cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-Jurnal Medika Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23031395     EISSN : 25978012     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana menerima naskah dari mahasiswa PSPD FK UNUD, baik berupa karangan asli atau laporan penelitian, ikhtisar pustaka, laporan kasus, maupun surat-surat untuk redaksi. Naskah yang dikirimkan untuk majalah ilmiah E-Jurnal Medika Udayana adalah naskah belum pernah atau tidak akan dikirim ke majalah lain. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 1,956 Documents
RADIOLOGICAL FINDING IN CHRONIC OSTEOMYELITIS Made Nopriantha
E-Jurnal Medika Udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.714 KB)

Abstract

Osteomyelitis is a bone disease, it is characterized by infection of bone marrow and adjacent bone, and often associated with cortical and trabecular destruction. There are many imaging modalities that we can be use to diagnose chronic osteomyelitis include plain radiography, ultrasonography, nuclear imaging, CT scan and MRI. Although plain radiography still accurately shows chronic changes, CT scan is more sensitive for the detection of sequestra, sinus tract and soft tissue abcess. Both CT and Ultrasound are usefull for guiding percutaneus aspiration of subperiosteal and soft tissue abscess or fluid collection. Sequential technetium and gallium or indium scans may help determine wheter infection is active and may distinquish infection from noninflammatory bone changes. MRI provides superior information about the anatomical extent of infection but does not always distinguish osteomyelitis from healing fractures and tumors.
PENYAKIT GINJAL KRONIS STADIUM V AKIBAT NEFROLITIASIS DAN PIELONEFRITIS KRONIS Kadek Arditya Putra Mardana
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.367 KB)

Abstract

Penyakit ginjal kronik dikenal sebagai suatu kelainan dimana terjadi kerusakan dari struktur ginjal lebih dari 3 bulan yang disertai dengan penurunan LFG < 60 mL/min/1,73 m2, dengan atau tanpa penurunan fungsi ginjal yang bersifat irreversible. Di Amerika rata-rata prevalensinya 10-13% atau sekitar 25 juta orang yang terkena PGK. Sedangkan di Indonesia tahun 2009 prevalensinya 12,5% atau 18 juta orang dewasa yang terkena PGK. Etiologi dari PGK yang tersering adalah diabetes mellitus, diikuti oleh hipertensi dan glomerulonefritis, dan obstruksi serta infeksi saluran kemih. Tatalaksana penyakit gagal ginjal kronik meliputi terapi terhadap penyakit dasarnya, pencegahan terapi terhadap kondisi komorbid (comorbid condition), memperlambat pemburukan (progression) fungsi ginjal, pencegahan dan terapi terhadap komplikasi, terapi pengganti ginjal berupa dialisis atau transplantasi ginjal. Pada kasus ini pasien dengan keluhan utama mual,muntah, kencing yang sedikit dan disertai nyeri di daerah pinggang kiri sejak 2 tahun terakhir dan diketahui pasien pernah didiagnosis dengan batu di ginjal kiri satu tahun yang lalu. Pasien juga dengan riwayat menderita hipertensi dan pernah kencing mengeluarkan batu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pasien dengan tekanan darah 180/100 mmHg, tampak anemis, ditemukan nyeri ketok CVA (+/-) dan edema pada ekstremitas. Berdasarkan kasus tersebut akan dibahas lebih lanjut tentang gejala dan penanganan kasus.
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN DAN DEPRESI PADA MAHASISWA JENJANG PREKLINIK DAN CO-ASISTEN DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA PADA TAHUN 2014 Ida Ayu Ratih Savitri; Ni Ketut Sri Diniari
E-Jurnal Medika Udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.88 KB)

Abstract

Kecemasan adalah keadaan patologis yang ditandai dengan berbagai macam gejala yang ditandai oleh perasaan ketakutan disertai dengan tanda somatik pertanda sistem saraf autonom yang hiperaktif. Sedangkan depresi merupakan gangguan perasaan atau mood yang disertai komponen psikologi berupa sedih, susah, tidak adanya harapan, putus asa, disertai dengan komponen fisik lainnya seperti anoreksia, konstipasi, dan keringat dingin. Kecemasan dan depresi dapat  terjadi pada mahasiswa pendidikan dokter jenjang preklinik dan koasisten. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan tingkat kecemasan dan depresi pada mahasiswa jenjang preklinik dan koasisten di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan secara cross sectional. Adapun responden pada penelitian masing-masing 30 sampel pada jenjang preklinik dan koasisten. Metode sampling dilakukan secara purposive random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner HARS dan BDI. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecemasan dan depresi yang bermakna antara mahasiswa jenjang preklinik dan koasisten dimana nilai kemaknaan untuk kecemasan p=0,000 (<0,005) dan nilai kemaknaan depresi p<0,002 (<0,005). Rerata skor HARS dan BDI koasisten (HARS: 14,53, BDI:12,3667)  lebih tinggi dibandingkan mahasiswa preklinik (HARS:5,90, BDI:7,7767). Perbedaan kecemasan dan depresi yang bermakna diantara kelompok mahasiswa jenjang preklinik dan koasisten, dimana koasisten lebih cemas dan depresif dibandingkan mahasiswa preklinik.  
PROFIL PENGGUNAAN ANALGETIKA PADA PASIEN NYERI AKUT PASCA BEDAH DI RSUP SANGLAH BULAN SEPTEMBER TAHUN 2013 Ida Bagus Alit Saputra; I Putu Pramana Suarjaya; I Made Wiryana
E-Jurnal Medika Udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.361 KB)

Abstract

ANALGESICS USING PROFILE TO THE PATIENTS WITH POST-SURGERY ACUTE PAIN IN SANGLAH GENERAL HOSPITAL, SEPTEMBER 2013Surgery is a common action taken to overcome the problem of patients who got tissue-damagewhich caused the pain. Acute pain of patients which is happened after the surgery generally accompanied by emotional and autonomic response that inflicted physiological response and finally would disturb the patient’s recovery process. The pain management usually uses multimodality analgesics such as opioid group, NSAID (Non Steroid Anti-Inflammatory Drugs), and adjuvant. Many patients still complaining because of the pain management therapy has not run well yet. This complained caused by the less knowledge or understanding of the medical practitioner about analgesics regiments, which made they are still afraid of the side effect that may affect patients.  This research is aim to acknowledge the pain overcoming profile and analgesics therapy method in Sanglah General Hospital to the post-surgery patients during September 2013 and characteristic of the post-surgery patients. The design of this research is non-experimental cross-sectional which gathering data retrospectively using the secondary data of APS (Acute Pain Service) that belongs to Anesthetic, Re-animation, and Intensive Care Department of Sanglah General Hospital during September 2013, which amount 396 samples.Result and conclusion of this research is from 396 after surgery patients during September 2013 in Sanglah General Hospital receive multimodality analgesics regiments with 5 therapy method and monitoring by VAS (Visual Analogue Scale). Characteristics of patients with male sex amounts to 206 (52.0%) with the status ASA (American Society of Anesthesiology) dominated ASA 1 shows a patient undergoing surgery in good condition without significant systemic disorders. There are 13 types of surgeries which the largest number is 72 cases (18.2%).  There are 154 persons of the sample (38.9%) receive the therapy method using syringe pump which become the most frequently method used to overcome the acute pain happened post-surgery. The pain measurement 24–48 hours reduced in amount 2.7 point which is calculated using VAS (Visual Analogue Scale).
PROPORSI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BALITA USIA 7-24 BULAN DI DESA SELAT, KECAMATAN SUSUT, KABUPATEN BANGLI TAHUN 2015 Dicky Nanda Kharisma; Putu Cintya Denny Yuliatni
E-Jurnal Medika Udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.775 KB)

Abstract

Terdapat perbedaan proporsi pemberian ASI eksklusif, dan metode pencatatan yang tidak sesuai kriteria ASI eksklusif sehingga memungkinkan terjadinya perbedaan proporsi aktual pemberian ASI eksklusif di populasi. Rendahnya pemberian ASI eksklusif dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut Green dan Kreuter ada 3 faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang yaitu predisposing factor, enabling factor, dan reinforcing factor. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi pemberian ASI eksklusif pada balita usia 7 bulan sampai 24 bulan di desa Selat, dan perilaku pemberian makanan pendamping ASI sebelum usia 6 bulan. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dekriptif. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 7 bulan sampai 24 bulan yang diambil menggunakan simple random sampling yaitu sejumlah 45 orang. Penelitian ini dilaksanakan di desa Selat, kecamatan Susut, kabupaten Bangli, pada bulan Oktober 2015. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang didapat dianalisi secara univariate dan bivariate kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Hasil dan simpulan penelitian ini adalah proporsi pemberian ASI eksklusif sebesar 17,8%. Proporsi pemberian ASI eksklusif pada balita usia 7-24 bulan di desa Selat, kecamatan Susut, kabupaten Bangli tahun 2015 berdasarkan tingkat pengetahuan yaitu sebesar 50% termasuk kategori baik, 28,6% responden berumur diatas 30 tahun, 21,1% responden berpendidikan dengan kategori pendidikan rendah, 28,6% responden bekerja, 19,2% responden memiliki pendapatan di bawah UMR, 33,3% responden memiliki anak lebih dari dua, 40,0% responden dengan dukungan keluarga kategori kurang, 50% responden dengan dukungan suami kategori kurang, dan 21,2% responden dengan dukungan petugas kesehatan kategori kurang, 42,8% jenis makanan MPASI yang diberikan adalah pisang, 57,1% diberikan dengan frekuensi 3 kali sehari, dan 42,9% responden memberikan pertama kali pada usia 2 bulan, sedangkan 47,3% jenis minuman MPASI yang diberikan yaitu air putih, 36,8% diberikan dengan frekuensi 2 kali sehari, dan 36,8% responden memberikan pertama kali pada usia 0 bulan.
HUBUNGAN STATUS GIZI ORANGTUA TERHADAP STATUS GIZI ANAK Kadek Dedy Sudiawan; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.17 KB)

Abstract

Indonesia bahkan global sedang menghadapi permasalahan obesitas. Pada tahun 2008, lebih dari setengah miliar mengalami obesitas dan lebih dari 1,4 miliar orang dewasa kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas telah mengakibatkan setidaknya 2,8 juta orang meninggal setiap tahunnya. Tidak hanya negara-negara berpenghasilan tinggi, obesitas kini juga lazim di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya obesitas adalah riwayat obesitas pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik cross-sectional untuk mengetahui hubungan status overweight/obese pada orangtua terhadap overweight/obese pada anak.Sebanyak 162 orang anak yang dipilih secara simple random sampling dari Taman Kanak-kanak di wilayah Kota Denpasar dilibatkan dalam penelitian ini. Didapatkan risiko overweight/obeselebih tinggi pada anak dengan bapak overweight/obese (OR 2.021, P=0.034), ibu overweight/obese (OR 2.322, P=0.009), dan kedua orangtua overweight/obese (OR 5.882, P=0.000). Hal ini menujukkan bahwa terdapat hubungan status overweight/obese orangtua terhadap status overweight/obese anak.
Gambaran depresi dan faktor yang memengaruhi pada remaja yatim piatu di Denpasar Krisnhaliani Wetarini; Cokorda Bagus Jaya Lesmana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.755 KB)

Abstract

Depression among orphaned teenagers is a vulnerable mental health disorder that occurs as an impact of the absence of an adequate relationship and affection from parents since childhood period. Cross-sectional analytical study was carried out, enrolling 93 orphaned teenagers from three orphanages in Denpasar City. Sociodemographic data were obtained using questionnaires and level of depression were classified based on Beck’s Depression Inventory. The level of depression among orphaned teenagers respectively, normal (60.2%), mild depression (18.3%), moderate depression (15.1%), and severe depression (6.5%). Logistic regression analysis showed that the only sociodemographic factor that significantly related to depression is gender, boys were about 39% less-likely to experience depression than girls (OR=0.39; p=0.03). Depression is prevalent among girl orphans, thus counseling and social support are needed to overcome the occurrence of depression among orphaned teenagers in Denpasar. Keywords: depression, teenager, orphans
HUBUNGAN ANTARA SARAPAN DENGAN SUSTAINED ATTENTION PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Ida Ayu Shinta Nadia Utami; I Made Krisna Dinata
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.676 KB)

Abstract

Sarapan merupakan makanan yang sangat penting setiap hari untuk memenuhi kebutuhan energi bagi tubuh sebelum memulai aktivitas. Tidak sarapan dapat menyebabkan penurunan glukosa karena suplai energi tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, sehingga seseorang akan merasa lapar dan mengganggu atensinya. Sustained attention adalah kemampuan untuk mempertahankan atensi saat melakukan aktivitas berulang dalam jangka waktu yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sarapan dengan sustained attention pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik cross-sectional dengan data primer menggunakan teknik sampel acak sederhana. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi pada penelitian ini berjumlah 120 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 September hingga 20 Oktober 2016 di ruang small group discussion (SGD) lantai dua gedung Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Data diambil dari pengumpulan kuesioner dan pengukuran tingkat sustained attention menggunakan PC-PVT. Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan data berdistribusi tidak normal. Kemudian, data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney U dan didapatkan nilai goodRS (P=0,229), badRS (P=0,648), minRT (P=0,230), medianRT (P=0,077) yaitu nilai P ?0,05, maxRT (P=0,001), dan meanRT (P=0,004) yaitu nilai P <0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarapan berhubungan secara signifikan dengan sustained attention pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: sarapan, sustained attention, Psychomotor Vigilance Task
GAMBARAN ANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK DI RSUP SANGLAH PADA TAHUN 2016 Anak Agung Gde Bisma Sanjaya; Desak Gde Diah Dharma Santhi; Anak Agung Wiradewi Lestari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.106 KB)

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dikarenakan prevalensinya yang terus meningkat setiap tahunnya. Penyakit ini terjadi apabila terdapat kerusakan ginjal dalam jangka waktu yang cukup lama. Penyakit ginjal kronik dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti anemia, gangguan mineral dan tulang, asidosis metabolik, ketidakseimbangan elektrolit, dan malnutrisi. Anemia dapat terjadi pada pasien PGK dikarenakan ketika ginjal mengalami kerusakan, ginjal tidak dapat memproduksi eritropoietin yang cukup. Eritropoietin dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah, sehingga produksi sel darah merah akan menurun pada pasien PGK. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran anemia pada penyakit ginjal kronik dengan parameter hemoglobin di RSUP Sanglah pada tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif dengan metode penelitian pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu. Penelitian menggunakan data sekunder berupa rekam medis untuk mengetahui gambaran anemia pada pasien penyakit ginjal kronik dengan parameter hemoglobin di RSUP Sanglah pada tahun 2016. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa didapatkan 52 kasus anemia dari 54 pasien (96,3%) penderita penyakit ginjal kronik di RSUP Sanglah pada tahun 2016 berdasarkan parameter hemoglobin, dimana 7 pasien mengalami mild anemia (13,46%), 27 pasien mengalami moderate anemia (51,92%), dan 18 pasien mengalami severe anemia (34,62%). Selain itu, didapatkan persentase pasien penyakit ginjal kronik laki-laki (96,9%) yang mengalami anemia lebih besar dari pada pasien perempuan (95,5%) di RSUP Sanglah tahun 2016. Kata Kunci : Penyakit Ginjal Kronik, Anemia, Hemoglobin.
PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK GANGGUAN FUNGSI GINJAL PADA PASIEN HIV YANG MENGGUNAKAN TERAPI ARV BERBASIS TENOFOVIR DI RSUP SANGLAH DENPASAR Hanina Mardhatillah; Ni Made Dewi Dian Sukmawati; Anak Agung Ayu Yuli Gayatri
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.084 KB)

Abstract

Tenofovir adalah bagian dari terapi ARV lini pertama pada pasien HIV dan diketahui bahwa penggunaan tenofovir menimbulkan gangguan fungsi ginjal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi dan karakteristik gangguan fungsi ginjal pada pasien HIV yang menggunakan terapi ARV berbasis tenofovir di RSUP Sanglah Denpasar. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan teknik potong lintang. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu rekam medis pasien, dengan populasi terjangkau adalah pasien HIV yang menggunakan ARV berbasis tenofovir di Klinik VCT RSUP Sanglah Denpasar. Prevalensi gangguan fungsi ginjal adalah 61,7%, yang dijumpai lebih banyak pada laki-laki (54%) dan memiliki rerata usia 42,06 + 9,13 tahun. Sebagian besar pasien berasal dari Bali (92%), pegawai swasta (50%), SMA (20%) dan pasien sudah menikah (74%). Durasi terapi paling banyak terdapat pada kelompok 12-36 bulan (64%) dan rerata baseline CD4 adalah 132,9 + 115 sel/µL. Selisih penurunan GFR terbagi menjadi tiga kelompok durasi terapi, memiliki rentang yang paling sempit pada kelompok durasi terapi lebih dari 36 bulan dan sebanyak 33 pasien mengalami penurunan terhadap fungsi ginjal dengan tren yang meningkat seiring peningkatan durasi terapi. Kata Kunci: HIV, human immunodeficiency virus, terapi antiretroviral, ARV, tenofovir, TDF, laju filtrasi glomerolus, GFR, gangguan fungsi ginjal, penurunan fungsi ginjal

Page 42 of 196 | Total Record : 1956


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 9 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 8 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 5 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 4 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 2 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 1 (2024): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 12 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 11 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 10 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 9 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 8 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 6 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 5 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 4 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 3 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 2 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 1 (2023): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): Vol 11 No 06(2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 12 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 11 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 10 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 8 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 7 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 6 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 5 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 4 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 3 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 2 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 1 (2022): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 12 (2021): Vol 10 No 12(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 11 (2021): Vol 10 No 11(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 10 (2021): Vol 10 No 10(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 9 (2021): Vol 10 No 09(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 8 (2021): Vol 10 No 08(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 7 (2021): Vol 10 No 07(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 6 (2021): Vol 10 No 06(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 5 (2021): Vol 10 No 05(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 4 (2021): Vol 10 No 04(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 3 (2021): Vol 10 No 03(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 2 (2021): Vol 10 No 02(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 10 No 1 (2021): Vol 10 No 01(2021): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 12 (2020): Vol 9 No 12(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 11 (2020): Vol 9 No 11(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 10 (2020): Vol 9 No 10(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 9 (2020): Vol 9 No 09(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 8 (2020): Vol 9 No 08(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 7 (2020): Vol 9 No 07(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 6 (2020): Vol 9 No 06(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 5 (2020): Vol 9 No 05(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 4 (2020): Vol 9 No 04(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 3 (2020): Vol 9 No 03(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 1 (2020): Vol 9 No 01(2020): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): Vol 8 No 5 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): Vol 8 No 4 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 12 (2019): Vol 8 No 12 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 11 (2019): Vol 8 No 11 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 8 (2019): Vol 8 No 8 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 7 (2019): Vol 8 No 7 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 6 (2019): Vol 8 No 6 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 3 (2019): Vol 8 No 3 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 2 (2019): Vol 8 No 2 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 1 (2019): Vol 8 No 1 (2019): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 12 (2018): Vol 7 No 12 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 11 (2018): vol 7 no11 2018 E-jurnal medika udayana Vol 7 No 10 (2018): Vol 7 No 10 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 9 (2018): Vol 7 No 9 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 8 (2018): Vol 7 No 8 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 7 (2018): Vol 7 No 7 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 5 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 4 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 3 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 2 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 1 (2018): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 11 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 10 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 9 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 8 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 7 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 5 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 4 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 3 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 2 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 6 No 1 (2017): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 12 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5, No 11 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 10 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 9 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 8 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 7 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 6 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 5 (2016): E-jurnal medika udayana Vol 5 No 4 (2016): E-jurnal medika udayana vol 5 no 3(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 2(2016):e-jurnal medika udayana vol 5 no 1(2016):e-jurnal medika udayana vol 4 no 12(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 11(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 10(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 9(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 8(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 7(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 6(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 5(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 4(2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 3 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 2 (2015):e-jurnal medika udayana vol 4 no 1 (2015):e-jurnal medika udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 11(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 10(2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 9 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 8 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 7 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 6 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 5 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 4 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 3 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 2 (2014):e-jurnal medika udayana vol 3 no 1 (2014):e-jurnal medika udayana vol 2 no 12 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 11 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 10 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 9 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 8 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no 7 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no6(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no5(2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no4 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no3 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no2 (2013):e-jurnal medika udayana vol 2 no1 (2013):e-jurnal medika udayana Vol 1 No 1 (2012): e-jurnal Medika Udayana More Issue