cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PREVALENSI DAN FAKTOR RISIKO DEPRESI PADA LANSIA DI DESA SELULUNG KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI TAHUN 2014 Ni Putu Popy Theresia Puspita; Wayan Westa; Nyoman Ratep
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.911 KB)

Abstract

Survei yang dilakukan Persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa (PDSKJ) menyebutkan sekitar 94% masyarakat Indonesia mengalami depresi, baik derajat ringan hingga depresi berat, dan 5–15% pasien depresi melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Melihat pentingnya masalah ini, penulis ingin meneliti prevalensi depresi pada lansia yang berada di Desa Selulung Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli serta mengidentifikasi berbagai faktor risikonya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross-sectional. Sampel dalam penelitian adalah lansia berusia 60 tahun keatas dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang yang dipilih secara acak di Desa Selulung Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh dengan melakukan wawancara terhadap responden menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada lansia sebesar 54,2%. Dengan derajat depresi yang dialami adalah depresi derajat ringan 45,8%. Kejadian depresi cenderung dialami oleh laki-laki (69,3%), kelompok usia ? 75 tahun (90%), tingkat pendidikan rendah (44,3%), tidak bekerja (100,0%), tingkat penghasilan perbulan rendah (80,0%), tidak menikah (75,0%), tinggal sendiri (75,0%), dependen (66,7%), mengalami gangguan kognitif (47,4%), terisolasi (100,0%), memiliki pengalaman stres dalam dua tahun terakhir (55,6%), memiliki penyakit kronis (52,4%), menjadi kepala keluarga (66,7%), buta huruf (66,7%), mengonsumsi alkohol (72,7%), dan sedang menjadi perokok (66,7%). Prevalensi depresi cenderung lebih tinggi pada lansia laki-laki, kelompok usia 75 tahun ke atas, berpendidikan rendah, tidak bekerja, berpenghasilan perbulan rendah, menikah, tinggal sendiri, dependen, mengalami gangguan kognitif, terisolasi, memiliki pengalaman stres dalam dua tahun terakhir, memiliki penyakit kronis, menjadi kepala keluarga, buta huruf, mengonsumsi alkohol, sedang menjadi perokok.
HUBUNGAN INTENSITAS PENCAHAYAAN DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF KELELAHAN MATA PADA MAHASISWA SEMESTER II PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA, TAHUN 2015 Nyoman Siska Ananda; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.069 KB)

Abstract

Kelelahan mata dapat terjadi akibat otot silier dan otot ekstra okular berakomodasi secara berkepanjangan terutama saat beraktivitas yang memerlukan pengelihatan jarak dekat. Salah satu faktor yang mempengaruhi beratnya kelelahan mata adalah intensitas cahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2015 dengan menggunakan desain cross sectional study. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan jumlah sampel sehingga didapatkan 80 dari total populasi sebesar 256 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kelelahan mata skala Likert dan luxmeter dengan menggunakan uji Chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan ?=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 80 responden, sebanyak 33 responden (41,25%) mengalami kelelahan mata dan yang tidak mengalami kelelahan mata sebanyak 47 responden (58,75%). Data penelitian menunjukkan 66,67% ruang diskusi di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana memiliki intensitas pencahayaan yang tidak memenuhi standar. Hasil uji Chi-square untuk intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata menunjukkan nilai p sebesar 0,007, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
HUBUNGAN SINDROM METABOLIK DENGAN KEJADIAN DISFUNGSI EREKSI PADA PASIEN PRIA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUP SANGLAH DENPASAR Ni Putu Tesi Maratni
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.937 KB)

Abstract

ASSOCIATION OF METABOLIC SYNDROME WITH ERECTILE DYSFUNCTION IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS MEN PATIENTS AT INTERNAL MEDICINE OUTPATIENT CLINIC OF SANGLAH GENERAL HOSPITAL DENPASARErectile dysfunction (ED) is a commonly chronic complication among men with type 2 diabetes mellitus (T2DM). The associated factor of diabetes-induced erectile dysfunction is metabolic syndrome. This research is designed to observe the relationship of metabolic syndrome and ED in T2DM patients. This cross sectional study has 34 consecutive samples and is conducted at Internal Medicine Outpatient Clinic of Sanglah Hospital in November and December 2013. ED is diagnosed based on The International Index of Erectile Function 15 (IIEF 15) questionnaire. Metabolic syndrome is diagnosed based on revised NCEP ATP III criteria. Demographic data and laboratory results are taken from medical records. Data are analyzed by chi square bivariate test. The results showed metabolic syndrome does not correlate significantly with ED among T2DM patients (p=0.913; 95% CI 0.082–10.228).
PREVALENSI NYERI PUNGGUNG PADA SISWA SEKOLAH DASAR YANG MENGGUNAKAN BACKPACK DI KOTA NEGARA KABUPATEN JEMBRANA Putu Andrie Setiawan; I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.736 KB)

Abstract

Nyeri punggung adalah nyeri yang disebabkan karena berbagai macam sebab (multifactorial) dan merupakan salah satu jenis nyeri yang paling banyak diderita oleh pekerja industri. Siswa sekolah dasar rentan untuk terkena nyeri punggung karena menggunakan backpack melebihi 10% berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak siswa sekolah dasar di Kota Negara Kabupaten Jembrana yang menggunakan backpack melebihi 10% berat badan dan mengalami nyeri punggung karena hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi deskriptif cross-sectional (studi prevalensi) dengan menggunakan siswa sekolah dasar di Negara sebagai subjek dengan mengukur berat badan, berat backpack, dan keadaan nyeri punggung menggunakan kuesioner. Dari Penelitian ini didapatkan bahwa siswa sekolah dasar di Kota Negara Kabupaten Jembrana yang menggunakan backpack sebanyak 77,4% mengeluhkan nyeri punggung dengan tiga kategori variasi. Sisanya sebanyak 22,6% tidak mengeluhkan nyeri punggung. Dapat disimpulkan bahwa rerata siswa sekolah dasar di Kota Negara Kabupaten Jembrana membawa backpack dalam batas normal, yaitu hanya 9,3% dari berat tubuh. Namun perlu diperhatikan karena ada siswa yang membawa backpack hingga 27% dari berat tubuh. Data menunjukkan 112 (39%) orang subjek menggunakan backpack melebihi 10% berat badan dan dari 39% tersebut 75,9% diantaranya mengeluhkan nyeri punggung dengan tiga kategori nyeri
GAMBARAN ALERGEN PASIEN RINITIS ALERGI DI POLIKLINIK THT RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2012-2013 Putu Suwita Sari; Komang Andi Dwi Saputra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allergic rhinitis is not a deadly disease, but it can cause significant decrease in productivity and quality of patient life. Allergen investigation in allergic rhinitis patient is important to determine the specific cause of allergy, so that the patient can do avoidance in order to prevent the recurrence of the disease. The purpose of this study is to obtain the allergen profile in allergic rhinitis patient. This study is a descriptive-retrospective study using secondary data from ENT Department and Medical Record Department of Sanglah Hospital in 2012-2013. The data from patient medical record will be calculated and analyzed. From 52 samples, 34 patients shows positive skin prick test (SPT) results. About 16 patients (30.8%) are positive for both inhalant and ingested allergen, 15 patients (28.8%) only positive to inhalant allergen, and 3 patients (5.8%) only positive for ingested allegen. The most common allergen is house dust mite with 24 patients (46.2%). Crab is the second most common with 15 patients (28.8%). It can be summarized that house dust mite is the most common allergen with 46.2%. Education and precaution against the exposure of house dust mite is important to all allergic rhinitis patients Keywords: allergic rhinitis, allergen, skin prick test
Hubungan status sosial ekonomi keluarga dengan kegemukan pada remaja SMA di Denpasar Anak Agung Gede Ari Nanda Bhaswara; Made Ratna Saraswati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.495 KB)

Abstract

Obesity (overweight and obesity) is a global problem that is associated with various metabolic diseases. The prevalence of obesity worldwide has increased annually. Thus the prevention of risk factors of obesity needs to be done, and adolescence is a time that is right for prevent the obesity in the future. The aim of this study was to determine the relationship between socioeconomic status of families with obesity in adolescents high school in Denpasar. The design of this research is the analysis of cross-sectional study of 233 high school students in Denpasar. Respondents filled out a questionnaire about the socio-economic status and confounding variable and measurement of BMI through a calculation of height and weight. Socioeconomic status families, confounding variable and BMI were analyzed with Chi-square test statistic. The Univariate results obtained 27.5 % of respondents are overweight , with a frequency of male by 35.06 % ; and female respondents reached 23.72 %. The bivariate analysis results obtained significant relationship (p = 0.025; OR = 2:00; 95% CI = 1.084 to 3.695). Besides breakfast habits and BMI had a significant relationship (p = 0.000; OR = 3.097; 95% CI = 1.674 to 5.732). The next test performed multivariate binary logistic regression method obtained only breakfast habits which have a significant relationship to obesity in adolescents (p = 0.000) whereas socioeconomic status did not (p=0.052). This study shows an association between socioeconomic status and obesity in adolescents in Denpasar. In addition there are breakfast habits variables that more influence to obesity compared with socioeconomic status. Keywords: Obesity, Overweight, BMI, Social-Economic, Adolescents.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETHANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP NYAMUK AEDES AEGYPTI Ni Putu Ayu Elistya Ning Purwani; I Kadek Swastika
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.564 KB)

Abstract

Penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue. Vektornya adalah nyamuk Aedes aegypti. Berbagai cara dilakukan untuk mengontrol perkembangbiakan vektor yaitu penggunaan insektisida alami. Bahan alami yang memiliki efek sebagai insektisida adalah daun kemangi (Ocimum sanctum). Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Konsentrasi ekstrak ethanol daun kemangi yang digunakan adalah 10%, 20%, 30% 40% dan 50%. Ekstrak ethanol daun kemangi kemudian akan disemprotkan ke kertas saring yang akan dipaparkan pada 25 ekor nyamuk kemudian dihitung nyamuk yang mengalami knockdown pada 1 jam pertama, selanjutnya diamati 24 jam kemudian. Replikasi dilakukan 4 kali pada tiap konsentrasi. Rerata kematian nyamuk Aedes aegypti terendah pada konsentrasi 10% sebanyak 1,5 ekor (6%) dan tertinggi pada konsentrasi 50% sebanyak 15 ekor (60%). Hasil uji One way anova didapatkan p<0,05 artinya ada pengaruh bermakna berbagai konsentrasi ekstrak ethanol daun kemangi terhadap kematian nyamuk Aedes aegypti. Dapat disimpulkan, ekstrak ethanol daun kemangi berpotensi sebagai?insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Kata kunci: Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum), nyamuk Aedes aegypti, insektisida
HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN TINGKAT STRES KERJA PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DAN DEALER DWIJATI MOTOR DENPASAR Made Me Lina Kenwa; I Made Wiranadha; Agus Rudi Asthuta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.428 KB)

Abstract

Paparan kebisingan saat ini dapat dijumpai diberbagai tempat tak terkecuali tempat kerja. Adanyapaparan kebisingan di tempat kerja dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan auditorimaupun non-auditori pekerja. Salah satu gangguan non-auditori dari paparan kebisingan yangdapat mengganggu kinerja pekerja adalah stres kerja. Akan tetapi, jumlah penelitian mengenaiintensitas kebisingan dan tingkat stres kerja di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara intensitas kebisingan dengan tingkat stres kerjapada pekerja Bengkel Motor dan Dealer Dwijati Motor Denpasar. Jenis penelitian ini adalahpenelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampelpenelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel penelitian ini sebesar 30orang pekerja Bengkel Motor dan Dealer Dwijati Motor Denpasar. Pengumpulan data intensitaskebisingan dilakukan dengan menggunakan alat sound level meter dan data tingkat stres kerjadengan menggunakan kuesioner The Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data selanjutnyadianalisis dengan menggunakan uji univariat dan uji bivariat dengan Chi Square Test. Hasil ujiChi Square hubungan intensitas kebisingan dengan tingkat stres kerja memperoleh nilai p valuesebesar 0.464 (p > 0.05) dengan besar prevalence risk (PR) sebesar 1.313. Hasil analisis tersebutberarti tidak signifikan maka Ho diterima dan Ha ditolak. Simpulan yang dapat diambil adalahtidak terdapat hubungan antara intensitas kebisingan dengan tingkat stres kerja pada pekerjaBengkel Motor dan Dealer Dwijati Motor Denpasar. Kata kunci : Intensitas Kebisingan, Tingkat Stres Kerja
KARAKTERISTIK PENDERITA ACNE VULGARIS DI RUMAH SAKIT UMUM (RSU) INDERA DENPASAR PERIODE 2014-2015 I Gede Arya Eka Wibawa; Ketut Kwartantaya Winaya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.701 KB)

Abstract

Acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang paling banyak dikeluhkan oleh setiap masyarakat. Ditandai dengan gambaran klinis berupa komedo, papul, pustul, nodul, dan jaringan parut. Lebih banyak menyerang remaja, pada orang tertentu tingkat keparahannya dapat berlangsung lebih lama dengan lesi yang terus berkembang hingga usia dewasa. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui karakteristik dari penyakit acne vulgaris di Rumah Sakit Umum Indera, Denpasar, Bali. Desain penelitian ini adalah non-experimental dengan metode deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Melalui teknik sekunder yang didapat dengan melihat rekam medis pasien acne vulgaris di Poliklinik Kulit Rumah Sakit Indera Provinsi Bali. Dilakukan pencatatan data berdasarkan jumlah pasien, usia, jenis kelamin, gejala klinis, dan pekerjaan pada bulan Juli 2014 - Maret 2015. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa dari 66 pasien acne vulgaris, kelompok terbanyak adalah pada rentang usia 15-24 tahun yaitu 39 orang (59,1%). Jenis kelamin yang paling banyak ditemukan adalah perempuan sebanyak 47 orang (71,2%). Gejala klinis terbanyak adalah tipe papulopustular sebanyak 55 orang (83,3%). Pekerjaan yang terbanyak adalah golongan pelajar sebanyak 39 orang (59,1%). Kata Kunci : Karakteristik, Acne vulgaris
PREVALENSI OBESITAS PADA ANAK UMUR 2-5 TAHUN DI DENPASAR MENURUT KRITERIA CDC DAN WHO Made Yos Darmayasa; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.325 KB)

Abstract

Obesitas pada anak merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat paling serius di abad ke-21. Terdapat dua sistem klasifikasi yang paling sering digunakan secara internasional untuk mendiagnosis obesitas adalah CDC 2000 Growth Reference dan WHO 2006 Growth Standards. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan prevalensi obesitas pada anak usia 2-5 tahun berdasarkan kriteria dari WHO dan kriteria dari CDC. Sebanyak 300 anak Taman Kanak-kanak dan playgroup di Denpasar yang memenuhi kriteria inklusi diukur berat dan tinggi badannya dan dihitung Indeks Massa Tubuh. Prevalensi obesitas ditentukan berdasarkan kriteria CDC 2000 Growth Reference dan WHO 2006 Growth Standards. Dari 300 anak usia 2-5 tahun prevalensi obesitas menurut kriteria CDC 2000 Growth Reference sebanyak 98 anak (32.7%, Cl 95%: 27.8-37.6) dan menurut kriteria WHO 2006 Growth Standards sebanyak 48 anak (16%, Cl 95%: 12.2-19.8). Berdasarkan CDC 2000 Growth Reference prevalensi obesitas pada laki-laki dan perempuan secara berturut-turut adalah 37.1% dan 27.1%. Prevalensi obesitas pada anak dengan ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja secara berturut-turut adalah 32.9% dan 32.0%. Sedangkan prevalensi obesitas anak pada ibu dengan pendidikan ? S1 dan < S1 secara berturut-turut adalah 31.7%  dan 33.5%. Dari penelitian ini didapatkan perkiraan prevalensi obesitas berdasarkan CDC 2000 Growth Reference lebih tinggi daripada WHO 2006 Growth Standards untuk anak usia 2-5 tahun.  

Page 31 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue