cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Prevalensi Buruh Kayu dengan Ketergantungan Nikotin di Denpasar Selatan Ayu Gita Bhagawanti; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.406 KB)

Abstract

Cigarette consumption is still a major cause of preventable disease and premature death in the United States and other countries, including Indonesia. The purpose of this study was to determine the proportion of the nicotine-dependence among woodworkers in South Denpasar. The experiment was conducted in a number of wooden warehouses in South Denpasar on 19-26 November 2013. This is descriptive research with sample size 35 people using purposive random sampling. Data obtained by The Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND). The results showed those with nicotine-dependence as much as 29 samples (83%) are migrants, 6 samples (17%) were Balinese. For the level of education dominated by the High School/Vocational (SMA/K) by 12 samples (34%), Junior High School (SMP) as many as 11 samples (31%), elementary school (SD) by 8 samples (22%), Bachelor degree as much as 3 samples (8%), and those didn’t enter school as much as 1 sample (2%). On table 2, it appears that the prevalence of nicotine dependence is extremely high, with the number of 35 samples, 14 samples (40%) is very high, 9 of them (25%) were as classified high, 7 (20%) were classified as moderate, 5 (14%) were classified as low. There is no population classified as very low. Keyword: cigarette, nicotine, The Fagerstrom Test for Nicotine Dependence (FTND)
KARAKTERISTIK PASIEN RETINOPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2016 – APRIL 2017 I Made Satria Wibawa; Putu Budhiastra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.645 KB)

Abstract

Retinopati diabetik merupakan penyakit vaskular pada retina akibat dari komplikasi diabetes mellitus. Kelainan vaskular pada retina dapat berupa mikroaneurisma maupun perdarahan intraretina. Hal tersebut mengakibatkan gejala-gejala seperti pengelihatan kabur, melihat bintik-bintik hitam, pengelihatan di malam hari memburuk, bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik pasien retinopati diabetik di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2016 – April 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Data yang diperoleh berupa data sekunder rekam medis pasien periode April 2016 – April 2017 yang diolah menggunakan program Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 27 pasien, kelompok usia terbanyak yaitu 50-69 tahun (70,4%). Jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki (66,7%). Sebagian besar pasien beralamat di Denpasar (37%). Dari 27 orang pasien, sebesar 55,6 % sudah memiliki riwayat diabetes mellitus selama 5-10 tahun. Jenis keluhan utama terbanyak yaitu pengelihatan yang kabur (77,8%). Tipe retinopati terbanyak adalah retinopati diabetik tipe proliferatif (PDR) (77,8%). Sedangkan tajam pengelihatan terbanyak yaitu <6/60 (44,4%). Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa pasien retinopati diabetik di RSUP Sanglah periode April 2016 – April 2017 lebih banyak berusia 50-69 tahun, jenis kelamin laki-laki, onset diabetes mellitus 5-10 tahun, keluhan utama pengelihatan kabur, tipe yang terbanyak adalah PDR, dan visus <6/60. Kata Kunci: Retinopati Diabetik, Diabetes Mellitus, Pengelihatan Kabur
KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG BEROLAHRAGA RUTIN DAN YANG BEROLAHRAGA TIDAK RUTIN DI LAPANGAN RENON, DENPASAR 2015 Alan Budiman Karamoy; Made Dharmadi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.504 KB)

Abstract

Penatalaksanaan diabetes mellitus meliputi pengetahuan, perbaikan gizi, olahraga dan obat antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kadar glukosa dalam darah pada orang yang mengalami diabetes mellitus tipe 2 yang berolahraga dan yang berolahraga tidak rutin.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitaif dengan pendekatan cross-sectional. Pasien diabetes mellitus tipe 2 yang hadir pada acara tenda tensi di Renon, Denpasar sebanyak 85 orang. Data dikumpulkan dengan cara wawancara dan pemeriksaan kadar glukosa dalam darah acak yang diperiksa dengan alat glukometer.Terdapat 35% responden yang berolahraga rutin dan 65% yang berolahraga tidak rutin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang melakukan olahraga secara rutin memiliki kecenderungan kadar glukosa darah acak yang lebih rendah dengan rerata 156 mg/dL daripada yang berolahraga tidak rutin dengan rerata 218 mg/dL.Sebagai simpulan, rerata kadar glukosa dalam darah responden yang berolahraga rutin memiliki kecenderungan lebih rendah daripada responden yang berolahraga tidak rutin. Olahraga rutin memiliki potensi untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Kata kunci : Diabetes mellitus tipe 2, olahraga, kadar glukosa dalam darah
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PUTUS OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTA DENPASAR Manik Parmelia; Dyah Pradnyaparamita Duarsa; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.929 KB)

Abstract

Putus obat pada pasien tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu masalah dalam program penganggulangan TB. Ketidaktuntasan pengobatan TB meningkatkan risiko terjadinyamulti-drug resistance tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian putus obat pada pasien TB paru di puskesmas di KotaDenpasar tahun 2012 – 2015. Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol dengan 22 sampelkasus dan 44 sampel kontrol yang didapatkan dengan penelusuran register TB di Dinas KesehatanKota Denpasar serta formulir pengobatan TB (TB01) di 11 puskesmas di Kota Denpasar. Dalampenelitian ini keteraturan berobat berhubungan dengan kejadian putus obat TB paru dengan OR =6,715, 95% IK 1,552 – 29,028 dan P = 0,011. Sedangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin,tingkat pendidikan, status pekerjaan, keterjangkauan fasilitas kesehatan, status HIV, dan hasilpemeriksaan dahak awal tidak berhubungan dengan kejadian putus obat TB paru (P>0,05).Sehingga, dapat disimpulkan bahwa keteraturan berobat merupakan faktor penting yang harusdiperhatikan dalam mencegah kejadian putus obat TB paru di puskesmas di Kota Denpasar. Kata kunci: Tuberkulosis paru, putus obat, Puskesmas Kota Denpasar
FINASTERIDE AS A TREATMENT FOR MALE ANDROGENETIC ALOPECIA Ni Komang Tristiana Dewi; I Wyn. Sugiritama
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.157 KB)

Abstract

Androgenetic alopecia (AGA) is a type of alopecia non sikatrik that most often occur, especially in men. AGA is hereditary baldness and form distinctive patterns. Causes related to AGA estimated serum androgen levels, especially 5-?-dehydrotestosterone (DHT), which can lead to miniaturization of the hair follicle. Finasteride is one of drugs that proven effective in treating hair loss caused by AGA. Finasteride is a 4-azasteroid components that are competitive and specific inhibitor of the enzyme 5-?-reductase type II, an enzyme that converts testosteron into intracellular DHT. By inhibiting the enzyme 5-?-reductase type II, conversion of testosteron to DHT inhibited, thereby causing a significant decrease in serum and tissue DHT concentrations. The use of finasteride 1 mg per day proven to effectively treat AGA in men.  
TINGKAT KELELAHAN DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENJAHIT DI KOTA DENPASAR PROVINSI BALI Fathiyyah Rozana; I Putu Gede Adiatmika
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.761 KB)

Abstract

Kelelahan ialah penurunan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh yang ditandaidengan hilangnya kemauan untuk bekerja, sehingga berakibat pada kecelakaan kerja.Musculoskeletal disorders terjadi apabila adanya kelelahan dan keletihan secara terusmenerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelelahan secara umummaupun distribusi keluhan muskuloskeletal berdasarkan karakteristik responden. Desainpenelitian adalah deskriptif cross-sectional dengan pengisian kuesioner 30 Item ofRating Scale dan Nordic Body Map terhadap 43 penjahit di Kota Denpasar. Pemilihansampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil studi didapatkan bahwa tingkatkelelahan rendah pada responden sebesar 58,1%, tingkat kelelahan sedang sebesar34,9%, dan 7% dengan tingkat kelelahan tinggi. Lokasi keluhan muskuloskeletal yangpaling sering terjadi pada responden adalah sakit atau kaku pada leher bawah,punggung, dan pinggang dengan persentase yang sama sebanyak 86,05%. Terdapatperbedaan rerata skor terhadap karakteristik responden. Penjahit laki-laki, penjahitberusia >30 tahun, penjahit yang bekerja > 8 jam dalam sehari, dan penjahit yang kurusmemiliki rerata skor kelelahan dan keluhan muskuloskeletal yang lebih tinggi dibandinglainnya. Studi analitik lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya hubunganyang bermakna.
DIAGNOSTIC AND MANAGEMENT OF AUTISM Made Ovy Riandewi Griadhi; Nyoman Ratep; Wayan Westa
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.532 KB)

Abstract

Autism is a coalition condition of development disorders which the clinical symptoms are social interaction difficulty, verbal and nonverbal communication problem, repetition of behavior and actions, and shallow and obsessive of interest. Autism is caused by some kind of factors. Genetic and environment factors are thought have a significant role. For diagnosing autism need a kind of criterions from DSM IV, or screening by CARS rating system (Childhood Autism Rating Scale), Checklist for Autism in Toddlers (CHAT), and Autism Screening Questionnaire. Management of autism must be holistic consist of medication and non medication. The aim of therapy for autism is reducing behavior problems and increasing studying ability especially in language mastery. The autism that screened earlier then got a directly treatment can live independently but still depend on the type of autistic disorders and the age at that time.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN ALASAN LANSIA TIDAK BERPARTISIPASI DALAM POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYANGAN BULAN DESEMBER 2013-JANUARI 2014 Samantha Celena Triadi; Indraguna Pinatih G N; Gede Putra IGN
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.355 KB)

Abstract

Salah satu  indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk menyebabkan jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini merupakan studi deskriptif cross sectional berupa survei lapangan. Survei lapangan dilakukan untuk memperoleh data faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi lansia dalam posyandu  lansia di wilayah kerja Puskesmas Payangan Bulan Desember 2013-Januari 2014. Dari 96 responden, yang tidak pernah mengikuti kegiatan posyandu lansia sebesar 37,5%. Alasan lansia tidak berpartisipasi: karena sibuk bekerja atau ada kegiatan lain, karena tidak mendapat informasi mengenai waktu pelaksanaan kegiatan, tidak dapat berjalan jauh, merasa dirinya sehat sehingga tidak perlu datang ke posyandu lansia, malas mengikuti kegiatannya, dan mengatakan dirinya langsung ke RS saja kalau sakit. Sehingga perlunya kerja sama antara pihak pusat kesehatan dan masyarakat dalam meningkatkan layanan posyandu lansia, yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia setempat, sehingga dapat meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia. Kecamatan Payangan serta pihak-pihak terkait diharapkan memperbaiki sistem pencatatan data lansia, sehingga ada data demografi lansia yang lengkap di Kecamatan Payangan, yang memudahkan untuk kegiatan penelitian selanjutnya. Pelaksanaan posyandu lansia hendaknya lebih disosialisasikan, dengan bantuan para kader lansia ataupun perangkat banjar.
PREVALENSI PASIEN ANEMIA APLASTIK YANG DI RAWAT DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2014 I B Ketut Hary Ambara Jaya; Renny A Rena; Ketut Suega
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia aplastik (AA) adalah suatu kelainan yang ditandai oleh pansitopenia pada darah tepi dan penurunan selularitas sumsum tulang. Pada keadaan ini jumlah sel-sel darah yang diproduksi tidak memadai. Untuk mengetahui prevalensi orang yang menderita penyakit anemia aplastik di RSUP Sanglah dan Untuk mengetahui prevalensi anemia aplastik non-berat dan berat di RSUP Sanglah. Penelitian ini menggunaan studi deskriptif yang dilakukan pada pasien anemia aplastik di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar tahun 2014. Data yang diperoleh pada rekam medis pasien antara lain jenis kelamin, umur, darah lengkap berupa leukosit, hemoglobin, trombosit dan netrofil, dan golongan anemia aplastik. Pada penelitian ini di dapatkan prevalensi sempel pasien sejumlah 10 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dimana jumlah sempel yang paling dominan adalaha perempuan bejumlah 6 orang (60%) dan umur pada pasien anemia aplastik dari rentang 16 – 75 tahun dengan reratanya 47 17.9 tahun. Adapun manifestasi klinis yang didapat pada sampel semua mengalami lemas. Dari awal sampel pasien didiagnosis anemia aplastik melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk mengetahui jumlah sel-sel darah yang diproduksi tidak memadai. Hasil dari pemeriksaan laboraturium awal dengan leukosit reratanya 2.65 × 10³/µL, hemoglobin rerata 7.57 g/dL, trombosit rerata 61.89 ×10³/µL, Netrofil rerata 1.10 ×10³/µL. Penggolongan anemia aplastik non berat berjumlah 4 (40%) orang dan berat 6 (60%) orang. Didapatkan prevalensi anemia aplastik di RSUP Sanglah sejumlah 10 orang dimana yang paling dominan adalah perempuan berjumlah 6 (60%) orang. Dari 10 pasien anemia aplasik digolongkan menjadi non berat berjumah 4 orang dan berat berjumlah 6 orang.  
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAGING BUAH MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA) TERHADAP VIABILITAS SEL LIMFOSIT PADA KULTUR PBMC YANG DIPAPAR H2O2 3% Ni Wayan Devi Yulianti; I Gusti Kamasan Nyoman Arijana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.651 KB)

Abstract

Sistem kekebalan tubuh mempunyai peranan yang sangat vital bagi kesehatan. Sistem imun diperlukan untuk melindungi tubuh terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai bahan dalam lingkungan, salah satunya radikal bebas. Antioksidan dapat meredam reaktivitas dari radikal bebas. Mahkota dewa khususnya daging buahnya mengandung antioksidan, yakni flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa terhadap viabilitas sel limfosit pada kultur PBMC yang dipapar H2O2 3%. Rancangan penelitian ini adalah eksperimental murni dengan pola Post Test Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah sel limfosit pada kultur PBMC sebanyak 816 x102 sel/ml. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa, variabel terikat adalah viabilitas sel limfosit. Data dianalisis dengan One Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc. Pada konsentrasi 0,00000196 gr/ml (P4) setelah pengamatan selama 30 menit, didapatkan nilai viabilitas tertinggi sebesar 92,58 %. Uji One Way ANOVA memperoleh hasil nilai p 0,001 (p <0,05) yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada viabilitas sel limfosit antara kelompok yang diteliti. Pada analisis Post Hoc diperoleh hasil terdapat perbedaan yang paling signifikan secara statistik pada kelompok P1 dan P4 (p=0,001). Ekstrak etanol daging buah Mahkota Dewa efektif dalam meningkatkan viabilitas sel limfosit dibandingkan dengan kontrol positif. Konsentrasi 0,00000196 gr/ml merupakan konsentrasi yang paling efektif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang sama banyak pada setiap perlakuan serta konsentrasi yang lebih bervariasi.

Page 34 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue