cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI TERKAIT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PENGRAJIN PATUNG KAYU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UBUD I GIANYAR BALI N. P. Wida Pangestika; N.P. Ariastuti
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.415 KB)

Abstract

Ubud, Gianyar terkenal sebagai daerah industri kerajinan ukir-ukiran kayu, persentase pengrajin patung di wilayah ini mencapai 60% dari total pekerja. Dalam pembuatan patung, pengrajin masih menggunakan cara yang tradisional dan manual sehingga banyak menimbulkan resiko kerja. Resiko kerja ini dapat diminimalkan dengan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku penggunaan APD pada pengrajin patung kayu di wilayah kerja Puskesmas Ubud I, Gianyar, Bali. Metode yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Jumlah sampel didapatkan 103. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Pekerjaan pengrajin patung kayu meliputi pemotong kayu, pemahat, dan pengamplas serta pengecat. Pada pemotong kayu, yang memakai kacamata pelindung 15,4%, dan tutup telinga 7,7%. Pada pemahat, yang memakai masker 37,2%, dan sarung tangan 16,3%. Pada pengamplas dan pengecat, yang memakai masker 65,9%, dan sarung tangan 17%. Dapat disimpulkan pemakaian APD pada pengrajin patung kayu di wilayah kerja Puskesmas Ubud I, Gianyar umumnya sudah sesuai dengan jenis pekerjaan, namun pemakaiannya masih rendah.  
RESPON HEMATOLOGI PASIEN LEUKEMIA MIELOID KRONIK YANG MENDAPAT PENGOBATAN TYROSINE KINASE INHIBITOR SELAMA SETAHUN DI RSUP SANGLAH DENPASAR I Made Bagus Ambara Putra; Renny A Rena; Ketut Suega
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.332 KB)

Abstract

HEMATOLOGY RESPONSE CHRONIC MYELOID LEUKEMIA PATIENT WHO GETS TYROSINE KINASE INHIBITOR TREATMENT FOR A YEAR IN GENERAL HOSPITAL CENTER SANGLAH DENPASAR Chronic Myeloid Leukemia (CML) is disorder that cause by reciprocal translocation in chromosome 9 and 22, that produce cimeric oncogene called BCR-ABL, which is the product of protein Tyrosine Kinase and cause uncontrolled proliferation of myeloid cell. The objective of this study is to determine the hematologic response of CML patient who received treatment TKI for a year. This study is Retrospective descriptive study which conduct at Sanglah General Hospital from july to November 2015. A total number of 29 patient were study, all of patient were diagnose as CML. Chronic Myeloid Leukemia patient evaluate to determine the hematologic response after use TKI for a year. Evaluate is done from the beginning diagnose, 3 month, 6 month, 9 month, and 12 month. The information obtaining from medical record and interviews. After evaluate, the mean result of leukocyte prior TKI therapy 227.59 ± 22.03 x 103/mm3 be 14.61 ± 3.45 x 103/mm3 after 12 months receive TKI. The mean hemoglobin prior TKI 9.68 ± 0.42g/dL be 12.07 ± 0.42 g/dL after 12 month receive TKI. The mean thrombocyte  prior TKI 458.32 ± 86.35 x 103/mm3 be 276.79 ± 29.68 x 103/mm3 after 12 month receive TKI. From the result of this study can conclude an improvement of hematologic response CML patient who receive TKI for a year. Decrease in the mean leukocyte, an increase in the mean hemoglobin, and decrease in the mean thrombocyte.
DIAGNOSIS AND MANAGEMENT POST TRAUMATIC STRESS DISORDER IN SEXUAL ABUSE Ni Made Apriliani Saniti
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.903 KB)

Abstract

Traumatic experiences may happen anytime in our life. The more terrible the situation, the bigger chance for a person to have post traumatic psychological problem, that is the Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Sexual abuse is a kind of traumatic event that caused psychological trauma/stress for the victim. In order to be able to manage patient with PTSD, physician should comprehend properties regarding PTSD, including proper treatment and management.
Spektrum Infeksi Menular Seksual di Poliklinik Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Periode 2009-2011 A.A.N.B. Adhitya Wirakusuma; I.G.K. Darmada; Luh Made Mas Rusyati
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.01 KB)

Abstract

Infeksi Menular Seksual adalah penyakit infeksi yang dapat menular dari satu orangke orang lain melalui hubungan seksual. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia .Penelitian ini dilakukan untuk bisa mengetahui bagaimana spektr um Infeksi MenularSeksual di Rumah Sakit Sanglah dalam periode 2009-2011. Metode penelitian yangdigunakan adalah pengumpulan data dari buku register poliklinik IMS di RSUPSanglah periode 2009-2011 dengan teknik analisis data yang dipergunakan adalahanalisis deskriptif argumentatif. Dari hasil penelitian didapatkan total jumlah pasienpoliklinik kulit RSUP Sanglah tahun 2009-2011 adalah 20.994 orang, dimana 640orang (3,05%) merupakan pasien IMS. Dari kasus IMS yg ada, herpes genitalismenjadi diagnosis terbanyak dengan jumlah 222 orang (34,7%), dilanjutkan olehcondyloma di peringkat kedua dengan jumlah 141 orang (22,1%), di peringkat ketigaada gonore dengan jumlah 131 orang (20,5%), lalu candidiasis dengan jumlah 53orang (8,3%), sifilis dengan jumlah 47 orang (7,4%), dan di peringkat terakhir adabacterial vaginosis dengan jumlah 26 orang (4,1%). Sepanjang 2009 hingga 2011kasus IMS lebih dominan pasien laki-laki. Pasien IMS sepanjang tahun 2009-2011puncak kejadian ditemukan pada rentang umur di atas 30 tahun.
MISOPROSTOL FOR INDUCTION OF LABOR IN TERM PREGNANCY Gede Angga Permana AW; Putera Kemara; I Wayan Megadhana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.509 KB)

Abstract

Induction of labor refers to the process whereby uterine contractions are initiated bymedical or surgical means before the onset of spontaneous labor. Several studies haveshown that continuous intravenous infusion of oxytocin is less efficient, particularlywhen there are unfavorable cervical conditions, leading frequently to a cesarean section,because of induction failure. Misoprostol is a cervical modifying agent and laborinductor. The typical effect of a single dose of oral misoprostol is an increase in uterinetonus. Sustained plasma level of misoprostol is required for the development of regularcontractions appear. The bioavailability of vaginal misoprostol also greater compared tooral, sublingual and rectal administration. Using misoprostol for cervical ripening andlabor induction represented a 47% reduction in the risk of having a cesarean section(risk ratio = 0.53). In cases of unfavorable cervix condition, the use of misoprostolcould produce several beneficial effects compared to other inductor such as oxytocin
FAKTOR – FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA UNIT PELAYANAN TERPADU KESMAS GIANYAR II Sandra Surya Rini; IGA Trisna W
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.702 KB)

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara karena merupakan salah satu faktor penyebab kematian bayi. BBLR berdampak serius terhadap kualitas generasi mendatang karena dapat memperlambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, prevalensi BBLR di Indonesia sebesar 11,5 % sementara di provinsi Bali angka BBLR mencapai 12.1%. Insiden BBLR pada Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kesmas Gianyar II terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2011 insiden BBLR di UPT Kesmas Gianyar sebesar 4.13%, jumlah ini meningkat pada tahun 2012 dimana insidennya meningkat menjadi 4.95%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor – faktor risiko yang memengaruhi BBLR di UPT Kesmas Gianyar II. Penelitian ini menggunakan studi kasus kontrol dimana data diperoleh dari kohort ibu hamil dan melalui wawancara dengan kuisioner terstruktur. Kelompok kasus dipilih metode total sampling dan kelompok kontrol dipilih melalui systematic random sampling secara sirkuler. Jumlah sampel adalah 100 orang dimana 32 merupakan kelompok kasus dan 68 orang merupakan kelompok kontrol (1:2). Uji analisis dilakukan dengan analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara sembilan variabel dengan kejadian BBLR yaitu umur ibu, kadar Hb, jarak paritas, jumlah kunjungan antenatal, jumlah paritas, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan ibu, status gizi ibu hamil, sedangkan variabel riwayat pekerjaan ibu merupakan faktor proteksi. Berdasarkan analisis multivariat, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian BBLR adalah usia ibu.
KAPASITAS AEROBIK MAHASISWA PEMAIN WUSHU LEBIH BAIK DARIPADA MAHASISWA BUKAN PEMAIN WUSHU DI UNIVERSITAS UDAYANA Ni Putu Ruspata Bhyantari; I Made Muliarta
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.921 KB)

Abstract

Sport wushu requires a good aerobic capacity. The indicator used to measure aerobic capacity is the maximum oxygen capacity (VO2 max). The higher the VO2 max value, the better the aerobic capacity of individuals. VO2 max can be improved through regular physical exercise. The objective of this study was to compare the aerobic capacity based on indirect VO2 max among wushu player students and non-wushu player students in Udayana University. This study used analytical and cross sectional approach. 30 samples were chosen by purposive sampling consisted of 15 wushu player students and 15 non-wushu player students. Aerobic capacity was assessed using an indicator of indirect VO2 max measured by 2.4 km Cooper Test. The mean age of wushu player group and non-wushu player group were 21.00 ± 1.069 years and 20.73 ± 0.704 years. The mean VO2 max were 41.718 ± 2.1452 ml/kg/minute and 33.745 ± 2.4073 ml/kg/minute. The mean VO2 max of wushu player group was greater by 19.11% than non-wushu player group. 95% confidence interval with a lower limit of 6.2668 and upper limit of 9.6776. Independent t-test showed significant difference (p = 0.000) of aerobic capacity between wushu player group and non-wushu group. It can be concluded that aerobic capacity among wushu player students is better than non-wushu player students in udayana university.
KARAKTERISTIK PENDERITA DIARE PADA ANAK BALITA DI KECAMATAN TABANAN TAHUN 2013 Aditya Darmika; I Ketut Agus Somia
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.68 KB)

Abstract

Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor infeksi, malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan dan faktor psikologis Hingga saat ini penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik demografis (umur, jenis kelamin, tempat tinggal) dan non demografis (waktu, status gizi) penderita diare pada balita di Kecamatan Tabanan pada tahun 2013. Metode dari penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional-retrospekstif, teknik total sampling dengan mempergunakan data sekunder pasien balita yang tercatat dengan diagnosis diare pada kartu status (rekam medis) dan buku register serta telah sesuai dengan kriteria inklusi, yang datang ke UGD maupun poli umum Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Tabanan (Puskesmas Tabanan I, II, dan III) pada bulan Januari-Desember tahun 2013. Dari 264 sampel pasien balita penderita diare, diperoleh 67,80% kelompok umur ? 24 bulan dan 32,20% kelompok umur 25-59 bulan. Terdapat 56,44% laki-laki dan 43,56% perempuan. Untuk status gizi didapatkan 89,01% gizi baik, 5,68% gizi kurang, 4,55% gizi lebih, dan 0,76% gizi buruk. Berdasarkan tempat tinggal, pasien balita penderita diare terbesar proporsinya bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tabanan II yakni sebesar (46,21%), Puskesmas Tabanan I (19,32%), Puskesmas Tabanan III (30,68%) dan luar wilayah kecamatan Tabanan (3,79%) dan kasus paling banyak ditemukan pada bulan april yaitu 35 balita (13,25%). Dapat disimpulkan bahwa kasus diare pada balita di Kecamatan Tabanan tahun 2013 memiliki gambaran karakteristik yang bervariasi untuk setiap variable yang diteliti. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut untuk kasus diare pada balita.
FLUKTUASI TEKANAN DARAH DAN EFEK PERFORMA NEUROBEHAVIOR PADA PAPARAN PESTISIDA ORGANOFOSFAT JANGKA PANJANG PADA REMAJA DI DAERAH PERTANIAN I Nengah Wiadi; I Made Muliartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.776 KB)

Abstract

Pestisida organofosfat (OPs) merupakan jenis pestisida yang banyak digunakan dalam praktek pertanian. Pestisida ini berpotensi menyebabkan efek negatif pada organism non-target termasuk manusia. Efek negatif tersebut dapat timbul pada berbagai sistem organ termasuk sistem kontrol tekanan darah dan neurobehavior. Dari populasi di daerah pertanian, remaja merupakan salah satu populasi yang berisiko terhadap paparan pestisida OP jangka panjang selain usia dewasa. Paparan ini dapat melalui beberapa cara dan rute.  Untuk mengetahui efek tersebut, maka dilakukan penelitian analitik observasional. Pada penelitian ini sebanyak  diambil sebanyak 36 remaja dengan paparan pestisida OPs jangka panjang dan 39 remaja tanpa paparan pestisida OPs.  Pada setiap subjek dilakukan pengukuran fluktuasi tekanan darah (sistole dan diastol) dan performa neurobehavior. Sebanyak 28 data dari masing-masing kelompok kemudian dipilih secara acak. Data yang terpilih kemudian dianalisis untuk mendapatkan beda rerata kedua kelompok.  Dari hasil analisis data, beda rerata fluktuasi sistol didapatkan 3,571 (95%CI: 5,740-5,740) mmHg dan diastol sebesar 7,393 (95%CI: 4,888-9,897) mmHg,  lebih tinggi pada kelompok dengan paparan pestisida OPs jangka panjang. Performa neurobehavior diukur dengan waktu reaksi (untuk menilai fungsi atensi), digit symbol (untuk fungsi psikomotor) dan tapping (untuk kecepatan motorik). Beda rerata waktu reaksi didapatkan 0,162 (95%CI: 0,080 0,243) detik dan skor digit symbol 14,286 (95%CI(-20,087)-(-8,486)). Sedangkan hasil uji nonparametrik variabel tapping dengan hasil tidak signifikan. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa remaja dengan paparan pestisida OP jangka panjang di daerah pertanian memiliki fluktuasi tekanan darah lebih tinggi dan performa neurobehavior lebih uruk dibandingkan remaja yang tidak terpapar, kecuali kecepatan motorik.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Etanol Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Rosc) Terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes Aegypti A.A Indah Suadnyani; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aedes aegypti is one of the vectors of disease transmission Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). The observation of the Ministry of Health in 2016, extraordinary events (KLB) DHF were reported in 9 districts and 2 cities of seven provinces, including the city of Denpasar and Gianyar Regency. Indonesia has a lot of plants containing insecticidal compounds one of which is a red ginger plant (Zingiber officinale Rosc.). Compound essential oils and flavonoids contained in red ginger allegedly capable as natural biolarvasida. The aim of studies to determine the effect of red ginger ethanol extract concentration to mortality of Aedes aegypti larvae. The study design is a randomized experimental purely with post test only control group design with 6 treatments and 5 replications. The concentration of ethanol extract of red ginger used is 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3% and 0% as a negative control. The sample used was the third instar larvae of Aedes aegypti as many as 150 animals. The results obtained, concentrations of 3% were able to kill the larvae of Aedes aegypti at most at 96% with a 45-minute observation time. One Way Anova test results obtained p value = 0.000 (p <0.05), which means there is a statistically significant difference against Aedes aegypti larvae mortality between the groups studied concentration. Post Hoc Analysis of obtained results, there are significant differences between concentrations of 0% and 1.5%, 0% and 2%, 0% and 2.5%, 0% and 3%, 1% and 3%. The ethanol extract of red ginger is effective in killing mosquito larvae of Aedes aegypti compared with controls. Keyword : Red ginger, Effect Concentration, Dengue Hemorrhagic Fever

Page 36 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue