cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
Karakteristik dermatitis kontak akibat kerja pada pengrajin patung di Desa Mas, Ubud tahun 2016 Ni Putu Melda Dharmahayu; Nyoman Suryawati
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.304 KB)

Abstract

Occupational contact dermatitis is an abnormal condition caused by substance or process that correlated with work. One of the occupations that have the risk in contact dermatitis is artisans sculpture. The aimed of this study is to describe the characteristic of occupational contact dermatitis in artisans sculpture at village of Mas, Ubud, Gianyar in 2016. This study is a kind of descriptive study with cross sectional approach. Total sample of artisans sculpture with contact dermatitis or history of contact dermatitis as many as 48 people collect through interviews with the questionnaire. The result of this research obtained the highest range 41-50 years old (43.8%), sex dominant male (54.2%), most respondents don’t have history of atopic in themselves (73%) or family (79.2%). The common symptom is dry skin (87.5%), most common is palms (91.7%), the most common duration of contact is >7 hours/ day (58,7%), frequency of exposure is mostly >8 times/day, the chemical substance that most common has contact with respondents is soap (87.5%), working period is mostly >4 years, and most of the artisans sculpture have history of skin diseases before (54%). High incident of occupational contact dermatitis on artisans sculpture at village of Mas, Ubud because of the lack knowledge about the diseases that related to their work and lack of use of personal protective equipment (PPE). So we need preventive action such as awareness of using personal protective equipment during work. We need continuation of this research to gain more comprehensive data. Keywords: occupational contact dermatitis, artisans sculpture, characteristics
KARAKTERISTIK DISMENORE PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2015 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Luh Nyoman Mas Amita; I Nyoman Gede Budiana; I Wayan Artana Putra
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.051 KB)

Abstract

Dismenore adalah nyeri haid yang biasanya bersifat kram dan berpusat pada perut bagian bawah yang terasa sebelum atau selama menstruasi. Banyak remaja melaporkan dampak negatif dari dismenore pada kehidupan mereka, sehingga penting untuk mengetahui informasi sebanyak-banyaknya mengenai dismenore. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dismenore pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter angkatan 2015 di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional yang dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 131 responden, sebagian besar kasus dismenore terjadi pada usia menarche 12–13 tahun (56,5%), memiliki riwayat keluarga (58,8%), lama menstruasi 3-7 hari (92,4%), dan mengalami derajat nyeri ringan (57,3%). Gejala penyerta terbanyak yaitu rasa nyeri bagian bawah perut (94,7%), IMT terbanyak yaitu berat badan normal (56,5%), dan dampak terbanyak yaitu produktivitas menurun (72,5%). Sebagian besar responden (46,6%) mengalami dismenore sejak > 12 bulan setelah menarche, waktu timbulnya dismenore sebagian besar (48,9%) < 12 jam sejak mulainya menstruasi, waktu hilangnya gejala dismenore sebagian besar (53,4%) terjadi 24-48 jam sejak mulai menstruasi, sebagian besar responden memiliki kebiasaan berolahraga (54,2%), dan usaha untuk mengurangi dismenore terbanyak yaitu tidur/istirahat (97,7%). Kata kunci: Karakteristik, Dismenore
PREVALENSI DAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTH PADA SISWA SDN 4 SULANGAI, KABUPATEN Maria Krishnandita; I Kadek Swastika; I Made Sudarmaja
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.68 KB)

Abstract

Soil transmitted helminth merupakan penyakit infeksi cacing nematoda pada manusia yang ditularkanmelalui tanah dan umumnya terjadi di negara tropis maupun sub-tropis. Ascaris lumbricoides, Trichuristrichiura, Strongyloides stercoralis, Necator americanus dan Ancylostoma duodenale merupakan limaspesies cacing yang termasuk dalam kelompok Soil Transmitted Helminth. Hasil dari studi di 36 sekolahdasar di Bali mengatakan bahwa dari tahun 2004-2014, prevalensi penyakit cacingan menurun padabeberapa sekolah, tetapi pada beberapa sekolah dasar masih memiliki prevalensi yang tinggi (>50%)dengan rentang prevalensi 0 sampai 92%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denganpendekatan cross sectional dan menggunakan metode total sampling. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui prevalensi dan tingkat pengetahuan siswa SDN 4 Sulangai mengenai infeksi cacingan.Penelitian ini dilakukan di SDN 4 Sulangai pada 87 siswa yang bersedia diambil sampelnya dan mengisikuisioner. Responden terdiri dari siswa kelas 1-6 SD. Penelitian ini mendapatkan prevalensi infeksikecacingan pada siswa SDN 4 Sulangai adalah 0%. Tingkat pengetahuan siswa yang tergolong baiksebanyak 9,20%, cukup sebanyak 57,47%, dan kurang sebanyak 33,33%. Tingkat pengetahuan siswaSDN 4 Sulangai mengenai infeksi kecacingan adalah cukup baik. Kata Kunci : Soil Transmitted Helminth, Prevalensi, Pengetahuan, Siswa Sekolah Dasar
SIKAP, PENGETAHUAN DAN PRAKTIK SELF-MEDICATION PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS https://ojs.unud.ac.id KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Arina Papita Simanungkalit; I Gusti Made Aman; I Gusti Ayu Artini
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.557 KB)

Abstract

Mahasiswa kedokteran berpotensi untuk melakukan self-medication secara tidak bertanggung jawab yaitu tidak sesuai dosis dan indikasi obat yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah melihatsikap, pengetahuan, dan praktik self-medication pada mahasiswa Program Studi Pendidikan DokterFakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program StudiPendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2014 yang telah menyelesaikankuliah preklinik. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional deskriptif yang dilakukan melaluiobservasi. Subjek dipilih menggunakan metode sampling simple random sampling. Penelitianmenggunakan kuesioner untuk menilai sikap, pengetahuan dan praktik self-medication. Penelitian inidilakukan dari bulan Maret 2017 hingga Oktober 2017. Sebanyak 138 orang terpilih sebagai subjekpenelitian. Sebanyak 96 orang (69,56%) pernah melakukan self-medication dalam tiga bulan terakhir.Berdasarkan sikapnya, sebanyak 86 (62,32%) orang menyetujui self-medication sebagai salah satusolusi dalam mengobati gejala atau penyakit. Berdasarkan tingkat pengetahuan, 121 (87,68%) orangsubjek penelitian memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi. Dalam praktik self-medication, dari 96orang sebanyak 40 (41,67%) orang melakukan self-medication setidaknya 2-4 kali dalam tiga bulanterakhir. Keluhan utama sehingga melakukan self-medication adalah sakit kepala, sebanyak 59(61,46%) dari 96 orang. Sebanyak 68 orang (70,83%) beralasan melakukan self-medication dikarenakanpenyakit atau gejala yang diobati hanya ringan. Sebanyak 64 (66,67%) orang memilih analgesik sebagaiobat yang digunakan untuk self-medication dalam tiga bulan terakhir. Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa prevalensi self-medication pada mahasiswa relatif tinggi. Hal ini didukung olehtingkat pengetahuan mahasiswa yang relatif tinggi. Mahasiswa juga relatif sering melakukan selfmedication. Hasil penelitian ini koheren dengan penelitian-penelitian serupa yang dilakukansebelumnya. Kata Kunci: self-medication, responsible self-medication, sikap, pengetahuan, praktik
PERSENTASE KASUS TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH TAHUN 2006-2013: STUDI DESKRIPTIF Ni Luh Putu Harta Wedari; I Wayan Sudarsa
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.387 KB)

Abstract

TRIPLE NEGATIVE BREAST CANCER CASE PERCENTAGE AT SANGLAH GENERAL HOSPITAL IN THE YEAR OF 2006-2013: A DESCRIPTIVE STUDY World Health Organization predicts that there will be a surge in breast cancer patients in Indonesia up to seven times by 2030. Bali Province ranked second highest breast cancer patients diagnosed in Indonesia, which is based on the data in Sanglah General Hospital, every year there were 200 new cases. This research is a descriptive study with secondary data of triple negative breast cancer inpatients in the Department of Surgical Oncology, Sanglah General Hospital from 2006 until 2013. The percentage of triple negative breast cancer case is 14,28 %, 32%, 75 % in 2007, 2008, and 2009 respectively. Number of cases continued to rise in 2010 amounted to 51.85 %, then decreased in 2011 to 16.67 % but no cases in 2013. Most age groups diagnosed as triple negative breast cancer is 41-45 years which the bigest percentage is 33.34%. The number of triple negative breast cancer among other types of breast cancer has increased with the most age groups diagnosed is 41-45 years old.
HUBUNGAN PERILAKU HIGIENITAS DIRI DAN SANITASI SEKOLAH DENGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SISWA KELAS III-VI SEKOLAH DASAR NEGERI NO. 5 DELOD PEKEN TABANAN TAHUN 2014 Ni Luh Gede Dian Ratna Dewi; Dewa Ayu Agus Sri Laksmi
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.752 KB)

Abstract

Infeksi kecacingan yang disebabkan oleh soil transmitted helminths (STH) merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Infeksi soil transmitted helminths sangat sering ditemui di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Letak geografis Indonesia yang beriklim tropis sesuai untuk perkembangan parasit. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perilaku higienitas diri dan sanitasi sekolah dengan kejadian infeksi soil transmitted helminths di Sekolah Dasar No. 5 Delod Peken Tabanan. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional untuk menilai hubungan penyakit kecacingan akibat infeksi soil transmitted helminths (STH) dengan perilaku higienis dan sanitasi sekolah. Dari 105 sampel, didapatkan prevalensi infeksi kecacingan STH sebesar 7,6%. Berdasarkan jenis cacing, infeksi terbanyak terjadi karena Trichuris trichiura (55,6%), Hookworm (22,2%), Enterobius vermicularis (11,1%), dan Ascaris lumbricoides (11,1%). Sebagian besar anak tergolong dengan higenitas baik (65,7%), sementara 34,3% tergolong dengan higenitas buruk. Terdapat hubungan yang signifikan antara higenitas diri dengan infeksi STH (P=0,012), dimana faktor yang mempengaruhi adalah aktifitas mencuci tangan (P=0,001) dan kontak dengan tanah (P=0,003). Sementara tidak didapatkan hubungan infeksi STH dengan jenis kelamin (P=1), penggunaan alas kaki (P=0,333), dan kebersihan kuku (P=0,141).  
Angka kejadian kanker rongga mulut pada pasien Di RSUP Sanglah dengan riwayat merokok dan minum minuman beralkohol dalam periode januari 2015 – juni 2016 Gusti Agung Made Siddhi Putra; I Gede Budhi Setiawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.982 KB)

Abstract

Based on several studies, smoking and drinking alcohol are considered as important risk factor of oral cancer development. The aim of this study is to find the incidence of oral cancer in RSUP Sanglah with history of smoking and/or drinking alcohol. Observational study using cross sectional descriptive study design with seconder data from medical records in RSUP Sanglah and using total sampling technic. The incidence of patient with history of smoking is 24%, patient with history of smoking and drinking is 4%, patient with history of betel chewing is 8%, and patient with history of betel chewing and smoking is also 8%. Conclusion: From this study can be concluded that in the field, data which is earned from medical record show the lowness of the oral cancer incidence in patient with history of smoking, drinking alcohol, and/or betel chewing compared to patient without those history (56%). Keywords: Oral cancer, incidence, smoking and drinking alcohol
PROFIL PENGGUNAAN ANTIKOAGULAN PADA PASIEN KARDIOVASKULAR YANG DIRAWAT DI RUANG ICCU RSUP SANGLAH PERIODE JANUARI 2016 - JUNI 2016 Gusti Ayu Putu Giti Livia Devi; I Wayan Aryabiantara; IGAG Utara Hartawan
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.063 KB)

Abstract

Penyakit kardiovaskular di Indonesia merupakan salah satu penyebab kematian terbesar, dengan prevalensi yang cukup tinggi dan angka kejadian yang diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya. Salah satu obat yang digunakan dalam menangani penyakit kardiovaskular adalah antikoagulan. Namun, pencatatan penggunaan antikoagulan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan di Indonesia masih kurang lengkap. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antikoagulan pasien kardiovaskular yang dirawat di Ruang ICCU dimulai dari Ruang ICCU RSUP Sanglah. Metode yang digunakan adalah deskriptif retrospektif dimana data berasal dari rekam medis pasien kardiovaskular yang dirawat di ICCU RSUP Sanglah pada periode Januari 2016 – Juni 2016, dengan menggunakan teknik total sampling. Dari 85 pasien yang memenuhi kriteria, 55 orang diantara menggunakan antikoagulan dan 30 orang tidak menggunakan antikoagulan. Sehingga didapatkan angka proporsi 64,7% untuk pasien dengan antikoagulan yang dirawat di ICCU RSUP Sanglah dan 35,3% untuk pasien tanpa antikoagulan yang dirawat di ICCU RSUP Sanglah. Profil penggunaan antikoagulan pada pasien yang dirawat di ICCU RSUP Sanglah memiliki karakteristik subyek pasien kardiovaskular mayoritas dengan jumlah 40 (72,7%), usia 65-74 tahun dengan jumlah 17 subyek (30,9%), dan merupakan pasien infark miokard dengan jumlah subyek 22 (40%), dengan jenis antikoagulan terbanyak menggunakan enoxaparin sebanyak 36 subyek (60%). Kata kunci: antikoagulan, ICCU
THE ROLE OF ATYPICAL ANTIPSYCHOTIC DECREASING AGGRESIVENESS IN SCHIZOPHRENIA Juvita Novia Anggraini Maria
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.724 KB)

Abstract

Schizophrenia is a psychiatry disorder accompanying by alteration of mind-set, perception,  thought, and behavior. Symptom of schizophrenia can be positive symptom and negative symptom. The positive symptom often became a fear for the others, that is aggresiveness as violance, suicide, ang homicide. Aggresiveness divided in five category, that is impulsivity, affective instability, anxiety/hyperarousal, cognitive disorganization, predatory/planned aggression. Pharmacology theraphy is a choice in decreasing aggresiveness in schizophrenia. Atypical antipsychotic theraphy indicate higher effectivity and fewer side effect than conventional antipsychotic.
ACUTE RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME DAN ACUTE PNEUMONIA PADA NEAR DROWNING:SEBUAH LAPORAN KASUS Michelle Prinka Adyana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.992 KB)

Abstract

Near drowning is a condition in which the victim survived the first 24 hours. The WorldHealth Organization (WHO ) , recorded worldwide in 2000 there were 400,000 incidentdrowned accidentally . That is, this figure ranks second only to traffic accidents.Aspiration pneumonia is a complication of near drwoning which occurred in 80 % ofcases of near drowning, while 50 % of patients sink into acute respiratory distresssyndrome ( ARDS ) . This case report discusses the acute respiratory distress syndromeand acute pneumonia in near drowning 24 years old , who had drowned at the beach for± 15 minutes , the chest x - ray obtained pulmonary edema dd / lung pnuemonia therepneuomothorax . Examination of multislice spiral computed tomography ( MSCT )bilateral pneumothorax Thorax obtained major and minor fisuura right and left majorfissure , pneumomediastinum , pulmonary pneumonia contusio / suspected aspirationpneumonia , emphysema subcutis . In intensive care patients conducted for 9 days andreturn to akitivitas everyday

Page 41 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue