cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
TINGGINYA KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DAN TRIGLISERIDA PADA KEJADIAN DIABETIC FOOT ULCER (DFU) DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Ni Kadek Nita Utami; A.A. Ngurah Subawa; I W.P. Sutirta Yasa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.045 KB)

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan bentuk tersering dari DM yang memiliki karakteristik yaitu terjadinya gangguan pada sekresi insulin dan insulin resisten. Komplikasi tersering dari DM adalah diabetic foot ulcer (DFU) yang ditandai dengan munculnya ulkus pada ekstremitas bawah yang dapat berujung pada amputasi apabila tidak tertangani dengan baik. Penderita DFU biasanya memiliki kadar kolesterol yang tidak terkendali dalam jangka waktu yang lama, yang dapat menyebabkan kerusakan endotel pada sistem vaskuler. LDL dan trigliserida merupakan substansi organik yang berperan dalam metabolic factor dan vascular changes terbentuknya gangren pada pasien DFU. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingginya LDL dan trigliserida pada kejadian DFU di RSUP Sanglah periode Januari-Desember 2014. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan design study cross sectional dengan mengambil data rekam medis penderita DM tipe 2, kemudian data yang telah dikumpulkan tersebut dianalisis dengan program SPSS. Sebanyak 160 data subyek dianalisis dalam penelitian ini. dengan uji chi square didapatkan hasil yang signifikan pada kadar LDL dan trigliserida dengan nilai p 0,001 dan 0,011. Dapat disimpulkan bahwa tingginya  kadar LDL dan trigliserida memiliki hubungan pada kejadian DFU di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah periode Januari-Desember 2014
Prevalensi dan karakteristik hipertensi pada pralansia dan lansia di Dusun Tengah, Desa Ulakan, Kecamatan Manggis I Made Restu Widiana; Luh Seri Ani
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.047 KB)

Abstract

Based on the report of Puskesmas Manggis I on 2014, hypertension was the 3rd most common disease within its coverage area with 1288 visits in a year. Although the report was based on the register of the Clinic in Puskesmas Manggis I, which does not reflect the magnitude of health problems caused by hypertension in the population. Therefore a study was needed to evaluate the magnitude of heath problems caused by hypertension and the characteristic of hypertensive patient in the coverage area of Puskesmas Manggis I. A cross-sectional study was done to the elderly and preelderly in Dusun Tengah, Ulakan Village, Manggis District, Karangasem Regency. 54 elderly and preelderly that were chosen by snowballing were included in this study. Data was collected by interview and observation during June 16th – 20th 2015. Collected data was analyzed using descriptive method to show the incidence of hypertension. Analysis shown that incidence of hypertension in elderly and preelderly was 51,9%. Only 50% of hypertensive respondent seek medical treatment to doctors or other healthcare provider. Therefore, early detection of hypertension in the elderly was recommended. Keywords: hypertension, prevalence, elderly, community health program, cross-sectional
Infeksi saluran kemih berhubungan dengan peningkatan nilai prostate specific antigen pada pasien benign prostate hyperplasia di Rumah Sakit Sanglah Nyoman Khrisna Dharmawan; Gede Wirya Kusuma Duarsa
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.28 KB)

Abstract

Increasing the value of Prostate Specific Antigen (PSA) is caused by various things related to abnormal enlargement of the prostate such as prostate cancer and benign prostate hyperplasia (BPH), urinary tract infection (UTI) can cause inflammation and irritation of the epithelial cells of the prostate that can cause swelling of the prostate. This study aims to determine whether UTI associated with increased PSA value in patients with BPH. This research was conducted by recording a patient who came to the urology clinic with a diagnosis of BPH between July and October 2015, then patients were evaluated with a urine sample taken for further cultured to determine if the patient has a UTI or not. Then also taken blood samples to determine levels of PSA values ??with a cut-off point of 4 ng / ml. The statistical analysis used is the test Shapiro Wilk normality test, and Chi-Square to determine the correlation between PSA and UTI. Obtained 24 BPH patients were divided into 2 groups: 12 patients with BPH with positive urine culture and 12 BPH patients with negative urine culture with a mean age of the sample in the study was 64 ± 2 years. The mean rank of PSA in BPH patient group with positive urine culture was 17.25, while in BPH patients with negative urine cultures of 7.75 (p = 0.001), In the test Chi Square correlation obtained 6 patients in this group of patients BPH with positive urine culture had a high PSA values ??and the rest have lower psa (p = 0.005). There can be concluded that the relationship between the PSA value by urine culture in patients with BPH Keywords: Benign Prostate Hyperplasia, Urinary Tract Infection, Prostate Specific Antigen
KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH DAN LINGKAR PINGGANG TERHADAP KOLESTEROL TOTAL PADA MAHASISWA KEDOKTERAN ANGKATAN 2015 UNIVERSITAS UDAYANA Janet Tee; Desak Made Wihandani; Ni Nyoman Ayu Dewi; I Wayan Gede Sutadarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.291 KB)

Abstract

Hiperkolesterolemia adalah kelebihan kolesterol karena sering makan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi. Kelebihan atau kekurangan status nutrisi dapat diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Pinggang (LP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara IMT dan LP terhadap kolesterol total pada mahasiswa kedokteran angkatan 2015 Universitas Udayana. Jenis penelitian ini menggunakan metode cross-sectional analisis dengan subjek 37 orang yang dilakukan pengukuran LP, kadar kolesterol total, dan berat serta tinggi badan untuk mendapatkan nilai IMT. Subjek dianalisis menggunakan Pearson Chi-Square Test atau Fisher Exact Test jika nilai yang diharapkan kurang dari 5. Dari 37 subjek yang telah diukur, hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi signifikan dengan korelasi negatif dari IMT dan LP dengan kolesterol total mahasiswa kedokteran angkatan 2015 Universitas Udayana. Korelasi IMT dengan kolesterol total adalah p = 0,007, dengan r = -0,434. Selanjutnya, korelasi LP dengan kolesterol total adalah p = 0,044. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan korelasi signifikan dengan korelasi negatif dari IMT dan LP dengan kolesterol total pada mahasiswa kedokteran angkatan 2015 Universitas Udayana. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk melakukan upaya preventif dalam menjaga kadar kolesterol total harus ditargetkan pada orang normal dan orang kurus. Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Lingkar Pinggang, Kolesterol Total
HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DENGAN OBESITAS REMAJA PADA SISWA-SISWI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DI DENPASAR Nyoman Arya Shridewi Abhigamika; Wayan Losen Adnyana; I Wayan Sudhana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.722 KB)

Abstract

Obesitas merupakan suatu kondisi penumpukan lemak yang abnormal atau berlebih yangmengganggu kesehatan. Prevalensi kegemukan pada anak-anak di Indonesia menurut data RisetKesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2013 di berbagai rentang usia terbilang masih tinggiterutama saat usia remaja (usia 10-19 tahun) yang dapat disebabkan oleh interaksi kompleksdari banyak faktor seperti genetik, pola makan, aktivitas fisik, status sosial-ekonomi, sertalingkungan. Secara sederhana, obesitas dapat diukur dengan menghitung Indeks Massa Tubuh(IMT) maupun mengukur lingkar pinggang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan antara pola makan dengan obesitas remaja pada siswa-siswi Sekolah Menengah Atas(SMA) di Denpasar. Penelitian ini menggunakan studi observasional analitik potong lintangdengan sampel sebanyak 100 siswa SMA di Denpasar yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Variabel bebas penelitian ini meliputi kualitas makanan, kuantitasmakanan, dan intensitas makan. Data yang diperoleh adalah data primer dengan pengumpulandata menggunakan media kuesioner 24 hour recall serta mengukur berat badan, tinggi badan,dan lingkar pinggang sampel. Pengambilan data dilakukan sejak bulan Agustus-Oktober 2015 diSMAN 8 Denpasar, SMAN 3 Denpasar, SMAK Santo Yoseph Denpasar, dan SMAN 2Denpasar. Penelitian ini menghitung nilai Chi-square hitung lalu membandingkan dengan nilaiChi-square tabel, koefisien korelasi (r), determination coefficient (R2), dan nilai contingencycoefficient (C) dari masing-masing variabel bebas. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilaiChi-square hitung seluruh variabel bebas lebih kecil daripada nilai Chi-square tabel yangmenunjukkan adanya hubungan ketiga variabel bebas terhadap obesitas remaja di Denpasar.Variabel kualitas makanan memiliki r = 0,063, R2 = 0,39%, dan C = 1,74%. Variabel kuantitasmakanan memiliki r = 0,068, R2 = 0,46%, dan C = 1,4%. Variabel intensitas makan memiliki r =0,068, R2 = 0,46%, dan C = 1,27%. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwavariabel kualitas makanan, kuantitas makanan, dan intensitas makan memiliki hubungan dengankejadian obesitas remaja dan hubungan tersebut searah meskipun dengan tingkat keyakinanyang kecil. Tingkat keyakinan yang kecil tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat faktorlain yang turut mempengaruhi obesitas pada remaja selain pola makan yang tidak diteliti padastudi ini. Kata kunci : Pola Makan, Obesitas, Remaja
GAMBARAN KEJADIAN ANEMIA DAN MENSTRUASI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA ANGKATAN 2017 Julianita Kriselda Yuwono; Ida Ayu Dewi Wiryanthini; I Wayan Surudarma
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.662 KB)

Abstract

Angka kejadian anemia khususnya anemia defisiensi besi pada remaja putri termasuk kategori tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya anemia adalah kehilangan besi akibat perdarahan menahun yaitu proses menstruasi, dimana hanya dialami oleh perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kejadian anemia dan menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif potong lintang dengan sampel berjumlah 95 orang. Hasil penelitian didapatkan prevalensi kejadian anemia sebesar 30,53%. Sebanyak 62 orang (65,3%) memiliki siklus menstruasi normal, 22 orang (23,3%) memiliki siklus menstruasi polimenore, dan 11 orang (11,6%) memiliki siklus menstruasi oligomenore. Mahasiswi yang memiliki lama menstruasi normal sebesar 85,3% dan menoragia 14,7%. Berdasarkan siklus menstruasi, kejadian anemia paling banyak terjadi pada mahasiswi dengan siklus menstruasi normal sebesar 32,3%, diikuti polimenore 31,8%, dan paling sedikit pada oligomenore 18,2%. Berdasarkan lama menstruasi, kejadian anemia lebih banyak terjadi pada mahasiswi dengan lama menstruasi normal sebesar 30,9% dibandingkan menoragia 28,6%. Didapatkan kesimpulan bahwa kejadian anemia pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017 tergolong tinggi, dimana kejadian anemia paling banyak terjadi pada mahasiswi yang mengalami siklus menstruasi normal dan lama menstruasi normal. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017 lebih banyak yang mengalami gangguan pada siklus menstruasi dan lama menstruasi normal. Kata Kunci: siklus menstruasi, lama menstruasi, anemia
SKIN CANCER Made Putri Hendaria; AAGN Asmarajaya; Sri Maliawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.376 KB)

Abstract

Skin is an organ which protect the human body from the environment. It was build by milion cells. According to the changes in human lifestyle which tends to unhealthy life, increasing ultraviolet radiation, toxins, and genetics makes the cells who build the skin do the abnormal growth being cancer cells. Classification of skin cancer is according the most common three types, they are Basal Cell Carcinoma, Squamous Cell Carcinoma, and Malignant Melanoma. More than 3,5 milion skin cancer cases was happened in United States, which makes it become the most common cancer type in that country. Skin cancer diagnosis is build from anamnesis, physic examination about skin eufloressence, using dermoscopy, and histopatologic examination as the gold standar. Therapy for skin cancer is classified to surgery and non surgery therapy and its prognostic is depend to the types of the skin cancer itself.
LIVER CIRROCHIS MALIGNANT DEGENERATION : CASE REPORT Nyoman Gede Bimantara
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.079 KB)

Abstract

Liver cirrhosis is a chronic liver disease characterized by irreversible fibrosis , lobularstructure and vascular disorganization , as well as regenerative nodules of hepat ocytes ,which is the end result of hepatocellular damage . More than 40 % of asymptomaticpatients with cirrhosis . In this state of cirrhosis found time routine health examinationor at the time of autopsy . Liver cirrhosis can be caused by many things . The causesinclude infectious diseases , hereditary and metabolic diseases , drugs and toxins . Inwestern countries the most common cause of liver cirrhosis is alcohol consumption ,whereas in Indonesia is mainly caused by hepatitis B or C. The etiology of livercirrhosis affects the handling of this disease . Therapy was conducted aiming to reducethe progression of the disease , avoid ingredients that can add to liver damage ,prevention and treatment of complications . Treatment of liver cirrhosis requiringmedical teamwork , patients , and families and the environment in the management ofthis disease .
LOW-MOLECULAR WEIGHT HEPARIN (LMWH) AS A PROPHYLAXISOF DEEP VEIN THROMBOSIS (DVT) IN TRAUMATIC PATIENTS Dian Megasafitri; Wiargitha **; Sri Maliawan
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.116 KB)

Abstract

Deep Vein Thrombosis (DVT) is the formation of a blood clot (thrombus) in a vein in which to channel blood back to the heart. Traumatic injury is one of the important risk factors for DVT formation. Thrombus formation involves three important factors include the blood flow, blood components, and blood vessels, known as Virchow's Triad. Classical findings of pain in the calf of foot at dorsiflexion position (Homans sign) is a sign of a specific but not sensitive and occurs in half of patients with DVT. A thorough history and physical examination is very important in the approach to patients with suspicion of having DVT. Radiological examination is an important examination in diagnosing DVT. Although there are many choices modality, the level 1 clinical evidence now supports the use of pharmacologic therapy with anticoagulants Low-Molecular Weight Heparin (LMWH) for primary DVT prophylaxis agent. Different types of LMWH have different indications approved by the Food and Drug Administration (FDA) as DVT prophylaxis based on the varieties of clinical evidence. Enoxaparin is the most widely indicated as a prophylaxis and treatment for DVT. Tinzaparin is indicated as a therapy, but not as a DVT prophylaxis in some groups of patients. Dalteparin is indicated as a prophylaxis, but not as a DVT therapy.
POLA PEMBERIAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA BAGIAN ATAS DI PUSKESMAS SUKASADA II PADA BULAN MEI – JUNI 2014 Hermawan Hermawan; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.105 KB)

Abstract

ISPA merupakan masalah global kesehatan masyarakat dengan prevalensi dan beban biaya kesehatan yang tinggi. Di Puskesmas Sukasada II, ISPA merupakan penyakit terbanyak yang datang ke puskesmas Sukasada II sebesar 3,091 pasien pada tahun 2013 dan 1,452 pasien dari bulan Januari - Juni 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola pemberian antibiotik pada pasien ISPA bagian atas rawat jalan di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II pada bulan Mei – Juni 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriprif cross-sectional dengan cara pengumpulan data sekunder register dan rekam medis pasien ISPA yang berkunjung di Puskesmas Sukasada II. Karakteristik sebaran kategori umur penderita ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sukasada II sebagian besar merupakan balita (46,5%) dengan prevalensi tertinggi pada jenis kelamin laki-laki (52,8%) dan tertinggi di Desa Pancasari (54,2%). Diagnosis ISPA diklasifikasikan dengan sebaran  faringitis (41,7%), tonsilitis (25,0%) , rinitis (13,9%) , common cold ( 11,1%) dan sinusitis (8,3%). Pemberian antibiotik pada pasien ISPA mencapai 93,8% dengan antibiotik terbanyak yang digunakan adalah kotrimoksasol, penoksimetil penisilin, amoksisilin dan siprofloksasin. Pemberian antibiotik berdasarkan diagnosis pasien ISPA bagian atas masih ada yang belum sesuai dengan pedoman pengobatan yang ditetapkan.  

Page 35 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue