract

Graves’ disease is the most common form of thyrotoxicosis which caused byautoimmune that attacks the thyroid gland. This disease will lead such followingsyndromes: thyrotoxicosis, goiter, ophthalmopathy, dermopathy. The sensitive TSHassay is the single best screening test for hyperthyroidism, and in most outpatientclinical situations. But when there is a doubt to distinguish diffuse toxic goiter (Graves’disease) from autonomous toxic nodule (Plummer’s disease), radioinuclide scanning canbe performed. I-123 is one of the preferable radiosisotope because it can produce clearimage and short enough half-life, although the price is expensive. 
GAMBARAN RIWAYAT DIABETES MELLITUS KELUARGA, INDEKS MASSA TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGGIS 1 TAHUN 2013 Adrian Putradinata Chandra; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.517 KB)

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 adalah penyakit kronis yang terjadi akibat ketidakefektifan tubuh dalam menggunakan insulin. Data WHO tahun 2008 menunjukkan jumlah penderita DM tipe 2 di Indonesia menempati urutan ke-4 terbanyak di dunia dengan prevalensi 8,4 juta jiwa dan pada tahun 2030 DM diprediksi akan menjadi penyakit ketujuh paling mematikan di dunia. Pada tahun 2013 jumlah prevalensi DM di wilayah kerja Puskesmas Manggis I meningkat dari 177 kasus menjadi 433 kasus. Faktor resiko utama DM tipe 2 adalah perilaku gaya hidup dan faktor genetik. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran karakteristik, genetik, dan perilaku pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Manggis I tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 50 orang yang dipilih secara simple random sampling. Sampel adalah pasien lama atau baru dengan DM tipe 2 di Puskesmas Manggis 1 selama Oktober-Desember 2013. Data dikumpulkan melalui kuisioner. Pada penelitian ini, berdasarkan jenis kelamin didapatkan responden pria 31 orang (62%) dibandingkan 19 orang responden wanita (38%), menurut kelompok usia <60 tahun dengan ?60 tahun adalah sama yaitu 25 orang (50%). Berdasarkan genetik didapatkan lebih banyak tidak memiliki riwayat DM keluarga yaitu 28 orang (56%). Berdasarkan perilaku didapatkan responden dengan tingkat obesitas 1 terbanyak yaitu 25 orang (50%) dibandingkan BB normal yaitu 4 orang (8%), responden dengan aktivitas ringan terbanyak yaitu 21 orang (42%) berbanding aktivitas berat yaitu 11 orang (22%). Maka disimpulkan kebanyakan penderita Diabetes Mellitus berjenis kelamin laki-laki, tanpa riwayat DM keluarga, dengan tingkat obesitas 1 dan dengan aktivitas sehari-hari ringan.  
POLA PEMBERIAN TERAPI MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL OLEH DOKTER SPESIALIS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI SERTA BIDAN DI KOTA DENPASAR Ni Putu Ayu Widiasari; I Gusti Made Surya Candra Trapika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.786 KB)

Abstract

Mual dan muntah pada ibu hamil atau yang disebut dengan nausea and vomiting in pregnancy (NVP) adalah salah satu penyebab tingginya angka morbiditas ibu hamil yang hingga saat ini belum diketahui terapi definitifnya. NVP dengan manifestasi gejala yang berat disebut dengan Hiperemesis Gravidarum (HG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pengobatan NVP oleh praktisi kesehatan di kota Denpasar. Penelitian bertempat di praktek dokter spesialis obstetri dan ginekologi dan bidan di kota Denpasar yang dipilih secara simple random sampling. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan NVP yang berkunjung ke praktek swasta dokter spesialis obstetri dan ginekologi dan bidan di kota Denpasar dalam jangka waktu Januari-Mei 2014. Rancangan yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan pemilihan sampel secara total sampling dan digunakan sampel sejumlah 88 ibu hamil. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien dan dipindahkan ke formulir penelitian. Data yang didapatkan dianalisis lebih lanjut secara deskriptif. Secara umum didapatkan proporsi pemberian farmakoterapi kepada pasien NVP lebih tinggi (70,5%) dibandingkan non-farmakoterapi (29,5%) dengan seluruh pasien HG diberikan farmakoterapi. Jenis farmakoterapi yang paling dominan dipilih secara umum adalah vitamin B6 (56,5%). Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dominan memilih inhibitor serotonin dan bidan dominan memilih vitamin B6. Dapat disimpulkan bahwa farmakoterapi merupakan pilihan dominan dalam terapi NVP dengan vitamin B6 yang mendominasi. Seluruh pasien HG mendapatkan farmakoterapi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut lagi dengan jangka waktu dan tempat penelitian yang lebih banyak untuk mengetahui kondisi terapi NVP di lapangan dan pilihan farmakoterapi para praktisi kesehatan untuk menangani NVP.

Page 33 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue