cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
EFEK SINERGIS KOMBINASI CHLORHEXIDINE DAN ALKOHOL TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS Yosi Kusuma; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.695 KB)

Abstract

Antiseptik merupakan suatu zat kimia yang memiliki kerja untuk menghancurkan mikroorganisme ataupun menghambat kerjanya, sehingga dapat mencegah terjadinya suatu infeksi. Salah satu contoh antiseptik adalah chlorhexidine dan alkohol. Chlorhexidine dengan alkohol memiliki mekanisme yang mirip, yaitu bekerja mengganggu struktur membran bakteri, sehingga mengakibatkan lisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan aktifitas antiseptik chlorhexidine-alkohol dengan alkohol dan chlorhexidine pada bakteri Gram positif dan negatif, serta apakah terjadi aktivitas yang sinergis antara kedua antiseptic tersebut. Penelitian menggunakan metode eksperimental, post-test only design, melalui uji disk-diffusion Kirby-Bauer, menggunakan zona hambat pertumbuhan bakteri pada media Mueller-Hinton. Zona hambat rerata chlorhexidine-alkohol (19,56 ± 0,88SB) dengan alkohol (0) dan chlorhexidine (18 ± 0,71SB) pada bakteri Staphylococcus aureus lebih besar secara signifikan, p=0,002 untuk chlorhexidine; sedangkan pada bakteri Escherichia coli, zona hambat rerata chlorhexidine-alkohol 16,22 ± 0,83SB, chlorehexidine 17,22 ± 2,05SB, alkohol 13,22 ± 4,08SB. Perbedaan diameter hanya signifikan untuk alkohol (p=0,019), tapi tidak untuk chlorhexidine (p=0,387). Dapat disimpulkan bahwa terdapat aktivitas antiseptik sinergis pada kombinasi chlorhexidine-alkohol untuk bakteri Staphylococcus aureus, tetapi tidak pada bakteri Escherichia coli. Kata Kunci: Chlorhexidine, alkohol, antiseptik, Staphylococcus aureus
IDENTIFIKASI BAKTERI Escherichia coli, Staphylococcus aureus, DAN Salmonella sp. PADA KENOP PINTU KELUAR TOILET UMUM PRIA DAN WANITA DI KAMPUS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR Ida Bagus Aditya Bhaskara; Made Agus Hendrayana; Komang Januartha Putra Pinatih
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.318 KB)

Abstract

Kenop pintu toilet umum merupakan salah satu lokasi potensial bagi transmisi beragam spesies bakteri diaregenik, seperti E. coli, S. aureus, dan Salmonella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kontaminasi bakteri pada kenop pintu toilet umum di kampus FK UNUD Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional potong-lintang dengan populasi terjangkau berupa kenop pintu keluar toilet umum di Gedung Barat kampus FK UNUD Denpasar. Pemilihan sampel menggunakan total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode swab, lalu dikultur dalam media BA, EMBA, SS, dan XLD. Koloni yang dicurigai Staphylococcus dilakukan uji katalase dan koagulase. Seluruh koloni dilakukan pengecatan Gram. Dari total 14 sampel, diketahui bahwa prevalensi kenop pintu keluar toilet umum yang terkontaminasi bakteri secara keseluruhan adalah 50%. Namun, seluruh koloni yang diisolasi teridentifikasi sebagai Staphylococcus koagulase negatif. Tidak ditemukan satupun koloni E. coli, S. aureus, dan Salmonella sp. pada seluruh kenop (0%). Prevalensi kontaminasi positif pada kenop pintu keluar toilet pria (86%) lebih besar dari wanita (14%). Prevalensi tertinggi berdasarkan lokasi terdapat pada toilet lantai 2 (75%) dan terendah di lantai 3 (25%). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pada kenop pintu toilet umum di kampus FK UNUD Denpasar tidak ditemukan bakteri diaregenik E. coli, S. aureus, dan Salmonella sp., melainkan hanya bakteri flora normal Staphylococcus koagulase negatif. Penelitian ini agar menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas kebersihan di lingkungan FK UNUD. Kata kunci: E.coli, S. aureus, Salmonella sp. , kenop pintu toilet
INSOMNIA AND CORRELATION WITH PSYCHOSOCIAL FACTORS IN PRIMARY HEALTH CARE Made Gede Cahyadi Permana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.843 KB)

Abstract

Insomnia is regarded as sleep disorder that most often affects people in the world, both in primary and in the presence of comorbid conditions. Based on those facts, insomnia could be a serious problem at the level of primary health care. General Practitioner should be able to diagnose insomnia and able to perform the appropriate treatment for the patient. Psychosocial factors may related to the degree of severity of insomnia, among others are health status, depression, dysfunctional beliefs of sleep, self efficacy, and demographic. By knowing the relationship between psychosocial factors and insomnia, General practitioners are expected to create a holistic pattern of management of insomnia.
GANGGUAN AFEKTIF BIPOLAR MANIA DENGAN PSIKOTIK: SEBUAH LAPORAN KASUS Hendrikus Gede Surya Adhi Putra
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.982 KB)

Abstract

Gangguan bipolar merupakan gangguan yang terdiri dari afek yang meningkat, dan jugaaktivitas yang berlebih (mania atau hipomania), dan dalam jangka waktu yang berbedaterjadi penurunan afek yang disertai dengan penurunan aktivitas (depresi). Kejadianpada  gangguan  bipolar  berkisar  antara  0,3-1,5%.  Prevalensi  serupa  pada  pria  danwanita.Gejala gangguan bipolar episode manik meliputi perasaan sensitif, kurangistirahat, harga diri melonjak naik, dan pada episode depresi meliputi kehilanganminat, tidur lebih atau kurang dari normal, gelisah, merasa tidak berharga, dan kurangkonsentrasi. Laporan ini membahas kasus gangguan bipolar episode kini manik yangterjadi pada seorang laki-laki berusia 45 tahun. Pasien ini mendapatkan psikoterapi,haloperidol 1 x 5 mg, dan trihexyphenidyl 1 x 2 mg per oral.
DETECTION OF Vibrio choleraeO1 SEROTYPE IN ICE PRESERVATIVES OF SEA PRODUCTS AT KEDONGANAN FISH MARKET, KUTA, BALI IGM Wijaya P; P Yuniadi A; IP Ananta WS; IGP Dhinarananta; M Agus Hendrayana
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.88 KB)

Abstract

Vibrio cholerae is one of gut attacking bacteria in which 20% of the victims suffered acute diarrhea and 10-20% of them were severe, in addition the mode of case in Indonesia are increasing. Bali is a threatened area especially by ice preservative of sea products investement since it has a tropical climate with tons of sea products, and one of most popular fish market is Kedonganan Fish Market. We were conducting a descriptive observational with explorative study which is aimed to detect V. cholerae investation in ice preservative. The samples are ice or melted ice which are used to preserve sea product at Kedonganan Fish Market and each were choosed randomly. The samples processed in Alkaline Peptone Water (APW) and planted on TCBS media for microbiological culture exploration which refer to Kobe University protocol of V. cholerae isolation from environment; painted for gram evaluation based on our departement’s procedures; and latex serology evaluation using tools of V. cholerae O1 AD ‘seiken’. Of 10 samples obtained, 21 single bacterial colonies were found, in which 8 of them were suspected as V. cholerae’s colonies based on microbiological culture and gram painting evaluation. The suspected colonies are then undergone latex serology test to make sure the existence of V. cholerae and knowing its serotype. Based on the result analysis and interpretation of microbiological culture test, gram painting, and serology exploration, its found that 50% of samples were invested by Inaba type of V. cholerae O1.
PERSEPSI NEGATIF PASIEN KANKER PAYUDARA DAN KOLOREKTAL TERHADAP KEMOTERAPI DAN RADIOTERAPI DI RUMAH SAKIT DI KOTA DENPASAR, BALI Gede Wara Samsarga Samsarga; Yudo Affandi; Ni Made Suari Utami; I Made Sindhu S Nugraha; I.B Tjakra Wibawa Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.208 KB)

Abstract

Terapi adjuvan yang biasanya diberikan pada pasien kanker payudara dan kanker kolorektal adalah kemoterapi dan radioterapi. Terapi adjuvan biasanya diberikan setelah terapi primer untuk meningkatkan angka kesembuhan penyakit, mencegah rekurensi, dan membunuh sel-sel kanker yang tersisa ataupun yang telah bermetastasis (terutama mikrometastasis). Terapi adjuvan juga berfungsi sebagai terapi paliatif untuk meningkatkan harapan hidup pasien kanker. Dalam kenyataannya banyak pasien kanker, khususnya kanker payudara dan kolorektal yang menghindari tindakan kemoterapi dan radioterapi. Dari 38 orang pasien kanker payudara dan kolorektal, didapatkan bahwa 26,3% takut gagal, 39,5% takut efek samping, 7,9% biaya yang mahal, 10,5% karena berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan 15,8% tidak takut terhadap kemoterapi dan radioterapi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pasien kanker payudara dan kanker kolorektal terhadap tindakan kemoterapi dan radioterapi masih cukup rendah dimana 68,4% sampel tidak tahu dan tidak mengerti tentang tindakan kemoterapi dan radioterapi. Pemahaman yang kurang tentang tindakan kemoterapi dan radioterapi ini nantinya dapat mengakibatkan timbulnya persepsi negatif terhadap tindakan kemoterapi dan radioterapi. Maka dari itu sangat diperlukan adanya suatu edukasi yang baik bagi setiap pasien tentang penyakit dan modalitas terapi yang akan diberikan. Dokter diharapkan mampu untuk mengubah persepsi negatif pasien terkait tindakan kemoterapi dan radioterapi.  
UJI DIAGNOSTIK TES SEROLOGI WIDAL DIBANDINGKAN DENGAN TES IGM ANTI SALMONELLA TYPHI SEBAGAI BAKU EMAS PADA PASIEN SUSPECT DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT SURYA HUSADHA PADA BULAN JANUARI SAMPAI DENGAN DESEMBER 2013 Anak Agung Putri Satwika; A.A. Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

tifoid merupakan penyakit infeksi akut sistemik yang disebabkan oleh bakteri gram negatif Salmonella enterica serotype Typhi (Salmonella typhi), yang hingga saat ini masih memiliki angka morbiditas dan mortaliatas yang tinggi di dunia khususnya di negara berkembang salah satunya Indonesia. Metode diagnosis cepat dan tepat perlu dilakukan sedini mungkin pada pasien yang dicurigai mengalami demam tifoid sehingga pasien segera mendapatkan penanganan yang tepat. Tes Widal dan tes IgM Anti Salmonella typhi merupakan pemeriksaan penunjang yang sering digunakan untuk menegakkan diagnosis demam tifoid. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa tes IgM Anti Salmonella typhi memiliki sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian uji diagnostik dengan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional, yang dilakukan di Rumah Sakit Surya Husadha pada Bulan Januari sampai dengan Desember 2013. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV tes Widal jika dibandingkan dengan tes IgM Anti Salmonella typhi sebagai baku emas. Pada penelitian diperoleh bahwa dari 203 sampel, terdapat 17 sampel (8%) yang positif dan 186 sampel (92%) yang negatif terdapat antibodi terhadap antigen Salmonella typhi O. Sedangkan 27 sampel (13%) yang positif dan 176 sampel (87%) yang negatif terdapat antibodi terhadap antigen Salmonella typhi H. Pada tes IgM Anti Salmonella typhi, terdapat 104 sampel (51%) yang positif dan 99 sampel (49%) yang negatif. Dengan menggunakan cross tabulation maka diperoleh sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV dari tes Widal khususnya untuk Salmonella typhi O secara berturut-turut yaitu 14,6%, 98%, 88,2% dan 52,7%. Sedangkan sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV dari tes Widal khususnya untuk Salmonella typhi H secara berturut-turut yaitu 20%, 94%, 78% dan 53%.  
PENGARUH GRADING DAN LYMPHOVASCULAR INVASION TERHADAP METASTASIS KELENJAR GETAH BENING AXILLA PADA KANKER PAYUDARA Albert Simon; Tjakra Wibawa Manuaba
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.828 KB)

Abstract

In Indonesia, breast cancer is the 2nd highest type of cancer. This study was conducted to know the correlation between breast cancer grading and lymphovascular invasion (LVI) with axillary lymph node metastases. This study was carried out by; 1) obtaining the sample from medical record and pathology anatomy examination report of breast cancer patient from RSUP Sanglah 2013, 2) examining the correlation between grading with axillary lymph node metastases and correlation between LVI with axillary lymph node metastases using chisquare, 3) Examining the strength of correlation between grading with axillary lymph node metastases and LVI with axillary lymph node metastases using RO. This study consists of 51 samples which diagnosed with advance breast cancer. The result of this study shows; 1) no correlation between grading with axillary lymph node metastases, 2) there is correlation between LVI with axillary lymph node metastases, 3) the strength of correlation between LVI with axillary lymph node metastases are RO=5.34 with the percentage of 84%.    In conclusion, LVI is correlated with axillary lymph node metastases. Further study about other factors which effecting the axillary lymph node metastases and the correlation of grading and LVI with axillary lymph node metastases in early breast cancer should be conducted in order to give more clear information.
PROFIL ANAK DENGAN SINDROM SYOK DENGUE DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE JANUARI 2012-DESEMBER 2013 Jayadhi Widyakusuma; Dwilingga Utama
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.65 KB)

Abstract

Infeksi virus dengue merupakan masalah kesehatan utama di negara tropis dan subtropis. Syok pada pasien DBD dikenal dengan istilah sindrom syok dengue (SSD). Profil syok tidak selalu sama ditemukan di tiap daerah atau rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pasien anak yang mengalami sindrom syok dengue di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode 2012-2013. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan menggunakan data sekunder catatan medik pasien di RSUP Sanglah pada periode Januari 2012 - Desember 2013. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2014. Profil yang dicari yaitu usia, jenis kelamin, tempat tinggal, suku bangsa, gambaran klinis, dan gambaran laboratorium. Seluruh pasien SSD merupakan warga negara Indonesia yang beralamat dari Kota Denpasar sebanyak 28 pasien (65,1%). Lebih banyak terjadi pada laki-laki (53,4%). Kelompok usia 5-10 tahun merupakan usia terbanyak (53,5%). Status gizi kurang dan lebih masing-masing sebanyak 15 pasien (34,9%) dan status gizi baik (30,2%). Gambaran klinis yang didapatkan dari penelitian ini takikardi (72,1%), hipotermia (32,6%), dan hipotensi (53,5%). Syok banyak terjadi pada pasien dengan kadar hemoglobin menurut usia di atas normal (53,5%), hematokrit >42 vol% (74,4%), leukopenia (51,2%) dan kadar trombosit rendah (97,7%). Pemeriksaan serologis didapatkan sebanyak 26 pasien (60,5%) mempunyai IgM(-) dan IgG(+). Profil atau karakteristik dari SSD perlu diberi perhatian lebih karena gejala dan hasil laboratorium sangat berbeda dari yang dilihat pada demam berdarah dengue.
PREVALENSI HBsAg, Anti HBs, DAN Anti HCV PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN PRE KLINIS DI BALI PERIODE JANUARI 2013 – JUNI 2014 Krishna Murprayana; Ni Nyoman Sri Budayanti
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.433 KB)

Abstract

Hepatitis B and C is a deadly and contagious disease. Indonesia is a developing country that has a high endemicity of hepatitis B. Hepatitis screening aimed to determine the presence or absence of hepatitis virus infection in a person’s body, which can later be used to prevent infection by vaccination. The high risk factor of hepatitis infection in Indonesia is the main reason for population to do a screening procedure or early detection of hepatitis, especially hepatitis B and C. The aim of study was to determine the prevalence of student of the Faculty of Medicine with HBsAg, Anti-HBs and Anti-HCV positive. The design of this study was a descriptive cross-sectional. Data was collected using secondary data from medical students who was screened in Biology Molecular Laboratory of Udayana Medical Faculty. There were 302 samples analyzed data, consisting of 283 inclusion data and 19 data were excluded. Based on all the data that were inclusion, the sample consisted of 112 (39.6%) males and 171 (60.4%) women. From the 283 students of the Faculty of Medicine who have been screened, there are two students (0.7%) with positive HBsAg and 8 students (2.8%) with Anti-HBs positive. From the total sample of data, there is no medical students with Anti HCV positive. From the total of data, the sample consisted of female more than male. Students with HBsAg positive consisted of one male student and one female student, while the Anti-HBs positive consisted of female more than male. Keywords: Screening, medical student, hepatitis B, hepatitis C, HBsAg, Anti HBs, Anti HCV.

Page 40 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue